Di malam pengantin mereka. Siska dan Totok mengikrarkan perjanjian memulai kehidupan perkawinan mereka. Pertama, menjunjung kejujuran betapapun pahitnya itu. Kedua, menghargai perasaan masing-masing. Ketiga, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing kalau tidak diminta. Dan keempat, kalau salah seorang di antara mereka ingin menggapai kebahagiaannya sendiri, yang lain tidak boleh menghalangi.
Aneh memang. Tetapi itulah cara mereka menjalin persahabatan, keakraban, dan saling pengertian, mengingat perkawinan mereka tidak dilandasi cinta. Mereka menikah karena sama-sama patah hati.
Lima tahun kehidupan mereka berjalan mulus. Tetapi menginjak tahun keenam, tiba-tiba Astari, bekas kekasih Totok, muncul kembali kedalam kehidupan lelaki itu. Cinta lama pun berkobar kembali.
Sesuai perjanjian, Siska membiarkan Astari memonopoli perhatian, waktu, dan hati Totok. Maka ketika ia akan dipindahkan ke Bandung oleh kantornya, langsung saja ia mengiyakan. Ia ingin memberi kesempatan kepada Totok dan Astari utnuk menentukan langkah dan mengakhiri situasi tak menentu dalam rumah tangganya. Sebab sampai sejauh itu, Totok tak pernah membicarakan perceraian mereka. Bahkan di suatu pagi sesudah menginap di rumah Astari, lelaki itu menginginkan kemesraan dari Siska.
"Semalam, tidakkah kau mendapatkannya dari Mbak Astari, mas?" tanya Siska.
"Kaulah yang istriku. Bukan dia. Dan aku tak pernah punya niat melakukan keintiman dengan perempuan yang bukan istriku."
Tetapi, itu hanyalah karena kewajiban, tugas, hak, dan ketaatan pada hati nurani. Bukan karena cinta.
Maria A. Sardjono sudah menulis sejak remaja tetapi baru dipublikasikan mulai tahun 1974. Hingga kini karyanya berjumlah 80 buku, sebagian dimuat sebagai cerita bersambung terlebih dulu, 150 cerpen, belasan cerita anak-anak, beberapa naskah sandiwara radio, satu buku ilmiah, dan puluhan artikel tentang berbagai macam topik. Ia adalah sarjana Filsafat Sosial Budaya dan master di bidang Filsafat Humaniora. Ia menikah dengan A.J.Sardjono dan dianugerahi empat putra yang semuanya sudah beranjak dewasa
mpov Bintang Fini Hari waduh. . hanya karena kawin tanpa berdasarkan cinta gara2 dikecewakan pacar, maka bikin perjanjian selama dalam perkawinan masing2 boleh individual selama tidak keluar dari jalur moral menjaga kesucian perkawinan mereka. setelah lebih 5 tahun dalam perkawinan, semua nampak normal kecuali aanya tanpa cinta. Astari bekas pacar aTotok hadir ditengah mereka dengan dua anaknya. Waktu lebih banyak di habiskan dengan alasan anak Astari butuh figur Bapak. dengan naifnya Siska tdk mempermasalahkan nya selama tidak keluar jalur. sampai sejauh manakah tenggang rasa seperti ini bisa dipertahankan? ?
bikin sebel sih maunya saja izinkan waktu suami banyak ke ex pacar yg manja.
review Bulan Perak di atas Tawangmangu 17 agustus 23.19 mulai baca " Bulan Perak di atas Tawangmangu ". 240 halaman. selesai 18 agustus jam 9 pagi
5 tahun berumah tangga dan tiba2 akhirnya yg ditunggui datang, seorg anak hasil cinta mereka. of course dgn rasa bahagia tak terkira pulang ke rumah berbagi kebahagiaan. tapi yg terjadi adalah hancurnya impian yg trlah terbangun selama 5 thn. porak poranda. ini buku pertama kali saya baca MAS menyinggung sedikit cinta sejenis. menarik untuk dibaca krn ingin tahu apa reaksi tokoh wanitanya. apakah bersiap memaafkan dan menata ulang hidup kembali dgn menerima kenyataan bahwa cinta tak bisa melarikan diri dari kenyataan. hampir 4 bintang...
Tema perselingkuhan, orang ketiga atau poligami bukan genre favoritku. Hatiku yg cengeng dan rapuh ini tak kuat menghadapi derita kisah cinta model begini, hahahaha. Tetapi nggak nyampe 2 jam BDH ini kuselesaikan, dan bener aja aku pengen menyayat2 mas Totok dan menenggelamkan Astari ke got belakang rumah saking nistanya ini perempuan, menurutku. Tapi yasudahlah... toh sampe ada masalah pelik begini juga krn sikap Siska yang kata aku, nyakitin diri sendiri tanpa sadar. Yang terpenting, kejadian demi kejadian yg disebabkan kebodohan masing2 dari pak suami dan bu istri ini, untungnya berakhir dengan kesimpulan yanh manis. Thanx God.
Aku membaca buku ini lewat electronic book yang disediakan iPusnas. I have no expectation because this book is suddenly passing my timeline, and I decided to read it. It’s only aroud 200 pages and not really long for me, aku menghabiskan semua narasinya dalam satu hari.
Buku ini berisi alur yang sedari awal sudah berkonflik dan tentu saja, bikin gereget sampai gigit jari, haha. Overall, seru, tapi aku gak suka dengan beberapa karakter di dalamnya (or all of them?) Totok, male lead character, menurutku sangat tidak tegas dalam membina perasaan dan rumah tangganya. I think we all agree kalau buku-dengan-perjodohan itu memang cukup klise. Tetapi, aku cukup kesal dengan bagaimana Totok menyelesaikan permasalahannya. Sebagai seorang lelaku yang sudah lima tahun berumah tangga, agak aneh ketika dia goyah dan banyak sekali meluangkan waktunya untuk mantan pacarnya ketimbang istrinya. I mean, aku tahu banyak kasus yang sama di dunia nyata, tapi Totok dari awal hanya tidak bisa mengenali perasaannya bahwa perlakuannya kepada mantan pacarnya hanya sebatas rasa bersalah dan ingin bertanggung jawab. Selain itu, Siska sebagai female lead character juga konyol karena secara gamblang memperbolehkan suaminya untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain. When it comes to an end, I didn’t expect about this kind of conflict resolution. Okay, at first I was okay with the conflict, tapi aku terkejut ketika membaca penyelesaiannya, “hah, cuma begini?” Aku pikir untuk menyelesaikan permasalahan yang berbelit seperti pada buku ini, butuh lebih banyak usaha yang harus dilakukan kedua karakter. In a simple words, aku tidak puas dengan resolusi dan endingnya, karena terkesan terlalu singkat dan terburu-buru. Padahal aku menantikan momen “balas dendam” Siska terhadap mantan pacar Totok.
Sekian. Tiga bintang berarti masih worth untuk dibaca buatku. Selamat membaca.
This entire review has been hidden because of spoilers.
y ampuuuun mbaaak eee... nyeseeeek sangaaaat... >,< gw baca tadi siang saat nunggu antrian d kantor pajak yg amat sangat laamaaa...dr jam 10 smp jam setengah 3 sore...ggrrrr... n selama membacanya gw harus nahan diri g gigit t novel atw melemparnya saking sakit ati nya sama tingkah c mas totok dr pada orang yg duduk dsebelah gw kaget liat gw mencak2 sendiri...;p
bru kli ini baca tante MAS yg sakit ny ampe k jantuuung...wkwkwk.... g gemez ama tingkah n filosofi heroine ny.... g kebanyakan pandangan ttg kehidupan n prinsip2 hidup c heroine yg sampai berparagrap yg menjadi ciri khas tante MAS... ;p mungkin karna cuma 100an halaman jd g bertele2 penjelasanny tp langsung nancap d hati... ;p
c astri pelakor versi jadul! iiih sebeeel am dy...!!
Wkwkwk typical sinetron bgt ya. Pontang-panting disakitin, eh lgsg luluh cuma gara2 Totok bilang cinta.
Terus pas Totok sadar sama semua kesalahannya, eh Siska cuma bilang, "Sudahlah, Mas. Semua itu telah berlalu."
Ya elaaaaah! Kenapa si jadi cewek lembek banget! Enggak heran jadi sasaran empuk, soalnya dielus dikit langsung manggut. Wkwkwk.
Udah gitu si Totok pen gue jedotin aja kepalanya. Leyeh2 jadi laki gak bisa tegas, ish!
TBH bukan jenis karakter dan plot yang gue suka, nyaris DNF juga, tapi akhirnya selesai. For me? Not recommend at all. Tapi ya tetep tergantung selera masing2
Not really my cup of tea, tapi alur kisahnya masih bisa diikuti. Tipikal cerita kehadiran orang ketiga dari dua sisi pemeran yang bisa ketebak akhir ceritanya gimana, menurutku. Terlebih hubungan pemeran utama yang sudah menikah.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Di malam pengantin mereka. Siska dan Totok mengikrarkan perjanjian memulai kehidupan perkawinan mereka. Pertama, menjunjung kejujuran betapapun pahitnya itu. Kedua, menghargai perasaan masing-masing. Ketiga, tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing kalau tidak diminta. Dan keempat, kalau salah seorang di antara mereka ingin menggapai kebahagiaannya sendiri, yang lain tidak boleh menghalangi. Aneh memang. Tetapi itulah cara mereka menjalin persahabatan, keakraban, dan saling pengertian, mengingat perkawinan mereka tidak dilandasi cinta. Mereka menikah karena sama-sama patah hati. Lima tahun kehidupan mereka berjalan mulus. Tetapi menginjak tahun keenam, tiba-tiba Astari, bekas kekasih Totok, muncul kembali ke dalam kehidupan lelaki itu. Cinta lama pun berkobar kembali. Sesuai perjanjian. Siska membiarkan Astari memonopoli perhatian, waktu dan hati Totok. Maka ketika ia akan dipindahkan ke Bandung oleh kantornya, langsung saja ia mengiyakan. Ia ingin memberi kesempatan kepada Totok dan Astari untuk menentukan langkah dan mengakhiri situasi tak menentu dalam rumah tangganya. Sebab sampai sejauh itu, Totok tak pernah membicarakan perceraian mereka. Bahkan di suatu pagi sesudah menginap di rumah Astari, lelaki itu menginginkan kemesraan dari Siska. "Semalam, tidakkah kau mendapatkannya dari Mbak Astari, Mas?" tanya Siska. "Kaulah yang istriku. Bukan dia. Dan aku tak pernah punya niat melakukan keintiman dengan perempuan yang bukan istriku". Tetapi, itu hanyalah karena kewajiban, tugas, hak, dan ketaatan pada hati nurani. Bukan karena cinta.
emang mesti di totok nih Mas Totok. silauan amat, masih berstatus suami mau2nya diboking mantan! sempetlah mewek2 dikit bacanya. hahahaha ini novel emang tipis ato ebook gratisannya ga full, cpt amat gw bacanya, cuma 1,5jam langsung ludes! :p