"Gue emang cinta sama lo, tapi gue nggak mungkin kan, bertahan sama seseorang yang nggak bisa buka hatinya buat gue? Gue sayang lo, tapi gue lebih sayang sama diri gue sendiri. Jadi, gue ikhlasin lo. Semoga nanti kita sama-sama dipertemukan dengan orang yang balas mencintai kita. Karena apa yang lebih membahagiakan dibanding cinta yang berbalas?”
Geri Alfian Putra. Cowok biang rusuh di SMA Garuda yang selalu bisa bersikap manis pada gadis-gadis, kecuali pada satu orang. Itu adalah Dinda, gadis yang sudah melemparkan sinyal permusuhan semenjak kali pertama mereka berjumpa. Dinda Kamalia Putri, si Queen Bee, pemimpin geng The Satan dan banyak dipuja cowok karena kecantikannya. Sampai akhirnya kondisi hidupnya berubah dengan cepat, jatuh dalam sekejap.
Semua perhatian yang dia suka hilang. Dan, satu-satunya cara mengembalikan itu semua adalah dengan meminta Geri menjadi pacarnya. Namun, Dinda lupa, bersama Geri berarti juga bersama luka dan kecewa. Lalu, pada akhirnya, dia paham, hubungan mereka hanyalah bencana, dan merupakan gerbang awal dari sakitnya rasa patah hati.
Sorry banget aku harus membuat review yang cukup pedas untuk novel ini, yang mungkin bisa bikin aku digerudug sama fans nya erisca. Yang setelah aku baca ulang, aku memutuskan untuk menurunkan ratingnya. Bagiku KUG ini adalah prekuel yang terlalu dipaksakan karena dasarnya aja udah banyak error logicnya, ini malah dikembangkan ceritanya. Juga soal gaya bahasanya yang menjadi lebih kaku dari novel – novel sebelumnya, dalam novel ini aku tidak bisa menemukan diksi khas erisca. Kayak yang menulis novel ini bukan erisca.
Dichapter awal, aku merasa bahwa novel ini mirip Sin nya faradita, bahkan ada scan mencipok di depan umum segala, Dinda ini Ammeta Rinjani versi lebih kalem. Dinda ini kan dulunya seorang primadona yang biasa dipuja dan dikejar banyak laki laki. Tapi berani sekali dia menyatakan cintanya kepada Gerry, di depan umum pula, itu sama saja dengan menjatuhkan harga dirinya sendiri sebagai wanita.
Dia yang dari orok adalah seorang princess manja yang apa-apa serba dilayani, ujung ujung harus survive sendiri. Di real life, anak kayak Dinda ini pasti bakalan mati, boro-borolah bisa bangkit dan begitu cepat menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya.
Yang paling bikin aku nggak habis pikir adalah tindakannya Ibu Dinda. Dinda ini masih di bawah 18 tahun, yang artinya, Dinda masih terhitung anak di bawah umur yang masih membutuhkan perwalian dari orang dewasa.
Ibu macam apa yang tega meninggalkan anaknya yang biasa dijaga dan dimanja untuk berjuang sendirian di tengah kerasnya kehidupan di jakarta? Kalau dia merasa malu, Dinda juga pasti ikut merasa malu, dan tindakannya itu justru akan membuat Dinda lebih menderita ketimbang dirinya sendiri, udah Dinda mendadak hidup susah, dijauhi teman-temannya, di bully sama orang-orang, dan dia nggak punya siapapun untuk menjadi pelindungnya. Itu mah sama saja dia hendak “membunuh” anaknya sendiri.
Lagian mana bisa ibu Dinda asal pergi ke luar negri dengan status jobless, numpang sementara di rumah teman sambal cari-cari kerja, nggak bakalan dikasih visa masuk kalau begitu caranya. kecuali kalau ibu Dinda itu datang sebagai pekerja illegal.
Yang Namanya “pacaran” karena terpaksa, logikanya Gerry nggak akan care sama Dinda lah wong nggak ada perasaan apa-apa kok, mau Dinda di rudung di depan matanya kek, Gerry pasti bakalan cuek aja.
Meskipun banyak yang memuji novel ini dan memberikan rating tinggi, tapi sebagai orang yang menjunjung tinggi logika dalam pernovelan, aku Cuma bisa kasih dua bintang saja.
Secara keseluruhan suka sih ceritanya, tpi menurut w 1. kdng udah mau ikutan masuk dlm critnya udh mau nangis, tpi kdng critanya kembali ke biasa" aja, kaya gimana yah w jelasin, klimaksnya blum smpai puncak tpi turun lagi, jdi ngak dpt, 2. terus pling kecewa di bagian bab" akhir kaya terburu" bget ceritanya ngak dijlskan secara detail gitu, ngak dpt sma skli kaya meraba" , yah meskipun cerita yg akhir bget jga di DN tpi seridaknya di ulng lah, spya pembaca ingat oh iya ini ada di cerita DN, dan jga ngak menutup kemungkinan ada yg bru baca, kan ngak tau ini nathan apain dinda kok bisa berubah. 3. Dri segi penulisan bnyk yg typo w dapat, nama" pemeran kdng ngak sesuai yg diawal. 4. Yg dinda telat awal semster genap katanya tpi ada MOS, bknnya klo ada MOS itu semester ganjil 5. Katanya geri pentolan skolah tpi di sikut kok pingsan, iya manusia biasa tpi kan dia udh biasa kelahi
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kisah untuk Geri resmii jadi salah satu bacaan teenlit favoritku di tahun ini, suka sekalii dengan karakter Dinda!!! Dia mengubah imagenya begitu berbeda, yang awalnya nyebeeliiiin banget, bisa jadi tokoh yang loveable. Erisca jenius nih bisa memainkan perasaan pembacanya. Awalnya dibuat sebel sama sikap Dinda, lalu kasian, mewek dan greget sendiri melihat interaksi antara Dinda dan Geri. Geri yang dingin cuma di depan Dinda, Geri yang ingin jahat tapi apa daya hatinya berkhianat, Geri yang suka jadi penolong buat Dinda.
Dan quotes di sini aku suka banget, bunga matahari di covernya ternyata bukan tempelan belaka tapi ada makna besar di dalamnya. Penasaran? Hmmm, baca aja! Hehehehe.
Kekurangannya satu: typo! Pls, kalau cetakan kedua semoga diperbaiki ya biar lebih sempurna meskipun sebetulnya di dunia nggak ada yang sempurna lol. Lol means: Lots of Love!
Haloo, Ini pertama kali. Kisah untuk geri benar-benar novel yang menarik. Namun, tentu masih ada kelebihan dan kekurangannya.
Kelebihan : Dari segi cover, buku ini menarik. Kualitasnya pun cukup baik, Bahasa yang tertata rapi, Memiliki beberapa pembelajaran, seperti halnya bagaimana cara kita bangkit dari keterpurukan.
Kekurangan : Salah ketikan (typo) yang cukup banyak, Konflik yang kurang terasa menurut saya, Kisahnya tidak terlalu membuat saya merasa wah.
Mungkin beberapa orang mengatakan ini novel yang cukup membuat baper. Tapi menurut saya bukan hanya itu yang membuat saya tertarik, melainkan pembelajaran yang terselip dibalik kisahnya.
Really enjoyed this book even exceeded my expectation! Meskipun engga ada motif yg betul2 jelas yg melatarbelakangi kenapa Geri dan Dinda saling benci satu sama lain, tapi gue tetap menikmati proses hate-to-love mereka berdua.
Karna baru kemarin baca Lovasket, dan problem yg dialami Dinda di sini mirip seperti problem MCnya di Lovasket, kesan gue jadi kaya "loh, kok sama?", tapi engga merubah apapun kesan positif gue sama buku ini sih.
One else, mau kritik sedikit sih buat karakter Dinda, mungkin bisa dikurangi kadar agresifnya, terlebih lagi ke cowok2 yg dia suka.
Baru selesai tadi pagi dan cus langsung buat reviewnya biar nggak kelupaan nih. Btw aku tahu novel ini tuh dari Instagram @kisahuntukgeri terus baca chat antara Dinda dan Geri, dan tanpa pikir panjang langsung ke toko buku untuk memboyong novelnya ke rumah.
Suka sekali, aku suka ide yang diambil tentang latar-belakang dari keluarga korupsi. Ayah Dinda yang menjadi koruptor, ternyata mengubah kehidupan Dinda 180 derajat, dia yang dipuja-puja, jadi berbanding terbaluk jadi diinjak-injak. Penulis berhasil membuatku bersimpati dengan karakter tokohnya, meskipun sempat dibuat sebal di awal bagaimana cara Dinda berinteraksi dengan pembantu rumah tangga, fix itu nyebelin sih. Manja sekali.
Namun, semakin berjalan cerita ..... karakternya terus berkembang, dari yang awalnya manja jadi seseorang tegar dan mandiri. Salut.
Oh ya, kalau biasanya cowok yang tukang gombal. Di sini malah ceweknya hehe, unik. Salah satu adegan favoritku, waktu Dinda nelepon Geri malam-malam.
"Nggak usah caper." "Caper sama pacar sendiri masa nggak boleh?" "Ngimpi lo!" (iya mulut Geri memang tajam banget, tapi entah kenapa tetap gemesin di pikiranku). "Iya, gue emang lagi bermimpi." "Awas nyasar." "Kalau nyasar di hati lo sih, nggak apa-apa, dengan senang hati. Jangan cuek ke gue, nanti kalau ada yang lebih perhatian, lo marah." "Mending lo sekarang ke warung Padang, deh." "Ngapain?" "Beli otak."
Dan masih banyak lagi percakapan unyu keduanya :'33 berharap ada sekuel nih!
Kisah Untuk Geri itu bener² novel terbaperrr dari semua novel yg pernah aku baca. Semua masalah tersaji jadi satu dicerita ini. Dijamin mood kalian bakal diputer² saat baca cerita ini, karna disaat lg baper masalah keluarga eeh next dibawa terbang melayang sama tindakannya Geriii 😍😍 dan selanjutnya juga seperti ituu sampe endingg. Ka Eris tuh bener² queen of bikin reader baper beratt 😂 Untuk isi dalemnya sih, aku saluttt banget sama Dinda karena dia masih bisa bertahan ditengah guncangan angin yg datang menghampirinya. Banyak belajar arti kehidupan dari kisah Dinda-Geri. Banyak belajar ttg arti cinta yg sesungguhnya juga siih.
Kekurangannya menurut aku, alur ceritanya terlalu singkat. Ada bagian di awal² ttg Raini sama Dinda ketemu di toko make up tuh tapi gak dikelarin di akhir cerita, trus juga kakaknya Geri berarti masih nganggep Dinda itu Geri dong ya? Yaa kekurangannya menurut aku itu ajaa sih, kalo masalah typo mah itu hal wajar 😂
This entire review has been hidden because of spoilers.
Novel kisah untuk Geri ini emang bikin saya bingung. Bingung mau ngekspresiin nya gimana. Saya terbawa alur ceritanya. Sampai bikin saya tiba-tiba nangis, tiba-tiba ketawa, tiba-tiba sesak di dada, semua serba tiba-tiba. Saya sudah baca semua novel karya kak Erisca Febriani ini. Semua bikin saya gak bisa keluar dari kamar saya. Dan novel ini yang paling saya cintai dari novel kak Erisca Febriani. Kisah yang tidak hanya menceritakan kisah remaja penuh asmara, namun juga menceritakan arti kehidupan yang sebenarnya. Karena kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang dibawah kadang juga diatas. Terimakasih kak Eris sudah menciptakan karakter Geri Dinda yang dulunya saya biasa saja, menjadi JATUH CINTA YANG LUAR BIASA!!
Mau ngasih bintang 1 tapi karena ini juga salahku jadi tambahin aja lah bintangnya hehe. Novel ini bagiku semengecewakan itu. Beli ini tinggal beli aja tanpa lihat review2nya karna aku lagi butuh novel romance. Aku pernah baca Hello Salma dan lumayan bagus menurutku (dulu). Novel ini Ceritanya nggak logis, terlalu dipaksakan. Tapi, mungkin ini juga karena aku nya yang gasuka novel romance wattpad yang udh mainstream
walaupun gua suka buku yang diksinya berat, siapa yg nyangka buku ini malah jadi comfort book gua. sedih, seneng, bahkan pas mati lampu pun gua pernah rela2in baca di samping lampu emergency.
kayanya gua udah re-read buku ini nyampe 5 kali lebih deh HAHAHA sampe ujung2nya diselotip terus disampul pokonya udah butut bat dah bukunya.
sebelumnya udah gua bilang gua bukan tipikal orang yang suka baca romance sama teenlit apalagi ini wattpad banget. tapiiii..
tokoh dinda disini menurut gua keren banget terus nasibnya ngenes abizz, sampe gua ngerasa ikut2an berjuang sama dia, udah mana si dinda ga punya siapa2 tapi geri juga jahatin dia dasar 😾😾.
sebenernya gua tau alasan utama kenapa KUG jadi favorit gua: karena slowburn. ini tuh bener2 ga jadian nyampe pas paling akhir, dan gua emang ga suka romance yang pandangan pertama atau apalah yg baru kenal udah langsung cinta. dinda sama geri bener2 kebalikannya.
alasan kedua karena fl nya ga menye sama sekali, mungkin iya pertama2 dinda manja banget tapi character development nya kena banget selama baca, love you dinda.
juga, buku ini udah di oper2 ke tangan temen2 gua dan SEMUA yang baca pasti baper, sumpah, ninis aja baca dua kali masih teriak2 kebaperan (reaksiku juga) nadia baca juga nangis, bro yang mau minjem sini deh gua pinjemin dengan senang hati.
gua inget beli ini waktu tour sekolah ke trans studio bandung, gua sama bile malah kabur ke gramed di mall-nya. masih bersyukur sampe sekarang, gua milih buat kabur waktu itu.
buku ini tuh buku yang gua baca kalo gabut terus mau baca novel tapi ga ada novel baru, bener2 kaya ‘ini lagi, ini lagi’ tapi ga bosen, setiap baca ulang pasti feelnya tetep kerasa.
Setelah sekian lama hiatus baca novel, akhirnya semangat membacaku kembali lagi waktu tahu Erisca menelurkan karya terbaru. Semenjak Dear Nathan, lalu ke Serendipity, Hello Salma, dan Kisah untuk Geri aku melihat cara menulisnya terus berkembang. Good job! Mulai dari diksi, cara Erisca mempermainkan kata kias, quotes yang sangat nampol dan relatable buat remaja, dan konfliknya. Okeeeeehhh aaaaaaaah aku suka banget sama cerita ini! Padahal sebetulnya aku nggak menaruh ekspektasi tinggi terhadap kisahnya, tetapi setelah menyelesaikan bacaan dalam kurunw aktu 5 jam. Geri dan Dinda jadi karakter novel favoritku. Aku suka cara Geri melindungi Dinda tapi nggak mau terlihat secara terang-terangan, dia tuh tipe tsundere idaman banget, deh. Dan aku juga suka bagaimana Dinda yang nggak mau kelihatan lemah di depan orang. Kalau novel biasanya adalah bad boy dan good girl, maka ini beda! Bad boy vs bad girl, nah tuh, sama-sama buruk. Ceritanya betul-betul out of the box, fresh banget, aku nangis waktu adegan Dinda terpuruk, dia yang tadinya manja dan serba ada, jadi berubah 180 derajat. Sumpah, aku betul-betul nangis banget parah sampai bengkak waktu baca ini huhuhu. Bingung bagaimana deskripsinya. Aku suka konfliknya! Ciyussss, ini tuh plot twist banget, parah. Kalian harus baca deh, ini recommended! Daaaaaaaaaaaaaannnnnnn ini sih harus banget difilmkan ya nggak mau tahu :")))))
Novel ini remaja banget. Buat kamu yang suka bacaan ringan, cukup manis, dan menghibur, cocok banget baca novel ini. Saya nggak akan meragukan kemampuan Erisca dalam mengemas cerita remaja yang sering dijumpai menjadi sebuah kisah menarik.
Meskipun begitu, ada beberapa hal yang saya tandai. Menurut saya penulis terasa kurang tuntas dalam menyelesaikan konflik. Sebut saja tentang Dinda yang dituduh mencuri lipstik. Sampai akhir, saya nggak tahu siapa yang sebenarnya masukkan lipstik ke dalam tas Dinda. Yah, karena nggak dibahas lagi. Saya pikir nanti akan ada penjelasan. Namun, ternyata enggak. Atau mungkin saya terlewat membacanya?
Kedua, saya benar-benar nggak paham dengan ibunya Dinda. Sebagai perempuan dewasa yang punya anak remaja, meninggalkan anaknya saat kondisi tersulit adalah anomali. Terlebih ibunya sayang betul dengan Dinda. Dengan dalih mencari kerja, ibu pergi begitu saja ke luar negeri. Lagi pula untuk menjadi TKW, tentu banyak yang harus disiapkan. Kenapa semua bisa cepat sekali?
Menilik masa lalu Dinda yang serba dilayani, untuk berubah menjadi mandiri perlu proses yang tak mudah. Jangankan itu. Proses penerimaan dari kaya menjadi miskin juga tak mudah. Pun dengan reaksi orang di lingkungannya yang pasti tak baik padanya. Menurut saya, ini adalah sebuah kekeliruan logika.
Baca buku ini kedua kalinya stlh 4 tahun lalu, baru sadar ternyata umur juga berpengaruh sama selera ya. Dulu bagiku buku ini bagus-bagus aja, tapi skrg hmm;) Menurutku banyak konflik yg diselesaiin dengan cara (agak) gak masuk akal dan terlalu dibuat-buat.
Pertama, pas Dinda secara gak sengaja nemuin Jia lagi muntah-muntah di kamar mandi, padahal kan konteksnya itu si Dinda nunggu hujan reda dlu di kelas, dan dia pergi ke kamar mandi juga pas sekolah udah sepi pekara dia nongkrong dlu di kelas setengah jam, make sense dia nunggu hujan reda soalnya dia kan harus jalan ke depan buat cari angkot, lhah si Jia kan naik mobil/dijemput sopir/bareng temen-temennya ngapain nunggu hujan reda dan temenya juga pada kemana lagi, dan gak dijelasin siapa yg ngasih Jia kacang(apa aku kelewat)
Kedua, masalah si Raini yg milih pindah sekolah setelah ketauan, penyelesaian konfliknya greget banget disini, why gitu why, kesan buru-buru pengen cepet ending kerasa banget disini. Mana setelah si Raini pindah si Geri langsung ngebet si Dinda lagi, kayak apaan dah nih cowok.
NOTE: aku berhenti baca buku ini di halaman 320, jadi maapkan kalo ada informasi yg mungkin saja terlewat olehku
Saya nggak canggung untuk kasih bintang lima setelah baca novelnya, meskipun masih ada beberapa typo saya temukan dan plot-hole. Di adegan awal, waktu Rani dapat surat dari ibunya dan dirobek, tapi di adegan berikutnya justru Geri baca surat itu. Beberapa typo lainnya seperti penulisan nama tokoh suami dari Iren, dan beberapa yang sebetulnya tidak terlalu menganggu konsentrasi saya saat membaca. Pertama saya mau mengucapkan congrats untuk terbitnya novel kelima dan selamat juga karena kesekian kalinya kembal membuat saya terpana dengan karya kamu. Dari semua karakter novel yang Erisca buat, sejauh ini, Dinda adalah favorit saya. Padahal di Dear Nathan saya benci banget, sebel, nggak nyangka justru bisa jatuh cinta setelah tahu kisah di baliknya karena kata Dinda karakter setiap orang itu abu-abu, nggak ada yang benar-benar hitam, dan nggak ada yang benar-benar putih.
Well, said, novel ini sangat pantas dibaca untuk remaja karena tidak hanya menghibur tapi juga amanatnya langsung ngena ke pembaca (khususnya saya).
Geri Alfian Putra. Cowok biang rusuh di SMA Garuda yang selalu bisa bersikap manis pada gadis-gadis, kecuali pada satu orang. Itu adalah Dinda, gadis yang sudah melemparkan sinyal permusuhan semenjak kali pertama mereka berjumpa. Pernah nggak naik kelas waktu SMP yang menyebabkan dia waktu SMA langsung bisa berteman sama Rio, anak kelas 12 yang waktu itu ditakuti. Bucin banget kalau udah berurusan sama Raini.
Dinda Kamalia Putri, si Queen Bee, pemimpin geng The Satan dan banyak dipuja cowok karena kecantikannya. Sampai akhirnya kondisi hidupnya berubah dengan cepat, jatuh dalam sekejap.
Dua tokoh itu yang akan membawa kita menuju ke cerita makanya harus kenalan biar sayang *eeh*. Sooooo, pendapatku setelah baca ceritanya, yaitu aku nggak menyesal udah mengeluarkan kocek nyaris 100 ribu untuk bisa membelinya,
aku baca dua hari dan terus baca ulang karena suka banget. Lebay, ya? Tapi gitu kalau memang udah jatuh cinta sama ceritanya, nanti akan dibaca-baca terus huhu.
Suka banget sama buku ini!! Kalau aku gak ada urusan kayaknya sehari aja juga bisa aku selesaiin. Selama baca ini, perasaan aku naik turun ngikutin keadaan yang diceritain, kayak yang bener-bener ikutan sakit hati, nangis, bahagia. Bagus pol, deh.
Ada banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari kisah didalamnya, khususnya yang berhubungan sama persahabatan dan percintaan. Jujur, aku amat sangat suka sama karakter pemeran utamanya. Geri, walaupun aku agak kesal karena dia denial sama perasaannya, dia punya rasa simpati dan royal banget sama orang lain. Dia berusaha untuk sedikit nyingkirin rasa gak sukanya sama Dinda, untuk tetap melakukan hal yang memang seharusnya dia lakukan. Dinda jadi karakter yang paling aku suka. Mungkin dibagian awal dia memang belum bisa adaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam semalam, dan bahkan dia masih memiliki sifat yang gak mau kalah dan masih bersikap bossy. Tapi terlepas dari itu semua, Dinda itu orang yang kuat dan dia juga masih memiliki kesadaran untuk mau merubah sikapnya.
jalan penceritaannya bagus deh, tidak kurang tidak lebih.
bagi gue si geri itu orangnya agak toxic ama dinda gitu and ga bisa melupain raini ya memang aslinya geri gak ada perasaan naksir sama dinda ya kan ? malah benci lagi tu, tapi hukum alam lama kelamaan pasti geri jatuh cinta sama dinda, gue frust banget ketika geri lagi backup raini kerana buat dinda gitu.
si dinda yang gak pernah merasain susah nah ketimpa jatuh miskin tuh….awalnya ya susah banget sehingga buat plan yang bodoh iaitu menjadikannya cewek geri, gue sejujurnya gak suka perangai dinda yang agak controlling geri kemana mana tapi yakan mana gue tau nama aja cewenya. (jangan amik seriusan ini pendapat gue aja😅😅)
overall 5/5 kerna bagi gue ini menarik dan mengajar kita bahawa hidup tidak selamanya diatas dan kadangkala kita jatuh tapi kita harus semangat menghadapinya.
Kalo aku suka banget cerita Geri ini..walaupun aku sudah berkeluarga tapi aku bisa baper banget baca cerita ini... Pertama kali aku tau cerita ini aku baca dear Nathan cerita nya seru banget,,,terus aku ikutin di Wattpad,IG nya sampai aku penasaran banget Novel kisah untuk Geri ini sangking penasaran nya. Aku juga belum bisa move on dari dear Nathan,hello Salma,,ini mau dibikin galau lagi dari film kisah untuk Geri,,semoga cepat2 di filmkan Uda gak sabar nunggu nya...suka bayangin aja kalo yang jadi Geri Adipati Dolken seneng banget liat nya,,apa lagi Nathan sama Geri kan temenan...jadi cocok banget adipati & Jefri nichol...buat kak erisca semangat terus berkarya...kakak menginspirasi banget buat aku...kita sama2 dari Lampung lho kak,gak nyangka kakak bisa bikin novel sebagus ini...fighting kak😁
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pertama kali jatuh cinta dengan KUG waktu nonton serialnya pertama kali di weTV. Sebagai orang yang percaya sesuatu yang di buat berawal dari sebuah Novel itu pasti ceritanya lebih bagus di buku ketimbang waktu diangkat di layar, akhirnya aku memutuskan aku harus beli bukunya. Karena ada yang kurang aja gitu kalo gatau cerita aslinya kayagimana. Well, seperti dugaanku, ceritanya memang lebih bagus dan masuk akal waktu dibaca di buku. Aku suka karakter Dinda yang diangkat dari seorang yang awalnya kaya-raya menjadi jatuh-miskin. Belajar hidup mandiri, penjelasan tentang hidup susah dibuku ini tuh menurutku jelas dan ada feelingnya. Aku suka dibagian Dinda pulang dengan keadaan kelaparan dan cuman ada Teri di meja makannya. Huhuhu (itu deep bgt) Erisca bagus banget sih nulis ini. Untuk pecinta buku kisah-cinta-ringan tapi tetap diselipin nilai yang daging, buku ini layak dibaca.
Novel terbagus yg pernah aku baca. Awal baca langsung jatuh cinta sama karakter Geri, gemes jg sama kelakuannya Geri-Dinda. Di novel kisah untuk geri kita jadi tau, Dinda bukan hanya cewe jahat yg suka ngelabrak, dia sebenernya rapuh cuma ditutupin pake sikap dia yg bikin orang sebel sama dia. Dan ngga tau kenapa aku malah respek sama Jia wkwk. Fiks ya, novel kisah untuk geri bikin baper, ketawa, juga sedih. Endingnya nggak ketebak, tp aku sukaaa❤ Novelnya kerenn, nggak nyesel beli pas pertama PO😁 Oiya buat kalian yg kangen sama mantan yg manis diingatan itu, di novel kisah untuk geri mantan juga muncul lohh walaupun cuma beberapa😆 So, buat kalian yg belum beli novelnya harus beli ya, kita gemes bareng sama kelakuannya Geri-Dinda
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku suka banget buku ini dari tata bahasanya dan pemilihannya. Jujur aku berhasil ngakak, dan terkesiap dengan beberapa momen.
Buku ini berhasil menjadi hiburanku. Aku tidak pernah membeli selama terjun di dunia wattpad. Maksudku adalah membeli buku yang pernah dipublish di wattpad. Dan Kak Erisca berhasil menjatuhkan rekorku, setelah baca cerita ini secara iseng di wattpad, aku langsung memutuskan untuk membelinya di gramed.
Buku ini jugamembuatku berpikir setelah melihat sosok Dinda adalah melihat dua sisi kehidupan.
Hal yang kurang aku puaskan adalah hal menuju ending, seperti kurang memuaskan. Aku kayak ingin tahu bagaimana reaksi mereka, Nathan terutamanya, tentang Geri dan Dinda. Itu membuatku kurang puas aja.
Your typical romance book with a unusual drama and a plot twist. Sebenarnya perjalanan cinta dari buku ini cukup standar, cinta segitiga antara queen bee, cowok rusuh dan perempuan baik-baik. Tapi, cerita drama terlepas dari cerita cintanya justru yang menurutku membuat buku ini menarik. Beberapa bagian dari cerita yang tidak terduga atau plot twist membuat buku ini manarik dibaca. Kebetulan baca cetakan pertamanya (Maret 2019), terlalu banyak typo, semoga di cetakan berikutnya udah ga ada typo lagi. Ilustrasinya bagus, tapi kurang banyak (ini sih maunya aku ya, hehe). Terlepas dari kekurangannya, buku ini cocok jadi bacaan ringan untuk sekadar melepas penat.
Weh, bagus ternyata novelnya. Alur ceritanya menarik. Jadi mikir, begitu juga kah keluarga terpidana koruptor menjalani hidupnya? Atau mungkin begitu karena si Princess manja, sikapnya sombong, pas kaya bertindak semaunya sendiri. Banyak kata2 kasar jadi jangan lupa banyakkin istighfar, bukan untuk dicontoh ya. Pesan moral: jangan korupsi, jangan sombong, ndak ada orang yang selalu baik dan selalu jahat, jangan mudah putus asa, merokok tidak baik untuk kesehatan, mending di rumah aja daripada ke klub lebih banyak mudharatnya, sayangi diri sendiri, hargai orang2 yang selalu ada buat kita, jangan lupa makan pisang. Selamat membaca.
Novel ini berhasil membuat gue bebas membukakan diri gue terbang kedalam imajinasi yang dalam, karakter dinda, geri, dan karakter yang terlibat didalamnya seakan mempunyai perannya masing2 selain itu kisah untuk geri mengajarkan bahwa orang jahat tidak selamanya jahat, mengajarkan pula orang bersikap dingin bukan pula tidak sayang over all kisah untuk geri pokonya worth it untuk di beli, selain itu juga cover book yang sangat bagus bahannya dan tidak mudah sobek pokonya mantull deh, semoga ada kisah untuk geri dari sudut pandang gerinya ya ❤❤
Suka banget sama karya-karya kak Eris, dari awal diumumkan kalo kisah Geri dan Dinda akan dibuat, saya sangat excited. Sifat tiap tokoh punya ciri khas masing-masing, Geri yang galak tapi perhatian, Dinda yang manja tapi mampu jadi bunga matahari atas semua masalah hidupnya. Tiap-tiap part dibuat penasaran, saya dibuat ikut hanyut dalam kepiluan yang Dinda rasakan. Saking sukanya, saya sampai-sampai baca lebih dari 3x. Sangat recommended untuk para millenials.
Aku suka karakter dinda, kuat. Kita ngga akan pernah tau sisi lain seseorang tanpa kita mau tau kebenaran nya. Tapi dari yang aku baca tuh bener bener ngga ngerasa kalo aku lagi baca, kaya bener bener kejadian nyata yang lagi aku bayangin. Sedikit mirip dengan kisah nyataku, ini yang ngebuat aku bener bener susah move dari novel kisah untuk geri. The best lah pokoknya. Harapannya si semoga bisa diangkat kefilm layar lebar.
Novelnya seru banget, tapi menurutku pemeran utama di novel ini sepertinya bukan geri melainkan dinda jadi seharusnya judulnya bukan "kisah untuk geri" but it's oke itu ga masalah. Aku suka sama alurnya. Feelnya juga gampang dapet apalagi waktu kehidupan dinda dijungkir balikin. Aku kasih rate 9,5/10
This entire review has been hidden because of spoilers.
Ceritanya bagus banget seperti biasa karya2 Kak Eris gak pernah mengecewakan. Di KUG ini bukan cuma konflik cinta2an antara geri sama dinda. Tapi dicerita ini juga ada masalah keluarga yang bisa dijadiin pembelajaran kita. Intinya buat kalian yang belum beli KUG, buruan beli. Gak bakal nyesel kok. Sekian trims:)