Caryn Mirriam-Goldberg is the Poet Laureate of Kansas, and the author or editor of 24 books, including her new book How Time Moves: New and Selected Poems (Meadowlark Press). Some of her other books include Chasing Weather (Ice Cube Press); the novels Miriam's Well (Ice Cube Press) and The Divorce Girl (Ice Cube Press); non-fiction Needle in the Bone: How a Holocaust Survivor and Polish Resistance Fighter Beat the Odds and Found Each Other (University of Nebraska Press); memoirs Everyday Magic (Meadowlark Press), The Sky Begins At Your Feet: A Memoir on Cancer, Community & Coming Home to the Body (Ice Cube Press).
Founder of Transformative Language Arts –social and personal transformation through the written, spoken and sung word (TLANetwork.org), Mirriam-Goldberg leads writing workshops widely, and coaches and consults with people and groups on creativity. With singer Kelley Hunt, she co-writes songs, she offers Brave Voice retreats (BraveVoice.com), and with storyteller Laura Packer, Your Right Livelihood trainings for writers, artists, changemakers, and more (YourRightLivelihood.com).
"Cinderella bisa gatal-gatal jika tidak menyapu" "Ia bisa sakit kalau tidak memakai pakaian lusuhnya" Itu salah satu potongan karya remaja yang ditampilkan di buku ini. Siapakah 'dia'? 'Dia' adalah cinderella. Kisah ini menggunakan sudut pandang ibu tiri CINDERELLA. Kalimat2 di atas merupakan kisah cinderella baru, dari sudut pandang ibu tirinya. aneh? atau malah seru?
Bercerita dengan mengambil sudut pandang baru (tokoh yang berbeda) merupakan salah satu teknik yang diberikan oleh Karyn dalam buku ini.
Ini teknik cerita lainnya: - Membuat sebuah desa dengan nama kita sendiri, lalu mendeskripsikan desa impian kita dengan segala bentuk dan isinya.. - menghidupkan tokoh hewan, seperti yang biasa ada pada dongeng2 - menyaringkan suara'hati' benda2 di sekitar kita - mengisahkan alur kehidupan - membuat huku/aturan baru dll deh
Masalah perapihan alias editing juga dibahas + trick2nya. InsyaAllah bisa membantu yang ingin menulis dan jadi penulis. aamiin..
"Bete" atau BT adalah istilah gaul yang beken sekitar era 2000-an. Seingat saya, itu singkatan dari Boring Time. Konfirmasi ke Google, ada yang bilang itu singkatan dari Bad Time, Bosan Total, dan seterusnya. Mana pun, itu mengekspresikan suatu perasaan tidak enak yang cenderung pada kejemuan, digunakan untuk judul edisi Indonesia buku ini barangkali biar catchy. Judul aslinya adalah Write Where You Are: How to Use Writing to Make Sense of Your Life.
Edisi Indonesia buku ini pertama kali diterbitkan Kaifa pada Oktober 2003, dicetak ulang Februari 2004, dan menurut tanggal yang tertera di pojok kanan atas halaman depan, saya miliki sejak Februari 2005. Idealnya, ketika itu saya langsung membaca buku ini sampai tuntas sekalian mengerjakan latihan-latihannya. Tapi saya tidak ingat pernah menamatkan buku ini. Ketika membukanya lagi, ada pembatas buku "BANGOR Komik Garing Aseli Bandung" di halaman 34-35; barangkali saya baru membaca sampai situ.
Persis dua puluh tahun kemudian, barulah saya membaca buku ini secara menyeluruh. Bisa disimpulkan, isinya adalah motivasi menulis, kumpulan tip yang sudah umum, serta prompt yang pada masa sekarang banyak tersedia secara cuma-cuma di internet. Sampai sekarang, motivasi, tip, dan prompt, dari mana pun sumbernya, tidak selalu dapat saya praktikkan. Pada akhirnya, motivasi sebatas untuk menyenangkan dan menghangatkan diri, prompt dari orang lain tidak benar-benar diperlukan karena biasanya sudah ada ide-ide sendiri, sedangkan tip tergantung pada keseriusan untuk memperbaiki--yang balik lagi ke motivasi.
Selain motivasi, tip, dan prompt, ada banyak rujukan antara lain ke buku-buku penunjang menulis serta profil ringkas para penulis sastra Inggris. Selain di buku semacam ini, majalah remaja Indonesia juga acap mempromosikan referensi asing. Saya ingat pernah tertarik pada sebuah novel yang ulasan singkatnya muncul dalam satu majalah remaja, dan mencarinya di Palasari. Ya enggak ada dong. Sampai sekarang saya tidak tahu apakah novel tersebut ada edisi Indonesianya; saya baru dapat membacanya dalam bahasa asli/Inggris lewat sumber lain belasan tahun kemudian.
Walau, suatu ironi, pembacaan isinya membetekan, judul buku ini sendiri--baik yang edisi Indonesia maupun yang asli--memancing. Saya menyetujui bahwa menulis dapat menjadi penawar kebetean, dan sampai sekarang saya masih menulis to make sense.
Sepertinya buku ini memang secocoknya dibaca remaja yang benar-benar baru memulai menulis.
Beberapa judul yang dirujuk dalam buku ini The Artist's Way (Julia Cameron) Poem Making (Myra Colin Livingston) The Rain Forest Storybook It Was A Dark and Stormy Night Fields of Dreams (film) The Outsiders (S. E. Hinton)
Caryn has showed the readers (especially teenagers) how to release their teenage problems and dilemmas by writing anything whenever and whereever they want to:) as she had faced them with those techniques. I think -merely the same with "Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions" by James W. Pennebaker- the method to release all our tensions, intense and stress by writing anything that come out across in our mind and heart is proven effective and benefial for our health (mentally and psychologically, thus result in our physic). So, anyone who is no longer teenager, this book is great for us to understand the world of writing.
A good starter book for young writers, and a good introduction to the writing process and lifestyle. The value of this book is in the early chapters, which motivate young writers to set aside insecurities and self-criticism and simply get words on paper. It presents writing and the creative process in a low-stakes way, a refreshing alternative to the average English class and the pressure to "write well" right from the beginning.
Buku yang direkomendasikan adik saya ini, membuat saya memikirkan kembali bahwa menulis itu bukan hanya kegiatan sia-sia yang tidak berujung, Salah besar! Buku ini akan mngubah paradigma kita selama ini, yang tadinya tidak ingin dan tidak mampu di "paksa" untuk bisa ingin dan mampu menulis. KAta-kata/nasehat bijak dari si penulis untuk memotivasi para pembaca sangat berharga, apalagi jika mereka yang baru mendalami dunia tulis menulis....
Buku yang membuat saya jadi penulis amatiran :D (Pemberian Ayah) Menulis itu bukan pekerjaan sia-sia... Tak perlu kata indah untuk mulai menulis, cukup menulislah... Tulis apa yang kamu fikirkan.
“Menulislah, karena siapa pun kamu, tak akan ada orang tahu, jika kamu tak pernah menulis. Menulis bukan saja menumpahkan ide, tetapi juga mengabarkan kepada pembaca, bahwa di luar sana tak selalu indah adanya, juga tak selalu rumit.”
A quick and fun book about how to kick start yourself as a writer.
The book tells the story of how writing can save your life, and about how you can develop several habits to get yourself writing every day which is as we all know is the key.
This was a favorite book of mine as a teenager, and I revisited it while planning a writing class curriculum. The prompts are not as mind-blowingly original as I remember them being, but this is still a solid writing book for teenagers, full of encouragement and sound advice.