Jump to ratings and reviews
Rate this book

Intersection

Rate this book
Maulana Firdhaus, seorang visual designer di salah satu kantor periklanan paling sibuk di Jakarta, kembali dipertemukan dengan orang asing yang tidak begitu saja percaya bahwa sebagai seorang perempuan, nama dia benar-benar Maulana. Biasanya Moli kesal setiap kali ada orang yang mengernyit heran dan memastikan kebenaran namanya. Tapi kali ini berbeda. Enggara Arfan begitu memikatnya. Tampan, bertingkah gugup dan cerewet di waktu bersamaan, sekaligus seorang dokter jiwa. Tidak ada yang menduga bahwa kesialan yang menimpa keduanya karena sebuah kecelakaan di persimpangan jalan akan membawa mereka ke hal-hal yang lebih dalam melibatkan perasaan. Berbekal kebetulan yang membuat Moli dan Ega tak kunjung menemukan alasan mengapa takdir mempertemukan mereka.

Why does this feeling, a burning desire to be with someone superspecial and very attractive, is called as a `crush`? Maybe because you never know when will it happened or under what circumtances two hearts could come across each other.

Mungkinkah sebuah kecelakaan akan berujung pada takdir lain yang mengikat keduanya?

Meet them in intersection.

496 pages, Paperback

First published August 1, 2018

16 people are currently reading
149 people want to read

About the author

Khalinta

2 books23 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
74 (20%)
4 stars
178 (49%)
3 stars
99 (27%)
2 stars
7 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 80 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,431 reviews72 followers
Read
October 24, 2019
This book is actually fun. Ngakak terus liat keerroran dan kemesumannya si Maulana Firdhaus yang ngerasa dirinya dapat anugerah setelah nabrak mobil dokter jiwa yang parkir ngasal di tikungan jalan.

Terhanyut dalam melankolis pas si dokter Ega nyeritain kehidupan keluarganya pasca ayahnya meninggal. Pertimbangannya sampai batal nikah gara-gara nggak tega ninggal ibunya, juga soal pekerjaannya menangani pasien-pasien di RSJ.

But as the story went on, kok aku ngerasa adegan dan dialognya bertele-tele, yah? Kejadian kecil sehari-hari diceritain semua dengan detail dan sambung-menyambung. Iya memang cara nulisnya rapi dan luwes banget jadi tetep enak dibaca. Tapi jadi kerasa "kosong" gitu.

Entah apa bakal lanjut baca buku ini nanti kalau mood udah enakan.

Dari sini aku jadi belajar kalau manajemen impact adegan itu penting.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
March 26, 2021
Akhirnya selesai juga...

Chemistry Moli dan Ega dapet banget. Bikin senyum-senyum pas baca.
Ada beberapa bagian yg bikin ikut jantungan. Moli sama Ega ni sama ajaibnya klo boleh dibilang. Sweet dan kocak banget mereka berdua ini. Tp klo ada masalah udah kayak bom meledak.

Hubungan mereka sweet banget. Klo org jawa bilang, alon-alon asal kelakon. Bener dari nol sampe akhirnya mereka jadi satu. Cara berceritanya halus banget. Dan tetep celetukan khas metropolitannya nggak ketinggalan. Malah bikin ngakak.

Walaupun novel ini setebal hampir 500 halaman, ngalir aja bacanya. Nggak kerasa tebalnya.

Thank you Khalinta for this book :)
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
March 23, 2019
Lama juga baca buku ini, sempat mandeg dan baca berpuluh-puluh buku lain. Bukannya jelek, kadang moodnya g bisa ditebak mau baca buku apa.

Kali pertama baca tulisannya Khalinta dan suka! Tulisannya sama kayak Aqessa dan Larasati, bukan mirip, lebih ke vibe ceritanya yang senada. Tentang kehidupan dewasa muda di kota metropolitan, tentang cerita yang fokus akan proses hubungan kedua tokoh utamanya, yang lebih mementingkan terciptanya berbagai interaksi di antara keduanya.

Jadi bagi kalian yang menyukai tulisannya Aqessa atau Larasati, pasti suka tulisannya Khalinta juga, coba deh.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,355 reviews43 followers
July 18, 2019
Ya ampun, ini buku nyaris 500 halaman?

Baru juga unduh dari iPusnas, saya udah merasa skeptis. Bakal berat di bagian apakah sebuah novel young adult/citylite/metropop sampai perlu setebal itu? Apakah akan ada banyak mayat bergelimpangan dan tersangka sulit diidentifikasi?

Bagian depannya cukup lucu dan segar, menjanjikan. Saya jadi ikut-ikutan Moli pengin punya gebetan kayak Ega. Apalagi gini hari, jarang banget ada novel yang cerita tentang cowok cakep, pintar (dokter spesialis kesehatan jiwa, lho!), sopan, sayang keluarga, sekaligus diceritakan gak lepas salat 5 waktu dan rajin tahajud segala. Interaksi Ega dengan Moli yang agak "begajulan" cukup pas disajikan. Hal yang agak menggangu adalah ketika sudut pencerita orang pertama yang bergantian ditampilkan tiap bab antara Moli dan Ega, dengan gaya pikir dan penceritaan yang sama, membuat kepribadian keduanya nyaris gak punya ciri khas.

Sampai halaman dua ratusan, saya masih sabar lihat hubungan Moli dan Ega yang jalan di tempat walau sudah jelas arahnya ke mana. Tapi saya mulai bosan. Bosan, bosan, bosan... Saya kira buku ini bisa tebal karena spesialisasi Ega dan suka duka sebagai psikiater banyak diceritakan. Ternyata cuma dua atau tiga adegan. Nggak ada yang berkesan buat saya, tapi nggak tahu ya buat pembaca lain.

Dan sampai belakang, hal yang dicita-citakan Ega dan Moli itu nggak ada klimaksnya. Mungkin pengarang sudah capek mengulang di situ2 lagi konflik antara dua tokoh utama ini. Malah predikat cowok calon imam idaman buat dokter Ega nan soleh jadi luntur

Garis besarnya, ternyata tokoh di buku ini yang bisa dianggap cuma tiga: Ega, Moli, dan Jean. Yang lain cuma cameo.

2.7 bintang.
Profile Image for Aryanti Dwiastuti.
26 reviews1 follower
May 4, 2019
Novel hasil karya Khalinta pertama yang aku baca ini memiliki dua karakter utama, Maulana Firdaus a.k.a Moli atau Maula dan Enggara Arfan alias Ega. Mereka bertemu secara tidak sengaja pada sebuah kecelakaan yang mengakibatkan salah satu tangannya patah. Tidak hanya itu, kecelakaan itu mempertemukan pada Enggara atau Ega partner hidupnya kelak.

Sama dengan Novel Rom-Com yang lainnya, novel ini mengangkat tema munculnya romance yang ada di dua manusia dan bagaimana mereka menjalankan meneruskan komitmen mereka sampai ke jenjang yang selanjutnya. Kisahnya dapat dengan mudah diterima pembaca karena plot yang tidak jauh berbeda dengan kehidupan sehari-hari. Konflik yang muncul disebabkan permasalahan internal antara kedua tokoh, maksudnya bukan karena ada orang ketiga yang mengganggu kehidupan mereka melainkan hanya atas pertentangan antara diri pikiran mereka sendiri. Konflik pun tidak terlalu rumit sampai pembaca pusing, kesal, atau merasakan emosi dan ketegangan. Oleh karena itu, pembaca jadinya jurang merasa ke-greget-an rasa kisah yang di ceritakan penulis. Jadi jangan heran kalau akan ada rasa bosan, buka tutup buku, atau bahkan tidak ingin menyelesaikan membaca.

Untuk karakter tokoh, aku merasa banyak sekali yang kontradiksi. Misalnya, seperti Moli yang masih ingat Tuhan, Ya Alloh, Sholat dan sebagainya tetapi mereka dengan luwesnya pergi ke pub, bar, minum-minum serta Ega yang sepertinya dikondisikan sebagai pria penurut orang tua, rajin ibadah, eh tapi dia nge-grayang-in Moli. I really don't understand at all. Saat baca novel ini, aku sedih dan kasian sama orang tua mereka. Di depan orang tua, mereka anak baik-baik tetapi dibalik itu mereka WOW.

Selanjutnya untuk texting, seperti novel lain, novel ini juga memiliki lumayan banyak typo. Kurang spasi. Harusnya full stop tetapi malah jadi satu dengan kalimat sebelumnya. I am questioning How editors manage this. Selain itu, (mungkin karena aku yang lola-Loading lama) dengan sudut pandang cerita yang berganti-ganti, aku sebagai pembaca suka kebingungan sudut pandang siapa yang sedang bercerita. Sebelumnya aku juga pernah membaca novel dengan setting seperti ini, novelnya Mba Zen, tapi entah kenapa aku cukup kebingungan untuk baca yang ini.

And finally, I can finish this book! Saya ucapkan terima kasih untuk Mba Khalinta atas karya dan keberaniannya. Is it recommended? Hm~ biasa aja. Untuk yang suka novel sastra, seperti Pramoedya, Tere liye, not Watpadd based writter book, It is not recommended. You'll disappointed. Tapi kalau untuk pemula yang menyentuh buku dengan tulisan semua atau memang sedang butuh suasana baru dalam hal per-novel-an, saya rekomendasikan buku ini untuk mu kawan.
Profile Image for Stefanny Lukman.
116 reviews16 followers
September 10, 2018
"Dok? Doker, kan? Nggak mungkin kodok?" -Maulana Firdhaus, cewek tulen yang abis nyeruduk mobil dokter ganteng.
.
.
#NovelReview #sukasukasetep Intersection by @hi_khalinta . Published by @elexmedia .
.
Maulana Firdhaus atau biasa dipanggil Moli (biar agak feminim dikit) dipertemukan secara tidak sengaja dengan Enggara Arfan, seorang dokter jiwa. Moli tidak sengaja menabrak mobil Ega yang membuat gadis itu cedera. Karenanya, Ega merasa harus bertanggung jawab, apalagi menurut dia pada saat itu Moli terlihat 'sendirian' karena nggak ada kerabat yang mengurusnya. Dan ternyata, karena kejadian malang itulah mereka menjadi dekat satu sama lain.

Okay. Intersection itu definisi humor ambyar hingga titik terdalam inti bumi dan hati yang melayang menembus cakrawala lalu bertabrakan dengan meteor garden. 😂

Asli deh, aku beneran dibuat ngakak sama Moli, otaknya GOLD banget. Super. Wkwk dan Ega... Haduh mentang-mentang dokter jiwa ya dia jadi tahu gimana menaklukkan jiwa-jiwa perempuan yang butuh perhatian. Bukan cuma Moli yang jiwanya ngegeledag(?) tiap ada Ega, aku pun ikut ngegelosor tiap Ega marah-marah unyu hahahaah (apasih, Step) . Kalau kata @ayampop_ Ega itu udah baik, ganteng, sabar, mengayomi, emang tipe2 makhluk Ar-Rahman :") hahaha emang sih, kalau udah punya Ega, nikmat Tuhan mana lagi yang mau ku dustakan? .

Aku suka konflik nya itu emm perang batin nya Moli yang sangat relate buat orang2 mid-twenty begini. Kalau cinta aja nggak cukup untuk meyakinkan dia buat melangkah ke jenjang yang lebih serius. (WEY PADAHAL YANG NGAJAK SERIUS ITU MODELAN EGAA. ASTAGA!!) sumpah gemes sih sama Moli, tapi aku bisa ngerti juga sih sama sikap Moli. Kayak... Sebelum Ega datang dia punya impian, punya tujuan dalam hidupnya. Dan ketika achievement itu berhasil dia raih, nggak mungkin dia tinggalin gitu aja.
Ceritanya nggak akan berakhir baik kalau Moli nggak punya pasangan kayak Ega yang meski bawel dan ambekan tapi pengertian juga (nggak mungkin dia cuma pengertian nggak pake ngambek. Ega masih manusia, bukan malaikat wkwk) dan Ega yang nggak punya Moli yang rada labil, tapi dia mau cepat sadar dan nggak berlarut dengan kegalauan hatinya.
Man! I'M SO IN LOVE!!!!
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
May 30, 2019
ntersection bercerita tentang abang-abang psikiater dan mbak-mbak visual designer yang punya nama kayak cowok, Maulana aka Molly. Mereka bertemu ketika kendaraan mereka tabrakan. Selanjutnya yang terjadi adalah permerah mudaan. Tapi, yang kusuka di sini adalah merah muda yang pelan-pelan, penuh konflik kecil-kecil tapi membumi, dan penyelesaian yang ga gitu aja beres. Intersection kayak menyuguhkan cerita tokoh-tokoh yang emang lebih dewasa berpikir. tapi masih penuh kecemasan dan permasalahannya khas pemuda-pemudi pada umumnya. Kusuka mereka kalau bertengkar, btw. 🐣

Baiklah, novel ini cocok dibaca ketika senggang dan butuh ketawa-ketawa.
Sukses untuk penulisnya ^^
2019-31
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
January 14, 2023
Actually ⭐ 3,5 yeyy!!

Akhirnya selesai juga, khatam baca novel yang tebalnya kaya kitab suci ini hanya dalam waktu sehari semalam wkwk. Saking gregetnya sama kisah Moli dan Ega, saya bela-belain nggak tidur.

Huhuhu, masih nggak rela kisah cinta unyu dan ngeselin mereka berakhir. Walaupun happy ending tapi tetep aja pengin terus baca gimana gila dan mesumnya Moli. HAHAHA.

Intersection, novel karya Khalinta pertama yang saya baca. Jujurly, novel ini cukup mengintimidasi saya karena jumlah halamannya yang nggak sedikit. Waktu pertama baca blurpnya pun saya masih ragu-ragu buat lanjut baca novel yang tebelnya hampir 500 halaman ini. Takut nanti tiba-tiba DNF ditengah cerita dan menambah daftar panjang buku yang nggak selesai. Tapi melihat covernya yang simpel namun menarik bangettt, akhirnya saya tekatkan buat mencoba. Ehh malah ketagihan dan pengin halamanya lebih banyak lagi wkwk.

Bercerita tentang Maulana alias Ma'ul alias Moli, gadis berusia 25an yang bekerja sebagai Visual Desainer di sebuah kantor periklanan. Gadis yang namanya mirip laki-laki itu adalah wanita tulen yang memilki postur mungil, grasa-grusu, selalu ceria, ceplas- ceplos, doyan ngegombal dan yang pasti sedikit mesum, apalagi kalau sudah menyangkut Ega wkwk.
Dia bisa menjadi sosok yang gila dan heboh jika sudah bersama sahabatnya yang bernama Jean dan Mba Lexa.

Lalu Enggara alias Ega, seorang dokter kejiwaan di sebuah rumah sakit. Ega adalah sosok laki-laki yang tampan, sangat sabar dan tak banyak bicara, awalnya. Tapi setelah mengenal Moli, Ega berubah menjadi sosok yang juga suka ngegombal dan rada sableng wkwk.

Mereka berdua bertemu karena sebuah kecelakaan. Hingga perlahan tapi pasti pertemuan-pertemuan mereka berhasil memercikan sebua rasa yang lebih dari sekedar korban dan pelaku. Apalagi ditambah dengan kehadiran Faya, kaka Ega yang nggak kalah sablengnya membuat mereka berdua menjadi lebih sering bertemu dan berantem, tentu saja.

Well, walaupun saya sangat suka interaksi antara Moli dan Ega tapi nggak bisa dipungkiri juga kalau saya cukup bosan dengan plot yang lambatttt banget. Tapi sebenarnya ada nilai positifnya juga sih. Dari plot yang lambat itu, saya tau kalau hubungan Ega dan Moli memang dimulai dari 0. Dari nggak saling kenal sama sekali sampai mereka akhirnya berpacaran unyu-unyu. Yah, love-hate gitu lah.

Saya bosan, tapi nggak bisa berhenti buat baca. Aneh kan wkwk.
Apalagi setelah mereka berdua resmi pacaran, udah deh bela-belain nggak makan, nggak tidur bacanya wkwk.

Novel ini diceritakan oleh 2 sudut pandang, yaitu dari Moli Pov dan Ega Pov. Dan itu menjadi salah satu nilai plus dinovel ini. Jadi saya nggak penasaran tentan gimana perasaan mereka sebenernya.

Kalau dari Moli Pov tuh ceritanya lebih asik, lebih gokil. Jadi memahami watak-watak Moli yang rada mesum, suka nyeplos aneh-aneh, suka ngambekan dan sedikit egois.

Sedangkan Ega Pov, walaupun keliatan mirip banget gaya tulisanya sama Moli Pov, yang kadang sampai bikin saya bingung ini Ega atau Moli kalau lupa baca keterangannya. Dia lebih suka kalau menyimpan masalah dihati, nggak gampang meledak-ledak, sayang banget sama Moli dan yang pasti dia imannya kuat karena sering tidur di apartmentnya Moli, nginep di hotel bareng, malah kadang sambil mesra-mesraan tanpa menjerumus ke kegiatan aneh-aneh wkwkw.

Sebenernya novel ini tuh panjang di konflik yang itu-itu doang, tentang keraguan Moli terhadap Ega. Dan stagnan sampai akhir begitu terus. Kadang gemes banget saya sama Moli yang super plinplan. Itu juga yang bikin saya bosen mungkin, konfliknya nggak berkembang. Sebentar yakin sebantar ragu, sebentar yakin lagi, lalu ragu lagi. Cekcok dikit, baikan, cekcok lagi, baikan lagi. Iya gitu-gitu doang. Tapi ya lagi-lagi ada positifnya. Nggak ada orang ke-3 di sini.

Emang novel ini yang banyak point plusnya atau memang saya yang terlalu berfikiran positif wkwk.

Overall saya suka sama novel ini. Sama semua kerumitan hubungan Moli dan Ega, kemesraan dan kemanisan mereka dan jagan lupakan teman-teman Moli macam Jean dan Mba Lexa serta kakak Ega, Mba Faya yang bikin cerita di novel ini makin seru dan ngakak.

Huhuhu, saya ikutan sedih waktu Jean harus pindah ke Melbourne. Berasa ikut kehilangan temen nerumpi wk.

Oh iya, saya nggak suka endingnya! Cerita sudah panjang lebar begini hampir 500 halaman masa bagian Ega sama Moli waktu acara nikahan nggak ada, tega banget sih penulis?? T.T
Padahal kan tujuan utama dari konflik yang nggak selesai-selesai itu ya nikahnya. Tapi malah di cut gitu aja. Kecewa saya tuhh T.T
Padahal saya udah ngarep temen-temen Moli pada dateng diacara resepsi mereka, bikin kerusuhan seperti biasa. Ehh malah nggak ada sama sekali.
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
January 17, 2019
"Lengkap itu nggak harus sama. It's like a missing puzzle pieces that we're looking to fit. And we completed each other" - pg 480

Walaupun memiliki nama yang sangat manly banget, Moli alias Maulana adalah cewe tulen.
Semesta mengenalkan Moli dengan sosok Enggara alias Ega yang berprofesi sebagai dokter jiwa lewat insiden tabrakan (kecelakaan) yang menyebabkan tangan kiri Moli fraktur.
Tidak berhenti di situ, hubungan mereka berlanjut ketika Faya, kaka Ega, menjadi roommate bagi Moli.
Ketika mereka semakin mengenal satu sama lain, mereka pun memutuskan memiliki hubungan yang lebih dari sekadar teman. Tapi untuk menaiki level yang lebih serius dari pacaran, ternyata Ega harus mengalami kesulitan karena ternyata Moli susah diyakini. Mampukah Ega meyakini Moli?
***
Saya sudah membaca Intersection sejak masih di Wattpad, Alhamdulillah ternyata diterbitkan ❤
Cerita yang menyenangkan tentang Moli dan Ega, walaupun saat dicetak menjadi buku fisik tebalnya hampir tembus 500 halaman 😂
Dulu, mungkin karakter yang "too good to be true" adalah kesukaan saya, tapi semakin ke sini saya menyadari bahwa di sebuah cerita, sebuah karakter ngga harus diciptakan sesempurna itu, buatlah seperti realita. Itu yang saya dapatkan dari karakter Ega. Secara fisik, Ega mungkin sempurna hingga bikin Moli selalu bengong setiap kali mereka bertemu 🤣 Tapi ya.. secara perilaku kan ngga, mereka beda pendapat, mereka bertengkar, Ega harus menghadapi fakta bahwa Moli ternyata susah diyakini. Bahwa Ega ngga mengalah gitu aja kalo dia memiliki pandangan yang berbeda dengan Moli, dia akan menyampaikan apa yang harus disampaikan. Diceritakan dari sudut pandang masing-masing, kita bisa melihat bagaimana Moli menjadi sosok yang cerewet, overthinking dan konyol hingga : kok-Ega-mau-maunya-sih-sama-Moli 😋 dan bagaimana Ega yang : mulutnya-susah-ngerem 😂
Profile Image for Mou Mia.
85 reviews
July 15, 2019
KACAAAAAAAAAAU. NYEBELIN BANGET INI BUKU, SUMPAH.

Intersection bercerita tentang Moli dan Ega, yang fokus ke dinamika dan perjalanan mereka mencapai happy ending. My kind of story. Banget. Ini buku 500 pages (eh, iya gak sih? Aku baca di iPusnas), yang artinya ya, mayan panjang lah ya. Cuman—mau bilang slow burn ya enggak juga, tapi enggak fast paced.

Hah, gimana tuh.

Pokoknya kalo menurut gue ini kok aku gak kelar-kelar bacanya ya tapi at the same time aku sama sekali enggak keberatan baca banyak-banyak tentang naik-turunnya dua krucil ini. (Apaan krucil, aku kali yang krucil.)

Lha, terus nyebelinnya di mana?

NYEBELIN SOALNYA BIKIN KETAWA TERUUUUUS GUSTIIIIIII. Props to the writer ya, Mbak Khalinta, Moli tuh lucu banget parah. Ada kali aku cekikikan sendiri di meja makan lima menit ngetawain reaksi Moli dipeluk sama Dokter Ega. Dia, Jean, sama Mbak Lexa tuh asli comic relief dan bikin cerita yang aku kira bakal serius (soalnya road to marriage gitu kan) jadi beneran saaaaaangat entertaining. Dan enggak cuma Moli aja yang lucu! Ega juga lucu banget!!! Kayak—oke, dia digambarin serius, tapi lucu juga karena dia enggak selalu serius layaknya manusia-manusia pada umumnya. Real banget rasanya. Kayak baca cerita soal temen sendiri. Ditambah karena aku punya temen yang kayak Moli sih, nyeplosnya suka ngasal tapi bikin ngakak banget.

Also the kind of love that Moli and Ega has? BRILLIANT. Bikin dreamy, tapi at the same time enggak terasa jauh dari kenyataan. Yang bikin rada jauh paling Ega-nya aja kali ya. Huhu.

Empat setengah bintang. Setengahnya lagi dimakan dinosaurus di kepala yang terus-terusan nanya "are we there yet?" kayak anak kecil yang kelamaan road trip, dan typo dan timeline yang bikin agak kurang pas/jelas.

Akan menunggu karangan Mbak Khalinta selanjutnya. 💕
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nurul.
311 reviews38 followers
July 6, 2019
Udah pernah baca di wattpad sampai tamat dan versi bukunya nggak beda jauh. Konfliknya lebih kompleks dan ada beberapa adegan tambahan yang bikin chemistry dua tokoh utamanya makin kuat.

Dari awal saya emang suka sama gaya penulisannya. Asik banget dan lucu juga. Cuma ada beberapa adegan yang kepotong gitu.

Rate : 3.7/5
Profile Image for Resannisa.
1 review1 follower
December 16, 2018
Menyenangkan! Itu yang dirasakan setelah membaca novel ini, karena bahkan pada saat konfliknya merebak, selalu ada yang bikin mesem, entah itu pemikiran Moli dan Ega (karena cerita ini terbagi dalam dua POV), maupun celetukan-celetukan orang sekitar mereka.
Kalau harus merumuskan lima kata untuk mendeskripsikan novel ini maka akan saya pilih: Menyenangkan, Segar (sesegar senyuman Dokter Ega-nteng), Gemas, Cerdas, dan Manis.
Iya, semanis bika ambon yang dimakan Moli si perempuan kecil pemakan segala yang bikin Ega jatuh cinta dan juga semanis macaron yang kalo kata Ega rasanya kayak kuteks. (Duuch Dok, sini kutatar).

Asli. Membaca ini tuh bikin seneng. Sejak awal pertemuan Moli dan Ega di persimpangan sesuai judul buku ini, Intersection.

Terus awal-awal mereka saling gemesin satu sama lain tapi masih sebatas di dalam hati dan benak aja.
Duh gemas, duh manis.

Menyenangkan juga karena humor-humornya. Kalo ada yang bilang humor di sini koplok sekaligus cerdas maka saya setuju 100%! Terutama ucapan-ucapan yang keluar dari mulut Jeanandra, sobatnya Moli. Sumpah ya, kalau di film nih dia pasti dapet award Scene Stealer Terbaik. Aku tanpa sadar nungguin banget kemunculan Jean si sobat neraka ini kalo adegan lagi berlatar di kantor Moli atau di manapun. Terlebih karena Jean juga untuk kesekian kali terlibat dalam cerita Moli dan Ega dengan situasi yang gak terduga. Duh, Je, Jeee. Ngaku, berapa banyak fans lo setelah Intersection ini? Hahaha.

Bukan berarti isi novel ini selalu fun dan gak ada masalah berartinya.

Khalinta justru berhasil membawa emosi pembaca dari yang tadinya gemes-gemes ngakak jadi langsung manggut-manggut, terus greget, terus khawatir. Iya, tokohnya yang mengalami pergolakan batin, pembacanya juga ikutan!

Entah karena mungkin aku terlalu relate sama tokoh Moli setiap kali dia ragu, atau memang sangat wajar ya merasa ragu dalam setiap hubungan? Khalinta membuat saya berpikir bersama Moli, bersama Ega, dan kekalutan-kekalutan mereka.

Moli yang notabene perempuan mid-twenties seperti saya membuat dia jadi tokoh yang sangat relatable! Mungkin saya juga akan seperti dia dalam beberapa keputusan.

Tapi saya gak kebayang saya bisa kayak Moli yang ditaksir Dokter Ega. HDJSJJDSJHDHSJDHAJDJEUUDYRUE mungkin isi nalar saya sering kacau kayak gitu HAHAHA.

Tapi sekali lagi Khalinta membuat pembacanya menyadari hal lain. Karena sudut pandang kedua tokoh yang dituangkan dengan sangat baik dan punya ke-khas-an masing-masing, saya juga dibuat sadar bahwa Ega juga manusia. Walaupun dia dokter jiwa yang sehari-hari pekerjaannya sangat berkaitan dengan moral dan kemanusiaan dari berbagai sisi (tergelap sekalipun)
Seperti waktu ia menghadapi pasien depresi, "Depression really hits anyone with unnesecary reasons." :")

Terima kasih, Khal, karena sudah mengemas cerita dua insan yang sangat bertolak belakang itu dengan sangat apik, membawa kita ke dalam berbagai emosi saat masalah-masalah mereka bermunculan, karena bahkan sebenarnya pertemuan mereka pun berawal dari masalah kan.

Betapa lucunya takdir, dari satu persimpangan, dua orang dipertemukan untuk kemudian melangkah bersama-sama melewati segala macam jalan dan tikungan :)

Kekurangan dari novelnya mungkin hanya masalah teknis seperti pengetikan, ada beberapa bagian yang kelewat spasinya, atau paragraf nyasar. Selebihnya menurut saya gak ada yang kurang. Mi luv this book!

Sangat disarankan dibaca untuk kalian yang ingin tersenyum-senyum karena manisnya hubungan cinta lalu tertawa karena lelucon-lelucon yang ada di dalamnya.

Selamat menikmati sensasi crash for crush!
Dan juga siap kesengsem sama Dokter Enggara aka Ega-nteng, dokter jiwa yang siap merapikan jiwa-jiwa yang berantakan, kalo kata Jean 😆

Cheers!
Profile Image for Nina Dee.
93 reviews4 followers
February 27, 2019
[P E N O K O H A N]

Maulana 'Moli' Firdhaus, yang selalu membuat orang-orang bertanya dua kali untuk memastikan bahwa: a) namanya benar Maulana, dan b) dirinya adalah perempuan tulen. Moli adalah gadis mandiri. Jean, salah satu temannya mengatakan jika sifat Moli yang terlalu mandiri dan jarang bergantung pada orang lain itu yang membuat hubungan asmaranya tidak pernah bertahan lama. Nah, di balik kemandiriannya, Moli juga memiliki insecurity issue. Hingga satu kejadian tak terduga, mempertemukannya dengan dr. Ega—dokter jiwa yang membuat jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Menurut Ega-nteng, penampilan Moli lebih mirip anak SMP dibanding wanita karir berusia 27 tahun (yang jomblo).

Di sisi lain, ada Enggara 'Ega' Arfan—Moli memberinya julukan 'Ega-nteng' (kira-kira dia punya roti sobek macem Jojo nggak ya?)—sang Psikiater. Tapi, sepertinya profesi tersebut tidak lantas membuatnya mudab memahami sifat Moli. Kata Moli, Ega memiliki tangan yang menyejukkan. Ega termasuk kategori lelaki bijak, penyabar, tidak pernah absen sholat, dan tipe family man yang sangat menyayangi ibu dan Kakaknya.

Tak hanya melulu soal mereka berdua, di sini ada juga Faraya 'Faya' Arfan. Yap. Kakak perempuan Ega yang tau jika sang adik sangat meyayanginya dan tak segan memanfaatkannya. Lalu ada Jean, ahli cinta ala-ala yang sering memberi petuah cinta pada Moli, baik yang benar maupun sesat. Si Pia Nasution KW. Iya beneran—ibu satu anak itu bisa bikin Moli uring-uringan. Oh, jangan lupakan juga teman-teman dokter Ega (boleh saya dikenalin satu aja, Bang Ganteng?). Juga orang tua Moli dan Ega.

Penggambaran karakter di sini kuat, unik, dan menarik. Sosok Moli, Ega, dan teman²nya dijamin susah dilupakan. Kak Khalinta berhasil membuat tokoh yang bersinar dengan caranya sendiri.

[S E T T I N G]

Intersection berlatar daerah ibukota dan sekitarnya. Kejadian di sini mayoritas bertempat di lokasi tempat kerja Moli dan Ega yang ada di Jakarta (tempat kerja mereka berbeda ya), apartemen Moli, Ega dengan segala keluh kesah dan kata hatinya di rumah bersama ibunda tercinta, dan scenes lainnya berada di tempat-tempat lain yang didatangi keduanya.

Penggambaran setting lokasi di sini menurut saya sudah pas—juga sesuai selera saya. Setting digambarkan jelas tapi tidak begitu detail. Ada beberapa hal yang digambarkan secara detail, karena memang penjelasan tersebut di butuhkan. Seperti, ketika Moli mendeskripsikan keadaan apartemennya yang, ugh, ala Moli (re: 'sedikit' berantakan). Penggambarannya cukup jelas dan detail sehingga suasana kamar saya pas weekday langsung muncul dalam bayangan. Namun untuk latar lain yang memang tidak terlalu menonjol, penggambaran tidak begitu detail, namun sudah cukup membuat saya merasakan suasana yang ingin disampaikan.

Penggambaran latar tempat pun juga memiliki ciri khas—bisa sesuai dengan sudut pandang tokoh yang digunakan. Atau sederhananya, tidak seperti penjelasan pada wikipedia. Jadi meskipun berlatar di satu tempat yang sama, suasana yang digambarkan bisa jadi berbeda antara sudut pandang Moli dan Ega. Misalnya, Moli merasa apartemennya kotor, berantakan, dan tidak pantas dikunjungi tamu, sementara Ega beranggapan walaupun apartemen Moli memang tidak rapi, tapi tetap nyaman untuk ditinggali. See?

Meskipun tidak jelas dituliskan tahun berapa, tapi Intersection berlatar waktu masa kini. Menggunakan alur maju, dengan beberapa kejadian di masa lalu diceritakan lewat kenangan para tokohnya—tapi bukan berupa flashback yang panjang lebar. Alurnya santai, namun tidak terlalu lambat. Time jump juga diolah dengan baik.

[G A Y A B A H A S A]

"Iya, jadi pas gue kebagian presentasi konsep, Bos nanya-nanyain siapa yang bakalan supervisi ke bagian produksi. Ya gue jawab aja, 'Kudis, Pak.' Dan gobloknya, sumpah goblok banget gue nggak nyadar kalau gue nyebut nama dia pake 'Kudis'. Saking tiap harinya kita sebut Kudas-Kudis-Kudas-Kudis seakan-akan nama dia di akta kelahiran emang Kudis." (hlm. 84)


Berbeda dengan novel citylite kebanyakan yang menggunakan dua gaya bahasa—baku untuk narasi dan non baku untuk dialog—Intersection menggunakan satu gaya bahasa: non baku. Baik sudut pandang Ega atau Moli, menggunakan 'gue' sebagai kata ganti orang pertama—Intersection diceritakan menggunakan sudut pandang Moli dan Ega secara bergantian.

Tapi hal itu tidak lantas membuat sisi feminin Moli hilang, meskipun Moli sering ceplas-ceplos dan pikirannya nggak jarang melantur kemana-mana. Sifat Ega yang bijak juga tergambar dengan baik, walaupun dalam narasinya menggunakan bahasa non baku.

Nah, seperti yang saya katakan kemarin, penggambaran setting sesuai dengan sudut pandang dan gaya bahasanya. Yap. Pendeskripsian suatu tempat, atau apapun, sesuai dengan karakteristik Moli dan Ega. Meskipun sama-sama menggunakan bahasa non baku, narasi Moli sering disispkan humor, sementara narasi Ega cenderung lugas dan jelas—to the point.

Meskipun ditulis dengan gaya bahasa ringan, tapi novel ini jauh dari kata receh. Juga, walaupun humornya cukup kental, tapi novel ini nggak sekedar haha-hihi. Ada momen-momen menyentuh yang digambarkan dengan sangat bagus, tanpa harus menggunakan kata-kata puitis tingkat tinggi. Banyak quotes berkualitas. Apalagi quotes ala-ala Konsultan Cinta Jean.

Gaya bahasa yang ringan inilah yang justru memberikan nilai tambah—yang membuat perjalanan saya mengikuti kisah Ega dan Moli dalam 480 halaman lebih jadi nggak terasa. Mungkin, yang menjadi penghambat adalah: saya harus berhenti dibeberapa bagian untuk tertawa. Iya. Kisahnya Ega-nteng dan Moli ini bikin cekikikan sendiri.

[K O N F L I K]

Ada dua konflik dalam Intersection. Konflik antara para tokoh dengan diri sendiri, dan konflik antar tokoh dengan tokoh yang lain. Konflik tokoh dengan diri sendiri lebih banyak dialami oleh Moli. Karakter Moli yang sering insecure bisa digambarkan dengan pas oleh Kak Khalinta. Konflik Moli dengan dirinya sendiri ini sudah mulai muncul di ⅓ halaman awal. Pergolakan batin Moli ini juga mempengaruhi hubungannya dengan Ega. Ega sendiri—terlepas dari penggambaran sifatnya yang bijak—juga memiliki sisi insecurenya. Konflik batin Ega lebih mengarah pada dirinya yang susah untuk mengungkapkan isi hatinya pada orang-orang yang dia sayang.

Pergolakan batin Ega dan Moli ini memicu konflik di antara keduanya. Nah, saya mau kembali lagi ke gaya bahasa. Meskipun dinarasikan tanpa gaya bahasa puitis, tapi baik konflik batin maupun konflik eksternal antara Ega dan Moli ini bisa digambarkan dengan baik. Bikin baper? Tentu saja. Apalagi, ketakutan yang dialami Moli juga mewakili ketakutan saya.

Yang saya suka, konflik yang dialami Moli tidak hanya sebatas antara dirinya dan Ega. Tapi juga melibatkan keluarga dan persahabatan. Penyelesaiannya pun sangat bagus—mengalir tanpa pemaksaan. Dan tertu saja, tidak terlalu 'fairy tale'. Saya suka bagaimana akhirnya Moli mengatasi rasa insecurenya, mencoba mengambil langkah yang selama ini dia takuti tanpa mengorbankan mimpinya.

Dan saya paling setuju dengan perkataan Ega, "The only certain thing in this universe is uncertainty. Jadi, kita yang hidup di dalemnya sudah sepantasnya siap-siap sama segala kemungkinan." (hlm. 135)

Tapi saya juga setuju dengan perkataan Moli, "Karena kalau benar [apa yang dikatakan Ega], buat gue... lo adalah pengecualian, Ga. Anomali. Lo nggak termasuk di ketidakpastian itu." (hlm. 266)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
February 7, 2022
Maulana Firdhaus a.k.a Moli sedang melamunkan nasib karirnya ketika motor yang dikemudikannya menabrak pintu mobil yang terbuka. Ketika dia sadar, dia sudah terbaring di RS ditemani pemilik mobil yang tidak lain adalah psikiater di RS itu. Itulah awal mula pertemuam Moli dan Ega.

Kisah selanjutnya adalah bagaimana Moli diam-diam menahan kekaguman dan perasaannya kepada Ega, sementara di sisi lain Ega takjub dengan gadis mungil yang lincah dan pecicilan. Proses pendekatannya lumayan panjang, hingga akhirnya mereka jadian dan merencanakan pernikahan.

Novel ini full of detail, makanya nyampai hampir 500 halaman. Diceritakan dari sudut pandang Moli dan Ega, pembaca diajak mendalami pemikiram masing-masing. Moli yang adalah gadis dengan kebiasaan overthinking dan ga bisa multitasking. Baginya satu hal harus selesai dengan baik sebelum memulai hal lainnya. Termasuk timeline hidupnya. Ketika Moli mengutamakan karir daripada pernikahan, di situ selisih paham dengan Ega menjadi nyata.

Ega, dengan pembawaannya sebagai seorang psikiater, akan mengambil jeda sebelum membuat keputusan. Tapi jika dia sudah yakin, maka tak akan ada yang bisa menghalangi keputusannya. Termasuk di dalamnya menjadikan Moli sebagai pasangan hidupnya. Sayangnya gaya retorikal Ega kadang nggak nyambung dengan Moli. Tapi Moli akan luluh dalam pelukan dan tatapan Ega.

Meski penuh detail, novel ini tidak membosankan. Karena ceritanya ngalir dengan joke-joke yang lucu. Terutama otak mesumnya Moli dan gaya jaimnya Ega. Belum lagi ditimpali perilaku Jean dan Lexa, rekan Moli serta Fay, kakaknya Ega. Mereka paket komplit.

Banyak pesan moral bisa ditemukan dalam novel ini. Tentang saling memahami, tentang depresi, tentang mengambil keputusan, tentang pematutan diri, dan masih banyak lagi.
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
October 22, 2020
Menceritakan tentang Maulana Firdaus yang gak sengaja menabrak mobil Dokter Jiwa. Singkat cerita insiden itu malah mengantarkan keduanya ke hubungan percintaan dan berakhir di pelaminan.

Aku suka banget sama genre novel chicklit. Biasanya aku membaca novel genre ini di sela-sela membaca buku yang isinya berat. Tapi berbeda dengan novel 'intersection'. Alih-alih bisa membuat pikiranku jadi fresh lagi supaya semangat lanjut baca buku yang berat, malah aku jadi bosan sendiri gara-gara membaca novel ini. Menurutku konfliknya terlalu lempeng, dan ceritanya seperti dipanjang-panjangkan. Serius, aku harus berhenti cukup lama untuk membangun mood supaya bisa meneruskan untuk menyelesaikan novel ini.😔
Profile Image for Tyas Ruli.
18 reviews
July 19, 2019
Cerita yang dimulai dengan kecelakaan yang biasa banget jadi awal hubungan Moli sama Ega, yang menurutku sangat natural banget. Hampir 500an halaman yang ku baca sambil ngakak karena humornya dapet, juga ada part-part yang bikin aku bawa perasaan. Moli yang menurutku hidup banget ketemu Ega yang belum move on, lalu dengan proses-proses yang mereka jalani membuat mereka saling jatuh cinta. Konfliknya ringan tapi tetep berisi. Recommended banget buat dibaca waktu lagi suntuk, apalagi baca gombalan cheesy ala Moli.
Profile Image for Isa Sulistyorini.
168 reviews3 followers
September 19, 2018
Post 1/2.
.
.

Judul: Intersection.
Penulis: Khalinta.
Penerbit: @elexmedia .
Tahun Terbit: 2018.
Jumlah Hal.: 488 hal.
Genre: Romance, Chicklit, City Lite, Romcom.
ISBN: 9786020479033.
.
.
Maulana Firdhaus, seorang visual designer di salah satu kantor periklanan paling sibuk di Jakarta, kembali dipertemukan dengan orang asing yg tidak begitu saja percaya bahwa sebagai seorang perempuan, nama dia benar" Maulana. Biasanya Moli kesal setiap kali ada orang yg mengernyit heran & memastikan kebenaran namanya. Tapi kali ini berbeda. Enggara Arfan begitu memikatnya. Tampan, bertingkah gugup dan cerewet di waktu bersamaan, sekaligus seorang dokter jiwa. Tidak ada yg menduga bahwa kesialan yg menimpa keduanya karena sebuah kecelakaan di persimpangan jalan akan membawa mereka ke hal" yg lebih dalam melibatkan perasaan. Berbekal kebetulan yg membuat Moli dan Ega tak kunjung menemukan alasan mengapa takdir mempertemukan mereka.

Why does this feeling, a burning desire to be with someone superspecial and very attractive, is called as a `crush`? Maybe because you never know when will it happened or under what circumtances two hearts could come across each other.
Mungkinkah sebuah kecelakaan akan berujung pada takdir lain yang mengikat keduanya?
Meet them in intersection.
.
.
Sebelum review, I mau curhat dulu. .
.
Jadi nih novel tuh hadiah buat I karena sudah sidang skripsi. Nah pas I pulang dari kampus kan sore, baru turunin barang aka. berkas skripsi dari mobil, adik I bilang ada paket tuh, pas di buka ternyata novel intersection. Mikir dong I ya... I kan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk beli buku. Terus inget dong ya ada yg DM sebut saja mawar. Si mawar ini bilang kalau mau kirimin intersection hadiah skripsi. .
.
I amati nih novel. Gila tebel amat ya nih novel. I tunda dulu dong bacanya. I mendapatkan novel ini pada tanggal 1 September 2018 dan baru i baca tanggal 11 September 2018 pukul 18:30. Niat awalnya I itu pengen nyicil baca ini, eh kenyataanya I baca dalam 7.5 jam (banyak selingan), kira kira selesai pukul 2 dini hari (12 September 2018).
Kepo kan sama alasan I ga bisa berhenti baca?

.
Nih alasan I baca sampai pukul 02.00 dini hari. .
.
1. Dari nama salah satu tokohnya yg tidak lazim "Maulana Firdhaus". Nama ini yang buat I mikir berat di awal. Membuat I menduga bahwa ini cerita Boy x Boy, antara geli geli + takut bacanya. bahahahahah. Makin balik halaman makin ngeh... Oh ternyata ini tuh cewek toh 😂😂😂.
.
.
2. Dari novel ini gue paham ternyata ada toh istilah "pose ganteng". Ada paha yang lebih sedap dibanding paha ayam penyet atau geprek tapi belum mengalahkan Paha KFC. 😈😈😈😈😈
.
.
3. Ok, I akan mulai fokus ke POV. Penulis Novel ini buat I sangat jelas menggambarkan dan menyampaikan perasaan tokohnya, dengan cara menghadirkan 2 sudut pandang dari Hero dan Heroinnya. Dan tokoh" ini tuh konsisten dan karakter mereka itu sesuai dengan pekerjaan. Buat I, mereka sangat terasa nyata. .
.
4. Kita bahas alur. Buat I, cara penulis merangkainya sangat pas. Alurnya ngalir gitu aja, ga ada rasa terlalu lambat atau terlalu cepat. Porsi pas deh. Alurnya kebanyakan maju. Novel ini alurnya fokus buat aku. Fokus kaya masa depan aku sama Mas Ega-ntengku ❤❤❤. Tapi pas menuju ending nih ada misstimeline di usia Mas Ega-nteng & Moli (menurut aku sih), dan you know what, mbak @hi_khalinta ini welcome banget loh sama kecerewetan aku ❤❤.
.
.
.
5. Untuk typo dan misstimeline semoga dicetakan kedua bisa diperbaiki. .
.
Sekarang Keinginan I adalah MENEMUKAN MAS EGA-NTENG.... I literally love him (gaya anak jaksel).
.
.

Intinya, novel ini EXCEED MY EXPECTATION untuk sebuah novel debut and gonna be one of my favorite novel.... blow kiss blow 😘
Profile Image for Dyan Eka.
287 reviews12 followers
November 10, 2018
Rasanya sudah lama saya nggak baca novel 'manusiawi' begini. Saya katakan manusiawi, karena ya topiknya bisa dirasakan dan dialami siapapun. Sama sekali nggak ada tokoh antagonis di sini, satu-satunya yang antagonis yaitu pikiran-pikiran negatif yang dipikirkan sendiri sama Moli.

Jalan cerita novel itu begitu padat, padat banget malah. Dan alurnya cepet, mulai dari yang sama-sama stranger untuk satu sama lain, hingga begitu yakin that they are mean to be, itu rasanya.....wow, bisa gitu ya dirangkum dalam satu novel. Dengan perkembangan sifat tokoh yang enak juga dibaca. Novel ini cocok sih, buat young adult yang udah kepikiran aja tentang sebuah proses bagaimana dua individu yang begitu yakin buat mengambil keputusan yang besar di hidup, which is a marriage.
Bahkan tokoh pendamping macem Jean, bisa menyampaikan dengan baik gituloh "that process".

Tapi ada satu hal yang ngeganggu di novel ini, sifat cengeng Moli, yang kalau berantem sama Ega dia langsung nangis. Agak nggak cocok aja gitu dengan deskripsi awal yang disampaikan tentang sosok Moli. But over all, this book worth to read.
Profile Image for Sanwa Library.
110 reviews4 followers
October 8, 2018
3.5 dari 5 Bintang.

Pada dasarnya buku ini menurut saya sangat realistis. Memiliki alur cerita yang sangat dekat dengan dunia para peniti karir yang mendamba untuk memiliki pasangan hidup. Yang membuat saya memberi nilai 3.5 Bintang:

World Building: Berhubung ini buku Rom Com lokal kedua saya sejak berkutat lama dengan buku fantasy impor dan terakhir baca "Resign" beberapa bulan yang lalu, buku ini memberi dunia baru bagi saya yang mempertemukan dua karir yang berbeda yaitu seorang Dokter Jiwa dan seorang wanita yang bekerja di dunia agency dengan sedikit liku-liku pekerjaannya.

Plot: Buku ini tebal, walau realistis tapi menurut saya sangat slow. Terlihat seperti "banyak klimaks" tapi karena tebal jadi kurang greget aja sebenarnya inti permasalahannya yang mana. Selain itu yang membuat tebal adalah adanya beberapa pengulangan deskripsi di beberapa tempat. Apalagi karena diceritain dari dua sisi pemeran utama.

Karakter: Dua karakter utamanya sangat kusukai. Ega yang kalem nan ganteng khas dokter dan seorang wanita bernama Maulana yang lebih ceplas ceplos. Keduanya memiliki sifat yang berbeda tapi bisa menjadi teman bahkan menjadi teman hidup. Ada juga karakter Faya yang sangat "kakak cewek" bagi Ega. Terlihat sangat menyenangkan membaca interaksi para karakter yang pas masuk satu dengan yang lain. Apalagi tidak terlalu banyak karakter yang terlibat (saya buruk dengan nama yang terlalu banyak ahahaha).

Writing Style: Gaya penulisannya sangat asik sekali dibaca. Mengalir dan mengalun tanpa kekakuan. Walaupun ada beberapa bagian yang harus diucapkan dengan formil tapi dapat diutarakan dengan tidak kaku tapi tetap terkesan formal. Jadi pengen belajar cara menulis mba Khalinta ini.

Others: Cerita komedi romantis ini sangat manis untuk disimak. Berhubung saya juga pecinta metropop tapi yang ga drama banget jadilah buku ini cocok untuk saya. Saya pun baru tahu bahwa penerbit elex punya nama sendiri untuk genrenya ini yaitu "City Lite". Bisa dicoba untuk dibaca. :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Intan.
9 reviews2 followers
November 3, 2018
Udah lama ga baca buku, pengen mulai baca lagi dan pilihanku jatoh ke buku ini.
Pertama tertarik sama cover nya, terus baca sinopsisnya yang terkesan mellow romance.
Sip. Beli.
Ternyata... Romantic comedy yang humornya ambyar banget, ga nyampe otak aku tuh 😂
Aku kasih bintang 5, karena selain humornya yang emang lagi aku butuhin sekarang, aku jadi belajar bahwa ga gampang mengeskpresikan isi hati ke orang lain, seberapapun kerasnya kita berusaha, kalau ga diiringi dengan sikap mau mengerti. Kayak yang Ega dan Moli lakuin, yang penting diomongin!
Thank you Khalinta!
Profile Image for anninox.
6 reviews
September 20, 2018
Satu hal yang paling mencolok dari buku ini adalah pembangunan karakternya. Karakter-karakter yang ada mampu membawa pembaca hanyut dalam cerita meskipun premis yang ditawarkan cukup sederhana. Penokohan Moli yang periang tapi kurang percaya diri ditambah Ega yang disiplin, keras, tapi penyayang sangat konsisten dari awal sampai akhir. Begitupun tokoh-tokoh pembantu yang ada seperti Mbak Fay dan Jean yang menambah warna di dalam cerita ini. Penulis juga melakukan riset yang baik dan mendetail untuk latar belakang para karakternya sehingga orang awam seperti saya bisa belajar satu dua hal dari profesi mereka. Hanya saja, menurut saya buku ini agak terlalu tebal untuk cerita yang konfliknya tidak terlalu besar. Untungnya, karakter-karakter tersebut membuat saya dengan mudah melahap buku ini dengan cepat. Kisah Moli dan Ega ini Cocok untuk yang menginginkan bacaan ringan seputar kisah romantis di kota Jakarta.
Profile Image for Ade Putri.
216 reviews
September 24, 2018
Cerita berjalan mengalir di awal. Tapi melambat di bagian tengah dan jujur bikin saya geregetan pengen tahu akhirnya kayak gimana haha. Tapi semakin diikuti, justru kita akan semakin dapat poinnya. Dan kalau saya bilang, penulis memang sangat detail dalam menyelesaikan ceritanya.

Tidak ketinggalan, ada kutipan yang cukup bagus dan mengharukan buat saya di antara semuanya:

“Kesehatan tuh salah satu yang paling random di hidup kita, nggak ada salahnya lo mulai ngehindar dari kemungkinan buruk. Kita nggak tahu, kan, kapan tiba-tiba kita sakit atau diam-diam ternyata kita punya penyakit.” (hlm. 135)

“Makanya sebisa mungkin, selagi kita sanggup ngurusin keluarga, apalagi yang udah tua, usahain lah buat keep in touch. Seenggaknya memastikan mereka sehat dan cukup.” (hlm. 160) *baca ini mendadak melow inget orang tua di rumah :’)


Selengkapnya di Delina Books
Profile Image for di.
103 reviews
September 4, 2018
“Gue kesel banget sebenernya liat Ega pake celana pendek begitu berangkat tadi. Godaan pahanya itu, lho. Membuat peringkat paha penyet favorit bikinin kantor gue tergeser ke urutan ketiga. Paha Ega jadi nomor dua, karena yang nomor satu masih paha krispi KFC. Tuh kan, mata gue ngelirik ke paha dia lagi.”

Novel ini bercerita ttg Maulana yg gak sengaja nyeruduk mobil dokter muda, Enggara. Lah tokoh utama wanitanya mana ? Jangan salah Maulana ini cewek tulen yg selalu haid tiap bulan 🤣 tapi minta di panggil Moli aja biar keliatan ceweknya 😂😂.
Ceritanya gak muluk-muluk, berasa mereka semua nyata. Yang menarik dari novel ini menurutku adalah joke receh dan kelakuan ajaib Moli, yang gak bakalan berhenti bikin kalian ketawa.
Selain itu, novel ini juga menyinggung sedikit soal kerjaan seorang psikiater. Novel yg gampang buat dibaca tapi gk gampangan *apaan dah*.
Profile Image for Eza.
48 reviews1 follower
April 20, 2019
Intersection : Khalinta - Elex Media Komputindo (488 Hal)

The other series from elex media for city life series...
Maulana Firdaus, atau Moli seorang visual designer yang nyentrik yang secara tidak sengaja menabrak dokter muda spesialis kejiwaan, Enggara Arfan dengan motornya malah berbuntut cerita romantis yang berakhir happy ending.

Walopun novel setebal 488 hal tapi nggak kerasa banyak cerita lucu dan konyol di sini, persahabatan Moli dengan Jean cowok keraton versi labil menambah keseruan ceritanya.

Buat yang lagi siap2 mau nikah tapi lagi bingung antara cita atau cinta sok dibaca klo senggang banyak nasehat yang tak berfaedah tapi masuk logika 😊
Profile Image for Ratna.
57 reviews18 followers
September 24, 2018
Salah satu novel fav gue tahun ini kayaknya.

kenapa sih gue suka banget?

Humornya yang pas banget! gue termasuk orang yang suka banget sama romance comedy, apalagi kalau yang humornya klik sama selera gue.

novel Intersection ini tebel. banget. gue sampe takut nggak bisa nyelesain ini buku tepat waktu, tapi gue malah cepet banget bacanya, walaupun ya banyakkan berhentinya karena ngakak dulu.

karakter, konflik, plot nya pas banget buat gue.


4,8 bintang buat Ega-nteng....
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
January 26, 2019
I never read something on Wattpad. Seriously. Saya belum pernah baca tulisan tulisan di Wattpad, setidaknya hingga 3 hari belakangan ini, ada 2 novel terbitan Elex Media Komputindo yang coba saya lahap: Tinderology dan Intersection.
Dan keduanya bermula dari tulisan di Wattpad.

Dan keduanya end up dengan menyenangkan.

Tokoh favorit saya di novel ini adalah: Jean Mersa!
Titik. Tidak bisa ditawar tawar.
Profile Image for Michelle.
46 reviews2 followers
October 9, 2018
Kisah Moli dan Ega ini super cuteeeee abis!

Moli dan Ega ini ibarat langit dan bumi. Moli dengan "keajaiban" tingkahnya sementara Ega yang bikin hati adem ayem! OMG!

Buku Intersection karya Kak Khalinta ini menurutku genre romcom yang ringan dan pastinya sangat menghibur. ♡
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
August 5, 2019
Ceritanya ringan, tapi emang panjang banget sih hanya utk ide cerita kaya gini
Selama baca sih merasa gemes kaya penasaran ini mau diapain lagi sih ceritanya gtu deh
Gaya bahasanya santai banget dan banyak celetukan lawakan, jadi ya cukup komedi juga sih 😂
Displaying 1 - 30 of 80 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.