Jump to ratings and reviews
Rate this book

Di Simpang Jalan

Rate this book
“Kenapa, sih, lo suka banget nyiksa diri sendiri? Akhir-akhir ini lo negatif dan ini bukan lo banget, Rhe.”

"Sulit buat positif kalau suami lo nggak bisa dipercaya, Bec. Dan brengseknya, lo nggak bisa lantas berhenti mencintainya padahal udah tahu lo nggak bakal mendapatkan apa pun selain sakit hati.”

Dody dan Rhe dipertemukan oleh kehendak masing-masing orangtua. Kesan pertama saat berkenalan biasa-biasa saja, meski Rhe tahu tidak sulit bagi Dody untuk mendapatkan istri tanpa harus melalui perjodohan.

Pada pertemuan kedua, Rhe melakukan kebodohan yang disesalinya. Keisengan memancing amarah mantannya berbuntut pernyataan bersedia menikah dengan laki-laki yang belum benar-benar dikenalinya. Seperti bertaruh di meja judi, kecil kemungkinan pernikahan mereka akan berhasil. Rhe meyakini hal tersebut setelah mendapati beberapa kejanggalan dalam pernikahan mereka. Nahasnya, setelah menyadari bahwa rumah tangga yang tidak dilandasi cinta itu tidak bisa diselamatkan, dia menyesali kenyataan ini: dia sudah jatuh cinta duluan kepada suaminya.

343 pages, Paperback

First published July 23, 2018

8 people are currently reading
179 people want to read

About the author

Titi Sanaria

32 books205 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
78 (18%)
4 stars
176 (41%)
3 stars
126 (29%)
2 stars
27 (6%)
1 star
21 (4%)
Displaying 1 - 30 of 87 reviews
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,428 reviews292 followers
October 25, 2019
Duuhh... Ternyata saya 'kejeblos" baca buku ini. Keinginan utk mencetak hattrick bintang 4 utk buku Titi Sanaria BATAL. Gak sudi aku ksh buku ini 4 bintang.

Pertama, sebenarnya sudah ancang-ancang perasaan gak enak nih saat kata pengantar ttg pernikahan perjodohan. Kalau ini buku Historical Romance mah gak masalah soal jodoh-jodohan ala Siti Nurbaya gitu. Tapi zaman era millenial gini masa sih masih ky gitu? Kolot banget. Walau ini bukan faktor utama yg bikin saya sebel sebenarnya, tapi krn tokoh-tokoh yg menikah ini kelakuan dan tingkahnya gak lebih pinter drpd anak-anak TK.

Pertama, tokoh antagonisnya dulu kita bahas, Nana. Dia tipikal antagonis gak banget yg full sinetron. Dan ini menandakan author masih payah dlm menulis. Author yg hebat adalah author yg bisa membuat pembacanya kagum pada villain-nya, bukan sebaliknya (kalau villain nya lu kezel banget berarti standar aja kemampuan authornya).

Kedua, tokoh Rheana alias Rhe. Makin dibaca makin kesal saya dgn tokoh Rhe ini. Author tuh over glorification terhadap tokoh ini, jadi kepribadian Rhe bercabang-cabang dan bukannya bikin saya simpati, yg ada malah mual dgn segala polahnya. Rhe itu playing victim dari awal penceritaan, dia selalu mencari cara spy org lain yg membereskan masalah yg dibuat oleh perkataan dari mulutnya yg comel, alias pengecut total. Rhe gak pernah berani to the point utk menolak pernikahan tsb, jadi jinak-jinak merpati gitu. Jadi menurut saya, kehadiran org ketiga si Nana ini cuma sbg katalisator yg mempercepat keluarnya sifat-sifat jelek Rhe ini. Bahkan sejak ada si Nana, Rhe ini makin parah dgn super labil, manja gak pada tempatnya, dan humblebragging dgn tidak menyatakan kejadian sebenarnya (playing victim nya loh tingkat nirwana). Dan klimaks cerita gak banget deh buat saya. FYI, Ratu itu tidak bersaing dgn pelakor, beb.

Ketiga, tokoh Dody. Inilah tipe pria yg sepatutnya dihindari. Dibilang anak mama ya bisa juga, kawin dijodohkan aja dia langsung terima tanpa membantah loh. Dibabu-in sama bininya ya mau-mau aja. Eh giliran cinta lama datang alias si Nana, langsung loncat gitu aja saat ditelpon. Ibaratnya si Nana tinggal tunjuk jari, si Dody langsung nyembah-nyembah di kakinya si Nana. Ketidaktegasannya udah super akut, bikin gw pengen banget tendang Dody keluar dari galaksi. Jadi suami koq plintat-plintut ky lagi konstipasi sih?

Keempat, mama dan ibu mertua Rhe yg terlalu ikut campur menurut saya, membuat novel ini serasa dunia anak-anak TK versi adult. Norak banget sih ibu-ibu nasehatin anak-anaknya segitunya soal standar berumahtangga. Mereka kan buka ABG yg dinikahi krn hamidun gitu.

Jadilah saya ngomel-ngomel sepanjang baca novel ini. Maaf deh, yg novel ini tokoh-tokohnya kacrut kebacut semua. Bukan tipe yg bisa saya toleransi.
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
August 25, 2018
4.5 🌟

Aku sukaa banget sama cerita kisah Rhe dan Dody ini, tema perjodohan dan marriage life emang tema umum tapi tetep menarik hati aku buat suka. Gaya cerita ka Titi yang selalu menarik dan detail, aku suka juga sih sama idenya.

Karakter tokohnya, aku gemes sama Dody yang nggak bisa tegas sama sahabatnya. Oke sih ya dia bersikap baik, tapi ya bikin salah paham itu tu. Apalagi dia udah nikah, dan si sahabatnya juga emang nggak tau malu juga sih! Btw, aku suka sih sikap Dody yang kalem dan tenang ini. Bawaanya suka lemah kalau ada cowok macem begini tu. Rhe cewek mandiri dan kuat. Untungnya dia punya bala bantuan biar tetep waras buat melawan Medusa. Dan tokoh lainnya bikin seru, pas porsinya.

Gaya bahasanya ringan dan mengalir, selalu ada selipan qoutes keren. Memakai sudut pandang orang pertama dengan POV Rhe, jadi aku ikut merasakan hal yang dialami Rhe dan itu buat aku baper.

Interaksi antar tokohnya seru dan asyik, aku suka liat chemistrynya, kerasa feelnya. Sweet mereka tu, apalagi sikap Dody ini. Uuuuuu gemas.

Konfliknya ringan, meskipun ada si Medusa berhasil bikin aku ngumpat gegara emosi. Cobaan di dalam pernikahan emang selalu ada ya, apalagi pernikahan tanpa cinta selalu banyak godaan. Eksekusi konfliknya puas banget, endingnya aku sukaa.

Overall, aku suka banget ceritanya. Rekomen bagi yang suka tema marriage life yang nyesek dan baper.

Nb : buat kovernya tulisan Rhe-nya jadi kayak Rhed gitu cukup disayangkan sih, orang mengira nama tokohnya malah Rhed.

"Jodoh bisa tersesat, tapi tidak akan pernah tertukar."
Profile Image for Dion Sagirang.
Author 5 books56 followers
August 6, 2018
So far ini favorit saya dari Mbak Titi. Sangat realistis, dan pendalaman karakternya kuat. Bagian paling seger sih pas ada Ben & Becca, yang harus nunggu buku keduanya buat tahu kisah mereka bakal berakhir bagaimana. Lalu kelabilan tokoh Rhe di sini, lalu sikap yang dipilih Dody, benar-benar realistis yang bakal bikin kamu merasakan bahwa kamu juga bakal mengambil sikap seperti itu kalau dihadapkan pada masalah tersebut. Nggak bakal ada penghakiman, karena pemikiran yang sangat manusiawi.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
August 24, 2018
"Cinta yang bergelora akan mengaburkan logika, tapi rasa sayang akan membuat kalian menghargai apa yang kalian miliki dalam hubungan." (hlm. 310)

Dibuka dengan prolog yang nampol banget bikin penasaran, buku ini dibagi dengan enam bagian besar yang judulnya mewakili kisah didalamnya yaitu Bukan Lelaki Pilihan, Perpisahan, Rekonsiliasi, Pecah, Keraguan, dan Pengakuan. Ditelisik dari judul bagiannya aja sebagai pembaca kita akan dibawa mengira-ngira apa yang akan terjadi di dalamnya.

Baca kisah Rhe dan Dody ini ada gemes minta dilempar sama lucu minta dielus *eh.. Kisah klasik Rhe dan Dody yang berawal dari perjodohan namun pepatah cinta datang karena terbiasa berhasil dirasakan Rhe. Tapi kehadiran si Medusa atau Nana, teman masa kecil Dody, dengan mengandalkan janji masa remaja mereka, Nana datang menghancurkan segala harapan Rhe.

Mengangkat tema marriage life dengan konflik yang menghadirkan sosok masa lalu, penulis berhasil buat hatiku sebagai pembaca ketar-ketir. Walaupun cukup mainstream, tapi cara penulis mengatur alur jalan cerita ini sangat berbeda. Kehadiran tokoh yang kesemuanya memiliki karakter yang kuatlah yang membuat kisah ini seru.

Menggunakan POV 1 dari Rhe, perasaan dan juga pemikiran Rhe tersampaikan dengan sangat baik begitupun dengan tokoh yang lain dengan porsi yang sesuai. Aku juga merasa tiap tokohnya related dengan kehidupan nyata. Keberadaan Ben dan Becca juga menjadi "penengah" di cerita berkonflik rumah tangga ini menurutku. Mulut mereka yang asal nyebut cukup menghibur. Walaupun agak sebel sama Dody tapi dari pertengahan ke ending aku malah dibuat klepek-klepek sama dia.

Aku hanya agak terganggu dengan candaan Ben ke Becca atau Rhe yang menurutku kurang sesuai. Even itu sama sahabat yang lengket banget, tapi aku rada risih aja sih. Juga ending si Medusa yang menururku agak gantung gitu, nggak dijelaskan kemana rimbanya. Terlepas dari hal-hal tersebut, aku sangat menikmati buku ini. Dan rate buku ini 17+ ya, jadi bijak memilih bacaan yaa buat dedek yang dibawah umur.
Profile Image for Majingga Wijaya.
152 reviews19 followers
March 23, 2021
Lini City Lite emang nggak mengecewakan. Novel kelima Mbak Titi yg aku baca. Tulisan beliau emang selalu sukses bikin kita terhanyut terus menyelam dalam ceritanya.

Kali ini kisah pernikahan karena perjodohan yg disuguhkan. Dari pembuka novel, kita sudah disodori masalah antara Rhe dan Dody. Bagaimana mereka mempertahankan pernikahan mereka karena perjodohan. Walaupun mereka dijodohkan, mereka benar-benar menjalankan pernikahan mereka dg sesungguhnya. Bukan pernikahan kontrak atau embel-embel lainnya. Disini lebih banyak diceritakan dari pov nya Rhe. Jadi cukup bikin penasaran gimana perasaan Dody sebenernya. Apalagi saat bom masalah datang dan membuat semuanya jadi pecah. Disini Dody dibuat menjadi seorang yg plin plan, nggak bisa tegas dalam pilihannya. Tapi nggak mengurangi chemistry keduanya. Gemes banget rasanya. Tapi dengan apiknya Mbak Titi merangkai masalah demi masalah jadi ngalir aja. Bikin page turner jadinya.

And, I Love Ben!! Pecah banget nih pasti punya temen kayak Ben dan Becca. Persahabatan Rhe, Ben dan Becca ini kerasa banget feel nya. Hangat banget. Walaupun omongan mereka emang perlu saringan sih.

Thank you Mbak Titi buat novel ini. Menikmati banget deh baca buku ini :)
Profile Image for Yonea Bakla.
322 reviews36 followers
August 20, 2018
"Memaksakan diri hidup bersama orang yang salah bukanlah pilihan cerdas. Hanya akan menguras emosi dan memberi sakit hati." (Page 266)

Novel ini diawali dengan prolog tentang sikap Rhe yang berkeras pergi dari rumah Dody, tapi hatinya ditinggal. (?) Cukup menarik dan membuat penasaran. Dilanjutkan dengan enam bagian yang sangat rapi.

Rheana Purnomo baru saja diputuskan Ray ketika Mama memberi tawaran menarik pada Rhe; berkenalan dengan Dody.

Semua proses terasa lancar seperti jalan tol, hingga Nana, mantan pacar Dody kembali ke Indonesia. Becca dan Ben sebagai sahabat Rhe tentu meradang mendengar kabar keretakan rumah tangga Rhe dan Dody.

Aku tidak menemukan ide yang baru selain perjodohan dan pelakoran. Karakter Nana terkesan jahat tapi kurang kuat.

Aku suka sama Dody, sebagai suami, Dody mampu menghadapi Rhe yang meledak-ledak. Untuk ukuran pernikahan hasil perjodohan, menurutku chemistry Dody dan Rhe bagus banget. Mungkin karena terbiasa, atau jangan-jangan mereka udah jatuh cinta pada pandangan pertama? *suit2*

Disajikan dengan pov 1 Rhe, aku benar-benar merasa isi novel ini gosip belaka. Ciyus. Sepanjang cerita aku menemukan pergulatan batin Rhe dan dialog Rhe dengan Becca dan Ben. Kak Titi berhasil membuat gemas dan membangun mindset bahwa Dody plin-plan.

Alur maju-flash back bikin aku geregetan. Setting di Jakarta dan sedikit di Surabaya- membuatku berpikir, apa iya, rumah tangga di ibukota se-ngeri itu? Lokasi cerita lebih banyak di rumah dan di kantor. Sesuai dengan genre #Citylite

Semua tokoh berperan, aku merasa tokoh Becca dan Ben lebih hidup dibandingkan Rhe dan Dody. Ray dan Nana juga cuma sekilas muncul kayak hantu, konfliknya tidak terlalu banyak dan kurang pelik. *dilempar pisau*

Yang aku suka dari novel ini adalah peran orang tua Dody dan Rhe dalam mendampingi rumah tangga anak-anaknya, tanpa terkesan ikut campur. Orang tua mana sih yang gak pengen anaknya bahagia? *ambil tissue

Setelah sebelumnya baca Midnight Prince, DoMB, dan Never Let You Go, aku menemukan DSJ ini paling ringan.

Cocok dibaca buat yang suka tema domestic romance.

Rating: 3,3/5🌟
Rating usia: 21+
Profile Image for Caneya.
62 reviews7 followers
April 9, 2022
nangis bacanya, apalagi saat-saat nana mulai muncul. beneran mewek tengah malem. good😭👍🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Jurnal Si Bugot.
225 reviews7 followers
August 21, 2018
Meski pernikahan Dody dan Rhe berawal dari sebuah perjodohan, tapi hubungan mereka baik-baik saja. Nyaris sempurna bahkan. Hingga kemudian Nana datang kembali dalam kehidupan Dody. Menurutku wajar banget kalau Rhe sampai meradang gitu. Sahabat (perempuan lagi) macam apa yang berhasil membuat seorang laki-laki buru-buru berpakaian setelah make out tengah malam dengan sang istri untuk menemuinya?.
.
Greget banget baca buku ini. Rhe yang nyablak banget. Dody yang entahlah... 😂, Trus si Nana ular yang manipulatif 😬. Untung ada Ben dan Becca yang bikin ceritanya seru 😂. Ngakak terus tiap ada mereka. (Kak @titisanaria nanti bikin buku yang tokoh utamanya mereka dong 😆).
.
Keberadaan Nana sang pelakor digambarkan dengan sangat cerdas oleh kak Titi. Mirip seperti Hantu-hantu dalam film horor. Pada separuh pertama buku, Nana seperti "mitos" yang sering dibicarakan. Lalu pelan-pelan mulai ada jumpscare dengan keberadaan Nana. Sampai klimaksnya, sang tokoh utama (Rhe) harus berperang langsung dengan setannya (Nana). 😂
.
Btw, ini buku ke dua kak Titi yang kubaca setelah #MidnightPrince. Sama-sama keren, tapi beda bangett. Keren nih penulisnya, bisa bikin dua cerita bagus dengan "gaya" yang sangat bertolak belakang.
---
"Pejuang sejati berdiri tegak di medan perang untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi miliknya, bukan melempar bendera putih dan kabur padahal musuhnya baru menggertak.", ~ (hal.134)
---
Sebenarnya, cerita tentang married arrangement sudah sangat sering kita temui dalam novel ataupun film. Tapi apa yang ditulis kak @titisanaria ini justru menjadi berbeda karena "tidak berusaha berbeda banget". Maksudku, ya element-element dalam "perjodohan" tetap menjadi unsur penting dalam cerita ini. Tapi, aku ngerasanya lebih ngena dan "lebih percaya" sama cerita yang ditulis Kak Titi ini. 😆
---
"Masa lalu yang tak tuntas serupa mimpi buruk yang membekap erat dan memastikan agat kamu tak terjaga.", ~ (hal.118)
---
Menikah adalah sebuah lompatan. Kalau mau hiperbola, selepas ijab kabul, kamu seperti memasuki dimensi berbeda. Bayangkan setiap malam, disampingmu ada "orang asing" yang harus kau bagi segala-galanya bersama dia.
.
Aku pernah membaca dalam sebuah literatur, bahkan untuk perempuan atau laki-laki paling soleh pun, selalu ada "kemungkinan" hadirnya orang ketiga. Tapi kamu bisa "menutup" mata pasanganmu dari mereka 😁. Caranya jangan tanya aku ya, belum pernah 😂.
---
Novel Di Simpang Jalan ini adalah bentuk cerita married life yang paling realistis yang pernah kubaca. Rhe terlihat seperti manusia biasa dengan segala spontanitasnya. Dan segala keputusan yang diambil Dody juga masuk akal.
.
Alurnya cepat dengan plot yang sangat rapi. Konfliknya dieksekusi dengan tuntas. Tidak ada pertanyaan yang tersisa di setelah menutup halaman terakhirnya. Semua karakter memberikan pengaruh pada cerita, mereka muncul dengan porsinya masing-masing. Aku juga suka dengan sidekick karakternya, Becca dan Ben 😍😆. Karakter mereka sangat kuat, tapi tak sampai "menutupi" Rhe dan Dody.
.
Sangat direkomendasikan 😁!
---
My rating :
Story : 🌟🌟🌟🌟
Romansa : 💖💖💖💖
Sensualitas : 💋💋💋(Tidak ada deskripsi eksplisit. Tapi dialog dari beberapa tokohnya cukup menggambarkan hal itu. Remember, ratingnya 17+)
---
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
November 9, 2018
Setelah membaca dua novel karya TS sebelumnya (dan dua2nya saya beri rating 4 bintang), membaca yang satu ini berasa ada yang kurang. Bisa jadi karakter Rhe yang kurang sarkas, meski dia digambarkan bawel dan suka nyinyir. Saya malah lebih suka sama Becca, sahabatnya Rhe, yang karakternya lebih lepas.
Begitu juga dengan Dody. Dia cowok kalem, pembawaan dewasa, tapi bisa menjadi "liar" saat bersama Rhe. Tapi liarnya juga nanggung. Lebih ganas Ben. :))
Saya suka dengan ide cerita tentang perjodohan dan cinta yang bertumbuh karena perjodohan itu. Tapi bagaimana cinta Rhe bisa bertumbuh tidak digambarkan dengan baik. Tiba-tiba saja mereka sudah terbiasa menjalani pernikahan hasil perjodohan ini. Kalau mau dilihat malah jelas tersirat itu cintanya Dody. Tapi Rhe yang bolak balik mempertanyakan kesetiaan Dody. Memang ada masalah orang ketiga, dan keduanya butuh kejujuran.

Btw, Ben dan Becca dibikinkan novel tersendiri ya... pengennya sih dua orang itu jadian aja. Rame pastinya.
Profile Image for Nina Dee.
93 reviews4 followers
February 21, 2019
Apa yang akan kamu lalukan jika tiba-tiba orangtuamu ingin menjodohkanmu?

Di Simpang Jalan adalah novel kedua Titi Sanaria yang saya baca setelah Dirt on My Boots. Overall, saya lumayan suka dengan Dody & Rhe.

Novel ini mengambil tema perjodohan. Ibu Dody dan Mama Rhe adalah sahabat yang berniat menjodohkan kedua anak mereka. Pernikahan Dody dan Rhe tidak dilandasi cinta.

Penokohan

Dua tokoh utama di sini adalah Dody dan Rhe. Dody adalah pria mapan, tampan, bertubuh atletis, pandai memasak, sabar, patuh kepada orangtuanya, dan bertanggungjawab. Meskipun memiliki karirnya sendiri dan statusnya sebagai kepala rumah tangga, Dody tidak segan untuk 'melayani' Rhe yang bekerja sebagai notaris dan tidak bisa memasak. Alhasil, hampir setiap hari saat Rhe akan berangkat, segelas coklat panas dan sepiring menu sarapan sudah tersedia di meja makan untuk ia santap. Rhe juga memiliki trauma sehingga ia tidak bisa menyetir, Dody pun siap mengantar jemput Rhe setiap hari.

Siapa yang tidak ingin punya suami seperti Dody? Yah, asalkan minus mantan yang terbobsesi ingin kembali padanya, saya juga mau.



Tidak hanya berkutat pada Dody, Rhe, dan si Mantan. Ada juga dua sahabat Rhe yang tidak punya penyaring di mulutnya: Becca dan Ben. Mereka teman ngobrol yang menyenangkan dan sahabat yang bisa diandalkan walaupun otak keduanya perlu direndam di lautan!

Jodoh memang bisa tersesat, tapi tidak pernah tertukar. (hlm. 246)


Setting, Sudut Pandang, dan Gaya Bahasa

Di Simpang Jalan berlatar di Jakarta. Penggambaran setting tempat tidak terlalu mendetail, kecuali untuk tempat-tempat yang memang mendukung suasana. Setting suasana digambarkan dengan bagus. Penggambaran dari sudut pandang Rhe, semakin mendukung kegalauannya. Konflik batinnya digali dengan baik.

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. 'Aku/ku'-nya tidak bertebaran seperti yang katanya terjadi di Midnight Prince (katanya, karena saya belum baca). Dialog di sini menurut saya lebih luwes dan konsisten daripada Dirt on My Boots. Gaya bahasanya juga lebih enak.

Untuk konfliknya, memang sudah muncul sejak awal. Bagian perkenalannya jadi agak kurang. Akhirnya, terbangunnya chemistry antara Dody & Rhe di awal juga kurang tergambar, walaupun semakin ke belakang semakin kelihatan. Penyelesaiannya memang agak drama. Tapi, bahkan di dunia nyata aja banyak yang lebih drama kalau membahas pelakor.

Overall, saya suka novel ini. Sebenarnya, batas usianya 17+, tapi buat yang masih SMA saya rasa nanti dulu deh (tumben banget saya masalahin batasan usia ya).

PS: Nggak sabar nungguin bukunya Ben-Becca.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
September 26, 2018
Review lengkap http://www.kubikelromance.com/2018/09...





Putus dengan mantannya yang lebih memilih bertunangan dengan wanita berdarah biru, Rheana terpaksa dihadapkan dengan rencana ibunya yang mengemban misi perjodohan dengan anak sahabatnya sewaktu sekolah dulu. Hanya satu kali pertemuan dan dia akan mengatakan kalau tidak tertarik dengan laki-laki tersebut. Namun, Dody meminta satu pertemuan lagi untuk mencari alasan karena dia tidak bisa menolak permintaan ibunya. Nahasnya, di pertemuan kedua Rhe malah membuat dirinya tidak bisa lepas dari perjodohan yang mulanya dia hindari.



Pernikahan mereka berjalan lancar, Rhe mulai bisa menerima kehadiran Dody, menjalankan tugasnya sebagai istri dengan baik, bahkan lama-lama dia mulai memiliki perasaan pada suaminya tersebut. Namun, semua perasaan yang dialami Rhe mulai terkikis dengan hadirnya masa lalu Dody. Rhe menganggap Dody belum bisa melupakan cinta pertamanya, misalkan saja dengan bukti masih ada foto-foto mereka berdua di kamar lama Dody di rumah orangtuanya dan wallpaper di laptop.



Hubungan mereka semakin buruk semenjak Nana kembali ke Indonesia dan berniat bercerai dari suaminya. Nana seperti ingin merebut Dody kembali. Sikap Dody pun tidak membantu, dia selalu ada bila Nana membutuhkan, kapan pun tanpa mempedulikan waktu dia akan langsung datang bila Nana memanggilnya. Dody tidak percaya ketika Rhe mengatakan bagaimana sifat Nana yang sebenarnya. Keputusan besar diambil Rhe karena sudah tidak tahan dengan rumah tangga yang tanpa cinta, dia berniat bercerai. Namun, semakin Rhe menjauh, Dody semakin mendekat.

"Cinta itu sama seperti perasaan lain, Dy. Marah, kesal, senang, dan sedih. Datang dan pergi. Nggak abadi."

"Cinta itu egois. Satu untuk satu. Saat dia memilihku, tak boleh ada tempat untuk orang lain lagi di antara kami. Tak ada opsi lain."

"Buatku, Rhe. Rumah itu bukan perwujudan bendanya. Rumah itu adalah tempat di mana aku pulang, dan ada kamu di situ."

Masih khasnya mbak Titi Sanaria, penuh emosi dan candaan di saat bersamaan, ditulis dengan narasi lugas, tanpa basa basi atau kalimat penuh metafora, apa adanya alias tanpa sensor tapi masih dalam cakupan aman, sehingga terasa lepas. Hadirnya orang ketiga memang bisa ditebak, hampir selalu muncul dalam konflik yang dia buat, tapi tidak masalah, tetap menarik untuk diikuti. Satu hal yang kurang saya suka dalam setiap novelnya, saya kurang sreg dengan pemilihan nama Dody, terasa old school dan nggak kekinian, ini juga pernah saya bahas dulu, memang minor dan sangat subjektif, sih. Hanya saja ini sering banget, jadi pengin nanya ke penulisnya langsung kenapa memilih nama-nama jaman dulu untuk tokoh utamanya?



Bagian penuh emosi bisa ditemukan ketika kita melihat perkembangan hubungan Dody dan Rhe, yang awalnya tidak ada rasa cinta, lama kelamaan bersemi. Dari sisi Rhe dengan jelas kita bisa melihat dari rasa cemburu-nya pada Nana Medusa. Sifat Rhe dan Dody bertolak belakang, kalau Rhe dengan mudah mengungkapkan apa yang dia rasa karena dasarnya cerewet, berbeda dengan Dody yang pasif dan pendiam, dia lebih menunjukkan aksi daripada kata-kata basi. Gesture apa yang dia lakukan untuk mempertahankan Rhe menjadi kunci perasaanya.



Sisi humor tidak lupa penulis selipkan, bisa kita dapatkan ketika Rhe bertemu dengan dua sahabatnya, Ben dan Becca. Dialog-dialog nakal tidak lepas dari obrolan mereka, yang biasa kita dapatkan juga di kehidupan nyata, laiknya bertegur sapa dengan orang terdekat, tidak ada batasan, kita bisa menjadi diri kita apa adanya, bisa mencurahkan apa yang tidak bisa ungkapkan secara lantang. Misalkan ketika Rhe menyadari perasaanya dan Becca percaya Dody pun memiliki perasaan yang sama, dia meyakinkan Rhe untuk bertahan, sesuatu yang harus dia diperjuangkan.



Bicara Ben dan Becca, yang bakalan ada bukunya sendiri nanti, kelebihan lain dari penulis yang saya suka adalah dia menciptakan universe sendiri untuk cerita rekaanya, satu buku berhubungan dengan buku lain, memiliki benang merah, bisa dibaca terpisah. Nantinya, akan ada Starting Over, masih on goin di wattpad, yang memiliki benang merah dengan cerita Ben dan Becca. Hal ini menyenangkan karena kita bisa mengetahui kelanjutan cerita sebelumnya secara tidak langsung dan tentu menjadi ciri khas tersendiri.



Ada beberapa adegan favorit saya, misalkan waktu Rhe pingsan tapi malah Ben yang mengurusi, sewaktu Dody tiba perasaanya tergambar dengan jelas, dia merasa gagal, merasa kecewa karena di saat Rhe membutuhkan dirinya Rhe lebih memilih orang lain. Antara sebal juga dengan Dody karena sebelumnya dia bilang tidak bisa menjemput Rhe dan lebih mementingkan yang lain. Kedua saat Rhe berhadapan dengan Nana sampai tercipta adegan perang, lebih ke kocak, sih, terasa nyata saja, dan suka banget bagaimana Rhe membalasnya dengan kata-kata.



Bagi yang mencari cerita domestic drama tentang perjodohan, Di Simpang Jalan cukup recommended, membaca buku ini membuktikan bahwa kadang perasaan memang harus dilafalkan agar tidak salah sangka, agar jelas, kadang tindakan saja tidak cukup untuk sebagian orang. Ada beberapa adegan dewasa dan kata-kata vulgar tapi tidak eksplisit sehingga masih aman untuk dikonsumsi, tapi tetap disarankan khusus dewasa.
Profile Image for Roem Widianto.
83 reviews3 followers
July 6, 2021
Ini kali kedua aku novel ini dan aku tetap suka 😍. Kayaknya Kak Titi ini jago banget buat merangkai kata, ya. Jujur aku kurang suka karakter Rhe, Dody, apalagi Nana. Rhe suka menyimpulkan masalah sesuai dengan pemikirannya sendiri, Dody kurang terbuka dan kurang tegas juga, dan Nana... tipe-tipe perempuan pelakor yang biasa muncul di FTV Indosiar. Aku gak suka FTV yang pake pelakor-pelakor gitu, dan aku yakin 100% gak suka banget banget banget nget nget nget sama Nana. Tapi aku tetep suka novelnya. Kak Titi dengan kekuatan ajaib pemilihan katanya emang bisa menghipnotis. Gimana dong.. Ehehehe.

Baca novel ini tuh rasanya kayak naik rollercoaster. Ada kalanya naik, jantung rasanya ikut dilambungkan tinggi-tinggi. Ada kalanya turun dengan kecepatan tinggi,sampai hati ini rasanya seperti dihempas dengan ditambah ada sensasi cekit-cekitnya gitu.
4 reviews
January 28, 2020
Apa cuman gw yg ngerasa ya...
Karakter utama cw di sini hampir sama Ama di buku yg lain, dongeng ttg wkt dan buku yg lain jg
Cirinya, 'dikelilingi' tmn2 tmpt curhat yg bikin dia labil n ketergantungan GT sjg terkesan lemah

Cuma setting Ama kerjaan nya aja beda
Profile Image for Itsmidnightblue.
46 reviews1 follower
July 9, 2022
Kesal dengan female lead nya karena labil kayak anak abg😭 tapi so far bagus sih bahasanya, ngalir dan enak untuk dibaca.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
March 30, 2022
“Menikah dengan seseorang yang udah lama lo kenal nggak jadi jaminan akan berhasil juga. Waktu perkenalan nggak bisa dijadikan ukuran kelanggengan hubungan.”

“Banyak pernikahan berdasar cinta yang kandas dan karam di tengah jalan. Karena pada dasarnya, hubungan itu bertahan karena keteguhan memegang komitmen dan rasa tanggung jawab. Dalam perjalanan pernikahan, cinta yang menggebu perlahan mengendur, dan tersisa hanyalah perasaan sayang yang sifatnya bertahan lama. Cinta yang bergelora akan mengaburkan logika, tapi rasa sayang akan membuat kalian menghargai apa yang kalian miliki dalam hubungan.”


Akhirnya maraton baca kisah tentang ‘Dody dan Rhe’, setelah baca kisah ‘Ben dan Becca’. Dan lagi-lagi Mbak Titi tidak mengecewakan. Aku suka sekali sama novel ini.

Kalo di kisah ‘Ben dan Becca’, Mbak Titi mengangkat tema friendzone. Di kisah ‘Dody dan Rhe’ ini, Mbak Titi mengangkat tema perjodohan. Jadi Dody dan Rhe ini menikah karena di jodohkan oleh mama mereka, yang kebetulan mama mereka bersahabat sejak lama.

Tentu saja Rhe tidak serta merta menerima perjodohan ini. Berbagai upaya dilakukan Rhe untuk menggagalkan perjodohan ini. Namun, sebuah peristiwa yang tak di duga oleh Rhe, membuat Rhe akhirnya harus menerima perjodohannya dengan Dody.

Nah, kalian penasaran nggak, bagaimana lika-liku perjalanan Rhe mengarungi kehidupan rumah tangga bersama Dody.. Kalo iya, cus langsung aja baca novel ini biar tau seperti apa perjalanan rumah tangga mereka.

Yang jelas, kisah mereka sweet sekaligus greget banget. Banyak pelajaran yang bisa di ambil dari novel ini. Pokoknya rekomen banget buat dibaca.
Profile Image for Isa Sulistyorini.
168 reviews3 followers
August 4, 2018
Ok, dari 3 karya mbak titi yang diterbitkan oleh elex media..... Di Simpang Jalan ada di urutan nomor 1 dilanjut dengan Midnight Price di posisi ke 2 dan Dirty On My Boots di posisi ke 3.
.
.
Kenapa sih Di Simpang Jalan ini jadi favorite I?. .
.
1. Alurnya rapih.... Permulaan cerita, mulai menanjak ke konflik, klimaks si konflik , eksekusi konfliknya, peredaman/penurunan/penyelesaian konflik, menuju ending, epilog semua timingnya pas.... Ibarat senam ada pemanasan, inti kemudian pendinginan.. Buat aku novel ini ending+epilognya mulus... Karena sebelumnya (DOMB) aku ga dapet feel ending dan epilognya, kaya habis senam tp pendinginannya kurang. 😝😝😝😝.
.
.
2. Aku suka karakter-karakter di novel Ini Rhe & Becca pemikirannya lebih realistis untuk ukuran wanita karir. Kemudian karakter Dody cocok dengan pekerjaannya... Karena biasanya org dengan pekerjaan itu memang irit dan sekenannya kalau bicara. Ben sesuai lah ya... Pinter ngeles. Chemistry mereka dapat banget

3. It's not about kita nikah habis itu beres. Ketika menikah tentu saja waktu kita ga sebebas dulu. Pesan pertama kalau kita punya sahabat yang sudah menikah harus sadar diri kalau mau ganggu. Kedua aku suka sifat Rhe... Dia modelnya sekali, duakali "liatin aja dulu" kemudian kalau sudah "jengkeli" baru komunikasi... At least di awal dia sudah mencoba komunikasi dengan baik.. Sisanya liat sikon wkwkwk.... Memang perempuan pada dasarnya baperan... Sekuat-kuatnya juga masih punya hati 😂😂😂😂
Profile Image for Dian.
21 reviews4 followers
September 9, 2018
3,8 🌟

Awal baca blurb novel ini kupikir bakal berat, prolognya juga agak nampol gitu, tapi pas baca sampai akhir ternyata cerita ini lebih ringan dari cerita kak Titi yang lain. Terasa realistis kisah perjodohan mereka.
Aku baca novel ini kebanyakan ketawa, nggak seperti kisah di novel kak Titi yang lain yang selalu menguras air mata, kecuali Domb ya kayaknya.
Dan lagi-lagi karakter cowok di novel ini bikin aku jatuh cinta, sikapnya yang tenang bikin adem aja gitu apalagi menghadapi Rhe yang agak-agak plinplan nggak ngerti lagi. Kehadiran Ben dan Becca juga makin memeriahkan suasana /eh bikin nggak sabar nunggu novel mereka terbit juga.
Tapi aja yah, konfliknya kurang nendang nih, sosok antagonisnya kurang jahat hahaha lain kali lebih dijahatin lagi dong kak Titi, masa udah dikasih panggilan medusa tapi jahatnya segitu doang hmmm. Tapi penyelesaian konfliknya lumayan apik yah nggak yang terlalu maksa. Intinya mah aku suka deh sama kisah Rhe dan Dody ini, ditunggu kisah Ben dan Becca juga yah, tolong jangan lama-lama, sukses terus buat kak Titi dan juga kakak editor yang udah bekerja keras untuk novel ini agar lebih baik 😂😂
Profile Image for Audrey.
28 reviews1 follower
August 6, 2018
Sudah 2 buku dari karangan dari Kak Titi Sanaria, dan ini buku ketiga yang saya baca. Selalu suka alur ceritanya dan karakter-karakter yang ada di novel selalu terlihat realistis dan detail banget.

Beda dengan 2 buku sebelumnya yang saya baca (Dirt on my boots & Midnight Prince), buku ini kurang kata-kata sarkas yang biasa bikin ketawa tapi buku ini romantis banget. Cerita dari buku ini temanya tentang perjodohan dan pemicu utamanya pasti dari orang ketiga. Pastinya sering donk dengan alur ini, tapi yang bikin beda dari buku lainnya adalah karakter laki-laki (Dody) disini yang bikin deg-degan karena pemikiran laki-laki yang pada dasarnya cuek tapi romantis ditambah teman-teman dari karakter utamanya yang bikin senyum-senyum dengam obrolan mereka. :)
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
March 5, 2019
Kisah Dody & Rhe bukanlah suatu yang baru, malah kisah yang mengangkat tentang perjodohan sudah banyak. Mungkin karena itu, penulis memakai alur yang cepat tanpa bertele-tele di bagian awal. Konflik yang ada di tengah cerita, lagi-lagi bukan suatu yang mengejutkan, orang di masa lalu Dody datang dan membuat Rhe gelisah galau merana alias gegana terhadap hubungannya dengan Dody.

Favoritku dalam novel ini adalah saat Rhe mau pisah dengan Dody sehingga Rhe balik ke apartemen dan meninggalkan rumah mereka. Ehhh Dody malah ikut-ikutan ke apartemen Rhe dan memaksa tinggal di sana. Gagal sudah rencana Rhe 🤣

Walaupun kisahnya mainstream, tapi asyik kok untuk dibaca.
Sama seperti Dirt on My Boots, di novel ini banyak naughty and dirty jokes. Jadi yaaa.. pembaca harap bijak ya ehehe.
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
February 16, 2019
more on : https://whatsgabyread.blogspot.com/20...

Jujur aja, setiap baca novel kak Titi ini pilihannya ada dua, menangis terharu atau ketawa cekikikan. Dan novel ini adalah pilihan yang kedua. Selalu dibikin ketawa sama kelakuannya Ben-Becca, perdebatan mereka dan juga tingkah laku Rhe.

Awal baca novel ini, aku mikir, Rhe kan nama cowok ya, apa kak Titi ngbahas LGBT apa gimana. Eh pas baca, ternyata cewek. Dan sikap ceweknya ini mirip banget sama aku kalo lagi marahan sama doi, sesarkas-sarkasnya juga. Dody-nya pun, mirip banget sama doi. Sekalem-kalemnya, sabar-sabarnya, keras kepalanya.
Profile Image for Autmn Reader.
884 reviews93 followers
February 8, 2023
Actual rating 4,5 🌟

Aaaaaa seru bangeeet. Ben sama Becca mood booster banget di sini mreka bkin ngakak parah. Fast read banget sih baca inimah. Wkwk

Trus dri semua karakter dri bku Mbak Titi, ini cweknya lbih berkarakter sih, lbih konsisten, wkwk.

Ini emang jumpy gtu ya pas awal krena di fast forward, kukira bkalan kentang krena itu, tapi ternyta enggak. Masih tetep kerasa kesel dan betenya sama Dody yang omongannya bkin salah paham mulu, wkwkw.

Dan aku juga suka semua tokoh di sini porsinya pas dan sesuai. Gk kuat pingin baca Ben and Becca soalnya mreka lucu beut. 😂
Profile Image for Frily.
22 reviews
November 29, 2019
Karakter tokoh utama cowok dan cewek, persis di dongeng tentang waktu.
Pun karakter teman akrab tokoh utama cewek, yang mulutnya parah banget.
Alur kurang lebih mirip, deh.
Awalnya si cewek ga suka, terus pas dia suka bgt, berasa ditinggalkan, dan akhirnya baikan.
Ciri khas nya, konflik si tokoh utama tuh bikin ribet bgt org2 di sekitarnya. Terkesan nggak mandiri bgt.
Cuma beda setting kota aja.
Profile Image for Stefanie.
29 reviews2 followers
July 23, 2020
Nggak tahu kenapa, tapi gue sama sekali nggak merasakan chemistry antara Rhe dan Dody. Hubungan mereka ini kayak fwb deh, serius. Gue bacanya datar banget.

Dody dan Rhe di sini kayak orang tolol. Yang satunya kayak perempuan yang cuma dibutuhin pas lagi pengen. Yang satunya nggak bisa tegas, lenjeh banget. Sumpah, gue gemes banget sama ini dua pasutri pengen bentak-bentak buat bilang: "lo semua tolol!!"
Profile Image for Rini Surastika.
52 reviews6 followers
May 17, 2020
Novel yang mengangkat tema tentang perjodohan ini berbeda dari novel yang mengangkat tema serupa. Tidak banyak drama di awal yang membuat novel ini lebih realistis. Justru, di awal-awal membaca novel ini, penulis sudah menciptakan konflik sebagai opening.

Rasanya menyenangkan membaca novel ringan dengan alur yang betul-betul berbeda, bayangkan saja setelah pernikahan karena perjodohan yang tidak terkesan melankolis, langsung mulai dipaparkan tentang masalah yang perlahan-lahan menghadapi mereka.
.
.
"Masa lalu yang tak tuntas serupa mimpi buruk yang membekap erat dan memastikan agar kamu tak terjaga." (Hal: 110)

Konfliknya memang sudah banyak diangkat, tapi yang menarik, novel ini menawarkan penyelesaian yang berbeda. Gak ada tumpahan air mata yang berlebihan, well menangis itu wajar saat rumah tangga mulai dilanda masalah, tapi kembali lagi kalau itu semua gak akan mengubah segalanya.
.
.
Karakter Dody yang pendiam dan gak peka benar-benar berbanding terbalik dengan Rhe yang cerewet dan di awal sudah menunjukkan tindakan gegabah karena patah hati, lalu mulai bermunculan perspektif negatif di kepalanya. Satu sisi, saya mewajarkan sifat Rhe ini, karena siapa yang gak nethink coba kalau misalkan suamimu merelakan waktunya di pertengahan malam hanya karena sahabat wanitanya menelfon karena kelaparan, tapi di satu sisi saya juga gemas sama sifatnya yang labil dan gengsinya, sudah tau suaminya tipe pria yang kalau-lo-gak-ngomong-gue-gak-bakalan-tau, tapi tetap aja gengsinya dipelihara. Nana ini bisa dibilang si pemeran antagonis, kalau dalam drakor yang lagi ngetren sekarang karena bikin emosi penonton, dia itu pelakor dan benar-benar gak punya malu😂
Terus karakter lain yang juga bikin seru itu Becca-Ben, dan ibu Doddy sama mama Rhe. Mereka juga sering muncul, sebagai penambah bumbu dalam cerita ini.
.
.
Seperti novel Mbak Titi Sanaria yang lainnya, novel ini juga tidak lupa menonjolkan sisi persahabatan antara Rhe, Becca dan Ben, yang kocaknya gak tau aturan😂. Saya suka karakter Becca yang stay positif thinking, walaupun mulutnya itu gak bisa ngerem, spontanitas.
.
.
"Saat memulai hubungan dengan laki-laki tanpa berlandas cinta, perempuan yang selalu gampang jatuh lebih dulu. Karena kita selalu menilai semua hal dengan hati." (Hal: 164).

Setiap chapter menawarkan quotes-quotes menarik, saya juga menemukan ini dalam novel Mbak Titi yang lain, seperti Midnight Prince. Quotesnya bisa dijadiin caption instagram, tersedia untuk quotes motivasi, patah hati, dan sedang sayang-sayangnya.
.
.
Dari novel ini, ada beberapa pesan yang mampu saya tangkap, salah satunya bahwa kepercayaan dalam sebuah hubungan itu penting selain komunikasi, karena kalau gak saling percaya, berarti ada yang salah dalam hubungan itu.
.
.
4.5/5🌟
Profile Image for Lelita P..
632 reviews58 followers
December 20, 2020
Waktu awal-awal baca, I was like, "Lhaaa ini alurnya cepet banget?" Biasanya kan, di cerita-cerita tentang pernikahan yang berasal dari perjodohan, pasti sebagian besar alur ceritanya tentang bagaimana si pria dan wanita yang dijodohkan itu--yang awalnya nggak punya rasa apa-apa--akhirnya jatuh cinta, perlahan, setelah berbagai drama.

Novel ini beda.

Proses itu di-skip. Tetahu si Dody dan Rhe udah lompat aja ke masa enam bulan pernikahan, udah tidur bareng, udah menjalani hubungan yang baik-baik saja, nggak ada drama-drama.

Pas sampe bagian itu, jujur kening saya berkerut. "Lhoo tumben? Tapi, kok, halaman bukunya masih banyak? Terus novel ini ceritanya tentang apa?"

Mungkin itu strategi Mbak Titi Sanaria untuk membuat pembacanya terus melanjutkan membaca, ya. Dan dia berhasil.

Konfliknya ternyata memang baru di belakang, saudara-saudara! Dan yaaa, tentu saja namanya cerita model begini, tarik ulur dan bikin geregetannya tetep ada, tetep dapet. Setiap baca novel kayak gini, saya tuh bawaannya pengin teriak ke suami istri yang berkonflik, "Kenapa sih kalian nggak saling jujur aja dari awal? Kenapa sih nggak langsung nanya klarifikasi ke orangnya? Kenapa sih harus pake prasangka-prasangka? Kan kalo jujur, nanya, klarifikasi, nggak berprasangka, nggak bakal berlarut-larut masalahnya!"
Etapiii ntar ceritanya nggak jadi novel, ya. xD Emang cerita model begini pastinya tipikal yang akan bikin orang sebel sendiri bacanya, haha.

Tapi anehnya, novel ini nggak bikin sesebel itu, kok. Novel ini punya gaya penulisan dan konflik yang lumayan segar, terasa manusiawi dan realistis juga. Karakter-karakternya nggak terasa menye-menye, walaupun ada labil-labilnya si Rhe tapi masih dalam batas wajar. Saya juga suka sekali chemistry Rhe dan Dody ... bikin tersapu-sapu sendiri sepanjang membaca, astagaaah. =)) =))

Highlight novel ini, sebagaimana yang semua orang bilang, tentu saja banter-nya Becca dan Ben. :))) Gileee, ngakak banget, vulgar banget banteran mereka! Narasi atau dialog si Rhe yang sarkas aja kadang udah bikin ketawa, tapi itu nggak ada apa-apanya dibanding banteran Becca dan Ben. Lembaga Sensor nyerah kali sama mulut mereka yang nggak ada filternya sama sekali! :)))) Saya nggak pernah tahu humor vulgar bisa dibikin selucu itu. :)))

Anyway, perjalanan membaca yang menyenangkan sekali dari awal sampe akhir. Cocok banget untuk yang nyari novel drama rumah tangga yang asyik, segar, nggak terlalu menye tapi tetap intens emosinya, lumayan realistis, dan bertaburan humor sarkas/vulgar. :)))
Profile Image for ❥ LADY BUG ☄. *. ⋆.
71 reviews2 followers
December 18, 2023
Awalnya skeptis baca karena novel ini mengangkat cerita perjodohan, which is tipe cerita yang gak gitu saya suka. Tapi ternyata penulis membuat cerita ini terasa seru untuk diikuti karena gaya bahasanya yang mengalir dan diselipi dialog antar tokoh yang cukup menyenangkan.

Sebenernya konflik yang diangkat ini cukup sederhana, miscummunication as always. Hanya saja dimasukin ke dalam lini marriage life, yang mana bikin kisah ini jadi terkesan realistis dan berat.

Meski karakternya dibilang realistis, rasa sebal terhadap para tokohnya lebih kerasa. Nggak cuma Nana si antagonis, kedua protagonis -Dody dan Rhe cukup bikin gemes (in a bad way) karena tingkah lakunya.

Nana si tipe antagonis sinetron ini kocak banget. Karakter Nana dibikin sebagai janda kekanakan yang ingin merebut suami orang. Motif merebut Dody dari Rhe itu nggak jelas, backstory antara dia dan Dody cukup menggangu karena nggak ada hubungannya dengan sikap Nana yang gak bermoral. Justru aku lebih berharap dia ada bagusnya dikit biar lebih realistis (ini mah fix villain sinetron). Berharap ada character development buat Nana, sayangnya di akhir cerita (yang terlalu menggantung) Nana dibiarkan begitu saja meski dia pangkal masalahnya.

Untuk Dody dan Rhe, masalah utama mereka cuma miskom doang. Dua-duanya takut mengatakan cinta lebih dulu, gemes banget ih (one more time, in a bad way). Dody merasa gak perlu mengatakan cinta tapi Rhe butuh kata cinta dari Dody (masalah yang se-sepele itu padahal).

Yap, seperti yang sudah saya duga, Becca menjadi karakter favorit saya di novel ini. Dia netral meski lebih condong ke Rhe, tapi dia tetap gak memutus kemungkinan kalo Rhe juga salah (intinya dia karakter yang berperan besar membuka pandangan Rhe). Tapi serius deh, mulut Ben dan Becca harus di filter, agak culture shock membaca percakapan intim mereka HAHAH.

Overall, cukup menikmati ceritanya. Meski kurang sreg pas bagian awal yang mana terlalu dipaksain dan aneh banget proses menuju pernikahan mereka (Rhe cuma salah ngomong, lho). Kemudian Rhe memilih tetap diam karena takut mempermalukan kedua orang tuanya? Aigooo. Ditambah Ibu Dody yang sakit jantung, bisa-bisa kambuh pas tau kenyataannya? AIgooo.

Displaying 1 - 30 of 87 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.