Buku yang enak dibaca, semacam 'behind the scene dalam pengambilan keputusan' ..dari pandangan ilmu manajemen sampe sisi-sisi manusiawinya. Banyak lessons learned yang didapat -terlepas dari engkau nyoblos SBY apa enggak. Menarik mengetahui SBY selalu dateng tepat waktu, bahkan lama duduk sendirian di pertemuan OKI menunggu pemimpin islam lain yang pada ngaret (sedih! itulah orang-orang islam yang tuhannya bersumpah 'demi masa'), pernah naik motor dibonceng PM karena terjebak macet dan pingin dateng tepat waktu buat meresmikan acara balap internasional -bahkan pengguna jalan nggak nyadar motor yang nyalip-nyalip itu SBY. Tentu saja buku ini gak bisa lepas dari unsur subyektif, tetapi sebagai pembaca, memang lebih enak jadi pembaca yang bersikap obyektif : lupakan urusan ini kampanye apa bukan. kalau toh kampanye, tetap buku kampanye yang elegan karena memberikan kontribusi keilmuan yang besar dalam bookshelves kepemimpinan dan seni diplomasi.
UPDATE 2019 Sejak ada Jokowi, SBY jadi jauh kepental. Apalagi ngeliat sepak terjangnya pasca nggak lagi jadi presiden yang di beberapa aspek bikin aku garuk-garuk kepala hehe. Walau begitu, aku tetap hormat ke dia.
******
Aku biasanya takut bila harus berkata, ”Aku mengagumi SBY!” tapi sejak baca buku ini, aku gak perlu ragu lagi untuk bicara seperti itu. Kenapa ragu? Karena SBY seorang tokoh politik yang tentu ada saja yang tidak menyukainya. Aku takut jika ada yang menjelekkan dia, aku tidak bisa membela dengan sederetan argumen-argumen cerdas (seperti yang dipaparkan oleh Om Dino), karena keterbatasan informasi yang aku punya (bukan berarti setelah membaca buku ini, aku siap berdebat, tidak! Pengetahuanku masih cetek).
Aku mengaguminya, tapi tidak mengelu-elukannya. Toh, bagaimanapun baiknya ia dimataku, bahkan di mata Om Dino Patti Jalal (salah satu Jubir presiden SBY), SBY tetap manusia biasa yang ada kekurangannya.
Jika sedari awal sudah tidak suka dengan SBY, sebaiknya jangan baca buku ini. Kenapa? karena buku ini ditulis oleh Jubir Presiden, tentu yang akan dipaparkan adalah yang baik-baik mengenai SBY. Orang yang benci sama SBY bisa terus-terusan jengkel jika baca buku ini. Tapi, eh tunggu, Om Dino juga dengan baik memaparkan kelemahan-kelemahan dan kekurangan SBY loh. Misalnya saja, SBY yang selalu teguh menjaga ’kata-kata’ sempat salah langkah ketika menginformasikan mengenai layanan SMS negara. Atau misalnya, Om Dino yang pernah ditegur keras oleh SBY, karena lalai menyelesaikan tugas (yang sebetulnya sudah diselesaikan, tapi dianggap tidak tuntas oleh SBY)
Kalau kebanyakan memaparkan hal yang baik, itu wajar, karena buku ini ditulis tentu dikarenakan rasa kagum Om Dino sama SBY. Kalau, sedari awal Om Dino merasa SBY ’nothing’ tentu gak usah capek-capek menulis buku ini.
Kejadian-kejadian besar yang selama di pemerintahan SBY kerap disorot, dipaparkan dengan menarik oleh Om Dino. Semua dari sudut pandangnya sebagai Jubir. Betapa loyalitas SBY sebagai presiden terhadap negara, telah menginspirasi Om Dino menulis buku Seni Memimpin ala SBY ini (dari acara TV, diberitahu Om Dino menulis buku ini tiap malam selama 4 bulan).
Suka duka Om Dino selama jadi jubir terpapar jelas. Betapa mobilitas SBY yang tanpa henti, sempat menyiutkan nyalinya dan sempat membuatnya berfikir, ”apakah aku mampu mendampingi beliau?”
SBY peragu. SBY lambat. SBY tidak tegas. Semua dibantah secara nyata di buku ini. Betapa keputusan-keputusannya sebagai presiden yang penuh perhitungan, kerap diartikan lawan politiknya sebagai suatu kelemahan. Padahal tak jarang, SBY mengambil keputusan dengan tepat, cepat, dan efektif. Kebijakan-kebijakan yang tidak populer (seperti kenaikan BBM) juga dijadikan pilihan oleh SBY untuk menyelamatkan kondisi ekonomi yang terpuruk.
Banyak sekali cerita-cerita, maupun anekdot-anekdot cerdas, menyentuh dan inspiratif yang ada di buku tebal ini. Aku sendiri, tripel semangat untuk segera menuntaskan buku ini. Bahasa yang digunakan Om Dino sangat mengena. Benar, semaki tinggi intelektual seseorang (Om Dino seorang Doktor) maka ia berupaya untuk semakin menyederhanakan bahasa yang digunakan.
Salah satu buku yang bakal aku ingat terus, dan sangat aku rekomendasikan. Baik bagi pencinta ataupun orang-orang yang membenci SBY. Anggaplah SBY itu buruk dll, tapi ambillah hal positif darinya melalui buku ini.
Bagi sebagian orang, SBY mungkin tidak berhasil dalam masa jabatannya ini. Banyak orang-orang yang merasa tidak puas, berkoar-koar secara lantang dan pedas dengan cara yang tidak terhormat –kalau aku bisa bilang, keliatan kalo cara pandangnya bobrok, maap. Lalu berbondong-bondong mencalonkan diri sebagai capres, dan merasa bisa lebih baik. Tapi sepertinya aku masih mendukung SBY.
Maap jika ada yang tidak sependapat. Ini hanya sebuah review singkat dari orang bodoh. Pissss!!! ^^
Jujur, saya tidak sengaja mendapatkan buku ini dari perpustakaan tempat saya bekerja. Meskipun awalnya, kurang tertarik membacanya, tetapi entah kenapa akhirnya saya membaca buku ini juga. Terbius, mungkin itu kata yang tepat!, karena akhirnya saya selalu membaca & membawa buku ini kemana saja. Menurut saya, banyak hal dalam buku ini yang mencerahkan sekaligus meluruskan persepsi yang selama ini terbangun tentang karakter asli SBY. Kesan formal, dan kaku yang tidak jarang ditampilkan olehnya, seakan buyar sudah, melalui penuturan yang begitu jujur dari DR.Dino Patti Djalal (DPD). Kesan sebagai orang dekat, mungkin menjadi faktor yang dapat dimaklumi!, karena, pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa sang penutur terlalu obyektif -tentu saja dari sisi beliau, sebagai penulis- mendeskripsikan tentang pemimpinnya itu (yang sekaligus pemimpin kita juga). Sekiranya sebagai manusia, yang memang tidak mungkin sempurna, seharusnya penulis juga harus menyadari dan bersikap jujur, bahwa ada juga "ketidaksempurnaan" dari sosok yang diceritakan tersebut. Pendapat ini dimaksudkan untuk mengingatkan kita semua bahwa dimanapun selalu ada "dua sisi" yang selalu seiring dan sejalan, yakni baik-buruk, positif-negatif, bahkan sempurna-ketidaksempurnaan. Sehingga karya ini tidak dinilai sebagai ajang promosi alias kampanye semata. Di balik itu semua, saya tetap memberikan apresiasi kepada penulis yang telah memperkaya khasanah paradigma saya atas pemimpin-pemimpin Indonesia. Salute!!
awalnya saya hanya melihat2 gambar2nya saja gambar2nya sangat menarik dan bagus. tapi setelah saya baca isinya, ternyata juga berisi mutiara isinya bagus dan bisa menunjukkan kepemimpinan dalam prakteknya walaupun mungkin ada unsur kampanyenya, tetapi penulis dapat tetap objektif dalam meramu buku ini sehingga tetap menarik.
dr. dino juga sangat baik dalam menyampaikan tulisannya, lembar demi lembar buku ini terlewati begitu saja, nikmat sekali. walaupun isinya edukasi, tetapi seperti membaca buku cerita, ceritanya kisah nyata lagi!
recomended untuk dibaca walaupun anda bukan pendukung SBY hehehe
menarik membaca 'buku manajemen' yang ditulis seorang politikus ini. mencoba menceritakan hal-hal dibalik istana. meski apa yang diceritakan benar adanya, kesan memuji dan upaya memoles citra sang bos tidak dapat kuhindari.
This is a good example of what an OK book looks like. Sebelum membaca buku ini, saya sudah punya ekspektasi-ekspektasi tersendiri. Sudah bisa ditebak isinya hanya mengagung-agungkan kinerja SBY. Wajar lah. Beberapa hal dalam buku ini ada yang mengganggu saya, salah satu contohnya adalah beberapa cerita mendetil yang diulang-ulang, seperti mengulang-ulang kehebatan Jendral Sudirman yang dijadikan sebagai perbandingan. Dengan kalimat yang hampir sama, puji-pujian terhadap Jendral Sudirman diulang-ulang sampai beberapa bab. Menurut saya, buku ini adalah buku yang 'lumayan' karena cukup menggambarkan apa yang terjadi saat pemerintahan SBY jilid I. Pemerintahan ini, menurut saya pribadi, adalah pemerintahan yang 'lumayan' baik karena memang banyak capaian-capaian yang diraih padahal begitu banyak musibah yang menimpa Indonesia. Intinya belang-belang SBY dan keluarga belum tampak jelas. Buku ini saya rasa menggambarkan capaian-capaian tersebut dengan cukup adil, tidak terlalu berlebihan. Beberapa pujian tentu saja sedikit tanpa alasan, tapi namanya juga buku yang ditulis oleh orang yang kelihatannya sangat mencintai SBY, jadi wajar lah. Saya juga merasa bahwa sangat tepat keputusan saya untuk membaca buku ini di akhir masa jabatan SBY. Saya jadi sudah dengar banyak cerita lain dan jadi bisa memberikan penilaian buku ini dengan cukup adil. Satu hal yang saya simpulkan setelah membaca buku ini: saya yakin tidak akan memilih Dino Patti Djalal kalau dia jadi calon presiden di pemilu tahun ini.
Ya, buku ini mencoba memaparkan secara lugas dan sedikit terstruktur sebuah contoh aktual dari SENI dalam KEPEMIMPINAN. Substansi pemaparannya jauh dari nuansa politis, protokoler kaku dan teoritikal yang melelahkan.
Terlepas dari siapa SBY dan ke-subyektifitas-an Dino terhadapnya, buku ini secara halus memberi pembelajaran bahwa dalam kepemimpinan dimensi AKHLAQ merupakan kunci mutlak 'keberhasilan'. Dan secara emosinal, hal ini mendorong pembaca menjadi paham, yakin dan bangga akan ke-INDONESIA-an!
Buku ini pengalaman sehari-hari Dino Patti Jalal sebagai juru bicara Presiden SBY.
Perspektif Dino Patti Djalal (DPD), cenderung sempit, melihat SBY sebagai seorang yang dekat dengan dia. Perpektif berbeda mengenai SBY tidak bisa ditampilkan. DPD cuma "memuji habis-habisan" atasannya. Tak percaya, baca saja sendiri.
Saya dapat bukunya dibagi gratis, agak lama juga tergeletak sebelum dibaca. Kental dengan muatan kampanye. Jadi sebagai buku, kurang obyektif. Dikasi 2 bintang, udah terlalu tinggi.
This book is easy reading and gave an insight of the administrative process in a presidential/executive part. A large part of this book elaborates on SBY's character. However, one could not comment whether or not this book is independent or impartial, especially since the time of publication is within a close range with the presidential election. I gave 2 stars for this book is for that reason, because a non fiction should be based on numerous facts which was not clearly elaborated in this book- therefore creates the question of impartiality and independence of this book.
diluar opini apakah buku ini bagian dari kampanye SBY, isinya sungguh menarik, bertutur tentang pelajaran kepemimpinan dengan contoh2 riil di lingkaran para pemimpin negara di dunia
This book came into my mind when I recalled the name of Dr. Dino on a webinar conducted by AIESEC in one of the local chapters in Indonesia. I am not a fan of Indonesian politics, especially one of the former presidents of Indonesia wasn't my favorite topic at all. But, what I learned from this book is definitely the resilience of a person named Susilo Bambang Yudhoyono, who has been running himself as a president of Indonesia. His leadership is what I can learn from this book from the perspective of Dr. Dino. It doesn't matter for me about Mr. Susilo's work as President, but the leadership lesson from his own life was inspired me to become a leader and inspired me to become who I want to be. Very salute to Dr. Dino for this book.
Buku ini enak banget dibacanya. Mengalir seperti cerita tapi kaya akan substansi. Pak Dino secara tanpa sadar berhasil membuat kami yg membaca buku ini belajar banyak tentang prakter dan beberapa teori dalam hubungan internasional. Buku ini membuat saya mengerti point of view lain tentang pak SBY melalui kisah2 behind the scenes nya. Hanya 1 hal saja membuat buku ini kurang sempurna : penggambaran pak SBY secara baik/sempurna 100%. Pak SBY tidak memiliki celah jelek sedikit pun yg patut kita pertanyakan : Presiden juga manusia, ada salah dan lupa. Kenapa dideskripsikan terlalu bagus?.
Buku ini saya baca karena kebetulan Ayah saya membelinya. Kalau Ayah saya tidak pernah membelinya, mungkin saya tidak akan pernah membacanya, mungkin saya tidak pernah tahu bagaimana cerita kehidupan pak sby yang tak pernah ditampilkan di media. Buku ini bagus sekali! Dari buku ini saya menjadi kagum dengan sosok pak SBY, buku ini seperti 'cerita dibalik layar' yang mungkin kebanyakan orang-orang tidak tahu bagaimana kisahnya. Saya paling suka bagian 'Anekdot'. Namun saya menyukai buku ini secara keseluruhan.
Buku ini menggambarkan gaya kepemimpinan Pak SBY selama menjabat sebagai Presiden RI. Dari sudut pandang penulis yang merupakan orang kepercayaan Pak SBY, kita bisa tahu bahwa Pak SBY adalah orang yang bisa dibilang perfeksionis- beliau sangat memperhatikan detail, semisal untuk mempersiapkan naskah pidato. Penulis juga menggambarkan bagaimana tenangnya Pak SBY dalam menangani bencana tsunami Aceh 2004, dengan mengambil langkah-langkah strategis yang cepat dan efektif.
Buku yang mudah dicerna. Penulis sangat berhasil menggambarkan kepemimpinan SBY melalui cerita-cerita yang ia alami sepanjang menjadi stafsus SBY. Membaca buku ini jadi pengin seperti SBY hehe. Jadi pengin tau lebih juga tentang SBY.
Sayang ada beberapa typo di buku ini dalam hal ejaan. Tapi buku ini tetap enak dibaca.
Rekomendasi saya untuk membaca ini di sela-sela kesibukan, karena bahasanya yang ringan dan tidak akan terasa bukunya sudah mau selesai
It's good to read another side and another story of the ex President of Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Siapa sangka dalam keseharian seorang presiden, juga terselip anekdot, hidup presiden tak melulu serius. Dalam buku ini juga terselip banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik berdasar pengalaman Dino Patti Djalal selama mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
getting some insights how a president works for and leads a country. back days, I was influenced by some who, somehow in a little bit sarcastic tone, say "how can a president spending time create a song and 'gonjrang-gonjreng' with his guitar, instead of think of the solution of country's problems." a new viewpoint comes through then once read this book. :D
Seorang pemimpin harus bisa ! Buku yang dikemas secara apik oleh penulisnya melalui berbagai cerita-cerita di balik pekerjaanya sebagai jubir presiden RI Ke-5 mengenai ilmu tentang kepemimpinan seorang kepala negara. Recommended !
Membaca sebuah buku dari pandangan orang terdekat memang menjadi suatu kelebihan tersendiri. Di buku ini, tidak ada second opinion dari pihak lain, karena sebenarnya materi-nya memang yang terjadi pada si penulis dan sumbernya. Terisnpirasi dari notes2 yang ditemukan , akhir dibuatlah buku ini.
Dalam buku ini, penulis membagi dalam enam bagian besar tentang topic kepemimpinan : meminpin dalam perubahan , meminpin rakyat dan perubahan , meminpin rakyat menghadapi tantangan , memimpin tim membuat kuputsan, meminpin di pentas dunia dan meminpin diri sendiri
Setiap topic itu ada lesson yang sebenarnya menjadi studi kasus dari gaya kepeminpinan SBY. Sesuai dengan sub judul buku ini “ seni memimpin a la SBY “. Dan benar saja , isi bukunya akan mengiring kita dengan kegiatan seorang pemimpin lebih dari sekedar Presiden.
Beberapa Kasus2 yang diceritakan tsunami aceh , bergabungnya GAM ke NKRI, kelaparan di Waikemo, honor guru yang belum turun , kenaikan harga bahan bakar s/d 100% , isu penerimaan jaguar , nikah sebelum masuk ABRI ( dulu kan belum TNI ) dll
Namun seorang pemimpin juga harus sukses di luar negaranya. Kasus2 international yang dibawah : penculikan wartawan metro tv , penculikan warga korea selatan , KTT OKI , karikatur nabi Muhammad , film fitna ,Bali climate change forum dll
Setiap lesson memberikan kita ilmu tentang kepemimpinan : trust, loyalitas, improvisasi , birokrasi , heroes, tidak menjelekkan pihak lain, think out the box, disiplin dll. Tidak lupa beberapa anekdot2 mangga ical dan sportifitas peminpin.
Buku ini cocok buat kamu yang memang mencari ilmu tentang kepemimpinan …
buku "HARUS BISA" ini secara implisit memang 'menyuruh' kita yang membaca untuk selalu bersikap optimis terhadap hal apapun, khususnya kepemimpinan dan management. Seorang Doktor dan birokrat handal telah berhasil merangkum apa yang dialaminya selama berada di lingkungan istana. Pak Dino menerjemahkannya secara sederhana sehingga lebih mudah diserap untuk kaum awam.
hal lain yang menarik, bahwa seni kepemimpinan ini diberikan oleh RI 1 (baca : presiden), sehingga praktek dari seni kepemimpinan tersebut bisa kita rasakan secara langsung maupun tak langsung. Apabila beliau dianggap berhasil dalam memimpin negeri ini, maka seni yang ditulis dalam buku ini bisa dijadikan rujukan bagi kita untuk cara memimpin yang baik ala SBY.
Menjadi tentara dari muda, kegemarannya membaca, dan adanya darah jawa yang ramah, santun dan gigih, menurut saya merupakan faktor-faktor utama dalam membentuk kepemimpinan beliau. Tingkat disiplin yang diperlihatkan pada saat menghadiri KTT OKI, dimana beliau datang paling awal sebelum para petinggi OKI lainnya. Selain itu ada satu foto yang menggambarkan beliau sedang membaca buku di kawasan universitas di Amerika, dan juga penjelasan apabila sudah berada di toko buku, maka beliau akan memborong buku-buku tersebut. Dan juga yang tak kalah menariknya, foto-foto yang menggambarkan adat jawa yang begitu kental. tentu saja bukan simbolis semata, akan tetapi adat tersebut benar-benar menyerap pada perilaku beliau.
NB : semenjak membaca buku ini saya jadi pengagum pak Dino(sukses terus pak) :-)
Bagi yang ingin tahu lebih banyak mengenai presiden kita silahkan baca dulu yang satu ini: dalam buku ini juga ada teladan yang harus dicontoh: suatu ketika bapak presiden sedang bertugas menghadiri rapat OKI(Organisasi.......). waktu itu pak sby yang ditemenin dengan pak menlu Hasan Wirayuda harus kecewa karena datang paling awal padahal mereka datang pukul 7.45 sedangkan acaranya seharusnya sudah dimulai pada pukul 8. wah...wah seungguh keterlaluan para pemimpin Islam dari negara lain masak ingin menyamai Indonesia dengan jam karet dan karatan made in penjajah belanda. dijamin wantek
Buku ini ditulis oleh Dino Patti Djalal dan diterbitkan oleh Red & White Publishing pada tahun 2008. Buku ini berisikan dinamika pengambilan keputusan dan tindakan Presiden Susilo Bambang Yudoyono yang direkam dan dipotret oleh Dino Patti Djalal, staff khusus Presiden Republik Indonesia. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kisah-kisah yang ada, terutama oleh para generasi muda bangsa dan para prajurit TNI.
Buku ini merupakan RANGKUMAN dari persepsi gaya kepemimpinan SBY yang sekarang ada di benak sebagian masyarakat. Sebuah gaya kepemimpinan demokratis dari seorang pemimpin yang terpilih secara demokratis dalam suatu situasi transisi yang sama sekali tidak mudah. Sebuah hasil pengamatan, analisa dan penceritaan yang luar biasa dari Bung Dino yang punya kesempatan mengenal beliau lahir batin. Buku ini membantu kita untuk memahami dinamika proses kebijakan di Indonesia. Buku ini merupakan salah satu buku terbaik di Indonesia mengenai kepemimpinan.
Buku ini bagus banget menurutku aku baca buku ini sebulan yang lalu..buku tentang kepemimpinan versi staf khusus kepresidenan..kalo dari pemaparan si penulis sih,buku ini tentang kepemimpinan..yang kebetulan si penulis ini bisa dikatakan hampir tiap hari"kumpul" ama presiden negara saya saat ini..bila selama ini di surat kabar atau pun pemberitaan elektronik or tokoh2 masyarakat indonesia banyak yang berpendapat bahwa presiden kita sekarang ini agak lambat mengambil keputusan,suka ragu2,tidak tegas dsb..dengan membaca buku ini dijamin akan berubah pikiran..setelah membaca buku ini, ternyata kinerja presiden kita saat ini dan tim nya bisa dikatakan amat serius..he3..tapi terlepas semua itu,penilaian terserah pembaca..mungkin saja yang negatip pikirannya akan berpikir"ah buku ini mah cuma kampanye aja,biar 2009 presiden n timnya kepilih kembali" or mungkin"ah bisa2 nya aja si penulis ni cari income sampingan"..he3..tapi kalo kita berpikir positip,mungkin buku ini sebagai bentuk klarifikasi atas tudingan2 miring yang selama ini ditujukan kepada presiden dan timnya,sekaligus menjadi pembelajaran buat kita semua yang baca,gimana seharus nya menjadi pemimpin itu..dan yang lebih bagus,kita jadi tau suasana jadi presiden itu gimana..he3..buku ini bagus juga buat yang punya rencana untuk kelak pengen jadi presiden..he3
Saya harus setuju pada komentar-komentar sebelumnya, yang melakukan review pada buku ini. Buku ini memang enak dibaca. Catatan harian Dino Patti Djalal ini jauh dari kesan buku politik yang rumit dan berat: semua orang, baik yang belajar politik maupun tidak, akan bisa membacanya. Lagipula, seperti subjudulnya, catatan harian, buku ini sebenarnya mengisahkan tentang cerita-cerita di dalam Istana, hal-hal yang mungkin luput dari perhatian kita, mengenai sosok seorang Susilo Bambang Yudhoyono. Yang pasti, membaca buku ini membuat saya lebih menghargai pekerjaan seorang Presiden--saya tahu menjadi Presiden itu berat, namun setelah membaca kisah Dino ini, sungguh terasa sangat-sangat berat tugas seorang Presiden itu. Saya juga mengagumi foto-foto yang menunjukkan betapa SBY adalah seorang yang sangat tepat waktu (ketika beliau hadir on-time di OKI, sementara kursi pemimpin lain masih kosong melompong), kepribadiannya yang ternyata sangat detail dan perfeksionis (yang seringkali menyelamatkan muka Indonesia dari rasa malu berkepanjangan), dan aspek lain dari SBY adalah optimisme dalam menghadapi setiap masalah. Saya sendiri menjadi tergugah, untuk menjadi manusia Indonesia yang tidak cengeng, tidak mudah menyerah, dan seperti kata SBY dalam buku ini: harus bisa mencari peluang dalam setiap masalah.
Buku yang menarik buat di baca untuk pegangan kita anak muda..bahkan semua kalangan. Menariknya adalah pembahasannya dengan bahasa yang enak di mengerti dan di pahami tidak terlalu susah.
Banyak pembahasan dalam buku ini yang menjawab rasa penasaran saya tentang SBY, salah satunya masalah dengan Megawati.
Saya sudah membaca profil SBY di ttp://www.tokohindonesia.com dan saya kagum dengan prestasi beliau. Bahkan jauh sebelum membaca buku dan baca profil di internet tahun 95 saya sudah mencari tau ttg beliau dari seorang teman yang kebetulan bapaknya juga lulusan AKABRI leting diatas SBY..lucunya waktu itu bapak teman saya bilang bahwa ranking kelulusannya jauh diatas 100 :)) sedangkan kita tau SBY ranking 1 lulusan terbaik diangkatannya.
saya lihat semangat, motivasi di dalam diri SBY yang membuat dia ingin selalu baik dan baik di setiap waktu..salut saya..fast learner ! harus bisa! emang kata yang tepat untuk judul buku ini..
gak rugi baca buku ini buat nambah wawasan kepemimpinan kita.
Saya suka karena yang menulis adalah Dino Pati Jallal, bukan seorang novelis. Caranya menyampaikan kisah begitu subjektif. Buku ini menggambarkan SBY sebagi sosok yang diidolakan oleh Dino. Sehingga tidak terbaca seperti narsisme SBY pada dirinya sendiri.
Dino juga membagi pengalamannya sebagai juru bicara SBY. Ia mendampingi SBY dan mengambil banyak pelajaran dari kebersamaanya tersebut. Buat saya, Dino membuka cakrawala dan misteri tentang sosok SBY secara real serta kehidupannya sebagai presiden.
Dino memberitahu pembaca tentang diskusi-diskusinya dengan SBY.
Ini bukan biographi karena Dino tidak menceritakan detail kehidupan SBY sejak kecil sampai menjadi presiden, tetapi Dino memberitahu apa yang memang pembaca ingin tahu, yaitu pemikiran, ide dan latar belakang setiap keputusan yang SBY ambil.
Politik, pemerintahan, keluarga hingga hubungan batin tim SBY terpapar di sini.
Tapi kenapa bintangnya kok cuma empat ?
Karena Dino terlalu berlebihan menggambarkan SBY sebagai sosok idola sehingga SBY tampil bak manusia dewa tanpa cela.
Buku yang mengungkap tentang sby sehingga bisa dijadikan pelajaran kepemimpinan.Terlepas dari pemikiran unsur politis dan kampanye, buku ini ditulis dengan bahasa yang enak dan disertai dengan contoh perilaku/kebiasaan2 pemimpin2 dunia yang tidak kita duga sama sekali berdasarkan pengamatan penulis sebagai jubir presiden *yang tentu aja tugasnya nemenin presiden terus*
dari buku ini juga kita bisa tahu bagaimana situasi di di istana, suasana rapat kabinet, hal-hal menarik yang terjadi sewaktu sby berkunjung ke berbagai daerah dan negara, yang membuat kita lebih dekat dengan presiden sendiri. yang menarik dari buku ini juga foto-fotonya yang keren dan artistik banget. jelas banget. foto favorit waktu presiden sby SATU-SATUNYA yang datang ON TIME di konferensi OKI. jadi cuma satu bangku aja yang keiisi selebihnya kosong melompong!