Bendera perang dibawa oleh Zaid lalu berperang hingga syahid. Kemudian bendera diambil oleh Ja’far dan berperang hingga syahid. Setelah itu, bendera perang dibawa oleh pedang di antara pedang-pedangnya Allah (saifullah —yakni Khalid bin Walid-) hingga Allah memenangkan kaum muslimin.” Khalid mengisahkan dahsyatnya Perang Mu’tah dengan mengatakan, “Sembilan pedang di tanganku telah patah tersisa kecuali pedang buatan Yaman.” (Diriwayatkan al-Bukhari dalam Kitab at-Maghozi, Bab Ghazwatu Mu’tah min Ardhi Syam: 4017)
Sejak baca kisah sang Pedang Allah, mungkin SD atau SMP, saya bertekad kalau punya anak akan menamakannya Khalid--selain Ja'far dan Hamzah #eehh #lhaa
Keheroikan Khalid memang begitu menancap di benak saya. Meski Rasulullah saw pernah ia "kalahkan" saat Perang Uhud dengan strategi jitunya, tapi Khalid "membayarnya" melalui penumpasan nabi palsu Musailimah, Perang Mu'tah, hingga menaklukkan Hurmuz, salah satu gubernur berpengaruh di Persia.
Sebenarnya saya berharap komik ini menceritakan sisi-sisi Khalid yang lebih personal. Masa kecil dan background keluarga Khalid, misalnya. Atau bagaimana Khalid bisa memiliki strategi jitu dalam peperangan. Tapi mungkin penulisnya ingin fokus pada heroisme Khalid saat menumpas nabi palsu dan menaklukkan Hurmuz (yang khusus duel dengan Hurmuz sampai menghabiskan 30 halaman :)
Semoga ada sekuelnya sih, tapi sepertinya tidak ada clue di buku ini kalau akan ada lanjutan. Ya sudah lah :D
Utk sebuah komik/novel grafis, buku ini kurang percakapan dan terlalu banyak narasi panjang, sehingga selain mengurangi kenikmatan membaca, jadi agak membingungkan. Referensi juga sebaiknya tidak ditulis dalam narasi, cukup dilampirkan di bagian akhir.
Bagaimana pun karya ini sangat patut diapresiasi, karena memperkaya khazanah literatur Islami dalam bentuk yang populer dan lebih diminati kaum muslimin saat ini, terutama anak-anak dan pemuda.
Salah Satu komik islamik Yang menarik untuk dibaca. Ia menggambarkan bagaimana kisah Khalid Al walid melawan Nabi palsu Dan Sudah tentu menentang Salah 1 kuasa besar ketika itu iaitu kerajaan parsi Sassanid.
Kurang lengkap sih bagi saya untuk pembahasan seorang Khalid bin Walid, tapi cukuplah penggambaran tokoh ini mengenai sikap heroik dan strateginya di medan tempur.