That Which Connects Souls merupakan buku kedua dari seri Yakumo yang kubaca. Buku ini tak kalah seru dari buku pertama yang kubaca.
Tokoh-tokohnya pun masih sama, ada Yakumo, Haruka, Inspektur Gotou, Dokter Hata, Paman Isshin. Di buku kedua ini ada tambahan tokoh baru, yaitu Ishii, anak buah Gotou.
Kali ini Yakumo kembali memecahkan kasus pembunuhan beruntun yang melibatkan kemampuan spritualnya. Kasus menghilang dan pembunuhan terhadap 2 gadis SMP. Kasus yang ternyata tidak sesederhana yang dipikirkan karena melibatkan Haruka di dalamnya.
File demi file yang kubaca, aku semakin ketagihan membacanya. Aku penasaran dengan bagaimana Yakumo kali ini menganalisis dan memecahkan kasusnya. Secara garis besar, aku bisa menebaknya, tapi di akhir ada yang diluar perkiraanku dan aku suka 😊
Apalagi disini diselipkan beberapa kilas balik masa lalu Haruka dan Yakumo, bagaimana akhirnya Yakumo bisa sering membantu Inspektur Gotou ternyata ada alasannya.
Menjelang ending, aku semakin penasaran, apalagi dengan kedatangan sebuah surat yang ditujukan kepada Yakumo, berikutnya apalagi ya?
Oiya, walaupun berseri buku ini tetap dapat kamu nikmati setiap bukunya tanpa harus berurutan ya
Sebenarnya ceritanya seru, tapi menurutku cara penyampaiannya bertele-tele. Mungkin writing style penulisnya memang seperti itu, atau alih bahasanya kurang oke. Rasanya seperti baca komik atau nonton anime. . Soal karakterisasi.. aku masih kurang sreg sama kecerewetan Yakumo. Aku berharap dia lebih pendiam dan misterius. Tapi kejudesan dan kepedulian dia sih aku suka 😂 Tokoh yang menarik buatku adalah Hata sang dokter forensik. Aku senang dia lumayan sering muncul di cerita (tadinya kukira cuma peran numpang lewat).
sangat khas komik jepang tapi dalam versi novel. cerita kriminal digabungkan dengan cerita misteri arwah penasaran. sangat mendebarkan ada beberapa twist yg sempat tidak terpikirkan. penasaran sama buku yg pertama dan buku setelah ini.
I decided to continue with this series. Hopefully all the books will be filled with backstory, with ghosts, hauntings and mysteries!
This book was a 2.5 stars.
I loved the first little story. We find out more about Yakumo's past, about how Gotou found him and what happened back then. I felt so sorry for Yakumo, no one deserves parents like that. It must have left a big scar, the fact that his own mother wanted to murder him. Wanted him dead. Saw him as a demon.
Second and official first story was really boring... Ishii was just plain annoying and too focussed on kissing his new boss' ass. Bleh. I hate weak characters like that. Also why is he falling for Haruka? I am sorry, dude. Haruka is taken. She might not know it now, but Yakumo x Haruka is the only One True Couple here! Stop drooling and give up! Shoo! The story also wasn't that fun, I really had to drag myself through it, which is a shame, I really loved the stories in the first one (ok, with the exception of the last one). The whole serial killer thing was disturbing. And I think the main reason why I didn't like the story was because it was just too much. We had someone named Mayuko seeing a ghost, then we have Makoto (which caused me confusing as Mayuko and Makoto's names are so close, especially when one is tired), then we have a new character named Isshii, then we also have serial murders going on. Add to that the usual banter by Yakumo and Haruka and Yakumo and Gotou. It was just too much in one story.
It seems all the stories are connected. This was just too boring. :\ I really loved how the previous book had 3 different stories, with various creepy hauntings. This one had a few creepy things, but mostly it was disturbing.
Hata, or whatever the name is of the coroner, is disgusting. I really dislike him, and while I can understand why they keep him as a coroner, I wish they also would just fire him.
I skipped the parts about the autopsies. Sorry, I don't need or want to know all that. Urgh, bleh!
The whodunnit was in the end disappointed. I already didn't trust that person from the moment we first met him.
The ending and what happened there was awesome and fast-paced. Too bad it was too late for me to start liking the book by then.
I also wish we would find out more about Yakumo's dad. It is getting a bit annoying that he is hinted and that he apparently has connections to stuff happening. There is a lot of foreshadowing, but for now it feels silly and stupid.
I really loved the epilogue. Good job Yakumo and Haruka. I hope that woman will be happy and cheerful soon again.
The translation was pretty decent this time, however it still felt a bit stiff and formal. A problem I often see with Japanese > English translations. Be them official or fanmade.
Meskipun tokoh ceweknya masih tetep bodoh dan nggak bisa apa-apa, bener2 tipikal komik shoujo, misterinya kali ini lebih baik. Di buku pertamanya, ada 3 kasus, tapi di sini cm ada 1 kasus yang awalnya terlihat seperti 3 atau 4 kasus terpisah. Karakter Yakumo sendiri nggak bisa bilang nggak mirip tokoh Sherlock. Dan meski novel ini kurang detil2 dan kedalaman, I can see why this has become popular. They made it into manga, anime, and live action(?). But astaga tokoh ceweknya ngeselin abis. Mary Sue banget. Haha
Setelah membaca volume satu yg terdiri atas 3 file, agak kewalahan juga baca vol 2 yang ternyata hanya satu kasus panjang. Walaupun kemudian kasus panjang ini adalah kumpulan dari dua atau tiga kasus. Lebih suka sama kasus di volume dua ini karena lumayan pelik, hanya saja terasa melelahkan membacanya karena ada pemaparannya entah bagaimana terlampau panjang. Buku ini hampir setebal 400 hlm loh walau dengan font gede gede.
Karakter Yakumo makin kelihatan di buku ini, dan mau tak mau sosoknya memang favorit. Awalnya sempat sebel sama karakter Haruka yang sebagaimana di buku pertama digambarkan SBG cewek yg tipikal banget. Tapi, di buku kedua ini mulai tanpak karakter ini ternyata punya peran sendiri. Jika Yakumo adalah versi logis, Haruka ini yg bagian emosionalnya.
Kisah di buku kedua ini tersusun dari beberapa kasus berbeda tapi sebenarnya berhubungan. Dari awal sudah bikin penasaran karena berbau psikis, tapi seperti yg dibilang Yakumo: kebanyakan manusia adalah korban dari asumsi dan sudut pandang mereka sendiri. Yang unik dari Yakumo ini adalah meskipun dia memiliki kekuatan spiritual, tetapi dia lebih banyak menggunakan akal dan logika dalam pemecahan kasus--termasuk dalam kasus yg berbau misteri.
Alur ceritanya sangat tertata dan ketika aku membaca, aku seperti sedang Menyusun sebuah puzzle, karena semuanya saling berkaitan satu dengannya lain, contohnya informasi yang dimiliki Haruka ternyata berguna untuk Yakomu dan Gotou. Setelah selesai mereview setiap chapternya, saatnya membongkar apa perbedaan buku seri 1 dan seri 2 ini.
Letak perbedaannya di alur jalan ceritanya setiap file atau chapter pada buku seri kedua. Seri pertama, per-chapter menceritakan kasus penyeledikan yang disertai hasil penyelidikan dan langsung selesai. Namun di seri kedua, per-chapter merupakan jalan cerita yang saling berurutan untuk mengungkap hasil penyelidikan atau pelaku kejahatan. Tidak bisa dibaca secara terpisah, karena akan menyebabkan kebingungan buat yang baca.
Endingnya benar-benar tidak dapat tertebak. Dan cerita ini sepertinya diadaptasi di serial animenya, tapi aku lupa di episode berapa. Mungkin di serial ke-tiganya aku bakal jelasi bagian-bagiannya.
Misterinya bagus banget, di awal kelihatannya kayak ada 2 kasus yg berbeda tpi ternyata ada benang merah di kedua kasusnya, dan yg jadi plot twist adalah hal tak terduga yg jadi penyambung utama antara benang merah dari kedua kasus. Sayangnya pace buku ini agak terlalu lambat buatku, dan kadang ada penjelasan yg rasanya kayak sekedar ada buat manjang2in jumlah halaman.
Biarpun begitu, kekurangannya nggak separah itu sampai nurunin nilai ke bintang 3 kok, ceritanya masih enjoyable. Hal lain yg aku suka karena ada bonus bab di akhir buku soal Yakumo & Haruka yg nggak ada hubungannya sama kasus, bener2 bikin suasana jadi kayak situasi sehari2 mereka berdua.
masih memiliki formula yang sama dengan seri - seri novel sebelumnya. Dalam seri ini adalah pertama kalinya karakter Ishii muncul dan ikut dalam penyelidikan pak Gotou. Tidak ada sesuatu yang spesial terjadi di buku ini kecuali mungkin sedikit masa lalu Yakumo yang mulai terkuak dan pertama kalinya sosok yang menjadi musuh besar serial novel ini muncul.
Suka dg njlimetnya kasus penculikan gadis2 SMA ditambah kasus kesurupan. kurang suka dg gaya bahasanya yg terlalu banyak lho, lho, lho... meski di setting formal atau non formal. review lengkap nya nanti deh klo ketemu laptop ;))
I think this kind of writing is not really my taste. The plot is awesome, but it looks more like a manga script wrapped in novel template. And, maybe it's just me, but finding some sound effect written in a novel is really annoying.
I love how the problems are solved. I like the layered crime here. I just don't like at how the character of Haruka (bit by bit) developed into something like a burden-female-lead. :")
I pity Yakumo for being associated with stupid people. I wonder how Gotou could become a policeman while he can't think even a little. All the thinking about the case is handed over to Yakumo, while he just waits to use his brawn. He's a detective, for goodness's sake, he needs to be able to use his brain to do his job. Ishii, too. Slow brain, lame muscle. What police officer trips on his own feet while running? Not once, but twice, in just a few days. And Haruka is still not getting smarter.
I like the story, though. But I also wished there are one or two little cases in addition to the big case. The little story at the end helps with this, although it's a bummer because it's related by Haruka.
Sometimes I wonder if I should just read the manga version. I'd finish the series much faster that way. But then, according to the forums, I'd miss a lot of thing. That'snot something that I would want to experience. In this book, we get to see murderers and their motives. Unfortunately, most of them are weak-willed civilians who are probably manipulated by Yakumo's absent father. They are all puppets on strings to him. I think I get why Yakumo is so distant. Perhaps, he doesn't want Haruka to get hurt. It is all speculation in my part but Haruka and Yakumo is tip-toeing around the situation. Surprisingly, there's a lot of moral behind the story.
One too many coincidences, but they are cleverly used to create refreshing plot twists and unexpected answers to the case that keep readers at the edge of their seats-- myself would be included if I hadn't already read the manga.
Kasus penculikan gadis2 sma yg berkait simpul dng kasus 'kesurupan' putri kepala polisi. Lebih mendetail dan njelimet drpd versi manga dan animenya. Keterlibatan ayah Yakumo sdh sngt ditonjolkan di sini.
Cukup unik juga sih ceritanya, gabungan antara detektif dengan supranatural. Tokoh utamanya, Yakumo juga unik, punya mata yg satunya warna merah, dan mata warna merah menyala itu adalah mata yg bs melihat penampakan arwah. Seperti tokoh2 jepang lainnya, tokoh utama cowoknya memang dibuat agak cuek, skeptis, tapi keren. Haha... Dan tetep juga ada tokoh "culunnya" yg bikin gemes dan jengkel. Untuk tersangkanya, gw sih udah curiga, tapi seperti biasanya gw gak bs kasih alasan gw mencurigai tokoh tersebut. Xixix... Ada twistnya jg sih, yg cukup bikin gw bilang, "Oh iya, kenapa gak kepikiran begitu ya." Overall, lumayanlah buat gw yg gak begitu suka anime