Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sweet Revenge

Rate this book
Penghianatan demi penghianatan membuat Irni apatis terhadap cinta. Adrian, laki-laki yang membuatnya jatuh cinta, ternyata hanya menjadikannya sebagai selingkuhan. Adrian meninggalkannya begitu saja, setelah merampas segala yang berharga buat Irni. Lalu, Angga. Laki-laki yang sempat menjadi suaminya itu, tanpa hati membawa perempuan selingkuhannya ke rumah mereka. Perkawinannya kandas, begitu pula harapannya terhadap cinta.
Takdir membawanya bertemu Rizi. Laki-laki berusia lebih muda 16 tahun itu jatuh cinta kepadanya. Ironisnya, Rizi anak kandung Adrian. Laki-laki yang menghancurkan hidup Irni.
Irni melihat Rizi sebagai alasan untuk membalas dendam. Dia membunuh semua harapan yang mungkin dia punya dengan dendam yang dimilikinya. Namun Rizi berbeda. Mungkinkah masih ada laki-laki yang dapat dipercaya Irni? Bagaimana reaksi Adrian yang mengetahui anaknya berhubungan dengan mantan selingkuhannya?

Lagi-lagi, cinta berada sangat dekat dengan benci. Bahkan, terkadang tak terkenali, apakah dendam ataukah cinta?

210 pages, Paperback

First published January 1, 2008

Loading...
Loading...

About the author

Sin Nombre

5 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (14%)
4 stars
8 (14%)
3 stars
20 (37%)
2 stars
12 (22%)
1 star
6 (11%)
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
Profile Image for Hayati.
269 reviews
July 29, 2012
Karena batas cinta dan benci itu sangatlah tipis, lebih tipis dari lapisan bawang.

Pengkhianatan yang di alami oleh Irni membuat dia anti terhadap cinta dan lelaki. Tetapi semuanya berubah saat dia bertemu Rizi, lelaki yang berusia 16 tahun lebih muda darinya. Dan entahlah takdir atau kebetulan ternyata Rizi adalah anak dari mantan selingkuhannya yang telah menyakiti serta mencabik-cabik hatinya dan membuat Irni bersumpah untuk membalas dendam suatu hari nanti kepada Adrian dan keluarganya.
Rencana yang di pikirkan Irni berjalan dengan mulus, tanpa perlu susah payah mendekatkan diri kepada Rizi karena Rizi dengan sedang hati mendekatinya dan membuat Irni semakin nafsu untuk segera balas dendam.
Setelah menikah, semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan membereskan apartemen semuanya di lakukan oleh Rizi. Irni hanya tinggal bersantai-santai saja. Betapa indahnya hidup, itulah yang di pikirkan Irni. Hidupnya indah, dan pastinya kebahagiaannya akan lebih indah dan lengkap jika dia bisa dengan sukses balas dendam kepada Adrian beserta keluarganya.
Tapi sayangnya rencana balas dendamnya tidak berjalan mulus. Pada suatu hari, Rizi memergoki Irni yang sedang berselingkuh dengan Dimas, dan dengan nafsunya Rizi memukul Dimas hingga babak belur. Dan setelah kejadian itu rumah tangga mereka menjadi dingin karena tidak ada tegur sapa lagi yang biasa di lakukan oleh Rizi. Irni pikir setelah kejadian ini Rizi akan segera menceraikannya. Tapi ternyata dia salah karena Rizi tidak pernah menceraikannya.
Hari yang di lewati Irni selalu di penuhi dengan pikiran untuk balas dendam kepada Adrian. Selalu dan selalu. Hanya balas dendamlah yang selalu di pikirkannya. Sampai pada suatu hari, dia harus kehilangan orang yang di sayanginya. Balas dendam yang di rencanakan olehnya malah membuatnya tersakiti, kehilangan dan membuatnya menyesali semua, semua yang telah di lakukannya selama ini.
Seberapa lama pun dia menunggu, bahkan sampai akhir hayatnya pun orang yang di sayanginya tidak akan pernah kembali. Masa tuanya hanya akan di jalani dengan bayangan-bayangan masa lalunya yang suram serta perasaan bersalahnya.
“tidak ada gunanya mencegah waktu untuk berhenti di tempat.”
Aku tahu novel ini karena iseng mengubek-ngubek sebuah toko online dan menemukan novel ini. Dan ada komentar yang mengatakan bahwa novel ini amazing, dan membuatnya menangis karena bagian akhirnya. Karena penasaran aku segera memasukkanya ke dalam wishlist.
Saat pertama kali membaca aku merasa cerita ini pasti mirip dengan cerita sinetron. Aku sama sekali nggak menyangka dengan endingnya, dan aku salah, karena ceritanya tidak sepenuhnya seperti sinetron.
Novel ini memberikan kita pelajaran, bahwa balas dendam hanya akan memberikan kesesengsaraan. Hanya akan memberikan luka dan perasaan bersalah. Sebenci apa pun kita balas dendam bukanlah solusi sebuah masalah. Ikhlas dan jadikan itu sebuah pengalaman agar suatu saat dan di masa mendatang kita tidak mengulanginya lagi. Dan memaafkan. Karena jika kita telah memaafkan hati kita akan lebih tenang. Itulah yang perlu kita lakukan.
Buat aku novel ini sangat sangat sangat luar biasa, aku suka sama ceritanya dan memberikan pelajaran. Saat selesai membaca novel ini aku langsung memanjatkan doa agar apa yang terjadi kepada Irni tidak menimpaku karena sejujurnya aku tidak bisa membayangkan menjalani hari-hari tuaku dengan perasaan tidak dapat membedakan yang mana yang hitam dan yang putih dan aku saat ini... Benar-benar menyesali semuanya. Itulah kalimat terakhir dari novel ini, endingnya membuat hati aku sakit karena aku nggak kuat membayangkan kehidupan Irni selanjutnya mungkin jika aku jadi Irni aku akan gila atau berdoa agar aku hilang ingatan. Menunggu orang yang di cintainya datang, tidak bisa menerima kenyataan serta menyesali semua yang telah di lakukan. Endingnya benar-benar memporak-porandakan perasaan. Menghancurkan hati aku dan membuat aku nangis sejadi-jadinya.

Ingatan seperti pisau, begitu tajam dan bahkan bisa melukai si pemegangnya sendiri.
Profile Image for RM.
546 reviews132 followers
March 7, 2012
http://sikutubukuocemei.blogspot.com/...

Kita para pembaca akan banyak belajar dari buku ini, salah satunya adalah balas dendam takkan membawa kita kemanapun tapi pada penyesalan yang teramat dalam. Belajarlah untuk lebih bersabar karena hidup memang tak pernah mudah untuk dijalani. Tapi jika kita tekun dan sabar, dengan sendirinya kita akan memperoleh kebahagiaan.
Profile Image for Comenecci.
7 reviews4 followers
February 23, 2011
I'm Officialy in Love with Firiza Virzaldi .
Sedih banget ceritanya T_T
Profile Image for Kiky Rizky.
2 reviews
December 13, 2017
Awalnya tertarik sama buku ini karena covernya yang berwarna biru dan terkesan manis. kemudia membaca kalimat "sayang, aku cinta anakmu" membuat gue gak berpikir 2 kali buat ngebaca buku ini. jalan cerita yang maju mundur cantik, penjelasan tentang masing" tokoh yg detail tapi gak ngebosenin. tapi ending ceritanya yang bikin paling gemes. baca novel ini berulang-ulang gak pernah bosan. buat kamu yg bosan dengan cerita cinta remaja yang menye-menye. buku ini bagus untuk ngeliatin bahwa cinta tidak pandang usia.
Profile Image for Aldila.
4 reviews1 follower
October 4, 2017
ini sebenernya ceritanya bagus, hanya penyampaiannya terlalu tergesa gesa jadi pembaca kurang mengkhayati peran and ceritanya
Profile Image for Eka I.
24 reviews1 follower
June 28, 2014
Kenyataannya, aku nyesel banget lepas segel buku ini terus ngebacanya. Di dalam bukunya pake POV 1. Jadi harusnya yang cerita itu Irni, seorang janda berumur 40 tahun, tapi yang aku tangkep justru seorang gadis labil yang umurnya baru 17 sampe 20 tahunan. Bener-bener labil. -_- Seolah-olah kejiwaannya Irni itu dari pas muda sampe ke tua nggak ada yang berubah, masih bocah.

Belum lagi dengan typo-typo yang berserakan, lompatan scene yang terlalu cepat, bahasa gahol yang sebenarnya aku udah tahu dari awal cuma aku paksakan. Dan segala hal yang menurutku dibuat dengan asal-asalan. Detailnya kurang dari banyak aspek. Buku ini memuat kisah hidup Irni dari pas ketemu Adrian sampe nikahin anaknya yang ternyata ujung-ujungnya mati dengan tragis. Tpi tebel bukunya cuma 209 hal, doang. Kebayang nggak itu lompatnya kayak apa?

Yang bikin kesel di sini si Rizi atau siapa si pacar yang keliatannya bloon, meskipun dengan sedikit mengejutkan ternyata dia tahu semuanya dari awal. Tapi entahlah, aku cuma baca dari awal sampe tengah lalu langsung meluncur ke 1 lembar terakhir. Udah nggak punya niat buat geregetan sama tingkah Irni yang kekanakan, apalagi dengan Dimas yang bikin nggak ngerti sama Irni, apa hubungannya dia tidur bareng sama dendam? Ini cerita balas dendam terkonyol dan terkekanakan yang pernah aku baca.
Profile Image for Anisa Listya.
19 reviews2 followers
September 12, 2013
Well, begitu lihat covernya sih biasa aja. Kirain tentang bayi dari mantan. Pas baca sinopsisnya, ceritanya sepertinya menarik & rada unik. Gak kebayang kan seorang wanita yang sudah dikecewakan seorang pria ternyata dipertemukan nasib untuk mengenal bahkan berpacaran dgn anak dari mantannya!!

Alurnya yang maju mundur cukup menarik dan tidak menganggu cerita. Walau ada beberapa bagian yang kadang kurang smooth. Namun saya cukup salut dengan penulisnya yang punya ide cerita. Konfliknya cukup berkembang walau nggak sampai puncak. Walau ada beberapa hal yang menurut saya agak dipaksakan (ada beberapa hal yang kurang masuk akal bagi kita yang hidup dalam budaya timur).

Meminjam istilah Vicky "Hendrianto", sepertinya si tokoh utama wanita sering mengalami kontroversi hati yang menyebabkan kegalauan dan kelabilan statusisasi perasaannya. Dia begitu ego & menyuramkan kisah masa lalunya.

Oke, paragraf sblm ini anggep aja intermezo *abaikan. Overall, walau endingnya sedikit 'maksa' tapi ceritanya patut mendapat three stars. Khususnya penulis berhasil memunculkan karakter Rizi yang super baik bagai malaikat (mau dong satu :p). So touching! Kadang saya berpikir ada nggak ya lelaki senaif itu di dunia ini. He..

Oke, keep writing Sin Nombre! Hope can see your another books ;)
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
January 11, 2017
Ada banyak pertanyaan di kepalaku ketika membaca buku ini karena ada beberapa hal yang rasanya menyerupai "lubang" dalam cerita. Tapi itu tidak bisa membuatku berhenti membaca karena menyukai gaya penulis bercerita.

Ini salah satu karakter utama yang sangat mudah dibenci. Hampir tidak ada sisi baik dari si "Aku" ini. Kekanakan, pendendam, bergaul bebas. You named it and she has it all. Jadi tidak tega pada orang baik-baik yang mendapatkannya.

Buku ini mungkin tidak akan berbekas di hati seandainya saja endingnya tidak seperti itu. Tapi sudahlah. Bagi orang yang percaya, cinta memang alasan untuk memberi dan memaafkan...
Profile Image for Rahel Tanusaputra.
18 reviews11 followers
March 2, 2009
Sebuah pesan dan peringatan untuk siapa pun yang memiliki perasaan. Batasan antara cinta dan benci memang sangat tipis. Bahkan bisa dibilang batasannya tidak jelas.

Berhati-hatilah mereka yang sedang membenci ataupun mencintai seseorang. Karena sekali perasaan berbicara, logika akan berhenti berbicara. Nikmatilah saat-saat yang ada ini sebaik mungkin karena tidak saja perasaan benci yang bisa berubah tetapi perasaan cinta pun dapat berubah.
Profile Image for Jenny Faurine.
Author 18 books180 followers
November 7, 2014
Bacaan yang membicarakan perselingkuhan, orang ketiga dan balas dendam adalah bacaan yang paling gue benci sekaligus favorit gue.
Simalakama banget ya? Tapi ya begitu. Sama kayak saat baca novel ini. Lo diajak seperti "memilih" antara sepemikiran dengan Irni untuk mendendam atau bertentangan dengan Irni dengan menganggap bahwa ini semua hanya karena permainan takdir dan sejumput perasaan bernama cinta.
Profile Image for Ninil.
20 reviews2 followers
August 19, 2008
the Coolest novel that i ever read... (he.. he.. sampe sgitunya yah gw..!)
4 thumbs up dah... ada-ada aja penulis novel mbuat crita kaya bginian, kratif skali... critanya simple, dengan konflik yg menarik...!
Profile Image for Nike Andaru.
1,703 reviews115 followers
January 8, 2013
emang gak ada bagus-bagusnya bales dendam.
ceritanya agak kurang realistis aja sih. masa' iya Anna ngebolehin si Rizi nikah sama perempuan yang 16 tahun lebih tua dan sakit pula. lah itu si raffi ahmad aja gak jadi :))
Profile Image for Ayu Prameswary.
Author 19 books66 followers
June 6, 2008
Saya kuat bertahan hingga bab 4 yang pertama... selanjutnya saya memilih untuk merangkai cerita sendiri dalam mimpi. Ngantuk, bok!

Yahh, mungkin akan saya lanjutkan suatu hari nanti. Mungkin.
Profile Image for karunia.
15 reviews4 followers
August 10, 2008
This story shows a different way to love the one we loved.

but Honesty still become the most important in a relationship
Profile Image for Dian  Ekaputri.
39 reviews4 followers
April 30, 2012
Nasi sudah menjadi bubur,
Penyesalan selalu datang belakangan...
Kayaknya baru ini nih, baca novel yang ide ceritanya seperti ini.
Bagussss...ngak biasa...
Displaying 1 - 18 of 18 reviews