Jump to ratings and reviews
Rate this book

You #2

Damn! It's You!

Rate this book
“Gue mau lo pindah ke Atlanta.”

Gara-gara kalah taruhan sama Saba, Nigi harus menanggung konsekuensi besar: dia harus pindah sekolah! Namun, mana mungkin Nigi ninggalin sekolah tersayangnya, temen-temennya, serta jabatan ketua OSIS? Meski masa jabatan OSIS-nya sudah nyaris habis, tetap saja Nigi nggak mau pindah sekolah karena alasan konyol. Lagi pula, dia kan baru kenal cowok muka datar itu!

Saat Nigi yakin untuk menolak hasil taruhan, orangtuanya malah sudah mengurus kepindahannya. Tentu saja dia stres banget. Gimanapun juga, dia bakal satu sekolah dengan Saba. Malapetaka buat Nigi, kan?

Namun, apa iya benar-benar malapetaka? Gimana kalau ternyata ada hal-hal mengejutkan tentang Saba? Gimana kalau Nigi telanjur penasaran dengan cowok misterius itu? Dan bagaimana kalau… Saba naksir Nigi?

232 pages, Paperback

First published January 1, 2017

10 people are currently reading
51 people want to read

About the author

Pelangi Tri Saki

3 books21 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (11%)
4 stars
26 (38%)
3 stars
28 (41%)
2 stars
6 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
January 30, 2024
Bintang 2 (lagi)..

Fyuh.. ternyata buku ke-2 ini nggak bisa dibilang lebih bagus juga dibanding buku pertamanya. Butuh waktu seminggu boo cuma buat nyelesein. Beneran udah niat mau DNF tapi akhirnya dilanjutkan karena ini baru awal tahun wk.

Dannn, sama kaya buku pertamanya. Tokoh para orang tua di series ini "selalu" nggak ada yang bener. Nggak make sense semua. Terlalu baik sampai level memuakkan.

Danm! It's You! Bercerita tentang Nigi, adik Noel (baca Hey! You!) yang kalah taruhan dengan cowo bermuka datar, irit bicara dan (sok) cool bernama Saba. Sebagai hukuman atas kekalahanya, Nigi harus pindah sekolah ke SMA Atlanta dimana Saba bersekolah. Saba dikenal sebagai sosok yang misterius dan pendiam. Namun ketika bersama Nigi, cowok itu berubah menjadi seseorang yang lebih ceria dan memiliki motivasi hidup. Nigi sayang pada Saba, tapi apakah Saba punya perasaan yang sama denganya? Kalau iya kenapa cowo itu selalu menyimpan rahasia dan tak pernah berniat membagi kisah hidupnya?

Masih kaya buku pertamanya. Ceritanya bak FTV kacangan. Apalagi orang tua Nigi. Haduh! Orang tua mana yang mengizinkan anaknya pindah sekolah hanya gara-gara kalah taruhan main basket dengan cowok asing coba? Berdalih "tanggung jawab" jadi si Nigi harus tetap pindah walaupun sebentar lagi dia naik kelas dan menjadi Ketua Osis. Remeh benget elahh.
Belum lagi kasus Nigi yang harus menyuapi Saba gara-gara Saba sakit akibat menunggu Nigi seharian. Mana harus ditungguin dikamar lagi, berduaaan. Lagi-lagi alasannya karena Nigi harus menjadi anak yang bertanggung jawab. Emang nggak beres ortunya! Jadi kesel sendiri saya bacanya -_-

Sepanjang cerita konflik begitu datar dan penyelesaiannya juga begitu mudah, jadi nggak greget. Terus masih banyak plot hole, terutama menuju ending. Kisah Saba dan Kakaknya kaya nggak selesai. Yakali masalah selama 27 tahun selesai cuma gara-gara dipenjara. Dan penjebab Arya dipenjaranya pun nggak jelasss. Tiba-tiba berantem di club, apa penyebabnya coba?

Nah si Arya nih, karakternya abu-abu banget! Setiap dateng selalu emosi, marah-marah nggak jelas. Nah ini saya nggak connect sama penyebab Arya benci Saba. Jadi Arya menganggap Saba sebagai pembunuh ibu dan ayahnya kan? Maksudnya gini loh, Arya itu udah TUA gaesss. Udah kerja, udah dewasa, udah jadi pria matang! Ibunya meninggal karena melahirkan Saba! Seharusnya NALARnya jalan dong kalau Saba itu bayi yang dia sendiri bahkan nggak tau rupa ibunya kaya apa? Kenapa terus-terus disalahkan. Kalau Arya masih kecil anak SD oke lah. Tapi dia udah DEWASA masa pikiranya nggak jalan juga sih terus menyalahkan Saba selama 27 tahun!

Belum lagi dia berlagak seolah-olah menjadi "pemilik" Saba. Sesuka hati marah-marah, sesuka hati main tonjok, sesuka hati pindahin Saba dari 1 tempat ke tempat yang lain. Dan bodohnya Saba selalu menerima, tanpa mau protes apalagi menjelaskan! Jadi tambah ngeselin!

Sudah Kakaknya nggak punya otak, adiknya bodoh. Bikin emosi bacanya! Ditambah lagi si Nigi yang juga selaku menye-menye. Triple combo yang membuat saya sempat DNF seminggu. -_-

Terus kemistri antara Saba dan Nigi juga gimana ya. Romantis sih, tapi nggak pada tempatnya wkwkw. Saba terlalu sok cool tapi suka gombal juga, kan aneh nggak balance jadinya. Terus Nigi, dia sering denial. Jadi kaya nggak masuk kemistri mereka. Apalagi Saba yang terlalu memaksa Nigi. Mereka masih SMA boo tapi Saba udah bertingkah kalau Nigilah satu-satunya cewek yang dapat merubah hidupnya. Padahal menurut saya Nigi nggak ada spesial-spesialnya untuk mendapat predikat cewek yang dapat merubah Saba. Jadi ya gitu deh, kurang pas meromatisasi hal begitu. Masalah Saba itu "gede" loh dan Nigi nggak bisa dibilang sebagai salah satu penyebab masalah Saba mulai berkurang.

Tokoh yang paling saya respect disini cuma Rei. Dia yang paling waras dibanding yang lain. Dia juga baik, selalu jadi back guard Saba. Pokoknya Rei masuk kategori cowok yang boleh dijadikan pacar lah wkwkw.

Oh iya, disini juga lumayan banyak dialog "nggak perlu" terutama gaya percakapanya Nigi

"Lo nggak apa-apa?"
"Nggak"
"Beneran nggak sakit?"
"Sakit"
"Makanya, sini liat"
"Nggak mau"
"Ya udah kalau nggak mau"
"Mau"
"Sakit ya?"
"Iya"

Nah, ngobrol aja gitu terus sampe pemilu 2024 -_-

Terakhir, Mamanya Nigi hobi benerrr bikin bubur, elahh. Ada orang sakit dikit bikin bubur wkwk



Note :

- Masih ada typo atau kalimat kurang kata.
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
March 13, 2020
Aku lebih suka chemistry Nigi-Saba ini kalau membandingkan dengan Nadi-Zillo di buku Hey! You! Lebih gemesin xD

Masih enjoyable, bisa dibaca kilat, dan khas teenlit =)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book268 followers
February 6, 2017
Yang pernah baca Hey! You! pasti sudah kenal dengan Nigi dan Noel, saudara kembarnya. Di buku itu Nigi digambarkan sebagai cewek tomboy dan sering galak. Tadinya saya berpikir di buku #2 ini ceritanya Noel dan Aran, ternyata bukan.

Nigi ketemu dengan cowok muka datar bernama Saba. Pertama kali pas Nigi bertanding kendo di SMA Atlanta. Sempat terjadi insiden, dimana Nigi memukul kepala Saba dengan shinai. Tapi bukannya marah, cowok itu langsung pergi saja. Pertemuan kedua pas Nigi pulang sekolah hujan-hujanan dalam keaadaan patah hati. Dia sempat ketemu Saba, tapi tidak mempedulikannya. Entah kenapa hal itu menarik perhatian Saba. Kali ketiga di lapangan basket, dimana kedua taruhan bermain basket. Nigi kalah dan sebagai taruhannya dia harus pindah ke SMA Atlanta.

Meski sedikit absurd karena Nigi dengan gampangnya "dipindahkan" ke SMA Atlanta, tapi kisah Nigi dan Saba ini menarik untuk disimak. Saya suka dengan dialog-dialognya yang lucu dan segar, sehingga pembaca bisa masuk ke dalam karakter para tokohnya.

Kalau menurut saya Nigi ini karakternya mirip dengan Nadi di buku #1. Trus lompatan waktunya juga mirip, dimana dalam jangka waktu sekian tahun kasusnya dibikin ngambang dan tiba-tiba terselesaikan di akhir cerita.
Profile Image for Fikriah Azhari.
363 reviews149 followers
February 18, 2017
Review lengkap: http://fikriah-bookaddict.blogspot.co...

"Menurut lo, bahagia itu seperti apa?" - Sabara Ardan.
"Bahagia itu ketika kita merasa cukup." - Nigi Syahreza


Nigi Syahreza tidak habis pikir, bahwa dampak dari terlibat perdebatan dengan Sabara Ardan berakhir dengan keharusan dirinya untuk pindah dari SMA Nusantara ke SMA Atlanta. Ini karena ia kalah dalam permainan basket dengan pemuda itu, yang membuat Nigi harus menuruti satu permintaan Saba, seperti yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Memang, pindah sekolah tidak terdengar mudah, namun orangtua Nigi langsung menyetujui hal itu, sekaligus memberi pelajaran agar Nigi tidak dengan seenaknya bertaruh apalagi tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakannya tersebut. Dan tentunya ini terasa berat bagi Nigi, harus melepas jabatan sebagai ketua OSIS, dan mulai beradaptasi kembali dengan lingkungan baru.

***

Bagi penikmat teenlit, saya rekomendasikan Damn! It's You! pada kalian. Jika Hey! You! lebih menunjukkan hal-hal lucu dan menyentuh hati, maka Damn! It's You! berusaha menyajikan cerita yang lebih serius, kehidupan yang kelam, rahasia-rahasia yang berusaha ditutupi, dan dendam masa lalu yang tidak termaafkan.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
February 6, 2017
14 - 2017

Ada 1 eks gratis Damn! It's You gratis disini, caranya mudah banget DL 30 Januari 2017 cek http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/...

"Pertemuan adalah awal dari banyak kemungkinan dan bertemu denganmu adalah kemungkinan yang tidak pernah dapat kuprediksi." (Halaman 9)

Damn It's You adalah buku ke-2 dari seri You. Jika kamu sebelumnya sudah membaca Hey !You! pasti sudah mengenal Nigi dan Noel, sepasang saudara kembar yang tinggal berdekatan dengan Zillo dan Nadi. Namun, jangan khawatir jika kamu belum berkesempatan membaca buku pertama, karena kamu tetap akan bisa menikmati novel ini. Karena Hey!You! dan Damn It's You tidak terlalu berkaitan, hanya memang para tokohnya saling mengenal saja, dan kebetulan punya hubungan yang dekat :)

Kali ini Damn It's You mengisahkan kehidupan Nigi, gadis remaja yang tomboy dan aktif sebagai atlet olahraga kendo. Sampai saat ini, Nigi tidak sedang dekat dengan seorang cowok mana pun, berbeda dengan kembarannya, Noel. Ternyata sebenarnya Nigi sudah sejak lama menyukai seseorang, sayangnya orang itu tidak pernah tahu perasaan Nigi.

Hingga Nigi bertemu dengan sosok Saba. Sosok yang entah kenapa akhir-akhir ini sering sekali bertemu dengannya, dan Nigi mengingat jelas muka Saba yang datar dan terkesan dingin itu. Kemudian suatu hari Saba malah mengajak Nigi bertaruh basket, dan Nigi kalah. Sebagai hukuman, Nigi harus pindah ke SMA Atlanta, sebuah SMA yang terkenal dengan anak-anak yang butuh perlakuan khusus karena sering membuat masalah.

Awalnya Nigi pikir itu hanya taruhan biasa dan mana mungkin bisa segampang itu dia pindah ke SMA Atlanta, rupanya papinya malah menyetujui dan langsung memindahkan Nigi ke SMA barunya itu. Dimulailah hari-hari Nigi sebagai siswi baru di SMA Atlanta. Dia pun menjadi sering bertemu Saba, dan hubungan mereka pun tidak bisa dikatakan akur.

"Menurut lo, gue salah nggak kalau mau tahu tentang kehidupan orang lain?"

"Nggak salah selama itu nggak berlebihan. Tapi akan jadi masalah kalau rasa penasaran ini bikin lo ketagihan dan nggak bisa lepas." (Halaman 79)

Tetapi perlahan-lahan Nigi penasaran dengan kehidupan Saba, apalagi Saba seakan menyimpan masalah besar dalam hidupnya. Rei, sepupu Saba pun tak membantu, karena menurutnya bukan kapasitasnya untuk menceritakan rahasia Saba.

"Lo nggak bisa bilang Saba nyembunyiin sesuatu kalau dari awal dia memang nggak berniat membukanya ke orang lain, Gi. Itu haknya dan nggak ada hubungannya sama lo. Atau lo sekarang merasa dia ada hubungannya sama lo, jadi lo merasa berhak tahu?"(Halaman 79)

Hubungan keduanya pun lama-lama semakin dekat, apalagi sejak Nigi tahu cerita sebenarnya tentang Saba. Nigi pun tak kuasa untuk membendung perasaannya sendiri, yang perlahan-lahan berubah terhadap Saba. Hingga kemudian Saba pergi secara tiba-tiba, Nigi pun patah hati. Apa yang sesungguhnya terjadi pada Saba? Bagaimana akhir kisah Saba dan Nigi?

"Seseorang yang membuat lo lemah itu tandanya dia berharga buat lo. Begitu pun sebaliknya. Seseorang yang membuat lo kuat juga tandanya dia berarti buat lo." (Halaman 115)

Akhirnya, selesai juga membaca Damn, It's You. Sebuah novel remaja yang ringan dan menghibur. Seperti di novel sebelumnya, Hey! You! penulis masih mengangkat kisah cinta remaja dengan segala permasalahannya.

Diceritakan dengan mengalir, aku menikmati kisah Nigi. Bagaimana pertemuan Nigi dan Saba yang akhirnya mengubah kehidupan keduanya. Karakter Saba mengingatkanku akan Zillo di novel selanjutnya yang datar dan dingin, tetapi Saba lebih ekpresif kalau menyangkut perasaannya terhadap Nigi. Bahkan kadang-kadang Saba malah terkesan memaksa kalau berurusan dengan Nigi.

Sejak awal aku sudah penasaran dengan sosok Saba, ada rahasia apa yang sedang ditutupinya. Ternyata oh ternyata, ada alasan di balik sikap Saba yang menutup diri dan cenderung tidak percaya dengan orang lain. Aku jatuh simpati kepadanya, karena memikul beban berat sejak kecil. Rasanya pasti berat sekali melihat orang yang kita sayangi, malah menjauhi dan membenci kita. Bahkan menganggap kita sebagai seorang "pembunuh".

Untungnya, karakter Saba berubah sedikit demi sedikit sejak bertemu dengan Nigi. Mulai bisa membuka diri dan menceritakan masalahnya. Mereka seakan dipertemukan untuk saling menyembuhkan. Karakter keduanya yang bertolak belakang, juga membuat hubungan mereka lebih berwarna. Interaksi keduanya yang seperti kucing dan anjing, selalu ada saja pertengkaran kecil yang membuat aku senyum-senyum sendiri saat membacanya.

"Rasa percaya itu harus dibangun, Sa. Kalau gue salah paham, lo harus berusaha menjelaskan ke gue mana yang benar. Begitu pun gue nantinya." (Halaman 126)

Formula novel ini juga hampir sama, Saba yang tiba-tiba saja harus pergi dan kemudian ada epilog yang menjelaskan kejadian beberapa tahun kemudian. Walaupun ceritanya mudah ditebak, aku sangat terhibur membaca novel ini. Sebuah kisah remaja yang membuatku seakan bernostalgia dengan masa-masa SMA dimana benih-benih cinta bermekaran. Kisah cinta yang ringan dan menghibur sekali.

Gak sabar rasanya untuk menunggu kisah selanjutnya dari seri ini, semoga novel selanjutnya akan mengisahkan tentang Noel dan Aran, yang jujur sejak novel pertama sudah menarik perhatian.

"Jangan abisin waktu lo cuma buat benci seseorang. Semakin banyak lo habisin waktu buat benci orang lain, semakin banyak pula kebahagiaan yang lo kesampingkan karena rasa benci itu." (Halaman 226)
12 reviews
July 8, 2017
"Jadi, menurut lo bahagia itu apa?"
"Merasa cukup?"
"Bahagia itu merasa cukup, kan?"
"Berarti bahagia gue itu...lo." - hal 148
-
-
Saba & Nigi. Awal mereka bertemu bisa dibilang mengenaskan. Saba terkena pukulan kendonya Nigi pada saat pertemuan pertama mereka. Selanjutnya, pertemuan kedua mereka di sekolah SMA Nusantara. Saba melihat Nigi sedang menangis, tapi Nigi sendiri tidak mengenali wajahnya Saba dan pertemuan mereka berlalu begitu saja. Dan mereka bertemu lagi untuk ketiga kalinya di lapangan olahraga dekat rumahnya, saat itu Nigi ingin bermain basket dan melihat Saba yang lagi bermain basket jg. Saat itu, Saba mengenali Nigi yaitu cewe yang memukul kepalanya dengan kendonya. Saat itu, Saba ingin meminta Nigi untuk meminta maaf kepadanya. Tapi Nigi menolak, dan menjanjikan mereka sebuah taruhan, jika yang kalah bermain basket maka konsekuensinya harus menerima satu syarat dari pemenangnya. Dan Nigi ternyata kalah, dan mengakibatkan Nigi harus pindah ke SMA Atlanta. Tempat dimana Saba bersekolah.
-
Mereka yg blm mengenal satu sama lain tetapi sudah bertemu tanpa sengaja sebanyak 3 kali. Orang bilang kalau kita sudah bertemu dengan seseorang sebanyak 3 kali itu namanya takdir. Akankah mereka ditakdirkan bersama?
-
-
Yuk yuk yg penasaran segera dibaca novelnya.
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
December 20, 2021
"Seseorang yang membuat lo lemah itu tandanya dia berharga buat lo. Begitupun sebaliknya. Seseorang yang membuat lo kuat juga tandanya dia berarti buat lo..." (Hal. 115)
.
.
.
Novel kedua dari seri 'You' yang menceritakan nasib seorang Nigi pasca kalah taruhan dengan Saba.
Dan konsekuensi dari pertaruhan diantara mereka bukan hanya membuat Nigi harus hengkang dari jabatan OSIS yang sebentar lagi akan berakhir, tetapi juga membuat jarak antara dia dan Saba makin tereliminasi.
Pertanda buruk... Ataukah justru memberi kesempatan untuk Nigi bisa lebih mengenal Saba?

❤ Pertama-tama, saya ingin menulis rasa terima kasih kepada cece @books.hunterid untuk hadiah ini dan juga satu novel terjemahan yang alhamdulillah berkesempatan tuk saya baca karena menang GA yang cece adakan. Bisa dibilang ini hadiah yang tidak terduga, dan kata orang yang seringkali datangnya tak diduga itu adalah rezeki. Sekali lagi terima kasih banyak sudah berbagi yah ce,semoga rezekinya makin lancar🙏

❤ Novel ini seperti yang saya tuliskan, merupakan seri kedua. Cukup lucu, mengingat saya yang melangkahi urutan baca novel ini karena tidak punya seri pertamanya. Walau demikian, ternyata ceritanya masih dapat saya mengerti, sebab penulis menyertakan beberapa informasi yang cukup memberikan gambaran tentang alur dalam novel sebelumnya.

❤ Interaksi Nigi dan Saba bisa dikatakan sukses membuat saya senyam senyum kadang dibarengi cekikikan, terutama Karena tingkah Nigi yang lucu.

❤ Sekilas novel ini terasa seperti kisah remaja yang ringan dan romantis, namun ternyata penulis cukup piawai menyelipkan permasalahan yang menurut saya cukup berat untuk dihadapi oleh remaja.

❤ Salah satu hal penting yang saya tandai dalam novel ini adalah dendam. Dalam novel ini cukup berhasil menggambarkan bagaimana dendam dapat memberikan pengaruh yang begitu terasa dalam kehidupan seseorang. Juga, bagaimana pentingnya memaafkan orang lain dan diri sendiri atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan.
Profile Image for Indri Cahyani.
3 reviews
October 7, 2019
Saya tertarik beli buku ini karna covernya yang mencolok, penuh warna hijau seolah diantara tumpukan buku lain, buku ini yang ngejreng dibanding buku lain disekitarnya. Saat baca sinopsisnya, hal yang menarik selanjutnya adalah tentang problem yang diangkat. Yaitu Saba yang menyuruh Nigi pindah ke sekolahnya karna kalah taruhan. Itu benar benar syarat yang berani menurut saya. Lalu saya tampa pikir panjang langsung membeli buku ini untuk mengetahui jalan cerita lebih lanjut. Menurut saya nggak ada yang special dari karakter Nigi tipe cewek biasa biasa aja, sifatnya juga seperti cewek kebanyakan, tidak ada sesuatu yang special dari sifatnya. Mungkin karna ke 'biasa' an Nigi ini yang menjadi perlengkap buat saba yang tidak biasa biasa aja. Karakter cowok yang punya banyak misteri entah kenapa cocok dengan karakter cewek yang normal menurut saya pribadi. Konflik yang dibawa entah kenapa cocok dengan kepribadian Saba yang tercipta karna Konflik itu. Tapi tetap aja karakter Saba saya pikir tidak terlalu konsisten , atau hanya perasaan saya saja. Untuk lini teenlit ini termasuk cerita yang seru dan gaya bahasanya juga bagus
Profile Image for Didi Syaputra.
53 reviews13 followers
May 30, 2020
Pertemuan kadang memang selalu berhasil mencipta kisah-kisah baru, bahkan mungkin kisah kasih baru bagi mereka yang beruntung terpilih menjadi bagian dari momen itu. Apakah itu juga berlaku buat kalian?

Nigi Syahreza. Cewek tomboi, atlit kendo dan ketua OSIS di SMA Nusantara. Aktif dan terkadang konyol, sayangnya tidak ada satu pun cowok yang berhasil membuat hatinya tersentuh. Eh, ada satu. Satu cowok setelah ia dibuat patah hati cinta pertamanya, yang berhasil membuatnya penasaran sekaligus kesal setengah mati. Cowok muka datar. Tanpa ekspresi, tanpa senyum dan tanpa bisa ditebak suasana hatinya.

Cerita mereka bermula pada pertemuan yang tanpa disengaja. Di lift dan dengan belanjaan yang penuh di tangan. Awalnya Nigi sempat berpikir cowok muka datar itu akan membantunya membawakan belanjaan, mengingat cuma mereka berdua yang berada di sana, alih-alih membantu, Nigi malah ditinggal begitu saja setelah sebelumnya belanjaannya berserakan tersenggol oleh pergerakan cowok itu saat keluar dari lift. Nigi tentu saja marah. .

Sejak itulah pertemuan demi pertemuan mereka dimulai hingga Nigi terpaksa harus pindah sekolah di sekolah cowok tanpa ekspresi itu.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka? BACA!

Setelah menyelesaikan HEY! YOU! aku langsung baca seri keduanya, masih sama seperti sebelumnya, aku langsung dibuat jatuh hati dengan cerita yang ditulis Kak Saki ini. Lebih dari sebelumnya malah. Menurutku DAMN! IT'S YOU! punya cerita yang lebih menarik. .

Selain itu, interaksi antar tokoh yang didukung oleh dialog-dialog cerdas yang sukses membuatku betah mengulang-ulang dialognya. Aku merasa turut andil menjadi bagian dari cerita mereka. It's great story. Buat yang mau belajar nulis dialog keren, karya Kak Saki ini bisa kalian jadikan rujukan. Suwer deh hihii.

Aku menunggu buku ketiga dari seri ini🙌

Cinta. Berawal dari tatap, lama-lama menetap dan terus tumbuh seiring harap. Bersama. Menua. Mencipta bahagia. 📝#abaikanini wkwkwk
123 reviews
July 28, 2017
Ternyata ngomongin Nigi

Wah bela diri Kendo

Kalo Hey You lebih ceria, fangirling, Damn Its you ini lebih sedih.

Aku lebih suka yang ini daripada yang pertama! Sekalipun ide ceritanya mirip. Yang satu ngeselin, suka ganggu.

Btw saba kan lama di luar kok jarang pake bhs luar?

Aku lebih suka ini karena feelnya lebih dalam, proses perkembangan rasa cintanya juga nggak tiba-tiba walau modelnya mirip (harus merasa kehilangan dulu baru sadar).

Yang sama dengan Hey! You! adalah model, ide, dan ekseskusi ceritanya mirip. Penulis juga sama ngasih kesempatan kedua dengan rentang waktu yang lama bagi tokoh-tokohnya. Dan ending yang sama. Ciri khas extra part di wattpad hahah.
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
May 5, 2019
Rating 3.5/5 Stars

Lebih kerasan emosi dan dibuat campur aduk sama ceritanya si Nigi sihh dibanding Nadhi.
Karena ada masa lalunya Sabanya juga yg melibatkan drama keluarga, ditambah akunya yang gampang banget baper apalagi kl uda nyangkut sama kondisi sebuah keluarga dan masa lalunya (murah banget akunya).

Lebih greget buku ini. Wlpn aku kurang paham dengan tagihan janji taruhannya yg gak masuk akal (bagi aku)
Profile Image for Petri Yong.
26 reviews2 followers
January 27, 2021
Gw recommend ini buku!
Sebelumnya gw baca review yang bilang kalo ini buku lebih menarik daripada seri YOU lainnya (novel Hey! You!) yang ngebuat gw pwnasaran seseru apa sih?

Dan setelah gw baca, gila! Seru abis!
Gw suka banget ama karakter Saba di cerita ini! Dan gw juga suka plotnya! Agak lain dari kebanyakan novel yang hanya bahas soal kisah percintaan dengan klimaks cinta segitiga yang berakhir salah paham kemudian menyesal bla bla bla.. (seperti plot di Hey! You!)
Profile Image for Rieke Ardianty.
4 reviews
June 13, 2023
Baca kembali buku ini sebenarnya seperti nostalgia ketika masih on-going di Wattpad ketika saya kira-kira masih SMA. Seingat saya membacanya waktu itu menyenangkan, dan ketika saya membacanya kembali ternyata 'ah, bukan untuk saya lagi'. Ada beberapa bagian plot yang tidak saya pahami, dan tidak make sense untuk saya.
Profile Image for Air.
154 reviews13 followers
May 17, 2017
Walaupun secara keseluruhan drama abis, beberapa bagian sempet bikin saya ketawa-ketawa sendiri kayak orang gila. Jadi, yah, lumayan menghibur, lah
Profile Image for HalfFull.
5 reviews
July 12, 2022
Awalnya kayak boring gitu...tapi lama-lama setelah tahu alur dan karakter Saba yang ❤️ jadi makin sukakk...lebih suka yang ini daripada yang seri pertama...lebih ngena gitu😍
29 reviews
September 13, 2023
Menceritakan anak SMA Nigi dan Saba yang dah dekat banget, namun Saba memiliki kakak yang saiko (Suka marah2 dan mukul mulu) yang ingin adiknya tidak bahagia ..
Namun happy ending di akhir kokkkkk
Profile Image for Neneng Lestari.
296 reviews1 follower
January 15, 2017
Kesan pertama ketika kenalan sama Saba, pengen tabok-tabok itu bocah. Gemesin banget! Tapi setelahnya nggak pengen nabok lagi sih, pengen sayang-sayang aja sama itu anak wkwk

Ini kisah teenlit yang bener-bener remaja sekali. Kisah Saba si cowok cool yang irit ngomong dan muka datar yang naksir Nigi. Nigi yang keras kepala, dan cerewet membuat kisah ini menjadi drama kucing dan tikus. Nggak pernah akur, tapi gemesin. Uniknya sih, meski Saba ini tipe cowok-cowok dingin, dia nggak segan-segan nunjukin kalau dia sayang ke Nigi. Pertahanan cewek mana yang nggak jebol coba kalau diperhatiin terus sama cowok cakep kayak Saba?

Full Review: http://ntarienovrizal.blogspot.co.id/...
Profile Image for Rumah.
Author 1 book41 followers
February 6, 2017
Baca reviewnya disini yuk >> http://peekthebook.blogspot.co.id/201...

Damn! It’s You! menceritakan mengenai kisah antara Nigi dan Saba. Nigi seorang gadis yang tomboy dan bersekolah di SMA Nusantara, seorang ketua OSIS. Hobinya bermain kendo. Pertemuannya dengan Saba terjadi saat Nigi memenangkan pertandingan kendo dengan SMA Atlanta. Karena asyik bercerita dan memperagakan aksi kemenangannya kepada sahabatnya, Aura, pedang Nigi tanpa sengaja mengenai kepala seorang anak laki-laki. Nigi yang merasa bersalah, segera minta maaf. Namun, anak laki-laki tersebut hanya berlalu begitu saja dari hadapan Nigi tanpa ekspresi sama sekali. Itu adalah pertemuan pertama mereka.

Pertemuan kedua mereka terjadi saat Nigi yang patah hati karena cintanya kandas, memutuskan untuk bermain-main dengan hujan. Di bawah guyuran hujan dan tangisan yang coba dia sembunyikan, Nigi bertemu dengan anak laki-laki tersebut. Nigi yang merasa tak membutuhkan payungnya, memberikan payungnya kepada anak laki-laki tersebut. Di pertemuan ketiga mereka, anak laki-laki tersebut menantang Nigi bermain basket one on one. Jika Nigi kalah, dia harus pindah ke SMA Atlanta.

Membaca novel ini seriusan, bikin aku flashback ke masa-masa aku saat SMA. Jaman cinta monyet bersemi. Dimana hubungan antar masing-masing individu terasa begitu kental. Novel ini membuat semua perasaan jadi satu. Tak hanya sedih namun juga bisa tertawa dan bahagia, tak lupa senyum-senyum sendiri. Penulisnya mampu merangkai kata demi kata menjadi kalimat yang bikin pembacanya menjadi kesulitan buat berpaling sejenak saja dari novel ini. Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari novel ini. Tak hanya tentang persahabatan, kehangatan keluarga tapi juga tentang emosi diri. Ahh, ikhlas juga.

Sosok Nigi sendiri yang diceritakan disini, benar-benar serasa berkaca dengan diriku sendiri. Aku memang belum pernah mengalami apa yang Nigi alami. Memulai sebuah hubungan bukan dengan cara baik-baik. Namun, hubungan antara Nigi dan keluarganya benar-benar seperti hubunganku dengan orang tuaku dan adikku. Begitu hangat, dekat dan penuh tawa. Perjuangan Nigi pun tak mudah, walaupun dia tomboy, namun dia benar-benar peduli dengan orang-orang di sekitar dia. Saat dia sakit pun, dia memilih untuk menyimpannya sendiri.
Profile Image for Arista Vee.
Author 6 books44 followers
April 2, 2017
"Makin kenal sama dia, gue makin merasa harus tahu. Meski gue tahu itu cuma pembenaran atas rasa ingin tahu gue aja." HAL 77


khas teenlit, saya nggak menyangka konfilknya bisa sebegini tragisnya buat Saba, uluh-uluh sayangku Saba, teh saki kejam sekali T.T. Satu lagi novel teenlit yang bisa bikin saya nangis sampai habis tissue berapa lembar ya tadi wkwk. Ceritanya beda dari yang Hey You versi wattpad yang dulu saya baca, di sini lebih menekankan pada konflik batinnya Saba, tentang kondisi keluarganya, pokoknya alur ceritanya lebih baik daripada Hey You, suka sekali dengan cerita Saba dan Nigi ini. Novel ini nggak drama sih, endingnya dibikin real juga, enggak maksa pokoknya hehe.


tapi saya sedikit bingung pada halaman 165-166, di situ di tulis Arya datang marah-marah dan nonjok Saba, tapi setelah jeda adegan Rei dapat telepon kalau Arya baru mau pulang ke Indonesia, saya yang lemot atau memang kesalahan atau bagaimana saya nggak tahu wkwk.

Sebenarnya saya kasih bintang 3,87 tapi dibulatkan jadi 4 saja karena endingnya yang realistis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.