Aiiih... malu dong, kalo ketahuan! Apalagi ini dialami oleh Nadia, seorang akhwat, jilbaber lagi!
Akhir-akhir ini, Nadia merasa kalau sarapan dan makan siangnya terasa nggak enak, tidur pun jadi nggak nyenyak. Kenapa, ya? Mungkin, beginilah rasanya kalau terjangkit virus "merah jambu". Belajar jadi nggak konsen, mikirin si dia terus. Padahal, dia belum tentu mikirin kita. Fiuh...!
Gimana, dong? Kan fitrah tuh, kalo kita jatuh cinta, ya nggak?
Ternyata, Nadia pun dicurhati sahabatnya di Rohis, Widya, yang diam-diam mencintai Bram, cowok yang disukai Nadia! Waaah..., berabe, nih! Sahabat bakal jadi saingan!
Gimana akhir cerita yang menggelitik ini? Bersama My Love, kita akan diajak menikmati masa remaja yang unik dan kadang tak terduga.
Buku ini berisi kumpulan cerpen. Diantara beberapa cerpen itu ada satu cerpen yang saya sangat suka (entah lupa judulnya), dalam cerpen itu terjadi percakapan yang ternyata percakapan baju-baju dalam lemari. Baju-baju itu penasaran karena setiap hari ada korban kawan mereka yang hancur disobek-sobek tangan yang penuh amarah dengan gunting, mereka tidak tahu pelaku penyobekan itu, baju yang disobek rata-rata yang bermodel terbuka atau ketat. Diakhir cerita diceritakan pelaku penyobekan tersebut melakukan hal tersebut karena marah gara-gara pakaian seperti itu kakaknya menjadi korban perkosaan. Ceritanya singkat tapi membuat orang penasaran dan mengena ada pesan moralnya. Hanya cerita itu yang saya suka, yang lainnya biasa saja.
semua cerpennya keren, terutama yang cerita soal baju dan keseksian, maaf lupa judulnya, dan cerpen mengenai pemborosan makanan. itu pesannya bagus banget. menggunakan benda mati, yaitu baju-baju dan makanan, sebagai tokoh utama dan sudut pandang cerita. kita seolah merasakan langsung bagaimana kalau jadi si seksi yang terancam dianiaya, atau kaos dan jins yang serba khawatir. bagaimana jadi apel yang dimakan sedikit lalu dimasukkan kulkas, atau sepotong pizza yang sudah digigit ujungnya lalu ditinggalkan begitu saja.
cerita mengenai khadimat yang gonta-ganti majikan juga menyentuh. semua keren. suka banget!
Buku kumpulan cerpen duet pertama Koko Nata. Ditulis dengan bahasa yang nge-pop, meskipun beberapa tema yang diangkat agak berat untuk segmen pembaca remaja