Jump to ratings and reviews

Kerygma & Martyria: Puisi-Puisi Remy Sylado

Kerygma. The word, as substantive, denotes both the act and the message, and ranges in meaning from 'address' and 'call out' to 'summons' - Encyclopedia of Theology Karl Rahner

Martyria. Evidence given judicially or genitive record, repot, testimony, witness. - Dictionary of the Greek Testament Exhaustive Concordance James Strong

1056 pages, Hardcover

First published July 14, 2004

Loading...
Loading...

About the author

Remy Sylado

39 books148 followers
Remy Sylado lahir di Makassar 12 Juli 1945. Dia salah satu sastrawan Indonesia. Nama sebenarnya adalah Yapi Panda Abdiel Tambayong (Jampi Tambajong). Ia menghabiskan masa kecil dan remaja di Solo dan Semarang. Sejak usia 18 tahun dia sudah menulis kritik, puisi, cerpen, novel, drama, kolom, esai, sajak, roman popular, juga buku-buku musikologi, dramaturgi, bahasa, dan teologi. Ia memiliki sejumlah nama samaran seperti Dova Zila, Alif Dana Munsyi, Juliana C. Panda, Jubal Anak Perang Imanuel. Dibalik kegiatannya di bidang musik, seni rupa, teater, dan film, dia juga menguasai sejumlah bahasa.

Remy Sylado memulai karir sebagai wartawan majalah Tempo (Semarang, 1965), redaktur majalah Aktuil Bandung (1970), dosen Akademi Sinematografi Bandung (1971), ketua Teater Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung. Remy terkenal karena sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya.

Selain menulis banyak novel, ia juga dikenal piawai melukis, dan tahu banyak akan dunia perfilman. Saat ini ia bermukim di Bandung. Remy pernah dianugerahi hadiah Sastra Khatulistiwa 2002 untuk novelnya Kerudung Merah Kirmizi.

Dalam karya fisiknya, sastrawan ini suka mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang dipakai. Hal ini membuat karya sastranya unik dan istimewa, selain kualitas tulisannya yang sudah tidak diragukan lagi. Penulisan novelnya didukung dengan riset yang tidak tanggung-tanggung. Seniman ini rajin ke Perpustakaan Nasional untuk membongkar arsip tua, dan menelusuri pasar buku tua. Pengarang yang masih menulis karyanya dengan mesin ketik ini juga banyak melahirkan karya berlatar budaya di luar budayanya. Di luar kegiatan penulisan kreatif, ia juga kerap diundang berceramah teologi.

Karya yang pernah dihasilkan olehnya antara lain : Orexas, Gali Lobang Gila Lobang, Siau Ling, Kerudung Merah Kirmizi (2002). Kembang Jepun (2003), Matahari Melbourne, Sam Po Kong (2004), Rumahku di Atas Bukit, 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Bahasa Asing, dan Drama Musikalisasi Tarragon “ Born To Win “, dan lain-lain.

Remy Sylado pernah dan masih mengajar di beberapa perguruan di Bandung dan Jakarta seperti Akademi Sinematografi, Institut Teater dan Film, dan Sekolah Tinggi Teologi.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (33%)
4 stars
12 (28%)
3 stars
15 (35%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Liliyah.
102 reviews19 followers
July 25, 2008
beraaat..*arti harfiah lho* kumpulan puisi dalam 1026 halaman dan dibagi dalam "Kerygma" dan "Martyria". Sebenarnya tak hbs bacanya dan kyknya takkan pernah bs habis, tp dmasukin dlm shelve-read ^_^

ATINDRIYA

aku roda zaman
masih berputar
tak mau berhenti

kata hilang huruf
sudah begitu irama nafas

jika aku jeda
kau senang
kawan lari

aku roda zaman
dari kasih ayah
kuberikan buat anak.

- - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - -
dan seorang Remy Sylado pun berterima kasih pd muazin

Perkara Terima Kasih

Ada orang yang
sudah berterima kasih
untuk perkara-perkara kecil

Ada orang yang
belum berterima kasih
untuk perkara-perkara besar

Aku mau berterima kasih pada nyayian muazin
yang menyuruh bangun ketika aku masih lelap
untuk perkara ash-shalatu khairu minan-naum.





Profile Image for Miss Kodok.
220 reviews18 followers
Want to Read
January 19, 2010
Wow... tebel bangeth and puisinya banyak bangeth juga..
Biarpun gak tau bakalan selesai kapan, tapi aku telah memantapkan niat untuk membacanya satu persatu sampai selesai (dan coba memahami maknanya - kalau bisa).
Displaying 1 - 4 of 4 reviews