Jump to ratings and reviews
Rate this book

To Tokyo To Love

Rate this book
Impian, bagi Nina, adalah membangun kehidupan sempurna: membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami. Namun mimpi itu sirna sesaat sebelum pernikahan dengan datangnya kabar buruk.

Dengan hancur Nina pergi ke Tokyo dan berusaha menata serpihan hatinya. Hari-harinya diisi persahabatan dunia maya dengan Takung, lelaki yang tak pernah ditemuinya. Ada pula seorang lelaki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta.

Namun, saat Nina kembali mampu berjalan tegak, masa lalu menghadangnya. Kini ia harus memilih antara membangun kembali impian masa lalu atau merajut masa depan dengan segala ketidaksempurnaannya.

296 pages, Paperback

First published December 23, 2008

17 people are currently reading
221 people want to read

About the author

Mariskova

11 books46 followers
Mariskova is a writer currently residing in Jakarta.
Her writings among others are published as novels, antologies, short stories, and articles.
Her first novel with Gramedia Pustaka Utama was Hair-Quake and published in 2008. The second novel followed titled To Tokyo to Love (2008), Fly Him to the Moon (2010), A Wish for Love (2013), Broken Clouds (2023) and The Same Sky (2023). Some of her novels are included in the category of Metropop Klasik GPU.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
90 (17%)
4 stars
119 (23%)
3 stars
207 (40%)
2 stars
75 (14%)
1 star
15 (2%)
Displaying 1 - 30 of 60 reviews
Profile Image for Yosi.
23 reviews10 followers
February 8, 2009
To tokyo to Love menarik perhatian saya karena setting Jepang yang ditawarkan. Belakangan ini obsesi saya terhadap hal-hal berbau Jepang memang sedang melonjak. Secara singkat buku ini bercerita tentang tokoh nina yang baru diputus oleh calon suaminya, Ian, yang terpaksa harus menikahi mantan pacarnaya, Karina, yang terlanju hamil. Untuk mengobati patah hatinya, Nina memutuskan untuk ke Jepang melanjutkan studi. Di luar dugaan, melupakan kenangannya bersama Ian adalah hal yang sulit sekali dilakukan.

Secara keseluruhan tulisan mbak Mariskova tidak beda dengan gaya novel-novel metropop lainnya. Mengalir, menarik, plot rumit berbalut adegan romantis antara Nina dengan teman cybernya. Deskripsi tentang Jepang dan beberapa budayanya membuat novel ini memiliki nilai lebih. Penulisnya cukup lihai menyelipkan informasi-informasi itu, termasuk potongan bahasa Jepang dalam kisahya.

Sepintas saya membaca beberapa chapter saat tokoh Nina berada di Jepang, saya merasa seperti diingatkan dengan film "You've got Mail"-nya Meg Ryan. Dua orang yang bersahabat di dunia maya yang sama sekali tidak menyangka sebetulnya mereka sudah saling bertemu. Saya nyaris kehilangan minat akan plot karena merasa sudah bisa menebak jalan ceritanya. Tapi kemunculan Ian dan Karina kembali dalam kehidupan Nina membangkitkan semangat saya kembali untuk mengikuti cerita sampai akhir.

Walaupun begitu, tetap ada beberapa hal minor yang 9bagi saya) mengganggu kenikmatan saya membaca novel ini. Saya tidak terlalu suka tokoh Nina yang terlalu emosional. Komentar "Ih, lebai..." terpaksa terlontar membuat bagian keluh kesah tentang patah hati dan penyesalan menjadi such an annoying scene buat saya. Dari sudut pandang saya pribadi, loncatan time setting di beberapa scene cerita juga membuat saya bingung. saya terpaksa harus sedikit meraba-raba untuk menentukan apakah dialog di bawahnya masih berada dalam setting waktu yang sama atau tidak (saya juga menemukan beberapa hal semcam ini di novel lain, dan itu bener-benar mengganggu kenikmatan membaca..^^)

Chapter ending terasa muncul begitu tiba-tiba. Mungkin penulisnya ingin mencoba sebuah efek dramatis seperti dalam film. Tapi, saya kira menikmati visualisasi berbeda sekali dengan membaca. Tetap saja saya kebingungan mengikuti plot bagian ending. Sementara itu sejumlah pertanyaan penasaran saya justru sama sekali tak terjawab hingga saya menutup buku ini.

"Bagaimana dengan nasib Ian dan Karina?"

Mbak Mariskova, boleh saya buat fanfic To Tokyo to Love?? XD...
Profile Image for Arli.
9 reviews
June 8, 2023
Rasanya campur aduk banget saat baca novel ini🥰❤️ Alur ceritanya maju mundur tapi bikin saya ikutah Gelisah terbawa suasana cerita romantis ini 👍

Saya menikmati banget suasana romantis obrolan antara Nina Chan & Takeo Kun 🥰😘❤️ (teruma imajinasi mereka apabila bertemu dgn secret admirernya di dunia nyata wkwkwk)

Tapi saya juga ketawa dgn tokoh Mark & Felix yg konyol untung si Nina punya mereka berdua di kampus 😆🤣🤩🤣🤣 Kisah pertemanan antar negara yg menempuh studi S2 di Tokyo University & menjalani kehidupan yg serba cepat di Jepang 😆

Endingnya dari novel ini bikin hati terasa hangat romantis lagi jadi enggan untuk meninggalkan suasana romantis mereka berdua setela perjalanan drama panjang & melelahkan 😆

Salut sama penulisnya 👍 Bisa membawa penonton hanyut dalam cerita🤗
Profile Image for Sinusitis.
5 reviews2 followers
January 31, 2009
aku suka !!! bukunya enjoyable banget.

and setting Jepang nya itu loh yg bikin gw ga bisa berhenti baca juga... :p

Profile Image for Sanggita Luqyana.
45 reviews
February 7, 2024
4⭐

Sangat heartwarming. Aku biasanya nggak betah sama penceritaan yang banyak narasinya, tapi buku ini pengecualian. Suka banget sama cara penulis menceritakan hidup dari sudut pandang Nina. Meskipun memang agak slowburn dan banyak banget hal-hal yang membosankan, salah satunya soal Nina jalan-jalan ke Akihabara bareng Mark dan Felix. Satu hal yang bikin aku heran adalah Nina ini kan direkrut Fujita karena bisa berbahasa Jepang, tapi ketika udah sampai di Jepang pun dia mengaku nggak ngerti bahasa Jepang. Samaaaa satu lagi adalah di bagian akhir nggak diceritakan gimana pada akhirnya Nina bisa tiba-tiba bengong di danau setelah huru-hara di bab sebelumnya. Nggak diceritakan :(
Profile Image for mars.
45 reviews1 follower
August 14, 2024
oh, to have a partner like takung. aku selalu agak skeptis dengan red string theory. krn kaya 'agak' terlalu. tapi, di buku ini dibuktikan kl red string theory itu beneran ada. kita mungkin udah pernah bersinggungan dengan our partner tp krn waktunya belum pas untuk ketemu, jd belum ketemu. selain itu, perjalanan untuk sembuh dari 2 tokoh utamanya digambarin dengan jelas. walaupun alurnya maju mundur, tapi ga bikin bingung. alurnya juga mudah banget ketebak, tapi gatau kenapa ga bikin bosen. and also a heartwarming ending. suka bgttt novel ini. baca novel ini setelah baca banyak novel thriller rasanya beneran bikin fresh.
Profile Image for Leila Rumeila.
999 reviews28 followers
September 14, 2022
Auranya dark romance, so it was promising in the beginning.
Tapi makin ke sini alur dan ceritanya makin engga jelas, predictable and boring af.
Not worth my time! 👋

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for Etha Ringo.
29 reviews4 followers
March 19, 2010
Nina yang 'melarikan diri' ke tokyo karna gagalnya pernikahan dia dengan tunangannya Ian yang selingkuh dengan mantan pacarnya Karina yang menyebabkan Karina hamil dan menuntut Ian untuk menikahinya.

Karena sedih selama ini impian yg sudah dicita-citakan Nina akhirnya gagal, membuat Nina memutuskan untuk pergi ke Tokyo melanjutkan kuliah S2 nya dengan bantuan beasiswa dari perusahaan tempat dia bekerja.
Di sana dia mendapatkan teman baru yang menghiburnya sehari-hari.

Dan dia juga bergabung ke forum kampus dan mendapat temen baru bernama Takung. Setiap hari mereka berhubungan melalui Chat dan setelah beberapa waktu melalui telepon, namun belum pernah sekalipun mereka bertemu.

Selain itu juga Nina menemukan seorang pria 'man in black' sebutan Nina, yg selalu bertemu di dalam kereta...man in black ini lah menjadi secret admirer Nina dan menjadi semangat baru dalam hidupnya..

Hal ini pun diceritakan Nina kepada Takung, dan Takung sendiri ternyata memiliki 'wanita misterius' yg setiap hari diperhatikannya duduk di taman.

Akhirnya luka hati Nina mulai terobati, namun di saat yg tidak disangka, ternyata Ian menemui Nina di kampusnya yg membuat luka itu terbuka lagi. Dan tidak disangka ternyata Ian tidak sendiri, istrinya Karina pun datang dan mengancam akan membunuh Nina apabila Nina masih menemui Ian.
Hal ini kembali membuat Nina sedih dan merasa ketakutan.

Nina ingin menceritakan hal ini ke Takung, namun dia sudah berjanji untuk menyelesaikan masalah ini sendiri. Setelah lama berhubungan dengan Takung akhirnya mereka membuat janji untuk bertemu di stasiun kereta Shinjuku kemudian melanjutkan perjalanan ke tempat lain untuk menyaksikan FireWorks.

Namun saat Nina menanti kehadiran Takung, Ian tiba-tiba datang dan menarik Nina untuk bersembunyi karna Karina mengincar Nina. Setelah bersembunyi, Nina memberitahu posisi dimana dia berada kepada Takung melalui SMS. Dan tidak lama kemudian ternyata Karina mengetahui tempat mereka bersembunyi dengan membawa sebilah pisau.

Ian coba membujuk Karina, namun hasilnya, dia menusuk Ian..dan tak lama kemudian Karina menuju Nina dan menusuk Nina tepat di lambungnya.

Dan akhirnya Nina diselamatkan oleh Takung yg ternyata adalah 'man in black' nya Nina..dan ternyata juga, Nina adalah 'gadis misterius' nya Takung.

Menurut aq bukunya lumayan bagus, namun ceritanya mudah ditebak...hehehe... :D
Profile Image for Asti Achi.
5 reviews3 followers
October 16, 2014
Satu pelajaran yang saya dapat ketika membaca buku ini adalah kita boleh berencana tapi Allah yang akan memutuskan. Kita boleh bermimpi tentang apapun, tapi Allah memiliki rencana yang lebih indah dari mimpi kita.
Profile Image for Emhie Azis.
27 reviews2 followers
April 9, 2009
duh, mengangkan skaligus sedih.
aku pernah hampir ngalamin kejadian like that
diteror mam mantan sang kekasih.
mmmmm.......... jd ingat masa lalu.......
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
July 6, 2025
Sering kali aku membayangkan beragam skenario kematian impian ...

Membuka dengan "hook" sebagai kalimat pertama dari paragraf pembuka di buku ini. Ku disuguhkan penceritaan dengan sudut orang pertama yaitu Nina, yang ingin mati dan merasa hidupnya tak berarti setelah tunangannya menyelingkuhinya dengan wanita hingga hamil, padahal sebentar lagi mereka akan menikah. Nina pun "healing" ke Jepang.

#

3.5⭐️

To Tokyo To Love adalah novel kelima seri Metropop Klasik yang sudah kubaca. Dari kelima itu, kalau dibuat nominasi ter-ngeselin, maka juara 1 adalah His Wedding Organizer, lalu juara 2 adalah buku ini.

Alasannya:

1. The female character
Membaca sudut pandang "aku" yaitu Nina sungguh melelahkan. Hampir 70% isinya kontemplasi dia yang menurutku nggak konsisten, agak lebay, ringkih, dan harus di-bubble wrap karena fragile. Baiklah, dia dalam fase terluka karena diselingkuhin oleh pacarnya, tapi dia dapat gantinya yang sangat-amat "mewah".

Sejauh yang semua orang bisa lihat, aku adalah orang yang paling beruntung di bumi ini yang dihadiahi beasiswa plus dibayari biaya hidup nyaman di salah satu negara paling maju dan paling mahal di galaksi karena rencana pernikahannya berantakan dan tunangannya meniduri (dan menghamili-garis bawah tebal-) perempuan lain? - p. 25

See it? Atau, ya, mungkin aku hanya iri saja, hiks.

2. The plot
Karena banyak kontemplasi, jadi plotnya pun keteteran. Di akhir semua dibuat selesai begitu saja dengan mudah.

- Bagaimana kelanjutan psiko couple setelah kejadian di Shinjuku?
- Siapa perempuan bersama Takung di Subway?
- Bagaimana kelanjutan soal Tito?
- Kok bisa nggak ngenalin segitu Takung dan Nina kalau menceritakan [redacted] begitu jelas?

Poin keempat mungkin penulis mau memberikan efek red strings atau "kebetulan" yang kebetulan, tapi kek masa sih nggak nyadar satu sama lain? Hm, baiklah.

3. The Ian
Duh, ini orang. Udah selingkuh. Ngotot pengen balikan. Agak psiko juga stalk sampe ke Jepang. Tajir tapi creepy. GWS, pak.

#

Yang aku sukai dari buku ini:

1. Tokyo
Penggambaran Jepang dan Tokyonya. Baca buku ini serasa diajak keliling Tokyo dengan segala dinamikanya.

2. The Male Character
Dengan segala kemisteriannya, tapi di sisi lain sunshine banget, Takung ini catch my attention. Obrolannya dan sudut pandangnya pun menarik. Teduh seperti Taman Ueno di musim Sakura

#

Okay, keren mendeskripsikan " To Tokyo", tapi untuk bagian "To Love" semua serba nanggung. Meskipun demikian tetap bisa dinikmati.
Profile Image for Lelita P..
632 reviews59 followers
August 7, 2017
Buku yang menyebalkan. -_- Bikin gregetan... bukan karena "kebetulan-kebetulan"-nya saja melainkan karena... yah... pokoknya nyebelin deh. Anehnya, buku menyebalkan ini cukup asyik dibaca... mungkin karena karakter Nina bercerita dengan lebay dan naif (yang bikin menyebalkan) tapi jadinya lumayan menghanyutkan pembacanya dengan deskripsi detailnya yang seperti itu.

Ceritanya sendiri bukan sesuatu yang baru sih... tapi karena novel ini pertama kali dicetak tahun 2008, mungkin saat itu cerita ini sudah merupakan sesuatu yang wow. (Kebayang lah, tahun itu belom ada WhatsApp, berhubungan dengan orang di luar negeri masih harus pakai SLJJ yang mahal....)

Seperti yang sudah saya sebutkan, novel ini penuh dengan "kebetulan" yang dikemas dengan sedemikian rupa sehingga tetap bikin penasaran dan membuat orang ingin menyelesaikan membaca. Namun saya agak kecewa dengan endingnya... kenapa setelah bab klimaks tahu-tahu langsung epilog? Rasanya lompat terlalu jauh dan terkesan tidak tuntas (meskipun di bab epilog itu segala yang butuh diketahui sudah tertulis). Soalnya gaya bercerita Nina sangat detail dari bab pertama; dia menceritakan dengan baik emosi-emosinya sehingga lompatan yang terlalu jauh ini terasa out of place banget.

Karakter Nina sendiri... menyebalkan. -_- (novel ini sebegitu penuhnya dengan kata itu!) Lebay dan nggak peka. Tapi cukup manusiawi, sih. Bukan karakter yang Mary Sue menurut saya. Oya, saya sebal sekali sama Takung. Saya sebal kenapa namanya harus ditulis "Takung" sesuai cara bacanya bukannya "Ta-kun".... Hhhhh gemes banget bacanya!! Jadi nggak kayak nama orang Jepang kan, kayak nama orang Bekasi (?) #Cakung #krikkrik

Overall bacaan ringan yang lumayanlah.
Profile Image for Aulia Triutami.
54 reviews3 followers
August 25, 2021
Review Buku

To tokyo to Love (296 hlmn)
Penulis: Mariskova
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

9/30
"Aku senang mendengar kamu tertawa. Kamu harus lebih sering tertawa. Kata orang tertawa bisa menyembuhkan banyak penyakit" -95

-
Singkatnya novel ini bercerita tentang Rahmanina Utoyo, alias nina yang memutuskan untuk menerima tawaran dari bosnya untuk kuliah di Jepang setelah mengalami patah hati karena menjelang pernikahannya, kekasihnya (Ian Prayoga) telah bercinta dengan mantan pacarnya Karina.

Di Jepang Nina mulai mampu menata hidupnya kembali berkat teman dunia maya nya bernama Takung dan juga rasa cintanya terhadap 'man-is-black' laki-laki misterius yang selalu bertemu di kereta. Yang tidak lain ternyata dia adalah Takung 😂

-
Aku suka novel ini karna dia berlatar belakang di Jepang. Jadi memicu aku untuk menyelesaikannya, karna dari setingan tempatnya serasa di Jepang. Jadi tau juga budaya disana kayak gimana, tempat wisata yang bagus. Dan bahasa Jepang yang bisa aku pelajari.
Meski penggunaan bahasa dalam novel ini rada campur2. bikin pusing 😅. Kurang sreg disini ni

Kadang dialognya pake bahasa Jepang, trus di terjemahin ke Inggris, dan disambung lagi pake bahasa Indonesia.

Dan alur ceritanya yang mudah di tebak. Padahal berharapnya 'man-is-black' dan Takung adalah dua orang yang berbeda. Ternyata endingnya sesuai dugaanku. Mereka adalah orang yang sama.

Menurutku novel ini cocok dibaca saat lagi santuy, atau mood baca bukunya lagi hilang. Bisa di pancing dengan bacaan yang ringan-ringan.

Rating: 2.5/5 🐻

#oneweekonebook #owob
#tantanganmembacaarketipe #1bulan1buku #Ara🦁 #ipusnas
Profile Image for ameano.
11 reviews1 follower
February 10, 2024
Cukup suka dan menikmati baca buku ini. Ceritanya yang mengalir ringan dengan gaya kepenulisan yang nyaman dibaca, ga kerasa cukup sehari aja selesai baca buku ini.

Sebetulnya kebutulan nemu buku ini di ipusnas dan tertarik sewaktu baca deskripsinya, ternyata keterusan sampai selesai.

Diawal cerita mungkin lebih banyak digambarkan feel kesedihan dari si tokoh utama, Nina yang putus asa setelah ditinggal menikah mantan kekasihnya.

Lalu diselingi dengan alur maju mundur dimana Nina melanjutkan S2 di Tokyo dan bertemu teman online bernama Takung, juga lelaki misterius yang menarik perhatiannya setiap hari di kereta. Alur mundur yang menceritakan kisah Nina bersama mantan kekasihnya, dan masa-masa indah sebelum Nina kehilangan semangat hidupnya.

Hal paling membekas dari buku ini, yaitu chemistry antara Nina dan Takung yang saling ada, saling membantu dan secara tidak sadar saling menyembuhkan luka masa lalu mereka masing-masing. Hangat gitu bacanya.

Yah meski sebenernya agak sedih ya, interaksi Nina dan Takung di real lifenya kurang banyak, huaaa. But overall buku ini menarik dan cukup menghangatkan hati❤️
Profile Image for Desti Rachmadyah.
125 reviews4 followers
July 8, 2021
Pertama, kelebihan buku ini adalah di beberapa detail tentang Tokyo, latar tempat yang ditawarkan. Sayangnya, baru menginjakhalaman 28, dan sudah menemukan ketidak konsistenan: manager Nina itu berapa tahun? 41 atau akhir 30an?

Makin ke belakang, rasanya isi dua per tiga buku—atau justru lebih?—hanya berkutat di pikiran Nina, interaksi dengan manusia luar/nyata rasanya kurang gereget. Disayangkan sekali alur waktunya berantakan dan buat bingung—berantakan karena ada bagian-bagian yang lompat-lompat, kita nggak tahu kalau itu adalah masa lalu dan bagian dari bayangan Nina karena nggak ada tulisan yang dimiringkan atau penunjuk waktu di awal paragraf. Proporsi karakternya juga seolah hilang timbul, dan menjelang 40 halaman terakhir bahkan makin terasa di "kotak-kotakan" dan kurang terasa benang merah dari tiap kotaknya.

Terakhir, ending yang seolah ditumpahkan begitu saja. Kalau ada sekuelnya, mungkin akan lebih baik.
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
May 13, 2019
Suka dengan cerita ini. Plot kisahnya sederhana, bahasanya bagus, konfliknya pas ga berlebih (khas orang patah dan sakit hatilah). Twist siapa sesungguhnya Takung dan pria berjas hitam yg kerap ditemui di train serta bagaimana sesungguhnya kehidupan pribadi Bos Nina, tersaji secara tidak mencolok. Jadi klo ga teliti2 amat bacanya, ntar bakal terkaget2. Meski sebenarnya udh bisa ditebak sih ke mana arah twist tersebut berakhir.
Kurangnya cuma di sikap Nina dan Takung aja ni. Kurang romantis, haha. Sama2 sibuk dgn aktivitas masing2 siiih. Sampe2 ga nyadar klo objek obrolan yg mereka cari2 tu, ya ga jauh2 dari mereka sendiri. Ternyata dunia hanya selebar daun kelor, hehe
Profile Image for nasya.
826 reviews
August 22, 2023
Jujur rasanya nano-nano banget baca buku ini, waktu part cerita Ian sama Nina di masa lalu kayak ikut baper dan terkesan, tapi kemudian mereka putus. Walau di awal rada kesulitan mengikuti buku ini karena masih belum bisa mengikuti alurnya, tapi ke belakangnya udah aman. Hanya aja aku bingung, kan ini ada adegan Nina nggak minum alkohol dan makan pork, apakah ini karena dia muslim or what? Tapi kalau dia muslim, dia sama Takung yang well aku yakin bukan muslim... Walaupun aku nggak tau sih mereka bakal menikah atau engga.
Profile Image for Rifqiah Ramadhani.
9 reviews40 followers
August 26, 2022
Secara keseluruhan bukunya seru, ringan juga dan bisa jadi bacaan santai.. tapi masih penasaran dengan akhir dari Ian dan karina, dan juga masih tidak terima dengan kurangnya penjelasan di ending.. seperti bagaimana akhirnya Nina bertemu dengan takung, bagaimana penyelesaian hubungan Nina, Ian dan karina, dan juga masih penasaran siapa perempuan yang digandeng si 'man-in-black' distasiun..
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ichy Utami.
48 reviews6 followers
May 6, 2020
Deskripsi tempatnya oke, karakter ya lumayan. Tapi alurnya itu... Awal sampe tengah oke, potongan2 puzzle di tiap cerita juga oke, tapi eksekusi akhirnya buat saya masih kurang. Terlalu cepat penyelesaiannya. Berasa masih ada yg gantung mengakhiri ceritanya. :(
Profile Image for Pluviophile231.
9 reviews
September 24, 2025
a very fun metropop story! but, maybe if my high school self reading this she might get butterflies since my adult me read this it's kinda too much. But, still i enjoy this book.
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
Read
April 27, 2017
aku sukaaaa.... suka bangeeeeet... setidaknya buku ini sangat sangat menghibur di tengah kegalauan karena
.
.
.
.
banyaaaaaak atlet Indonesia berguguran di R1 Kejuraan Asia Bulutangkis. buahahaha....
pinjam di ijak (ralat : pinjamnya di Ipusnas). aku jadi ingin membaca buku Mariskova yang lain.
Profile Image for Rose Diana.
Author 3 books1 follower
January 12, 2022
Cerita yang ringan dengan berlatar Jepang. Buku ini menyajikan kisah perempuan urban Indonesia yang tengah patah hati karena ditinggal nikah oleh calon suaminya karena terpaksa menikahi mantannya sebab hamil duluan. Nina yang patah hati bertolak ke Jepang untuk studi. Konflik novel metropop ini tidak begitu pelik, sama dengan novel metropop lainnya. Yang bikin seakan konfliknya berat adalah emosional Nina.

Sudut pandang yang digunakan adalah orang pertama, alias Nina sendiri. Oleh karena itu, seakan membaca catatan hati seorang Nina.

Karena saking menonjolnya emosi Nina yang cenderung menurut saya "lebay", awal hingga pertengahan agak membosankan. Oleh karena itu, cukup tiga bintang saja.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
May 26, 2014
Judul: To Tokyo To Love
Penulis: Mariskova
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 296 halaman
Terbitan: Desember 2008

Everybody has a dream. Bagi Nina, mimpinya adalah memiliki kehidupan yang sempurna: tinggal di rumah, membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami, dan sebagai hasilnya mendapatkan suami yang memandangnya dengan mata dipenuhi pendar-pendar cinta. Kehidupan sempurna yang ia lihat dimiliki mamanya.

Mimpinya hampir menjadi kenyataan. Namun sesaat sebelum pernikahannya, Ian Prayogo, tunangannya, memberi kabar buruk: ia punya affair dengan mantan pacarnya dan harus segera menikahi perempuan itu.

Nina harus mengubur mimpinya. Tanpa impian, tanpa cinta, dan tanpa jiwa, Nina pergi ke Jepang untuk melupakan Ian. Di Tokyo, Nina berusaha menata hatinya kembali. Yang menjadi penghiburnya adalah seorang laki-laki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta dan seorang laki-laki sahabat maya bernama Takung, yang belum pernah ia temui.

Sedikit demi sedikit, Nina mampu berjalan tegak. Semua itu karena dukungan dari sahabat mayanya dan rasa cintanya yang tumbuh bersemi kepada laki-laki misterius di kereta. Namun, ketika Nina hampir mampu melupakan masa lalunya, Ian datang ke hadapan Nina, memintanya kembali ke pelukannya. Dan dia tidak sendiri. Karina, istri Ian, juga datang menemuinya, memintanya menjauhi suaminya, atau ia akan membunuhnya.

Review

Ugh, sayangnya saya kurang suka sama novel ini. Sebenarnya latar belakang Tokyo yang dipakai di sini cukup oke. Latarnya meyakinkan dengan segala tempat dan jalur keretanya, membuat saya bertanya-tanya apakah penulis pernah menghabiskan waktu cukup lama di Jepang? Ataukah murni hasil membaca dan mengumpulkan info dari internet? (Foto di belakang sih kayak ada nuansa Jepang, yah).

Cuma ceritanya terasa datar banget buat saya. Pembukanya cukup menarik (sampai sekitar akhir bab 2), kemudian disambung dengan perpindahan latar waktu yang sempat bikin bingung (saya kira di masa sekarang, ternyata di masa lampau), lalu cerita Nina di Jepang yang terasa diseret-seret dan agak membosankan.

Penggunaan bahasa Jepang, Inggris, dan Indonesia di sini juga agak bikin jengah. Dialognya terkadang menggunakan bahasa Jepang, lalu diterjemahkan ke Inggris, lalu masih disambung lagi dengan bahasa Indonesia. Apa tidak bisa lebih disederhanakan? Saya percaya setting Jepang yang Mariskova tampilkan sudah cukup kuat tanpa perlu mencampurkan bahasanya (yang saya yakin tidak semua orang familiar) secara berlebihan.

Lalu soal akhir ceritanya. Awalnya saya berharap bahwa sayangnya Terus masih ada cerita yang menggantung soal Ian, istrinya, dan Tito. Nasib mereka bagaimana?

Secara keseluruhan, saya cuma suka sama latar tempatnya. Untuk yang lain-lain, hmm... sorry to say, agak membosankan.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Ayu Muhairani Sirait.
58 reviews4 followers
June 2, 2016
Nina dan Ian sudah lama merencanakan hari pernikahan mereka, Nina juga berencana untuk segera re-sign dari kantornya setelah resmi menikah. Alasannya adalah agar Nina bisa mencurahkan seluruh cintanya untuk keluarga, persis seperti yang dilakukan mamanya.
Tapi sayangnya harapan itu harus kandas karena sang calon suami berselingkuh dan menghamili perempuan lain.
Sedih, kecewa, marah bercampur menjadi satu. Demi bisa move on, Nina menerima beasiswa dari bos nya untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang S2 di Jepang.

Di Jepang Nina yang tidak punya teman dekat lebih banyak menghabiskan waktu di taman kampus, sibuk memikirkan semua masalah yang dia alami dan mencoba untuk menghapus kenangan bersama Ian.
Tanpa disangka, Nina berkenalan dengan Takung, cowok Jepang yang misterius ini mengajak Nina kenalan lewat forum yang ada dikampus (maap aku lupa apa namanya). Perkenalan pun dimulai, Nina dan Takung semakin sering bertukar kabar dan menjadi lebih dekat layaknya teman baik.
Lalu Nina juga diam-diam sering memperhatikan cowok misterius yang selalu berpakaian hitam-hitam di dalam kereta.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Takung, dia juga sering bercerita kalau dia juga sering memperhatikan perempuan yang sering berada di taman.


Butuh waktu lama sekali buat nyelesain novel ini. Dari halaman pertama sampai akhir aku bahkan gak mendapatkan kesan dan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.
Buat ku novel ini jelas mempunyai banyak kekurangan daripada kelebihannya, beberapa diantaranya adalah :
1. Penulis sepertinya sangat tidak konsisten dengan apa yang dia tulis. Penulis tidak bisa memutuskan sebaiknya menggunakan KAMU atau KAU. Karena disepanjang buku kata-kata itu bercampur menjadi satu. Dan itu sangat mengganggu sekali.
2. Karakter Nina ini sangat tidak dewasa, selama tinggal di Jepang, sepertinya Nina lebih banyak menangis, apalagi ketika Ian datang ke Jepang untuk meminta maaf sama Nina. Sifat Nina yang cengeng juga kadang plin plan bikin aku sebagai pembaca ngerasa Ilfeel
3. Alur cerita yang sudah sangat bisa ketebak. Bahkan dari pertengahan buku kita sudah tau siapa cowok yang diperhatikan Nina, dan siapa cewek yang sering diperhatikan sama Takung. Juga dibeberapa halaman, ada konflik yang rasanya sangat sinetron sekali. Contohnya : ketika Karina datang ke Jepang buat mengancam Nina.
4. Karakter Ian ini lebih mirip hantu, dimanapun Nina berada dia bisa tau, dan bisa dengan mudah nemuin Nina. Contohnya lagi adalah : Ketika Nina dan Takung janjian jumpa untuk pertama kalinya di stasiun Shinjuku, bahkan Takung aja bisa gak ngelihat Nina. Tapi dengan mudahnya Ian bisa tau Nina ada dibagian stasiun sebelah mana.
5. Penjelasan tentang Takung ini sedikit sekali, padahal aku udah berharap semoga penulis menjelaskan kenapa Takung bisa begini, kenapa Takung bisa begitu. Tapi sepertinya penulis terlalu terburu-buru untuk menamatkan cerita yang dia tulis.

Overall, aku hanya kasih 1 bintang untuk novel ini. Itupun karena aku hanya suka cover (baru)-nya saja .
Profile Image for Nina Addison.
Author 10 books41 followers
July 27, 2016
Dalam setiap acara membeli buku, gue selalu menyediakan budget untuk pembelian impulsif. Artinya selalu ada ruang untuk membeli buku yang belum gue pernah dengar, tapi tertarik untuk membacanya. Buku ini akhirnya tercomot karena alasan yang konyol: nama tokoh utamanya kembaran dengan gue. -> cetek, jangan ditiru.

Anyway, so imagine my (pleasant) surprise when i found out that i actually enjoyed reading it! (dan ya, gue juga baru tau kalau buku ini udah 6x cetak ulang, berarti udah bertahun-tahun wara wiri di toko buku kan? Maafkan, sering nggak apdet dengan perkembangan. Thus, thats why i go crazy in bookstores setiap pulang ke Jakarta!)

Enuff melantur!
Ayuk kupas senengnya:

1. Gaya tulisannya kena di gue, juga sesuai dengan karakter Nina yang gloomy-gloomy penyendiri. Nggak tau deh buku Mariskova lainnya juga seperti ini atau nggak, tapi untuk To Tokyo To Love ini terasa PAS.

2. Informasi diberikan pelan-pelan banget, saking pelannya seolah paragraf per paragraf ditulis tentang nothing but its actually something. I like it.

3. Diksinya okay. I learned one or two new words.

4. Chemistry Nina dengan tokoh-tokohnya oke.

5. Deskripsi tokoh dan tempat sip lah. Made me wonder if the writer ever actually been to Tokyo or not. Yes, that shows you somehing.


Lima poin, cukup banyak lah.
Kritiknya di buku gue minor banget, tapi perlu gue keluarin juga. Selain jadi bisul kalau dipendam sendirian, kali aja penulis berbaik hati membaca review gue dan bisa ikut belajar juga. Here they are:
1. Ada beberapa adegan yang bisa dipotong, seperti nggak menambah value apa-apa pada cerita. Seperti: Nina dan dua teman kampus (cowok) yang lagi ngobrol di atas rumput di tengah lapangan. Terus terang di bagian tengah gue mulai agak-agak skim read.

2. Tokoh Nina yang suka pengsan lalu mendadak 'amnesia' sama orang. Ketemu Ian pertama kali dia 'amnesia'. Ditolong MIB dia juga 'amnesia'. --> Sekali terjadi, oke lah. Lebih dari itu, uhm... really? Jadi fiksi banget, walaupun ini emang fiksi ya.

3. I have no problem with main character with a dark side, tapi si Nina ini bener-bener stressss bacanya. Secara gaya bercerita, tandanya Mariskova sakses banget menggambarkan Nina sedemikian menderita. Tapi sebagai pembaca gue agak terganggu, butuh piknik dikit kalau udah kelamaan bacanya.

4. Endingnya oh ending. Not that i dont like it. No, i do.
Tapi kalau sepanjang novel ini informasi dengan sabar diberikan sedikit demi sedikit, rasa penasaran diulik-ulik pelan-pelan, nah endingnya kayak penulis mendadak kehabisan kertas dan tinta lalu SRET dalam satu bab disimpulkanlah konflik yang sudah sekian ratus halaman dibangun itu. Lalu si antagonis kemana? Nasib mereka gimana? It feels... unfinished. Or finished in a hurry.

But hey, bacalah buku ini.
In my humble opinion its a little gem in bookstores.
sekian.
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
December 27, 2010
Cerita yang cukup menarik. Sweet and funny story—for me. Dengan membaca novel ini, para pembaca semakin tahu bagaimana kehidupan di Jepang, budaya, dan jalur-jalur kereta di Jepang (berhubung si Nina—tokoh utama—berpergian dengan kereta, jadi dijelaskan pula jalur keretanya).

Alurnya agak kompleks, sang penulis langsung menulis begitu saja, tidak menjelaskan apakah adegan itu dalam masa lalu atau masa sekarang. Butuh ketelitian dan konsentrasi agar dapat menebak.

Sebenarnya, jalan ceritanya agak mudah tertebak. Misalnya: ‘Oh, jadi si laki-laki misterius itu adalah...’, atau ‘Ah, pasti nanti si ini bla bla bla..’ dan memang benar terjadi (dalam novel tentunya). Saya bukannya menyalahkan sang penulis. Tapi memang setelah saya lihat-lihat lagi, mau tidak mau ya harus begitu. Plot cerita yang menuntut agar kita dapat menebak alurnya.

Lucunya, Nina punya 1001 skenario cara mati sempurna. Agak aneh memang, tapi begitu membacanya... hahahahaha, ia benar-benar telah menyusunnya dengan sempurna! Contohnya, salah satu skenario favoritnya: Nina akan mati sebagai pahlawan setelah menyelamatkan ribuan orang dari bencana dahsyat. Lalu orang-orang akan membuat patung untuk mengenangnya (dalam pose a la Statue of Liberty). Dalam proses kematian ini, tentu ia sedang dalam pelukan pangeran yang dua kali lebih tampan dari siapapun yang menjadi laki-laki paling tampan sedunia. Pangeran ini juga menangisinya dan berulang kali menyatakan cinta padanya.

Haha, sungguh skenario yang aneh ‘kan? Tapi namanya novel, semua orang bebas mengekspresikan imajinasinya. Jadi intinya, bagi para pembaca yang ingin mengerti tentang kehidupan di Jepang dan mengalami hal yang sama—atau mirip lah—dengan Nina, novel ini berhak masuk dalam lemari koleksi :)
Profile Image for Sache.
148 reviews
September 7, 2010
sama seperti novel romantis lainnya, nggak realistis. maksudnya gimana mungkin kita bisa 'kebetulan' jatuh cinta dengan orang yang sama padahal manusia di bumi (bahkan di jepang) ada banyak banget?

namanya juga novel romance. apa sih yang bisa diharapkan?

pada dasarnya gue lumayan suka novel ini, ceritanya cukup manis, meskipun rasanya lebih ke Teenlit dibanding Metropop (serius!) dan ceritanya gampang ketebak.
hal yang pertama kali ada di otak gue adalah "si Man in Black ini kayak ksatria berbaju zirah (zirah hitam) yang menyelamatkan si nona Nina yang lemah pendirian." bukannya bermaksud apa-apa, tapi karakter Nina ini agak bikin risi. mungkin bagian patah hati itu berat (nggak tahu juga yah), tapi dia sama sekali nggak tegas dalam mengambil keputusan, hanya menunggu seseorang untuk melindunginya. padahal kalau dia agak tegas sedikit, masalah Ian ini nggak bakal merembet kemana-mana tuh.
cuma mengira-ngira lho. namanya juga di novel.

hal yang disayangkan adalah, kayaknya Mariskova menahan diri deh. soalnya gini, ada bagian-bagian yang komedi jadi seperti 'terpaksa' ditekan oleh pengarangnya karena atmosfer novel yang ceritanya tentang patah hati. menurut gue sih nggak apa-apa kan terlalu banyak humor walaupun ceritanya agak 'gelap'? patah hati nggak akan menghilangkan humor seseorang kan? palingan humornya jadi lebih 'gelap', tapi itu bagus daripada humor yang ditahan begini. kesannya jadi nanggung banget, mau dibilang novel serius ternyata nggak, komedi juga garing.
begitulah.
153 reviews84 followers
February 18, 2012
Everybody has a dream. Bagi Nina, mimpinya adalah memiliki kehidupan yang sempurna: tinggal di rumah, membesarkan anak-anak, mengurus keluarga, melayani suami, dan sebagai hasilnya mendapatkan suami yang memandangnya dengan mata dipenuhi pendar-pendar cinta. Kehidupan sempurna yang ia lihat dimiliki mamanya.

Mimpinya hampir menjadi kenyataan. Namun sesaat sebelum pernikahannya, Ian Prayogo, tunangannya, memberi kabar buruk: ia punya affair dengan mantan pacarnya dan harus segera menikahi perempuan itu.

Nina harus mengubur mimpinya. Tanpa impian, tanpa cinta, dan tanpa jiwa, Nina pergi ke Jepang untuk melupakan Ian. Di Tokyo, Nina berusaha menata hatinya kembali. Yang menjadi penghiburnya adalah seorang laki-laki misterius bersetelan jas hitam yang ia temui setiap hari di kereta dan seorang laki-laki sahabat maya bernama Takung, yang belum pernah ia temui.

Sedikit demi sedikit, Nina mampu berjalan tegak. Semua itu karena dukungan dari sahabat mayanya dan rasa cintanya yang tumbuh bersemi kepada laki-laki misterius di kereta. Namun, ketika Nina hampir mampu melupakan masa lalunya, Ian datang ke hadapan Nina, memintanya kembali ke pelukannya. Dan dia tidak sendiri. Karina, istri Ian, juga datang menemuinya, memintanya menjauhi suaminya, atau ia akan membunuhnya....
Profile Image for Merina Merina.
16 reviews
December 9, 2022
Menceritakan Nina, Rahmanina Utoyo, dan kisah percintaannya yang sedikit mengenaskan. Dan karena itu pula akhirnya dia pergi ke Tokyo untuk bekerja dan melanjutkan pendidikannya.
Nina digambarkan sebagai seorang yang agak tomboy dan sangat cantik, sangat pintar pula, dan dengan kepribadian yang tidak terlalu mencolok atau biasa-biasa saja bahkan self centered . Kisah hidup Nina setelah putus cinta sangat membuat frustrasi, tapi walau begitu sebenarnya dia diceritakan pula sebagai seorang yang mendapat banyak privilage dan selalu berutung dikesempatan lain seperti teman yang baik, keluarga penyayang dan bos yang supportif.
Tipikal cerita FTV sih kalau menurutku, walau begitu ceritanya asik (walau buat frustrasi), bikin greget, dan dengan ending yang sepertinya semua orang sudah bisa tebak bagaimana.

Yang membuat cerita ini menarik bagiku adalah latar tempatnya, penulisnya berhasil menggambarkan Tokyo dengan sangaaaaaaaat baik. Bagian favoritku adalah bagian penulis menggambarkan perubahan musim, musim gugur ke musim dingin ataupun musim dingin ke musim semi, sangat cantik.

And here's my favorite quote from this book:
"The thing about loving someone, it makes you happy, it doesn't make you cry" (hlm 159).
Displaying 1 - 30 of 60 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.