Jump to ratings and reviews
Rate this book

Diksi dan Gaya Bahasa

Rate this book
Untuk dapat menulis sebuah karangan -- baik fiksi maupun ilmiah -- tentulah dibutuhkan persyaratan tertentu. Persyaratan itu antara seseorang harus mampu memilih kata-kata yang tepat, harus luas kosa katanya, harus mampu menggunakan kamus yang ada, dan lain - lain. Di samping itu, seorang penulis harus pula mampu mengungkapkan maksud dengan gaya bahasa yang cocok dan tepat.

Persyaratan tadilah yang menjadi titik berat pembahasan buku Diksi dan Gaya Bahasa ini. Gorys Keraf menguraikannya secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami, dan disertai contoh-contoh kongkret.

Buku yang masih satu rangkaian dengan buku Komposisi, Eksposisi dan Deskripsi, juga Argu-mentasi dan Naras ini pasti sangat berguna bagi para pelajar, mahasiswa, atau siapa saja yang ingin menulis karangan, baik fiksi maupun ilmiah.

Paperback

First published January 1, 1970

136 people are currently reading
1383 people want to read

About the author

Gorys Keraf

11 books41 followers
Gorys Keraf lahir di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Desa Lamalera, daerah Lembata, 17 November 1936. Laki-laki bernama asli Gregorius Keraf ini merupakan lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (UI), jurusan Sastra Indonesia dengan kejuruan Linguistik. Pada tahun 1978, beliau meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Morfologi Dialek Lamalera”. Sejak tahun 1963, Gorys Keraf menjadi dosen tetap di Fakultas Sastra UI. Beliau meninggal di usia 61 tahun, 30 Agustus 1997.

Gorys Keraf merupakan ahli bahasa kenamaan dari Indonesia. Namanya sangat dikenal dalam kajian lingustik maupun dalam buku-buku pelajaran Bahasa Indonesia. Beliau memberi kontribusi besar dalam perkembangan ilmu bahasa Indonesia. Banyak karya yang telah dia ditulis, di antaranya adalah:
1. Tata Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1970)
2. Diksi dan Gaya Bahasa (1970)
3. Komposisi: Sebuah Pengantar Kemahiran Bahasa (Nusa Indah, 1980)
4. Eksposisi dan Deskripsi (Nusa Indah, 1981)
5. Argumentasi dan Narasi (1985)
6. Linguistik Bandingan Historis (Gramedia, 1984)
7. Linguistik Bandingan Tipologis (1990)
8. Tanya Jawab Ejaan Bahasa Indonesia untuk Umum (1992)

.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
183 (51%)
4 stars
84 (23%)
3 stars
41 (11%)
2 stars
23 (6%)
1 star
27 (7%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for ukuklele.
465 reviews20 followers
December 17, 2021
Sebenarnya buku ini sesuai dengan keperluan saya, yaitu sebagai petunjuk untuk belajar menulis dari awal lagi dimulai dari mengenal dan mengumpulkan sebanyak-banyaknya kata serta mempergunakannya secara estetis dan intelektual (halah). Malah mungkin semestinya saya mulai dari buku pertama dalam seri ini, yang judulnya Komposisi. Namun saya baru mengetahui bahwa buku ini bagian dari Seri Retorika, ya, setelah membaca pengantarnya.

Tak kuduga, rupanya isi buku ini demikian menjelimet hingga kumerasa cukup berat selama membacanya. Diperlukan effort untuk mencerna dan mengikuti semua uraiannya sampai tuntas. Tiap sebentar saya merasa perlu berhenti untuk meredakan rasa mual. Namanya juga buku pelajaran Bahasa Indonesia tingkat perguruan tinggi.

Bagaimanapun, buku ini memang mengandung petunjuk-petunjuk berguna yang mesti dicamkan saat kita hendak mengarang. Di antaranya, saya merasa lebih jelas akan perbedaan antara kata "abstrak, umum" dan kata "konkret, khas" sebagaimana disinggung-singgung dalam buku Bimbingan Apresiasi Puisi (BAP) yang baru-baru ini saya tamatkan.

Semakin khusus sebuah kata atau istilah, semakin dekat titik persamaan atau pertemuan yang dapat dicapai antara penulis dan pembaca; sebaliknya semakin umum sebuah istilah, semakin jauh pula titik pertemuan antara penulis dan pembaca. Semakin umum sebuah kata, semakin sulit bagi pembaca untuk mengetahui apa yang tepat dikatakan oleh penulis. (nomor halaman tidak dicatat)


Ini yang dimaksud dalam petunjuk menulis lainnya dengan pay attention to detail! Ini juga sepertinya menjelaskan sebabnya dalam membaca materi tertentu, saya merasa isinya kurang/tidak masuk; toh yang dibicarakannya memang gagasan-gagasan yang abstrak, umum!

Kaitan lainnya dengan buku BAP adalah mengenai pengungkapan yang jelas. Dalam buku ini diterangkan mengenai "Kejujuran" sebagai salah satu unsur gaya bahasa yang baik. "Kejujuran dalam bahasa berarti: kita mengikuti aturan-aturan, kaidah-kaidah yang baik dan benar dalam berbahasa. Pemakaian kata-kata yang kabur dan tak terarah, serta penggunaan kalimat yang berbelit-belit, adalah jalan yang mengundang ketidakjujuran. ...." Yah, paragraf tentang "Kejujuran" di halaman 113-114 ini cukup panjang untuk disalin seluruhnya; jadi intinya adalah pengungkapan yang kabur, berbelit-belit, "hebat", atau tampak intelek itu seperti menyembunyikan sesuatu atau mengelabui pembaca (tidak jujur). Adapun dalam buku BAP disampaikan tentang bagaimana penyair menggunakan pengimajian, pengiasan, dan perlambangan bukan untuk mengaburkan atau maksud-maksud tidak jujur lainnya sebagaimana disinggung sebelumnya, melainkan justru untuk memperjelas, memperkuat, mempertegas maksudnya.

Berikut beberapa catatan random lainnya dari buku ini (nomor halaman tidak dicatat).

Sebuah gaya yang menarik dapat diukur melalui beberapa komponen berikut: variasi, humor yang sehat, pengertian yang baik, tenaga hidup (vitalitas), dan penuh daya khayal (imajinasi).


variasi:
- kekayaan dalam kosa kata
- kemauan untuk mengubah panjang-pendeknya kalimat
- struktur-struktur morfologis
(?)


Humor yang sehat berarti: gaya bahasa itu mengandung tenaga untuk menciptakan rasa gembira dan nikmat. Vitalitas dan daya khayal adalah pembawaan yang berangsur-angsur dikembangkan melalui pendidikan, latihan, dan pengalaman.
Profile Image for Eben Siadari.
Author 32 books3 followers
November 5, 2019
We often view choosing words in writing is a natural process. Just flowing like the water. We rely more on our taste of language. This book is telling us about how to understand diction and language style deeply so it can empower us to have a more freedom to compose writing and how to convey a message.

This book is very useful for writers who pursue the genre of nonfiction, where the accuracy of words is very important to ensure the accuracy of the message.
Profile Image for Ahmad Rajiv.
120 reviews2 followers
October 10, 2024
Meski sedari lahir kita sudah berbahasa Indonesia, bukan berarti kita punya pemahaman yang bagus mengenai bahasa tersebut. Pembelajaran "teknis" berbahasa tidak hanya berguna bagi para mahasiswa bahasa, melainkan juga bagi seluruh pengguna bahasa. Maka dari itu buku ini penting sebagai rujukan. Terutama bagi mereka yang mau menulis.
1 review
August 31, 2019
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
February 11, 2017
i thinks it's an important book for me
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Vivera Siregar.
28 reviews13 followers
August 31, 2012
panduan pemilihan kata-kata yang tepat, kosa kata, penggunaan kamus untuk menulis, petunjuk agar penulis mampu mengungkapkan maksud dengan gaya bahasa yang tepat.
Profile Image for Zaki Fathurohman.
3 reviews4 followers
June 18, 2012
buku rujukan yang membahas gaya bahasa dan diksi secara benderang, mulai dari sejarah singkat, ragam aliran, hingga ulasan alat-alat untuk bisa berbahasa secara lebih "gaya" dan berdiksi.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.