Jump to ratings and reviews
Rate this book

131 Pintu Cahaya dari Timur

Rate this book
Semua ini bermula pada tahun 2009, ketika A.Fuadi menerbitkan novel Negeri 5 Menara, yang mengusung spirit kesungguhan dan kerja keras. A. Fuadi menggambarkan para tokoh utama novel ini begitu terkesima dengan kalimat “man jadda wajada”. Kalimat ini menjadi energi mereka dalam meraih impian.

Di luar perkiraan A.Fuadi, setelah itu, kalimat “man jadda wajada” populer menjadi status banyak orang di FB, twitter, blog, sampai BB. Tidak hanya itu, kata mutiara ini juga dijadikan tulisan di belakang Metro Mini, truk antar kota, nama mushola sampai ilustrasi kaos oblong. A. Fuadi bersyukur melihat kalimat pendek yang berarti “siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil” ini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dalam kenyataannya, “kalimat ajaib” ini didapat A.Fuadi di minggu pertama ketika ia belajar di Pondok Modern Gontor—tepatnya di kelas Mahfuzhat, mata pelajaran yang mengajarkan berbagai syair, nasihat, serta kata mutiara dari khazanah sastra Arab.

Dari ribuan syair lain yang tersebar di berbagai buku dan catatan anak-anak pesantren, A. Fuadi memilihkan 131 kata mutiara yang menginspirasi dan bermuatan semangat membangun diri (self development). Buku ini dilengkapi bentuk tertulis dalam bahasa asli, cara membaca dalam huruf latin dan terjemahan adaptif yang dikerjakan oleh Nur Hizbullah dari Universitas Al Azhar Indonesia dan ilustrasi dari KaliCartoon.

Buku 131 Pintu Cahaya dari Timur ini adalah kumpulan pusaka motivasional dari khazanah kebijakan Timur.

284 pages, Paperback

First published June 1, 2014

Loading...
Loading...

About the author

Ahmad Fuadi

22 books1,437 followers
Fuadi lahir di nagari Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau , tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD, ayahnya guru madrasah.

Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan ilmu akhirat.

Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus sederhana tapi kuat, ”man jadda wajada”, siapa yang bersungguh sungguh akan sukses.

Juga sebuah hukum baru: ilmu dan bahasa asing adalah anak kunci jendela-jendela dunia. Bermodalkan doa dan manjadda wajada, dia mengadu untung di UMPTN. Jendela baru langsung terbuka. Dia diterima di jurusan Hubungan Internasional, UNPAD.

Semasa kuliah, Fuadi pernah mewakili Indonesia ketika mengikuti program Youth Exchange Program di Quebec, Kanada. Di ujung masa kuliah di Bandung, Fuadi mendapat kesempatan kuliah satu semester di National University of Singapore dalam program SIF Fellowship. Lulus kuliah, dia mendengar majalah favoritnya Tempo kembali terbit setelah Soeharto jatuh. Sebuah jendela baru tersibak lagi, Tempo menerimanya sebagai wartawan. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportasenya di bawah para wartawan kawakan Indonesia.

Selanjutnya, jendela-jendela dunia lain bagai berlomba-lomba terbuka. Setahun kemudian, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk program S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya—yang juga wartawan Tempo—adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden TEMPO dan wartawan VOA. Berita bersejarah seperti peristiwa 11 September dilaporkan mereka berdua langsung dari Pentagon, White House dan Capitol Hill.

Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Kini, penyuka fotografi ini menjadi Direktur Komunikasi di sebuah NGO konservasi: The Nature Conservancy.

Fuadi dan istrinya tinggal di Bintaro, Jakarta. Mereka berdua menyukai membaca dan traveling.

”Negeri 5 Menara” adalah buku pertama dari rencana trilogi. Buku-buku ini berniat merayakan sebuah pengalaman menikmati atmosfir pendidikan yang sangat inspiratif. Semoga buku ini bisa membukakan mata dan hati. Dan menebarkan inspirasi ke segala arah.
Setengah royalti diniatkan untuk merintis Komunitas Menara, sebuah organisasi sosial berbasis relawan (volunteer) yang menyediakan sekolah, perpustakaan, rumah sakit, dan dapur umum secara gratis buat kalangan yang tidak mampu.

Untuk informasi lebih jauh, silakan klik www.negeri5menara.com, http://fuadi.multiply.com, http://duotravelers.wordpress.com,htt... dan laman Facebook penulis http://www.facebook.com/ahmad.fuadi1

Untuk menghubungi penulis, silakan email ke negeri5menara@yahoo.com .
Atau add "Ahmad Fuadi" di Facebook dan follow "fuadi1" di twitter

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (28%)
4 stars
23 (26%)
3 stars
28 (32%)
2 stars
8 (9%)
1 star
3 (3%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Meta Morfillah.
753 reviews26 followers
January 26, 2018
Judul: 131 pintu cahaya dari Timur
Penulis: A. Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Dimensi: viii + 189 hlm, cetakan pertama Mei 2014
ISBN: 978 602 03 05882

Berawal dari Trilogi Negeri 5 Menara yang ditulis penulis, dengan masing-masing novelnya mengusung 1 kalimat ajaib, seperti Man Jadda Wa Jada. Fuadi tergerak memilih 131 kata motivasional dari negara Timur (Arab, Palestina, dan sekitarnya).

Didukung dengan ilustrasi berwarna, juga tulisan arab dan transliterasinya, buku ini cukup menarik. Bagi yang suka membaca buku agama islam, pasti tidak asing dengan quote yang ada dalam buku ini. Kelebihannya adalah, terdapat jejak jelas siapa yang mengucapkannya. Meski banyak pula yang anonim.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

"Hadiah terindah adalah apa yang didapat sebelum diminta." (H.11)

"Jika baik rekam jejakmu, tak seorang pun perlu ditakuti." (H.17)

"Sahabat terbaik sepanjang waktu adalah buku." (H.79)

"Perintis jauh lebih istimewa meski penerusnya lebih baik lagi." (H. 121)

"Jangan pernah menuntut Tuhan-mu karena tak kunjung terkabul pintamu, tapi tuntutlah dirimu karena tak kunjung beradabnya dirimu di hadapan-Nya." (H.131)

"Setiap tempat punya perkataan yang tepat dan setiap perkataan ada tempatnya yang tepat." (H.141)

"Orang yang takut salah, sudah bersalah lebih dulu." (H.167)

Meta morfillah
Profile Image for Esti Mulyawati.
33 reviews2 followers
February 10, 2022
Selama ini banyak membaca quotes dari film dan buku2 dari western hemisphere.

Setelah baca eastern quotes ini, jadi melihat quotes yang berbeda tapi menampilkan semangat yang sama kuatnya.

Saya mengambil salah satu quotes dari sini di halaman skripsi saya.

8 reviews
January 9, 2022
bukan sebuah review
pertama kali lihat buku ini ditumpukan buku peninggalan penghuni asrama angkatan atas. Karena kontennya bagus, jadi bukunya saya simpan sampai sekarang
Profile Image for Marina.
2,042 reviews367 followers
August 10, 2014
** Books 214 - 2014 **

Buku Ahmad fuadi ini berhasil saya tamatkan sambil menghabiskan waktu di toko buku.. sebenarnya buku ini bagus berisi tentang pepatah2 dan kata2 bijak cuma saya kurang mendapat gregetnya. lebih bagus klo dihiasi dengan cerita2 singkat yang relevan dengan pepatah2 tersebut

isinya tidak sesuai ekspektasi saya karena masalah selera sih. saya lebih menyukai buku yg padat, berbobot dan berisi. klo teman2 yang suka dengan pepatah2 dan ilustrasi saya merekomendasikan buku ini.. saya berikan 2,2 dari 5 bintang!
Profile Image for Yurika .
79 reviews
August 5, 2014
Buku ini isinya kumpulan quotes doank. Emang quotesnya bagus2 sih...tapi kalau cuman isinya kata2 mutiara aja jadinya gk ngena gitu deh. Orang bacanya cuman sambil lalu trus yaudah selesai. Gak menginspirasi. Seandainya diberi kisah2 inspiratif yg sesuai dgn quotes2 itu, pasti buku ini lebih bagus lagi.
2,8 cukuplah.
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews275 followers
December 27, 2014
611 - 2014

Begini deh, kalau beli buku via toko buku online, gara-gara nama penulis, judul, dan covernya yang catchy, tanpa membaca deskripsi bukunya dengan jelas.

Ternyata... kumpulan kata mutiara saja.

Gara-gara ada angka 131, kirain novel seperti trilogi 531 :|

*salah sendiri*
Profile Image for Aesna.
Author 3 books13 followers
August 31, 2014
Kumpulan quotes-quotes yang diambil dari internet. Seperti biasa: menggunakan popularitas yang melejit untuk membuat buku seperti ini.

Mengapa tiga bintang: satu setengah untuk ilustrasinya, setengah untuk kutipan"nya. Satu untuk kekuatan 'mengembalikan' saya.
Profile Image for Hartoko.
5 reviews
November 26, 2014
Ketipu dah gue beli buku ini. Aduuh nape si Fuadi ini ga declare klo bukan kumpulan pepatah di cover depan nya? ini penipuan. Ya walopun excuse nya bilang, kan udh dibilangin bukan novel, tp kan tahunya pembaca setelah buka segel nya donk.. dan itu artinya udah beli. NIPU. sayang sekali.
Profile Image for Nurina .
21 reviews2 followers
August 9, 2015
My favourite : "Obat paling manjur adalah mengatur pola makan (diet)" dari Bayan Tafsir Al-Qurthubiy
Profile Image for Muhammad Nawawy Arasy Padil.
108 reviews27 followers
October 19, 2020
"Ilmu lebih berharga ketimbang harta; Ilmu menjagamu sementara harta butuh kau jaga, ilmu menjadi hakim bagimu, sedangkan harta harus kau hakimi".
- Ali Bin Abi Tholib
Displaying 1 - 13 of 13 reviews