Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perempuan di Rumah No. 8

Rate this book
Setelah dihajar suaminya sampai keguguran, Anika melarikan diri dari rumah dan mencari tempat persembunyian. Dari rumah aman di Bogor, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan baru di Yogyakarta. Di sana, ia menempati rumah kontrakan mungil bernomor delapan yang telah lama kosong.

Tak disangka, rumah itu menyimpan rahasia. Sesosok hantu perempuan berleher patah mengganggu malam-malam Anika. Lambat laun, Anika mengetahui bahwa hantu perempuan bernama Lastri itu pun korban kekerasan dalam rumah tangga seperti dirinya.
Perkenalan Anika dengan Lastri menguatkan tekadnya untuk menyudahi pernikahannya yang beracun. Anika tak ingin hidupnya berakhir tragis seperti Lastri. Ia juga ingin melepaskan diri dari Reza dan ayah suaminya yang merupakan pejabat berpengaruh.
Berhasilkah Anika membebaskan diri? Bagaimana jika ia justru ditakdirkan menjadi hantu penunggu rumah nomor delapan yang berikutnya?

320 pages, Paperback

Published March 6, 2024

2 people are currently reading
62 people want to read

About the author

Mutiarini

3 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
43 (55%)
4 stars
26 (33%)
3 stars
8 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 32 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
September 26, 2024
Anika terbangun dan merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit, terutama di bagian bawah perutnya. Segara saja dia mengarahkan tangannya ke bawah sana, dan merasakan cairan dingin mengalir dari sela kakinya yang sudah tidak mengenakan pakaian dalam. Anika mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya. Dia lalu memanggil nama Reza, suaminya, namun tidak ada jawaban ataupun sosok suaminya itu. Sementara bagian bawah tubuhnya semakin basah dengan darah, Anika langsung tahu bahwa dirinya kehilangan janin di dalam kandungannya. Suaminya telah memukulnya dan membunuh anaknya.

Insting pertama Anika adalah menghubungi bibinya, Santi, satu-satunya kerabatnya yang masih ada. Tetapi penolakan bibinya membuat Anika tak dapat berkata-kata. Untungnya, Desti, sahabatnya di kantor menerima panggilan telponnya dan menolongnya segera. Sahabatnya itu juga yang mempertemukannya dengan sebuah komunitas yang melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga. Anika memutuskan bersembunyi sementara di Rumah Damai, karena dia takut bertemu kembali dengan Reza. Berkat Ruah Damai pula, Anika memutuskan meninggalkan Jakarta dan menerima pekerjaan di Yogyakarta. Yang penting dia berada sejauh mungkin dari Reza dan keluarganya.

Di Yogyakarta, Anika menemukan sebuah rumah di kawasan Kaliurang. Rumah yang berada di seberang sebuah resor itu menarik perhatiannya seketika. Meski beberapa orang menghalanginya untuk menyewa rumah itu, Anika tetap menandatangani kontrak sewa selama setahun. Dia butuh tempat tinggal untuk menyendiri. Namun ternyata, dia tidak seorang diri tinggal di rumah bernomor 8 itu.

Saat membaca sekilas sinopsis novel ini, saya tahu bahwa salah satu topik yang akan diangkat dalam novel ini adalah KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Namun, saat membacanya ternyata isinya jauh lebih kompleks daripada itu. Menurutku, pada sampul novel ini seharusnya ada trigger warning.

Di dalam novel ini ada beberapa tokoh perempuan yang bisa dijumpai. Selain Anika, ada Rere (sahabat kuliah Anika yang tinggal di Yogyakarta), Rukmini (nenek Anika yang dipanggilnya Enin), Santi (bibi Anika), Kiran (sahabat baru yang dijumpainya di Jogja), dan juga Lastri (penghuni tak kasat mata di rumah no.8). Ada kesamaan yang dialami oleh perempuan-perempuan tersebut. Mereka mengalami trauma lintas generasi. Tidak dianggap ada, kebebasan yang terkekang, tumbuh tanpa rasa cinta, menganggap diri tidak pantas bahagia adalah beberapa trauma yang dialami oleh mereka.

Saat masih sangat muda, kita melihat orang tua bagai melihat Tuhan. Semua yang mereka lakukan tampak seperti kebenaran, dan menjadi tolak ukur bagaimana kita melihat diri sendiri dan dunia. (hlmn. 160)

Bukan hal baru baginya bahwa perempuan seringkali diukur keluhuran budinya dari bagaimana ia mampu mematuhi orang-orang yang dianggap punya otoritas terhadap hidupnya. (hlmn. 46)


Selain perempuan-perempuan di atas, trauma atas kekerasan dalam rumah tangga juga terjadi pada sosok laki-laki. Reza, suami Anika, tumbuh dengan kondisi serupa. Contoh perilaku yang dilihatnya dari ayahnya dan pengabaian oleh ibunya, membuat Reza meyakini bahwa dia bisa melakukan apa saja atas orang yang menjadi miliknya sebagai bentuk cintanya. Bertolak belakang dengan Reza, ada tokoh Ibnu (salah satu penyintas KDRT yang dijumpai Anika dalam sesi konseling di komunitas Nyala Diri) yang mengalami kekerasan secara verbal dan mental oleh mantan istrinya. Meski dianggap cemen dan taku kepada perempuan oleh lingkungannya, Ibnu mampu memutuskan trauma itu dengan membuka diri dan menyembuhkan dirinya terlebih dahulu.

Satu hal lain yang menarik perhatian saya adalah pemilihan angka 8 di dalam novel ini. Katanya angka 8 itu membawa hoki. Tapi di dalam novel ini, ada dua rumah bernomor 8 yang menjadi tempat kejadian perkara penyebab trauma. Selain itu angka 8 yang menyerupai lambang infinity menyiratkan sesuatu yang terjadi terus menerus, yaitu trauma lintas generasi.

Novel ini saya rekomendasikan untuk dibaca oleh perempuan dan laki-laki. Terutama yang akan dan sedang berada di dalam sebuah hubungan. Juga bagi mereka yang pernah mengalami trauma lintas generasi. Seperti kata seorang pakar biomolekuler di IG, trauma ini akan meninggalkan perubahan di dalam diri kita dan bisa diturunkan secara epigenetik. It didin't start with you, but it can end with you.
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books152 followers
July 7, 2024
Setelah kurang lebih 12 jam, akhirnya aku merasa punya cukup tenaga untuk menulis kesan yang kudapat selama baca buku ini. Premisnya tentang Anika yang melarikan diri dari suaminya karena mengalami KDRT, lalu bersembunyi di rumah angker dengan hantu perempuan yang sepertinya korban KDRT juga.

Sebelum bahas lebih lanjut, aku merasa perlu memberikan peringatan bahwa buku ini bukan jenis yang menyenangkan untuk dibaca. Bagi beberapa orang yang memiliki trauma serupa dengan Anika, atau mungkin punya pengalaman hampir sama karena hidup di dekat situasi tersebut, pasti menimbulkan perasaan yang sangat nggak nyaman. Jadi, pastikan kalian siap lahir batin ketika baca buku ini. Alasanku beli bukunya, murni karena suka gaya nulis penulisnya sejak baca The Privileged Ones, dan terbukti sentuhan magis di tema fiksi realistisnya tuh bikin pembaca betah (sekalipun bukunya nggak ngasih perasaan bahagia, hiks).

Hal-hal yang kusuka:
1. Wow, banyak banget kalimat-kalimat yang terasa "menampar". Aku salah satu yang punya pengalaman hidup "dekat" dengan penyintas KDRT (biarpun jenisnya berbeda), tapi aku menemukan banyak sekali kemiripan dalam situasi, narasi, karakter, juga dialog dalam buku ini dengan beberapa kasus di dunia nyata. Aku salut sama penulisnya yang berhasil menampilkan kondisi senyata mungkin dalam buku ini. Nggak ada yang diromantisasi. Nggak ada juga sudut pandang berat sebelah. Semua gender apa pun latar belakang atau profesinya bisa jadi korban.
2. Topik trauma lintas generasi yang diturunkan secara turun temurun di novel ini disusun apik. Nggak terasa info dumping sama sekali. Semua kebetulan pun nggak bikin aku mengerutkan dahi. Dari alur ataupun konflik, aku merasa buku ini rapi.
3. Perkembangan karakter Anika adalah yang paling kusukai. Nggak instan, tapi memang agak lebih cepat daripada versi dunia nyata ya (yang mana dimaklumi karena bukunya pun cuma 300-an halaman). Aku suka cara penulis menggambarkan tahap demi tahap yang dilalui Anika. Pada dasarnya memang karakter Anika sudah kuat, dan beruntungnya penulis bisa mengemasnya dengan lebih menarik. Seiring berjalannya cerita, kita dibikin simpatik sama kondisi Anika, bahkan merasakan empati ketika Anika juga berempati ke karakter-karakter lain.

Nah, meskipun aku suka buku ini, aku nggak bisa kasih bintang penuh karena beberapa hal berikut.
1. Editan teknis. Mengcapek sekali aku tuh baca terbitan beberapa penerbit buku mayor sekarang kayak nggak ada introspeksinya. Apakah sesulit itu mengakses KBBI dan EYD? Penulisan jika disertai maka, menelpon ketika harusnya menelepon, setop padahal di KBBI sudah jadi stop, dan masih banyak lagi. Terutama beberapa editan "ketinggalan" jadi katanya terhitung salah ketik, yang paling kuingat ada huruf 'h' di susunan kata 'nggak'. Sepele, ya? Banget. Karena sepele itu, aku jadi sebal. Serius, apakah proofreader semahal itu? Aku nggak cek ada proofreader-nya atau nggak. Cuma ya udahlah, aku baca juga mode bablasin aja, sayang duit yang sudah dikeluarkan :')
2. Merujuk ke kalimat-kalimat yang terasa menampar, meskipun aku suka, di beberapa bagian jadi terasa agak menggurui. Narasinya juga lebih berat ke telling. Tapi aku pribadi nggak keberatan, cocok banget sama gaya nulisnya dan eksekusi di naskahnya cocok-cocok aja sebenarnya. Cuma menurutku, ada beberapa bagian yang bisa lebih dieksplor supaya kita bisa memahami perasaan Anika. Iya, kita memang nggak boleh meromantisasi KDRT, tapi gimana kita bisa ngerti betapa sulitnya lepas dari pelaku (seperti yang dialami korban) kalau kita nggak dikasih waktu buat "hanyut"?

Secara keseluruhan, aku menilai buku ini harus dibaca semua orang minimal sekali seumur hidup. Bukan jenis buku menyenangkan, tapi memang diperlukan. Sukses terus untuk Kak Mutiarini. Ditunggu karya-karya berikutnya!
Profile Image for Riri Reads Books.
106 reviews1 follower
March 9, 2025
5⭐️

WAAAHHHH BAGUS BANGETTT. As expected sama Kak Mutiarini dan semua bukunya yang selalu thought provoking tapi dijelaskan dengan narasi yang ngalir banget. Harus aku bilang ini topiknya BERAT bgt, dan banyak adegan adegan yang lumayan triggering.

Anika terkungkung dalam circle toxic yang terus berulang dari mulai lingkungan keluarganya yang mengakar sampai suaminya sendiri. Buku ini mengajarkan kita bagaimana cara mengambil satu langkah berani walaupun sulit dan bagaimana pertolongan satu orang iti berarti banget buat korban KDRT, toxic relationship kaya Anika. Rasanya ikut perjalanan Anika ikut pengen nangis, ketawa dan lega begitu dia ketemu orang orang yang baik.

Aku ganyangka ya elemen horror dan hantunya ini agaknya lumayan plot twist, aku pikir dia bakal agak "nambah nambahin" aja ternyata engga loh :") malah sangat diluar dugaan ditambah beberapa momen pembebasan dari orang orang sekitar Anika.

SANGAT BAGUS SANGAT MELEGAKAN.
Pas banget dibaca di hari perempuan internasional.
Profile Image for aynsrtn.
500 reviews15 followers
October 7, 2024
"It's like breaking a cycle. Kita bisa memilih untuk nggak mewarisi luka dan trauma orangtua kita." —p. 210

Dianiaya suaminya hingga keguguran, membuat Anika melarikan diri. Dari rumah aman—tempat untuk para penyintas KDRT & KDH—hingga akhirnya ia tinggal di sebuah rumah no. 8 di Yogyakarta. Rumah kontrakan itu menyimpan misteri dan sosok hantu perempuan berleher patah yang ternyata sama seperti Anika, dia adalah korban kekerasan dalam rumah tangga.

Trigger warning: adegan kekerasan, penggunaan obat-obatan terlarang, serta tindakan menyakiti diri sendiri.

-----

Setelah sampul buku, aku menemukan sebuah halaman "peringatan". Sebaiknya memang dalam novel yang mengandung tindakan atau perbuatan yang dapat memicu trauma bagi para penyintas, memuat peringatan seperti itu, sehingga ada ancang-ancang bagi pembaca. Good job!

Novel ini memadukan cerita tragedi dengan horor yang memilukan. Anika yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga membuat aku sedih—dan kesel juga. Udah tahu suaminya, Reza, sampai menghajar dia sedemikian rupa, tapi masih ada celah rasa "cinta" di dalamnya. Tapi, ternyata semua itu terjadi karena Anika tak pernah benar-benar dicintai di keluarganya. Ada "justifikasi" dan karakterisasi di dalamnya.

Tak hanya menceritakan sosok Anika, ada perempuan-perempuan lainnya yang menjadi "korban". Anika seperti berada dalam lingkaran trauma dan "kutukan" yang tak pernah usai. Neneknya, Bibinya, Ibunya, semua adalah perempuan-perempuan yang terluka. Rere, temannya, Menik, salah satu korban kekerasan juga, banyak perspektif korban di novel ini. Kekerasan rumah tangga pun tak hanya soal fisik, psikis dan finansial pun ditampilkan di sini.

Selain tentang KDRT dan KDH (Kekerasan Dalam Hubungan), novel ini pun membahas perspektif jika laki-laki yang menjadi korban. Bagaimana stigma masyarakat yang lebih "menerima" jika laki-laki sebagai pelaku KDRT daripada korban. Padahal laki-laki juga manusia, dia bisa sakit dan terluka serta trauma.

Lalu, perempuan sebagai "bengkel reparasi". Masih ada saja yang percaya kalau laki-laki akan "berubah" kalau sudah menikah dan mempunyai anak. Girl, kalau sudah menampakkan tanda bendera merah, lari! Jangan harap dia akan berubah. Mungkin itu pula yang tidak bisa ditangkap oleh Anika. Reza sudah memperlihatkan bendera merah itu, tapi Anika masih berpikir bahwa dia akan berubah. Duh ...

Aku suka bagaimana novel ini tidak hanya membahas sisi gender dan perspektif relasi hubungan, tetapi juga ada persoalan tentang trauma lintas generasi. Suka banget scene di mana Anika berdialog ke komunitas penyintas.

Penggambaran hantunya pun menyeramkan, ya. Tapi, bukan itu fokus dari novel ini. Meski demikian, twist-nya tetap bikin kaget. Sebenarnya ingin lebih banyak adegan dinamika Karan dan Anika. Karena di sana setidaknya muncul pijar kalau Anika pun pasti akan "menemukan" cinta yang sebenarnya.

Akhir kata, sebuah novel bagus nan menyesakkan.
Profile Image for Amaya.
748 reviews58 followers
December 30, 2024
Actual rating: 3,8

Dua buku penulis sebelumnya berhasil memberikan impresi yang baik, terutama The Priveleged One. Lalu, sekali lagi, buku ini memberikan kesan yang mendalam serta membekas dengan isu yang diangkatnya.

Setelah mengalami KDRT sampai keguguran, Anika memilih bersembunyi dari suaminya. Persembunyian itu lantas membawanya melihat banyak hal, termasuk banyaknya korban KDRT atau KDH (Kekerasan Dalam Hubungan), serta bagaimana akhirnya korban menyikapi permasalahannya; menutup atau memilih abai.

Rumah persembunyian baru Anika menyimpan misteri mengenai sosok hantu berkepala bengkok bernama Lastri. Sama seperti respons kebanyakan orang, Anika ketakutan. Lalu mimpi-mimpi kilas balik kehidupan Lastri datang malam demi malam, memperlihatkan bahwa Lastri punya nasib serupa dengannya, korban KDRT.

Stigma masyarakat mengenai KDRT memang menyeramkan. Apalagi ketika ada pemahaman yang mengendap jika hal tersebut adalah aib keluarga semata dan punya arti orang lain tidak boleh ikut campur. Sekalipun memakan korban jiwa.

Penulis terampil merangkai semua jenis KDRT yang terjadi, termasuk laki-laki sebagai korban. Banyaknya pemberitaan mengenai perempuan adalah korban dan laki-laki adalah pelaku membuat yang terjadi sebaliknya semakin menekan kaum laki-laki.

Buku ini membahas mengenai kekerasan dalam rumah tangga maupun hubungan, tapi bukan berarti menghakimi salah satu pihak. Pelaku memang sering kali dianggap satu-satunya pemicu adanya kekerasan di sini, tapi bagaimana jika ditarik jauh ke belakang? Pembahasan mengenai rantai trauma yang diturunkan dari generasi ke generasi turut andil dalam menyebabkan perilaku pelaku maupun korban.

Keluarga Anika punya banyak trauma yang tak kasat mata. Kisahnya memilukan. Kepenginnya jotos saja si kakek, tapi masalahnya nggak sesederhana itu. Begitupun dengan Reza. Dia memang cowok brengsek yang minta banget dihajar balik, tapi sayangnya yang punya andil sikapnya nggak hanya dia. Baca buku ini indeed makin frustrasi karena nggak bisa melakukan apa pun, selain ikut merasa sesak.

Selain akhir dari kisah KDRT yang biasanya menyesakkan, ditunjukkan pula akhir yang not bad atau korbannya memilih berdamai dengan keadaan. Bukan maksudnya lantas menerima kekerasan yang dia dapat dengan lapang dada, tapi memilih memutus kekerasan itu dengan kesadaran penuh demi kedamaian diri sendiri maupun keluarga dan/atau orang terdekatnya yang ikut terkena dampak.

Intinya, buku ini punya isian yang padat dan memang agak berat, mengingat topik yang diangkat. Ending-nya aku suka. Enggak memaksakan harus berakhir manis banget sampai rasanya susah menjadi kenyataan, tapi cukuplah jadi gambaran realistis kira-kira itulah yang akan terjadi jika ada di posisi Anika. Kira-kira, ya, langkah baiknya bisa dicontoh, lain-lain yang buruk harus ditinggalkan.

Profile Image for Hanat Futuh Nihayah.
10 reviews2 followers
May 24, 2025
Novel perempuan di rumah no 8 ini wajib banget kamu baca! Buku ini bagus, bagus banget!

Perempuan di Rumah No 8 ini sebagai gambaran betapa mengerikannya KDRT dan betapa memprihatinkan para korbannya yang sering dianggap lemah, sering dianggap bahwa mereka itu pantas mendapatkan perlakuan tersebut. Padahal kekerasan atas nama apapun dan karena hal apapun tidak pernah dibenarkan.

Novel ini menceritakan tentang Anika, salah satu korban KDRT suaminya, Reza. Setelah dihajar tanpa ampun, hingga tindakan kekerasan tersebut berujung pada kematian janin yang ada di rahimnya. Adegan ini jujur bikin aku ngilu saat baca.

Kasus Anika tentu saja bukan hal baru lagi di tengah masyarakat kita. Anika ini satu dari banyaknya perempuan yang bernasib kurang beruntung dalam pernikahannya. Anika melarikan diri, pergi ke rumah damai, lalu melanjutkan hidupnya di Yogyakarta. Tujuannya menghindari Reza dan juga mertuanya.

Anika tinggal di rumah no 8, dan dia dipertemukan dengan hantu perempuan bernama Lastri sebagai penunggu rumah tersebut yang sama-sama jadi korban KDRT. Lastri dan rumah no 8 menyimpan banyak cerita dan rahasia, fakta-fakta kelam yang akhirnya satu persatu mulai terkuak. Anika dan Lastri seolah terhubung pada satu cerita dan nasib yang sama.

Ceritanya mengalir, tapi emosi yang dibangun oleh penulis sampai sekali. Ide yang diangkat oleh penulis sangat relate dengan kondisi masyarakat kita. Cerita ini fiksi, tapi seolah nyata, karena kak Muti menyajikan bersama data. Keren banget. Aku sampai browsing, tentang berapa kasus KDRT di Indonesia.

Everything happen for a reason, tokoh-tokoh di novel ini memiliki luka yang sama di masa lalu. Perasaan diabaikan, tidak diinginkan, dilukai secara fisik dan luka itu tertanam, tumbuh, hingga membentuk sikapnya di kemudian hari.

Novel ini membuka mata, bahwa para penyintas KDRT ini tidak hanya perempuan saja. Bahkan laki-laki bisa jadi korbannya. Kak Muti melalui novel ini mengajak kita untuk lebih memahami perasaan dan kondisi para korban KDRT. Mengajak kita untuk berani melawan dan menghentikan normalisasi KDRT.

Novel ini juga mengingatkan kita betapa pentingnya menikah dengan orang yang mau kerja keras bersama.

THIS ONE IS HIGHLY RECOMMENDED NOVEL.
Profile Image for Tamira Bella.
178 reviews
November 14, 2025
Seolah menyimpan napas masa lalu dan suara-suara yang tak ingin diingat. Perempuan di Rumah Nomor 8 karya Mutiarini, merupakan kisah yang tidak sekadar menegangkan, tetapi juga melankolis, novel ini bagikan perjalanan menyingkap luka perempuan, yang tersembunyi di balik dinding dan rahasia keluarga.

Tokoh utamanya merupakan seorang perempuan muda bernama Alika, dimana kita akan disuguhi alur yang rapi, mulai dari Alika bertemu suaminya, mengalami kekerasan dalam rumah tangga, mencari rumah berlindung, hingga datang ke rumah nomor delapan. Dari sinilah kisah bergulir pelan, penuh tanda tanya, seakan menyimpan sesuatu yang menunggu untuk ditemukan.

Dengan gaya yang lembut namun tajam. Penulis tak tergesa dalam membangun alur cerita seolah ingin pembaca mendengarkan setiap derit lantai dan deraj hujan di jendela, sebelum akhirnya menemukan apa yang sesungguhnya terjadi di balik rumah itu.

Unsur horor di sini bukanlah perihal tentang "hantu" saja, melainkan tentang trauma, rasa bersalah, dan luka batin yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Sebagai pembaca, saya diajak bukan hanya untuk menebak misteri, tetapi juga untuk memahami perasaan manusia yang terluka dan berusaha sembuh. Menurut saya hal inilah yang menjadikan membuat buku ini tidak semata genre misteri, tetapi juga potret jiwa perempuan yang bertahan di tengah gelapnya kenangan, menjadikannya bacaan yang sunyi tapi bergaung lama setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Rate 4/5
Profile Image for Autmn Reader.
883 reviews92 followers
November 16, 2024
Actual rating 4,75 🌟

Cerita ini penuh dengan TW-nya, yak. Apalagi bagian ending beneran kek gk kuat aja aku bacanya karena seeeemenakutkan itu dan semengkhawatirkan itu.

Semua orangtua di cerita ini nggak ada yang bener satu pun. Not even one. Apalagi keluargan Koswara sama Husein. Yah tapi semuanya juga deng, wakakak. Tpi tuh mungkin karena yg koswara ini detail, jadi aku sampe ikutan sakit kepala.

Ceritanya tuh serapiiiiii itu. Mulai dari backstory-nya. Kayak, semua tokoh di sini beneran puna alasan kenapa mereka ngelakuin ini dan itu. Bisa diahami kenapa sikapnya pada begitu. Dan di sini tuh banyak kasus yang mirip satu sama lain, tapinya antara satu chara dan chara lain tuh punya cara tersendiri buat hadapin masalahnya dan mau jadi orang kayak gimana mereka di masa depan.

Character development-nya juga sebagus itu. Aku suka banget sama progress Anika dari awal sampe akhir. Chemistry tiap tokoh juga on point.

Flow ceritanya juga enak banget. Padahal ceritanya banyak ke sana ke mari tapi nggak kerasa info dumping sama sekali.
Profile Image for kasmawithbooks.
25 reviews
May 2, 2025
Kisah dalam buku ini dimulai dari KDRT yang dialami oleh Anika, sang tokoh utama, yang dilakukan oleh suaminya hingga akhirnya keguguran. Anika pun melarikan diri dan mencari tempat persembunyian yang aman hingga akhirnya berakhir di sebuah rumah kontrakan No. 8 dengan sosok hantu misterius bernama Lastri. Dalam proses pelarian dan persembunyiannya, Anika mendapatkan begitu banyak hal dan pelajaran dari kisah masa lalunya hingga mengapa ia mengalami KDRT.

👊 Yup, novel ini mengangkat isu yang rumit nan kompleks. Mulai dari trauma lintas generasi, kekerasan dalam rumah tangga, hingga postpartum depression. Sebagai pembaca, saya seperti diajak untuk lebih aware kepada orang-orang sekitar kita, terutama kepada diri sendiri. "Mirip dengan penyakit keturunan seperti asma dan diabetes, trauma psikologis pun bisa diturunkan dari generasi ke generas. Orang tua yang tidak sadar akan traumanya, tentu akan kesulitan memberikan pengasuhan yang optimal. Bagaimana mungkin menyediakan ruang dan energi untuk anak, jika masih kewalahan meregulasi emosi mereka sendiri? " (Hal.173).

📌Cerita dalam buku ini memuat adegan kekerasan, penyalahgunaan zat terlarang, serta perbuatan menyakiti diri sendiri. Plus, ada kisah hantunya tentu saja. Pembaca perlu menyikapi dengan bijak😉.

🌟Buku ini sangat saya rekomendasikan, banyak hal yang akan kalian sadari saat membaca buku ini🌹. Selamat membaca 🥂
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,441 reviews73 followers
August 3, 2025
Enin (nenek) Rukmini disegani karena dia istri almarhum Koswara, yang pada zamannya pernah menjadi salah satu pengusaha bus antarkota tersukses di Jawa Barat, PO Bus Sangsaka. Enin sendiri adalah pengusaha andal yang memiliki toko pakaian yang selama puluhan tahun tetap menjadi salah satu yang terbesar dan teramai di Pasar Lembang.

*

Anika bahkan rela batal mengambil beasiswa S2 ke Royal College of Art, London, ketika Enin terkena strok dan kehilangan fungsi motoriknya.

*

Itukah yang coba dilakukan Anika? Mengubah Reza? Apakah Anika sungguh-sungguh berpikir bahwa cinta saja cukup untuk mengubah seseorang?

Entah dari masa asalnya, tapi masih ada saja yang percaya bahwa perempuan adalah bengkel reparasi untuk laki-laki dengan masalah perilaku dan budi pekerti. Seolah-olah perempuan bertanggung jawab untuk mengubah kebiasaan dan kecenderungan buruk seorang laki-laki begitu mereka terikat dalam hubungan romantis.

(hal. 34)


*

"Maaf saya memotong ya, Anika," kata Suriah. "Kamu sudah dipukuli hingga keguguran oleh suamimu. Tapi, saya bisa lihat dengan jelas. Kamu masih menceritakannya dengan penuh cinta. Kenapa, ya?"

Anika tergagap. Ia tak bisa memberikan tanggapan.

"Sebaliknya, sejak awal kita bicara, tak sekali pun kamu bercerita tentang dirimu," tambah Suriah.

Kali ini, Anika tahu jawabannya. Namun, ia merasa lebih baik menyimpannya dalam hati.

Sebab, tak ada yang berarti dan penting untuk diceritakan dari dirinya, jika disandingkan dengan Reza. Sebab, sudah jelas bahwa ia masih mencintai Reza, jauh melebihi hidupnya sendiri.

(Adegan ketika Anika baru tiba di Rumah Damai, hal. 42)


*

Menik datang dari Kendal, Jawa Tengah. Dia menempuh jarak ratusan kilometer untuk mendapat perlindungan di Rumah Damai. Sudah datang ke sana sejak enam bulan yang lalu. Usianya sama dengan Anika, tapi sudah menikah dua kali dan punya dua anak. Suami pertamanya menceraikannya karena tergoda perempuan yang lebih tua dan kaya. Setelahnya ia dipinang lelaki yang jauh lebih tua, teman ayahnya. Dia suka memukuli Menik, namun anehnya menyayangi Fitri, anak mereka. Setelah suaminya mencekik dan membenturkan kepalanya ke dinding di depan anak mereka, baru Menik berani minggat.

"Mbak Anika ada jadwal ketemu sama Bu Suriah ya, nanti sore?" tanya Menik kemudian, setelah diam beberapa saat. "Aku njuk bingung kalau diajak ngobrol Bu Suriah. Aku ditakon terus, 'Habis ini, mau apa? Rencananya apa?'. Bener, bingung aku.

(...)

"Aku luwih milih dikandhani, 'Menik, kamu gini. Menik, kamu gitu. Menik, kamu kerja di sana.' Atau apa gitu. Aku malah bingung kalau ditanya punya rencana apa. Lha, selama ini aku ngikutin saja toh, dibawah Gusti Allah ke mana."

(...)

"Memangnya Mbak Menik sama sekali belum kepikiran habis ini punya rencana apa?" tanya Anika kemudian.

Ekspresi Menik seketika berubah mendengar pertanyaan Anika. Perempuan itu tampak termenung.

"Mbuhlah, Mbak. Seumur hidup, aku ini diajari buat manut. Disuruh Bapak menikah pertama kali karena takut zina, aku manut. Suami pertama minta cerai karena katanya sudah nggak cinta, aku manut juga. Terus, Bapak minta aku menikah lagi karena katanya malu punya anak janda, aku manut lagi. Aku disuruh apa saja sama bapaknya Fitri, aku pun manut. Seumur hidup, cuma sekali aku nggak manut, waktu kabur sama Fitri. Cuma karena aku takut mati," tutur Menik pelan.

Anika menatap Menik dengan sedih. Bukan hal baru baginya bahwa perempuan seringkali diukur keluhuran budinya dari bagaimana ia mampu mematuhi orang-orang yang dianggap punya otoritas terhadap hidupnya. Orang-orang yang seringkali adalah laki-laki. Namun, kepatuhan buta yang diajarkan sejak bayi hingga mendarah daging ternyata mampu menghilangkan individualitas dan kemampuan berpikir untuk diri sendiri.

Menik saat ini terlihat seperti anak kecil yang tersesat dan ketakutan. Ia tak terlihat mampu melindungi diri sendiri, apalagi Fitri. Menik tak tahu apa yang ia inginkan dan butuhkan karena selama ini informasi itu dijejalkan begitu saja padanya tanpa ada ruang untuk berefleksi dan bernegosiasi.

Anika melihat Menik bagaikan burung yang seumur hidup diikat kakinya. Ketika akhirnya bebas, ia telanjur lupa bahwa dirinya punya sepasang sayap.

(halaman 48)


*

Ainun masuk ke Rumah Damai seminggu setelah Anika. Saat itu mata kanannya lebam dan nyaris tertutup sepenuhnya. Salah satu gigi depannya tanggal. Ainun dipukuli suaminya karena menolak dipoligami.

"Kalau saya nggak pulang, suami nggak mau lagi menafkahi anak saya, Bu. Lantas, saya bisa apa? Saya ini cuma perempuan desa. Saya bodoh, nggak berpendidikan, nggak bisa apa-apa," isaknya.

"Kita pikirkan langkahmu berikutnya pelan-pelan," kata Suriah. "Sekarang, prioritas kita adalah memastikan keamananmu sampai kamu pulih."

Ainun menggeleng keras-keras. "Saya nggak apa-apa, Bu. Suami saya sudah minta maaf. Dia bilang, dia janji nggak akan kasar lagi, nggak akan mukul lagi, kalau saya patuh dan mau dipoligami. Tapi kalau saya membangkang begini, anak saya nggak akan dinafkahi lagi!" lengkingnya kalut.

Keterangan Ainun terdengar janggal bahkan untuk Anika. Bagaimana seseorang bisa berjanji untuk tak lagi menyakiti, tapi pada saat yang sama mengancam tak mau menafkahi darah daging sendiri?

Ainun kemudian meraih tangan Suriah dan menciumnya bertubi-tubi. "Saya mohon, Bu. Saya mohon. Tolong kasih saya pulang," pintanya mengiba. "Suami saya pasti sudah menyesal. Dia sudah minta maaf. Saya yakin, saya bisa bikin dia berubah."

(halaman 47-48)


*

Anika ragu sejenak. Setelah menelan ludah ia akhirnya bersuara. "Kenapa Ibu nggak mencoba menahan Ainun?" tanyanya takut-takut.

Suriah memaksakan sebuah senyum sebelum menjawab, "Pada setiap upaya pendampingan kasus KDRT dan KDH--Kekerasan Dalam Hubungan, kendali sepenuhnya ada di tangan penyintas. Mereka tokoh utama dalam cerita ini. Harus mereka yang membuat keputusan tentang langkah selanjutnya. Berpisah, berproses secara hukum, ataupun mediasi dan bersatu kembali, kami tak bisa mengintervensinya."

Anika terdiam.

"Ainun bukan perempuan pertama yang kembali pada pasangannya meski telah mengalami kekerasan. Kamu tahu nggak, Anika? Banyak lho perempuan yang sejak kecil diajari bahwa dia nggak cukup kompeten untuk mandiri. Mereka sering mendengar, perempuan akalnya cuma setengahlah, kelewat emosianlah. Sebelum menikah, dia jadi tanggung jawab ayahnya. Sesudah menikah, dia jadi tanggung jawab suaminya. Karena nggak pernah dikasih kesempatan mengembangkan diri, akhirnya dia jadi sungguhan percaya bahwa dirinya memang nggak mampu. Perempuan seperti ini yakin sekali bahwa tanpa laki-laki, mereka bakal mati," kata Suriah berat.

(halaman 49-50)


*

Anika lalu diterima sebagai Desainer Grafis di Lintang Solusi Inovasi atau LiSoi. Pemiliknya, Agnes Tobing, adalah seorang perempuan yang baik hati. Dia tidak mengizinkan para pegawainya untuk pulang lebih dari jam 7 malam. Dia juga mengkhawatirkan Anika yang tampak terlalu workaholic. Dia juga memperhatikan kesejahteraan mental para pegawainya. Semua pegawainya mendapat voucher keanggotaan di tempat meditasi bernama Chakra yang dikelola oleh suaminya.

Hidup Anika sejauh ini terasa seperti menumpang sepur. Bedanya, bukan ia yang menentukan tujuan akhirnya. Ia hanya menurut saat hidup membawanya dari satu titik ke titik lain. Selama ini, ia hanya menjalankan peran menjadi penumpang yang patuh. Ia membuat satu demi satu keputusan yang ia rasa benar saat itu, tapi tak pernah punya gambaran besar tentang hidup seperti apa yang ia inginkan.

(hal. 68)


*

"Buat ibu mertuaku, kerja itu kalau ngantor, pakai baju rapi, pergi ke luar rumah. Kalau freelance kayak aku gini, katanya kerja nggak jelas. Nggak ada harganya," ucap Rere getir.

(...)

"Ibu nggak tahu bahwa separuh cicilan rumah dan mobil, juga sebagian biaya rumah tangga, aku yang tanggung. Dia pikir, gaji Mas Ganjar cukup membiayai semuanya. Bolak-balik dia membanggakan anak laki-laki satu-satunya yang katanya kerja di bank besar. Aku dianggap cuma diam di rumah dan main sosmed." Rere melanjutkan. Anika bisa mendengar kemarahan yang ditekan dengan sekuat tenaga dalam kata-kata Rere.

"Ya, kami memang belum punya anak. Belum ada biaya juga untuk memeriksakan lebih lanjut. Tapi, apa harus segitunya dibahas, Nik? Kenapa harus dibuat seolah itu salahku? 'Belum bisa ngasih anak' katanya. Memangnya aku ini apa? Pabrik bayi?"

(curhat Rere pada Anika soal ibu mertuanya yang kurang ajar, Bu Etty, hal. 74)


*

Kepada Anika, sikap Santi sangat mirip dengan Enin. Anika sering merasa bahwa Santi menganggapnya tak lebih dari kucing liar yang kadang kala mampir ke rumah. Disapa jika ingat, diberi makan jika kebetulan tersedia, tapi sering dianggap tak ada.

(halaman 114)


*

"Saya akan besarkan Marlina. Tapi demi Allah, saya tidak akan pernah mencintainya. Tidak saya ikhlaskan setetes pun air susu saya untuknya. Anak itu akan saya rawat dengan baik, tapi dia tidak akan pernah merasakan cinta dari saya. Dia akan tumbuh kesepian, seperti saya, selama ini menunggu dan mengemis cinta dari kamu."

(Enin Rukmini pada Koswara setelah tahu bahwa ternyata suaminya punya anak dengan perempuan lain, halaman 130-131)


*

Dasar anak bodoh, rutuk Santi dalam hati. Mengapa Anika harus kabur segala? Sudah bagus ia dinikahi laki-laki seperti Reza. Semua laki-laki berengsek, demikian yang diyakini Santi berdasarkan pengalamannya seumur hidup. Jika semua laki-laki adalah makhluk brengsek, bukankah jauh lebih baik jika Anika berakhir dengan makhluk brengsek yang kaya? PAling tidak, ia bisa menderita sambil bergelimang harta.

(Santi, setelah tahu Anika kabur dari Reza, halaman 156)


*

Di Chakra, Anika berkenalan dengan Karan dan Kinar, dua kakak adik yang rupanya sangat jauh berbeda. Karan, pengelola kafe yang menyediakan makanan-makanan vegetarian sehat dengan bahan organik, punya kulit cokelat dan raut wajah yang sangat Indonesia. Sedangkan Kinar memiliki wajah kaukasia. Dulu ayah Karan pernah tinggal di Belanda saat menjalan studi S2. Di sana dia berselingkuh dengan wanita Belanda dan lahirlah Kinar. Keberadaan Kinar baru diketahui keluarga Karan setelah ayahnya meninggal. Namun, meski begitu, kini keduanya akrab sekali. Mereka mengaku prosesnya tak mudah karena awalnya mereka sempat bermusuhan dan perang dingin.

"Sori", kata Anika akhirnya. "Saya masih takjub. Saya nggak kenal orang lain yang mengalami hal yang sama dengan kalian, tapi bisa sesantai ini." Ia menggeleng sambil tertawa kecil.

"Ya memang sebaiknya jangan ada banyak ya," kekeh Karan. "Males banget kalau semua ayah diam-diam punya anak rahasia. Apalagi, yang ngeselin kayak gini."

Kinar mendengkus mendengar tanggapan Karan, tapi sama sekali tak tampak terganggu. "Pada satu titik, saya sadar bahwa nggak semua hal bisa kita kontrol. Kita cuma bisa mengontrol respons kita sendiri. But I do believe everything happens for a reason. Mungkin, alasan kami puny ayah yang payah adalah supaya kami punya satu sama lain. What he did was messed up. But he gave me a brother, and an important lesson of how not to be as an adult," tuturnya.

(Karan dan Kinar, halaman 171-172)


*






Reza juga korban kekerasan ayahnya sendiri, Husein Husada. Kekerasan fisik dan verbal itu bahkan terus dia terima hingga dewasa.

*

Buku ini diawali dengan peringatan bahwa di dalamnya terdapat konten adegan kekerasan, penyalahgunaan zat terlarang, dan self-harming. Yang menurutku sangat terpuji, bagian Peringatan tersebut juga menyertakan kontak yang bisa dihubungi untuk mendapatkan bantuan terkait kasus KDRT atau kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Kontak yang bisa dihubungi tersebut adalah nomor telepon 129 atau nomor WA layanan pengaduan SAPA 129 di: 08111129129, atau juga bisa menghubungi Kompas Perempuan di nomor 021-3903963 dan e-mail: pengaduan@komnasperempuan.go.id.

Sedangkan jika membutuhkan bantuan terkait kesehatan mental, hubungi:

Call Center 24 jam Halo Kemkes/ 1500-567
Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes/ 021-500-454
SMS: 081281562620
E-mail: kontak@kemkes.go.id

Biasanya buku-buku serupa memberikan informasi kontak bantuan di bagian belakang buku. Baru kali ini aku mendapati informasi tersebut diletakkan di depan. Tampaknya ini jelas menggambarkan kepedulian penulisnya terhadap isu ini. Salut.
Profile Image for Rihazizah.
64 reviews2 followers
July 9, 2025
Aku terseok-seok menyelesaikan buku ini. Banyaknya trigger warning dan masalah yg kompleks membuatku butuh berhenti dan mengambil jeda.

Di awal, penulis menyajikan satu persoalan yg sama dalam banyak kasus dan disuguhkan secara bertubi-tubi tanpa jeda melalui kisah Anika, Menik, Ainun, Rere, Reza, Otto, dll. Penuturan tanpa jeda ini tak pelak membuat burn out. Seolah penulis tak puas ingin menyampaikan amanat cerita lewat kisah Anika saja hingga harus menceritakan kisah yg kurang lebih sama pada tokoh yg lainnya. Sembari membaca, aku sampai berpikir, apa di buku ini tdk ada kisah rumah tangga yg indah? Karena semua tokoh di sini punya borok pernikahan masing-masing. Kisah Agnes dan Rudi bagaikan oase yg enak banget dibaca di tengah ketidakharmonisan rumah tanga lainnya.

Sebenarnya akan lebih enak jika fokus ke masalah Anika, tokoh2 lain seperti Rere misalnya, dibuat harmonis pernikahannya. Aku rasa lebih realistis spt itu. Gpp kan? Tdk memengaruhi alur cerita kan? Nggak harus semua tokoh yg bertemu Anika tuh punya masalah keluarga kan? Sampai2 saat Anika bertemu Karan dan Kinar, aku sampai ber-suudzon, nih berdua pasti ada masalah keluarga juga, dan ternyata tebakanku benar. 😁

Setelah melewati masa burnout, tidak ada lagi tokoh baru dg masalah keluarganya, baru aku bisa menikmati ceritanya, yaitu saat Lastri mulai menampakkan kilasan2 masa lalu. Di sini barulah cerita fokus ke Anika dan Lastri.

Perkembangan karakter Anika sangat mengharukan. Ketika harus berhadapan dg Reza lagi, semua adegannya terasa real. Bagaimana api keberanian itu muncul, ketika Anika memberikan perlawanan sekuat yg dia bisa, tapi tdk serta merta menghilangkan gemetar ketika berhadapan dg Reza, itu tuh terasa sangat manusiawi, adegan itu terasa amat hidup, aku seolah membaca sambil menahan napas loh saking tegangnya. Dan ketika yg menyelamatkan Anika bukanlah Karan, wah, pecah sih itu. Seneng bgt aku karena bakal jadi adegan cringe klo sampe Karan yg muncul.

Ini adalah sebuah novel yg kuat dg amanat cerita yg terpampang jelas. Tentang perjuangan seorang wanita memutus trauma lintas generasi, perjuangannya bangkit demi hidupnya sendiri, menemukan jati diri bahwa dia berharga dan dia mampu mandiri, dia juga berani menghadapi ketakutan terbesarnya, tidak lagi melarikan diri.

Ternyata, beban yg dipikul wanita memang seberat itu.

Actual rate: 3,5/5,0 ⭐
Profile Image for Laura Yuwi.
212 reviews15 followers
January 11, 2026
"𝑲𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂. 𝑳𝒂𝒈𝒊-𝒍𝒂𝒈𝒊 𝒌𝒐𝒏𝒔𝒆𝒑 𝒊𝒕𝒖 𝒎𝒆𝒎𝒃𝒊𝒏𝒈𝒖𝒏𝒈𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝑨𝒏𝒊𝒌𝒂. 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏𝒌𝒂𝒉 𝒔𝒆𝒉𝒂𝒓𝒖𝒔𝒏𝒚𝒂 𝒌𝒆𝒍𝒖𝒂𝒓𝒈𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒋𝒂𝒅𝒊 𝒕𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 𝒑𝒖𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒏𝒚𝒂𝒎𝒂𝒏 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒔𝒆𝒎𝒖𝒂 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈? 𝑴𝒆𝒏𝒈𝒂𝒑𝒂 𝒃𝒂𝒈𝒊 𝒔𝒆𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒋𝒖𝒔𝒕𝒓𝒖 𝒅𝒖𝒌𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒅𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒌𝒂𝒓 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒔𝒂𝒏𝒂?" --Hal.76

"𝑳𝒖𝒌𝒂 𝒅𝒂𝒏 𝒕𝒓𝒂𝒖𝒎𝒂 𝒌𝒂𝒅𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒂𝒌 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒊𝒉𝒂𝒕 𝒃𝒆𝒈𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒂𝒋𝒂 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝒎𝒂𝒕𝒂. 𝑲𝒂𝒕𝒂-𝒌𝒂𝒕𝒂 𝒌𝒆𝒋𝒊 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒖𝒄𝒂𝒑𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏, 𝒕𝒆𝒓𝒖𝒕𝒂𝒎𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈-𝒐𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒅𝒆𝒌𝒂𝒕, 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒎𝒆𝒏𝒆𝒕𝒂𝒑 𝒅𝒂𝒏 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒎𝒃𝒖𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒓𝒖𝒔𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒃𝒆𝒔𝒂𝒓𝒏𝒚𝒂." -- Hal.189

Novel ini menceritakan tentang seorang wanita bernama Anika berusia 26 tahun, desainer grafis yang pindah ke Yogyakarta untuk kabur dari suami yang abusif. Anika adalah salah satu penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Awalnya Anika bisa mengenal Reza, suaminya dari kantor. Anika yang lebih dulu menyukai Reza sampai Anika dibutakan oleh cinta dan mengira bahwa Reza juga mencintainya sehingga Anika dihamili oleh Reza. Reza dan Anika hanya menikah sirih setelah mendapat kabar Anika hamil, namun setelah menikah, Anika selalu diperlakukan kasar oleh Reza sampai Anika mengalami keguguran. Anika pun tidak tahan dan kabur dari rumah untuk bersembunyi dan mencari perlindungan.

Sampai pada satu hari, Anika mengontrak sebuah rumah bercat putih berlantai satu dan berukuran kecil no. 8. Di rumah tsb, Anika bertemu dengan sosok makhluk halus bernama Lastri yang menurut perkiraan Anika bahwa Lastri juga adalah korban KDRT yg pernah tinggal di rumah tsb. Semenjak bertemu dengan Lastri, Anika sering memimpikan masa lalu Lastri yang kelam, bagaimana Lastri pernah disiksa oleh suaminya. Berkat Lastri, Anika pun semakin bertekad kuat untuk menghadapi Reza dan mengakhiri pernikahannya yang toxic karna Anika tidak ingin hidupnya berakhir tragis seperti Lastri. Anika ingin hidup bebas seperti sebelum dia bertemu dengan Reza.

Alur ceritanya ngalir dan bacanya bikin gak mau berhenti. Seru bangett jalan ceritanya. Penulis menarasikan cerita ini dengan apik bangett. Rasa sedihnya juga dapat apalagi aku sebagai perempuan ikut terhanyut di dalamnya. Dan ini memang realita terjadi di kehidupan nyata bahkan sampai sekarang, yaitu bagaimana terkadang masyarakat bisa begitu tidak adil pada perempuan. Nilai diri perempuan seringkali hanya diukur dari usia dan tampilan fisik. Nilai yang kemudian memaksa perempuan menerima perlakuan yang tidak sewajarnya.
Profile Image for Adelina Ayu.
Author 3 books62 followers
January 30, 2025
Buku kedua Mbak Mutiarini yang aku baca setelah The Unprivileged Ones.
Sama seperti sebelumnya, narasinya enakeun banget untuk dibaca.

Saking enaknya, aku suka kaget karena tiba-tiba kok sudah baca 100 halaman lebih aja.
Aku suka banget The Unprivileged Ones karena bukunya tipis, jadi cara berceritanya tuh efisien dan rapi gitu, loh. Tapi meski begitu tetap memberikan informasi yang dibutuhkan pembaca tanpa kekurangan. Begitu juga dengan Perempuan di Rumah No. 8 ini.

Aku suka banget sama semua latar belakang yang disiapkan Mbak Mutiarini untuk tiap karakter, khususnya Anika dan Lastri. Plot twist yang disiapkan untuk memberitahukan hubungan antara keduanya pun bikin pesan ceritanya kohesif.

Tapi, kalau nggak salah, seingatku ya, peran psikolog dan orang yang senasib dengan protagonis di cerita ini, juga digunakan untuk cerita The Unprivileged Ones nggak, sih? Sah-sah aja, sih. Tapi rasanya hal itu bikin aku jadi nggak perlu menebak-nebak bagaimana caranya Anika bisa menyelesaikan masalahnya, karena formatnya sama dengan buku sebelumnya.

Selain itu, aku suka sama karakter Anika yang kuat, tapi kayaknya dia terlalu kuat, ya? Hehe, maksudku, semua nasehat yang Anika dapat dari psikolog atau dari komunitas KDRT (kalau nggak salah, maaf aku lupa) langsung diserap baik sama Anika dan diimani sama dia. Padahal aku berharap akan ada tarik-ulur dari Anika sendiri yang mungkin denial dan kekeuh sama kebucinannya yang akhirnya bikin pembaca dan karakter lain lebih gemas sama dia.

Selain itu, nasihat yang diberikan sama psikolog dan karakter-karakter lain untuk Anika tuh tell banget. Kayak Anika kamu harus A, B, lalu C, ya. Jadi menurutku kurang kompleks aja, karena semuanya sudah diberitahu, if that makes sense.

Overall, ini adalah sebuah buku yang menghibur. Tapi aku berharap akan menemukan formula lain di buku-buku Mbak Mutiarini selanjutnya. :)
Profile Image for Day Nella.
252 reviews5 followers
February 2, 2025
"Orang tua yang tidak sadar akan traumanya, tentu akan kesulitan memberikan pengasuhan yang optimal. Bagaimana mungkin menyediakan ruang dan energi untuk anak, jika masih kewalahan meregulasi emosi mereka sendiri?" Hal 173
-
Perempuan di Rumah No. 8
Mutiarini
Penerbit Gramedia, 2024
Hal 320 Halaman
-
Dibuka dengan prolog yang mencekam akan apa yang dialami Anika di rumahnya sendiri setelah menikah dengan pria yang amat dicintainya dan ternyata semua di luar ekspektasinya selama ini tentang cinta dan pernikahan. Belum lagi masa lalu yang kerap membayangi langkahnya hingga membawa Anika pada komunitas para Penyintas kekerasan rumah tangga.
Rumah Damai menjadi payung perlindungan untuknya hingga membawa Anika menjejakkan kaki di Kota Yogyakarta. Guna memulai awal baru dirinya bersembunyi dari sang suami abusif. Di rumah kontrakan yang ditempatinya menjadi awal mula hal-hal yang selama ini terpendam terkuak satu persatu yang tanpa disadari Anika kalau sosok yang menghuni rumah kontrakan itu memiliki hal sama dengannya terkait kekerasan dalam rumah tangga.
Isu dalam buku ini berat sekali dan sebelum membaca bukunya sudah ada trigger warning diawal jadi insyaallah siap buat baca. Semua karakternya pas dan aku suka banget sama Anika serta karakter pendukung lainnya. Lebih senang dengan perkembangan Anika yang terus kuat. Penyelesaiannya pun suka ditambah sering dibuat menangis akan semua masalah Anika dan para korban penyintas KDRT.
Trauma lintas generasi ini memang harus diputus. Harus mau untuk membuka dirinya, kalau mereka berharga dan amat sangat pantas merasakan kebahagiaan. Agar semua keturunan tidak terjebak dalam lingkaran menyesatkan yang dibuat tanpa sadar oleh mereka orang tua terdahulu.
Buku ini harus banget dibaca semua orang karena banyak sekali pelajaran berharga di dalamnya.
Profile Image for Loundraw.
173 reviews2 followers
April 29, 2025
4.5 stars

Bercerita tentang Anika yang melarikan diri ke Yogyakarta setelah dihajar dan keguguran oleh suaminya, Anika bertekad ingin lepas dari suaminya, namun apakah usahanya kabur dari suaminya membuahkan hasil? Atau malah dia kembali lagi ke suaminya? Setelah sampai di Yogyakarta Anika bertemu dengan sesosok hantu yang menyeramkan, kerap kali meneror Anika dalam tidurnya.

Oh iya, tolong perhatikan dulu TW nya ya karena cukup brutal menurutku dan triggering bagi sebagian orang, dan bahkan di halaman depan sudah ditaroh nomor komnas or apalah itu maaf lupa.

ENDINGNYA MANTAP BGT, kek puas banget sama endingnya. Alurnya rapih, penulisannya rapih dan eksplorasi karakternya pun mantep. Cuma kadang time stamp nya bikin bingung sebagian tapi ga ganggu. Awalnya tuh baca ini karena tertarik sama genre horrornya, bagi yang penakut tenang aja ga semenyeramkan itu kok bahkan bisa dibilang horrornya ini cuma sampingan. Lebih ke eksplorasi horror kelakuan bangsat manusia.

Ga nyangka menuju ending bakalan ada twist karena keasikan baca, setelah dipikir pikir oh iya ya sejak awal gapernah di mention si yang jadi twist nya ini. Sebagian tokohnya pada kek monyet semua kelakuannya bangsat, seperti yang dikatakan di buku ini itu tuh trauma yang menurun or apalah itu lupa.

Setelah bbrp jam membaca baru kepikiran kaya ada plot hole tapi ga penting penting amat jadi yaudahlah. Sekali lagi endingnya mantap banget puas puas puas, some part bikin heartwarm apalagi bagian endingnya itu nangis aku dan agak merinding uuuuuuu. Ternyata Anika tuh sebagai manusia bisa segitu kuatnya ya.
Profile Image for Dinda Mahadewi.
69 reviews1 follower
March 30, 2024
Anika merupakan sosok perempuan cantik dan brilian, namun sayang ia harus terjebak dalam hubungan yang rumit dengan Reza. Tamparan, pukulan, hentakan dan makian kerap kali ia terima dari suaminya itu. Hingga suatu hari perbuatan Reza menyebabkan gugurnya bayi Anika.

Anika berusaha mencari tempat berlindung yang jauh dari jangkauan Reza, dan ini menghantarkannya ke rumah sebelah resor Kaliurang nomor 8. Rumah tersebut menyimpan misteri yang akan menguak masa kelam keluarga Anika.

Buku ini menghadirkan rasa-rasa horror saat halaman-halaman pertama karena penggambaran visual Perempuan di Rumah Nomor 8. Selain itu, buku ini juga menghadirkan cerita-cerita banyak orang yang ditemui Anika yang juga merupakan penyintas dan memiliki masalahnya masing-masing. Cerita di buku ini cukup kompleks dan juga menyayat hati.

Namun sayangnya aku rasa beberapa bagian dari buku ini ada beberapa kalimat deskripsi yang "too much information" dan beberapa percakapan bahasa Inggris tidak konsisten diterjemahkan melalui footnote. Untuk alurnya sendiri, aku sangat gampang menebak apa kira-kiranya yang akan terjadi di penghujung buku ini.

Daan, karena kebetulan aku lumayan sering dengar kasus KDRT yang masuk ke kantorku, jadinya aku merasa ada yang sedikit kurang dari Anika. Kebanyakan korban KDRT awal-awal masih terikat emosional dengan pelaku, namun hal ini agaknya kurang diceritakan lebih dalam, hanya di permukaan saja. Tapi syukurlah Anika tidak lama-lama terikat emosional dengan Reza~
Profile Image for Oktarina Nurfazriani.
97 reviews
September 12, 2025
Baca novel ini serasa di atas roller coaster.
Emosi diobok - obok hingga di akhir, aku bingung bagaimana cara mencerna semua informasi mengejutkan ini.

Bab awal dimulai dengan misuh-misuh, meringis, ngilu, nyeri, semua rasa tak nyaman yang terlalut jadi satu. Kemudian, ikut kalut bersama Anika dalam perjalanannya menuju kehidupan baru.

Latar berpindah, dan suasana mencekam membuatku penasaran : apakah sekarang kita memasuki babak horor yang berbeda (sebelumnya babak horor karena makhluk nyata, saat ini akibat makhluk maya) sekaligus bertanya-tanya, apa maksud penampakan yang seram dan mimpi yang terus berulang ini? (Aku sempat berpikir kalau kita akan menjadi detektif pemecah kasus pembunuhan yang telah membeku).

Lalu, perjalanan sembuh dengan kilas balik yang makin menyeramkan karena Anika diteror di dua dunia : Saat ini dan masa lalu. Tetap saja, sejahat-jahatnya makhlus Astral, tetap tak akan bisa mengalahkan keblingsatan setan berwujud manusia.

Lalu, Gong!
Saat bagian akhir dari kejutan yang disiapkan oleh penulis, aku terhenyak.
Tanda - tanda apa yang telah kulewatkan? Petunjuk apa yang tak kuhiraukan hingga aku terkesima luar biasa dengan plot twist—yang sangat sukses—ini?

Sangat teramat keren sekali. Bahkan ketika arti angka 8 (Awalnya aku juga bertanya hal yang sama : Dari sekian banyak angka, kenapa harus angka 8?) yang berkali-kali sudah diperingatkan di awal oleh sang penulis akhirnya terungkap, aku hanya bisa terpaha.

Oh, itu artinya. (Spoiler : Full Circle)
Bahkan saat menutup buku ini pun—yang kuselesaikan dengan susah payah karena bab pertama menimbulkan luka yang masih menganga—aku masih terdiam. Bergeming. Dan nyaris menangis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Christy.
39 reviews
October 20, 2024
Akhirnya setelah lama dipendam, novel ini selesai aku baca 2 hari.
Bercerita tentang Anika, korban KDRT dari suaminya Reza yang meninggalkan luka batin baginya. Terlebih, luka batin Anika tidak hanya akibat dari Reza, tapi ternyata kisah hidupnya menimbulkan luka tak kasat mata terserbut.
Berlarut, Anika melarikan diri mencari “ruang harapan” untuk berdamai dan melanjutkan hidupnya.
Akankah Anika bisa mendapatkan yang dicarinya ? Berhasilkan Anika berdamai dengan kehidupannya ?



Menurutku, novel ini mengusung tema yang berat tapi dibalut menjadi bacaan yang ringan. Trauma antargenerasi menjadikan individu tidak bisa mencintai diri dan hidupnya, berujung menyakiti baik diri sendiri dan orang lain.
Anika digambarkan sebagai wanita yang kuat walau ia dilemahkan baik oleh keluarganya sendiri maupun Reza suaminya.
Anika juga dikelilingi oleh orang” yang mendukungnya, yang membuatnya beruntung dibandingkan wanita lain yang mungkin mengalami hal yang sama tapi tidak seberuntung ia.
All in all, bacaan 2 hari yang menarik bagiku. Banyak pelajaran yg bisa diambil, salah satunya adalah belajarlah untuk menerima dan memaafkan masa lalumu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
November 18, 2025
4.5

Sepanjang baca buku ini rasanya sesek, takut, ngilu, pilu. Semua karena kisah Anika dan keluarganya, serta orang-orang yang ia temui yang ga lepas dari peran para lelaki borokokok (kecuali Ibnu sih, dia malah korbannya). Apalagi pas masuk kisahnya Lastri, udah lah itu mah bikin pengen nangis.

Bagaimana Anika pulih, aku suka! Ga instan, ada peran orang-orang di sekitar juga yang menguatkannya. Bagaimana kisah ini berakhir juga aku suka, cenderung realistis bahkan sampai ke salah satu tokoh sampingannya.

Pesan mengenai kekerasan dalam rumah tangga dan kematangan mental sebelum menikah bisa kuterima dengan baik. Apalagi bagaimana kita harus memaafkan segala kesalahan diri di masa lalu...sial, ini relate denganku *sambil nahan nangis di KRL*

Memang gaya tulis penulisnya ga 100% cocok di aku (saat menggambarkan latar skippable, saat memberi info ada yang terkesan info dump), but I like this book!

(Iya tau buku ini penting untuk dibaca sebelum melanjutkan hidup ke jenjang pernikahan...tapi aku ga yakin bakal kuat baca lagi 😭)
Profile Image for Olivia.
8 reviews
May 10, 2024
Novel bagus yang aku baca bulan ini. Walaupun isi bukunya lebih banyak tentang yang lain daripada di blurbnya, aku tetap menikmati isinya.

Kita diajak buat melihat perkembangan Anika. Dia mulai mencari tempat yang baru, teman baru dan ilmu baru. Di sana Anika juga ketemu penyintas KDRT lainnya yang membuat mata Anika terbuka. Bahwa apa yang terjadi sama dia itu nggak benar.

Aku baca buku ini juga dapat banyak sekali ilmu baru. Aku juga baru tau kalau di pernikahan siri, istri itu tidak dilindungi oleh hukum. Jadi mereka nggak bisa melaporkan tindakan KDRT.

Tapi sayang, ya. Reza kurang dikasih pelajaran. Seharusnya bisa lebih sadis lagi karmanya dia. Tapi ya ini bukunya punya ending lebih realistis dan masuk akal.

Aku suka sama cara nulis penulisnya. Mungkin bakal baca bukunya yang lain juga.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hello Tiks.
6 reviews1 follower
June 24, 2025
Ketika sebuah buku mampu membuatku menangis, maka aku berani bilang dengan lantang ya... bahwa: Buku ini bagus banget! Serius. Well written.
Narasinya lugas, tegas dan dalam. Isinya juga daging banget. Membahas tentang isu KDRT dalam rumah tangga, arti cinta keluarga dan mencintai diri sendiri aku pikir bisa relate dengan keadaan saat ini.

Aku pikir kisah ini akan tebal sisi horornya, ternyata enggak. Buku yang unik menurutku. Twist yang begitu melegakan, tapi sekaligus menyayat hati.

Kalian harus banget baca buku ini.

Cuma satu hal yang bikin aku enggak sreg, COVERNYA. Entahlah... Aku hanya kurang cocok aja di bagian ini. Jadi terkesan kurang eye catchy enggak sih? But its okay, toh isinya memuaskan.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
September 21, 2025
Kisah KDRT yang melatari sepanjang novel ini bukan hal yang baru yang pernah diangkat sebagai tema cerita. Sosok seperti Anika juga bukan individu yang pertama kali menjadi korban dalam cerita kekerasan.

Tragedi masa lalu yang dipadukan secara horor bercampur baur dengan kehidupan masa kini yang dialami Anika merupakan jalinan lini masa yang telah diatur oleh semesta. Teror lintas generasi yang memang harus ditumpas ini saling berkelindan dalam perjalanan hidup Anika. Dan ini dituangkan dengan fasih dalam novel berjudul rada mistis.

Kendati banyak kalimat yang terkesan menggurui di seputar kdrt dan healingnya, potret latar belakang keluarga semacam Koswara atau Husein terlihat berhasil digambarkan secara realistis dalam melahirkan benih-benih pengabaian yang terus terpupuk sampai si anak dewasa.

Reza dan Anika adalah korban gagalnya orangtua dalam menerapkan ilmu parenting.
Profile Image for Boo Boo.
361 reviews12 followers
March 27, 2025
3.5⭐


Dari awal, aku tertarik dengan ini karena aspek horornya. Walau nggak seperti yang kubayangkan, ternyata novel ini punya twist yang sangat menyedihkan. :(

Cukup triggering dan agak capek batin, sih. Tapi coba baca deh buat nambah pemahaman soal abusive relationship. Walaupun pemaparannya di buku ini terkesan woosh karena alurnya juga bolak-balik antara hubungan masa lalu dan dampaknya, tapi nggak apa-apa. Yang penting, kita bisa nangkep maksudnya. Mari saling merangkul dan nggak membenarkan kekerasan dalam hubungan, dalam bentuk apa pun.
Profile Image for Jessica Jusuf.
12 reviews
December 3, 2025
Love the plot twist! This is actually my first time read a book about KDRT dan pertama kali juga berada di pov korban dimana sangat membuka mata saya bahwa hal ini sangat serius, membahayakan, dan sekaligus menyedihkan. Saya harap perempuan di luar sana yang sedang mengalami hal seperti ini dapat terselamatkan, mendapat penguatan, dan berhasil keluar🥲 Buku ini juga memberikan pandangan-pandangan baru tentang hubungan dan pernikahan. Terima kasih, buku yang sangat bagus!
389 reviews4 followers
March 30, 2024
Ini buku bagus banget.
Mau nyari:
Horror ada
Mental Health ada
Patriarki ada
Kdrt ada
Penerimaan dan Memaafkan diri ada

Apa ya kompleks banget, tiap percakapan/pemikiran tokoh2nya ini beneran ngena banget dan relate banget.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rahman.
166 reviews22 followers
Read
November 4, 2024
DNF 60% buku. Mungkin akan mencoba melanjutkan suatu hari nanti. Mungkin juga tidak.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
June 27, 2025
Mari putus trauma itu, kita ciptakan kehidupaj yang lebih baik.
Profile Image for Nia potterr.
174 reviews3 followers
July 8, 2025
aku suka banget, relate sama masalah masalah kdrt di indonesia huhu sedih kalo diceritain sbnrnya tapi banyak loh in real life begimi🥺🥺🥺🫶🏻🫶🏻 peluk jauhh
Displaying 1 - 30 of 32 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.