GUARDIAN ADALAH RAHASIA, DAN KAMU ADALAH BAGIAN DARI RAHASIA ITU.
Guardian SMA Hogosha mendapat saingan—the Black Guardian! Dan yang lebih mengejutkan, Black Guardian tidak hanya terdiri dari satu orang, melainkan satu tim. Keberadaan Guardian kini menjadi terancam karena permohonan dari murid-murid menurun drastis. Yang lebih gawat, Asa mendapat surat kaleng di mejanya, di ruang OSIS yang jelas-jelas sangat tertutup bagi umum.
Anehnya, Asa bersikap santai saja, bahkan sikapnya ikut-ikutan berubah, dari yang biasanya meledak-ledak menjadi tenang dan lebih bertoleransi. Hal itu membuat Naito, Kaze, dan Izumi tidak habis pikir. Asa juga mengabulkan setiap permohonan yang masuk ke e-mail Guardian. Permohonan konyol sekali pun. Siapa sih yang suka mencari anjing hilang, menangkap katak, bahkan membantu mengerjakan PR murid lain. Yang tidak Naito, Kaze, dan Izumi tahu adalah kalau sikap Asa tersebut bukan tanpa alasan. Dia tahu kalau salah satu anggota Black Guardian adalah anggota Amazing Guardian.
Sama seperti buku pertama, buku kedua ini juga sukses membuat aku terserap ke dalam ceritanya. Kalo buku satu lebih fokus ke kasus-kasus dan cara kerja Guardian, buku kedua ini lebih terpusat pada konflik internal Guardian. Muncul Black Guardian yang ingin melenyapkan Guardian dan yang lebih mengejutkan lagi ternyata salah seorang anggota Guardian adalah anggota Black Guardian. Saat membaca bukunya, aku tau pasti pengkhianatnya bukan Asa tapi bingung siapa di antara ketiga Guardian tersebut yang berkhianat. Agak shock pada saat tau tapi ternyata penulis sukses membalikkan alur ceritanya! Buku pertama dan kedua bener-bener buat aku jatuh cinta banget karena gak seperti cerita pada novel Indonesia umumnya yang selalu bercerita mengenai cinta, alur dan settingnya sangat menarik dan tidak membosankan. Aku berharap penulis bakal buat novel yang bagus kayak gini lagi. 4 stars gotcha!
Ini seru bangeeet, wkwk. Enggak menyesal aku bertahan baca ini, wkwk.
•Pros:
Kasus di sini aku lebih suka karena lebih bermakna. Ada tiga kasus yang diceritakan. Dan favoritku itu jelas yang terakhir. Karena ini bikin si tokoh2nya manusiawi. Kek membuktikan kalau mereka juga manusia. Kasus di sini juga relate satu sama lain sedikit. Contohnya, kasus pertama itu pemicu kasus ketiga, kasus kedua itu punya kesamaan tujuan sama kasus ketiga. Sama2 bkin tokohnya manusiawi.
Di sini romance nya lebih kentara kan, tapi tentu nggak melebihi porsi. Cuman interaksi kecil tapi ngena banget gtu lho. Endingnya juga sweet banget enggak ngerti lagi.
Klimaks certa dan penyelesaiannya aku suka banget. Tegangnya ada, terharunya ada, senengnya ada. Twist nya nggak wow sih, udah nyangka juga, tapi bikin heartwarming.
• Cons:
Too much information dan telling-nya parah banget pas di awak. Nyeritain Asa sama Naito udah kayak fangirlingan, tapi alhamdulillah cuman di awal2 aja.
Asa di awal juga ya ampun nyebelin dan egois banget. Enggak ngerti lagi.
Over all, aku lbih suka crta kedua ketimbang buku pertama, heuheu.
Lebih suka yang pertama. Yang kedua ini tetap komikal banget sih--saya masih membaca ini dengan membayangkan adegan-adegannya sebagai sebuah komik, bahkan name (panel) komik dan ekspresi masing-masing tokoh untuk setiap adegan bisa saya bayangkan dengan sangat jelas di kepala. Tapi saya nggak suka dengan penjabaran karakterisasi tokoh-tokohnya yang eksplisit. Memang bagi saya bercerita dalam novel dengan metode "tell" tidak apa-apa, tapi kalau berlebihan seperti di novel ini ... wah, jadi nggak asyik. Semuanya disodorkan langsung dengan jelas, padahal tanpa perlu diuraikan seperti itu pun sebetulnya nggak masalah. Salah satu keasyikan membaca novel muncul karena terkadang pembaca perlu menginterpretasikan sendiri hal-hal yang tidak dijelaskan secara gamblang oleh penulis, kan? Apalagi soal karakterisasi. Di sini semua itu tersurat, dan buat saya karakterisasi itu kurang tepat kalau dituliskan dengan metode "tell".
Anyway saya suka konflik-konfliknya, plotnya ... terus misterinya juga oke. Sempat mencak-mencak sendiri saat perkiraan saya akan identitas asli Black Guardian ternyata salah. Kejutan akan identitas Tenma juga surprising banget. Endingnya "sangat komik", kecuali satu hal. nggak ada adegan kisu-nya, padahal biasanya kan ada kalo di shoujo manga. #digeplak =))
Oya, di yang kedua ini ada banyak salah ketik. Di yang pertama nggak sebanyak ini deh seingat saya, atau malah nggak ada ....
Overall tetap menyenangkan sih baca ini (kecuali di bagian uraian sifat karakter tentunya). Bikin kangen bangeeeet baca shoujo manga. :")
Setelah membaca buku Amazing Guardian yg pertama, jadi tertarik banget baca buku yang kedua. Thanks to my friend, Mia, yg rela kasih pinjem buku pertama sampe keduanya, walaupun dia sendiri belum selesai baca buku yg kedua, hehe :D Di buku yg kedua ini, awal nya aku ngerasa agak bosen, karena ada bagian-bagian yg terlalu detail, yg kalopun gak ditulis pun gak jadi masalah. Terus, di buku ini lebih banyak typo nya, yg agak mengusik konsentrasi saat membaca. Semoga bisa lebih diperhatikan nantinya :) Bagian yg paling menarik, tentu saja saat Asa mengetahui siapa salah satu anggota Black Guardian! Penulis selalu punya ide-ide segar -yg beda dari yg lain- , seperti yg ada di buku Bokutachi no Unmei. Last but not least, semangat buat nulis novel berikutnya. Ganbatte kudasai !!
Keren banget! Keberadaan Black Guardian yang mengacaukan Asa dan kisah cinta Asa dan Naito yang semakin kompleks, gak bisa berhenti sampai lembar terakhir deh! Yang terpenting, pengungkapan siapa itu Black Guardian bener-bener di luar dugaanku, walau di sinopsis sudah dikasih tau bahwa Black Guardian adalah bagian dari Guardian, tetap aja kalau gak dijelasin Asa, gak bakal aku nyangka bahwa dia yang jadi Black Guardian.
Oh iya, pengungkapan siapa itu K di epilog juga membuka semua rahasia Guardian.
Ingat, "Guardian adalah rahasia, dan kau adalah bagian dari rahasia itu" :)
Buku pertama sukses bikin terkagum2 dgn kesolidan dan kekompakkan ke4 guardian.. Dibuku ke2 ini kepercayaan diantara 4 guardian diuji dgn adanya masalah dalam tubuh guardian itu sendiri.. Dan lagi2 dibuat berdecak kagum karna jalan cerita yg susah ditebak dgn jalan penyelesaian masalah yg juga susah ditebak.. Orihara-san sukses bikin para pembaca ato mungkin saya sendiri serasa ikut masuk dalam cerita tersebut..
Sumpah endingnya gantung banget argh!. Sayangnya sang penulis juga gak ada rencana buat lanjutin seri ini, jadi yaudah gitu aja, membiarkan rasa penasaran ini sembuh dengan sendirinya :') Selain bagian ending itu, overall bagus kok, ada bagian yang gak ketebak juga.
Novel kedua ini bagus juga, tapi ceritanya lebih ke drama kehidupan sosial Asa, sedangkan buku pertama lebih bercerita tentang sosok Guardian. Sebenernya, dari akhir buku pertama sudah jelas bahwa buku kedua pasti bercerita tentang Asa dengan Naito, lalu Black Guardian. Gak masalah, kedua ide cerita ini baik. Tapi karena judul besarnya 'Amazing Guardian', saya lebih berharap urusan Black Guardian lebih ditonjolkan daripada mengenai hubungan Asa dengan Naito. Dari awal sampai akhir itu tentang mereka berdua terus, sedangkan Black Guardian baru dimulai menjelang pertengahan cerita.
Saya bukan tidak senang dengan ide cerita Asa x Naito. Senang kok, apalagi tokoh Asa seperti itu. Bukan favorit, tapi penokohan Asa sangat kuat dan kental disini (di buku pertama juga), sehingga menarik jika diberikan percikan kehidupan asmara, terlebih lagi pasangannya adalah orang yang sejak kecil sudah bersama-sama dengan dia. Itu menarik banget. Walau iya dia tokoh yang paling utama di duologi ini, judul utamanya tetap 'Amazing Guardian', jadi berharap romansa kedua sejoli ini dikesampingkan.
Tentang Black Guardian, saya salah tebak tentang siapa 'orang dalam'nya. Iya, saya tebak pasti ada salah satu dari ketiga anggota Guardian lain yang ada di pihak Black Guardian. Tebakan saya waktu itu adalah Izumi, entah kenapa, langsung mikirnya dia. Ternyata bukan, ternyata Naito. Awalnya saya pikir oh yaudah seru nih, orang kepercayaan Asa malah mengkhianati dia. Kemudian saya sadar, ini hanya akan memperkuat alur cerita Asa x Naito.
Tentang K, dan sosok di balik jubah Black Guardian, saya pun tidak bisa menebak siapa-siapa. K sudah dijelaskan sebagai anggota Guardian pertama, sedangkan Black Guardian sebelum buka jubah gak tau siapa, kan? Dari saya kepikiran bahwa yang pasti Black Guardian bukan remaja, bukan anak sekolahan, pasti orang dewasa.
Di bagian puncak konflik, itu memang terasa menegangkan. Alur menuju puncak dan menuruni puncak konflik terlihat jelas dan tersusun rapi. Masalahnya, saya tidak melihat 'memangnya kenapa' dari konflik yang terjadi. Memang kalau dari peraturan Guardian salah satunya jika identitas ketahuan maka legendanya selesai. Itu okelah, bahaya. Tapi, untuk si-murid-yang-benci-banget-sama-Guardian itu, saya gak ngerti sama jalan pikirannya. Mungkin sayanya sendiri aja yang gak paham.
Saya masuk ke kapal Asa x Kaze sejak buku pertama, beneran. Dan dalam hati percaya saat Kaze meluk Asa, itu bukan hanya karena biar Naito kesal, tapi memang kesempatan.
Karena yang canon adalah Asa x Naito, yaudah. Asa dengan Naito manis sih, hanya saja saya lebih berharap kisah mereka yang setelah kasus Guardian kelar itu diulas sebagai spin-off. Boleh di buku terpisah, boleh di halaman belakang setelah epilog, tapi jangan di dalam cerita utama. Walau saya senyam-senyum melihat mereka unyu begitu, tetap saja rasanya tidak sesuai tema.
Terakhir, tentang cover. Sebagai serial, cover-nya bagus, saya sangat suka konsepnya. Tapi sebagai buku satuan, rasanya cover novel kedua ini kurang bagus (novel pertama tetap tampak bagus). Bukan mau menjelekkan hasil karya orang. Desainnya bagus kok, tapi untuk sebagai cover novel ini, rasanya kurang sesuai. Kalau harus pilih, malah lebih bagus cover novel Doki-Doki Game.
Tapi itu semua hanya pendapat saya pribadi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Judul : Amazing Guardian (Chozetsu no Hogosha) Part 2 Penulis : Orihara Ran Penyunting : Winda Veronica Penerbit : Ice Cube Tebal : 289 halaman Tahun terbit : 2014
Jika buku pertama Amazing Guardian lebih terfokus pada cara kerja Guardian, maka buku kedua terfokus pada masalah internal Guardian. Sesuai dengan blurbnya, Black Guardian adalah salah satu anggota Guardian. Hal yang membuat aku senang karena kali ini tebakanku benar! Walau konflik yang disajikan menarik (dibanding buku pertama) tetapi perlu 2/3 buku untuk sampai kepada permasalahan utama. Hal ini sempat membuatku jenuh saat membaca buku bagian dua.
Awalnya agak ragu karena di bab 13 (dari keseluruhan 18 bab) Guardian baru melakukan perlawanan yang signifikan pada Black Guardian. Sempat berpikir, apakah dengan sisa bab yang ada penyelesaian konflik utama akan berakhir memuaskan dan tidak terburu-buru? Ternyata memuaskan. Namun aku dibuat tercengang akan identitas Black Guardian, terlebih lagi K (orang yang membentuk Guardian). Tidak terduga ya.
Untuk aku pribadi, buku kedua memuaskan karena ada secuil remahan Kaze x Asa. Iya, sejak buku pertama aku memantapkan hati menaiki kapal Kaze x Asa walau tidak ada harapan. Menurutku sifat mereka yang sama-sama narsis itu klop jika digabungkan, terlebih lagi Kaze bisa kekanakan namun juga dewasa saat Asa sedih. Aku yakin Kaze ada rasa dengan Asa! Apa yang ia lakukan bukan sekedar membuat Naito cemburu namun juga mengambil kesempatan dalam kesempitan. Ingin puk puk Kaze T.T Ah iya, yang membuat berbeda dari buku pertama, di buku kedua aura manis lebih dominan karena perkembangan hubungan Naito x Asa.
Sekian reviewnya, aku akan tutup dengan quotes favoritku
"Begitupula dengan Guardian. Asa bukan hanya membuat para target mempercayainya, tapi juga bersedia memberikan kepercayaan pada mereka. Hubungan timbal balik antara target dan Guardian inilah yang sudah berhasil Asa temukan. Arti Guardian yang sesungguhnya."
Chouzetzu no Hogosha 2-Hal 284.
This entire review has been hidden because of spoilers.
i want to admit a sin : i skipped a lot of words in the middle of reading this book because i cant stand it
BUT i have to say, dibanding sama buku pertamanya, jelas buku kedua ini a lot better, we all can see the improvement.
but its still cringe, and the character somehow will suit better if they were in an Anime (or manga). i still remembered the scene when Asa sit, stand up to laugh, and sit again... (💀💀 i cant...)
the lack of communication and the author's writing technique which is "telling" makes it worse... (i know they were handsome so please STOP remind me how deep, cold and "killing" Naito eyes are, you said it in every page... we aldeady know girl🙏🏻💀)
it's probably just not my cup of tea, i believe theres a lot people who enjoyed it... but tbh im invested in Naito and Asa love story, and the Tori case is okay too.
good job author, i'll wait for your improvement in your next books.