What do you think?


Zauri: Legenda Sang Amigdalus
"Iya, tapi Amigdalus itu apa?" tanya Kid tak sabar.
"Amigdalus adalah orang yang punya kekuatan hampir tak terbatas. Selama ini cuma desas-desus. Tapi aku tidak mengira ini akan benar-benar terjadi. Legendanya sendiri usianya sudah ratusan tahun." kata Zen.
Semua mencerna kata-kata Zen. Kedua ali Kid bahkan nyaris bertaut saking kerasnya ia berpikir. Ternyata permasalahan ini berkembang menjadi sangat serius. Lebih dari itu, sekarang melibatkan Elgamb dan mungkin seluruh dunia, mengingat Mario punya ambisi yang menyeramkan. Pemikiran ini membuat mereka merinding.
"Sebentar...kau bilang kekuatan Amigdalus hampir tak terbatas? Lalu, kalau Dios seorang diri menantangnya..." Kid tidak meneruskan kata-katanya. Semua berpaling ke arah kepulan asap, merasa ngeri.
"Amigdalus adalah orang yang punya kekuatan hampir tak terbatas. Selama ini cuma desas-desus. Tapi aku tidak mengira ini akan benar-benar terjadi. Legendanya sendiri usianya sudah ratusan tahun." kata Zen.
Semua mencerna kata-kata Zen. Kedua ali Kid bahkan nyaris bertaut saking kerasnya ia berpikir. Ternyata permasalahan ini berkembang menjadi sangat serius. Lebih dari itu, sekarang melibatkan Elgamb dan mungkin seluruh dunia, mengingat Mario punya ambisi yang menyeramkan. Pemikiran ini membuat mereka merinding.
"Sebentar...kau bilang kekuatan Amigdalus hampir tak terbatas? Lalu, kalau Dios seorang diri menantangnya..." Kid tidak meneruskan kata-katanya. Semua berpaling ke arah kepulan asap, merasa ngeri.
311 pages, Paperback
First published January 1, 2006
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
August 20, 2010
Iseng bikn repiu ah. Berdasarkan ingatan saya akan buku ini.
*mencoba membuat kata pertama yang sok ngedahsyat*
---------------------------------------------------------
BUKU INI KLISE!
Bahkan ketika saya masih seorang pembaca cupu pun, saya tahu ini klise. Jalan ceritanya ketebak. Pasti happy end. Tipikal khusus remaja. Tapi saya suka suka suka sukaaa~ XD
Kenapa? Mari kita kembali ke masa lalu.
Saya ga ingat, saya baca buku ini duluan atau Ledgard. Tapi kedua buku itu adalah awal di mana saya jadi terobsesi mencari buku fiksi fantasi lokal.
Jalan cerita sederhana. Karakterisasi dapat. Lalu, iya, saya tahu buku ini klise. Klise abis. Udah pasti akan happy in the end. Lha wong cewek dan cowoknya sama-sama ganteng kok.... (Jangan tanya apa hubungannya). Tetapi saya suka suka sukaaa~ XD
Buku ini menjadi salah satu unsur penambah semangat saya untuk menyelesaikan karya saya sendiri. Sekaligus harapan, bahwa di luar sana, masih ada buku fikfan lokal berkualitas.
Kesimpulannya, buku ini sangat memorable buat saya, (Walaupun bila saya mulai membacanya di saat sekarang, mungkin tak akan se-memorable saat itu.) dan bahwa sebuah buku klise pun, masih bisa dinikmati bila dimasak dengan bumbu-bumbu tepat.
*mencoba membuat kata pertama yang sok ngedahsyat*
---------------------------------------------------------
BUKU INI KLISE!
Bahkan ketika saya masih seorang pembaca cupu pun, saya tahu ini klise. Jalan ceritanya ketebak. Pasti happy end. Tipikal khusus remaja. Tapi saya suka suka suka sukaaa~ XD
Kenapa? Mari kita kembali ke masa lalu.
Saya ga ingat, saya baca buku ini duluan atau Ledgard. Tapi kedua buku itu adalah awal di mana saya jadi terobsesi mencari buku fiksi fantasi lokal.
Jalan cerita sederhana. Karakterisasi dapat. Lalu, iya, saya tahu buku ini klise. Klise abis. Udah pasti akan happy in the end. Lha wong cewek dan cowoknya sama-sama ganteng kok.... (Jangan tanya apa hubungannya). Tetapi saya suka suka sukaaa~ XD
Buku ini menjadi salah satu unsur penambah semangat saya untuk menyelesaikan karya saya sendiri. Sekaligus harapan, bahwa di luar sana, masih ada buku fikfan lokal berkualitas.
Kesimpulannya, buku ini sangat memorable buat saya, (Walaupun bila saya mulai membacanya di saat sekarang, mungkin tak akan se-memorable saat itu.) dan bahwa sebuah buku klise pun, masih bisa dinikmati bila dimasak dengan bumbu-bumbu tepat.
October 19, 2010
Baca buku ini bikin aku lumayan bernostalgia, satu karena feel-nya yang memang RPG Jepang banget (uhuk-uhukFinalFantasyuhuk-uhuk). Dua, karena (setelah mendapatkan pengaruh RPG Jepang tersebut) dulu aku juga sering ngayal kayak cerita di buku ini, gimana kita sebagai cewek diselamatkan, bertualang dan dilindungi oleh seorang pemuda yang tampan, dingin tapi sangat peduli pada kita (halaaaahhhh).
Tapi, karena aku baca buku ini waktu umurku dah kepala dua, alih-alih masih belasan, jadinya aku lebih memedulikan bolong logika yang ada, daripada ceritanya yang feel oh so nostalgic itu. Bolong logikanya sebenernya nggak terlalu banyak, tapi tetep aja bikin kenikmatan baca terganggu, karena bolong logika ini adalah jenis bolong logika yang dituliskan karena akan bikin cerita jadi lebih dramatis, romantis, atau tragis.
Contoh, nggak pernah dijelaskan kenapa seorang putri remaja bisa begitu aja melemparkan sebilah pedang, tepat kena sasaran pula? Keren? Banget. Dramatis? So pasti. Logis? Errr...
That aside, buku ini sangat menghibur. Gaya penceritaannya ringan, plotnya lurus-lurus aja, karakter-karakternya mudah kita rasakan dan kita bisa dengan mudah bersimpati dan berempati dengan mereka.
Satu lagi kekurangannya, sampulnya yang nggak banget, nggak sesuai dengan ceritanya yang FF-ish. Untung aku dapet buku ini sebagai hadiah, kalo nggak, kayaknya aku nggak akan beli buku ini deh karena kovernya.
Tapi, karena aku baca buku ini waktu umurku dah kepala dua, alih-alih masih belasan, jadinya aku lebih memedulikan bolong logika yang ada, daripada ceritanya yang feel oh so nostalgic itu. Bolong logikanya sebenernya nggak terlalu banyak, tapi tetep aja bikin kenikmatan baca terganggu, karena bolong logika ini adalah jenis bolong logika yang dituliskan karena akan bikin cerita jadi lebih dramatis, romantis, atau tragis.
Contoh, nggak pernah dijelaskan kenapa seorang putri remaja bisa begitu aja melemparkan sebilah pedang, tepat kena sasaran pula? Keren? Banget. Dramatis? So pasti. Logis? Errr...
That aside, buku ini sangat menghibur. Gaya penceritaannya ringan, plotnya lurus-lurus aja, karakter-karakternya mudah kita rasakan dan kita bisa dengan mudah bersimpati dan berempati dengan mereka.
Satu lagi kekurangannya, sampulnya yang nggak banget, nggak sesuai dengan ceritanya yang FF-ish. Untung aku dapet buku ini sebagai hadiah, kalo nggak, kayaknya aku nggak akan beli buku ini deh karena kovernya.
interested
September 27, 2007Long Listed for Khatulistiwa Award and Adikarya IKAPI
August 9, 2022
Pertama kali baca ini waktu SMA. Sekarang tidak tau lagi berapa kali baca ini soalnya suka banget haha
Genre nya petualangan, imaginasi, sedikit romance tapi terasa sederhana tapinseru dan mudah dibaca.
Novel lokal yg patut mendapat perhatuan lebiih
Genre nya petualangan, imaginasi, sedikit romance tapi terasa sederhana tapinseru dan mudah dibaca.
Novel lokal yg patut mendapat perhatuan lebiih
July 21, 2010
Udah lama nebeng beli buku ini sama seorang teman. Udah lama juga selesai baca. Tapi lupa terus bikin repiu.
Tapi pas hari ini aku menemukan diriku bengong tanpa apa-apa untuk diperbuat. Jadi mulailah aku ngerepiu dalam rangka iseng.
Cuma dengan melihat tokoh-tokohnya, aku langsung kebawa ke rasa 'dongeng' ala Cinderella dan Beauty and the Beast. Only slightly more inclined to shoujo manga conventions. Lihat daftar tokohnnya deh:
1. Putri Gue-Bandel-jadi-Gue-Beda-dari-Putri-Lain yang ingatannya dilenyapkan oleh penyihir. Dia bertualang ke pelosok negeri, dan bertemu...
2. CoGan-(CowokGanteng)-Dingin-Bermasa-Lalu-Pahit, sang Pangeran-Impian, yang punya sidekick...
3. Bocah-Pencuri-yang-Berusaha-gede-Sebelum-Waktunya, yang ga bosan-bosannya menggoda...
4. Seorang B.O.W. alias Bit***chy-Other-Woman yang (tentu saja) jadi Saingan-Cinta-si-Putri, walaupun dia bukan satu-satunya tokoh saingan cinta karena ternyata ada..
6. Pangeran-Beneran-Ahli-Waris-Kerajaan-Sebelah yang (tentu saja) jadi Saingan-Cinta si Pangeran-Impian-nan-Emo, dan
7. Cewek pelayan si Putri yang disihir menjadi peri. Yang ga bisa bicara, tapi tetap memahami ucapan manusia dan ~kayaknya sih~ tetep berpikir seperti manusia. Agaknya si pelayan/peri ini buta huruf. Terbukti, dia tahu satu fakta kunci di balik semua kesulitan Tuan Putrinya, tapi dia nggak bisa menuliskannya di pasir atau apa gitu. Jadilah party kecil ini dipingpong situasi kiri-kanan. Dan karena itu mereka selalu bikin susah...
8. Dua-tokoh-Comic-Relief-yang-Nelangsa-Nian. Kayaknya mereka melulu kebawa dalam aksi-aksi para tokoh utama. Padahal niatnya cuma mau cari nafkah, ihik ihik ihik.
Cuma dari ngelihat tokoh, aku udah bisa menebak plot gedenya. Begitu nutup halaman akhir, aku langsung merenung ulang dan enyadari semua tebakanku bener. Whoops. Segitu canggihnyakah aku? Nggak. Belaka karena udah hapal formula cerita begini. Princess in distress meets Prince in shining armor and they go on an adventure which will eventually end in them living together happily ever after. The End. Khattam Shud.
Kalau liat Plot Zauri, Memang keliru kalau berharap cari yang rumit-rumit atau pake mikir di sini. Karena memang nggak ada. Ceritanya cuma perjalanan straightforward, dengan sedikit aksi dan kira-kira 30% konflik percintaan remaja. Bahasanya juga makai bahasa sederhana yang sesuai untuk remaja. Dan kalau aku bilang remaja disini, maksudku remaja 11-15 tahun.
Kesederhanaan tentu saja baik. Tapi kalau semua elemennya terlalu sederhana, terlalu umum, dan terlalu nempel pakem, aku jadi nggak nganggep ini istimewa. Ini bukan bacaaan berat. Plot ringan saja. Bahasa simpel. Karakter nggak jelek. (Dua tokoh utamanya nggak kurasa unik, jadi aku malah support si B.O.W. dan si Pencuri-ABG. Dan jadi simpati sama kedua comic relief yang sial itu.)
Menghibur? Iya. Distinctive? Nggak. Memorable? Nggak juga. Secara keseluruhan cerita ini terlalu nurut template cerita petualangan dengan tokoh utama putri, tanpa ada variasi yang cukup dari template. Jadinya aku nggak menemukan unsur khas yang membedakan cerita ini dari cerita lain dengan template serupa.
Tapi pas hari ini aku menemukan diriku bengong tanpa apa-apa untuk diperbuat. Jadi mulailah aku ngerepiu dalam rangka iseng.
Cuma dengan melihat tokoh-tokohnya, aku langsung kebawa ke rasa 'dongeng' ala Cinderella dan Beauty and the Beast. Only slightly more inclined to shoujo manga conventions. Lihat daftar tokohnnya deh:
1. Putri Gue-Bandel-jadi-Gue-Beda-dari-Putri-Lain yang ingatannya dilenyapkan oleh penyihir. Dia bertualang ke pelosok negeri, dan bertemu...
2. CoGan-(CowokGanteng)-Dingin-Bermasa-Lalu-Pahit, sang Pangeran-Impian, yang punya sidekick...
3. Bocah-Pencuri-yang-Berusaha-gede-Sebelum-Waktunya, yang ga bosan-bosannya menggoda...
4. Seorang B.O.W. alias Bit***chy-Other-Woman yang (tentu saja) jadi Saingan-Cinta-si-Putri, walaupun dia bukan satu-satunya tokoh saingan cinta karena ternyata ada..
6. Pangeran-Beneran-Ahli-Waris-Kerajaan-Sebelah yang (tentu saja) jadi Saingan-Cinta si Pangeran-Impian-nan-Emo, dan
7. Cewek pelayan si Putri yang disihir menjadi peri. Yang ga bisa bicara, tapi tetap memahami ucapan manusia dan ~kayaknya sih~ tetep berpikir seperti manusia. Agaknya si pelayan/peri ini buta huruf. Terbukti, dia tahu satu fakta kunci di balik semua kesulitan Tuan Putrinya, tapi dia nggak bisa menuliskannya di pasir atau apa gitu. Jadilah party kecil ini dipingpong situasi kiri-kanan. Dan karena itu mereka selalu bikin susah...
8. Dua-tokoh-Comic-Relief-yang-Nelangsa-Nian. Kayaknya mereka melulu kebawa dalam aksi-aksi para tokoh utama. Padahal niatnya cuma mau cari nafkah, ihik ihik ihik.
Cuma dari ngelihat tokoh, aku udah bisa menebak plot gedenya. Begitu nutup halaman akhir, aku langsung merenung ulang dan enyadari semua tebakanku bener. Whoops. Segitu canggihnyakah aku? Nggak. Belaka karena udah hapal formula cerita begini. Princess in distress meets Prince in shining armor and they go on an adventure which will eventually end in them living together happily ever after. The End. Khattam Shud.
Kalau liat Plot Zauri, Memang keliru kalau berharap cari yang rumit-rumit atau pake mikir di sini. Karena memang nggak ada. Ceritanya cuma perjalanan straightforward, dengan sedikit aksi dan kira-kira 30% konflik percintaan remaja. Bahasanya juga makai bahasa sederhana yang sesuai untuk remaja. Dan kalau aku bilang remaja disini, maksudku remaja 11-15 tahun.
Kesederhanaan tentu saja baik. Tapi kalau semua elemennya terlalu sederhana, terlalu umum, dan terlalu nempel pakem, aku jadi nggak nganggep ini istimewa. Ini bukan bacaaan berat. Plot ringan saja. Bahasa simpel. Karakter nggak jelek. (Dua tokoh utamanya nggak kurasa unik, jadi aku malah support si B.O.W. dan si Pencuri-ABG. Dan jadi simpati sama kedua comic relief yang sial itu.)
Menghibur? Iya. Distinctive? Nggak. Memorable? Nggak juga. Secara keseluruhan cerita ini terlalu nurut template cerita petualangan dengan tokoh utama putri, tanpa ada variasi yang cukup dari template. Jadinya aku nggak menemukan unsur khas yang membedakan cerita ini dari cerita lain dengan template serupa.
October 18, 2010
feel Final Fantasy-ny kental, serasa main salah satu game2 'legendaris' tersebut, terutama Final Fantasy IX, yang settingny tradisional-medieval dgn banyak makhluk2 aneh berseliweran di dalamny. dan jangan lupa trademark-ny, kristal :).
Plot: Seorang putri yang (dibuat) hilang ingatan oleh penyihir (cewek, tua sih, kayaknya) yang berniat memberontak), terdampar di tengah hutan misterius bersama pelayannya yang telah diubah jadi peri, sehingga tak bisa berbicara sama sekali, dan bertemu sesosok pemuda 'cool' yang tengah berburu di dalam hutan, dan kemudian bersama partner-in-crime si pemuda, merekapun berangkat ke kota untuk menjual barang-barang hasil berburu, sementara di istana, si penyihir jahat menyadari bahwa benda yang dia incar dibawa oleh sang putri, sehingga di mengerahkan pasukannya untuk mencarinya sampai dapat.
Plot 2: ternyata tidak sesederhana itu sih...karena nantinya ada...berbagai cerita lain yang kalau kuketik, bakalan menghabiskan seisi review buku ini. Sebaiknya baca dan ikuti saja sendiri ceritanya.
gaya penulisan: aman dibaca, mudah dimengerti, sederhana, ada humor dan romantika juga, dan tidak berat.
err, important cast: putri, pelayan-peri, penyihir jahat, prajurit si penyihir jahat, pangeran negeri sebrang yang keren dan multitalenta, kadal berliur racun serta tanaman bersulur panjang (XD), pemuda 'cool', pencuri 'newbie' yang masih kecil, cewek penjaga bar yang naksir si pemuda cool, nenek-nenek yang mengurus si pemuda cool sejak kecil, dua tokoh 'figuran yang tapi ternyata perannya nanti cukup penting', kakak si pemuda cool yang mulanya disangka menghilang dan ternyata...wth.
kesimpulan: lebih cocok dijadikan skrip game. entah karena setting dan deretan cast-nya yang rada stereotipikal atau gimana, tapi baca novel ini serasa lagi main game RPG, tanpa stik dan kaset dan layar teve. hanya bermodal buku dan cerita saja. walau dunianya sendiri...yah, gak ada yang niru jiplak game-game legendaris yang sudah beredar di mana-mana sih.
sekian :).
btw, kenapa-oh-kenapa dengan coverny? Inikan cerita fantasi yang adventurous dan penuh warna-warni, jadi kenapa coverny dibuat bernuansa misterius begitu? judul "ZAURI" ny juga seakan 'tercabik-cabik' begitu. sekali pandang, kurasa kebanyakan orang akan menyangka ini novel fantasi-misteri yang penuh ketegangan, thriller, dan plot cerita yg rumit laksana labirin raksasa :I.
Plot: Seorang putri yang (dibuat) hilang ingatan oleh penyihir (cewek, tua sih, kayaknya) yang berniat memberontak), terdampar di tengah hutan misterius bersama pelayannya yang telah diubah jadi peri, sehingga tak bisa berbicara sama sekali, dan bertemu sesosok pemuda 'cool' yang tengah berburu di dalam hutan, dan kemudian bersama partner-in-crime si pemuda, merekapun berangkat ke kota untuk menjual barang-barang hasil berburu, sementara di istana, si penyihir jahat menyadari bahwa benda yang dia incar dibawa oleh sang putri, sehingga di mengerahkan pasukannya untuk mencarinya sampai dapat.
Plot 2: ternyata tidak sesederhana itu sih...karena nantinya ada...berbagai cerita lain yang kalau kuketik, bakalan menghabiskan seisi review buku ini. Sebaiknya baca dan ikuti saja sendiri ceritanya.
gaya penulisan: aman dibaca, mudah dimengerti, sederhana, ada humor dan romantika juga, dan tidak berat.
err, important cast: putri, pelayan-peri, penyihir jahat, prajurit si penyihir jahat, pangeran negeri sebrang yang keren dan multitalenta, kadal berliur racun serta tanaman bersulur panjang (XD), pemuda 'cool', pencuri 'newbie' yang masih kecil, cewek penjaga bar yang naksir si pemuda cool, nenek-nenek yang mengurus si pemuda cool sejak kecil, dua tokoh 'figuran yang tapi ternyata perannya nanti cukup penting', kakak si pemuda cool yang mulanya disangka menghilang dan ternyata...wth.
kesimpulan: lebih cocok dijadikan skrip game. entah karena setting dan deretan cast-nya yang rada stereotipikal atau gimana, tapi baca novel ini serasa lagi main game RPG, tanpa stik dan kaset dan layar teve. hanya bermodal buku dan cerita saja. walau dunianya sendiri...yah, gak ada yang niru jiplak game-game legendaris yang sudah beredar di mana-mana sih.
sekian :).
btw, kenapa-oh-kenapa dengan coverny? Inikan cerita fantasi yang adventurous dan penuh warna-warni, jadi kenapa coverny dibuat bernuansa misterius begitu? judul "ZAURI" ny juga seakan 'tercabik-cabik' begitu. sekali pandang, kurasa kebanyakan orang akan menyangka ini novel fantasi-misteri yang penuh ketegangan, thriller, dan plot cerita yg rumit laksana labirin raksasa :I.
May 28, 2015
Berbeda dengan novel fantasi lokal lain yang saya baca, saya tidak menemui satu pun nama hewan dunia nyata dalam novel ini. Beberapa nama baru diberikan penulis untuk menyebut hewan yang muncul. Hewan-hewan ini mengingatkan saya pada hewan dalam dunia nyata karena deskripsinya yang bisa dikatakan sama. Mungkin penulis memang sengaja mempertahankan hewan dunia nyata, tapi hanya memberi nama baru untuk mereka atau mungkin itu semua adalah hewan yang sama sekali berbeda, hanya saya yang tidak peka.
Kisah novel ini ternyata tidak bertele-tele, melainkan langsung masuk ke awal konflik cerita. Hal ini menjadikan Zauri sangat singkat, namun memberikan petualangan yang kompleks. Ada beberapa hal yang janggal, tapi menurut saya bukan masalah besar. Secara keseluruhan, ceritanya lancar dan berisi.
Setelah membaca tiga novel fantasi lokal yang kebetulan penulisnya wanita, ada kesamaan dari ketiga novel yang saya dapatkan. Semua ini saya amati dari Silver Stone, Dunsa, dan Zauri. Pertama, latar tempat dan waktu berupa wilayah imajinasi dan zaman kerajaan abad pertengahan. Kedua, ada makhluk-makhluk baru dan sejarah atau suatu legenda dalam novel. Ketiga, ada sihir dan penyihir. Keempat, tokoh utama adalah putri dan pangeran atau pemuda yang berparas cantik dan tampan, bahkan bisa dikatakan berkarakter sempurna. Kelima, tokoh yang mulai terlibat masalah adalah putri dan kemudian muncul pangeran atau pemuda yang akan menyelamatkannya. Keenam, sang putri dan sang pangeran atau si pemuda bertemu untuk pertama kali dan lambat laun rasa cinta muncul di antara mereka. Ketujuh, ada pertunangan yang sudah ditetapkan untuk sang putri. Kedelapan, akhir cerita terfokus pada kisah cinta tokoh utama yang ditutup tanpa secara tersurat mengungkapkan apakah mereka bersatu atau tidak. Itulah kesamaan yang saya dapat dari novel yang ditulis ketiga penulis wanita. Unsur romansa ternyata mengakar kuat dalam diri perempuan yang menulis genre fantasi, yang akhirnya menjadikan genre itu fantasy-romance.
Kisah novel ini ternyata tidak bertele-tele, melainkan langsung masuk ke awal konflik cerita. Hal ini menjadikan Zauri sangat singkat, namun memberikan petualangan yang kompleks. Ada beberapa hal yang janggal, tapi menurut saya bukan masalah besar. Secara keseluruhan, ceritanya lancar dan berisi.
Setelah membaca tiga novel fantasi lokal yang kebetulan penulisnya wanita, ada kesamaan dari ketiga novel yang saya dapatkan. Semua ini saya amati dari Silver Stone, Dunsa, dan Zauri. Pertama, latar tempat dan waktu berupa wilayah imajinasi dan zaman kerajaan abad pertengahan. Kedua, ada makhluk-makhluk baru dan sejarah atau suatu legenda dalam novel. Ketiga, ada sihir dan penyihir. Keempat, tokoh utama adalah putri dan pangeran atau pemuda yang berparas cantik dan tampan, bahkan bisa dikatakan berkarakter sempurna. Kelima, tokoh yang mulai terlibat masalah adalah putri dan kemudian muncul pangeran atau pemuda yang akan menyelamatkannya. Keenam, sang putri dan sang pangeran atau si pemuda bertemu untuk pertama kali dan lambat laun rasa cinta muncul di antara mereka. Ketujuh, ada pertunangan yang sudah ditetapkan untuk sang putri. Kedelapan, akhir cerita terfokus pada kisah cinta tokoh utama yang ditutup tanpa secara tersurat mengungkapkan apakah mereka bersatu atau tidak. Itulah kesamaan yang saya dapat dari novel yang ditulis ketiga penulis wanita. Unsur romansa ternyata mengakar kuat dalam diri perempuan yang menulis genre fantasi, yang akhirnya menjadikan genre itu fantasy-romance.
March 8, 2008
Ceritanya klasik, mengenai putri dari kerajaan yang dikudeta oleh penyihir jahat, dan bertemu dengan ksatria ganteng, agak melankolis, dan memiliki masa lampau agak kelam.
Masalah jadi muncul karena si putri terkena amnesia (penyakit populer yang sebenarnya agak klasik sih dalam novel2 modern) padahal dia harus menyelematkan kerajaannya.
Terdengar familiar?
Semenjak halaman pertama saya membaca, jalur ceritanya, karakternya, semua bisa ditebak, terlalu klise.
Endingnya apalagi, aduuuh "itu" lagi. Ampe pengen nangis bacanya (sebenarnya tertawa sih, soalnya dugaan pembaca bisa ketebak).
Tapi terlepas dari segala keklise-an tersebut, novel ini cukup menyegarkan, terutama bagi penggemar novel fantasi, drama, dan sihir2an yang sedang mencari bacaan agak berbeda dan bisa dibaca dalam sehari.
Teknik penulisannya juga sangat mengalir dan lancar. Tiap karakter memiliki kepribadian yang mencolok dan terlihat perbedaannya. Karakterisasi lumayan bagus, walau agak dangkal (absolut baik dan absolut jahat)
Lumayan mengasikkan kok.
Masalah jadi muncul karena si putri terkena amnesia (penyakit populer yang sebenarnya agak klasik sih dalam novel2 modern) padahal dia harus menyelematkan kerajaannya.
Terdengar familiar?
Semenjak halaman pertama saya membaca, jalur ceritanya, karakternya, semua bisa ditebak, terlalu klise.
Endingnya apalagi, aduuuh "itu" lagi. Ampe pengen nangis bacanya (sebenarnya tertawa sih, soalnya dugaan pembaca bisa ketebak).
Tapi terlepas dari segala keklise-an tersebut, novel ini cukup menyegarkan, terutama bagi penggemar novel fantasi, drama, dan sihir2an yang sedang mencari bacaan agak berbeda dan bisa dibaca dalam sehari.
Teknik penulisannya juga sangat mengalir dan lancar. Tiap karakter memiliki kepribadian yang mencolok dan terlihat perbedaannya. Karakterisasi lumayan bagus, walau agak dangkal (absolut baik dan absolut jahat)
Lumayan mengasikkan kok.
June 11, 2014
Kalimat-kalimatnya mengalir lancar, mungkin juga didukung dengan pemilihan nama-nama karakter yang tidak sulit dibaca (kadang penulis cerita fantasi merasa perlu memberi nama tokohnya dengan nama aneh dan susah dibaca, entah apakah itu bisa menambah keren ceritanya? Yang pasti sih bikin lama bacanya karena sulit mengeja :p). Tapi cerita ini justru lugas, kalimat-kalimatnya efektif, lalu penempatan humor dan thrillernya juga pas, jadi enak bacanya...
Yang nama-namanya aneh itu cuma nama-nama binatang/tumbuhan. Dan kepikiran, kalau novel ini mau difilmkan, daripada live action dan binatang/tumbuhannya dibuat pakai efek, mending dibikin animasi. Sepertinya keren! Atau... emang udah ada yang bikin? XD
Yang nama-namanya aneh itu cuma nama-nama binatang/tumbuhan. Dan kepikiran, kalau novel ini mau difilmkan, daripada live action dan binatang/tumbuhannya dibuat pakai efek, mending dibikin animasi. Sepertinya keren! Atau... emang udah ada yang bikin? XD
April 24, 2013
Mungkin ini buku Fiksi Indonesia pertama yang saya baca dan saya suka. gaya bahasanya nge-fiksi banget, dan settingnya terlebih lagi, pokoknya sukaa.
tapi saya agak sedikt kurang sreg di klimaksnya. pas pertarungan antara mario dan dios and pas puncaknya akhirnya Erika dateng. maksudku, kurang klimaks. saya mengharapkan ada pertarungan yang luar biasa sengit, hingga ada yang mati-mungkin. tapi dengan hanya Erika mengambil kekuatan amigdalus mario lalu dia meninggal agak klise menurut saya.
tapi selebihnya apik. dan sepertinya ini masih buku fiksi Indonesia yang paling saya suka :D
tapi saya agak sedikt kurang sreg di klimaksnya. pas pertarungan antara mario dan dios and pas puncaknya akhirnya Erika dateng. maksudku, kurang klimaks. saya mengharapkan ada pertarungan yang luar biasa sengit, hingga ada yang mati-mungkin. tapi dengan hanya Erika mengambil kekuatan amigdalus mario lalu dia meninggal agak klise menurut saya.
tapi selebihnya apik. dan sepertinya ini masih buku fiksi Indonesia yang paling saya suka :D
May 28, 2011
Aku suka istilah-istilah fantasi yang ada dibuku ini.
Awal ceritanya juga keren....tapi sayangnya....Si putri gak jadian sama pangeran. lol
Padahal menurut aku, karakter pangerannya sangat keren :D
Awal ceritanya juga keren....tapi sayangnya....Si putri gak jadian sama pangeran. lol
Padahal menurut aku, karakter pangerannya sangat keren :D
December 13, 2016
Novel fantasi karya pengarang lokal, singkat tapi menyenangkan banget dibacanya. Teknik penulisannya luwes, universe-nya juga unik. Penimbun eh pembaca novel-novel fantasi kudu punya atau (setidaknya) baca novel fantasi yang satu ini.
November 12, 2009
cukup bagus.... meskipun ceritanya kurang seru : tidak ada adegan battlenya! Tentang kristal zauri juga belum disinggung!!
ditunggu sequelnya!!!!
ditunggu sequelnya!!!!
November 17, 2009
Setelah baca ini... ternyata Zauri lebih kuat story awalnya dan mengecewakan di bagian akhir. Terlalu klise dan gampang ditebak endingnya. Tapi bagian2 awalnya sangat enjoyable. :)
November 21, 2009
Ceritanya bagus, tapi kerasa agak klise. Dan kisah cintanya kelewat jaim >.<
Read
January 28, 2011dios kereeennn
February 10, 2011
2.4*
the author truly shows some talents to weave stories, albeit still raw. and it's been how many years since? I'd be glad to read her today's writings....
the author truly shows some talents to weave stories, albeit still raw. and it's been how many years since? I'd be glad to read her today's writings....
Read
April 22, 2013good book
January 31, 2017
Sampe sekarang, kalo inget buku ini aku jadi baper. Ketawa juga sih karena inget malem-malem nangis cuma karena cerita ini. Alay deh ya XD
March 12, 2013
novel indonesia yang keren punya. deskripsi dan istilah didalamnya keren.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews



















