Suara apa? Aku dekati kaos kaki itu. Oh, ada benda kecil jatuh dari dalamnya. Ap ya? Aku jongkok dan mengambil benda tadi. Cincin berlian, emas putih, dua karat, princess cut, berkilau-kilau memantulkan sinar. Cincin itu? Ketika aku bertanya-tanya dan hendak berdiri, ada sosok lain berjongkok di belakangku. "B. will you marry me?" katanya sambil menganjungkan satu ikat mawar merah. Aku termangu sambil kedua telunjuk dan kedua jempol tanganku memegangi cincin berlian itu. "B, please marry me, " katanya sambil mengerjap-ngerjap mata.
Fira Basuki (born June 7, 1972) is a well-known Indonesian novelist. Arguably her most famous work is her trilogy debut consisting of Jendela-Jendela (The Windows), Pintu (The Door) and Atap (The Roof). The trilogy concerning the journeys of Javanese brother and sister Bowo and June; from graduating high school, studying abroad in the US, their meta-physical experiences (especially Bowo's "second sight" and aura-reading capabilities), relationships with people of different nationalities (especially June's Tibetan husband), and their return home to Indonesia.
Her novel, Brownies, was adapted to a movie which was nominated for Best Picture at the 2005 Indonesian Film Festival, eventually losing out to Gie (though Brownies did earn a Best Director Citra award for Hanung Bramantyo). She recently launched to widespread media acclaim a popular biography on media person Wimar Witoelar, her first work in non-fiction.
Her latest novel, scheduled to be published July 2007, is entitled Astral Astria. As per August 2007, she works as Chief Editor at the Indonesian edition of Cosmopolitan Magazine.
Maaf, mbak fira, aku cuma ngasih satu tadinya aku mo ngasih dua, aku cuma ga ngrasa sreg dengan endingnya.... maksudku, wanita emang harus bisa memilih sesuai kata hatinya, tapi dia juga harus konsisten dengan apa yang telah diputuskannya.... walo keputusan itu pada awalnya seperti 'terhipnotis'.... kalo emang dia merasa gak sreg, kenapa ga dari awal dia menyadarinya? ada scene lain: sewaktu Ms. B menonton... kalo dia memakai sudut pandang Andrea Hirata dalam scene yang mirip di 'Sang Pemimpi' mungkin akan terasa lain.... (maaf mbak fira, aku membandingkan) Andrea Hirata menggambarkan orang-orang perahu yang menonton bioskop tahun 80-an dengan riang dan penuh humor, walo pembaca juga akan merasa: 'ealah.... nonton di kota kecil kayak gitu yak? apa enaknya?' Ms. B disini penuh dengan nggrundelan, dan rasanya kita juga jadi pengen ikut nggrundel.... Selebihnya ok kok, cukup menghibur....
Ms. B atau Miss Beauty Ayu ini selalu menemukan hal yang bisa ia keluhkan dalam segala kondisi. yang ia keluhkan adalah masyarakat indonesia. dan tentu saja kubunya selalu ke orang luar negeri terutama singapore. singapore oh singapore.. aku juga suka jengkel sih ngeliat hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan, tapi kayaknya gak usah dibandingin sama negeri asing deh. Heyyyy Miss B (sok-sok an, lu pengen dipanggil miss), panggil mbak nape? lu orang jawa tulen kan?
edisi ngomel, karena judul tidak mencerminkan isi. yaelaaaah......
Ga tau kenapa dulu demen beli serinya Ms.B ya - jaman Aksara belum buka, Periplus masih satu, Kinokuniya masih di PS dan harganya muaahaalll-muaahaall.
Ada yang mau barter gaakkk? Kondisi bagus kok, cuman sekali dibaca. Biasanya yang suka beginian itu yang suka baca buku2 Fira lainnya. Genre-nya aku masukin ke chicklit, bacaannya ringan banget dibanding chicklit versi shopaholic. Ceritanya kadang lucu, tapi agak terlalu 'wah' untuk ukuranku yang masuk kategori menengah ke bawah.. ha3
Lumayan lah. Banyak cerita yang diambil dari kolom Mba Fira di majalah yang dikomandaninya. Menghibur untuk buku yang lagi di-sale secara besar-besaran. Aku suka quote Coco Chanel: "Don't spend time beating on a wall, hoping to transform it into a door"