Banyak yang telah berubah. Mereka sekarang telah berkeluarga dan bekerja di tempat berlainan, tetapi Xixi, Keisha,Tia, dan Arimbi tetap menjadi sahabat setia. Sayangnya, Vinka menghilang entah ke mana.
Banyak yang tak terduga dalam kehidupan mereka. Yang paling ingin memiliki anak tak kunjung hamil, yang bertekad tidak mau hamil malah hamil. Xixi stres dengan peran barunya di rumah, Keisha stres dengan perubahan hormonnya, Tia cuek dengan penampilannya, dan Arimbi yang banyak diam akhirnya meledak juga. Lalu muncul Kasih Kinanti, membawa berita yang membuat Keisha semakin uring-uringan.
Persahabatan mereka kembali terancam. Setelah Vinka, akankah Keisha menjadi yang berikutnya yang meninggalkan sahabat-sahabatnya?
saya lebih cinta yang ini daripada yang pertama *ups* kalo yang pertama berhasil mengagetkan saya dengan konflik didalam persahabatan wanita single, sedangkan yang ini hadir dengan konflik ala ibu-ibu dengan segala macam hal mengenai pernikahan, hamil, anak dan sebagainya dan yang paling mengejutkan yaa ending novelnya yang sejujurnya berhasil bikin saya mewek *efek lagi badmood dan sensitif*
Huaaa baguuus 😭😭 Life lesson nya dapet banget Tentang menghargai orang, mencoba bersyukur menerima keadaan Tema persahabatannya juga lbh meaningful di sini drpd yg buku pertama Cuma nemu keanehan nih, pas Kasih nyindir Keisha, "jauh2 ke amerika ternyata nyari jodoh?" Mon maap nih, Keisha pergi ke Sydney kan? Apa Kasih gatau kalo Keisha ke Sydney bukannya Amerika?
Nah utk yg ini aku kasih 5 stars, semata karena di lunch reunion ini semua terlihat sangat nyata dan tokoh utamanya menggambarkan aku banget. Bagaimana sifat keisha yang rada keras kepala, pemarah, emosinya mudah tersulut. Aku banget.
Pengalaman hidup arimbi yang sudah 2 tahun belum dikarunia anak karena anemia dan sering menghindar dari percakapan sahabat2nya yang lagi hamil. Aku banget wlupun arimbi belum pernah keguguran.
Xylana yang merupakan wanita karir dan mempunyai prestasi yang menonjol, harus memutuskan utk resign ( keputusan yang berat), dan akhirnya menjadi ibu rumah tangga yang harus bersosialisasi dengan tetangga2nya yang suka gosip. Aku banget.
Wlu pengalaman dan sifat kynthia tidak ngena di aku tapi ada satu pernyataannya yang aku suka "rasanya aneh, seseorang yang dahulu terasa begitu dekat dengan kita tiba2 menjadi orang yang asing", ditujukan untuk vinka yang pernah menjadi sahabat mereka.
Overall aku suka penyampaian ceritanya yang sederhana tapi dalem dan ngena banget, sangat realistis. Recommended.
Lanjutan dari The Lunch Gossip. Masih menceritakan 5 sahabat yang sempat berkurang 1 menjadi 4 sahabat sebelum akhirnya kembali lengkap, tapi kembali kurang... :(
Lebih mengena dari yang pertama, di buku ini mereka sudah berbeda status, sudah menikah dan menjadi ibu. Celotehan mereka lebih terasa di buku ini... Bagus :)
Well.. buku ini lanjutan dari The Lunch Gossip. Tentang persahabatan beberapa orang perempuan di sebuah perusahaan. Ada Tia, Keisha, Xylana, Arimbi dan Vanka. Saya sudah agak lupa sih bagaimana cerita di The Lunch Gossip, soalnya buku itu sudah lama sekali.
Di novel The Lunch Reunion diceritakan bahwa Tia, Keisha, Xylana dan Arimbi bertemu kembali. Tapi dengan suasana yang berbeda. Tia dan Xixi sedang hamil. Tia hamil anak pertama, sedangkan Xixi hamil anak kedua. Grup mereka kedatangan dua orang lagi perempuan yang juga sedang hamil, Mega dan Arini. Praktis, setiap bertemua mereka, maksudku, para ibu hamil itu membicarakan soal kehamilan. Hal ini membuat Keisha tak nyaman. Masalah hanya ia dan Arimbi yang belum mengandung. Dia belum mengandung karena memang tak menginginkan hamil. Kenapa? Karena menurut Keisha, hamil membuat tubuh menjadi melar, gendut, dan sejuta kerepotan lainnya. Sedangkan Arimbi, tengah berusaha mati-matian untuk dapat hamil.
Keisha yang ngotot bilang tak ingin hamil, justru malah hamil! Namun, Keisha menjadi wanita hamil yang menyebalkan karena terus-menerus mengeluh tentang efek kehamilan. Hal ini memicu pertengkaran antara Keisha dan sahabat-sahabatnya. Arimbi yang biasanya tenang, tiba-tiba meledak karena tak tahan mendengar keluhan-keluhan Keisha.
Ternyata bukan tanpa sebab Keisha bertingkah seperti itu. Ada luka di masa lalunya yang menyebabkan ia terus-menerus ketakutan menjalani kehamilannya. Takut menjadi gendut, takut badannya melar. Bahkan berulah kali suaminya meyakinkan bahwa suaminya mencintainya, Keisha tetap keras kepala. Keisha tak percaya cinta!
Novel ini tak hanya bercerita soal Keisha. Tapi juga Xixi yang mengamil keputusan besar untuk resign dari pekerjaan yang amat dicintainya. Juga bercerita soal Arimbi yang tak putus berusaha untuk hamil. Juga tentang orang yang kembali dari masa lalu mereka. Dan juga soal kehilangan.
Lengkapnya baca saja sendiri ya.
Sama seperti apa yang Tria Barmawi ungkapkan di akhir novel, bahwa ia begitu merindukan karakter-karakter novel The Lunch Gossip, maka ia membuat The Lunch Reunion ini. Begitupun saya. Begitu membaca The Lunch Reunion, tiba-tiba saya diingatkan kembali dengan karakter-karakter tokohnya di buku The Lunch Gossip. Seperti nostalgia. Dan rasanya menyenangkan :)
Novel ini renyah bahasanya. Tapi di bagian-bagian tertentu terasa sangat menyentuh dan membuat saya menangis. Haha.. mungkin memang saya yang melankolis. Pokoknya saya suka novel ini, dan sangat tidak keberatan kalau novel ini berlanjut lagi.
Ketemu lagi dengan 5 sekawan xixi, tia, keisha, arimbi dan vinka. Kali ini situasinya sudah sedikit berbeda, sudah pada nikah, punya anak, tidak lagi bekerja di beIT.
Tapi walau situasinya berubah, persahabatan mereka masih blm berubah. Masih si miss perfeksionis xixi yg terkendala dengan caranya mengatur kehidupan dan keluarganya yg serba perfeksionis. Tia yg lagi hamil tapi cuek dengan penampilan dan berat badan yg overweight. Arimbi yg kepengen hamil. Keisha yg malah gak kepengen hamil. Dan vinka, yg masih dihantui rasa bersalah pada teman-temannya di masa lalu. Masing-masing memiliki masalah mereka sendiri tapi bersama-sama mereka mencari solusinya karna persahabatan erat mereka yg sangat luar biasa.
Saya senang sekali dengan comebacknya lima sahabat ini. Tidak terpikir oleh saya kalo mbak tria barmawi akan bikin sekuel utk kisah mereka. Seingat saya novel pertama sudah saya baca bertahun-tahun yg lalu. Jd sebelum baca sekuel ini, saya sempet bongkar-bongkar koleksi buku lama utk cari the lunch gossip. Intip sebentar utk mengingat-ingat kisah lima sahabat ini. Dari awal saya memang langsung ngerasa click dengan kisah persahabatan ini. Mungkin karna yg namanya cewek berteman memang kayak gitu ya, lima sahabat ini semacam simbol bagaimana menggambarkan para cewek berteman. Berantem, saling ngomongin, kesel-kesel-an tapi ketika salah satu tertimpa musibah, semua akan menjadi benar-benar khawatir. Two thumbs up deh utk mbak tria barmawi yg berhasil bikin saya senyum-senyum sendiri ketika baca novel ini mengingatkan saya pada sahabat-sahabat saya.
Agak surprise dengan ending tak terduga nya, tapi itulah yg bikin cerita ini jd menarik. Rekomen buat yg demen baca metropop. Baca dulu the lunch gossipnya, baru lanjutkan dgn the lunch reunion ini. Sehabis baca pasti kalian langsung pengen ketemu dan peluk sahabat-sahabat kalian. Have fun reading this book!
The Lunch Reunion merupakan kisah lanjutan dari persahabatan Keisha, Xixi, Kynthia, Arimbi dan Vinka dalam novel The Lunch Gossip yang terbit tahun 2007 lalu. Dalam sekuel ini diceritakan masing-masing dari para tokohnya sudah menikah.
Xixi seperti di akhir novel pertama menikah dengan Arven dan sedang menantikan kelahiran anak keduanya. Tia juga menikah dengan Rimba dan sedang mengandung buah cinta mereka. Adapun Keisha kembali dari Australia dengan membawa pulang suami bule bernama Paul. Lalu Arimbi yang menikah dengan pria bernama Fariz.
Konflik pada novel ini lebih dititikberatkan pada kehidupan pribadi dari tokohnya masing-masing. Ada yang dilema antara memilih pekerjaan atau anaknya. Ada juga yang resah karena belum dikaruniai momongan. Ada juga yang tidak ingin hamil namun ternyata malah hamil. A
Sudut pandang yang diambil pada novel ini juga berbeda dari novel pertamanya. Jika The Lunch Gossip mengambil sudut pandang orang ketiga, makan The Lunch Reunion mengambil sudut pandang dari masing-masing tokohnya, membuat pembaca bisa merasa lebih dekat dengan tokoh-tokoh dalam novel ini.
Dalam novel ini penulis juga menyisipkan informasi tentang preeklampsia, salah satu penyakit yang bisa membahayakan kehamilan.
Tadinya,berencana beli novel ini. Iseng ikut giveaway dari Mbak Tria dan seneng banget bisa dapet bukunya langsung plus tandatangan. Sore nyampe,malamnya langsung baca sampe tuntas. bercerita masalah persahabatan dengan inti masalah pada kehamilan, meski gw masih terlalu muda,tapi novel ini nambah pengetahuan dan makin sayang sama mama. Ending yang bagus,meski ada yang meninggal. Xixi tetap Obsesif kompulsif dengan perfeksionisnya. Meski udah berkurang Arimbi, makin dewasa,tetep lembut dan akhirnya dia bisa meledak juga Keisha, makin meledak dan tetap meledak Tia, di novel selama hamil dia gila makan, tetap jadi pendamai vinka, she's come back!
Kasih Kinanthi, sampai diantara mereka berlima ada yg meninggal, dia (tetep) menyebalkan
dipinjemin ayu lagi :D ini seri lanjutan dari The Lunch Gossip. masih dengan orang-orang yang sama tapi kali ini dengan status yang berbeda. dalam buku ini lebih ke istri dan ibu. ada yang belum punya anak dan pengen banget punya anak. ada yang gak mau punya anak, takut badannya melar dan justru dikasih anugerah anak. ada yang kena preeklamsia. ada yang galau mau terus jadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga yang bisa lebih banyak waktunya sama anak.
buku ini seperti yg ditulis mbak tria di bagian belakang bukunya, banyak sekali yang berdasarkan kisah mbak tria sendiri. menarik isunya, yg paling banyak lah diomongin kalo jadi seorang istri dan seorang ibu.
The Lunch Reunion adalah lanjutan dari The Lunch Gossip yang masih sama bercerita tentang persahabatan lima sekawan, yaitu Xixi, Arimbi, Tia, Keisha, dan Vinka. Dalam novel ini bercerita tentang repotnya hamil, menjadi ibu dan lain-lainnya. Entah mengapa paling suka dengan tokoh Arimbi. Polos, penakut, tidak tegaan, dan sabar, tetapi dia juga bijak dan selalu berusaha positif thinking. Dari Arimbi aku belajar banyak, termasuk keberanian dan kejujuran. Yang paling terasa persahabatan mereka saat detik terakhir Tia, di situ air mataku ikut jatuh saking terbawanya haha
bukan jelek sih, tp dibandingkan buku pertamanya yg bercerita cewek2 lajang di dunia kerja ((me)) buku ini terasa seperti celotehan emak2 yg lagi hamil... alurnya bagus, dengan konflik2 yg aku yakin sama nyatanya dng buku pertama, karakternya masih menyenangkan seperti sebelumnya, tp topiknya gak terasa dekat di hati, ya beluuum kalee.
pokoknya selama membaca, aku berasa seperti outsiders yg mendengarkan cerita seru tanpa bisa ikut nimbrung.