Jump to ratings and reviews
Rate this book

Janji Hati

Rate this book
Tadinya, Amanda Tavari nyaris putus asa menanggapi sikap Dava. Tapi, gara-gara tak sengaja melukai cowok itu, Amanda terlanjur berjanji akan melakukan apa pun agar Dava memaafkannya. Lalu Amanda tersenyum heran menyaksikan cowok itu bersikap lemah lembut ketika mengajar anak-anak panti asuhan.

Tadinya, Dava Argianta sangat membenci cewek ceroboh yang menghancurkan impiannya itu. Namun belakangan, Amanda malah menjadi sosok malaikat tanpa sayap yang selalu ada di saat ia membutuhkan bantuan. Dava mendesah lirih, bagaimana mungkin dirinya bisa membenci cewek yang berhasil mengembalikan tawanya yang bertahun-tahun hilang?

Sayangnya, kedekatan Amanda dengan Dava memunculkan kembali luka lama yang selama ini ditutup rapat oleh waktu. Luka lama yang membuat Dava maupun Amanda sangat tersiksa. Luka lama yang mengantarkan mereka berdua pada kebenaran yang menyakitkan...

280 pages, Paperback

First published June 1, 2013

137 people are currently reading
1688 people want to read

About the author

Elvira Natali

6 books36 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
360 (47%)
4 stars
136 (17%)
3 stars
121 (15%)
2 stars
69 (9%)
1 star
79 (10%)
Displaying 1 - 30 of 69 reviews
141 reviews19 followers
January 3, 2015
2/5 stars.

~~~~~~~~

Covernya cantik bangett :) Bisa dibilang bukunya pun cukup tebal untuk ukuran TeenLit, dan semoga aja tidak mengecewakan. Eh tapi sebenrnya aku sendiri minjem. #ups.

~~~~~~~~

Kisah ini dimulai dengan perkenalan dengan tokoh utama kita, Amanda Tavari yang manis, dan disukai banyak orang. Ia diberitahu untuk berlatih di voli, tapi dia keburu keujanan dan pokoknya intinya dia pingsan di jalan.

Pas buka mata, dia ternyata diselamatkan oleh Leo. Setelah diantarkan kembali ke rumah oleh Leo, Amanda segera berterimakasih. Yang tidak Amanda ketahui, Leo sudah menyimpan hati kepada Amanda sejak lama. Sekarang pun masih tersimpan.

Esoknya, ia secara tidak sengaja menendang sebuah bola, dan bola itu mengenai Dava, seorang atlet sepak bola. Tak dinyanya, tendangan main-main itu membuat hidung Dava berdarah dan membuat ia tidak bisa bermain di pertandingan.

Amanda langsung meminta maaf kepada Dava, namun Dava begitu dingin dan sama sekali mengacuhkan permintaan maaf Amanda. Namun Amanda tidak menyerah, ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf Dava. Dava yang mendengar pernyataan Amanda ini pun segera memanfaatkan Amanda sebisanya.

Ternyata untuk mendapatkan maaf Dava, Amanda disuruh menjadi pembantu! Ia disuruh membersihkan ruang musik Dava, setiap hari. Dan banyak lagi syarat-syarat Dava, seperti mijetin kakilah, terus apalah. Dan yang Amanda kaget lagi, Dava ternyata adik tiri Leo!

Dari Leo-lah Amanda mengetahui rahasia hidup Dava yang tragis, membuatnya menjadi orang yang dingin. Namun Amanda menjadi kaget dan shock sekali ketika melihat Dava mengajar anak-anak panti asuhan dengan begitu lembut. Dan setelah sekian lama selalu bertemu, mereka pun menjadi lebih dekat dari sebelumnya.

Kalau Leo seperti malaikat terang benderang yang menjamin setiap umat masuk surga, tapi Dava sebaliknya. Dava adalah malaikat kegelapan yang siap menarik umat manusia ke jurang api kapan saja ia mau. Entah mengapa, malaikat kegelapan itulah yang lebih membuatnya merasa nyaman dan aman. - hlm 147.


~~~~~~~~

Sebenarnya aku minjem juga sih buku ini dari temenku, kata dia buku ini bagus. Oke, aku akui, bagus kok. Bisa dilihat aku cukup cepat menyelesaikannya kan? Temanya sih klasik banget ya, 2 orang yang membenci pada awalnya, terus jadi saling suka.

Alurnya sih bisa dibilang mengalir dengan lancar, diawali dengan kehidupan Amanda yang awalnya rese gitu, dan diakhiri menjadi seorang yang lebih tegar. Juga perubahan sikap Dava, yang awalnya dingin, menjadi lebih lembut. Namun yang disayangkan, ada prolog yang cukup spoiler ke endingnya. Aduh, yang harusnya aku nangis di bagian akhir, jadi lempeng-lempeng aja. Lalu alurnya bisa dibilang gampang banget ditebak, pokoknya gaada kaget-kagetnya baca buku ini.

Konfliknya pun kerasa datar, kurang bisa memukau aku. Ending-nya juga membingungkan, gaada gimana sih jadinya si ini, atau gimana jadinya si itu. Semuanya jadi kerasa datar-datar aja. Juga ada beberapa tambahan informasi dan adegan yang menurutku ga penting banget dan gak begitu berpengaruh dalam cerita, tapi dimasukkin sama penulis. Kayaknya penulis maksa banget gitu ya.

Tapi, bisa dibilang cara penulisan penulis itu bisa memuaskanku. Aku bisa dengan cepat melahap semuanya, apalagi bahasanya juga sederhana. Gak rumit-rumit amat kan. :) Sebenernya sih isinya juga sederhana, jadi pas untuk mengisi waktu senggang.

Karakternya sih.. menurutku gak bisa membuatku simpati terhadap mereka, mungkin pendalaman karakternya bisa dibilang kurang ya. Bahkan walaupun aku baru baca buku ini beberapa hari yang lalu, aku udah lupa siapa-siapa aja nama tokoh-tokohnya, uhm. Maaf.

Yahh, yaudahlah ya. Untuk ngisi waktu luang aja. :)

Benar kata orang bahwa dunia itu sempit. Dan sangat benar pula bahwa takdir itu ajaib. Tapi sayang, takdir itu bukan membahagiakan. Takdir yang datang ke dalam hidupnya selalu menyakitkan. Selalu. - hlm 213.
Profile Image for Nana.
405 reviews27 followers
February 19, 2015
Ah sudahlah..

Syarat jadi cowok keren yang bisa bikin cewek klepek2:
1. Rela idungnya kena bola. Ouch!
2. Galak dan seenaknya ngejadiin orang sebagai pembantu
3. Jago main biola klasik
4. Suka ke panti asuhan.

Okesip!

-----Added review dari blog-----

Janji Hati merupakan novel yang saya temukan secara tidak sengaja ketika saya pada suatu hari ingin membaca novel remaja yang ditulis oleh penulis remaja juga. Entah kenapa, tiba-tiba saya rindu baca novel semacam Dealova dan Eiffel I'm In Love, novel-novel remaja yang betul-betul mampu meneriakkan suara remaja karena ditulis oleh penulis yang masih remaja juga. Saya ingin membaca novel yang tidak terlalu berat menggurui dan lebih banyak berbagi keasyikan menjadi remaja. Novel ini langsung saya pilih begitu saya membaca endorsement-nya, yang datang dari nama-nama terkenal Merry Riana dan Rudy Soedjarwo. Wow! Bahkan mereka pun berpikir novel ini bagus. Dan eksepektasi saya makin tinggi setelah tahu kalau novel ini sedang dalam proses difilmkan (dan sekarang filmnya sudah keluar).

Setelah saya selesai membaca novel ini, surprisingly, saya malah kecewa. Bukan karena masalah umur sehingga kisah novel ini terasa terlalu kekanak-kanakan karena saya toh telah mematok ekspektasi saya sebelum saya memutuskan untuk beli buku ini (ingat: Dealova dan Eiffel I'm In Love. Sama-sama tahu deh yaa ceritanya kayak gimana. hehe). Masalahnya terletak pada karakter tokoh-tokohnya yang saya gagal pahami dan plotnya yang kurang berhasil menjalin satu cerita secara utuh.

Untuk karakter tokoh-tokohnya, sejujurnya saya tidak bisa mengenal bagaimana sebenarnya seorang Amanda Tavari itu, bagaimana Leo Ferdinan, dan bagaimana Dava Argianta (Iya, saya tulis nama lengkap mereka karena cuma itu yang saya tangkap dari ketiga orang ini!). Amanda kadang terlihat manja, namun sepertinya penulis menginginkan dia menjadi sosok yang mandiri dan kuat juga. Tapi buat saya, yang lebih terasa malah kemacetan otaknya. Contoh aja nih, di adegan pembuka novel, di mana Amanda terjebak hujan di lapangan dekat rumahnya. DEKAT rumahnya. Ia bingung bagaimana caranya pulang. Mau minta jemput sopir, sopirnya sudah izin mau mengantar istri ke dokter. Mau pinjam payung, menurutnya nggak guna karena dengan hujan sederas itu badannya akan basah juga. Mau nebeng teman, nggak mau ngerepotin. Keputusan finalnya: lari menerjang hujan aja deh, toh rumahnya nggak jauh. Akhirnya: dia pingsan di tengah jalan. Yakalidaaaahh... Mending nebeng teman aja kali, Maaan!!! Itu baru satu contoh, ke belakang-belakang sih ada lagi, tapi mending baca sendiri aja yaa.. Lalu karakter Leo. Orang ini galau melulu. Dia suka sama Amanda tapi nggak jelas sedalam apa, dan dia juga nggak berani menyatakan perasaannya lebih jauh karena terbentur persoalan masa lalu. Kasihan juga dia, serbasalah dan akhirnya cuma bisa makan hati. Naaah... yang hebat adalah si Dava. Saya nggak tahu bagaimana dia membangun reputasinya sampai orang-orang bisa berpikir kalau dia itu cowok psycho yang kalau dikecewakan sedikit aja bisa ngebikin orang yang mengecewakannya masuk rumah sakit jiwa. Sampai seorang Amanda yang katanya punya kekayaan setara dengan keluarga Dava sehingga gak mau disamakan dengan pembantu rela menjalani tugas bersih-bersih di ruang musik Dava setiap hari sepulang sekolah. Apakah Dava mungkin seorang ex-debt collector? BISA JADI!!! *a la Eat Bulaga* Etapi kok dia juga jago main biola klasik dan hobi ke panti asuhan sih?

Mengenai plotnya, sebenarnya saya cukup mengerti garis besarnya dan berpotensi jadi kisah yang menarik dan emosional, tapi eksekusinya yang saya sering nggak ngerti. Kapan sih tepatnya Amanda dan Dava saling jatuh cinta? Lalu kapan Amanda juga mulai merasa cinta kepada Leo? Lalu sedalam apa perasaan cintanya kepada Revan? Saya bingung. Dan sepanjang cerita, saya nggak mendapatkan momen "Aaawww...." sama sekali. Tahu kan maksudnya? Momen di mana ketika kamu baca kisah cinta yang manis lalu kamu pengen berucap, "Aaawww.... so sweet..." ya begitulah kira-kira. Lalu konflik masa lalu Leo juga sebenarnya berpotensi digali lebih dalam dan membuat pembaca emosional dengan konflik tersebut tapi sayangnya malah diselesaikan seperti itu saja. Yang paling hebat sih adegan pamungkasnya dong.... yang saya nggak bisa bilang karena pasti bakal ngebocorin ceritanya banget... tapi pokoknya... Ya sudahlah... *memutar bola mata*

Banyak banget pertanyaan muncul di otak saya setelah menamatkan buku ini (iya, saya tamat kok bacanya, biar berasa fair nulis resensi seperti ini...) tapi ya apa boleh buat, akhirnya kesimpulan saya (dipaksakan) mentok di: mungkin memang masalah umur. Mungkin pembaca di usia saya (berapa sih usia lo Na????) memang jauh lebih kritis dan kebanyakan bertanya sehingga tidak bisa lagi menikmati kisah romance ringan semacam ini. Mungkin Dealova dan Eiffel I'm In Love masih terasa bagus sampai sekarang karena dulu waktu saya membacanya pertama kali, usia saya memang masih remaja, dan kenangan akan kesan pertama itu yang terus melekat sampai sekarang.

Buat kamu, para pembaca berusia remaja, mungkin novel ini akan bisa kamu nikmati. Sekalian aja nonton filmnya di bioskop biar sensasinya makin terasa. Tapi kalau buat pembaca yang sudah masuk usia dewasa, saya sih nggak merekomendasikan. Bisa dicoba dengan resiko ditanggung sendiri :P
11 reviews
August 14, 2014
Bingung dengan bagaimana banyaknya orang yang terus memuji buku ini. Terus mengatakan bahwa buku ini membuat mereka menangis.
Bla bla bla.
Jujur saja.
Ada banyak keanehan dalam buku ini.
Pertama,
Buku ini berhasil menjadi Best Seller padahal jelas-jelas dengan kualitas seperti ini, tidak seharusnya buku ini masuk dalam jajaran buku BEST SELLER!
Kedua,
Buku ini benar-benar berhasil meraup ketenaran hingga berhasil dijadikan film. Penulis seperti ketiban duren karena penulis jadi artis dadakan dengan memerankan tokoh utama wanita di dalam filmnya.
jujur saja.. jika tidak ada koneksi orang dalam, mungkin penulis adalah orang paling beruntung sedunia.
Ketiga,
Betapa penulis menyepelekan masalah cinta di dalam buku ini.
bagaimana cinta dapat diawali hanya dengan tokoh utama yang jadi pembantu. Okesip. I mean, mereka tidak pernah berinteraksi. tidak pernah bertukar pikiran apalagi perasaan. hanya sebatas sang gadis yang menyapukan kemoceng dan sapu di sekeliling benda-benda berharga mirip pria. LALU?
Tiba-tiba saja sang pria mengajak si gadis ke panti asuhan. dan disitu terlihat jelas kalau sang pria itu menganggap penting wanita itu. OKAY..
LALU TIBA-TIBA SAJA..
Sang pria mati.
ga ada ending lain ya?
Keempat,
Sinopsis back cover dan jalan cerita yang mirip2 sama Sunshine Becomes You. BINGUNG. kenapa engga sunshine becomes you yang difilmin? malah Janji Hati.. bener-bener bingung. Gramedia mungkin rada-rada error ato keblinger?
Kelima,
WHY... PATAH HIDUNG.. LALU GABISA MAIN BOLA. OH AKU BARU TAU KALO MAIN BOLA PAKE IDUNG..
Karena saya takut hidung anda akan terkena lemparan bola lagi atau retaknya semakin parah << kata si dokter.
OKESIP DOK. LEBAY LU
okay. aku bisa sediki memahami. lalu tiba-tiba aja..
LEO MENGAMBIL CINCIN ( YANG DITARO DI DALAM BASKOM DI DAPUR. PINTER BANGET SI LEO? ) KARENA TIDAK SENGAJA MEMEGANG CINCIN ITU. HINGGA ADA SIDIK JARINYA DIA. LALU TAKUT KETAUAN POLISI.
WUTTTTT????? ELO SENGAJA MEGANG CINCINNYA KAN? ELO MAU MEGANG MAYAT ATO CINCIN SIH? BINGUNG ANE. KALO MAU MEGANG MAYAT GIMANA CARANYA BISA KEPEGANG CINCIN GA SENGAJA? ELO MAU LIAT DENYUTNYA KAN DIA UDAH MATI ATO BELOM?
DAN ELO BILANG LO ANAK KEDOKTERAN?? WHAT?
SEJAK KAPAN MERIKSA DENYUT NADI DI JARI? BARU TAU GUE.
LOL
MERIKSA DENYUT NADI DI LEHER BANG
ATO DI TANGAN.
BUKAN JARI
OKESIP.
Dan...
banyak sekali keanehan lainnya yang udah saya lupakan saking males nulis review ( karena terlalu banyak yang mau di comment ) jadi di tunda reviewnya..
OH..
DI halaman berapa gitu. penulis bilang kelas amanda di lantai 2. lalu di akhir buku kelas amanda pindah jadi lantai 3 OKESIP
HAHAHA...
Stress baca buku ini. sumpah.
Profile Image for Intan Kirana.
Author 6 books13 followers
January 4, 2015
Semua orang bisa nulis. Serius, bakat dasar manusia kan bercerita. Masalahnya, ada beberapa orang yang memutuskan untuk menulis, tapi nggak dibarengi niat yang kuat gitu.

Udah ada berapa sih, premis "cowok dingin ketemu cewe lugu (bego) dan akhirnya saling jatuh cinta" ? Yap, you'll find it in this book! Emang sih jaman skrg susah buat bikin cerita yang originaal, tapi setidaknya kasih bumbu dan plot dan karakter dan latar dan apapun itu yg bikin lo terlihat "mikir" sebagai manusia.

1. Ada beberapa bagian yang lebay. Misalnya, soal Dava adalah malaikat jatuh blablablah dan seandainya Amanda bisa melakukan sihir waktu dia gak sengaja ngelempar bola ke Dava. Oyeah kan cuma pengandaian, majas blablablah.. Tapi nggak cocok dipake dalam konteks cerita itu. Jatohnya, lebay. Kayak pake bandage dress plus bulu mata surya kencana Syahrini padahal cuma mau beli aksesoris ke Pasar Asemka. Tapi sih, balik soal selera. Masih agak dimaafkan.

2. Deux ex machina, kebetulan, atau apapun itu yang maksa. Seriously, Leo kakak Dava? Leo yang nabrak kakak Amanda? Apalagi? Pembuatan plotnya terlalu nggak cerdas. Oke ini cerita, tapi ya tolong, tau willing suspension of disbelief kan?

3. Amanda is a moronic stupid person. Enough said. Walaupun tokoh Manda nggak semenyebalkan Bianca di RDJ sih :p

4. Dava dingin kan? Kok gampang amat jatuh cinta ama Amanda yang saat itu posisinya masih jadi pembantu gara-gara mau minta maaf?

5. Yang luka idungnya tapi uda ga bisa main bola, apakah luka hidung berdampak pada lutut?

Dan gue memang baru baca novel ini setelah salah satu temen bilang "Ada novel yang mau difilmin sama Rudi Soedjarwo, penulisnya juga main jadi pemain utama". Rudi Soedjarwo, bo. I wondered how amazing this novel would be sampe Rudi Soedjarwo nyamain ni cerita sama kisah-kisah ala film Rano Karno- Yessi Gusman. Plus, premier dengan tiket 250ribu. Yap. 250ribu saudara-saudara. Pasti lebih cetar daripada The Hobbit, bahkan Interstellar sekalipun.

Tapi setelah baca novelnya, rasanya gue pengen ngirim ini novel ke wormhole dan langsung tembus ke black hole gargantua.

Dear Rudi, what happened to you?

*gue uda janji gamau ngehina-hina novel orang, kan karya bikinnya menyita waktu, tapi berbagai puja-puja terhadap ni novel dan film wanna be-nya bikin saya muak dan.. Hello, oke deh setiap seni butuh marketing, tapi ga lebay dong plis!
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
August 20, 2014
Awalnya mau kasih 2.5 bintang, tapi nggak jadi.
Makin ke ending, alis kananku makin sering kutarik ke atas.
Setelah baca epilog, aku mantap kasih 2 bintang aja.

Kayaknya aku berekspektasi terlalu tinggi karena kabarnya novel ini bagus banget makanya sampe diadaptasi ke film.
Ternyata setelah kelar baca, aku ngerasa novel ini nggak terlalu bagus.
Kalo boleh ngebandingin sama novel 8, 9, 10... Udah Belom?!, aku bakal bilang novel Laurentia itu jauh lebih bagus dari sisi mana aja.
Maaf ya, Vira.

Apa ya?
Gini.. Idenya bagus.
Pesan sosial yang mau disampaikan Vira juga bagus.
Sayangnya ide bagus dan pesan sosial yang bagus itu 'dieksekusi' dengan cara yang nggak bagus menurutku.

Cerita yang dipilih Vira aneh banget.
Aku sebagai pembaca dibuat sebel sama logika cerita yang sering nggak logis.
Pertemuan Amanda-Leo dan Amanda-Dava itu udah nggak logis banget sejak awal.
Terlalu maksa menurutku.
Terlalu drama juga.
Aku heran dan jadi curiga, apa iya kehidupan remaja sekarang emang lebay dan penuh drama gitu?
Dan makin ke belakang, logika ceritanya makin dipaksain.

Aku juga ngerasa pemilihan ceritanya nggak pas buat nunjukkin pesan sosial yang mau dikasih.
Sayang banget pesan sosial yang bagus itu jadinya malah nggak nyambung karena korelasinya asli nggak jelas.
Jadi 'Janji Hati' yang mana yang muncul di cover?
Kayaknya Dava terlalu banyak nyuruh Amanda janji ini-itu deh -_-

Typo juga ganggu banget makin ke ending.
Malah sering ada kata yang hilang yang justru memengaruhi arti kalimat.

Well..
Filmnya mau tayang akhir tahun ini ya?
Denger-denger Vira yang bakal meranin Amanda sendiri.
Sukses ya buat filmnya.

Berhubung ini novel perdana Vira, aku harap novel-novel selanjutnya nggak terlalu digembar-gemborkan, tapi bikin pembaca kecewa.
Semoga novel-novel selanjutnya sebagus pemberitaannya.

http://thecloudsinautumn.tumblr.com/p...
Profile Image for Leila Rumeila.
1,007 reviews29 followers
July 20, 2024
Actual 2.5⭐

Maksudnya gimana sih, si Amanda nyebut2 Revan (kakaknya) "cinta pertamanya"? Engga ada penjelasan juga. Padahal menurut gue itu sangat absurd.
Kalau seorang anak perempuan menyebut ayahnya their first love udah biasa. Lain cerita kakak laki2, terdengar kaya cinta terlarang -_-

*Listened the audiobook by Storytel*
27 reviews
April 26, 2016
novel ini ternyata lagi dalam proses mau difilmin di layar lebar dan gue ngerasa.....OMAIGATTTT SERIUSS TUHH SUTRADARA NYA MUNGKIN MATANYA LAGI PICEK YAA BISA BISANYA NOBEL BEGINI DIJADIIN FILM OKESIP -- /?........
menurut gue ini novel mudah banget ketebak alurnya. entah kenapaa gue ngerasa segalanya yg ada di novel ini penuh dengan kebetulan ._. entah kebetulah amanda jatuh dipeluk dava entah ternyata yg ngenabrak kakaknya amanda ternyata leo dan lain lainnya XD.
dan saat gue ngebaca sinopsisnya gue ngerasa kalo novel ini mirip sama novelnya ilana tan sunshine becomes you.
dan bayangin ajaa masa bisa sih dava suka sama amnda sedangkan amnda setiap hari kerjanya cuma ngebersih bersihinn alat musiknya dava dan suatu hari dava ngajak amanda ke panti asuhann dannn..... DUA NGANGGEP KALO AMANDA ITU PENTING BANGETT YAKALI BANG MASA AMANDA SETIAP HARI CUMA NHEBERSIH ALAT MUSIK LU DOANG TERUS LU JATUH CINTA GITU SAMA ORANG YANG KERJANYA CUMA BERSIH BERSIH DAN LU CUMA PERNAH BEBERAPA KALI DOANG NGOBROL SAMA AMANDA DAN LU LANGSUNG FALLING IN LOVE SAMA DIA OKESIPP
terkadang ada beberapa kata yg entah kenapa kata kata yg dipake ama kak elvira sedikit lebai ._.
gue ngerasa novel ini sedikit tidak masuk akal dan menurut gue ada banyak banget peristiwa ga penting yg harusnya tuh kalo diubah bisa jadi sweet bnget
gue ngasih bintang 1 karena.... ceritanya terlalu datar ga ada yg bener bener nyentuh dan gue ngerasa kalo prolognya terlalu mengarah ke bagian akhir yg justru harusnya itu adalah bagian yg paling ditunggu tunggu eh.. malah uda spoiler duluan di prolog --
jadi bagi yg ga suka baca novel yg akhirnya sad ending sepertinya ga cocok baca ini hehe :)
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
September 30, 2013
Novel kedua setelah Autumn in Paris-nya Ilana Tan yang bikin nangis kejer. Biasanya paling cuma mata berkaca-kaca, tapi kali ini nangis kejernya gak ketolongan. Oke ini lebay.

Setelah membawa review sekilas di sini, aku membenarkan kalo emang dari sinopsisnya sebelas-duabelas sama Sunshine Becomes You. Dan enggak jarang juga adegan-adegan di dalem novel mirip Autumn in Paris (contoh hal 192 sama pas Amanda mohon izin buat menangis sekali aja pas akhir-akhir). walaupun begitu aku enggak mau ngejudge sembarangan, mungkin itu emang kebetulan yang bener kebetulan.

Sosok bad guy emang jauh lebih menarik dibanding good guy. Jelas dong, berarti Dava di sini jauh lebih menarik dari Leo. Tapi endingnya.... kenapa tragis begini sih?!

Untuk cerita, silahkan liat review lain yaaa. Review ini cuma buat cuap-cuap aja :D

4.5 stars :)
Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
March 20, 2016
Novelnya ringan. Suer.

Kebetulan eke lagi nyari novel-novel ringan. Dan temen gue akhirnya menyarankan (sekaligus minjemin) buku ini gegara adeknya yang suka banget dengan ni buku.

Kalo boleh bilang sih, emang buku ini ngejual mimpi banget. Haha. Mungkin emang karena target marketnya anak-anak SMP/SMA yang masih dalam fase dreamy dan ngarep abis punya kehidupan cinta yang mengharu biru. Been there, done that. Jadinya ngerti lah, kalau novel ini bisa laku dan sampe difilmin segala. (Lah malah jadi curcol)

IMO, lumayan menghibur. Dan sekali lagi, ringan krenyes. Meskipun endingnya sucks hahaha.
Profile Image for arimbi.
17 reviews
March 19, 2015
kalo bisa dibilang nyesel banget banget banget beli buku ini, ga ada minat untuk nyelesain novel ini sama sekali. awal dari cerita ini terlalu ngebosenin, pendeskripsian tokohnya juga terlalu dibuat-buat, entah kenapa bikin ga semangat untuk ngebuka lagi bukunya juga sampai bingung kenapa novel ini banyak yang suka -_-
Profile Image for Petro.
159 reviews3 followers
June 2, 2025
This book is ridiculous in the worst possible way!

Everything that I hated about books was in this book:
predictable (guessed the 'conflict' & ending from chapter 3/4);
cringey (not in a cute way, but in a gag- 🤢vomit way,);
love triangle (between two brothers and insufferable fmc).
Profile Image for Dessy Ev.
20 reviews
June 9, 2023
Beli buku ini dapatnya yang udah versi cover film ada Aliando dan Elvira Natali (ya kalian nggak salah baca, penulisnya ada di cover depan versi film, karena penulisnya juga jadi pemeran utama dalam versi film dari novelnya, indah sekali bukan?)

Aku beli buku ini waktu masih jaman SMP dulu, kenapa baru di review sekarang? Karena saat ini raji nge-review karya orang. Aku tergoda untuk membeli karena dari judul nya karya ditulis banget pakai hati ya, terus juga karena ada endorsement dari Merry Riana, pasti keren donk apalagi di bikin film juga (tapi aku nggak nonton filmnya).

Aku bereskpektasi novel ini bakalan menyayat hati seperti film Heart atau mungkin bikin baper seperti kisah Dealova. Tapiii maaf ya Elvira Natali nyatanya aku nggak kuat baca 5 bab pertamanya. Terlalu banyak pendeskripsian yang terlihat begitu klise, dan nggak menyentuh ke zona baperku, malah lebih ke penyesalan mungkin lebih baik seharusnya aku beli beberapa bungkus seblak saja tadi daripada beli buku ini.

Dan aku bingung juga ketika teman ku bilang dia baca ini sampai terhanyut, sedangkan aku masih stuck di tempat, dan beberapa tahun berlalu hingga saat ini, buku itu masih tersimpan di rak ku aku belum menyelesaikan membacanya lagi, karena aku kehilangan minat di 5 bab awal yang lemah dan lambat banget alurnya untuk menjadi point of interest buat aku pembaca yang suka alur sat set das des jedarr jederr...

Aku kasih bintang 4 karena kamu adalah penulis super hoki yang membintangi novelnya adaptasinya sendiri, congrats, semoga ada perubahan yang signifikan di karya berikutnya ya.
Profile Image for VaaRida.
133 reviews6 followers
August 19, 2017
Bagian yang aku sukai dalam cerita ini adalah waktu Dava mengajak Amanda berdansa dengan backsound musik klasik, coba bayangkan Dava dengan karakter yang jarak senyum dan angkuh tiba-tiba berdansa. Ah pasti sweet banget ini.
Pesan moral yang disampaikan dapat disampaikan dalam cerita ini adalah apapun kesedihan yang kita alami tetaplah berusaha untuk tegar dan berani menghadapi setiap kenyataan yang ada. Mengakui sebuah kesalahan itu lebih baik daripada menyembunyikannya karena perasaan merasa bersalah akan terus menghantui setiap jengkal kehidupanmu.
Profile Image for Chacha.
91 reviews6 followers
January 29, 2019
Novel karya Elvira Natali, aku suka gaya penulisan Kak Elvira, untuk seleraku, itu masuk. Aku bisa terbawa dengan mudah sama cerita novelnya. Novel ini alurnya seru, namun yang kurang aku suka karna sad ending, karna aku lebih menyukai novel happy ending.
36 reviews
September 14, 2014
-updated-

jadi ketika gw iseng" buka twitter ternyata novel ini difilmin dengan Aliando sebagai Dava-nya dan si penulis sebagai amanda. Karena kepo, gw akhirnya nyari" info tentang mengapa si penulis bisa jadi pemerannya.. dan ternyata dia itu muridnya Rudi, sang sutradara. Yah, rejeki dia juga soalnya Aliando lagi tenar banget, jadi novel ini yang awalnya cuma berating 3.4- 3,5jadi ningkat ke 3,9. Hebat banget pengaruh para Alicious itu terhadap Novel ini..

Sebenernya gw masih agak bertanya" sih kenapa si penulis ini betul" beruntung. Sampai" sekarang dia juga punya fanbase resmi. Wuih!!
Tapi kalau gw mikir" gw ngerasa Amanda ga trlalu cocok diperanin Elvira (prilly pun ga cocok. soalnya gw liat banyak yg perang bilang prilly yang cocok jadi amanda karena Dava-nya Ali) Dulu waktu gw liat foto Elvira di FB, gw ngerasa dia cocok jadi amanda.. tp ketika gw liat teaser Janji Hati, gw menghapus perkataan gw itu. Entah kenapa Elvira beda gitu di foto FB yang pernah gw liat dan di teaser. Oh ya.. gw juga membayangkan amanda itu sosok yang ... apa ya? lemah. banget. tapi tomboy (aneh ya?)
Cuma menurut gue yg peranin Leo cocok bgt! Tp sayangnya dia kurang di expose. Yang dibesar"kan cuma Aliando dan Elvira yang mendadak terkenal karena Aliando. Padahal diantara 3 tokoh utama itu, menurut gw yg paling cocok itu cuma Leo. Aliando jadi Dafa pun gw rasa nggak terlalu pas. Ntah kenapa.

Yah tapi ini hanya anggapan saya saja ya. Setiap orang punya presepsi yang berbeda.

--—----—------------------------------

Inti cerita :
Cewek tomboy, direbutin 2 cowok kakak beradik, Leo Dava.

Menurutku, untuk ukuran teenlit cerita ini agak berbobot lebih berat. Masih termasuk ringan, tapi lebih berat sedikit gitu, soalnya konfliknya banyak.

Aku setuju sama beberapa review yang mengatakan novel ini mirip dengan Sunshine becomes You - Ilana Tan (bahkan hampir bisa dibilang persis. Bedanya disini cuma endingnya. Kalau Sunshine becomes You Mia Clark mati. Kalau Janji hati.... *gak usah spoiler*)
Aku suka banget sama Sunshine becomes You, jadi aku membeli novel ini. Nah, mungkin karena sudah keduluan baca Sunshine becomes you, jadi membbaca janji hati rasanya flat. Ada beberapa part yang menurutku gak penting. Seakan - akan hanya untuk menambah halaman kertas hingga akhirnya novelnya jadi tebel begitu. Terus, disini juga dikatakan kalau Amanda hobi voli, dan dia ketemu Dava gara - gara voli. Tapi voli seakan - akan cuma pembuka awal cerita doang.. sisanya segala tentang musik. Volinya hilang.

But, I enjoy this novel.
1 bintang buat, Gaya bahasanya yang cocok buat remaja. Ngalir gak ribet.
1 bintang buat, penulisnya yang masih SMA. (Salut banget. Aku aja bikin satu novel gak kelar - kelar. Hehe)
1 bintang lagi buat suksesnya novel ini hingga bakal dijadiin versi layar lebar, tahun ini.
(But for information, Sunshine becomes you juga dijadiin film layar lebar, tahun ini. I'll watch both by the way..)
Profile Image for Rose &#x1f4da;&#x1f339;.
539 reviews133 followers
September 15, 2013
"Aku mencintaimu ________________. Dan aku pun berjanji takkan pernah ingin menjadi benar seandainya mencintaimu adalah salah."

Semua orang pastilah memiliki masa lalu buruk yang jikalah mungkin akan mereka hapus dari kehidupan mereka. Semua orang tak terkecuali Amanda, Leo dan Dava. Amanda pernah merasakan kehilangan seorang kakak, begitu juga Dava yang ditinggal ibunya sehingga ia tidak pernah ingin dekat dengan siapa pun karena takut tersakiti lagi. Dan Leo, memiliki mimpi buruk yang terus menghantuinya hingga saat ini, dan itu berhubungan dengan wanita yang ia cintai, Amanda.

"Satu hal yang harus lo tahu, gue sama sekali nggak nyesel karena Tuhan sudah membiarkan seorang Amanda Tavari masuk ke kehidupan gue. Walaupun caranya nggak enak banget buat diingat."

Mengusung tema cinta segitiga, cerita ini cukup menarik. Walau di awal cerita agak terkesan cheesy, tapi alur cerita dan plot dari pertengahan hingga akhir cukup bagus. Amanda, si gadis tomboy pemain bola voli yang mencintai musik klasik. Semenjak meninggalnya kakaknya, orangtua Amanda memutuskan untuk tinggal di Los Angeles sementara Amanda memilih untuk tetap tinggal di Indonesia ditemani oleh supir pribadi dan pembantunya.

Disisi lain, Leo dan Dava adalah kakak beradik beda ibu. Mereka berdua ibarat yin dan yang. Keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang, Leo tipe penyabar, Dava tipe yang tidak sabaran, Leo sangat ramah sementara Dava sangat galak dan cuek. Para orangtua mungkin akan sangat menyukai Leo, sementara anak-anak mereka akan menggilai Dava. In this case, aku pribadi juga lebih menyukai Dava daripada Leo. Karena walaupun Dava terlihat sangat sulit diraih, sebenarnya Dava kekurangan kasih sayang seorang ibu. Walaupun ayahnya menikah lagi dengan ibu Leo, tapi yang namanya ibu tiri pastilah berbeda dengan ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkan kita.

Buku ini hasil pinjaman dari teman kantor yang sedari awal sudah menginformasikan bahwa buku ini sad ending. Be prepared! Well, setelah nahan-nahan diri buat nggak mewek dan dengan kegigihan yang tinggi, akhirnya berhasil nggak nangis.

Quote favoritku :
"Aku mencintai bahagia karena dia membuatku ceria. Namun aku juga mencintai luka karena dia membuat dewasa."
Profile Image for Bavaria Bertuzzi.
4 reviews
August 31, 2014
Novel ini membuat saya ketagihan untuk terus membacanya. Jujur, saya sempat menangis waktu membaca bagian akhir novel ini dan itu adalah pertama kalinya saya menangis karena baca teenlit karena saya sejujurnya tidak begitu suka membaca teenlit. Saya membaca teenlit ini untuk mengisi kebosanan dan katanya Aliando mau jadi aktor dalam film yang diadaptasi dari novel ini. Jadi, saya juga membayangkan Aliando ketika saya membaca part Dava, hehe. Tapi menurut saya ceritanya biasa aja. Biasa banget. Yah... Gitudeh. Gak ada yang istimewa. Penulisannya juga datar meskipun bikin nagih. Saya memang tipikal pembaca yang mudah bosan. Kalo penulisannya terlalu kaku ya udah, saya tutup bukunya. Saya engga nyangka novel biasa-biasa aja kaya gini bisa diangkat jadi film. Emang bioskop sekarang lebih rame sama film-film romance yang sedih gitu. Sebelumnya kan juga ada film yang diadaptasi dari novel teenlit juga, yang judulnya 3600 detik itu 'kan.
Profile Image for Vivie Hardika.
Author 5 books11 followers
November 18, 2014
Sempat penasaran sama novel debut ini. Setelah nitip sana sini akhirnya saya punya novel yg segera difilmkan ini. Itung2 sekalian jadi bahan referensi nembus GM. hehehe...

Bahasanya ngalir, alurnya juga lumayan karena bisa bikin saya sambil ngelamun tanpa harus baca ulang. juga mudah ketebak.

kemudian pada Bab2 awal, aduh tanda serunya ganggu! *peace
Banyak kebetulan kebetulan yang bikin kening berkerut, tapi karena ini teenlit debut dari penulis muda, ya itu sudah lumayan bagus. Cuma, kenapa ya gak dikasih bintang buat pembatas adegan? Biar nyaman aja bacanya.

Ada dialog Pak Hendra yg saya rasa kurang cerdas mengingat profesinya sebagai guru. Ada juga beberapa kejadian yg ga logis menurut aku.

Overall, novel ini sangat cocok buat referensi saya. Rekomendasi buat remaja2 yg suka teenlit.


Akhir kata, saya mengagumi keberuntungan Elvira. Terus berkarya...!
Profile Image for Alexandra.
261 reviews12 followers
November 18, 2016
Kayak baca Autumn in Paris + Sunshine Becomes You nya Ilana Tan digabung jadi sebuah buku.
Seorang cowok yang membenci seorang cewek yang membuat hidungnya hampir patah. Sang cewek, Amanda, berusaha meminta maaf menjadi pesuruh sang cowok, Dava. Saling jatuh cinta dalam diam. Dengan terkuaknya sebuah masa lalu, membuat Amanda memutuskan untuk pergi, dan membuat Dava semakin menutup hatinya. Hingga Dava kecelakaan, dan kalian pasti tau apa yang terjadi.

Profile Image for Nina Purwanto.
12 reviews6 followers
December 25, 2013
kisah cinta segitiga Amanda, Dava dan Leo sebenernya jauh dari kisah teenlit-teenlit pada umumnya. not cheesy at all. kata-katanya mengalir cerdas dan memainkan emosi kita, terutama dibagian sedihnya :(

honestly teenlit ataupun buku-buku sejenis metropop bukanlah fav saya, tetapi Janji Hati adalah pengecualian. Sebagai debut, buku ini mengantarkan Elvira Natali, yang baru berusia belasan ke dunia penulisan. dan menurut saya, she deserve it. waiting forward for your next books vira, keep a good work ya!
Profile Image for Theodore Baswara.
3 reviews
August 5, 2014
Tidak jelek. Karakter dalam novel ini berhasil menggugah saya untuk kembali mengajar PAUD. Namun logika berceritanya membuat mengganjal, sehingga saya kurang dapat menikmati penggambaran suasana sendu yang ingin disampaikan. Semoga Elvira terus menulis.
Nb: Karakter Dava itu terlalu sempurna, sisi negatifnya justru yang malah akan disukai wanita dan sisi positifnya yang membuat jadi cinta.
Profile Image for Oki.
476 reviews11 followers
June 6, 2025
1,4/5 stars

Alur terkesan lambat dari awal, seolah tidak ada klimaks sama sekali, penggambaran suasana kurang memukau, tapi it's ok lah karna baru tau ini debut novel, cuma bisa terbit di GPU berarti seharunya ada yg lebih spesial dong yg saya harapkan di buku ini bahkan sampai dapat adaptasi film, tapi ternyata tidak terlalu.
Profile Image for Ardina Rahma.
134 reviews14 followers
Read
August 1, 2013
udah lama ga baca teenlit, ngelarin ini cuma hitungan jam. ga nyangka yg nulis ini masih kelas 2 SMA. tapi ceritanya bagus deh :)
inspirasi imajinasinya keren. membuat berkhayal. pilihan katanya bagus, romantis juga :)
seru ngebaca perubahan satu sifat karakter ke sifat lainnya. good job :)
Profile Image for lily bookscation.
492 reviews
December 18, 2014
ada beberapa bagian yang mengingatkan saya pada Sunshine Becomes You & Autumn In Paris nya Ilana Tan.
Mungkin karena saya lebih dulu baca dua novel itu kali ya...

Penulis nya masih belia, semoga karya2 selanjutnya lebih baik lagi...
Profile Image for Wiwien Wintarto.
Author 24 books36 followers
March 23, 2014
standar khas cerita melodrama. sendu, muram, semua selalu serius, para ABG yang suram kurang guyon, ada yang jatuh cinta, lalu ada yang meninggal. bagus sekali di penempatan prolog dan epilog yang tepat membingkai keseluruhan cerita. nice work!
1 review
July 13, 2014
aku sebenernya pengen baca novelnya tapi gak punya , tapi kalau aku liat film nya kan masih lama , masih akhir tahun , makanya aku liat dari internet aja , tersentuh rasanya dari trailer nya aja udah pengen nangis apalagi besok kalau tayang.
Displaying 1 - 30 of 69 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.