Woah, isi volume ini menarik banget. Blanche sebagai antagonis semakin terungkap jati dirinya. Cerita dan menu cokelat juga semakin bervariasi. Ada pula karakter kembar yang menggemaskan (semoga mereka muncul di volume-volume selanjutnya). Karena terlalu seru, aku sempat merasa buku ini terlalu singkat haha.
Saat saya sedang menjelajah bagian komik, malah nemu seri chocolate magic ini di rak paling bawah. Seri yang entah saling berhubungan atau tidak; tapi karena serial langsung membuat saya mundur hehehe... Untuk konsep ceritanya, sepertinya pengembangan dari dua cerita lepas yang pernah diterbitkan di Nakayoshi gress (kumpulan komik lepasan); tentang seorang penyihir (beserta kucingnya yang bisa bicara) yang mengabulkan permintaan manusia dengan bayaran tertentu~ Mengingat kedua cerita di Naka gress, saya sempat berpikir kalau komik ini agak horor (karena "bayaran" di dua komik sebelumnya lumayan berat dan berakhir cukup tragis). Tapi ternyata cerita di komik ini lebih... lembut? Isi cerita dalam satu komik ini tidak saling berkaitan; tapi sama2 tentang Aikawa Cocola beserta para "pembeli"nya. Cerita yang masih agak relatable mungkin tentang penyihir putih Blanche (?)
Jujur ajaa, ini komik pinjeman-__- eeerr. Sampe saat ini, aku baru baca Guilty Crunch, Dark Spice, sama Bitter Sweet. Ckkkk. Belom baca yang pertama banget, Creamy Sugar, Evil Essence, sama yang terbaru Honey apaaa gitu.
Kita anggep kamu udah tau sedikit-banyak tentang Aikawa Chocola, yaa. Dia dan kucing iblisnya, Cacao, mendirikan toko di tengah hutan. Mereka menjual cokelat yang dapat mengabulkan permohonan. Tapinya, ada harga yang harus dibayar. Bukan uang cash, tapi sesuatu yang berharga, tapi tak dapat dilihat. Cinta, nyawa, keraguan, dll.
Cerita ini beragam, jadii susah buat ngejelasin satu per satu ceritanya. Yang paling seru mungkin cerita yang pertama, tentang seorang cewek pelari, dia atlet gitu. Suatu ketika, cewek itu kecelakaan, ia tidak bisa berlari untuk beberapa saat. Seorang cowok yang selalu mengganggunya saat latihan, rela mengorbankan nyawanya demi kesembuhan kaki cewek itu. Ia membeli cokelat dari Blanche, penyihir jahat yang memakan tumbal. Kaki cewek itu sembuh, tapi hilangnya seseorang di sekitarnya membuat ia kembali berpikir... Dimanakah cowok itu?