Jump to ratings and reviews

Matahari Tengah Malam

Zita menjadi besar dalam bayangan kakaknya, Amrita, yang cantik. Sejak kecil hanya Amrita yang dipuji cantik, sehingga Zita menjadi yakin, dirinya sendiri jelek. Dan itu terbuki dengan keberhasilan Amri memikat semua pria yang sebenarnya dicintai oleh Zita.Pandangan negatif terhadap dirinya membuat Zita menolak semua pendekatan, sebab dia tahu cuma orang-orang bego yang akan memilih gadis jelek seperti dirinya. Setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Zita akhrinya menjadi takut membuka hatinya untuk cinta.Karena itu dia melarikan diri ke cyberway, di mana dia bisa kencan dengan Rodi yang lembut tanpa harus khawatir akan ditolak, sebab Rodi tak pernah bisa melihat wajahnya. Tapi hal itu tak berlangsung lama. Rodi ingin melihatnya! Dia mendesak terus agar mereka bertemu. Zita dilanda keraguan. Dia sangat khawatir begitu melihatnya, Rodi akan memutuskan hubungan dan dia akan menghindar, berapa lama Rodi akan sabar menerima penolakan yang terus-menerus?Tengah dia bimbang begitu, mendadak muncul kembali seseorang dari masa lalu yang pernah dan rupanya masih dicintainya. Orang itu pun tampaknya ingin kembali padanya. Namun Zita tidak bersiaga ketika orang itu mengungkapkan sebuah rahasia yang sangat mengejutkan...

480 pages, Paperback

First published January 1, 1998

Loading...
Loading...

About the author

Marga T.

75 books82 followers
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
28 (23%)
4 stars
35 (29%)
3 stars
37 (31%)
2 stars
12 (10%)
1 star
6 (5%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 22 books477 followers
February 27, 2023
Ada yang hilang dari buku ini. Pertemuan awal Zita dengan Nuki, perkenalan Zita dengan Rodi, alasan kenapa Zita dan Nuki saling benci. Itu semua elemen penting yang harusnya ada tapi nggak ada. Jadi rasanya kayak "hah?" gitu, serasa baca dua cerita terpisah gitu, ada bolong besar di tengah. (Tapi dua cerita terpisah kalaupun sekuel mestinya tetap ada jembatannya).

Selebihnya seru dan asyik disimak. Ngenes sih nyimak isi pikirannya Zita, tapi maklum kenapa dia sampai ngerasa begitu. Oh ya, chemistry-nya Zita dengan Rodi juga kurang, kayak gak dijelasin ataupun digambarkan dengan proper kenapa dua orang ini akhirnya sama-sama nyaman (ya mungkin karena ada bolong soal perkenalan mereka tadi). Tapi untungnya chemistry Zita sama Nuki bagus. Ngakak kalau dua orang ini lagi ribut, walau aku nggak paham kenapa mereka ribut terus 🤣

Buku ini terhitung modern dibanding series Monik. Alur ceritanya lebih rapi, humornya lebih renyah, dan format bukunya juga lebih baik. BTW, apa semua tokoh novelnya Marga T itu dokter? Dan kayaknya semua ngumpul di Klinik SB ini ya 😁
Profile Image for Lelyana's Reviews.
3,454 reviews406 followers
January 3, 2018
Lupa jalan cerita nya, punya paperback nya sejak pertama terbit. Salah satu pengarang favorit aku dari negri ini.
3 reviews1 follower
Read
January 28, 2016
Cantik.. Itu bisa jadi keadaan fisik yang disadari banyak perempuan, tapi tidak bagi Zita.. Kalau di masa kini, banyak orang yang yakin akan keindahan rupanya sehingga banyak yang senang foto-foto sendiri (istilahnya: selfie), rasanya itu jauh dari keyakinan Zita. Zita yakin dia itu jelek, ga ada indah-indahnya, dan cuma orang di level yang sama yang bisa nyantol ama dia. Maksudnya, level yang melihat dia menarik mestinya ya yang otaknya agak miring, agak rendah gitu secara IQ.

Elroi Pakasa, laki-laki yang dikagumi Zita dan menghadirkan cinta di hatinya, hanya singgah sebentar saja. Tanpa diduga, Zita menemukan fakta bahwa Elroi tak mencintainya dengan tulus dan mendekatinya untuk membuat kakak perempuannya, Amrita, cemburu. Amrita, lebih dikenal orang sebagai Daria, adalah artis kenamaan ibukota. Banyak aktivitas di dunia hiburan dan berbagai penghargaan yang didapatnya seakan mendaulat Amrita sebagai wanita cantik penuh prestasi.

Zita bukan Amrita. Zita sering merasa iri terhadap kecantikan kakaknya. Ia melarikan dirinya berkutat dengan pelajaran-pelajaran dan menyibukan diri dengan ilmu kedokteran yang dijalaninya. Setelah ia menamatkan studinya di Amerika Serikat, Zita diminta membantu bisnis hotel ayahnya, Pak C.P. Burai. Di saat-saat itulah, ia bertemu dengan Ken Pika, anak dari calon donatur yang diharapkan membantu bisnis tersebut. Ketika ia mulai melabuhkan lagi hatinya pada pria ini, ia menjadi sosok yang kembali mengecewakan Zita. Ken Pika malah melamar kakaknya, Amrita.

Zita senang ikut tur dan menjelajahi berbagai daerah yang unik. Saya pernah membaca kutipan Paulo Coelho, kira-kira begini bunyinya, "Travel often. When you lost yourself, you get yourself." Pencarian ini rupanya dibutuhkan pula oleh Zita. Di buku ini diceritakan, ia pernah tur ke Machu Pichu, suatu kota yang berisi kebudayaan purba suku Inca di negara Peru. Selain itu, Zita diceritakan pernah ke Khyber Pass, suatu daerah yang menghubungkan Kabul dan Peshawar. Di Khyber Pass ini, ia bertemu Steve Caldwell, seorang sahabat yang menyamankan hati Zita, terutama setelah ia kembali ke Indonesia. Saat ia galau menghadapi pernikahan kakaknya dengan Ken, ia berniat "kabur" dengan mengikuti tur ke Skandinavia. Dan surpriseeenya adalah di tur ini ia bertemu dengan seorang Indonesia, yang menjadi rekan sejawat di tempat kerjanya.

Awalnya, Zita berpikir pria ini orang iseng karena terus menagihnya uang pinjaman saat tur di Skandinavia. Namun, ia malah seorang yang menarik, berbeda dari teman-teman cowok Zita yang juga bekerja dan menjadi sejawat di tempat yang sama. Nama pria ini adalah Nuki Titus. Zita menangani "Penyakit Anak" dan Nuki di bidang "Kebidanan". Dua bidang ini bertempat di lantai yang sama, Klinik Sabara-Birka, yang berlokasi di Puncak. "Pucuk di cinta, ulam pun tiba".. Yah mungkin karena faktor area kerja yang berdekatan, keduanya pun sering berpapasan, terutama sering 'bertabrakan' saat sama-sama sedang berjalan cepat di area lorong klinik. Perjalanan romansa Zita-Nuki bagaimana, yah dinikmati sajalah dengan membaca bukunya langsung.

Di buku ini ada banyak istilah kedokteran, mungkin karena saya memiliki latar belakang farmasi, istilah ini tidak begitu baru, tapi tentunya ini menjadi hal yang memperkaya pemahaman pembaca akan dunia kedokteran. Lewat "Matahari Tengah Malam" ini, kita jadi mengetahui sulitnya menjadi dokter, yaitu diagnosa. Jika terjadi kesalahan diagnosa, pasien bukannya sembuh, malah bisa mengalami komplikasi yang lebih parah. Ada berbagai kasus pasien yang ditangani Zita secara mendalam. Penanganan dan anjuran untuk penyakit-penyakit dalam buku ini bisa jadi ilmu baru juga untuk keluarga terkasih. Ide cerita baik sekali, alurnya sederhana dan mudah diikuti.

Secara penilaian rasa, saya kurang dapat greget indahnya romansa antara Zita dan Nuki. Mungkin Marga sensei terlalu menekankan pada Elroi sehingga porsi kedekatan Zita dan Elroi lebih dominan daripada Zita-Nuki. Yang saya maklumi dari kisah mereka adalah Nuki pribadi yang di luar ekspektasi Zita, tidak pernah dibayangkan untuk mampir di hatinya, malah seringnya bikin kesel, bukan deg-degan. Justru, emosi Zita dibuat campur aduk setiap berurusan dengan Nuki dan itu jadi turn point yang merubah perasaan benci jadi cinta (jatuh cinta amboi indahnya).. hehehe.. Mungkin karena novel lawas yah, jadinya beberapa perumpamaan saya nilai kurang bisa dimaknai sesuai tren saat ini (tahun 2016 gituh).. hehehe.. Juga ada beberapa kata yang tidak saya ketahui maknanya, seperti 'mengumpak'.. apa yah artinya, saya lupa teks lain yang mengiringinya.

Secara keseluruhan, buku "Matahari Tengah Malam" baik untuk dibaca penggemar novel-novel lawas. Yang ditawarkan Marga sensei adalah orisinalitasnya, di mana ia menulis dengan kreativitas yang didasarkan pengalamannya di dunia kedokteran.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Truly.
2,835 reviews13 followers
January 27, 2018
Jadi dapat banyak ilmu kedokteran. Maklumlah penulis ini juga berkecimpung.dalam bidang kesehatan.
Buat kids zaman now, mana paham rasanya menunggu.teman.chatt yg blm jg ol.
Profile Image for Christina Tirta.
Author 16 books47 followers
January 15, 2016
Sekali lagi, alur dan plot twist-nya emang sinetron dan drama abis but I like it. Nggak semua cerita drama ala sinetron aku suka. Biasanya malah aku lbh suka yg make sense.Tapiii, menyukai sebuah cerita itu emang murni selera sih :):).
Profile Image for sari.
107 reviews7 followers
March 1, 2011
Keseluruhan buku bagus, rekomended deh buat para penggemar Marga T, cuman itu aja sech, adegan dr. nuki dan zita kurang banyak
1 review
September 30, 2016
i love always love marga t, my mom have a lot of her books.. and i love every single of it.. but for me, this book is the best book she ever wrote.. alurnya, deskripsinya.. smuanya keren.. ga terlalu dokter banget, meskipun msh berkisar soal dokter.. i love marga t so much..
Profile Image for Mimma Y.
52 reviews1 follower
September 3, 2011
setuju banget ama yg bilang kisah cintanya kurang bangetttt
Displaying 1 - 9 of 9 reviews