Cindy tak pernah bahagia dalam hidupnya. Ia selalu merasa kesialan yang menimpa keluarganya disebabkan oleh keluarga sepupunya, Tatiana dan Tecla. Ia bahkan harus bekerja jadi bawahan ayah Tatiana. Ketika harus membuat sepatu untuk pernikahan Tatiana, Cindy bertemu dengan Patrick, si playboy yang suka mempermainkan wanita. Awalnya Cindy tak mau meladeni playboy tampan itu, hingga akhinya dia luluh pada rayuan Patrick.
Patrick memutuskan untuk tidak menganggap serius cinta sejak dikhianati oleh perempuan yang dicintainya. Lalu ia bertemu Ella, wanita misterius yang membuatnya penasaran karena sepertinya gadis itu tak jatuh dalam pesona rayuannya. Namun Ella ternyata menyimpan rahasia besar tentang hidupnya. Rahasia yang membuat Patrick harus mempertanyakan kejujuran wanita itu.
Setelah kebenaran terungkap, Cindy—yang semula mengaku bernama Ella—dan Patrick harus mempertanyakan apakah cinta sanggup menjadikan mereka orang yang lebih baik untuk satu sama lain.
Cindy sudah lama membenci keluarga Tatiana dan Tecla. Keluarga sepupunya itu sudah mengambil alih semua milik keluarganya, sehingga Cindy harus berusaha keras menghidupi dirinya. Kebencian Cindy dilampiaskannya dengan melempar sepatu pesanan Tatiana yang dirancangnya. Sayangnya sepatu itu mengenai kepala Patrick. Itulah pertemuan awal antara Cindy dan Patrick.
Patrick langsung menyukai gadis yang selalu jutek itu. Dia berusaha mengejar Cindy, meski Cindy menghindarinya. Cindy bahkan memberikan nama palsu, Ella, pada Patrick. Melihat usaha gigih Patrick, perlahan hati Cindy mulai luluh. Namun saat identitas aslinya terbongkar, dan Patrick marah, Cindy tahu dia dalam masalah besar.
Karakter Cindy dan Patrick memang tidak loveable. Tanpa alasan jelas dia membenci keluarganya sendiri. Kebenciannya begitu besar sampai terkesan egois. Padahal keluarga Tatiana berusaha membantu Cindy dan ibu tirinya. Sementara Patrick selalu menganggap Cindy sebagai properti miliknya. Ya kali ada orang yang mau dijadikan properti.
Tapi kisah retelling dari Cinderella ini lumayanlah untuk bacaan santai. Sepatu, aturan jam 12, ibu tiri, sampai rumah besar semuanya ada meski dalam versi yang berbeda.
Ok, cerita yang ini agak aneh. Krn banyak yg tdk sinkron. Ga spt novel terdahulu dari Astrid Zeng mengenai Ana-Michael; Phillip-Tecla; lalu Bella-Demetri. Karena awal dari alur novel ini lansung diperhadapkan dg emosi dari Cindy yg membenci Tatiana. Cuman gw ga bisa menangkap kenapa Cindy membenci keluarga dari Tatiana? Kalo hanya krn sedikit demi sedikit dia menjual harta peninggalan keluarga, itukan krn utk menghidupi dirinya. Jadi itu bukan alasan dari penulis membuat Cindy membenci keluarga Ana. Lain halnya kalo peninggalan keluarga itu diklaim secara diam-diam dan licik, maka wajar Cindy dendam sama Tatiana dan keluarga.
Kemudian ada Patrick, yang ceritanya lsg tertarik dg Cindy krn tingkah konyolnya dan omelan dr wanita yg membuang sepatu cantik hasil buatannya sendiri. Ok, masuk akal kalo Patrick awalnya tertarik krn body dari Cindy yang aduhai (versi dari Patrick) tapi stlh alurnya bagaimana ketusnya Cindy dlm setiap pertemuan juga buat gw lama2 sebel lho. Betul yg dibilang Patrick, kok tiap hari manyun&ngambek trs sih. Kayaknya jelek banget deh kalo wanita bertingkah kyk gitu:-(
Ditengah cerita terbongkarlah identitas palsu Cindy, sehingga Patrick marah besar. Cuman dr sisi mana yah yg bikin Patrick jd menjauh. Terlalu dibuat2 marahnya sehingga gw ga dpt feelnya.
Lalu di ending ceritanya itu, setelah ada kejadian marahnya Patrick krn identitas palsu Cindy terbongkar tiba2 membaik begitu aja. Tidak ada di satu session yg menceritakan bagaiman Patrick merasa hidupnya ga lagi sama tanpa Cindy sehingga memaafkan wanita itu. Ini lansung aja Patrick menyuruh Cindy menemuinya di gazebo tempat mereka bertemu&ada kejadian "malam pertama mendadak". Hellow, haruskah di taman? Yah, itu hak dari penulis sih. Tapi yg bikin bete, eh berantem lagi krn kebohongan Patrick. Yah, makin ga jelas deh ceritanya. Apalagi pernikahan mereka. Yah, namanya juga cerita sih tapi tolong agak masuk akal sedikit. Gimana mo nikah kalo mempelai wanitanya sama sekali tdk prnh fitting gaun, atau tdk tahu undangan yg datang atau minimal menentukan dekor dari pernikahannya.
Satu hal yg bikin gw bingung, dihalaman 46 "ada interaksi Patrick dan Cindy dimana disebutkan kalo Peter, kaka tertua Patrick, menikah dengan Sabina. Tapi dihalaman 180 malah disebutkan Peter menikah dengan Sonya...slh penulisan/slh dr penulisnya? Ada juga dibagian mana (lupa gw) klo Patrick disebut sbg Philliph
Ada beberapa hal yang aku gak paham dari novel ini.
Pertama, kemarahan Cindy pada keluarga sepupunya menurutku sama sekali gak berdasar. Dia membenci keluarga sepupunya hanya karena mereka lebih kaya dan berusaha membantu masalah ekonomi keluarga Cindy. Serius, aku gak habis pikir dengan ini. Kok bisaaaaaa gitu, lho. Aku rasa alasan itu bukan alasan yang tepat untuk bisa membenci seseorang. 😅
Lalu ada kalanya ketika Patrick marah pada Cindy ketika dia tau Cindy menipunya. Aku gak ada masalah dengan scene ini. Bagaimanapun juga, pasti rasanya sakit ketika tahu sudah dibohongi selama berbulan-bulan oleh orang yang benar-benar dikasihi.
Tapi sikap Patrick ini menurutku berlebihan. Daripada harus marah meledak-ledak sampai harus menjauh sejauh-jauhnya dari Cindy, kan lebih enak kalau diomongin berdua: apa sih alasan si Cindy bohong? Dengan begitu kan masalah keduanya cepat selesai. Toh topik kebohongan Cindy bukan suatu hal yang besar juga. Dan hubungan cinta antara Patrick dan Cindy juga hasil dari kekeraskepalaan Patrick yang ngejar-ngejar Cindy terlebih dahulu. Kalau benar Patrick jatuh cinta ke Cindy sejatuh-jatuhnya, seharusnya dia juga lebih toleran ke orang yang dicintainya. Ya, kan? 🤔
Dan yang lebih anehnya lagi, setelah marah besar dan menghindari Cindy selama berbulan-bulan, Patrick dan Cindy tiba-tiba baikan. Bingung aku jadinya. Maunya Patrick ini apa, sih. 😂
Walaupun banyak yang aku gak paham tentang premis yang ada di novel ini, tapi gak mengubah fakta kalau aku tetap menikmati membacanya. Kemampuan Kak Astrid dalam menyusun kata-kata emang gak diragukan lagi. Jempolan banget 😆. Membaca kata-kata dalam novel-novelnya (termasuk yang satu ini juga) rasanya kayak dihipnotis, gak bisa lepas. Ujug-ujug hari sudah berganti sore dan aku sudah berada di halaman paling akhir novel ini.
Marah adalah satu kata yang bisa kupakai untuk menggambarkan emosi tokoh wanita utamanya, Cindy. Cindy entah kenapa selalu marah, selalu judes, selalu menggerutu tanpa alasan. Mungkin maksudnya biar kayak di film Sassy Girl kali ya, tapi karena berulang-ulang dan di setiap adegan, rasanya aku capek juga dan bertanya-tanya ada gitu tokoh utama pria yang jatuh cinta sama perempuan macam ini😓 Aku juga nggak simpati sama rasa iri yang dia punya buat kedua sepupunya yang baik. Meski begitu, mungkin maksud penulis dia mau menggambarkan sesuatu yang mirip Cinderella, tapi biaa dikatakan ceritanya justru bertolak belakang. Menarik idenya. Aku menikmati membaca buku ini dan mungkin mau baca karya penulis yang lainnya.
okaayy.... ini memang penilaian 4* bias gara2 judul n nama tokoh utamanya #dilarangprotes ;))
tapi sebenarnya, ceritanya amat sangat layak untuk dinikmati kok. satu lagi kisah dari keluarga kakak beradik gunawan dan tatiana-tecla, kali ini tentang si adik bungsu patrick dgn sepupu jauh tatiana, cindy.
alurnya mengalir lancar, retelling dongeng cinderella modern tanpa ibu tiri jahat dan dua saudara tiri sirik, tapi masih lengkap dengan lonceng tengah malam dan sepatunya.
dua hal saja, pertama nama si playboy prince-nya PATRICK, membuatku malah terbayang-bayang bintang laut warna pink bercelana kolor ijo..... *sebentar, ngakak dulu saia* dan yg kedua, ehm... itu... adegan kipasnya... kurang romantis... dan kurang hawt... *lo pikir ini nopel mister grei* huehehehe...
yg pasti, lumayan banget untuk bacaan selingan yang ringan menyenangkan setelah dijejelin ide distopia gilak.
Uunch! Sukaaa, kayaknya si Cece author satu ini demen banget ama Disney & Love-Hate relationship deh ya. Abis telenovela ala Tecla-Phillips di serial sebelumnya Sleepaholic Jatuh Cinta dimana Tecla yang hobby molor banget yang kaya-kaya nya diadaptasi dari Aurora, sekarang giliran si Cindy yang iri abs sama sepupu-sepupunya dan harus tinggal dengan ibu tirinya, Cinderella sekali, eh?
Sebenerny masalahnya ngga peak banget sih ya, cuman yah namanya bohong kalau udah keterusan jadinya ya berabe. Si Cindy bohong soal namanya, dan Patrick sendiri bohong soal kejadian malem itu yang bikin Cindy ngamuk hebat—meski aslinya masih sayang sama Patrick juga. Saya sendiri suka banget love-hate relationship begini, apalagi bickering* kedua tokohnya, kesannya unch aja, sayang*an kan ga harus menye-menye terus ye?
Sukaaa! Awalnya nggak tertarik baca cerita ini karena karakter Cindy yg digambarin di novel sebelumya nyebelin banget. Tapi akhirnya karena bosen nggak ada kerjaan jd buka novel ini.
Amazing! Emang cece astrid nggak pernah mengecewakan! Awalnya aku yg kesel abis sm Cindy jd ngerasa ikut simpati sama dia, walau emang di lihat dari sisi manapun semua yg dia rasakan itu berasal dari rasa iri tp sebagai manusia kita pasti pernah merasakan setitik rasa itu, apa lagi kayak Cindy yg hampir seumur hidunya dihantui bayang2 para sepupunya ini.
Dan Patrick! Oh my! Kamu emang playboy sejati wkwk Cara Patrick yang never give up buat ngejer Cindy emang patut diacungi jempol, dia emng petarung sejati dan tipe keras kayak Cindy emng cocoknya sama org kayak Patrick!
Bumbu2 asamaranya juga pas, nggak lebay dan masuk akal. Walau aku masih ngerasa kurang sama momen romantis mereka tp it’s okey...
Jujur ya, ak ga suka banget sama heroine kali ini. Tema Cinderella yg penuh kebohongan. Cewe manja, penuh iri, dengki, dendam ke keluarga sepupunya hanya karena dia punya ego setinggi bintang. Useless heroine. Ga bisa masak, manja, ga bisa apa2 kecuali desain sepatu. Ini heroine dgn ego paling tinggi yg ak baca. Ga suka banget.
Dan anehnya dia bisa dapetin happy ending semudah itu. Emang aneh sih sama series ini, ga ada yg masuk akal, jd ak anggap aja sebagai entertainment, karena baca buku begini jgn pake logika, tar gila lu mencak2 karena ga sesuai sama logika lu.
Thanks to Fabian for saving this book from 1 star, for saying what I have wanted to say to Cindy. Soal mreka saling bohong sih ak udah menduga klo ga terjadi apa2 di antara mreka di malam itu. Keliatan si Fabian mah mempermainkan Cindy doang, tapi yowis, Cindy jg ga sepenuhnya polos.
Emm... nggak semanis cerita terdahulu, sih. Saat baca novel ini, saya belum baca kisah Tatiana maupun Tecla. Makanya, pada awalnya saya kira si Tatiana dan Tecla beneran jahat.
Ternyata.... cuma gara2 iri bin cemburu bin syirik sama kehidupan orang lain yang di mata kita lebih beruntung daripada kita.
Manis sih, walau ada beberapa part yang agak aneh.
Ini novel kedua Mbak Astrid yang kubaca Sebelumnya aku baca kisahnya Beatrice. Dan ternyata nama Bella ikut disebut disini. Jd penasaran dengan kisahnya Bella. Apalagi dengan latar kota Surabaya, jujur nggak kerasa Surabaya nya. Alur cerita cukup bikin page turner dan nggak kerasa ternyata udah mau akhir.
Plot ga jelas. Background cerita membingungkan. Karakter utama yg membenci keluarga tidak jelas berdasarkan apa. Plot cerita yg aneh, pada saat Patirck kembali ke Cindy. -maybe just not my cup of tea
1. Awalnya saya sedikit ilfeel dengan sikap Cindy yang seolah iri dan dengki dengan Tatiana, tetapi saat menjelang akhir ternyata diekskusi dengan begitu datar oleh Patrick. Mengapa harus Patrick yang menyadarkan kebencian Cindy pada Tatiana? Memangnya sebelumnya Ibu tiri Cindy tidak menjelaskan mengapa sampai harta dan kekayaan Cindy diambil alih oleh keluarga Tatiana? Sementara Patrick, hanya sekali memberitahu dan Cindy langsung tersadar?
2. Hubungan antara Cindy dan Mama Tirinya buat saya nggak ada feel sama sekali, justru malah nggak ada interaksi. Saya pikir, Mama Tiri Cindy sama jahatnya dengan Ibu Tiri di Cinderella, tetapi justru yang diperlihatkan malah Ibu Tiri yang lembut dan seolah rapuh. Dan saya bingung, memangnya kenapa kalau Patrick bertemu ibu tiri Cindy? Seolah Cindy ketakutan keberadaan Patrick diketahui oleh mamanya Cindy?
3. Sepertinya sosok Patrick di sini digambarkan secara tidak gamblang. Ada sosok tersembunyi dalam Patrick yang seperti tidak diungkapkan penulis. Seperti saat Patrick berubah ekspresi saat bertemu Cindy kurus ceking, dan membicarakan kebohongan Cindy-Si-Miskin? Dan apakah sosok ceria yang ditampilkan Patrick adalah kamuflase?
4. Dan... orangtua Patrick. Sebagai sosok yang ingin menikah dengan Patrick, Cindy sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan orangtua Patrick, bahkan saat berada di ulangtahun Patrick atau pernikahan mereka. Tapi saya jadi teringat, interaksi dengan mama tiri aja cuma sekelebatan, apalagi mama mertua.
5. Dan di cerita kedua dari Astrid Zeng yang saya baca (cerita pertama: Bella and The Beast), Tatiana kembali mengalihkan segalanya dalam cerita ya.
Sekian review dari saya yang receh ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Akhirnya menemukan buku yang bisa bikin nagih dalam satu kali duduk! *joget*
Awalnya melihat buku ini dan langsung excited untuk baca, bahkan tidak sampai berpikir lebih dari dua kali sebelum membawanya pulang. Dan setelah membacanya di pagi hari (dua jam sebelum ngantor) dan disambung malam-malam, baru bisa kelar juga ini buku~~ Kisahnya mungkin memang 'kebaca'. Bisa ditebak endingnya atau bahkan konflik-konfliknya dari awal sampai akhir, tapi tetap saja endingnya bikin meleleh! (Itulah yang bikin bintang ketiga tersemat.) Memangnya siapa yang tidak meleleh kalau mendapatkan ending seperti itu? (Untuk lebih jelas, silakan dibaca sendiri, rawan spoiler kalau dibahas lebih lanjut.)
Patrick Gunawan, adik dari Peter dan Philip Gunawan, playboy dan pemilik bar di banyak tempat, datang ke hotel milik keluarga Tatiana & Tecla (dua tokoh dari buku Astrid Zeng sebelumnya). Di malam hari, saat ia datang untuk merayakan malam bujangan Michael (calon suami Tatiana), dia justru mendapat hadiah tidak disangka-sangka dari seorang perempuan di atas kepalanya. Alih-alih merasa marah, dia justru terlibat ketertarikan khusus dengan si perempuan. Perempuan yang mengaku bersama Ella itu sempat mabuk dan membuatnya terlibat kesulitan. Kesulitan yang justru dia nikmati.
Cindy, sepupu Tatiana dan Tecla yang mempunyai bakat menjadi desainer sepatu, memendam dendam yang berkepanjangan pada dua sepupunya. Dia beranggapan kalau keluarga pamannya itulah yang membuatnya merana. Belum lagi seluruh harta kekayaan keluarganya sekarang dimiliki oleh keluarga pamannya, sedangkan dia terpaksa hidup dengan bekerja menjadi bawahan dari sang paman. Membiarkan dirinya disuruh-suruh oleh kedua sepupunya yang suka pamer. Dan berujung dengan kekesalannya membuat sepasang sepatu untuk pernikahan Tatiana yang banyak maunya.
Pertemuan mereka di malam sebelum pernikahan Tatiana berbuntut pada ketertarikan Patrick terhadap Cindy. Namun Cindy yang sudah tahu siapa sebenarnya Patrick, tidak memberikan nama aslinya dengan berbagai pertimbangan. Patrick yang penasaran mengejar Cindy terus menerus, sampai akhirnya kekecewaan Patrick mengetahui kebohongan Cindy.
Akhir bahagia jelas sekali bisa terdeteksi dari awal cerita. Dan kisah yang mirip dengan kisah Cinderella ini memang memiliki ending manis seperti dongeng yang satu itu. Walaupun typo bertebaran sepanjang isi buku (seperti buku penulis yang sama sebelumnya, typo-nya selalu sama), seperti yang kukatakan di awal, endingnya yang manis (dan bikin meleleh itu) membuatku menyematkan bintang yang ketiga. ;)
Dengan ini, habislah sudah saya membaca novel2 dari penulis ini. Dan saya selalu suka sama kisah2 mereka.. Yang bisa dibilang walau agak lebay, tapi enak dibaca. Kali ini menceritakan Patrick, adik bungsu Peter dan Philip bersama Cindy, sepupu dari Tecla dan Tatiana.
Cindy, yang benci terhadap Tecla dan Tatiana tidak sengaja bertemu dengan Patrick. Bisa dibilang ketemuannya juga gk wajar yaa.. Pas awal mereka ketemu, Cindy sebel sama Patrick yang playboy abis. Iya sama aja kya sobatnya si Fabian ini. Patrick sering gonta ganti cewek, tapi pas dia ketemu Cindy gk tau kenapa dia ngerasa penasaran sama Cindy. Karena selama ini cewe yang ngejar2 dia, tapi berbeda dengan Cindy yang jutek abis.
Makanya dari situ Patrick mulai ngeluarin jurus dia yang aneh2 buat ngeluluhin hati Cindy. Awalnya Patrick gk tau kalau Cindy ini sepupuan sama kakak iparnya, Tecla. Sampai akhirnya saat Cindy luluh, ada kejadian yang bikin Patrick marah besar. Dia ngerasa dibohongin sama Cindy.
Yaa inti cerita nya begitu ya, endingnya mah mereka married. Romantis banget malah.. Envy beraatttt...
Gue suka dengan mereka. Chemistry mereka tuh kuat banget. Cindy yang keras kepala, Patrick yang slengean. Cocok aja gitu yaa. Dan di bikin ketawa jg sama ulah mereka berdua, maupun dengan yang lain nya. Di sini bisa dibilang semua tokoh muncul ya. Ada Michael and Tatiana, Philip and Tecla, Bella and Demetrix, Fabian and *gue lupa pasangan Fabian* (bolak balik novelnya lg) jadi ya sebenernya disini tokohnya banyak banget. Tapi kerenn, yang ngerasa kangen ya bisa nostalgia sama mereka :p
Cindy and The Playboy Prince, novel keempat dari Astrid Zeng yang telah aku baca. Kali ini, penulis memilih dongeng Cinderella. Meskipun, di novel ini punya kisah yang agak berkebalikan dengan kisah Cinderella.
Cindy memang hidup dengan ibu tirinya, tapi ibu tirinya baik. Cindy bukan dari keluarga kaya raya seperti Tatiana, Bellatrix, dan yang lainnya, namun akhirnya dia bertemu seorang cowok yang kaya raya. Lalu, pertemuan pertama Cindy dan Patrick memang karena sebuah sepatu, sayangnya sepatu itu melayang, bukan ditemukan Patrick karena tergeletak, tertinggal di tangga.
Cerita kali ini cukup menarik. Banyak konflik yang tidak membuat bosan. Karakter Cindy yang egois, keras kepala, dan pendendam tampak hadir dengan rasa yang tidak menyebalkan. Jika aku belum mengenal Tatiana, Tecla, dan keluarganya, mungkin di awal cerita aku akan menganggap mereka telah jahat pada Cindy. Namun, karena aku sudah tahu seperti apa mereka, aku jadi penasaran kenapa Cindy begitu membenci mereka.
Cindy tak pernah bahagia dalam hidupnya. Ia selalu merasa kesialan yang menimpa keluarganya disebabkan oleh keluarga sepupunya, Tatiana dan Tecla. Ia bahkan harus bekerja jadi bawahan ayah Tatiana. Ketika harus membuat sepatu untuk pernikahan Tatiana, Cindy bertemu dengan Patrick, si playboy yang suka mempermainkan wanita. Awalnya Cindy tak mau meladeni playboy tampan itu, hingga akhinya dia luluh pada rayuan Patrick.
Patrick memutuskan untuk tidak menganggap serius cinta sejak dikhianati oleh perempuan yang dicintainya. Lalu ia bertemu Ella, wanita misterius yang membuatnya penasaran karena sepertinya gadis itu tak jatuh dalam pesona rayuannya. Namun Ella ternyata menyimpan rahasia besar tentang hidupnya. Rahasia yang membuat Patrick harus mempertanyakan kejujuran wanita itu.
Setelah kebenaran terungkap, Cindy—yang semula mengaku bernama Ella—dan Patrick harus mempertanyakan apakah cinta sanggup menjadikan mereka orang yang lebih baik untuk satu sama lain.
Saya berharap banyak sama Cindy dan Patrick. Memang sih plotnya bagus, pengembangan karakter Cindy juga oke. Cuma, saya kurang suka dg cara penulis memberi nyawa pada karakternya.
Awalnya saya ga tahan dengan cara pandang Cindy yg sempit dan terlalu childish. Masa Tatiana gini dikit, gitu dikit, Cindy uda mencak-mencak, 'pokoknya aku benci, aku dendam, dsb'. Sayangnya kebenciannya terlalu sering didialogkan dan Cindy jadi terkesan dangkal sekali. Sudah gede gitu loh, tapi kok masih juga dg pola pikir anak puber.
But, yah perkembangan karakternya terlihat sih, Cindy jadi mulai mendewasa. Cuma ya itu, agak ga sreg aja pas di awal kedengkian Cindy digambarkan kayak anak puber yg dilarang2 keluar sama ortu trus ngambeknya ya gitu-gitu tau sendiri kan?
Btw, ini seri terakhir ya? Ga ada lanjutan Tatiana dkk lagi? Saya lumayan ngikutin soalnya, jarang ada yg model adaptasi dongeng gini.
Membaca novel ini tidak butuh lama untuk mengahabiskannya. Karena ada godaan tersendiri ketika sudah membaca part awalnya langsung dibuat penasaraan dan bertanya akan nasib Cindy di tangan si playboy prince -Patrick.
Ini buku kedua yang aku baca dari karyanya Astrid Zeng setelah Pengantin Pengganti. Karena aku baca novel ini dalam bentuk cover baru yang cantik dan elegan karena sesuai dengan alur ceritanya. Ada sepatu kaca perbikahan yang menjadi awal pertemuan Cindy dan Patrick, juga ada gelas cantik -mungkin- itu pertemuan mereka yang menjadi awal bencana bagi Cindy karena ia pertama kalinya meminum minuman Alkohol. Rekomen banget deh bagi yg belum membacanya.
Pas lihat buku ini di Gramedia, gue langsung teriak... AKHIRNYAAAA terbit juga lanjutannya..!!!
Setelah kisah romantis bak fairy tale-nya Tatiana, Tecla dan Bellatrix, akhirnya muncul juga ceritanya si Cindy yang bak Cinderella.
Wajib baca bagi yang suka kisah romantis bak negara dongeng dengan cara penceritaan modern di dunia yang modern pula. Diwajib bikin ketawa, sedih dan geregetan sendiri :)
Kayaknya dari lini Amore, yang setia gue ikutin cuma tulisan Astrid Zeng ini doang deh. Walaupun bacanya random, nggak berurutan, tapi untungnya otak ini cukup prima untuk nyambung-nyambungin ceritanya antara buku yang satu dan yang lainnya. Hahaha. Kalau diurutkan, ini cerita favorit gue: 1. Bella - Demetri 2. Cindy - Patrick (Patricknya kocak sih, hahaha) 3. Eirwen - Fabian 4. Tecla - Phillip 4. Tatiana - Michael
Buku kedua Astrid Zeng yang saya baca setelah Pengantin Pengganti :) Emang yah, novel-novel karya Kak Astrid ini enak banget dibacanya, saya bahkan sudah selesai dalam waktu kurang dari 24 jam. Tapi, saya jauh lebih menyukai Pengantin Pengganti meskipun nggak bilang kalau ini nggak bagus.
Covernya cantik, benar-benar mewakili isi cerita (meskipun warna cokelatnya agak suram).
Sebnrnya crtnya bagus dengan clìched happy end. Namun ada trlalu byk tokoh2 lain dgn drama mrk masing2. Jd buku ini trkesan tdk fokus pada tokoh2 utama. Kurang heart-wrenching & greget. Saya ttp lbh suka buku Astrid yg Bella & the Beast.
beberapa konflik agak kurang jelas ceritanya. misalnya kenapa demitri berantem sama michael. trus agak gemes juga dengan kebencian berlebihan Cindy pada sepupu-sepupunya. tapi bagian ending novel ini sungguh bikin meleleh. patrick so romantic!
secara keseluruhan suka ceritanya, tapi kok ngga tuntas ya uhuk-uhuknya yang di labirin (LOL). Penasaran sudah masuk belum sih atau baru setengah ya. hahahahaha.......
kisah dr penulis astrid zeng ky kisah dongeng.tatiana (rapunzel),tecla (putri aurora),bella(belle),cindy(cinderella),semuanya keren baca berkali2 g bosen pa lg kisah tecla suka deh w