Jump to ratings and reviews
Rate this book

Blessed Heart

Rate this book
Jaime Hunter, seorang pemuda yang keluar dari kampung kecilnya untuk mendapatkan sesuatu yang berbeda dalam kehidupannya. Perjalanannya menuju ke Graceland dijalani hanya berbekal sebuah mimpi dan sebuah hati yang kaya. Seorang kakek pendongeng berjanji padanya, bahwa dengan berbekal hati yang kaya dia akan dapat menaklukkan dunia.

Kenyataan pahit terpaksa diterimanya. Mimpi dan semua harta yang dimilikinya hilang di tengah-tengah tanah asing yang tak dikenal. Hanya menyisahkan sebuah hati yang bertahan untuk tetap berjuang sendirian.

Sanggupkah sebuah hati yang tegar membawanya menempuh kehidupan yang berat?

1257 pages, ebook

First published January 1, 2013

6 people are currently reading
180 people want to read

About the author

Adam Aksara

13 books34 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
25 (36%)
4 stars
18 (26%)
3 stars
13 (19%)
2 stars
6 (8%)
1 star
6 (8%)
Displaying 1 - 30 of 40 reviews
Profile Image for Dewi.
177 reviews67 followers
April 21, 2013
Spoiler Warning ya :)

Capek adalah rasa yang tertinggal usai membaca ebook 700an halaman ini.
Saya capek liat banyaknya typo.
Saya capek baca kalimat beraura sastra namun gak kena.
Saya capek baca gombalan Jaime yang keju juga mindernya yang gengges.
Saya capek dengan ceritanya yang datar di 500an halaman aal.
Dan terutama, saya capek ngerasa capek #lho

But let me start from the beginning.

Jadi gini, satu bintang di review ini sesuai dengan definisi yg artinya: i don't like. My reasons are :

1. Settingnya gak jelas
Baik setting waktu maupun setting tempat.

At first, saya mikir ini di Indonesia (karena adanya nama tokoh semacam Joni dan Budi di awal cerita), namun selanjutnya saya sadar kalo salah.
Owkay...sepertinya Graceland yang jadi setting ini adalah tempat fiktif yang terletak entah di paralel universe ato di mana pun. Whatever.
Yang saya rasa sih sulit ngebayangin tempat ini. Graceland itu di mana? Virginia? Lalu desanya Jaime itu di ujung dunia mana sih? Seterpencil apa? Segitu terpencilnya ampe orang tua Jaime gak bisa menghubungi anaknya sama sekali? Gak ada sinyal telpon kah di sana? Meh....teman saya yang dari Puncak Jaya aja masih bisa berhubungan sama orang tuanya kok. Untuk pembaca kayak saya, yang daya khayalnya cekak, alangkah bagusnya kalo ada peta. *team penggemar peta di buku fantasy*

Setting waktunya juga gak jelas. Mestinya sih di masa depan setelah 2012. Dan di beberapa bagian mungkin bisa dipercaya. Tapi....di beberapa bagian lain kok saya ngerasa settingannya kuno sih?
Masih ada gitu kota besar di mana burung berkicau setiap pagi dan pohon tumbuh di kiri-kanan? Belum lagi....ada musang yang suka mencuri ayam? Serius....di kota besar masih ada musang?(ebentar...itu Graceland kota besar bukan sih?)

2. Teknik Penulisannya

(sebenernya teknik bukan istilah yang tepat, karena saya toh juga bukan orang yang jago hal teknis. Tapi biarlah saya pake istilah itu sampe otak saya sukses nemu istilah lain)

- Ayo kita mulai dari POV-nya dulu

Saya udah sering bilang kalo saya suka sama cerita dengan gaya POV apapun. Dan saya juga suka dengan buku yang pake multiple POV 1 (kayak Antologi Rasa).
Tapi saya bermasalah sama buku yang seenaknya campurin POV 1 dan POV 3. Mending kalo perpindahan POV-nya smooth dan terstruktur, ini mah seenak-enaknya aja pindahnya. Kapan penulis merasa perlu pindah, ya dia pindah aja.

Contohnya nih di halaman 63. Adegan si Jaime bernarasi. Lalu di paragraf berikutnya, dengan gampangnya cerita pindah ke POV 3, bercerita tentang Patrick (bukan yang spongebob itu *gak ada yang mikir gitu juga woy ) dan paragraf berikutnya kembali ke Jaime.

Dan itu baru satu contoh. Masih buanyak adegan pindah-pov-seenak-hati. Iyeu naon sih? Ini si penulis sebenernya pengen orang baca buku ato naik bajay sih?

Dan penggunaan POV 1-nya juga gak konsisten. Contohnya waktu Jaime bernarasi dan bilang : "...dia menatapku dalam diam dengan hati yang berat."
===> Heh??? Kok tahu kalo hatinya berat? Situ timbangan bisa ngukur hati orang? Gak sekalian ukur cinta? #sakarepmuWi
Tapi serius deh, kok Jaime tahu si dia merasa berat hati? Dan ini bukan satu-satunya saat Jaime dibikin sok tahu gini. Bagian ini gak akan aneh kalo aja cerita dibikin dari POV 3, tapi karena penulis maksa pake POV 1 jatohnya aneh.

- Dari POV, mari pindah ke typo.

Ya astaga dragooonnnn! Ini typo-nya bikin saya jadi mendadak relijius gitu gegara banyak istighfar. Bok! Saya sih tipe orang yang penuh
toleransi-gemah-ripah-loh-jinawi (apasih!) kalo urusan typo, tapi kalo typo-nya di setiap halaman, ya capek juga, cyin.

Dan pada beberapa kasus, rasanya bukan cuma sekadar typo, tapi emang penulis gak tau kata yang bener tuh apa. Contohnya : "sebuah senyum tersinggung di bibirku". Kalo senyuman itu yang bener tersungging, mas.

Lalu yang bener itu memesona bukan mempesona, memerhatikan bukan memperhatikan, memerkosa bukan memperkosa, memercayai bukan mempercayai, terus...apa lagi ya? Males ubek-ubeknya X).
Saran sih sebaiknya Aksara baca lagi tentang pemakaian imbuhan. Mungkin memang cuma hal "kecil", tapi mengganggu.

Lagipula kalo sasarannya ke penerbit, percayalah naskah yang rapi lebih disukai oleh editor. Bayangin aja, naskah situ udah saingan tebel sama daftar utang-nya Donal Bebek, penuh typo lagi. Yasalam....kalo saya yang jadi editor mending baca naskah lain deh. Sayang kan, padahal ide ceritanya bagus.

- Diksi dan Kalimat-kalimatnya.

Bagian ini tuh...Urg....Aaarrgghhh...Gemana ya jelasinnya? Berasa basi dan bikin capek bacanya.
Dibilang kalimatnya modern, sesuai gaya bahasa kontemporer ya nggak. Tapi dibilang sastra yaa gagal juga. Campur-campur gitu deh. Mbok ya dipilih satu gaya bahasa yang konsisten. Besides..kalo mo pake gaya bahasa sastra, kudu hati-hati juga ya. Gak semua penulis punya bakat seperti Andrea Hirata yang bisa menyajikan kalimat puitis, lebay tapi tetap indah dan humoris.
Padahal Adam Aksara punya gaya bertutur yang enak sebenernya asal dia bisa menghilangkan kecenderungannya bersastra (gagal) aja.

Dan kalimatnya pun suka ribet. Kayak gini nih contohnya :

"Akan tetapi mengingat apa yang baru saja terjadi rasanya cukup menyakitkan juga untuk menerima kebenaran bahwa aku adalah benar-benar bukanlah baptisan"

ato ini :

"...dan Rei tidak dapat menyembuhkan lebih jauh. Tidak nantinya Jushin akan membantu siapa pun juga jika bukan karena cucunya menangis meminta pertolongan."

Otak saya emang panci kok. Jadinya saya lumayan terpana ketemu kombinasi semacam "adalah benar-benar bukanlah" dan "tidak nantinya".
Yah...tolong gitu lho Mas Aksara memerhatikan kesejahteraan manusia berotak panci kayak saya dengan menyederhanakan pilihan katanya.

Lalu ada yang kayak ini :

"aku segera menembak mereka di bagian kaki mereka."
===> Teeeetttt! mengulang kata mereka

Dan ada apa sih antara penulis dan kata "sejak"? Kok cinta banget sama kata itu? Saking cintanya sampe penggunaannya jadi gak tepat seperti di bawah ini :

"Ia tidak akan dapat melakukannya sejak akulah yang memberimu attunement dan energiku."
"Aku akan membayarmu di muka sejak Xian mempercayaimu tentu aku dapat mempercayaimu.”
"Apa pun mungkin terjadi sejak banyak yang membenci BtP"
Dan masih banyak lagi penggunaan kata sejak yang salah tempat.

- Gaya Bahasa Telenovela

Huaaa....ini juga satu hal yang bikin capek. Please stop all that telenovela style in the conversation. @aMrazing pernah menyarankan kalo bikin dialog itu cobalah bayangkan gimana penggunaannya di keseharian. Saya sih setuju dengan saran itu. Walopun dalam kasus buku ini, saya setuju dengan saran @aMrazing karena saya eneg baca gombalan telenovela-nya.

Kayak gini:

- "Nadia setiap jiwa dan ragaku sudah menjadi milikmu sejak aku mengenalmu,”
- “Kamu sungguh cantik, katakan padaku kamu bukanlah bayangan semata karena aku takkan pernah melepaskanmu.”
- “Aku bukan tipe pria yang puas dengan sebuah ciuman saja. Aku akan menerkammu habis-habisan.”
- “Gris, jika kamu melakukannya lagi. Aku akan menelanmu bulat-bulat,”

Telenovela kan? Coba deh tambahain nama Jose Armando ato Rodolfo ato Maria Mercedes di kalimat-kalimat di atas, udah cocok tuh.
Lagian berapa juta orang sih yang Penulis kenal yang pake kata "menerkam" dan "menelan bulat-bulat" di percakapan langsung? Hari gini gitu lho. Kalo saya sih, dengan bangga saya jawab : gak ada!

Dan saya setuju sama siapa pun yang kemarin sempat komentar soal "DUAR" sebagai bunyi ledakan bom. Gak cocok emang. Tiap baca kata
"duar" di buku ini, yang kepikir sama saya adalah : "Eh ban bajay mana yang meletus tuh?"

3. Logic check

Dibilag logic check sih gak cocok ya. Karena mungkin cuma logic saya yang bermasalah di sini. Tapi emang ada beberapa aspek yang susah saya pahami dari buku ini. Misalnya :

- Di bab awal waktu Jaime bercerita tentang hujan energi yang mengubah dunia. Dikisahkan limpahan energi yang membanjiri bumi membuat banyak peralatan elektronik padam, tapi sebelum itu dibilang berita tentang hujan energi ditonton di TV?o_O? Emang jaman itu TV pake apa sih? Tenaga air? #kaliaja

- Lalu laptop secanggih LXX.
Eng...emang canggih banget ini laptop kalo dibaca. Tapi kalo dibayangin, langsung kerasa mustahilnya. Bakal seberat dan segede apa tuh laptop kalo speknya secanggih itu? Mending PC deh. Harganya pun ridiculously expensive.

- Trus ini settingan masa depan kan? Kok bisa-bisanya gak ada layanan delivery untuk pembelian wine seharga....(entahlah harganya berapa, pokoknya menurut penulis, harga wine itu sukses ngajak miskin si Jaime-nya). Like seriously?
Kagak usah di masa depan. Hari gini aja saya bisa delivery dari warungnya Babah Liong padahal saya cuma beli terasi sebungkus. Now you're telling me there's no delivery for such thing as a rare and expensive wine?
Dan makin terasa konyol karena di halaman belakang, si Jaime bilang : "zaman sekarang, selama ada uang apa pun bisa diantar hingga ke depan pintu.". Kontradiktif dong.

- Kalimat di halaman 228 : "...membuka pakaian yang basah dan melihat luka-luka lecet serta memar di tangan dan punggungku" ===> bisa ya ngeliat luka lecet dan memar di punggung? Si Jaime punya mata di punggungkah? Ato kepalanya bisa muter 180 derajat? Saya pasti ketingalan info ini

- Kalimat di halaman 233 : "aku merasa pusat gelombang energi di dalam diriku berpusat di hati atau tepatnya terletak di tengah-tengah dada."
=====> Huh? o_O7
Yah sebenernya hati itu di perut kanan atas (Ow...I know I'm such a douche for stating this again ;p). Kalo pun hati yang dimaksud itu jantung, letaknya pun bukan di tengah dada. Kecuali si Jaime-nya menderita kardiomegali aka pembesaran jantung.

- Lalu di halaman (entah berapa), ada kalimat : "aku menggigit rahangku". Err...seriusaann? Orang bisa gigit rahangnya sendiri? Saya ampe googling demi memastikan rahang versi saya sama dengan versi umum.
Alhamdulillah sama.
Jadi gini, mas Adam, rahang itu penjelasannya kayak ini. Gimana caranya si Jaime bisa gigit rahangnya? Mungkin maksudnya bibir?

- Ada salah satu adegan Jaime tertembak dan Nadia disuruh menjahit lukanya.
Euh penanganan luka tembak gak gitu, Om. Coba googling deh.
Saya paham kalo Nadia dan Jaime itu orang awam, tapi ya sebagai awam tindakan yang masuk akal itu ke RS. Membersihkan luka (apalagi luka
tembak) sendirian, lalu ngejahitnya sendiri juga termasuk ceroboh.

- Dan ada yang bisa jelasin ke saya gak apa sih pentingnya sebuah topeng?
Kenapa cuma gegara diajak ke toko topeng (trus dibeliin topeng), si Jaime norak-norak bergembira gitu?
Apa di masa depan topeng jadi fashion item yang
lebih gaya dari tas Hermes-nya Syahrini? Jadi di 2020 gitu Syahrini bakal ber-instagram foto pake topeng dengan hestek
#begitulah_jika_alam_sudah_berbicara #semua_akan_senada_seirama #keindahan_itu_nyata_adanya gitu?
Dan instead of nulis #privatejet, dia bakal nulis #privatetopeng?
Dan kenapa saya bawa-bawa Syahrini mulu sik? Hih! #KeplakJidatAnang

Etapi seriusan, saya gagal paham alasan euphorianya Jaime cuma karena topeng.

Banyak lagi deh hal-hal yang gak konek sama otak teflon saya ini, sayangnya saya lupa (namanya jg otak panci). Jadi sudahlah, segini saja yang mampu ditulis. #UdahKebanyakanJugaSih

4. Too Much Information (dan filler)

Sebenernya review lain udah banyak yang ngebahas ini, jadi singkat aja.

Tapi 2 hal yang paling nempel di otak teflon saya adalah penjelasan tentang sejarah Margarita dan biografi Gris dan Angelina.

Why? Kenapa ribet nulis sejarah margarita ampe cara bikinnya kalo toh gak ada signifikansinya dengan cerita? Mungkin ada sih yang senang dengan info ini.
Buat saya : kalo novel loe 300an halaman sih ya silakan aja nambah 1-2 filler, tapi untuk novel sepadat ini mending gak usah deh. Masih banyak yang lebih penting diceritain daripada margarita.

Lalu soal latar belakang Gris dan Angelina, perlu banget ya saya tahu sejarah hidup mereka padahal kemunculannya sepanjang novel bisa dihitung jari?

Menurut penulis, ini karena kedua tokoh itu akan berperan di buku ke-2.
Yaaa....ntar ajeeeee di buku kedua baru dijelasin. Liat dong JK Rowling. Di buku Harry Potter 1 dia nyebut nama Sirius Black 1x, di buku ke-3 langsung pegang peran penting. Jadi kan dia gak nambah-nambahin info gak relevan di buku 1.

5. Karakternya

Saya bisa toleransi sama cerita yang panjang, muter-muter, cheesy abis selama karakter-karakternya likeable (menurut saya). Dan sayangnya, selain Michelle (yang sebenernya annoying juga), gak ada karakter di sini yang "kena" sama saya.

- Michelle : Like I said, dia yang paling mending dari tiga karakter utama. Dia jahil, iseng, dan yah dia penghidup suasana. Thank God masih ada karakter seperti dia. Cuma yah clingy-nya itu ngeselin sih.

- Nadia : Errrr......cewek 1 iniiiiii. Membosankan sekali karakternya. Cemen, lemah, aura lolita polos gitu tapi eerrrr.....nyebelin. Dan dengan perannya sebagai The perfect Copier, saya pikir dia punya kekuatan spektakuler apa gitu, ternyata datar.

Besides, ini cewek entah polos ato bego deh, kok gampang banget sih kena digombalin? Baru juga sekali ketemu, digombalin terus langsung klepek-klepek aja.

Iyaa...digombalin kayak gini : "Dan kamu baru saja berhasil mencuri hatiku serta membuatku tergila-gila padamu. Kamu boleh memiliki hatiku selamanya, karena aku dengan rela meninggalkannya untukmu."

Ealaaaahhhh....baru ketemu, dek. Mukanya juga belum ketauan, namanya juga gak tahu. Diseriusin amat sih. Gak usah ditanggapin serius deh.

Dan labil amat siihh. Nih ya, di 1 scene Nadia bilang gini ke Jaime : “Kalau begitu jangan nikahi aku, karena kamu akan mati nantinya" laahhh....di halaman yang sama, malah bilang gini : "Jika kamu mencintaiku maka nikahilah aku dan aku akan menjagamu". Jadi sebenernya situ mo dinikahin gak sih? Konsisten doongg. #gregetan

- Jaime : Oh. My. God. (tuh kan bener kadar religius saya nambah gegara buku ini).
Dari semua karakter, si Jaime-nya yang paling gak nahanin. Saya gak ngerti ini tokoh sebenernya umur berapa. Mestinya sih sekitar 20 something (ato malah 30 something?), tapi saya nangkapnya mah dia anak remaja belasan tahun yang masih labil.

Ada saat dia minder banget, merasa diri gak pantas dengan Nadia karena dia cuma bartender sedangkan Nadia baptisan (btw saya gak nangkap kenapa Jaime kudu segitu minderya. Sekeren apapun baptisan, mereka masih manusia kan?).
Tapi nanti ada saatnya dia jadi makhluk over PD yang ngeselin. Belum lagi hobinya tebar pesona kemana-mana (dan saya gagal nangkap pesonanya apa). Tapi si Jaime mo dibilang playboy juga ya gagal secara aura-nya gak muncul.

Pokoknya yang saya tangkap cuma si Jaime disukain banyak cewe. Itu pun karena ketertarikan para cewek diceritakan dari sudut pandang Jaime, saya jadi mikir kalo ini mah GRnya si Jaime aja.

Dan gombalnya itu, ya alakazaammm, FAIL bangeeettt. Semua gombalan keju
sekeju-kejunya. Saya udah copas beberapa contohnya di atas, dan kalo kamu udah eneg bacanya, nah bayangkan gombalan semacam itu tersebar sepanjang 700 halaman. Yuk marii, silakan eneg bareng saya.

-Chemistry

Overall sih, buat saya unsur ini yang paling gagal. Saya gagal nangkap apa istimewanya Nadia ampe Jaime rela mati gitu demi dia. Saya juga gak dapat alasan kenapa Nadia ngerasa Jaime segitu istimewanya. Dan cinta yang diklaim mereka berdua sebagai cinta yang begitu besuaarr? Yeah....datar aja buat saya.

Dan bukannya bersimpati, terharu, melting ato apalah itu saat scene Jaime-Nadia, saya malah bosan. Kayak gini contohnya :

- "Tapi aku tidak akan sanggup hidup jika tidak dapat memilikimu, tuan putri."
===> Saya : Ya udaaahh. Gak usah hidup lagi aja sana. Biar cepat kelar nih buku, kebosanan saya berakhir dan janji saya cepat lunas.

- "Engkau sudah mencuri hatiku sejak pertama kali kita bertemu dan menyiksaku terus menerus dalam bayang dan mimpiku.”
====> Saya : Rasain! Emang enak ampe mimpi juga kesiksa?

- "Nadia, saat ini aku mencintaimu sepenuh hatiku, tapi aku tidak berdaya dengan semua kondisi yang sedang kuhadapi. Aku hanya dapat membohongimu terus menerus.”
====> Saya : Ya kalo nggak berdaya, loe pergi dong buruan.

- "Aku mencintaimu dan aku tidak akan melepaskanmu."
====> Saya : Terserah loe aja dah.

Dan di titik itu saya sadar, kalo saya beneran gak peduli apa yang terjadi dengan cerita ini. Saya gak peduli gimana nasib Jaime, Nadia bahkan nasib dunia Blessed Heart.
Yang saya pedulikan cuma buku ini cepat selesai dan saya tahu apa sih twist di akhir buku yang dihebohin reviewer-reviewer lain.
And for me, when a reader doesn't care at all about the hero/heroine's story then that book is doomed (for me).

6. Ceritanya itu sendiri

Eng mungkin ini mestinya masuk ke karakter Jaime ato ke bagian lain (entahlah), tapi saya males scrolling ke atas. So di sini aja ya : Saya jenuh banget ngeliat si Jaime diplot bisa semua kekuatan.

Baptisan tukang nyetrum? Jaime bisa. Baptisan yang jago ngilang? Dia bisa juga. Baptisan yang bisa ganti wujud? Jaime jago deh.
Kalo pun di akhirnya dibikin cerita kalo Jaime itu titisan dewa dan ternyata dia yang ciptain dunia dan sekalian nulis ini buku, saya sih gak bakal heran.

Rasanya kok kayak pengisi plot yang bolong sih. Si penulis mentok bikin Jaime lepas dari masalah? Ya udah. Bikin aja Jaime punya kek baru kekuatan baru, kelar deh masalahnya. Gitu mulu plotnya

Saya juga sepakat dengan review lain yang bilang awal ceritanya bosenin banget. Lebay, muter ndak jelas, penuh tanda tanya dan baru menarik di 200an halaman akhir. Itu pun bukan tipe yang menarik-ampe-gak-bisa-lepas. Cuma sekadar menarik karena beberapa hal mulai terbuka.

Jadi bayangin betenya, setelah saya bela-belain baca ampe akhir, hanya untuk tahu bahwa semua konflik di buku ini dimulai dari seorang kakek yang berkata "Bukan".

Iyaa beneraaaaannnnnn.
Ceritanya si kakek ini difitnah dan bukannya menyangkal lalu kasi penjelasan, sang kakek cuma ngomong 1 kata itu dan diem aja melihat semua kehancuran akibat diam-nya. Halaaaaaaaahhhhhhhh (_ _")

Dooohhhh kakeeeeeekkkkkkkkkk, saya ngerti sih kalo dikau pengikutnya Harry Moekti yang emang demennya hanya 1 kata (wait...Did I just reveal my age by mentioning Harry Moekti? Shoot!), tapi ya nggak gitu juga dong ah. It's sooo stupid. You could have said something before and save me from reading all these ridiculous shit.

Saya pernah baca entah di mana, penulis menyebut pembaca yang sukses menamatkan buku ini sebagai The Brave.
Dengan segala hormat, buat saya mereka yang berhasil menamatkan buku ini bukanlah the brave, tapi the patience (orang yang sabar ngelewatin semua kekejuan dan tanda tanya itu) ato the cuek (orang yang cuek dan lempeng aja dengan semua tanda tanya di awal buku) #halahistilahnya.
Sayang saya bukanlah keduanya.

Alasan saya nuntasin baca karena sudah janji sama seseorang (walopun dia juga udah gak peduli sih sama janji saya #bhahak #biarin_sih #MerasaBerutangEuy) dan karena prinsip pribadi yaitu : "Sekali front cover terkembang, pantang mundur sampai back cover terlampaui". #SakarepmuWi

And so, setelah nuntasin baca, saya bisa bilang kalo buku ini berangkat dari ide yang bagus. Setting dunia baptisan dan intrik-intriknya itu menarik, juga pengembangan konfliknya. Sayang aja, eksekusinya kacrut gitu. :|

Kalo aja buku ini diedit dengan lebih baik, typo dibenerin, filler dipangkas, bahasa dibikin lebih kunyah-able, pov diberesin, maka ini bisa jadi salah satu novel fikfan indo yang keren bgt. And I would very much like to read a better version of this novel in the future.

Good luck ya.
Profile Image for Funzee Shu.
932 reviews107 followers
March 3, 2013

description
Finally.....
Be ready,"babe".....


Feb, 17, 2013
Akhirnya kelar jugaaaaaa !!
http://www.smileycodes.info

Fyuuuuh….
Jujur, gw terkagum-kagum pada diri gw sendiri karena berhasil menyelesaikan buku yg jumlah halamannya amat sangat “mengintimidasi” ini,hahaha

So, am I "The Brave" now ? http://www.smileycodes.info

Oke, sebelum gw nyerocos soal ni buku, gw mau buat "pengakuan” dulu secara terbuka…

Jujur, ketika pertama kali di tawari sama authornya, gw sempet “memandang sebelah mata” pada karyanya – jahat yah gw…

Apalagi pas gw liat jumlah halamannya yg bikin mata melotot mw copot !!
Yg terbayang adalah – sanggupkah gw menyelesaikannya ?
Apakabar ntar dg mata indah gw yg cemerlang ini – baca : BOLOR !!! – ketika harus berjuang membacanya ?

Dan semangat gw yg sudah kembang kempis itu kembali terjun bebas begitu – nekat – membaca prolog-nya yg lebay abis itu…
Oh….langsung ilfil seketika !!

Melirik author sambil say “Sorry…” – karena ternyata, stlh selesai membaca hingga tuntas, itu prolog jadi terasa “gak parah2 amat”, cz pd dasarnya prolog lebay mendayu itu “merangkum” fase perjalanan emosi si hero kita dalam buku ini.
http://www.smileycodes.info

Gw bahkan udah “berniat” untuk gak membaca buku itu sama sekali, mengabaikannya – toh gw kaga kenal ini ama authornya – gak ada “keterikatan” di antara kita – gak ada kewajiban gw buat ngelarin baca tu buku – ya kan ?? iya kan ?? kan ??

Mulai mencari pembenaran diri...

Tapi suatu hari – entah setan mana yg membisiki – tiba2 gw “memandang lain” draft buku ini yg sudah semingguan lebih “duduk manis” di reader gw…

Sebuah bisikan memenuhi kepala gw…

“What are you afraid of ? Its just “a book” !! Apa buruknya ? Baca lah ketika hatimu merasa siap dan mood-mu sdg baik – beri buku itu kesempatan….toh ga ada ruginya….takut apa ?”

Xian banget yah kesannya, Lol…pdhal gw belon baca loh bukunya !
description
Engkong Xian emang “Juara” deh – sayang udh ompong, coba 30 th lebih muda - Kek begini -
description
bisa galau deh gueeee…


Abaikan pic dan komen di atas !!

Dan…
Seminggu kemudian, gw mulai membaca buku ini, dari awal lagi – layaknya org yg baru pertama kali membacanya.

Oh,dan…apakah gw nyesel nerima permintaan utk mereview ni buku ?
Apakah gw nyesel karena udah “menunda” membacanya ?


Utk tahu jawabannya, silahkan baca ripiu gw di bawah ini sampai habis…
Maaf bila terlalu panjang dan “mengular” – mungkin ini akan jd ripiu terpanjang dari buku yg satu ini…
So, be ready !!
http://www.smileycodes.info

My review…

Prolog…

Ini kisah ttg "pencarian" sebuah hati...

“Sebuah hati yang memiliki keberanian yang tak tergoyahkan.”

“Sebuah hati yang jujur dan tabah dalam menjalani berbagai rintangan kehidupan.”

“Sebuah hati yang memaafkan dan menerima keadaan yang ada.”

“ Hati yang selalu sederhana dalam memiliki kekuatan atau kelebihan sebesar apa pun juga.”


...a Blessed Heart...

Sebuah hati yang kaya, akan membawamu ketempat-tempat yang tidak akan pernah kamu bayangkan...


Pasca “Hujan Energi” yang tercurah ke bumi pada akhir tahun 2012, banyak – tidak semua - manusia yang secara tiba2 dan mengejutkan jadi memiliki kekuatan super power yang menghebohkan.
Mereka yg memilik kekuatan super ini dipanggil dengan nama “Baptisan” – atau “Blessed People” - orang-orang yang terbaptis.

Sayangnya, tidak semua orang yg ”ter-baptis” berubah menjadi “pahlawan pembela kebenaran”, tergantung dari sifat dasar manusianya sendiri.
Ada yg memakai kelebihan mereka dg “bijak” dan tak sedikit yang menggunakannya dg melakukan “kejahatan”, maka….sudah bisa di tebak apa yang akan terjadi selanjutnya – kekacauan hebat melanda seluruh penjuru bumi.
Kejahatan terjadi di mana-mana, membuat suasana menjadi mencekam.
Dan dunia diambang kehancuran hingga akhirnya secara resmi dibentuk sebuah organisasi elit di bawah pemerintahan internasional untuk mengendalikan keamanan dunia.

Maka, di bentuklah pasukan khusus para baptisan yg bekerja sebagai penjaga keamanan dunia - yg di beri nama BtP (Blessed to Protect Special Force).

description
"Sejak awal, hidupku adalah sebuah kebohongan…"


Kisahnya sendiri bermula dari seorang pemuda biasa dari kampung yg miskin bernama Jaime Hunter - yang ingin mengubah nasibnya – masa depannya – dengan meninggalkan kampung halamannya menuju dunia baru demi mimpinya menjadi seorang anggota “BtP”.

Siapa sangka sang takdir seolah mempermainkan nasibnya, alih2 menggapai apa yg ia impikan, Jaime justru terpuruk dalam kekecewaan – di tolak mentah2 menjadi anggota “BtP” dan harus banting stir jadi bartender di kafe – yg mirisnya sebagian besar pengunjungnya adalah para "baptisan" !

Roda nasib kemudian membawa Jaime mengalami berbagai peristiwa penuh kejutan dalam hidupnya – peristiwa yang kelak akan mengubah seluruh kehidupannya secara drastis dan dramatis dan kisah cinta yang tragis !! *yg membuat gw “memiris” – Oh how I HATE this word A LOT !!! – menatap jengkel pd authornya*
http://www.smileycodes.info

Jaime yang “bukan siapa2”, siapa sangka kelak akan menjadi tokoh utama dalam kisah kehidupannya sendiri yang - OH MY GOD – sungguh di luar dugaan !!!

Siapakah sebenarnya Jaime ini ??

Kalian harus membacanya sendiri kalau ingin tahu…
No spoi about the story !!! *mlengos sekseh*
http://www.smileycodes.info

Ketika gw lagi nulis ni ripiu - tiba2 gw teringat akan perkatan yg kerap kali di ucapkan oleh Biksu Thong Sam Chong dalam serial silat legendaries “Kera Sakti”….

“Kosong adalah isi, isi adalah kosong”


Well, tidak selamanya hal yang terlihat oleh mata atau yang terjadi di kehidupan kita tergambar secara gamblang dan nyata.
Ada misteri yang tersembunyi di balik setiap kehidupan dan keputusan yang kita buat. Dan misteri itu sepenuhnya adalah milik dan hak prerogative Dia – Yang menguasai sekalian alam, Khalik langit dan Bumi.
Belum tentu sesuatu yg “tampaknya” tak berguna – hampa – tidak bisa menjadi sesuatu yang mengubah nasib seseorang – atau bahkan dunia ?

Begitu pula dengan apa yang terjadi pada hero kita yang satu ini, Jaime…..
Pada awalnya dia hanyalah NOBODY, but in the end…He turn to SOMEBODY – The “Real Hero” – The “MONSTER” !!!!

Gw suka banget dg cara si author membangun kisah kehidupan Jaime yang berawal dari sosok pria lemah tak berdaya minderan – dan secara perlahan membawa kita – pembaca – melihat proses perubahan Jaime dari NOBODY to SOMEBODY, dari NOTHING to SOMETHING, dari ZERO to HERO !!
From “Sweet Guy” to a MONSTER !!
The REAL monster
, indeed !!

Pelan – awalnya terkesan “lamban” – lebay – namun kemudian – perlahan tapi pasti meningkat hingga pada akhirnya menanjak – mengikat – membuat pembacanya “terhanyut” – “tenggelam” dan…berteriak histeris dengan endingnya !!!

Asli gw pen nabokin authornya...

It’s so damn cool and impress me much !!!!

Gw bukan pembaca genre fantasy apalagi yg “miskin” adegan romance (tidak menghitung masuk adegan gombal Jaime di sepanjang bab bersama sekian banyak cwe yg ada yah) – yang hanya sebatas kissing even no making out at all !!

Asli, benernya “garing” banget gw bacanya, TAPI di luar dugaan – jujur gw terkejut dg diri gw sendiri - gw gak mempermasalahkan itu semua ketika gw mulai tenggelam dalam cerita yg di bangun si author, adegan action dan misteri yg di ramu dg cukup baik membuat gw “tidak menganggap penting” - LAGI - adegan romance dan tetek bengeknya yang biasa gw harapkan bila membaca sebuah buku, cz gw BUKAN pencinta “clean romace” !! *boleh di lihat di riwayat bacaan gw*

Dan disinilah gw - pada akhirnya - jatuh dalam “pesona” JaimeBUKAN karena "He's so damn COOL” semata – TAPI lebih kepada sikap “heroik” dia di sepanjang kisah dan…sikap care dia sama siapa saja, bakan pada org yg tak di kenal sekalipun, hingga kerap mencelakakan dirinya.

And I admit…I’m in love…

Am “deeply” in love with this "Jaime Boy”…
http://www.smileycodes.info

NOT with the author ! – melirik sinis pd authornya, hahahahaha

Gw jatuh cinta ketika dia memperlakukan si Mich – the Mimikri – dg “jujur” namum penuh “cinta”, dan gw di buat kembali “jatuh cinta” pada Jaime demi melihat perlakuannya pada Lily.
This boy is – indeed – A Charmer !!!
http://www.smileycodes.info

Banyak adegan dalam buku ini – yg menyangkut Jaime – yg secara MENGEJUTKAN – bisa membuat gw ber-OH-AH-OH-W.O.W penuh kagum bahkan tak jarang terbawa merinding saking exited-nya !!

Adegan MACALLAN 1946, The Ghost Team serta beberapa adegan lainnya yg ga bisa gw spoi cz kalian harus membacanya sendiri utk merasakan sensasi yg sama dg yg gw rasain - bahkan ada beberapa kejadian yg membuat gw sampai hanya bisa berkomentar,
“Kok bisa ??” atau “Wow !!!” atau "Sialan !" - sehingga reaksi yang ada hanyalah…

RASANYA PENGEN BENER-BENER NABOKIN AUTHOR-NYA !!
http://www.smileycodes.info

How could he do that ??

Well, mungkin “salahkan” diri gw sendiri…
Karena gw terlalu “masuk” dalam karakter si Jaime ini, serta memvisualkan semua adegan action dalam buku layaknya film 3D – lengkap dg adegan slow motion laiknya film The Matrix – jadi exited yg gw dapat menjadi berkali-kali lipat !!
description description

Gw bahkan sudah bisa membayangkan betapa adegan2 itu bakal jadi sekeren apa bila bisa di visualkan dalam film !!
Adegan “I believe I can fly”, The Ghost Team, The Bus, The Lift, pas “Pertemuan 3 tetua” dan "ketika di Jepang" - yg udah kelar baca pasti tau deh kek apa tuh adegan2nya - dan masih banyak lagi di belakang2…
Dan...imajinasi gw bermain sangat liar di sepanjang kisah….
DAMN !!

Tabok authornya lagi…

Ga tau yah utk readers yg lain, apakah mereka merasakan “kehebohan” yg gw rasain sepanjang membaca buku ini - dan menjadi sedikit “over lebay” karenanya…. - lirik Videl sambil nyengir iblis – tapi yah…itulah gw…

Banyak yg bilang buku ini “boring”…
Well, gw akuin bab 1 memang “agak” boring pd saat pengenalan, tapi - hei - ini baru bab 1 !!
Nyatanya masuk bab 3 – seenggak2nya bagi gw pribadi – ceritanya sudah mulai memikat…

Ada yg bilang boring karena TMI yg over…
Well, bagi yang bacanya sekenanya, buku ini memang akan terasa bagaikan “diktat kuliah” yg sarat deskripsi informasi yg kerap di anggap ga perlu/ga penting, TAPI justru bagi gw pribadi itu amat sangat PENTING ! – coz sedikit banyak (justru)membantu gw dalam memahami isi cerita, hanya…..sekali lagi – hanya saja, authornya agak kurang “halus” menyelipkan info2 tsb.

Di bab 21, gw bahkan sampai bela2in copas semua istilah2 yg di “kuliahkan Xian" ke notes – demi memahami kisah kedepannya lebih lanjut….
Apa itu mimikri, dreamer, rabbit, copier, finder, mindreader, dominan-receive-tyrant (yg menghebohkan itu !), attunement, dll yang bener2 bikin kepala tuing2 – tapi jujur – terasa mengasyikan bagi gw pribadi. Authornya cukup “cerdas” bermain dalam istilah2, baik itu istilah yg telah ada atau istilah lama yg di beri “pemaknaan” baru.

Dan gw juga suka bagian monolog2 isi pikiran Jaime yg kadang konyol – sedih – dan satir serta sinis itu….
Belum lagi adegan2 konyol namun simple - membuat gw kerap senyam senyum sendiri – gak hanya sekali, tp bbrp kali…

Well,gw bukanlah reviewer pro, gw cuma menuliskan apa yg gw rasain ketika membaca sebuah buku, bagi gw - kenikmatan dalam membaca sebuah buku adalah “harga mutlak” dan ga bisa di ganggu gugat !!
Dan sikap ekspresif gw adalah “bonus”-nya semata…..
Dan kalo itu boleh di katakana sebagai “satu paket lengkap yg menghebohkan” ?
Gw harap itu bisa dalam artian yg positif….

Terlepas dari banyaknya typo, penggunan kata2 yg kadang agak kurang pas dan terlalu over dalam mendiskripsikan sebuah adegan – yg kerap di protes readers lain – yg membuat gw ingin mencorat-coret serta menebar stabilo di sana sini – dan perpindahan POV yg amat sangat MENGGANGGU kenikmatan membaca !! http://www.smileycodes.info (note koreksi yg mengular itu sdh di sampaikan terpisah)- gw akuin, buku ini amat sangat menarik !
Meski bukan tema baru namun Idenya bagus !!

Si author berani mengambil genre yg jarang di pilih oleh author lokal, dan dengan “pede”-nya menawarkanya ke readers dan bersiap untuk di “hujat” habis2an.

Two thumbs buat keberaniannya !

Dan kalaulah boleh kembali menjawab pertanyaan di awal tadi, “Nyesel ga gw nerima permintaan utk mereview ni buku ?”

Jawaban gw adalah, “TIDAK !!”

Sebaliknya, gw merasa beruntung banget si author “berani” menawarkan draft-nya ke gw – yg bukan siapa2 ini – yang bacaanya sebagian besar BUKAN buku author local (sombong dikit boleh dong) http://www.smileycodes.info – untuk menikmati bukunya yang – ehm – keren ??

Melirik nakal pada si authornya...
http://www.smileycodes.info

Apakah gw nyesel karena udah “menunda” membacanya ?

Jawabannya adalah, “TIDAK !”

Karena gw justru merasa bersyukur dulu gw ga langsung main “terjang” gitu aja baca ni buku, tapi sengaja “mengendapkannya” sejenak demi mencari “waktu yang pas”.
Andai kata waktu itu gw langsung terjang dg mood yg ga baik, well….mungkin – bahkan PASTI – gw bakal berhenti di awal2 juga.
http://www.smileycodes.info

Gw hanya “menyayangkan” readers yg memutuskan utk “menyerah” di awal2 - ga ngelanjutin baca ni buku dg berbagai alesan….
Mereka gak tahu apa yg sudah mereka lewatkan…
Kesempatan mencicipi kisah fantasy bagus karya anak negri sendiri. …
http://www.smileycodes.info
please, no offense yah…

Kalo boleh di rangkum kesimpulan gw atas buku “Blessed Heart” ini secara singkat adalah…

“Buku yang bagus, dengan cerita yang menarik, sarat pesan moral dan nilai2 kepahlawanan, layak baca dan layak terbit bahkan LAYAK jual !!” - dengan catatan apabila sudah mengalami penyempurnaan di sana-sini yah

Will, recommended it to all my books club friends who like fantasy-pararom !!!

Congratz buat author-nya, semoga bukunya bisa sukses dan proses penerbitannya bisa lancar jaya yah….

Just let me know if the sequel is done, I’ll glad to be the 1st reader, if you don’t mind…
http://www.smileycodes.info


Terakhir !!

Berapa bintang ????

Dengan harapan itu cover bisa sedikit “di perbaiki” – minimal lebih “menjual” kek editan gw – lihat cth yg gw kasih di komen !
Gw taburi buku ini dengan – drum sound, phweeeessss - 4 bintang !!!

Pasti authornya bakalan nanya, “Kok (cuma) 4, kenapa ga 5 ?”

I’ve told you before, 5 bintang hanya akan di dapat apabila buku tsb memenuhi unsur “Big O” – Overwhelming and Consuming.

Blessed Heart memenuhi unsur Consuming namun tidak Overwhelming…

Smoga authornya puas dg penjelasan gw….

Lagi pula, kalo di liat2, Blessed Heart menempati rating tertinggi untuk jenis buku pengarang lokal yg pernah gw baca…..
So, you should be proud, “babe”…

Note buat authornya :

Gw amat – sangat – terganggu dg “pisang goreng”, “genteng”, “lantai aspal”, “sandal jepit”, “memiris” dan “berpulang” !!! *grinning*

You know what is the maksut kan yah ??Lol...

“Mencintai seseorang memang akan membuatmu merasakan rasa sakit dua kali lipat namun juga akan membuatmu merasakan kebahagiaan dua kali lipat daripada (ketika) dirimu….sendirian….” – Adam Aksara – Blessed Heart

My quote :

Don’t just be a “dreamer”, but make it “happen”…

description
Feb, 14, 2013

Just wanna add this quote to describe what I feel bout this book....

"Life was like a box of chocolates, you never know what you're gonna get...." - Forrest Gump

Sama halnya dg sebuah buku...

"(If) A book was like a box of chocolates, you never know what you're gonna get...(Until you finished it)"

Got my point ??

You should try it - "eat" it no matter how bad its taste - chew it to the end - then....you have the right to speak your opinion...but do it with love and honesty.

Profile Image for IIN YAKUB.
1 review21 followers
February 9, 2013
“Menghina sebuah karya sastra, artinya menghina kecerdasan manusia.”

Membaca karya setebal hampir 800 halaman adalah bukan hal mudah. Namun, para pecinta buku tak pernah mempermasalahkan seberapa tebal atau mahalnya sebuah buku karena membaca selalu berhasil mengantarkan mereka ke dunia baru yang menantang dan mengasyikkan. Lihat saja ketujuh seri Harry Potter atau tetralogy Twilight Saga yang kalo dipake nimpuk anjing, dijamin bisa bikin pincang. Apa yang membuat pembaca bertahan dan selalu menanti buku besutan J.K. Rowling dan Stephanie Meyer tsb.? Tentu saja kekuatan terbesarnya adalah pada tema, teknik penulisan, gaya bahasa, karakter tokoh, dan plot/alur.

Analisis karya fiksi (sastra atau populer) juga digolongkan sebagai karya tulis ilmiah karena harus didasarkan pada teori-teori teknik pengkajian sastra yang tepat. Bukan pada nilai rasa atau minat kita terhadap suatu karya tertentu. Misal, penggemar komik (manga) bisa jadi tidak tertarik atau tidak bersedia menghabiskan waktu untuk membaca novel setebal ratusan halaman. Namun, penilaian baik, buruk, bagus, atau jelek tidak dapat berdasarkan minatnya pada bentuk tulisan tertentu. Analisis tetap harus dilakukan secara objektif dan teoretis. Analisis harus dilakukan secara menyeluruh pada unsur intriksik karya tersebut agar penilaian akhir dapat dilakukan secara menyeluruh. Sebelum Anda menganalisis karya fiksi, JANGAN LUPA, Anda harus menyelesaikan membaca karya tersebut agar Anda dapat berbicara berdasarkan data dan fakta.

Lalu, bagaimana dengan Blassed Heart yang digeber Adam Aksara dalam 786 halaman? Hm… buat yang suka baca cerita-cerita fiksi ilmiah, petualangan, romance, atau action, novel satu ini bisa dikatakan sebagai produk komplit. Semua tema itu diramu jadi satu sehingga menjadi rangkaian cerita yang komplit. Nih, hasil analisis saya… check it out…

(1)Tema
Ada sebuah kata-kata bijak, tidak ada sesuatu yang baru di langit yang sama. Jadi, kalo ngomongin soal tema, sebenernya tema karya-karya fiksi tu sama aja. Gak ada yang bener-bener baru. Namun, tema dalam sebuah seperti mie instan. Mau merk apa pun, sebenernya mie instan itu sama aja. Yang membedakannya adalah kemasan dan bumbunya. Nah… gitu juga dengan tema dalam sebuah karya fiksi. Dengan tema yang sama dan (mungkin) biasa, karya fiksi tsb. bisa saja menjadi luar biasa dengan ‘bumbu’ yang original.

Tema tentang seseorang yang memiliki kekuatan supranatural sudah sering kita temui. Sebut saja Harry Potter dengan kekuatan sihirnya, Isabella Swan dan Edward Cullen dengan berbagai keistimewaan mereka sebagai vampire (tetralogy Twilight Saga), kakak beradik Sophie dan Josh dalam serial Nicholas Flamel. Tokoh-tokoh tersebut dikenal memiliki kekuatan sihir yang begitu luar biasa. Novel Blessed Heart juga mengangkat tema serupa. Namun, penulisnya tetap mampu menunjukkan originalitas ide dalam karya perdananya ini. Tokoh Jaime Hunter dan beberapa tokoh lain dalam novel ini diceritakan memiliki kekuatan luar biasa. Kekuatan yang tidak dimiliki oleh manusia normal. Tokoh-tokoh dalam buku besutan J.K. Rowling, Stephanie Meyer, Trudi Cavan, dan Michael Scott memiliki kekuatan dari proses belajar, faktor genetik, dan pelatihan (sekolah khusus). Namun, dalam Blassed Heart para tokoh diceritakan memiliki kekuatan karena adanya hujan energi di bumi. Inilah nilai tambah novel ini, originalitas ide. Tak banyak dari kita (atau bahkan tak pernah) sempat terlintas ide membayangkan adanya peristiwa hujan energi. Namun, Aksara berhasil menggarap tema ini tanpa menjadikan para tokohnya menjadi seorang mutan seperti para tokoh dalam film X-men. Meskipun ada banyak tokoh yang memiliki limpahan energi karena peristiwa hujan energi. Tokoh-tokoh dalam Blassed Heart tetap diceritakan sebagai manusia secara manusiawi lengkap dengan kelebihan dan kekurangan mereka secara psikologis maupun fisiologis.

(2)Gaya Bahasa
Karya fiksi popular pada umumnya menggunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dicerna oleh pembacanya. Hal ini merupakan seuatu yang umum digunakan oleh para penulis untuk memikat pembaca pemula dan pertimbangan ‘pasar’. Pemilihan bahasa yang sederhana sangat membantu pembaca untuk mengaitkan peristiwa satu dengan yang lainnya, fakta-fakta ilmiah (dalam cerita-cerita science fiction), atau hal-hal baru yang tidak ditemui pembaca dalam kehidupan sehari-hari.

Blessed Heart yang berlatar belakang tentang hujan energi yang terjadi di bumi banyak menggunakan istilah-istilah baru yang membuat alis berkerut. Namun, untuk hal satu ini, penulis perlu mendapat acungan jempol karena begitu cerdas mengungkapkan berbagai keterampilan para Baptisan dalam dengan istilah-istilah yang lebih sederhana (Missal, copier untuk mereka yang mampu meniru kemampuan baptisan lain, mimikri untuk mereka yang bisa mengubah diri dalam berbagai penampilan, finder, dsb.)
Bahasa yang sederhana, popular, gaul memang selalu menjadi kekuatan untuk tema-tema yang tidak biasa seperti ini. Hal ini tentu saja disebebkan tema-tema science fiction begitu banyak menggunakan kosakata yang jarang ditemui. Selain itu, bahasa yang sederhana dapat menjadikan tema yang rumit, tokoh yang tidak biasa, serta konflik yang penuh intrik tetap dapat dinikmati oleh para pembaca dari kalangan manapun dan pada tingkat pendidikan apa pun. Hal ini membuat sebuah novel lebih terasa merakyat karena dapat dinikmati oleh semua kalangan—mulai dari remaja hingga dewasa.

(3)Sudut Pandang
Secara keseluruhan sudut pandang (SP) yang digunakan dalam novel ini adalah orang pertama (SP1). Penulis menggunakan tokoh ‘aku’—Jaime—sebagai pencerita. Penggunaan tokoh aku dalam sebuah karya fiksi—cerpen, novel, puisi—memiliki energi yang lebih kuat untuk mengikat pembaca dalam novel tersebut. Secara alami, pembaca tidak perlu memilih menempatkan dirinya sebagai siapa dalam novel yang sedang dibacanya (hal ini biasanya terjadi pada penggunaan SP3), tetapi pembaca secara otomatis menempatkan diri sebagai tokoh utama cerita tersebut. Pembaca akan terikat secara imajiner pada novel ini karena menjelma langsung menjadi tokoh utamanya.

Penggunaan tokoh aku, lebih memudahkan pembaca memahami emosi-emosi, konflik, aksi, atau jalan pikiran tokoh. Bahkan, pembaca bisa jadi (ternyata) memiliki jalan pikiran yang sama dengan tokoh utama. Hal yang sebenarnya tidak dilakukan penulis secara sengaja, tetapi terjadi begitu saja karena proses apresiasi.

(4)Penokohan
Karakter tokoh dalam novel ini ‘standar’. Jaime yang baik hati, Michelle yang perhatian, Nadia yang unyu-unyu, Master yang pemurah, Xian yang bijaksana, dll. Kondisi ‘standar’ para tokoh cerita adalah salah satu kelebihan novel ini. Meskipun digambarkan memiliki kekuatan yang luar biasa, penulis tidak terjebak menjadikan tokoh-tokoh cerita dalam novel ini menjadi superhero dengan kawat baja dan tulang besinya. Tokoh-tokoh tetap dihidupkan secara manusiawi.

Tokoh utama novel ini—Jaime Hunter—bak tokoh James Bond. Betapa tidak, penulis membuat Jaime Hunter selalu dikelilingi para wanita (Michelle, Nadia, Gris, Anggelina, Maria, Lily). Betapa Jaime selalu berhasil menarik simpati merek lewat keluguan, kejujuran, dan kesederhanaannya. Bahkan, saat telah mendapatkan kekuatannya, Jaime tetap digambarkan rendah hati dengan berusaha menyembunyikan kelebihannya itu.

Tokoh utama wanita dalam novel ini adalah Nadia. Saat terjadi konflik antara Baptisan Pembebas dan Jaime, Nadia seolah berada di waktu dan tempat yang tidak tepat. Rasanya, sungguh tidak adil bagi Nadia harus menerima kenyataan kehilangan kekuatannya karena tindakan salah seorang ketua BtP. Namun, penulis sungguh cerdas memasangkan Nadia dengan Jaime. Sebab, Jaime yang rendah hati selalu bisa menguatkan Nadia saat ia begitu ketakutan akan dijadikan rabbit karena kehilangan kekuatan itu.
Selain Jaime dan Nadia, tokoh penting lain yang muncul di novel ini adalah Michelle. Dia adalah gadis ramah yang selalu berhasil mengerjai Jaime. Namun, persahabatan mereka tetap terjaga dengan baik. Selain itu, di akhir cerita muncul beberapa ‘tetua’. Mereka lebih dihidupkan secara manusiawi. Xian, Almaria, Sheryll, Vito, dan Jusin adalah tetua yang menguasai keterampilan baptisan tingkat tinggi. Namun, mereka tetap manusia biasa yang ternyata menyimpan begitu banyak kekurangan.

Dari awal hingga akhir cerita, ada begitu banyak tokoh yang muncul di novel ini. Mulai dari anggota BtP, pegawai dan pemilik Kafe Eve, para anggota kelompok baptisan lain, juga tetua para baptisan. Para tokoh tidak tiba-tiba muncul, tetapi karena hukum kausalitas (sebab—akibat). Tokoh-tokoh tersebut juga memiliki hubungan antara satu dengan yang lain dan memiliki konflik masing-masing sehingga konflik tidak hanya berpusat pada tokoh utama. Namun, jalin-menjalin membentuk rangkaian cerita yang kompleks dan apik. Yang patut diacungi jempol, tokoh-tokoh tersebut tetap memiliki peran penting dari awal hingga akhir cerita sehingga tidak ada tokoh yang tiba-tiba muncul atau tiba-tiba menghilang tanpa alasan logis dalam rangkaian cerita.

(5)Plot/Alur
Inilah bagian yang mendapat nilai paling sempurna dalam novel ini. Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju—lagi-lagi pilihan yang sangat standard an biasa. Namun, pengaturan plot (perpindahan peristiwa satu ke peristiwa lainnya) sangat filmis sehingga mampu menjadi bumbu penyedap yang luar biasa. Pada bab-bab awal novel ini, cerita bergerak sangat lambat, membosankan, dan terasa begitu tidak penting. Namun, ternyata, di bagian awal tersebut terselip kode-kode rahasia yang akan dibahas tuntas pada bab selanjutnya sehingga terjadi rangkaian peristiwa yang menjalin konflik dengan apik. Semua peristiwa kait-mengait dan menjalin rangkaian benang merah yang signifikan.

Memasuki halaman 300-an, pembaca (bisa jadi) mulai terpikat novel ini. Hal-hal baru dan seru terungkap satu persatu. Pembaca melompat dari peristiwa satu ke peristiwa lainnya yang sangat berkaitan tanpa harus khawatir terjabak pada konflik yang memusingkan. Adegan-adegan action digambarkan dengan sangat hidup.

Klimaks novel ini adalah proses panjang yang dilalui Jaime untuk menghancurkan kelompok Baptisan Pembebas. Proses ini membuka semua rahasia dari mana kisah ini bermula. Sayangnya, klimaks yang begitu seru, apik, memikat, dan panjang ini terus berlangsung saat Jaime harus menyelamatkan Nadia yang nasibnya berada di ujung tanduk karena dijadikan rabbit di markas BtP.
Ending novel ini memang tidak terduga. Ada begitu banyak rahasia yang terungkap. Meskipun demikian, sebuah cerita triller selalu senang menggelitik pembacanya dengan ending yang nggak jelas (open ending). Penulis membebaskan pembaca untuk menyimpulkan sendiri ending dari novel panjang ini. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, bisa jadi karena penulis bersiap melanjutkan kisah ini ke seri berikutnya. Who knows???

Nah… buat penyuka fiksi ilmiah, petualangan, romance, atau action, novel satu ini sayang buat dilewatkan. Satu lagi pesan saya, kamu nggak berhak koment sebelum menuntaskan seluruh isi cerita sebab nih novel kayak brownies. Brownies tuh cuma diliat sekali lewat sih… biasa aja, item, bantet, monoton bentuknya, tappiiiii… coba deh dinikmati sampe gigitan terakhir, ssllurrppp… terasa banget kan coklatnya? Kejunya?? Hmmm… gitu juga dengan novel ini. Kalo dah baca sampe halaman terakhir, baru bisa kamu simpulkan bahwa nih novel emang kerennn…
* * *
Profile Image for Lelyana's Reviews.
3,415 reviews400 followers
March 2, 2013
Here we go...

Aksara is my friend in Goodreads at first, but when he decided to asked me about his first book to read by me, well...I was kinda skeptical....me? Read your book?

Hm, I THINK YOU NEED A LITTLE BIT OF MIRACLE,MY FRIEND.... And guess what... I believe miracle happens *grinning*


Why did I think I won’t read this one at the moment?

1. I read romance...(for God sake!), and Aksara’s book, is lack of it ! I mean ROMANCE like “Real Romance” things 

2. I read erotica and I love a different kind of hero...well, Jaime is absolutely NOT my hero type

3. I have tendencies of liking GAY heroes...or old fashion hero, like some of my Lords and Highlanders .....obviously “NOT ABANG2” like Jaime. Well maybe he’s a bartender (sort of), but I dunno why I keep on thinking he’s Abang2....

4. I don’t read YA , over lebay sentences in books (despite of my darling SR in Gabriel’s)....

5. I don’t readbooks in BAHASA for more than a couple of years....

6. And I ALWAYS JUDGE THE BOOK BY ITS COVER ! Am a cover lover...and this book...is just...at least at first time before the author changed the cover, it was....Not sell-able.. *grin*



So, my friend Aksara...this is a miracle that I FINALLY read your book !!! SEE? MIRACLE HAPPENED!


It’s in BAHASA, YA, Not Gay (Not yet, i hope), Abang2, and lack of “real” Romance ! Ouch! Against my POLICY.


Let’s start reviewing then.... 

PROLOG....

Aku di suguhi kalimat2 puitis dengan bahasa puisi yang sudah lama tidak aku geluti lagi ( I was a Poet,once ).
Hm, agak swooning bacanya...not “that kind of swoon”...but, my head said...wow...this guy is a romantic, but overly romantic.

Prolognya semacam perenungan (?), juga beberapa detail mengenai how he shield sinar matahari, setelah aku praktekkan, terasa “agak aneh”. Silau karena matahari? Mengintip di sela2 jemari? Not usual, tough.
Simple things are “MATTERS” to me.

Juga saat aku membaca prolog nya sampai selesai, terasa bagaimana si tokoh, terlihat seperti orang yang ‘mengasihani diri sendiri’...which is, mean...NOT my liking.

Kita hidup on purpose, I believe, dan saat kita menyadari apa purpose kita...whatsoever ‘sh**’ that purpose is...don’t pitty your self! That’s coward.

Sh** happens , you know....Everytime in your life. BIG TIME !

Well, at least, si tokoh menyadari juga kalo dia pengecut!! 

Dan fase di prolog, sebagian besar,menurut apa yang aku pelajari di sekolah kedokteran dulu, adalah fase depressi, denial, kemarahan pada diri sendiri dan lingkungan sosial. Almost like passive agressive tendencies.

Aku tidak akan mengkoreksi soal penggunaan bahasa yang “overly LEBAY state” at some point, because itu menurutku hal yang biasa di dunia puisi....sastra....romantics..... (and I was, sometimes in my younger life, been “lebay” my self....so, be it !)



Lalu si tokoh,setelah episode ‘mengasihani diri sendiri’, mulai menyadari jika dia bisa juga berguna, dan ingin berguna ...(see? Seperti habis minum obat anti depresan....passive agressive, once again).

NOW, LET’S SEE HOW’S THIS JAIME FACE HIS LIFE....

Ternyata after membaca sedikit bab yang agak membingungkan, lokasi yang gak terlalu jelas dimana, dimasa apa, aku dibawa mengarung (halah, jadi ikutan lebay) dunia young adult fantasy...which, once again...kalo kata anak2 sekarang...

“GAK GUE BANGET BRO””.

Berhubung penulisnya sudah keburu nangis2 gw kerjain, sampe bikin puisi segala buat Kak Lely yang ...(ehem...what did you say?Semua perkataan yang membuat aku pengen nabok si Aksara ini), akhir nya dengan “BERAT HATI”....CATAT : “DENGAN BERAT HATI”, aku membaca buku ini, itu juga demi muka anak kecil lucu yang minta maaf di status ku ituuuuuu !!! Bah!

My image about JAIME, ingat !!! Jaime, penulis DILARANG KERAS MENGANGGAP DIRINYA JAIME...!!!



MENCOBA UNTUK OBJEKTIF SEBAGAI REVIEWER KELAS DUNIA YANG KONDANG


Aku gak akan cerita mengenai apa yang ditulis penulis dalam storyline nya ya, (sekali lagi ini pasti akan “menyebalkan” buat para fans ku yang selalu menanti2kan spoiler *mulai besar kepala,sok ngetop*), storyline sudah diceritakan Funny yang lumayan lengkap dan menarik menurut aku.

Aku cuma coba kupas bagaimana gaya penulisan si anak ini yang ternyata buat penulis baru, yah, NOT BAD lah. Tidak biasa, agak sedikit fantasy futuristik yang membuat rambutku makin keriting. Tapi yg membuat “agak” menarik, yah kisah cinta di dalamnya, yang aku tau sekali ini ada kaitannya dengan kehidupan (pribadi...ehem...) si Aksara.

Selain dia memakai nama2 keluargaku , yang entah kenapa pulak seperti punya tali merah sendiri jadinya dengan aku, juga kami sama2 anak kampung dan berasal dari kampung besar yang sama Sumatra Utara. HORAS!

Ya sudahlah, aku baca, sekali lagi...”TERPAKSA”...

Lumayan oke, kalimat2nya enak di baca (mungkin juga karena aku penikmat puisi,jadi aku cukup akrab juga dengan bahasa overly lebay ini). Seperti “memiris” contoh nya, yang sepertinya tidak ada di Kamus bahasa Indonesia dengan Ejaan yan disempurnakan karangan Yus Badudu itu.

Sayang aku gak terlalu “menikmati” jalan cerita nya yang seru...penuh dengan brantem2 dan lain2....I didn’t really enjoy it. Padahal kalo mau jujur, aku penikmat Urban fantasy yang cukup fanatik (The Black Dagger Brotherhood, Dark Hunter, dll) yang menyajikan kurang lebih hal2 yang sama denganyang diceritakan penulis, namun bisa membuat aku swooning “that way”,and addicted to those heroes.

Yang menarik justru tokoh Jaime yang katanya charmer (kalo yang dianggap charmer adalah “flirting around” everywhere,to every girl), aku kok gak setuju ya....Lebih tepat kalo aku bilang ganjen, atau “gatal”..hmpffttt !



Jamie ini karakter yang menurut aku agak menunjukkan sedikit karakter passive agressive, yang jika dijelaskan disini akan makan sekitar satu bab diktat kedokteran. So, let it be.

Everyone have their own FLAWS, Jaime has his flaws, he’s not perfect. Maybe that’s why he’s so earthy, walopun kisahnya fantasy dan ajaib, tapi Jamie sendiri adalah tokoh yang membumi. Yah walopun agak sedikit besar kepala, menganggap dirinya sendiri ganteng dan charmer. Once again, NOT MY TYPE.

I’m not into a charmer guy at one time, and being a depressive person at another time, this type is kinda SCARY. They’re NOT STABIL. Sometimes like he has Bipolar Disorder in him. Well Jamie, get some help, maybe I can give you some Psychiatrist’s number? (*grinning*, again)

Well, maybe because I have some ISSUES with this” TYPE”, so, sorry, Jaime is not my hero type, until the end...which was a little bit “surprised” me.

But overall, this book was enjoyable (I hate to admit it!). Not that I will read this genre again in a future, but so far, quite acceptable for my very sexy “ADULT” head 

If you into young adult fantasy with a little bit teenage romance and like to read a “HOME MADE AUTHOR”, I think you should read this one... It’s kinda cool. *wink*

KEEP ON WRITING JAIME .... UMMM....WHAT’S YOUR NAME? ADAM?

WELL, WHATEVER.

JUST WRITE , FOLLOW YOUR HEART.

DON’T STOP WRITING EVEN PEOPLE “HATE” YOUR BOOK.

YOU CAN WRITE, THEY “CANNOT” !





SALUT BUAT AANAK NEGRI YANG BERANI EKSPRESI, RECOMMENDED !
Profile Image for Arline.
16 reviews6 followers
March 26, 2013
Siapa yang tidak mau ditawari ebook gratisan? Awalnya di add langsung oleh penulis "Blessed Heart" ini. Pas dilihat ada info lagi bagi-bagi ebook gratis. Spontan saya minta ebook gratis itu ke penulisnya dan langsung dikasih. Senang juga dapat ebook gratisan ceritanya. Pas dilihat jumlah halamannya hampir mencapai 800 halaman, wow... langsung mikir lagi "sanggup nggak yah baca novel setebal ini?" Pada bab di awal memang agak menjenuhkan juga bacanya ditambah belum mengerti dengan istilah BtP (Baptisan). Mungkin karena penasaran apa sih BtP itu yang membuat saya melanjutkan cerita dari halaman satu ke halaman berikutnya. Ternyata makin lama lumayan seru juga ceritanya dan mulai mengerti apa itu BtP. Mulai deh mengikuti alur cerita yang mengalir ini.

Beberapa tahun setelah melewati tahun 2012 yang menjadi legenda. Saat itu terjadi hujan energi besar-besaran yang membanjiri bumi selama beberapa hari dan membuat aurora muncul di hampir seluruh penjuru dunia. Seluruh saluran televisi menyiarkan bahwa hujan energi itu berasal dari luar angkasa di mana bumi memasuki sebuah selubung energi yang sangat tinggi. Hujan energi saat itu telah mengaktifkan banyak kemampuan tersembunyi manusia, yang menurut tetua-tetua spiritual hal ini adalah sama seperti menerima kembali kodrat sesungguhnya sebagai seorang manusia karena Tuhan telah menciptakan manusia sempurna adanya. Mereka adalah orang-orang yang disempurnakan kembali olehNya.

Istilah pasaran untuk mereka yang memiliki kekuatan khusus setelah hujan energi tersebut adalah "orang-orang terbaptis" atau biasa dipanggil sebagai "Baptisan" atau juga "Blessed People". Mereka dikenal dan dipanggil sebagai Baptisan.

BtP adalah sebutan untuk pasukan khusus para baptisan yang bekerja sebagai penjaga keamanan. Pasukan ini merupakan hasil bentukan pihak PBB beberapa bulan setelah pembaptisan massal terjadi. Sejarah pada tahun awal sesudah pembaptisan terjadi benar-benar membuat bumi seperti neraka bagi manusia umumnya atau surga bagi para baptisan. Mereka yang tiba-tiba mendapatkan kekuatan luar biasa mulai memanfaatkannya untuk keuntungan masing-masing. Merampok atau membobol bank dan membunuh adalah dua hal yang paling sering terjadi di semua Negara. Dunia perbankan di seluruh Negara mengalami kerugian besar-besaran hanya dalam hitungan minggu dan kejahatan merajarela di seluruh tempat.

Jaime, sosok manusia yang biasa juga seorang pelayan di bar, perlahan mulai mempunyai kekuatan yang diluar dugaan. Mulai bertemu dengan Michelle, gadis cantik dan kaya raya tetapi memiliki masa lalu yang pahit. Adegan seru ketika adegan perlombaan balap mobil seluruh anggota BtP. Michelle menginginkan Jaime mengalahkan mantan kekasihnya yang telah menyakitinya. Adegan balap mobil ini kalau divisualisasikan seru juga kayaknya. Dari sini mulai mengalir isi ceritanya dan penasaran untuk terus baca dari halaman satu ke halaman berikutnya.

Alur yang digunakan dalam novel ini menggunakan tipe alur maju yang dibumbui dengan kilasan-kilasan flash back di dalamnya. Mungkin di awal dirasa ada yang kurang dimengerti tapi akhirnya di akhir cerita tiap bab memiliki benang merahnya yang menjawab rasa penasaran pembaca.

Disamping Michelle, Jaime secara tidak sengaja bertemu dengan Nadia. Saat itu Jaime hanya merasa kasihan dan ingin menolong Nadia yang tengah diganggu oleh beberapa orang. Mulai saat itu Nadia menjadi tuan putri bagi Jaime.

Baptisan dengan baptisan, orang normal dengan orang normal. Ayam dengan ayam, elang dengan elang. Menjadi baptisan adalah harga mati jika menginginkan Nadia.

Nadia masih mencari laki-laki bertopeng yang telah menolongnya saat pesta topeng. Nadia sudah mengenali Jaime sebagai sosok laki-laki bertopeng itu tapi Jaime menutupi rahasia itu pada Nadia. Sampai akhirnya Nadia menyangka bahwa Lawrence laki-laki bertopeng itu.

Nadia kehilangan kekuatannya. Nadia menutup wajahnya. Apakah ini berarti dia akan menjadi rabbit?

Adegan action pada pertempuran di kota sangat menarik. Membacanya seperti sedang menonton film action, seru! Kelompok Pembebas dalam perburuan ini murni karena tidak ingin Nadia menjadi finder atau hanya sekadar ingin mendapatkan hadiah uang bagi kelompok mereka?

Cerita action, fiction dan romance yang saya pikir menjadi bumbu dalam novel "Blessed Heart" ini. Cukup membuat penasaran melanjutkan cerita sampai akhir. Penasaran kan akhirnya Jaime memilih Michelle atau Nadia? Ataukah Nadia dan Jaime saling melupakan karena keduanya hilang ingatan? Lalu bagaimana Michelle yang masih mengingat semuanya sendirian? Akankah berakhir dengan kematian? Penasaran kan? Baca novelnya sampai akhir dan temukan semua jawabannya sampai halaman terakhir.

Ada dialog yang menarik ketika Jaime bertemu seorang kakek tua. "Nak,
ingatlah, kekayaan, kekuasaan semuanya hanyalah kabut dalam kehidupan yang dapat datang dan lenyap dengan cepat, pada akhirnya yang dibutuhkan semua orang adalah ini," ujung jari Kakek itu menyentuh tengah dadaku.

"Dada?" tanyaku polos.

"Hati," kata kakek itu tersenyum, "Hati yang bersih dan murni. Hati yang memaafkan. Hati yang tidak pernah menyerah. Hati yang tulus mencintai. Hati yang penuh kelembutan dan kekayaan hati lainnya. Dengan memiliki hati yang kaya dan bersinar, dunia akan membukakan jalan bagimu dan Tuhan akan menganugrahkan apa pun yang terbaik untukmu."

"Apakah tuan putri akan menerima diriku jika aku memiliki kekayaan di hatiku?" tanyaku menatap kakek itu dengan mata bersinar dan bersemangat.

"Kamu akan menyelamatkan dunia ini," kata kakek itu tertawa.

Banyak kelebihannya dari novel "Blessed Heart" ini seperti isi ceritanya, gaya penulisannya / diksinya, alur ceritanya, karakter tokoh yang kuat serta latarnya pun jelas dan singkat di kota Viginia. Namun, ada juga kekurangannya yaitu ada beberapa kesalahan teknis di beberapa halaman yang saya temui, bisa dikatakan "typo". Mungkin sudah diperbaiki oleh penulisnya di versi revisinya novel ini. Selebihnya, salut juga pada penulis sudah merampungkan novel yang setebal ini. Dan saya sebagai pembaca akhirnya lega juga sudah bisa merampungkan novel ini sampai akhir cerita. Akhirnya selesai juga, fiuuuuhhh... Oh my God hampir 800 halaman loh... :D

Sekian review dari saya sebagai pembaca novel "Blessed Heart" ini. Banyak terima kasih saya ucapkan sudah memberikan ebook novel ini secara gratis dan memberi kesempatan untuk membacanya.


Profile Image for Rany Purwade.
2 reviews
February 4, 2013
Blessed Heart (Baptism) by Adam Aksara

Jadi dari awal, membaca sinopsisnya sepertinya menarik, bisa dipertimbangkan buat didownload dan dibaca walau pun tebalnya 784 halaman (ulangi : 784 halaman!)
Berharap bisa menikmati novel tebal ini, bukan sekedar membacanya karena aku bukan orang yang akan sanggup membaca sesuatu yang terlalu tebal kalau ga bisa menikmatinya.

Nah, jadi pertama-tama selamat buat penulis karena aku akhirnya berhasil membaca novel ini sampai tuntas (Fiuh! Akhirnya!) artinya Adam Aksara sukses membuat aku menikmati ini semua, makanya bisa tuntas dibaca novel setebal itu. :P

Segi ide, aku bisa kasih nilai 9,8 untuk penulis…adegan actionnya bagus, intrik dan yang paling aku suka adalah adanya benang merah dari keseluruhan cerita. Makudnya, yang awalnya aku merasa ga penting, ternyata di akhir cerita diungkap kembali menjadi sesuatu yg ga mungkin dihapus. Semua yg ada di awal ternyata semacam teka teki yg bakal terungkap di akhir cerita. Well, ga nyesal baca sampai selesai. Sayang kalo baru beberapa bab udah berhenti, karena ga bakal dapat apa-apa.

Gaya bahasa lumayan ringan, ini yang membuat aku banyak terbantu (kalau serius semua mungkin bakal berat luar biasa menamatkan buku ini). Disisipkan banyak lelucon-lelucon konyol di dalam cerita, bahkan di saat tergenting sekalipun bisa membuat aku tertawa sendiri.

Jadi kita lanjut prolog, aku bisa bilang mungkin justru prolog ini bagian terberat yg paling bermasalah dari Baptism. Sama seperti pendapat yang lain…prolognya terlalu mellow, kelihatan penulis berusaha menyampaikan detail emosi supaya ga melompat, mungkin? Tapi jadinya justru terlalu panjang dan terkesan bertele-tele. Dari awal disuguhi prolog begini, tentu jadi berpikir, “berarti ini novel panjang karena bertele-tele ya?” Ini juga yg membuat sebagian pembaca langsung merasa enggan untuk lanjut sampai selesai, padahal ku ulangi lagi, sayang banget ga baca sampai selesai. Benar-benar emas berbungkus kertas koran di tumpukan sampah? Prolognya luar biasa ya jadi bungkusan pelapis...hahahaa :P

Yang mungkin membuat terkesan membosankan adalah pengulangan kata dalam kalimat, dan bahkan kalimat dalam paragraph. Bagaimana pun permainan diksi itu penting, ga harus lepas dari kesan ‘sederhana’ tapi variasi kata benar-benar berpengaruh ke tulisan kita.

Misalnya, “Mataku terpejam dan membiarkan diriku lari dari kehidupan untuk bersembunyi dalam keheningan diri.”
Sebenarnya mungkin sepele, tapi kata ‘diri’ di ujung kalimat itu membuat aku terpaksa membaca kata diri sebanyak 2x dalam satu kalimat pendek, dan itu bukan hal yang menyenangkan.

Dan dari awal penulis bercerita hanya tentang tokoh utama dan segala jenis dilema yang mungkin sedikit terkesan dibuat-buat, tapi di ujung prolog tiba-tiba ada kata, “kau” dan “kita”, dan bahkan…maksudku, si tokoh utama sedang galau, kan? Oke dia berhasil menemukan titik terang, terus kenapa begitu saja langsung ada orang lain yg dia ajak bicara? Bahkan dia semangati..aku bingung.

Yang akhirnya terjawab setelah aku membaca review yang lain, ternyata penulisnya bermain dengan POV yang masih kurang halus. Tapi sepertinya masih dalam tahap pengeditan, jadi semoga selanjutnya bisa diperhalus lagi. Sekedar saran, kalau Adam Aksara mau memperhalus sudut pandangnya, tolong usahakan untuk ga memperpanjang lagi novelnya ya, kalau bisa justru pangkas sebagian detail yg ga perlu. (Kadang terlalu panjang justru jadi bias). Selanjutnya biarkan pembaca berimajinasi, jangan tuntun sepenuhnya seperti yg sekarang ini. Buknkah membaca itu menyenangkan karena kita bisa mengartikan bacaan tanpa batasan? Kalau penulis harus menjelaskan satu-per-satu tiap gerakan tokoh jadinya terkesan seperti penulis mau pembaca membayangkan 'tepat' seperti yg penulis inginkan. Aku pribadi sih lebih suka kebebasan :D

Selesai dengan prolog, sekarang kita bahas yang lain lagi dari keseluruhan novel ini…

Karakter tokoh begitu hidup, begitu khas…
Hanya saja kenapa Jaime harus selabil itu? Ga bisa membayangkan kalau suatu hari bertemu orang seperti Jaime, pasti bakal bolak-balik tanpa pendirian. Dan Jaime juga terlalu meledak-ledak, terlalu lembut dengan cara yg ekstrem. Itu hak penulis tentang tokohnya, hanya (lagi-lagi) opini pribadiku yang merasa pahlawan seharusnya bisa tegas dengan dirinya sendiri dulu.

Dan tokoh utama wanita Michelle, Nadia…
Ga masalah, aku suka Michelle, awalnya memang menyebalkan. Banyak bagian yg awalnya aku rasa di luar logika, tapi di akhir cerita semua terjawab hanya dengan satu air mata. ^^ cuma rasanya Michelle tiba2 ‘hilang’ di tengah, dan digantikan dengan dominasi Nadia. Mendominasinya terlalu tiba-tiba, baru pertama bertemu dan langsung bisa menyadari itu cinta sejati? Dunia memang gila ya. (Penganut paham cinta ada karena terbiasa). Karakter Nadia kadang terasa terlalu rapuh. Memang sih Nadia itu sepertinya tipe perempuan yg halus banget perasaannya, tapi lembut bukan berarti lemah, kan?

Efisiensi kalimat aku rasa masih jauh dari baik. Banyak kata yg salah, seperti “memiris” selama ini yang aku tau, hati itu terasa miris, bukan memiris. Lalu gerakan merambat…melambat maksudnya, kan? Dan banyak lagi kalimat-kalimat yang lain yang terkesan janggal.

Oh iya satu lagi, sifat itu kalau bertolak belakang bukan 360 derajat, 360 derajat itu satu putaran penuh, artinya kembali ke titik nol and nothing’s change. Aku anak eksak jadi sedikit terganggu dengan itu, perbedaan sifat habis-habisan itu setengah putaran, 180 derajat. Hehehe.

Lanjut, (serius lanjut?) aku emang lumayan bawel. :p
Yang paling membuat aku menurunkan nilai adalah…drama ala opera sabun di novel ini. Romansa yang tercipta kesannya, maaf, murahan. Perasaan akan sulit digambarkan dengan kata-kata, lagipula, kalimat, “aku rela mati untukmu” itu sama sekali ga mengangkat apa-apa. Sama sekali ga membuat kesan yg kuat bahwa Jaime begitu mencintai Nadia. Ada banyak yg bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kesan perasaan mereka yang terlewatkan, sepertinya Adam Aksara benar-benar harus bekerja ekstra untuk yang satu ini. Latar, gerakan, cara pandang, banyak hal bisa mengungkap lebih dalam dari kata “aku mencintainya”. Kalimat klasik seperti itu terlalu gombal dan aku ga bisa tahan membacanya tanpa protes dalam hati. Maaf. :P

Kesimpulannya, udah terlalu panjang ya…
Ide oke, alur sedikit melompat tapi ga terlalu masalah, diksi dan efisiensi kalimat jauh dari sempurna, action luar biasa, romance parah, gambaran emosi dangkal, pesan moral keren banget.
Keep writing, semoga sukses! :)
Profile Image for Filanina.
Author 2 books
February 7, 2013
Jaime Hunter adalah seorang pemuda desa yang punya cita-cita berbeda dengan semua penduduk desanya. Dia ingin melepaskan diri dari pola kehidupan desa dan menjadi orang yang lebih sukses dari orang-orang di desanya. Pilihannya adalah menjadi anggota BtP. Sebuah kelompok yang terdiri dari para Baptism. Baptism sendiri adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan khusus setelah terjadinya hujan energi. Setelah Jaime merasakan dirinya bisa terbang dia yakin akan bisa menjadi anggota BtP hingga dia pergi meninggalkan desanya. Namun takdir mempermainkan hidupnya.

Bagian-bagian awal cerita ini agak bertele-tele tapi sebenarnya beberapa hal merupakan planting dari kejadian berikutnya yang akan diungkap pada babak akhir dari novel ini. Pada awal-awal plot memang agak lamban tapi ternyata di bagian akhir banyak twist dan kejutan. Semuanya terangkai mempermainkan kehidupan Jaime.

Jaime karakter utama dalam novel ini adalah seorang yang sederhana namun dalam beberapa hal cukup cemerlang, cerdik, dan bisa mendominasi karakter lain. Dia juga cenderung tidak sabaran dan mudah emosional. Dia tidak percaya diri sendiri. Dikatakan pemuda kampung yang udik tapi ke-udik-annya sepertinya hanya di penampilan. Pengarang membuatnya menjadi seorang yang sering mengeluh mempertanyakan nasib tapi dia teguh dalam memegang cita-cita untuk jadi BtP. Dari semua itu akhirnya karakternya jadi agak kabur.

Kisah cinta di novel ini masih klise. Love at the first sight. Trus tokoh utama dibutakan cinta. Hehe…

Setting rada-rada nggak jelas. Penulis kebingungan antara mau pake real set atau fantasi set. Konflik dan dramatisasi cerita udah cukup. Feel lumayan dapet.

Secara keseluruhan saya menikmati cerita ini walaupun masih ada kekurangan di sana sini seperti yang saya sebutkan di atas.
Profile Image for Dewinda Wiradinata.
12 reviews3 followers
February 11, 2013
Sedikit review buat novel ini.

Novel “Blessed Heart” ini adalah sebuah novel bertemakan tentang manusia yang terkena hujan energi saat bumi memasuki zona bernama photon belt. Manusia-manusia terpilih akhirnya memperoleh kekuatan yang berbeda-beda pada diri mereka masing-masing. Tersebut Jaime, pemuda dari sebuah desa yang juga merasakan terjadinya perubahan pada dirinya ketika suatu hari dia melayang begitu saja di tempat tidurnya. Namun, begitu Jaime ingin memasuki organisasi BtP, singkatan dari Born to Protect yang merupakan organisasi yang mengumpulkan para manusia terbaptis tersebut, Jaime dinyatakan gagal. Sejak itu, akhirnya Jaime berkelana di kota besar demi mencari jati dirinya di tengah dunia yang luas.

Di tengah-tengah novel dalam negeri yang menjamur sekarang ini, novel ini cukup menyegarkan karena tema idenya yang cukup menarik. Terlebih lagi, tema action memang tergolong jarang diangkat di kalangan novelis Indonesia. Digabungkan dengan tema fantasi dan sedikit Science Fiction, membuat novel ini menarik untuk dibaca. Sekilas temanya mirip dengan film tentang mutant, tetapi apabila ditelusuri lebih dalam, justru perbedaannya tampak jelas. Karena manusia yang terkena hujan energi ini cukup dapat dijelaskan secara saintifik, dimana manusia sebenarnya memiliki kapasitas penggunaan otak yang jauh lebih tinggi daripada yang sekarang kita gunakan, yaitu berkisar 10% atau lebih rendah. Singkatnya, energi ini hanya “membuka” kapasitas penggunaan otak pada beberapa orang secara maksimal. Seperti pada sedikit kutipan yang terdapat pada novel ini :

“Para mistikus dan para penganut spiritual berspekulasi bahwa hujan energi telah membuat pemurnian pada tubuh dan peningkatan pada kekuatan jiwa mereka. Energi dalam jumlah besar telah merubah sel dan DNA tubuh mereka hingga mengaktifkan lebih dari 90% kemampuan terpendam dari manusia sebenarnya, yang sebelumnya bagi manusia normal hanya aktif sekitar 3-5% seumur hidup mereka. Bahkan ada spekulasi bahwa dengan kekuatan pikiran mereka, beberapa diantara mereka dapat mengubah energi menjadi material sementara.”

Alur yang digunakan dalam novel ini dapat dikatakan menggunakan tipe alur maju yang dibumbui dengan kilasan-kilasan flash back di dalamnya. Novel ini menggunakan alur cerita yang cukup kompleks dimana banyak terdapat-terdapat penggalan-penggalan cerita yang terasa janggal, tetapi pada akhirnya kita dapat menemukan benang merahnya di akhir cerita. Jadi, jika ingin memahami novel ini secara keseluruhan, memang harus membaca dari awal hingga akhir. Kompleksitas cerita ini juga menjadi bumbu penyedap dari kisah Jaime secara keseluruhan karena penjelasan-penjelasan yang mengejutkan muncul begitu saja tanpa terduga, menjadikan kisah ini tidak terlalu membosankan untuk dibaca.
Yang tidak kalah penting adalah penggunaan diksi atau gaya bahasa dalam novel ini. Gaya penceritaan penulis terutama patut diacungi jempol pada bagian action, penggambarannya begitu jelas sehingga dapat menarik pembaca ke dalam adegan yang disuguhkan, membuat kita larut saat membaca adegan tersebut. Terlebih lagi, penjelasan-penjelasan yang bersifat santifik membuat kita dapat menjangkau logika cerita sehingga lebih mudah untuk membayangkan keseluruhan adegan.

Kelebihan yang juga cukup menarik dari novel ini adalah, apabila tidak dapat dikatakan sebagai dialog, monolog-monolog yang dilakukan oleh Jaime mengandung ironi-ironi halus yang dapat membuat kita tersenyum saat membacanya. Penulis mampu menyajikan lelucon yang cukup cerdas dan segar, tanpa benar-benar membentuk adegan komedi yang konyol dan, kalau menggunakan istilah sekarang, jayus. Ini juga adalah salah satu kredit untuk novel ini sendiri, karena lelucon seperti ini agak jarang kita temui dalam karya seni di Indonesia, yang lebih banyak menggunakan adegan-adegan konyol atau lontaran-lontaran kalimat yang terasa “kasar.”

Pada adegan-adegan tertentu, memang ada bagian yang sedikit didramatisasi, terutama bagian romance-nya. Namun, seperti halnya karya seni lainnya, itu adalah karakter penulis yang tidak bisa dihilangkan dari unsur cerita itu sendiri. Jadi, dramatisasi yang terkadang menggunakan diksi yang cukup bertele itu adalah sesuatu yang dapat kita jadikan pegangan untuk mengenal penulis. :D

Oke, sekian dan terima kasih. Terima kasih udah diijinin nyampah di sini \^^/ (ngomong2 tadi saya salah masukin review malah jadiny masukin ke discussion, maaf ya gaptek soalnya *tutup muka*)
Profile Image for Dan T.D..
12 reviews
Read
January 30, 2013
Sori, tapi gue ga kuat baca buku ini. Entah gue terlalu sensitif/banyak maunya, gue emang susah baca e-book, buku ini emang sangat kurang, atau kombinasi ketiganya. Banyak sekali isu-isu yang gue temuin bahkan dari awal. Dan itu yang fundamental banget. Sampai gue beneran ga tega malah, kalau gue maksain baca sampai akhir bakal lebih kejam lagi karena gue yakin sebenarnya isu-isu fundamental itu bakal tetep ada (well apalagi ada review yang bilang ceritanya baru mulai solid di 300 halaman terakhir).

-Prolog terlalu EMO. Seriously? Galaunya k3jU bener. Beneran kedengeran keak galaunya anak SMA yang baru diputusin pacar terus langsung nyalahin dunia dan ngomong dengan kata-kata yang sok DEEP. Oh, dan apalagi di akhir si protagonis malah bikin konklusi sendiri. O... kay? Then what was all those emo whining? Pretentious shit? Keaknya pengarang kebanyakan main VN kualitas rendah...

-Oke, jadi kita keluar dari prolog dan disambut dengan adegan yang lumayan... dialognya kaku, asli. Ga conversational. Saran buat pengarang, kurangi kata baku di dialog. Kalau susah bikin dialog cobain aja ngobrol sama cermin, bayangin karakternya ngomong keak gimana.

-Infodump. Ekses. Kata yang gak perlu. Kalimat yang gak perlu. Bahkan paragraf yang gak perlu. Serius, ini bikin gue ngantuk. Ditambah emang gue ga suka sesuatu yang bertele-tele. Brevity harus diutamakan. Tulis apa yang berguna bagi plot, jangan berlebihan. Setting lebih baik ditunjukkan dibanding dijelaskan.

"Tapi kan di dunia nyata juga orang suka berpikir kemana aja! Terus, terus, di dunia nyata juga orang kan ngelakuin rutinitas juga!"

Emangnya gue mau tahu Jaime buang airnya jongkok atau duduk? Ini nih yang buruk, realism for the sake of realism. Makanya gue ga gitu suka ASOIAF yang terlalu berusaha realistis. Ini fiksi. Fiksi ga bisa jadi realita, itu udah jadi fakta (lebih-lebih fantasi/sci-fi). Tapi believability memang tetap harus ada dalam fiksi, itu udah aturannya. Kalau mau nambahin unsur realisme harus dengan alasan yang lebih bagus. Ga, bahkan semua yang ada di dalam cerita harus beralasan.

-Jaime sangat EMO, sangat mellow. Bikin gue mau muntah, seriously. Apalagi ada kontradiksi seperti kata Ryby.

-Gombalnya super k3jU. Yah, Jaime cuma pelayan sih...

-Typo gue maafin.

-Dan yang bikin gue bener-bener ga kuat ngabisin ini buku itu penulisannya. Keaknya pengarang ga tahu apa bedanya sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Bahkan novel semacam Kynigos yang penggunaan English-nya gak banget pun masih lebih bisa paham apa itu sudut pandang orang pertama dibanding ini. Really? Ini beneran persis sudut pandang orang ketiga cuma "Dia" diganti "Aku" doang. Bagian yang di-point out Levif menggambarkan dengan tepat gimana pengarang belum ngerti soal sudut pandang, atau terburu-buru ganti dari orang ketiga ke orang pertama (buat apa? biar ada prolog yang EMOOOOOOOOOO itu? =)) ). Saran buat pengarang, sudut pandang orang pertama itu beda banget sama sudut pandang orang ketiga.

Anggaplah pengarang ngomongin tentang gue dari sudut pandang pengarang. Pastinya pengarang belum tahu banyak kan karena belum pernah ketemu gue di dunia nyata? Nah, sudut pandang orang pertama itu seperti itu. Si orang yang menarasikan hanya mengatakan apa yang ia tahu, apa yang ia lihat, apa yang ia rasakan dengan kelima indranya dan hatinya. Makanya ada yang disebut unreliable narrator.

Kemudian, di sudut pandang orang pertama pikiran si orang yang menarasikan ga perlu pake italic atau lebih parah lagi ",pikirku" karena bahkan narasinya pun sebenarnya semacam pikiran si narator.

Dan yang terakhir, sudut pandang orang pertama juga bisa dipakai buat menjelajah pikiran si narator lebih dalam. Mestinya bukan cuma di prolog doang (apalagi kalau jatuhnya EMO) tapi soal ini hati-hati, salah-salah jadi keak Bella di Twilight yang EMO setiap saat.

Sementara, gue ga ngasih rating karena gue ga bisa nyelesaiin buku ini. Mungkin kapan-kapan. Maaf ya.

Profile Image for Okta.
34 reviews
March 2, 2013
Baptism -- menceritakan tentang manusia biasa yang dianugerahi kekuatan super oleh hujan energi. Banyak manusia yg beruntung mendapatkan kekuatan super itu, termasuk seorang pemuda desa yg bernama Jaime. Ia pergi ke sebuah kota di mana di sanalah tempat untuk mewujudkan impiannya yaitu menjadi anggota BtP dan mendapatkan banyak uang. Namun, kenyataan yg harus dihadapinya tidaklah semudah ia memimpikannya. Jaime menjalani kehidupan yg begitu rumit dan penuh tipu muslihat oleh orang-orang di sekitarnya. Dengan berbekal sebuah hati yg ia miliki, mampukah Jaime menyelesaikan bab demi bab dalam skenario hidupnya?

Jalan ceritanya berliku-liku, naik dan turun, bahkan ada bom yg siap meledak untuk mengejutkan pembacanya (tapi bom tersebut banyak diletakkan pada beberapa bab akhir). Novel ini dibumbui oleh rasa humor yg menghibur, di samping terjangan action-nya (ngomong-ngomong action, bakal keren nih kalau difilmkan). Namun sayang, unsur romantisme kurang menggoda sehingga saya merasa biasa saja, cuma bikin saya senyum sebentar (kebanyakan gombal sih.. :P), tapi ada bagian yg cukup menyentuh (kasih spoiler gak yach? gak usah deh, biar yg belum baca jadi penasaran :P hihihi).

Lanjut ...

Ada banyak typo yg cukup mengganggu, tapi saya maafkan berhubung ini masih dalam bentuk pre-release. Mungkin penulisnya buru-buru menyelesaikan cerita sebelum ide-idenya menguap seiring waktu berjalan.

Saya merasa jenuh pada beberapa bab awal karena banyak paragraf tidak penting mengenai opini si tokoh utama yg memandang hidupnya seperti ini, itu, bla bla bla (beberapa reviewer lain bilang lebaydotcom). Saya sempat mikir, tokoh utamanya galau banget ya sampai-sampai segala unek-uneknya tergambar jelas, atau ... jangan-jangan penulisnya lagi curhat saat sedang membuat paragraf-paragraf ini? Hmm... lets ask him! :P

Lalu, apa lagi?

Selain itu, ada beberapa kesalahan dalam penggunaan sudut pandang dari orang pertama menjadi orang ketiga. Ini membuat saya jadi bingung sesaat. Saya terpaksa membaca kembali beberapa kalimat sebelumnya (nambah kerjaan aja -,-).

Akhir ceritanya ... Begitu selesai membaca, komentar saya, "hah, udahan? Masa sih? Terus gimana? Begini aja?" *syok* Ternyata saya telah terhanyut sedemikian dalam pada cerita ini, saya tidak menyadari ketika sudah tiba di garis finish. #saah *ketularan lebay* Hmmm cukup mengharukan, tidak harus happy ending, damai-damai aja.

Well, inti dari review saya ini adalah...
Saya memang bukan pe-review yg profesional, tapi saya ingin menyampaikan opini saya juga. Meskipun terdapat cukup banyak kekurangan, namun ide dan jalan cerita novel ini tergolong bagus serta menarik. Saya tidak menyesal membacanya hingga tuntas :) Sayang, banyak yg berhenti membacanya di awal. Mungkin mereka sama-sama jenuh seperti saya, tapi saya berhasil melewatinya dan justru jadi menikmatinya.

Bagi kalian, siapapun, di manapun, yang sedang membaca novel ini, jangan berhenti, sekali lagi.. jangan berhenti membacanya jika belum tuntas! *seriously*

Ini seperti realita dalam kehidupan: awal kita mengenal seseorang, bisa saja kita tidak menyukai orang itu, tapi.. jika kita mau mencoba mengenalnya lebih dekat lagi, maka ada kemungkinan besar kita jadi menyukai orang itu. :)
Begitulah yang terjadi pada saya dan novel ini.


Oke, saya beri empat bintang karena saya suka ceritanya!^^

Imajinasi tidak salah, dan tidak akan kalah hanya karena realisasi.
Profile Image for Yessyamarilis.
120 reviews9 followers
March 5, 2013
Pertama kali tau buku ini krn lg dihebohin di GR. mendadak temen2 bookslut naruh buku ini d list mrk. Penasaran lah diriku ini apalagi wktu tau genrenya YA Fantasy smakin bikin penasaran. tapi setelah didonlot ternyata halamanya 784 http://www.smileycodes.info . buku ini bikin langsung jiper dan mendadak pngen batalin buat baca krn q krg begitu suka baca ebook d laptop/pc (secara g punya reader)lebih suka baca dg wujud buku biar bisa dielus2 xoxoxox #info g penting

Anyway, soal alur cerita g perlu diceritain krn mgkn jd udh banyak yg tau. terlepas dari prolognya yg lebay, munculnya insiden pisang goreng, setting cerita yg krg jelas (menurutq) dan pergantian POV yg kurang halus tapi q sukaa ma ceritanya dan jaime tentunya http://www.smileycodes.info

Oke q g suka jaime yg demen tepe2 ke hampir semua cewe, tapi q jg kagum dg dia, dg kerja kerasnya, sikap tidak mudah menyerah, kesederhanaan dan keberaniannya. dia membuktikan bahwa dr nothing bs menjadi something.

Michelle, oh what can i say bout her..hmm kasihan juga ma dia sebenernya. kemampuannya mengubah diri mjd apapun yg dia inginkan mgkn bisa membuat banyak iri apalagi kalo dia jadi cewe cantik seksoy yg bodinya bikin sirik #lagi2 curcol. dia yg gonta ganti cowo q rasa krn dia cm pngen dicintai (fisiknya menyeramkan stlh dia kecelakaan, jd inget pilem mama). apalagi dia yg memendam cinta sama jaime,.poor her. memendam cinta terlebih sama sahabat sendiri mmg susyaah..

Nadia oh nadia...sebel ni ma dia. karakter dia mengingatkan q sama tokoh2 dlm sinetron. Yg cantik, lembut, pinter, bener2 ky tuan putri.

Btw yg bikin suka ma buku ini jg karena ada filosofinya yg bijak. yang q paling inget adalah di bab-bab terakhir. Pada akhirnya qt akan kembali kepadaNya. Belajarlah untuk memasrahkan hati, jiwa hanya padaNya. terdengar mudah meski untuk mempraktekkan ilmu ikhlas tersebut susah.

Buat yg blm baca buku ini krn bukan genre yg biasa dibaca, give it try nothing to lose.
Buat yg udh mulai baca dan pengen menyerah di halaman2 awal, bersabarlah sedikit, memang halaman2 awal terlalu lamban krn banyak detail yg diceritain tapi itu akan mmbawa cerita kebelakangnya semakin enak. Endingnya itu mengejutkan. saranq baca pelan2, resapi tiap perjalanan dan petualangan jaime and maybe ur gonna love it, just like me http://www.smileycodes.info

4 bintang utk cerita ini.Untuk penulisnya, terima kasih telah menulis cerita ini, smoga ini bukan buku pertama dan terakhir yg ditulis, tetap berharap ada buku lanjutannya.
saya ini pembaca amatir yg g pinter bikin ripiu jd sekian dan terima kasih. ciaoo http://www.smileycodes.info
Profile Image for Ming Hui.
1 review1 follower
February 14, 2013
status: dapet dari teman fb...
buku: Ebook terpanjang yang pernah dibaca seumur hidup
alasan review: moga-moga dapat buku cetak ( pengen punya )

Review: Bukunya... gimana ya bilangnya...
keren
KEREN
KEREN BANGETTTTTTTT!!!!!!!!!
WOWWW KEREN BANGET DEHHHH!!!!

Ngak nyesal bacanya dari ebook dan terus menerus didepan laptop beberapa hari.
( lumayan sambil jaga toko ...)

Cerita awalnya sederhana .. kerasa seperti sedang baca komik/manga..

semakin ke dalam semakin ribet dan berat untuk otak tapi sambung-menyambung ceritanya keren banget.

Banyak adegan keren dan banyak jebakan-jebakan cerita ( dodol juga pengarangnya rajin ngerjain orang ).
kata-kata bijaknya keren.

Kok jadi bingung mau nulis apa... bukunya kompleks banget...
Profile Image for Ira Booklover.
689 reviews45 followers
February 7, 2013
Horeee, akhirnya selesai juga. Ini adalah ebook terpanjang yang pernah saya baca. Kurang suka baca ebook sih sebenarnya. Tapi untuk Baptism ga apa-apa deh.

Baptism or Blessed Heart menceritakan tentang sebuah dunia yang pernah dilanda hujan energi. Hujan ini membuat segelintir orang yang beruntung mempunyai kemampuan unik layaknya superhero. Nah, orang-orang ini disebut Baptisan. Sayangnya, tidak semua Baptisan baik, ada juga beberapa Baptisan yang jahat.

Di dunia inilah seorang pemuda kampung bernama Jaime tinggal. Jaime nekat pergi ke kota untuk mendaftarkan diri sebagai Baptisan Btp. Btp adalah pasukan khusus bentukan PBB yang terdiri dari para Baptisan baik pembela kebenaran.

Semuanya seharusnya berjalan baik untuk Jamie kalau saja dia tidak dimanfaatkan ke dalam sebuah skenario yang penuh dengan tipu muslihat.

Saya katro di dunia writing. Jadinya tidak bisa banyak membantu. So serahkan soal pemilihan kata, sudut pandang, and istilah professional lain kepada ahlinya. Saya cuma mau menyampaikan kesan saya setelah membaca ebook ini.
OK, here we go:

Pertama:
Tidak suka dengan prolognya. Terlalu hiperbola.

Kedua:
Saya menyukai dua bab pertama. Bab 1 membuat saya penasaran untuk membaca kelanjutannya and bab II ada banyak humor yang membuat LOL.

Ketiga:
Di bab-bab berikutnya, gaya ceritanya masih tetap berlebihan dan mulai mengganggu. Sayangnya saya tidak punya kemampuan baca melompat ataupun berhenti membaca bagaimanapun ceritanya.

Meskipun kecepatan membaca jadi menurun, pokoknya saya harus membaca setiap halaman secara urut dan komplit. Untunglah cerita ini mempunyai banyak humor. Selain itu, ada beberapa bagian yang berhasil membuat saya menahan napas saking tegangnya. Fiiuuhhhh.

Keempat:
Saya mulai tidak bisa berhenti membaca sejak halaman 532. Tapi saya benar-benar tenggelam di dalam ceritanya sejak halaman 658.

Sampai-sampai rekan kerja saya heran. Kok bisa-bisanya saya asyik baca ebook sampai tahan tidak beranjak dari tempat duduk dari pagi sampai siang.

Kelima:
Saya tidak suka dengan Jamie. Betul sih Jamie terpilih karena dia memiliki 'blessed heart'. Tapi saya tidak sepenuhnya merasa Jamie seperti itu.

Saya rasa Jamie itu plin plan. Suatu saat amat sangat yakin akan suatu hal tapi detik berikutnya bisa berbalik 180 derajat. Jamie juga sangat lebay hampir disetiap perkataan dan pikirannya. Membuat saya sebal. Apalagi saat di bagian ini:

“Karena suatu saat kamu akan bertanya tentang arti dari kehidupan ini, maka di sinilah kamu berada,” kata Xian duduk diatas sebuah batu besar dan menunjuk pada rerumputan.
“Duduklah dan dengarkanlah.”

Apa yang bisa kulakukan selain menurutinya?

Hedeeh, cerewet...langsung duduk aja kenapa sih?

Selain itu, Jamie juga tipe perayu menyebalkan dan menurut saya terlalu sering menyebut kata "Sialan".

Keenam:
It's ok sebenarnya saat Jamie kembali beraksi dengan Btp setelah aksi sebelumnya dengan ketua kelompok Pembebas. Tapi saya merasa jalan ceritanya jadi dipanjang-panjangkan dan bagian puncaknya jadi dobel. Komentar saya waktu membaca ini adalah "Astaga, masih ada lagi. Kapan habisnya?".

Mungkin akan lebih baik kalau aksi dengan ketua kelompok Pembebas jangan dibuat terlalu seru. Mungkin sih :D Tapi saya suka dengan cara pengungkapan teka-teki yang terjadi di akhir cerita.

Ketujuh:
Imej saya tentang Btp jadi berubah diakhir cerita. Awalnya sebagai pasukan khusus PBB. Diakhir berubah menjadi hanya sebuah organisasi.

Kedelapan:
Endingnya sangat pas. Tidak terlalu bahagia, tapi tidak membuat galau juga. Hmm...bagus bagus bagus.

Kesimpulannya, 3 bintang...eh...3,5 bintang untuk ebook ini.

Minus karena saya tidak suka dengan gaya ceritanya yang terlalu hiperbola.

Tapi semoga setelah diedit, bagian yang 'berlebihan' -- baik secara ungkapan ataupun harafiah -- bisa dipangkas.

Jadi tidak sabar menunggu edisi printed versionnya.

Trus nilai plusnya untuk ide cerita yang bagus, adegan lucu, adegan menegangkan, pengungkapan teka-teki dan akhir yang pas.

Siiip, I almost really liked it ^_^

P.S. Kasih tambah 1/2 bintang lagi deh buat author fantasi Indonesia. Keep writing all of you. Buat Indonesia bangga dengan karya kalian. Semangat yaaa!!!!

Profile Image for Angela Noviana.
464 reviews23 followers
January 24, 2013
ARC by Adam Aksara

BtP adalah organisasi yang berisi orang-orang yang "dibaptis" dan memiliki kemampuan seperti mindreader, menciptakan api, penyembuh, dan sebagainya. Jaime hanyalah bocah kampung yang memiliki hasrat menjadi anggota BtP, tapi dia tak memiliki kemampuan itu sehingga harapan hanya menjadi mimpi sampai dia bertemu dengan seorang perempuan, Nadia.

Nadia adalah tuan putrinya. Perempuan itu lembut, cantik, dan meningkatkan detak jantung Jaime. Namun Jaime tak mungkin bersamanya karena dia hanyalah seorang bartender, manusia biasa, tak memiliki kekuatan apapun. Tapi takdir berkata lain ketika tiba-tiba Jamie mengalami kecelakaan dan dia bisa terbang. Bermaksud untuk mendaftarkan diri sebagai BtP, dirinya ditolak karena masuk ke dalam daftar hitam.

Cemas dan takut, Jaime menyembunyikan kekuatannya. Jika sampai diketahui oleh orang banyak dia memiliki kemampuan terbang dan tidak mendaftarkan diri, dia akan menjadi rabbit, kelinci percobaan Divisi Penelitian. Jaime belum dapat menguasai kekuatannya dan dia bertemu dengan Xian, seorang kakek yang aneh dan tak bisa berbicara dalam bahasanya, dan Lily, seorang anak kecil bertingkah laku menggemaskan.

Xian mengajarinya mengontrol kemampuannya dan sebagai balasannya, Xian meminta agar Jaime menemukan saudarinya dalam kelompok Baptisan Pembebas yang merupakan musuh dari BtP. Walaupun berat hati, Jaime setuju dan hidupnya tak sama lagi ketika mengenal kelompok Baptisan selain BtP....

Aku antara suka dan benci dengan karakter Jamie. Dia polos tapi terlalu pasrah. Dia bisa kejam untuk melindungi orang yang dikasihinya. Aku sampai akhir gak bisa membayangkan Jamie sebagai sosok yang sudah tua semacam 25 ke atas, melainkan sosok seorang pemuda yang belum mencapai umur dewasa. Aku membayangkan Jamie bukan sebagai pria kekar dan berotot, melainkan hanya pria biasa yang bekerja di sebuah kafe kecil.

Well, aku bukan lah tipe orang yang suka membaca narasi yang panjang, melainkan yang suka membaca percakapan. Menggunakan POV orang pertama tentunya memudahkan penulis untuk menggambarkan perasaan dan pikiran si "aku". Aku cukup enjoy dengan karakter Jamie karena dia memiliki pemikiran yang cukup kocak. Namun dengan sifatnya yang pasrah kadang-kadang pikirannya jadi menyebalkan.

Karakter utama lain dari buku ini adalah Michelle dan Nadia. Dua perempuan yang tertarik kepada Jamie. Michelle menyenangkan dengan perilakunya yang totally like a bitch dan Nadia yang terkadang menyebalkan karena polos dan mudah menangis. Karakter yang paling aku sukai di sini adalah Lily, abis dia lucu dan menggemaskan. Hehehehheh...

Membaca cerita yang nyaris mencapai 800 halaman bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa bagian yang menurutku datar, ada juga beberapa bagian yang menurutku seru. Tapi yang jelas gitu masuk halaman 500 ke atas, di situ lah bagian paling seru buatku. Semua action terkumpul di bab-bab menjelang akhir itu dan semakin banyak rahasia yang terungkap dan cukup mencengangkan juga. So, two thumbs up untuk bagian-bagian tersebut.

Bagaimana dengan 500 halaman sebelumnya? Menurutku ceritanya di situ naik turun mulai dari cerita mengenai Jaime yang berusaha menutupi jati dirinya dari Nadia, perkenalan Jaime dengan pemimpin Baptisan lainnya, aksi Jaime yang melibatkan para Baptisan, dan sebagainya.

Yang kurang pas dalam cerita kali ini adalah romansanya. Rayuan Jaime kepada Nadia entah mengapa menurutku terlalu berbunga-bunga. Justru yang bagus itu yang di 300 halaman terakhir walaupun mereka banyak nangis di situ.

Aku suka dengan ending-nya yang sedikit mengambang dan berharap akan dibuatkan buku selanjutnya atau cerita singkat berikutnya karena masih penasaran dengan kelanjutan kisah Jaime dan Xian. Lalu akhirnya Jaime dengan siapa?
Profile Image for Deasy.
164 reviews
April 2, 2013
Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang Jaime, pemuda desa yang mempunyai impian untuk masuk ke BtP untuk meningkatkan gengsi dan sumber income..

Hm.. karakter Jaime, lumayan menarik... walau dia suka tebar pesona di sana sini, tapi aku melihat hatinya baik....
Terbukti pas dia menjadi satu-satunya cowo yang ga kabur ngeliat tampang aslinya Michelle, karena ia ngeliat hati Michelle...(hm.. so sweet) http://www.smileycodes.info

Jaime... Jaime.. walau keliatan dari luar so perfect, banyak bikin cewe-cewe klepek-klepek. tapi di dalam dirinya dia begitu ga percaya diri.. nganggap diri ga sebanding dengan pujaan hatinya, Nadia... Menganggap diri nothing....
(Hm... everyone is unique, nobody perfect ;)
http://www.smileycodes.info

Perjalanan hidup Jaime penuh action... aku aja yang ga terlalu suka action bisa merasakan kalau kita sendiri yang ada didalam jalan cerita itu.... penulis membuat jalan cerita begitu nyata...

hanya perlu perjuangan khusus untuk membaca bab-bab awalnya.. terlalu memusingkan dan membosankan... semua info dimasukkan semua....
jujur.. aku juga hampir menyerah di bab awal, tapi karena ada bocoran makin kebelakang makin menarik, makanya bisa tetep lanjut....
http://www.smileycodes.info

Maka mulailah membaca dan temukan sendiri petualangan Jaime...^.^



Pelajaran berharga dari buku ini :

Setiap orang janganlah takut untuk bermimpi, terus berjuang untuk mewujudkan mimpi itu... Karena mimpi itu akan tetap menjadi mimpi kalau kita tidak mau berbuat sesuatu untuk mewujudkannya, tapi tetep harus berpasrah sama yang di atas jika mimpi kita hanya akan selalu jadi mimpi yang indah ^.^
http://www.smileycodes.info

Profile Image for Sofya L.
1 review
February 11, 2013
Prolognya terlalu lebay .. ngak begitu suka

Bab awal cukup menarik karena bisa membuat tertawa... dan bab berikutnya menarik...

hahaha..Saia ngak pandai membuat repiu.

tapi ceritanya menarik... endingnya bagus benar-benar tak terduga dan banyak jebakan certia..

Over all I like it...

sekian...hahahaha

ada buku keduanya? penasaran sama kelanjutannya.
Profile Image for Kartika Nurfadhilah.
159 reviews21 followers
March 1, 2013
Alhamdulillah akhirnya sempet juga buka laptop dan menyempatkan waktu buat nulis review buku ini termasuk curhat curhit selama membaca buku ini hahaha. Baiklah ayo kita mulai!

Pertama kali kak Adam ngemessage untuk mendownload buku ini, jujur seneng. Kenapa? Kebetulan lagi butuh bacaan mau beli buku ngga ada uang karena krisis liburan (?) tapi itu di hari terakhir liburan -_- ketika begitu selesai mendownload waw 782 halaman. Hmm, sebenarnya buat saya sendiri sih halaman segitu ngga masalah mau 1000 halaman ayo! Cuman hmm sempet ragu (?) kalau dalam outbooknya 700halaman mungkin aku bisa selesai paling cepet 3hari, ini kan ebook dalam pdf di tablet pula. Jadilah hari pertama cuma sempet selesai sampai 100halaman karena besoknya kuliah pagi. Seperti yang sudah diduga setelah masuk kuliah di jadwal semester ini yang begitu padat dan eungap (ngga tau padanan kata yang pas dalam Bahasa Indonesia-nya XD) membuat saya pun tidak sempat bahkan untuk sekedar membuka tab, ketika hari minggunya barulah setelah seminggu dibiarkan dalam sehari penuh saya melahapnya sampai beres dan membacanya sambil geregetan kalau authornya ada di deket saya bisa-bisa saya jambak saking gemesnya begitu baca ending. Dan akhirnya hari ini... bisa melepaskan segala unek-unek saya yang sudah saya pendam. Jadi bersiaplah Kak Adam... *evil stare*

SINOPSIS

Oke. Jadi ceritanya Blessed (Heart) karya Adam Aksara ini berpusat pada tokoh sentral yang bernama Jaime Hunter. Seorang pria dari desa--yang sangat sederhana dari keluarga yang begitu menghargai kehidupan kesederhaaan, tipikal keluarga pedesaan punya banyak anak lelaki yang bisa dijadikan penopang untuk bertani. Jaime Hunter ini sebenarnya tidak bisa juga dibilang 'pria yang begitu sederhana dan tidak ada apa-apanya' tidak seperti kebanyakan pria dari desa yang berperawakan kurus, tampang biasa, dan sebagainya. Jaime Hunter ini memiliki wajah yang cukup rupawan dengan badan bak para atletis atau bahkan wajah+body yang diinginkan oleh pria manapun.
Setting cerita ini sendiri berkisah pada setelah tahun 2012 yang menurut kalender Bangsa Maya yaitu Kiamat. Nah dalam buku ini tahun 2012 terjadi sebuah hujan energi besar-besaran yang membanjiri bumi dan membuat aurora muncul di seluruh penjuru dunia (padahal kan seharusnya aurora hanya terjadi di mana kutub magnetik bumi berada) setelah berlangsungnya hujan energi tersebut membuat beberapa manusia memiliki kekuatan khusus yang mereka sebut sebagai Baptisan ada baptisan golongan baik dan jahat seperti itulah kiranya. Pada awalnya Baptisan itu bersikap semena-mena membuat bumi terasa lebih 'panas' membuat PBB membuat organisasi yang bernama Blessed to Protect Special Force atau yang disingkat dengan BtP. Pada mulanya BtP ini kurang ngefek dan terkenal dengan semboyan 'Menjaga Keamanan dengan Sukarela' hingga akhirnya BtP mengubah strategi bahwa para baptisan yang secara sukarela mendaftarkan diri akan mendapat kehidupan mewah, glamor, dan penuh dengan segala kehedonisme-an.


Jaime Hunter yang berharap akan adanya sebuah kemampuan khusus pada dirinya setelah hujan energi--ia kerap seperti bersugesti pada dirinya kalau ia bisa terbang. Hingga akhirnya ia nekat meninggalkan desanya menuju Virginia, Graceland dimana tempat markas BtP berada. Ia berharap akan sebuah penghidupan yang layak dari sebelumnya, sialnya di tengah perjalanan ia dirampok oleh tukang taksi membuatnya berjalan cukup jauh menuju markas BtP. Mimpi hanyalah mimpi. Nasi sudah menjadi bubur. Di hadapan juri Jaime justru tidak mampu menunjukkan keyakinannya bisa terbang, membuatnya didepak keluar markas BtP atau menjadi seorang rabbit. Terlunta di tempat asing, membuatnya secara tidak sengaja bertemu dengan Master dan Madame. Suami istri baik hati yang memberinya penghidupan meski dengan gaji kecil dan rumah yang kecil, dan ia pun diajari menjadi seorang bartender di Kafe Eve. Kehidupan Jaime berlalu dengan datar kalau bisa dibilang, hidupnya sebatas pulang pergi Kafe Eve tidak ada yang spesial yang nyaris membuatnya putus asa. Hingga akhirnya, salah seorang temannya yang anggota BtP bernama Michelle dengan kemampuan mimikrinya mengajaknya ke sebuah pesta khusus untuk para baptisan. Jaime dipermak abis-abisan, menjadi pria bartender dengan baju lusuh mendadak menjadi sosok keren seperti model-model papan atas Hollywood #tsah dengan baju mahal yang melekat di seluruh tubuhnya yang ia bertaruh seluruh pakaian dan barang yang diberikan Michelle padanya serupa dengan gaji seumur hidupnya! Hahahaha...

Di tengah hiruk pikuk pesta, saat ia sedang menikmati angin segar *ualalala* Jaime bertemu dengan seorang putri cantik dari negeri entah berantah yang sedang diganggu dua kecoak-kecoak yang menggodanya. Naluri kelakiannya pun berkata, Jaime menghajar dua pria anggota BtP tersebut dengan sekali pukulan. Dan saat itulah, hidup Jaime merasa tidak akan pernah sama kembali. Gadis bernama Nadia itu berhasil mencuri harinya dalam satu pandangan pertama. Namun, bagaimanapun Jaime tersadar bahwa ia tak akan pernah mendapatkan Nadia--junior BtP berbakat yang dijuluki The Perfect Copier. Ia hanyalah seorang bartender miskin dan intinya ia tidak punya harta untuk membahagiakan sang putri.

Dan ah iya, di pertengahan cerita saat seorang Jaime Hunter benar-benar putus asa, secara tidak sengaja dengan memfokuskan pikirannya dan memenenangkan pikirannya. Ia bisa terbang! Dari yang tadinya benar-benar putus asa menjadi bangkit kembali, impiannya menjadi seorang BtP tidak lama lagi akan terwujud. Sejak itulah kejadian-kejadian dengan kemampuan terbangnya membuatnya kembali bertemu dengan Nadia meski tidak berani mengungkapkan identitas dirinya. Boleh kubilang, titik balik kehidupan Jaime Hunter disini sendiri sebenarnya saat ia bertemu dengan pria paruh baya bernama Xian. Pria yang memberikannya attunement dan sekaligus pria yang menuntunnya pada pencarian sosok jati dirinya yang sesungguhnya.

Antara kejujuran dan kebohangan. Dan juga antara Fakta dan manipulasi. Itulah yang ingin diceritakan disini melalui sosok Jaime Hunter. Hingga kamu sendiri jika sudah selesai membacanya hanya akan sanggup berkata Wow. bahkan Speechless mengetahui kenyataan yang sesungguhnya. Kehidupan seorang Jaime Hunter.


Tokoh-Tokoh.
1) Jaime Hunter : si Pria Desa yang tadinya hanya sekedar 'Pria yang Biasa-saja' menjadi ' Pria yang Luar-Biasa' seperti kebanyakan pria lain, ia pandai merayu wanita, perhatian pada wanita, dan juga memiliki welas asih pada siapun-pun, termasuk hidup kesederhaannya yang menjadi kunci bahwa masih ada juga orang yang hanya ingin hidup secukupnya di hingar bingar kehidupan hedonisme. Tipe cowok pengecut (cukup) saat berhadapan dengan gadis yang dicintainya, menampakkan diri tanpa menunjukkan dirinya sendiri.

2. Michelle : Wanita seksih dan sekaligus teman secara tidak sengaja, Jaime--yang pada mulanya adalah Jaime yang selalu mengantarkannya pulang di saat mabuk. Tipe wanita yang haus akan cinta lelaki, tidak siap dicampakkan, melakukan apapun demi pria yang dicintainya. Kemampuannya adalah mimikri.

3. Nadia: Gadis cantik yang berhasil mengambil hati Jaime Hunter dalam pesta topeng. Junior Btp yang dikenal The Perfect Copier dan direkomendasikan menjadi Finder dan Mindreader dengan kemampuan ngopasnya.

4. Master: Bos Jaime. Bos yang super perhatian dan jarang ditemukan. Meberi penghidupan, memberikan keterampilan, memberikan kasih sayang. Termasuk paman yang baik hati dan pengertian terhadap keponakannya, Michelle yang tidak akan mampu menolak permintaan gadis mimikri tersebut.

5. Xian, Almaria, Shery, Jushin : 4 saudara seperguruan sebagai awal, inti, dan akhir kisah buku ini.

6. Karakter pendukung: Maria (cucu Almaria dan Jushin), Gris dan Angelina (sahabat Nadia), Lawrence (pacar sementara [?] Nadia), Dr. Kumar, Vito, Alphonso, Glenna, dan masih banyak lagi.


KESAN:
Tuh kan kak adam kalau baca ini jangan bosen ya denger bacotan si cika hahaha kalau tangan sudah menari di atas keyboard susah dikendalikan. wqkwkwkwk

1. Pada awal bacanya, disuguhin sama prolog yang cukup panjang menurutku. dan aku sendiri sempet bingung dan malah ngga konek sama prolognya. Deskripsinya ituloh ngenes abis, sempet bilang 'kesian amat sih' ngebayangin si tokoh ngebelakangin kita dia sibuk menatap langit luas dengan jurang di bawahnya dengan tatapan ngenes, suasana yang mencekam, angin badai hujan #tsah hingga akhirnya ada matahari cerah bersinar terang saat si tokoh itu akhirnya seperti mendapat pencerahan.

2. Bab awal. Aku juga sempet bingung sama penggunaan sudut pandang (berhubung aku baca sebelum revisi) awalnya seperti orang ketiga, namun pada akhirnya di tengah cerita tanpa ada space langsung ke orang pertama hingga seterusnya. Hingga akhirnya aku mikir ah mungkin mau pake orang pertama kali ya namun terkadang pake orang kteiga saat tidak menceritakan si Jaime itu sendiri.

3. Waktu di halaman 97 waktu Michelle nelpon Master buat minjem Jaime ke pesta topeng, Master hanya menjawab perlahan, " Jaime, apa kamu tega melihat seorang paman tidak dapat memenuhi permohonan ponakannya yang manis? Kalau diliat sih tidak masalah, hanya saja begitu aku baca ponakan rasanya agak sedikit janggal soalnya keseluruhan cerita pakai bahasa baku dan tiba-tiba 'ponakan' hingga akhirnya aku bergumam sendiri membaca keponakan. Dan menurutku lebih baik, dan sama sekali tidak mengurangi esensi ceritanya itu sendiri.

4. Itu kan diceritain kalau para baptisan itu jumlahanya hanya sedikit dan berkisar antara 0,001-0,001. cukup kecil ngga sih? cukup. bahkan kalau di fungsikan limit mendekati satu dengan asumsi seluruh penduduk dunia saat itu misalkan saja 3 miliar per jumlah rata-rata baptisan. tapi dengan jumlah yang sangat kecil itu dalam cerita kesannya banyak banget baptisan, di setiap negara ada baptisan bahkan baptisan yang tidak mendaftar ke BtP pun lebih banyak daripada yang mendaftar kesannya tuh bukan bejumlah 0,001% tapi mungkin lebih dari itu. Ah, sudahlah tapi bukan masalah penting juga kkkk akunya aja yang terlalu mikir jauh.

5. JAIME HUNTER TERLALU TAMPAN *BAYANGANNKU SEPERTI DARREN CHRIS (BLAINE ANDERSON DI GLEE) UGH...

6. Analogi hujan energi besar-besaran yang membuat manusia naik satu tingkat ke tingkatan energi lebih tinggi. Mengingatkan aku sama matkul priciple chemistry bab Atom. Hahaha analogi manusia bertransformasi ke tingkatan energi lebih tinggi, seperti teori Neils Bohr mengenai atom hidrogen. Atom bereksitasi dari tingkat dasar menuju tingkat orbital berengeri tinggi menyerap energi radiasi cukup besar. Sama saja dengan manusia yang menyerap energi dari hujan energi, yang kemudian mengubah yang sepertinya susunan materi DNA-nya. DNA kenapa suhu tinggi saja sudah hancur karena IK.Hidrogen lepas menjadi ikatan tunggal, sementara radiasi menyebabkan mutasi dan pergeseran nukleotida AGTC. wkwkwk jadi disini mutasi DNA itu mengakibatkan manusia terpilih menjadi superhero. atau anggaplah dunianya Jaime Hunter dipenuhi orang superhero.

7 terakhir, aku ngerasa kasian sama Jaime yang hidupnya ~,~ seperti diombang-ambing dan diplot sedemikian rupa oleh Sherry, dkk membuatnya menjalani kehidupan yang bahkan tidak bisa ia sadari.

8. Epilognya kurang memuaskan T_T kesannya Jaime seperti menyerah gitu sama Nadia. Kenapa ngga diberi kesempatan gitu ya buat Jaime menjalani kehidupan sama Nadia dengan atau tanpa kebohongan lagi pada dirinya sendiri.

9. Bab favoritku ada 2 yang pertama BAB 14 ALPHA. ngebayangin Darren Chris aka Jaime HAHAHA nerbangin bus begitu seperti superman u,u seketika aku ngebayangin Darren Chris aka Jaime berpakaian biru dengan selendang merah yang diiket di leher dan celana dalam merah khas superman mengangkat bus wkwkwk dan kedua tentu saja BAB 42 Kebenaran Sebuah Cerita, uh ngenes banget bacanya kenapa rumit banget -_- intinya sih kesalahpahaman. Juhsin dan Sherry yang gegabah, Almaria yang salah langkah, Xian yang seolah yang diam dan tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah semuanya jelas, barulah kan penyesalahn dimana Jushin yang akhirnya nyesellah kalau ternyata Glenna emang anak kandunga X.X


Syudahlah, tapi aku beri rate 4/5 ngga apa-apa, ya kkkk usaha dan imajinasi kakak yang er ngga sempet kepikiran dan memuaskan pembaca. Seperti kebanyakan kisah science fiction romance lainnya, yang selalu aku anggap memiliki value tersendiri. Di mana kita bisa memisahkan antara ilmu pengetahuan dan fiksi. dan kemudian menyatukan ilmu pengetahuan dengan fiksi dan mengemasnya menjadi menarik.

baiklah, kak adam jangan salahkan orang yang menulis ini karena sudah menyampah di thread ini wkwk

qoutes

1. Kekayaan, Kehidupan semuanya hanyalah kabut dalam kehidupan yang dapat datang dan lenyap dengan cepat yang dibutuhkan adalah--hati. Hati yang bersih dan murni. Hati yang memaafkan, hati yang tidak pernah menyerah, hati yang tulus mencintai.Hati yang penuh kelembutan, dan kekayaan hati lainnya. Dengan memiliki hati yang kaya dan bersinar, dunia akan membukakan jalan untumu, dan Tuhan akan menganugerahkan yang terbaik untukmu.

Profile Image for Videlastro .
430 reviews
February 16, 2013
Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Endiing apa iniii??????????????? *histeris* http://www.smileycodes.info *tabok pengarangnya* http://www.smileycodes.info

Pokoknyaaaa... bikiiinnn lanjutannyaaaaaaaa!!!! #maksa http://www.smileycodes.info

................................
..............................................
............................................................

Ehmm.. oke.. maaf atas keributan diatas... pengekspresian diri... http://www.smileycodes.info

Baiklaahh.. begini... Berhubung, gw bukanlah seorang revier kawakan... gw ga akan me-review buku ini.. cuma akan menyatakan pendapat betapa Seru dan menggelitik rasa penasaran gw pada buku ini..eeeeng.. pada tokoh kali yah.. hehehheh http://www.smileycodes.info

Jadi... Apa sebenernya yang gw temukan di Buku ini???
hal Pertama yang akan gw bilang bikin gw kecantol adalah......

JAIME .

YUP! Jaime sang tokoh utama kita disini... http://www.smileycodes.info
Berani, Gw katakan klo Seorang Jaime, mampu membuat gw fokus dibuku ini, hingga Gw bisa nyeleseiin buku ini dalaam... ehhmm.. *ngitung* .. yah kira-kira 3-4 Hari.an laah... http://www.smileycodes.info

kenapa? kenapa Jaime?
Hmm.. kenapa yah..?? Jaime si Manusia Galau yg rendah hati... Humoris yang lebih sering memenuhi isi otaknya dengan pikiran 'merendahkan diri' walo kadang-kadang narsis juga.. Jaime yang 'Sebenernya' tulus membantu temannya walo ujung-ujungnya dibilang demi sebuah barang elektronik.. Jaime, si Bartender miskin yang ternyata menyimpan jiwa Casanova dalam dirinya hingga bisa ngerayu en ngegombali para wanita (tepatnya 4 wanita) sedemikian rupa...bahkan Gw pun hampir terjatuh dalam pesona kata-kata nya.. KYAAAAAAAAAAAAA JAIMEEEEEEEEEEEE!!!! http://www.smileycodes.info

Ooops.. Sorry melenceng.. ga nahan.. Kita lanjut *kibas jilbab dulu* http://www.smileycodes.info

hum... yah.. begitulah.. sepanjang cerita, gw selalu bertanya-tanya.. kenapa Jaime begini...? terus gimana nasib Jaime...?. duh, kasiaan Jaime.. apa yang Jaime akan lakukan nanti...? SIAPA Jaime sebenarnya..??

SIAPA JAIME SEBENARNYA? http://www.smileycodes.info

yah.. itu adalah pertanyaan yang akan Anda jawab sendiri... setelah membaca buku ini... Huahahahhhahahahhahahha.. *ketawa setan* http://www.smileycodes.info

mungkin Buku ini memperlihatkan penderitaan, dendam dan sakit hati ... http://www.smileycodes.info buku ini juga menyisipkan romansa penuh bunga merah muda.. http://www.smileycodes.info buku ini juga menampilkan kegalauan, keteguhan sekaligus kerendahhatian.. http://www.smileycodes.info . Buku ini dengan lengkap Menyajikan sebuah Petualangan. http://www.smileycodes.info

Tertarik?
Baca deh.. Serius.. banyak pesan moral dalam setiap kata dalam buku ini... http://www.smileycodes.info

Jadii..
jika ingin mengenal Jaime dan ikut dalam setiap petualangannya.. Buy, Read and Enjoooyyy it!!!!!! http://www.smileycodes.info

Btw, gw salut sama Author-nya... banyak detail yg menyokong tiap ceritanya.. penasaran.. itu re-search, apa pengalaman pribadi pak??? hmmm?? hmmm?? *rise eyebrow* http://www.smileycodes.info

===PecintaPriaNakalBersaksi.. Aaaahhh... Aku suka saat Jaime ngegombal.. http://www.smileycodes.info ===

Profile Image for Dewi Kirana.
Author 2 books20 followers
Read
July 25, 2019
Setelah 'menahan' buku ini di Currently Reading-ku selama 6 tahun, dan berharap suatu saat bisa punya hasrat buat ngelanjutin baca buku ini, akhirnya aku menyerah dan mutusin buat DNF atau Do Not Finish.

Review bisa dibaca di bawah dan di status update.

---

Oke, aku memang belum selesai membaca buku ini. Bru sampai hal. 92, tapi aku merasa sudah perlu menyampaikan beberapa hal.

Pertama, mulai ada beberapa kebetulan bermunculan di dalam cerita ini yang tidak sesuai dengan logika cerita. Salah satunya adalah kemampuan Jaime ngebut sampai bisa mengalahkan rekor Andreas.

Di bab dua dituliskan "Desa kami adalah desa kecil yang hanya memiliki sekitar puluhan kepala keluarga, kami tinggal di antara rumah-rumah kayu berlantaikan tanah yang jauh dari yang namanya peradaban, binatang-binatang peliharaan kami juga masih berkeliaran di sepanjang jalanan." dan "Jalanan tempat kami masih belum diaspal dan setiap kali hujan selalu menjadi genangan lumpur namun kami lebih sering memakai kerbau daripada mesin ataupun mobil sehingga hal itu tidak menjadi masalah bagi kami. Tapi kami memiliki mobil truk dan sepeda motor."

Dalam keadaan seperti ini, mungkinkah Jaime bisa tumbuh besar menjadi seseorang yang terbiasa melakukan balapan, seperti yang tertera di bab tiga "Aku sudah mengendarai mobil semenjak masih kanak-kanak,
mungkin sejak saat aku berumur 10 atau 11. Pertama kali aku belajar mengemudi hanyalah untuk bersenang-senang di lapangan kosong bersama pemuda-pemuda desa. Kemudian berikutnya menjadi cukup sering mengemudi karena harus mengantarkan ayahku pulang dalam keadaan mabuk setelah menghadiri pesta-pesta desa sebelah di malam hari. Kadang
aku juga bersama pemuda satu desa mencoba balapan dengan pemuda dari desa lain dan jelas kami menggunakan kendaraan yang maksimal kecepatannya cuma sekitar 140 km/ jam. Bukan jenis yang kecepatan maksimalnya mencapai 250 hingga 400 km/jam. Lagipula jalanan desa kami banyak yang rada rusak dan juga banyak belokan yang curam."?

Di bab sebelumnya dituliskan kalau keluarga Jaime cuma punya mobil truk. Apa mobil truk ini yang dipakai kebut-kebutan dengan pemuda dari desa tetangga? Kendaraan yang katanya kecepatan maksimalnya 140 km/jm? Aku nggak tahu kecepatan maksimal truk itu berapa, tapi, really?

Dan lagi, terbiasa ngebut pake truk, ataupun ngebut pake sepeda motor, itu nggak sama dengan ngebut pake SLR. Feelingnya jelas beda, handlingnya jelas beda, dst dst dst. Intinya, nggak mungkin Jaime yang cuma pernah bawa mobil sport sesekali (kalau lagi nganterin Michelle) atau ngebut pake motor ataupun truk bisa ngalahin Andreas yang udah terbiasa ngebut. Simply. Can. Not. Nggak logis.

Salah keduanya adalah kemampuan hacking Jaime yang muncul entah dari mana (dari langit ketujuh sebagai berkah dari penulis kali ya? :P ) Jaime, yang adalah anak desa, yang nggak pernah diceritakan sebelumnya kalau pinter komputer, tiba-tiba bisa menyebarkan virus yang bisa membuat sebuah ponsel canggih luar biasa sampai rusak total sampai berasap segala? Simply. Can. Not. Lagi-lagi nggak logis.


Hal kedua adalah mengenai karakterisasi. Aku harus mengatakan kalau sekarang aku secara resmi membenci Jaime. Tadinya aku masih memaafkan karakterisasi cowok satu ini karena walaupun aku nggak suka, karakterisasi Jaime masih digambarkan secara konsisten, walaupun dalam artian konsisten noraknya, konsisten self-delusional-nya, dan konsisten nyebelinnya, tapi tetep aja konsisten :D Tapi sayangnya, di bab empat kkonsistensi ini mulai hilang. Kata-kata dan kelakuan Jaime mulai bertolak belakang, dan aku nggak bisa nggak akhirnya mencap cowok satu ini sebagai pungguk munafik nggak tahu diri.

Di bab empat Jaime bermonolog panjang lebar tentang Michelle "Michelle adalah seorang pejuang yang berhasil melewati semua musibah dan menahan rasa sakit yang menyayat hatinya. Mau tak mau timbul juga perasaan menghormatinya. Tidak seharusnya aku takut padanya. Salah satu prinsip yang selalu kupegang jika menghadapi ketakutan adalah selalu menghadapi dan menyerang ketakutan itu sendiri. Ketakutan tidak akan pernah membawaku ke mana pun dan selama aku masih memilikinya aku akan membawanya hingga aku harus menghadapinya lagi kelak."

Menghormatinya? Dude, di bab ini elu udah menyebut Michelle sebagai "mayat hidup" minimal tiga kali, lho. TIGA KALI! Apa itu yang namanya menghormati? Jangan ngesok berceramah soal menghormati blah blah blah kalo kelakuan elo sama sekali nggak mencerminkan hal tersebut!

Colek me if I'm wrong, tapi aku melihat penulis berusaha keras agar sosok Jaime menjadi sosok yang disukai pembaca. Tapi dengan cara memberinya kebetulan demi kebetulan yang nggak lain nggak bukan adalah Des ex Machina? Atau memberinya sifat nyebelin yang nggak konsisten dengan kelakuannya? Kurasa nggak begini caranya.

Aku sudah melakukan kesalahan serupa dalam ceritaku sendiri. Untungnya aku punya teman-teman baik hati yang membantuku memperbaiki kesalahan tersebut. Kuharap penulis juga bisa membetulkan kesalahan ini.

Sedikit tambahan soal karakterisasi, karakter Michelle juga sedikit nggak logis menurutku. Waktu kecil dia kecelakaan yang menyebabkan wajah dan tubuhnya luka parah, tapi kok masih berani bawa mobil sport? Nggak trauma ya Mbak, padahal kecelakaan itu menghancurkan masa depan elu sepenuhnya? Hebat banget.

Dan lagi, udah tahu kalau waktu tidur kemampuan mimikrinya hilang dan wajahnya balik ke asal, kok ya mau-maunya tidur sama banyak orang? Bukannya seharusnya Michelle malah jadi orang yang tertutup, nggak berani banyak berinteraksi dengan orang, dan pastinya nggak akan mau tidur seenaknya sama orang asing, kecuali seseorang yang udah bener-bener dia percaya, seseorang yang dia yakin nggak akan ngejerit kalo ngeliat mukanya yang asli? Eh ini malah tidur sama banyak orang. Pantesan aja jadi dijulukin Coyote Ugly. Otaknya dipake dong Non. Heran dah.

Segini dulu. Nanti reviewnya dilanjutin kalo ada hal lain yang mengganjal hati :)
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
February 20, 2013
finally finished!!! lama juga baca ni buku, maklum, banyak kerjaan, pulang slalu sore, dan sialnya wifi d rumah mati gara2 hujan lebat *curcol*

ceritanya nih diawali dengan Jaime yang pengennnn banget jadi anggota BtP, dia udah gagal skali, trus di black list, dannn, dia terpaksa menyerah dulu, kerja di kafe Eve bersama Master dan Madame. Suatu hari ketemu Nadia, eh jadinya suka. terus ketemu Xian dan Lily yg katanya rabbit yg kabur dari Divisi Penelitian. cerita ttg baptisan ini dimulai deh (menurut saya) dari munculnya Xian ini. kayaknya Xian ini kunci dari cerita ini walopun Jaime adalah tokoh utamanya. oleh Xian, kekuatan Jaime dibangkitkan wlopun katanya sebelumnya udah di attune sama Almaria. dan petualangan pun dimulai.

nulis review novel ini susah bagi saya karna saya cinta spoiler dan kali ini lagi ga mau bikin spoiler karna sekali tulis sinopsis, bocor smua deh gara2 novel ini penuh alur maju mundur. baru maju, eh mundur, maju lagi mundur lagi.

sebenernya bakal ngasih sampe 5 bintang kalo aja rayuan si Jaime bisa ditahan, sayangnya saya nyaris nyumpah2 tiap kali Jaime mulai mengucapkan rayuannya. sampe saya mikir apa Jaime ini cewek? kok cerewet skali toh. ngomong satu kalimat aja sampe bisa 2 baris. *tarik napas dulu*

jujur baru kali ini saya baca (dan menyelesaikan) novel genre fantasy indonesia *selain Lapis Lazuli tentunya yg masih di currently reading*. sebetulnya sih saya netral aja sama genre ini, cuma saya masih lebih mencintai romance. wkwk. harry potter aja cuma nonton, belum baca sama skali. hahaha

perkembangan karakter juga bagus, seperti Jaime yang agak menyerah tapi tetap mencari kesempatan agar bisa menjadi anggota BtP. tapi yang disesalin sih Nadia, ga maju2, hobi nangis. tapi entah kenapa karakter favoritku Lily. ya ampun, aku ngebayangin dia tuh anak kecil dengan rambut pirang ikal dikuncir 2 dengan muka bulat pipi tembam menggemaskan. *cubit2 pipi Lily*

kisah masa lalu Xian, Sherry, Almaria, Jushin dan Vito juga bagus. ga nyangka semua ini sudah diatur oleh mereka berlima!! *ups sowreyy* saya jadi merasa dibohongin, karena saya udah menerka2 di tiap chapter yang berakhir kalo selanjutnya Jaime bakal gini, Nadia bakal gini, eh beda lagi!! unexpected plot and it's nice (reminds me why i enjoy this story)

again, baca novel ini mengingatkan saya akan diskusi saya dan teman saya Isel mengenai tokoh cewe dalam novel fantasy. so sad, kebanyakan tokoh utama cewek di novel fantasy itu tipikal, menye2, yang di awalnya kayaknya menjanjikan ehhh ujungnya malah nangis2 demi cinta sama tokoh cowonya. ujung2nya tokoh utama cewe ini dijadiin bagian romance aja dan tokoh utama cowo, sekali lagi, memegang peran "menyelamatkan dunia". (sebenarnya ini diskusiin dari Mortal Instruments series. hahaa)
dan kami jadi menanyakan, kapan yaaa ada novel fantasy yang benar2 akan menjadikan tokoh cewenya setara dengan tokoh cowonya?? (ikut "menyelamatkan dunia") *maaf OOT*

btw, saya mulai lancar baca novel ini dari halaman 600an kayaknya. disitu seru, saya suka action part-nya. hahaha. adakah spin off atau epilogue atau buku lanjutannya lagi? kurang puas sama endingnya. hmph! *pura2 ngambek*

baru inget, novel ini juga penuh pelajaran hidup. kalo aku sih nangkepnya gini, kalo semua yang diberi Tuhan akan kembali pada Tuhan, bahwa dunia ini cuma panggung sandiwara dan.... errr lupa sama kutipannya. hehe. baca sendiri aja deh di bukunya, tar ketemu kok di bab2 menuju akhir gitu.

akhir kata 3 bintang buat Hati yang Sederhana ini.
Profile Image for Kitty Cat.
5 reviews1 follower
April 3, 2013
Adoooohhhhhh....soraya perucha eyke baca eni buku. Soraya perucha!

Sekong gigong sama sekong kepelong jugak!
Gak tahan eyke liatin typonya, kalimat anehnya, dan gombalannya si Jaime yang najong bajongjay tralala tralili itu. Mana ntu lekong ternyata pobia banci lagi. Hih! Jijong deh awww!

Paling jijay gua kalo ada cowok str8 yg fobia banci. Goblok banget soalnya.
Situ pikir cuma gegara situ cowok, trus banci-banci jadi langsung mo grepe elo gitu? Ih sorry! Kita juga punya selera, cyin.
Ada banci mure yang hobinya grepe cowo asal-asalan? Ada!
Tapi gua tanya : ada gak pere-pere mure yang hobinya grepe sembarang cowo? Ada! Lekong mure yang demennya grepe cewe lagi lewat? Banyak!
See...sama aja woy!
Apa semua pere dan lekong mure kek gitu? Ya kagaklah.
Samaria, cyin. Gak semua banci juga mure.
Elo-elo yang mikir semua banci demennya grepe sembarang lekong sama aja mikir kalo semua orang italia itu mafia dan semua orang muslim itu teroris. Goblok banget kan pemikiran elo?

Etapi balik ke eni bukuh ah.
Eyke kagak ngarti Kok bisa sih pere-pere di buku ini malah klepek-klepek denger gombalan kejunya si Jaime? Eyke sih udah mo muntah bow! Kalo aja gak sayang sama itu tablet, eyke beneran muntah kaleeee.

Nyesel eyke niat ngopi eni bukuh dari si ceuceu. Siaul...kudunya mah gw mundur abis baca repiew dese. HiH! Kepo bangkeeeeeeee!

Saking gak kuatnya, eyke maksa si ceuceu ceritain ajah ampe ending. Keknya sih bagus yee waktu dese cerita. Tapi waktu dese bilang kalo ampe abis si Jaimenya masih gitu aja, ah sutralah hay...eyke nyerah aja bacanya. Daripada eyke beneran muntah.

Udah ah. Jadi laper deh aw abis baca eni buku.
Eyke mo cari senek dulu ye, sekalian cari dickong kalo dapet.
Deeeyyyyyy
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
April 4, 2013
Satu bintang, simply karena saia gak bisa nyelesaiin buku ini. Seperti biasanya, buku yang saia drop saia rate 1 bintang (khususnya karena saia drop saat masih di awal-awal).

Sejauh yang saia baca sih ceritanya masih lumayan dan saia juga suka sama tokoh cewek yang bisa berubah itu (siapa lagi namanya? Michelle yah?). Si Jaime juga masih lumayanlah.

Typonya lumayan banyak. Terus saia rada bingung sama laptop LXX yang terlalu cetar membahana dan bahkan bisa digunakan untuk "membobol situs mana pun juga". That's one heck of a dangerous laptop.
Profile Image for Pipit Di.
Author 3 books7 followers
February 13, 2013
Sebenarnya ratingnya 4,5, cuma aku geser geser bintangnya kok tidak mau ya, jadi tertulis 4,

ku beri bintang 4,5 karena pada awalnya sudah bikin aku "awang awangen" ( bahasa Jawa )untuk membaca, dan menurutku buku ini perlu dibuat dwilogy, supayaenak membacanya
Profile Image for Sabrina Zee.
Author 6 books30 followers
March 2, 2013


Agak bingung gimana menulis review buku ini. Rasanya perjalanan membaca sepanjang 784 halaman itu seperti melewati jalanan yang tidak rata, naik-turun, menguras emosi, bikin tegang, bikin sedih, dan entah apa lagi. Saya tidak yakin bisa merangkum semuanya dalam sebuah review.

Sewaktu penulis meminta saya membaca buku ini, saya merasa aneh melihat judulnya. Katanya bergenre fantasi, tapi kok judulnya Hati Yang Terbaptis? Saya curiga ada membahas tentang agama seperti karangan Dan Brown. Lalu jumlah halamannya bikin syok. 784 halaman. Wah, bagus kayaknya ya. Biasanya novel tebal sih bagus. Mana mungkin penulisnya tahan bikin cerita jelek sepanjang itu?

Saya pun mulai membaca.

Prolognya bikin saya mengerutkan kening. Ini maksudnya apa ya? Biasanya prolog suka diambil dari kejadian seru di tengah buku dan dibiarkan menggantung penasaran. Sepertinya si tokoh utama bakal mati. Eh... tunggu dulu. Kok tiba-tiba si tokoh bikin solusi sendiri dan memutuskan untuk hidup?

Menurut saya, prolognya kepanjangan. Bahasanya puitis amat dan saya suka walau agak aneh melihat bahasa puitis pada buku fantasi. Cuma kayaknya prolog ini bisa dihapus tanpa mempengaruhi jalan cerita.

Lalu tokoh utama pun diperkenalkan. Namanya Jaime Hunter. Oke, saya punya kecenderungan aneh menyukai nama barat berinisial "J". Jadi, jelas saya suka namanya. Belum lagi pekerjaannya sebagai bartender karena dulu saya sempat ingin mendalami ilmu bartender itu.

Ide ceritanya mengenai orang-orang yang memiliki kekuatan super power setelah terjadi hujan energi. Saya rasa cerita seperti itu sudah umum. X-Man, Heroes, Fantastic Four... Dan lucunya si Jaime Hunter ini punya mimpi kalau dirinya bisa terbang. Saya langsung teringat Peter Petrelli di serial Heroes yang keren itu. Sepertinya penulis terinspirasi dari serial itukah? Hmm...

Sepuluh bab pertama alurnya sangat lambat. Mungkin bagi orang yang tidak terbiasa baca, buku ini agak menyiksa awalnya. Sepuluh bab pertama hampir tidak menyuguhkan kejadian yang menarik selain berkenalan lebih dekat dengan tokoh-tokohnya. Tapi jangan salah. Kejadian yang sepertinya tidak penting itu ternyata berhubungan semua dengan pemecahan di akhir. Dan itu salah satu kehebatan novel ini. Saya tertipu bahkan sejak bab pertama saat Jaime diperkenalkan.

Saya tidak begitu mempermasalahkan typo karena memang penulis sudah bilang kalau karyanya belum di-edit. Pemilihan kata dan bahasa juga lumayan enak dibaca. Yang mengganggu hanyalah penggantian sudut pandang. Saya tidak begitu suka sudut pandang orang pertama sebenarnya. Tapi buku ini menggunakan sudut pandang orang pertama dan terkadang menjadi sudut pandang orang ketiga secara tiba-tiba. Saya rasa akan lebih bagus kalau dijadikan sudut pandang orang ketiga yang tahu segalanya. Lalu pikiran Jaime tidak perlu ditulis dalam cetak miring karena first POV berarti sudah mencakup pikiran dan monolog tokoh, tapi itu hanya pendapat saya sih...

Selebihnya saya hampir tidak mempunyai keluhan tentang cerita ini. Semuanya bener-bener unexpected dan bikin syok. Tokoh-tokohnya cukup nyata. Jaime sebagai tokoh utama pun memiliki banyak kelemahan, which is good, karena saya jadi bisa bersimpati dengan tokoh ini. Cuma yah mindernya kadang berlebihan. Ampunnnnn... Kayaknya si Jaime ini seneng banget ngomongin harga barang, terutama barang mahal yang dimiliki anggota BtP. Semuanya dibandingkan dengan jumlah gajinya sebagai bartender. Kasihan banget sih ini orang. Kebelet banget jadi anggota BtP.

Eh, tapi minder begitu si Jaime masih suka tebar pesona ke cewek-cewek. Sumpah, gombalnya... keju banget. Keju dosis tinggi uy sampe saya ngakak melulu. Geli dan lucu aja (I know I have a weird sense of humor). Tapi hatinya tetap setia untuk Nadia seorang.

Saya bahas romance-nya deh. Action-nya mah terlalu perfecto magnifico, jadi tidak butuh dikomentari. Romance-nya tipe magical, seperti dongeng Cinderella atau The Little Mermaid. Cuma Cinderella-nya cowok. Ih, kesel deh. Ini penulis sepertinya tahu selera saya. Saya tuh suka banget romance kayak gitu. Love at first sight. Tapi saya cukup merasa masuk akal kenapa Nadia bisa suka sama Jaime. Soalnya kemunculan Jaime pertama kali itu cukup keren, menolong Nadia dan mengalahkan dua anggota BtP dalam beberapa detik saja. Kalau Jaime sih nggak usah ditanya, dia kan gatel sama cewek cantik. Lagipula gambaran Nadia sebagai cewek delicate dan kalem itu langsung mengaktifkan jiwa protektif si Jaime.

Tokoh favorit saya di buku ini adalah Michelle dan Xian. Michelle yang annoying dan suka iseng itu kayaknya asyik banget dijadiin temen. Apalagi dia suka ngerjain si Jaime sampai bikin Jaime kesel tapi nggak bisa ngelawan. Lalu si kakek Xian... Tenang namun menghanyutkan. Kekuatannya dahsyat banget. Cuma sayang. Kenapa dikau membiarkan kesalahpahaman berjalan begitu lama? Dasar drama. Drama para kakek nenek yang nggak ada kerjaan.

Endingnya sesuai ekspektasi saya. Bittersweet and heartbreaking. Walau sebenarnya Jaime tidak boleh melakukan itu pada Nadia.

Oh, tapi ternyata buku ini ada sekuelnya. Aaaarggghhh, paling sebel digantung begini. Mana penulisnya? Saya mau ngelem dia di kursi depan komputer biar ngarang seharian. Cepat selesaikan novelmu ini. *ngancem

Saran saya sebagai reviewer amatir (sebaiknya abaikan saja karena saya sangat sotoy): Karena ini novel masih belum diedit dengan benar, mungkin masih ada kesempatan untuk memperbaiki beberapa bagian. Novel ini memiliki banyak sekali pengulangan kalimat yang sama, terutama bagian Jaime selalu merasa tidak pantas untuk Nadia, gaji dia yang kecil, dan pengungkapan perasaan hatinya pada Nadia. Aturan show don't tell itu akan membuat novel ini jauh lebih tipis. Daripada menggunakan kalimat "aku mencintaimu" atau "aku merindukanmu" berulang-ulang, lebih baik gunakan deskripsi atau ekspresi atau apalah. Sepuluh bab pertama itu menurut saya harus dipotong lebih banyak lagi karena untuk membuat pembaca betah dengan novel ini, bab-bab awal harus menarik. Justru buku ini terlalu lambat di awal. Buang saja bagian Madame yang suka boros membeli alat-alat dapur, buang saja percakapan panjang Master dengan Jaime karena tampaknya Master bukan tokoh yang terlalu penting, dan entah apa lagi saya sudah lupa. Dan mungkin bikin Jaime biar nggak terlalu tebar pesona? Karena menurut saya, sosok heroik dalam diri Jaime sama sekali tidak cocok dengan kegemarannya menggoda setiap perempuan yang lewat. Kalau sifatnya jelalatan seperti itu, harusnya dia sudah tidak punya energi untuk menyelamatkan dunia dong. Lalu bagian spiritual dan filosofinya mungkin bisa dibuang beberapa karena tidak terlalu relevan dengan cerita. Yah, hanya sekadar saran sih. Saya melihat potensi besar dalam novel ini dan saya suka dengan twist-nya. Cuma berapa banyak orang yang bisa tahan dengan halaman-halaman awal yang membosankan untuk terus membaca sampai menemukan jawaban hebat di akhir? Saya sendiri sempat merasa bingung dengan hal-hal aneh di awal walau di akhir semua keganjilan itu tampak masuk akal. Tapi pembaca terkadang tidak punya kesabaran sebesar itu kalau bagian awal terlalu lambat.

Anyway, bunch of thanks for the author karena sudah kasih saya kesempatan buat membaca karyamu dan bikin saya terhibur sampai tidak tidur. Semoga karyamu bisa menjadi bestseller.

http://sabrinazheng.blogspot.com.au/2...
Profile Image for Nina.
326 reviews64 followers
March 8, 2013
February

Unfortunately, I have to put this book as my DNF and gonna read it a little slower
Not because I'm not interested. But the mood is just off. Really. I think I'm going to read and finish this later. Or buy the paperback version later--I'd love to read the edited version.

I also think part of that is because this is an ARC version. And I'm not really used to read ARC, which is still unedited or changeable. It's just one of the disadvantages of ARC books. One of the things that put me off is the long narratives and I don't really get what is really wrong with the world Jaime lives in. It's unfair if I compare this book to another, but in some books, in the first chapter or two I usually got the gist of what's the character is facing. I thought Jaime thinks too much.

And you, Daemon Black! *point my finger to Opal * Stop distracting me and let me read in peace. You keep staring at me while I read, and it's disconcerting *hmpfh* Actually not just Opal, but other books too, they're too tempting.

One thing confuses me though. How the hell a local with friends named Joni or Budi (clearly local names because when I was a kindergarten they taught us 'this is Budi' and so on) ended up with Jaime Hunter. Jaime, fine, maybe his father just loves something non-local. But I never thought that villagers (especially in Indonesia) and obviously farmers have foreign family names. Umm, if he is supposed to be Indonesian, I guess Adam could stick to the local names, because Jaime Hunter sure does sound like a foreigner and I don't have a feeling he's been adopted or what. Unless he's not even Indonesian. It makes the book a bit disconcerting because I thought Jaime Hunter is American my boyfriend is Daniel Hunter and he's definitely one hundred percent red-blooded American youngster I know this is unimportant, but as someone pointed out to me I'm big for details, and it keeps intriguing me. Small things like that would make a book more makes sense.

But as someone commented (and thank you for Ms. Lelyana) I shouldn't have make a big deal of the names. I like the names, especially Jaime Hunter, I just want to know where Hunter comes from. Is he adopted by a Viginia family? Or did he change his name? The last name is a bit uncommon for Indonesian, that's what I mean. And as far as I know, Nadia is an endearment--Spanish or something I think.

I'll keep my opinions to myself, because I don't think it's fair to judge the book while I just read a few chapters of it--and still ongoing.

And my deepest apologies to Adam Aksara because I can't seem to finish this book sooner :( Blame my damned mood swing

----------------------------------------------------

March 08

What I think, what I feel, about this book, they're my prerogative.

Adam Aksara is one of my GR friends (even though I forgot when did he become one), and when he offered this book, I mean, sure. Why not? Fantasy, isn't it? I got it, because I really love fantasy (and its sub-genres), especially with A LOT of romance.

Two chapters, initially, made me frown. Some things are being exaggerating, Jaime thinks too much, he's too...I don't know. Weak? No, scratch that. He's not weak, but he doesn't really think high of himself at the first chapters. Like he likes to throw a pity party for himself *huffs*

More and more, I love it a bit. The book, I mean. Indonesian authors aren't best known writing fantasy books. And Adam is pretty brave, I think. I know I'm not easy to be satisfied, and my book appetite runs from Romance YA to Adult Erotica. I'm pretty open-minded. And he's willing to 'hear' what the readers have to say about his book. Umm, I think part of the experience is scary, but he has the courage. Adam writes the book probably with more flourish than necessary, but because most of the times I get the gist, well, I don't complain. I've read the more complicated ones anyway (Sylvain Reynard writes the most poetic contemporary book I've ever read). Adam is giving the Indonesian readers a new genre to read and a new field to explore.

Okay, here we go again. I don't know why I still can't sympathize with Jaime. Okay, Jaime, as a hero you don't look like one. You're confusing and I'm sorry, you're just not my type of fictional boyfriends (for one, like Daemon Black *drool* maybe, Gabriel Emmerson *faint*, Roarke *swoon*, Adam Hauptman, or maybe even Christian Grey) I like Nadia, Lily, and Michelle better. Even Xian.

About the romance, I don't have anything to say. The ending is pretty decent. Good. But their chemistry (Jaime and Nadia) is somewhat off *scratch my head* What did I miss anyway?

Well, I think I read too much English books *grunts* But man, somehow I just feel I'm better off reading English.

Jaime, man up a little, dude. I like you better when you are all aggressive and protective. Probably because I like aggressive-dominant men If only you're being strong from the first chapter, I think it wouldn't take too damn long to finish this.

Damn. It's just soooo wrong--and out of habit. I don't let books staying in my driver for too long, and yet it's been more than a month. Wow. Put on a new record here--I used to go maximum two weeks to finish a book, and I never had two weeks.

Although I don't really like Jaime (I did say he thinks to much, didn't I?), but overall this book is pretty good (and yet I fast-reading and doing skimming). Three stars, recommended if you like Indonesian's style of fantasy and not really recommended if you've read far too many fantasy books of English style and might dislike it. Worth a try if you like to read 700 and more pages. I'm more like 500 and less, but I like this, because mixing dystopia with fantasy is a bit tricky and sometimes the result is a little messy.

But is this Adult? Or New Adult? (because putting this as YA is really wrong for me, I can't picture Jaime as younger than 19 and for me, 19 ups are New Adult)
Profile Image for Ryby.
44 reviews3 followers
February 11, 2013
Baik. Karena banyak yang salah paham menganggap saya belum selesai baca, saya membuat review yang baru ini. Maaf ya, sebenarnya saya sudah membacanya hingga selesai. Saya hanya tidak mengedit review saya yang pertama, karena, well, saya juga sibuk di dunia nyata. Toh, juga sebenarnya review saya tidak berubah ttg info dump dan kontradiksi karakter. Rating 3 yang saya berikan pun juga tidak akan saya ubah. Oh ya, perlu dicatat, 'saya tidak pernah memberikan rating pada buku yang belum saya baca sampai habis'.
*****

Blessed Heart Baptism. Menceritakan Jaime Hunter yang seorang manusia biasa yang ingin menjadi anggota Btp Baptism, orang-orang berkemampuan super setelah terjadinya hujan energi. Ia tertarik pada Nadia yang juga seorang Baptism.
*****

Well then, let's review.
Plot: Di review pertama sudah saya paparkan 'saya hanya akan pointing out negatif2nya saja', tapi sepertinya agar tidak ada yang salah paham lagi, di sini saya beberkan positifnya. Seperti review pertama, dan tidak saya ubah, saya akan menyatakan bahwa saya menyukai plotnya yang menarik. Dunia Baptism ini sangat unik. Low fantasy yang sangat kompleks. Ide yang unik. Imajinasi penulis yang luar biasa. Ya, saya bisa melihat itu semua. Hanya saja, di review pertama tidak saya beberkan.

Karakter: Jaime bukan selera saya. Karena ada yang berkata 'Karakter itu hak penulis', jadi saya tidak bisa ngomong apa2. Yang hanya saya ingin tunjukkan, seperti pada review pertama saya, adanya kontradiksi pada karakter Jaime, dalam masa lalu dan masa sekarangnya. Oh well, sang author sudah saya jelaskan mengenai hal ini di review pertama saya.

Gaya penceritaan: Saya melihat adanya perubahan POV3 ke POV1, menyebabkan adanya hal janggal dalam penyampaian narasi. Saya rasa, sang penulis sudah tahu akan hal ini. Penceritaan yang terlalu mendetail, yang menurut saya ada yang tidak berhubungan dengan plot. Tidak semuanya, tapi saya menemukan beberapa yang tidak ada sangkut pautnya dengan plot. Bukan berarti harus dihilangkan, hanya saja dikurangi sedikit. Maksudnya, diringkas saja.

Perpindahan PoV juga terasa janggal di bagian prolog. Maksud saya, mungkin prolog yang berlebihan itu akan terasa pas bila dibiarkan tertulis dalam PoV3. Ada adegan ketika Jaime tiba-tiba menemukan konklusinya sendiri setelah prolog panjangnya yang menyedihkan. Nah, di sini terasa aneh. Kalau kita selaku pihak ketiga yang melihat Jaime yang tiba-tiba bangkit dari sedihnya, itu akan terlihat wajar. Orang lain akan berpikir, pasti Jaime ini orang yang tegar.

Tapi, kalau dilihat dari sudut pandang Jaime sendiri, hal itu akan terasa aneh. Jaime jadi terkesan seolah-olah dia tidak punya latar belakang yang kuat kenapa dia bisa sesedih itu pada awalnya. Dan kesan tegar yang seharusnya bisa hadir bila dipandang sebagai pihak ketiga, bisa hilang di sini. Karena well, tidak ada orang yang menganggap dirinya sendiri adalah sosok yang tegar, kan?. Maka dari itu, untuk menciptakan kesan tegar tersebut, Jaime memerlukan pandangan dari pihak lain, yakni PoV3.

Dialog dan Narasi: Perpindahan PoV yang kurang matang membuat narasi di novel ini sungguh kaku sebagai PoV1. Itu dari yang saya lihat. Dialognya menggunakan bahasa baku, yang menurut saya sah-sah saja karena terkadang saya tidak masalah apakah dialog itu kaku atau conversational. Tapi kadang terselip kata-kata tidak baku di dalamnya. Maksud saya, konsistenlah dalam berdialog di buku ini. Kalau ingin kaku, kaku saja semuanya, jadi seperti novel terjemahan. Kalau ingin conversational, tulislah seluruhnya seperti itu, agar dapat lebih masuk ke dalam pikiran pembaca. Review pertama saya sudah menjelaskan ini semua, dan saya kira sang author juga waktu itu sudah saya beri penjelasan yang cukup.

Ada satu contoh dialog. Saya lupa halaman berapa. Sebut saja tokohnya itu bernama A:

"Kamu apanya A?"

Ini salah satu contoh kata tidak baku yang terselip di novel ini. Novel ini bernuansa bahasa kaku, layaknya novel terjemahan. Jadi rasanya aneh kalau terselip kalimat seperti di atas itu, meskipun pendek.

Seharusnya: "Apa hubunganmu dengan A?" atau "Ada hubungan apa antara kau dan A?"

Saya anak bahasa. Dari gaya penamaan saja saya sudah memberitahu pada Mas Adam selaku author bahwa saya terganggu dengan tiba-tiba terselipnya nama Rusia di novel ini (untuk karakter Evelyn). Maka, dalam hal kecil seperti ketidakbakuan kata-kata yang seharusnya bernuansa baku untuk seluruh cerita, membuat saya sedikit ingin bilang ke Mas Adam:

"Aku ngelamar jadi editor deh. Minimal memperbaiki typo dan memperbaiki gaya bahasa yang inkosisten juga boleh. Gratis gpp deh."


Ya sudah. Segitu saja. Kalau soal plot cerita dan imajinasi author sih tetap saya dapat mengatakan kalau saya suka, maka dari itu, karena saya suka, saya berikan bintang 3, hanya untuk plot saja.

Bintang 3 berarti I Liked It, begitulah menurut sistem penilaian rating di GR.

Buku ini akan tetap berada di shelf pending saya. Bukan berarti saya belum selesai baca lantas pending, tapi saya berniat untuk membacanya yang ketiga kalinya. Ya, saya melahap buku ini baik yang nonrevisi maupun yang telah direvisi. Dan saya sangat mendukung kalau seandainya ada versi revisi yang baru lagi.
Profile Image for Hidayah.
61 reviews2 followers
July 11, 2013
Buku kedua Adam Aksara “BLESSED HEART” penyempurnaan buku pertama "Bumi Surga" melihat profile langsung mengertnyitkan dahi “apa kau kristiani?”
Mendapat tawaran seperti itu membuat aku sang awam menjadi sedikit sensitif..jangan-jangan!!!! (pikiran negatif ) satu pelajaran: apakah harus ada tembok-tembok pemisah dalam sebuah persahabatan??? Mungkin saja ada pelajaran baik di setiap kejadian..pasti!!!! dan aku sudah menjudge sebelum melihat under covernya.., maafkan Ra.. namun rekomendasi buku “Mengenal Allah” yang kau berikan cukup meyakinkanku kau muslim..hehe

Buku dengan tebal 787 halaman..whaaattt..?? tidak bisa kubayangkan jika itu sudah berwujud kertas berjilid pasti sudah berat untuk aku peluk pake kedua tanganku.., dan lebih efektif jika digunakan sebagai bantal saja..haha untung masih ebook ..bisa aku pindah ke Handphone..tidak berat bisa diselip dikantong.., jadi sama sekali aku tidak akan mengulang menyebut berapa lembar buku itu 2 kali..,800...800...lebih 2 cover.. :)

Perjalanan yang indah untuk menyelesaikan buku ini, ketika sedang menunggu pesanan nasi pecel diwarung..berjalan menuju ke dapur,..menunggu emak di parkiran pasar,..membonceng motor perjalanan PP kerja..,membeli es cendol cukup beberapa menit saja...tidak usah ngebut2 atau ngoyo..!

Mereview buku ke 2 bergenre Thriller yang menarik.., baru setengah jalan aku sudah mendaftar beberapa yang mengganjal di buku BLASSED HEART:
Jaime peran anak desa, di abad berapa? seenggaknya tahun dicantumkan, jadi bisa membantu pembaca membangun setting
 Anak desa yang bergelut dengan sawah tiba2 punya handphone,,.ransel?????
 Seragam BtP itu seperti apa??? Absurd
 Orang-orang petinggi/susunan negaranya seperti apa? Membantu membangun setting juga
 Meberikan diskripsi dadakan ditengah cerita itu seperti memaksa pembaca harus menyelipkan setting yang kontras secara mendadak.., mengganggu sahabat
 10:35 malam??????
 Jaime, Michele, Grass, Angelina (semua setting luar negeri) tapi kehidupan TULEN Indonesia..., sehingga Jaime lebih tepat jadi Tejo
 Terlalu banyak racikan bumbu-bumbu yang bisa meracuniku..haha
Sudah segitu saja karena aku baru mencapai setengah jalan maafkan

Jaime apa kamu Jaime.. mirip sekali dengan Aksara yang kukenal..Jaime banget..,hehehehe
Membawa buku ini aku merasakan diberikan sebuah RUBIK..aku berada di 2 baris berwarna merah, ketika diputar lagi berjajar sejajar dengan warna putih..semakin akhir aku seperti memainkan rubik itu memutar-mutarnya dengan menemukan warna acak...pikiran dipaksa untuk menelusuri lorong2 labirin..hingga akhir..bisa dirasakan detak jantung selalu menegang, menahan nafas, mendadak tertawa sendiri, ingin memaki, dan ingin menonjok si AUTHOR..terkadang juga ingin mencintai, bisa dengan mudah membuat pipi memerah..hmmmm

Buku ini memberikan sebuah kejutan,.. kehidupan jaime menemukan jati dirinya membuatku tersadar “Ekspresikan semua sesuai hatimu” jujur saja..ketika kamu ditampar berteriaklah jika itu sakit, jika kamu cinta tersenyumlah jika hatimu bahagia dengan seperti itu, jika kamu marah makilah dirisendiri..,dan jika semua itu dirangkum itulah kehidupan.

Diakhir cerita yang membuatku lebih menganggap Jaime seorang super Hero juga seorangyang mendadak USTADZ...yang sedang berkotbah “tujuan kita hidup adalah mengaggungkan dan bersyukur kepada Sang Pencipta” dan lima dasar kehidupan : kesederhanaan, keberanian, kejujuran, ketabahan serta hati yang memaafkan...,

Maka dari itu aku memberikan 2 bintang yang kusimpan untuk buku yang kedua ini menjadikan 5 bintang maaf aku tidak bisa menambah 1 bintang lagi seperti pintamu “6 bintang ya Da”...(bintang yang tersedia cuman 5), dan nyata kiranya list yang sudah ku berikan diatas layaknya itu terhapus..,karena kekurangan2 yang ada telah disempurnakan diakhir sebuah buku…,membuatku tersenyum

setelah nasihat-nasihat sahabat dan sekarang telah mengilang dari semua page…sekali lagi itu hakmu..Insyaallah review ini akan terbaca nantinya, dan ketika aku berjalan di toko buku akan kutemukan buku ini berjajar dirak-rak buku.., dan akupun tersenyum.., namun sayangnya buku ini kelihatanyya sulit di realisasi kedalam FILM mengingat film ini serasa diatasnya Heroes, Spiderman, Tron film berskala internasional, sedangkan di indonesia???? Membayangkan Jaime Terbang serasa memaksakan..tak rela..hehe
Profile Image for Ende Perdian.
1 review1 follower
March 6, 2013
OK.

saat mendapat tawaran dari mas Aksara untuk donlot versi ebook buku ini. aku langsung semangat mendonlot. wah ada bacaan, lumayan untuk mengisi waktu.

setelah proses donlot seleai kubaca dan aku kaget meihat judul terjemahannya.
wah. ini sih. syiar agama tertentu. males dech bacanya. pikiranku membayangkan akan banyak ajaran-ajaran agama diselipkan di novel itu. langsung ku tutup dan ebook itu ku masukkah ke recycle bin.
selesai.

kukirim pm pada sang penulis. kukatakan aku gak setuju dengan judul novelnya, jadi malas baca.
dijawab oleh sang penulis, bahwa judulnya akan diganti. dan isi novelnya bukan tentang ajaran agama tertentu.

"ok" kataku. akan kurestore lagi dari recycle bin. ingin kulihat. sejauh mana novel in bisa menghanyutkanku.


Prolognya aku pass. terus terang aku orangnya gak puitis. aku malas baca kalimat yang mirip-mirip puisi. oh, ya tentang cover. kutak bisa banyak komentar,yang jelas sederhana namun elegan dan tidak meniru-niru gambar orang lain. itu sudah cukup.

bab 1.

adegan di bar. berita televisi munculnya manusia logam yang mengalahkan penjahat.
"hmm, mantabs" kau penyuka fiksi fantasi. dan bab satu ini sudah cukup membuatku melanjutkan sampai tuntas.

tapi . . . maaf beribu maaf mas aksara, aku betul-betul terganggu dengan kata2 'babtis,babtisan,pembabtisan'. Bukan bermaksud merusak karya mas aksara. tapi karena ketidaknyamanan itu. kuterpaksa me-replace kata 'babtisan' (500 an kata) kuganti dengan 'manusia super' dan kata 'babtis' (8 kata) kuganti dengan 'gift' hanya demi kenyamanan membaca saja, tidak ada maksud lain.
mungkin kelak mas aksara sebagai penulis akan bisa menemukan kata yang lebih tepat, yang akan bisa diterima pembaca di seluruh dunia.

nah, terus yang mau dibahas, apa yach? (garuk-garuk)
OK. deskripsi tentang Bar eve. suara 'cring' saat orang melewati pintu bar bla-bla-bla. alamak, aku benar-benar bingung mau komentar gimana.
well, masalah deskripsi bar lewat dulu.

Pada saat sang coyote minta J untuk mengemudikan mobilnya. aku kaget. kok di halaman-halaman sebelumnya tdk ada penjelasan bahwa J bisa nyetir mobil. aku benar-benar gugup. ini bisa jadi blunder. J kan dari desa terpencil. awalnya naik sepeda, kemudian motor, tidak ada sejarah ia naik mobil. dan beberapa saat sebelum ia masuk mobil, baru ada kisah ia mengendarai truk di kampung.

Dan satu lagi. sebelum J bertarung dengan 20 orang. di selipkan kisah ia mandapat nama tengah 'Rage'

saat ku bingung bagaimana ia akan nyetir, diselipkan kisah ia bisa bawa truk dikampung. meski dengan kecepatan maksimal yang jauh di bawah mobil sport coyote.

saat kubingung bagaimana ia akan menghadapi 20 orang, diselipkan kisah 'rage'

nah. gaya seperti ini sering kujumpai di manga. saat tokoh sedang kesulitan akan ada flashback masa-masa latihan. yang tidak/belum dikisahkan sebelumnya. sebagai bekal menghadapai situsi sulit.

tapi...
pada manga, masa-masa latihan tokoh dimuculkan jauh sebelum menghadapi masalah. meski detail latihan tidak disebutkan diawal. jadi kalau ada masalah. mangaka tinggal menyelipkan saja flashback. Yang isinya detail latihan atau pesan guru untuk situasi sulit.

hmm. gimana njelasinnya, ya.??
gini. di awal-awal deskripsi tentang J. tidak ada cerita tentang J pandai nyetir. dan supaya ia bisa memenuhi permintaan Coyote, diselipkan kisah ia nyetir truk di kampung.
J memang ditulis sebagai jagoan di kampung. namun tak ada nama tengah rage. kampungya juga aman dan damai. tak ada perampokan. dan supaya supanya bisa menghadapi 20 orang, diselipkan kisah 'rage'

jadi sekedar usul. tentang J yang bisa nyetir, kisahkanlah di awal-awal cerita.
dan tentang 'rage' beritahukanlah pembaca dari awal bahwa J punya nama tengah rage.

jadi saat ada flashback J yang pandai nyetir mobil dan flashback assal usul rage, pembaca tidak kaget.

tapi terus terang adegan ngebut dan berantemnya, aku suka!

Profile Image for Nalia.
405 reviews44 followers
February 21, 2013
Well, tanggapan pertama : 700 ratus halaman *terpana... oke tetap di lanjutkan.
Awal membacanya, aku kira buku ini bakal menceritakan tentang tokoh-tokoh fantasy (kayak monster, troll, elf) eh ternyata salah, ternyata buku ini bertema post-apocalypse yang bercampur dengan sci-fi -berbau fantasy juga sih. Kebetulan aku suka dengan tipe buku post-apocalypse jadi aku berfikir ceritanya bakal menarik.

Tanggapan kedua : Penjelasannya terlalu banyak, sungguh... aku tipe orang yang gampang bosan membaca paragraf yang panjang tanpa adanya dialog. Dari awal membaca prolog, aku sudah punya firasat buruk bakal menemukan lebih banyak paragraf narasi yang sebenarnya tidak terlalu penting. Dan yup, ternyata memang hampir semuanya narasi... walau ide ceritanya menarik tapi kalau cara penyampaiannya seperti ini, aku jadi gampang bosan. semoga setelah buku ini nanti dicetak, penjelasannya bisa dikurangi dan halamanya ga 700 ratus lagi.

Main character disini adalah Jaime, seorang pemuda yang bisa dibilang memiliki latar belakang sedernaha, agak benci-benci suka sama Jaime. Awalnya dia terlihat lemah dan rapuh, jarang ketemu main character cowok yang kayak gini. tapi aku suka dengan sisi jujur Jaime dan seiring berjalannya cerita, sosok rapuh Jaime memudar. Diceritakan bahwa Jaime ingin sekali menjadi salah satu anggota Btp, salah satu organisasi yang beranggotakan baptisan, jadi baptisan ini istilah dari orang-orang yang mendapatkan kekuatan dari hujan energi *terima aja, namanya juga fantasy campur sci-fi. singkat cerita, hujan energi itu membuat beberapa manusia mendapatkan kekuatan yang aneh -jadi inget film x-men.
Baru ngerasa greget di chapter-chapter akhir, baru kerasa lah twist ceritanya dan endingnya, di luar dugaan... aku rasa kisah Jaime ga berakhir sampai situ aja deh, aku masih ingin tahu apa yang akan terjadi padanya...

Profile Image for wali_yeah.
58 reviews6 followers
August 24, 2013
Iseng-iseng ikutan donlot aja tadinya tapi baru sekarang kasih komen abis begitu liat halamannya, ya ampun beruntung gue punya tab. Bahkan dengan tab sekalipun terus terang ngga sanggup namatin bukan karena ceritanya ngga rame, tapi Om adam ini melakukan kesalahan seperti halnya saya waktu pertama kali nulis, kalau untuk resensi saya ngga tulis karena udah banyak yang kasih.

1. Typo emang kalau tanpa bantuan editor sering kali hal ini terjadi, amat disarankan minta bantuan editor om Adam.

2. POV nah ini dia yang bikin bingung karena sering kali POV berubah, dari sudut pandang orang pertama ke orang ke tiga. Ini karena tehnik penulisan yang belum lihai sehingga tiba-tiba saja pindah POV tanpa ada kalimat penghubung.

3. Mindset, ini mungkin yang terparah karena dalam menulis fiksi memang boleh bebas mau negeri di awan kek,hujan energi kek mau laptop yang bisa nembus semua situs pun sah-sah saja. Tapi harus diingat harus ada unsur realible! Om adam gagal memasukan unsur realible seperti halnya harry potter maupun LOTR. Kasarnya memaksakan pembaca amat dipaksa untuk ikut ngerti apa yang dipikirkan kan Om adam, padahal seharus sebagai penulis harus menyederhanakan sebisa mungkin agar dimengerti pembaca tanpa kehilangan makna sesungguhnya.

Sebagai contoh: Hujan energi bisa dibuat realible dengan disebutkan penyebabnya misalkan akibat efek radiasi matahari tidak terbendung karena lapizan ozon yang sudah menipis. Atau untuk laptop super canggihnya bisa di bikin realible dengan ala ala the matrix.

Displaying 1 - 30 of 40 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.