Waktu aku ngelihat judul novel ini di market place aku tertarik dan memutuskan untuk beli. Ketika baca pun kalimat pertamanya cukup menjanjikan: "I'm a prisoner waiting to be sentenced.". Otomatis aku menganggap novel ini bergenre thriller, tapi setelah aku baca sampai belakang, rasa-rasanya novel ini lebih ke teen fiction especially romance ya.
Meskipun aku butuh seminggu untuk menyelesaikan novel ini, karena sempet berhenti dan kesalip dengan bacaan-bacaan yang lain, aku akui penulisan di novel ini enak banget bahkan mengalir hingga akhir bukunya. Bahasa Inggris yang digunakan juga cukup sederhana kalau boleh kubilang.
Konflik mengenai hubungan percintaan tokoh utama kita, Ben, akan terus memuncak hingga di satu titik membawa ke kesadaran bagi kedua belah pihak. Aku suka sih konflik dan ketegangannya tuh dibangun perlahan.
Somehow aku cuma kurang merasa sreg saja dengan perilaku Ben yang merasa ingin dibenarkan tapi dia sendiri melakukan hal yang jelas salah. Begitu pula sebaliknya. Akan tetapi apa yang menjadi sampingan dari cerita di sini seperti Ben yang menuliskan naskah drama teater, persahabatannya dengan Simon dan Jenny, hubungan kekeluargaannya, itu cukup menarik dan aku bisa merasakan unsur kehangatan menjelang akhir buku ini.
3 bintang cukup buatku dan aku bisa rekomendasikan buku ini kalau kamu lagi pengen cari bacaan ringan, nggak terlalu berkonflik banget, apalagi memang ini ditujukan untuk remaja dengan membahas masalah-masalah di dunia remaja.