Jump to ratings and reviews
Rate this book

Steve Jobs' Life by Design( Lessons to Be Learned from His Last Lecture)[STEVE JOBS LIFE BY DESIGN][Hardcover]

Rate this book
Steve Jobs' Life by Design( Lessons to Be Learned from His Last Lecture) <> Hardcover <> GeorgeBeahm <> PalgraveMacMillan

Hardcover

First published May 13, 2014

25 people are currently reading
417 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
54 (25%)
4 stars
91 (42%)
3 stars
51 (23%)
2 stars
13 (6%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 33 reviews
Profile Image for Trish.
1,418 reviews2,711 followers
July 3, 2014
George Beahm is an unabashed fan of Steve Jobs and has written a previous book called I, Steve: Steve Jobs In His Own Words. Beahm takes publically available information and quotes from Jobs and gives them depth and context. It is painstaking work, and Beahm treats Jobs more like an oracle than a man. But the book does what good nonfiction should do: it whets ones appetite for more information.

Just to be clear, we never actually get the text of Jobs’ only graduation address to Stanford University students in 2005, though we get a web link to it. Beahm “builds on what Steve Jobs said in his address and sheds light on its explicit and implicit themes.” He picks out the threads of that short speech and shows us how those themes played out in Jobs’ life. Beahm calls it “Connecting the Dots” as Jobs does in his commencement speech. “You can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards,” Jobs told his audience in 2005.

Jobs speech was a good one. It told his audience that although he is lauded today as a success, he did experience failure. He tells them if they have something they love to do, failure is just part of the process, and necessary. And he says love is central to the meaning in our lives.

Finally, Jobs tells us Memento mori: Remember that you will die. You don’t have long on earth, so take advantage of your time and don’t waste it living someone else’s life. Be daring.

In the bibliography, Beahm cites Walter Isaacson’s biography called Steve Jobs as the standard against which all other works will be judged. I am most interested to start that as soon as possible. Beahm’s book reminds us that a man of great creativity was once among us, and impels us to glean lessons from his life.

I received an advance of this title from librarything.com in exchange for an honest review.
Profile Image for Darlah Aurani.
4 reviews3 followers
April 14, 2016

Pada 12 Juni 2005, Steve Jobs memberikan sambutan wisudanya yang pertama dan satu-satunya di hadapan para mahasiswa Standford University angkatan ke-114. Sesudah standford menggunggah video dan teksnya, sambutan Jobs jadi begitu terkenal. Videonya menjadi video sambutan wisuda yang paling banyak ditonton sepanjang sejarah, Pidato itu berisi tiga tema utama-kehidupan, cinta, dan kematian-bersesuaian dengan awal, pertengahan, dan akhir hidupnya.


Jobs meroket sepanjang hidup karena tahu hidup itu pendek; ia sering berkata ingin "meninggalkan jejak di alam semesta". Ia pun merancang hidupnya sesuai dengan niat itu; dan begitu melihatnya ia juga mengubah dunia kita.


Membaca buku ini sebenarnya bagi saya adalah semacam pelengkap setelah saya menonton sebuah film dokumenter keluaran tahun 2015 -which is adalah tahun yang sama buku ini diterbitkan (fyi saya membaca versi Bahasa Indonesia)- berjudul "Steve Jobs: Man in the Machine" yang merupakan suatu footage mengenai perjalanan hidup seorang Jobs mulai dari permulaan hidupnya yang memang tidak biasa hingga menjadi begitu luar biasanya hingga membuatnya mampu merubah dunia. Buku ini bagi saya merupakan suatu penerjemah dari banyak informasi mentah yang saya dapatkan ketika menonton film dokumenter yang saya ceritakan tadi. Ya, saya mungkin mengenal Jobs tapi tak begitu geeky sampai membuat saya mengerti mengenai dunia teknologi yang digelutinya, sekalipun saya tetap dibuat kagum akan filosofi hidupnya baik lewat film maupun buku yang menceritakan tentang sosoknya.


Diawal buku Anda akan disuguhi suatu "pengantar" apik yang akan membuat Anda semakin penasaran untuk melanjutkan:


"Jobs bukan orator yang membuat hadirin bergelora. Dia tampak gelisah selagi mendekati podium. Namun, selagi berpidato, suaranya menjadi makin bertenaga, seperti seseorang yang tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar dan sangat penting. Lalu terjadi sesuatu yang tak biasa: kami semua mulai memperhatikan."-Sheena Chesnut Greitens, lulusan Standford 2005

Seperti disampaikan Jobs pada pidatonya di depan lulusan Standford University, ia menekankan tiga hal yang akan berusaha diceritakannya yaitu


Menghubungkan Titik-titik

Cerita pertama ini merupakan suatu awal perjalanan Jobs sejak ia dilahirkan, mengenai bagaimana ibu biologisnya memutuskan untuk mencarikan orangtua adopsi bagi anaknya tersebut, alasannya bukan apa-apa, ia justru hanya akan memperbolehkan putranya ini diadopsi oleh orangtua berpendidikan karena ia ingin putranya dijamin hidup dan pendidikannya hingga ia besar nanti. Cerita ini menjadi menarik karena ia mengisahkan bahwa ia ditolak oleh keluarga pengacara yang akan mengadopsinya karena mereka menginginkan seorang anak perempuan. Jobs akhirnya diadopsi oleh keluarga yang menjadi tempat bernaungnya hingga ia besar kelak. Keluarga sederhana yang hanya mampu memberikan kehangatan dan kasih sayang untuknya, yang dengan lantang menjanjikan pendidikan yang layak bagi bayi laki-laki yang saat itu mereka belum tahu bahwa berdekade-dekade kedepan akan mampu merubah dunia itu. Ibu angkatnya tidak pernah kuliah bahkan Ayah angkatnya ternyata tidak lulus SMA, namun mereka menepati janjinya pada ibu Jobs dengan memberikan akses pendidikan yang layak dengan memasukkan Jobs ke Reed College. Titik-titik ini terus berlanjut dengan keputusan Jobs untuk drop out karena katanya ia tidak mendapatkan nilai dari apa yang dipelajari selama enam bulan awal ia belajar disana. Ada banyak cerita bermula dari sini, mulai bagaimana Jobs sempat ketakutan dengan jalan yang diambilnya, hingga keputusan-keputusan hidup yang diambil setelahnya.


Cerita pertama ini ditutup Beahm dengan mengutip kiranya satu paragraf pidato Jobs mengenai titik-titik yang terhubung, dengan versi aslinya kira-kira seperti ini

"you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backward. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future."

Cinta dan Kehilangan
Pada paruh kedua buku ini cerita berlanjut mengenai bagaimana jatuh bangunnya Jobs mengerjakan setiap proyek-proyek impiannya, bahwa ia cukup beruntung dapat memulai segalanya dari bawah, sejak segalanya bahkan belum apa-apa.
"Woz dan saya memulai Apple di garasi rumah orangtua saya ketika kami berusia 20."

Memulai dengan memberikan nama aneh yang mereka tujukan bukan untuk apa-apa, katanya hanya sekedar nama pertama yang muncul ketika mereka memikirkan sebuah nama untuk perusahaan impian yang mereka mulai dengan ekspektasi yang tidak begitu tinggi awalnya. Hingga akhirnya Jobs dan Woz berhasil mengukuhkan perusahaan tersebut dalam jajaran aset dengan nilai tertinggi di dunia, dengan produk-produk handal revolusioner yang mengguncang dunia. Bagian ini pula menceritakan mengenai bahwa kegagalan nampaknya memang sebuah keharusan untuk kelak akan membuahkan kesuksesan. Bahwa Jobs menghadapi banyak hal untuk menjadi Jobs yang kita kenal, untuk selanjutnya menjadi Jobs yang kita kenang hingga hari ini. Puncaknya adalah ketika ia dipecat dari perusahaan yang didirikannya sendiri, tentang konflik yang ada dan bagaimana akhirnya masalah tersebut memberikan challenge baru baginya untuk melakukan hal lain yang ia pikir mampu dilakukannya. Hingga akhirnya mendirikan perusahaan baru bertajuk NeXT, melanjutkan kecintaannya pada usaha pembuatan video game, bekerja pada perusahaan Walt Disney hingga Pixar. Yang terpenting bagi Jobs adalah mencintai apa yang dikerjakan, maka tidak akan masalah seberapapun halangan besar menghadang, kita tahu akan melaluinya selama kita percaya bahwa apa yang kita kerjakan adalah berharga. Segalanya itu bagi Jobs merupakan hal tak ternilai yang kelak amat disyukurinya, yang membuatnya dengan bangga menceritakan kegagalan demi kegagalan yang dihadapinya untuk kemudian membayar mutlak dengan keberhasilan yang mengagumkan.


Kematian

Bagian terakhir dari buku ini sebagaimana disampaikan Jobs dalam pidato aslinya di Stanford University kala itu adalah mengenai kematian. Ia menceritakan bagaimana ia terdiagnosis kanker pankreas dan bahwa ia bahkan tidak tahu pankreas itu apa dan ada dibagian mana dalam tubuhnya. Pada bagian ini ia mengejutkan wisudawan Standford untuk merenungkan kematiannya sendiri. Bukan untuk memohon simpati, justru Jobs disini dengan bijak mengingatkan bahwa waktu kita di dunia ini tidak banyak, jadi kelak terimalah kematian jika memang sudah saatnya datang. Terimalah kematian dengan lapang karena kita tahu telah melakukan apa yang kita mau, bahwa kita telah meninggalkan jejak pada dunia.


"Waktu kita terbatas. Jadi, jangan menjalani hidup orang lain, jangan hidup dalam pemikiran orang lain. Yang terpenting, beranilah mengikuti hati dan intuisi kita karena mereka tahu apa yang kita inginkan. Yang lainnya? tidak terlalu penting."

Pada akhirnya saya memberikan empat bintang untuk buku ini, rasanya versi Bahasa Indonesia yang saya baca cukup rapi dan tidak menghilangkan esensi dari bahasa aslinya. Terlepas dari beberapa bahasan yang mungkin saya sendiri juga kurang paham maknanya karena kaitannya dengan bahasa teknologi yang awam bagi saya, saya menyukai cara penulis bercerita. Serta penggalan-penggalan kisah hidup Jobs yang dipilih penulis dalam buku ini seakan pas untuk melengkapi tiga poin-poin besar bahasan yang berusaha disampaikan Jobs dalam pidatonya. Bagi saya buku ini cocok bagi mereka yang tidak terlalu menyukai bahasan biografi atau autobiografi yang terlalu panjang dan bertele-tele. Buku setebal 245 halaman ini rasanya bisa dibaca sekali duduk karena bahasanya ringan dan tidak berat. Namun bagi penyuka biografi atau autobiografi lengkap mungkin buku ini akan terasa kurang karena bahasannya yang terlalu superfisial. Bagaimanapun, bagi saya buku ini tetap cukup berhasil pada tujuannya untuk menggugah dan menginspirasi.

1,781 reviews34 followers
July 22, 2014
Similar to The Last Lecture by Randy Pausch, but not as good.
Profile Image for Emon Mahmud.
22 reviews2 followers
September 10, 2021
Steve Jobs gave his one and only commencement address in 2005 to the graduating class of Stanford University. An audience of 23,000 students was present on that day. Later on, Stamford University shared the printed version and also released the video of the speech on the internet. Till to date, it is one of the most-watched commencement speeches of all time (38m views).

So what is this book about? It's not a biography of Steve. This book does not intend to reflect on his whole life. Steve in his speech shared “3 stories” as it is famously known. The author gathered some of Steve’s professional and personal stories and tried to elaborate more on those 3 stories or tried to break down those stories taking examples from his personal and professional struggles and achievements. Steve who was never a college graduate; changed the world of technology like no one else. He changed the total landscape of personal computers, communication devices, the music industry, and so on. Steve Jobs was diagnosed with cancer at the age of 50 and left the world at 56. A great visionary who lost his place in his own company twice. Once when he was 30 years old in 1985 after a long power struggle with the CEO and Board Members. Ironically that CEO was chosen by Steve himself to mentor Steve for future responsibility. The second time Steve resigned was when he realized cancer has taken over his physical being and he is no longer in the condition to support Apple. This time he handed over the reign to Tim Cook. Despite being critically ill this great mind never stopped dreaming. In the book, Tim Cook remembers that he was involved in a client meeting and suddenly had to close the meeting abruptly and he informed the client that Steve has asked him to meet him urgently to discuss Apple’s next big project. The very next day on 5th October 2011 Steve Jobs left the world. A visionary gone too soon…..

I never read this kind of book. It's a challenge cause of the kind of persona Steve has; it is difficult to match that. Steve is and always will remain as a phenomenon.

For me, a book is read-worthy if it compels forces me to learn on the topic or can create interest in the subject matter. On that ground, it's a very good read….

Oh wow! Oh wow! Oh wow! " were the last words of Steve before dying. We will never know what he was feeling then but surely something remarkable that matches The Phenomenon!!!
Profile Image for Aarthi.
26 reviews
December 9, 2020
A succintly packaged book offering glimpses into the mind of a genius, by weaving in stories of his personal and professional life while focusing on the main lessons Jobs imparted to the graduates of Stanford in his address at the commencement in 2005.
Profile Image for SS.
411 reviews3 followers
December 31, 2019
A lot of the quotes come from a Playboy interview?
Profile Image for Rana Habib.
257 reviews200 followers
May 31, 2021
Watered down version of Walter Isaacson’s book Steve Jobs.

I’ll give the author credit for making money by doing virtually no work. Just a compilation of resources about Steve Jobs lol
15 reviews
May 1, 2024
Informative and personal. I now have a greater understanding of his drive and enthusiasm.
Profile Image for Abhishek Sharma.
14 reviews1 follower
April 6, 2018
When jobs gave his only commencement address at Stanford it was obvious that it will be one of the best speeches ever but, little did we knew was about why he said whatever he said. The story of between the lines is very well illustrated by George. And for those who are too lazy to read Walter Isaacson's steve jobs must go through this as it is just like a window into the minds of Mr Perfectionist.
Profile Image for Stijn.
71 reviews
January 11, 2015
Een biografie light over Steve Jobs, met diens Stanford 'commencent address' als kapstok. De korte hoofdstukken zijn vlot leesbaar en worden veelvuldig ondersteund door quotes van zowel Jobs zelf (zinnetjes uit de speech) als directe betrokkenen bij de gebeurtenissen.

De hoofdstukken op zich waren meestal vrij goed uitgewerkt (de inhoud kon soms iets beter aansluiten bij de quote / titel), maar ze samenbrengen tot een geheel had beter gekund. Zo valt de schrijver een paar keer te veel in herhaling. Voor het aanhalen van gebeurtenissen om een punt te maken is dit minder storend, maar na een 4e keer de vergelijking met Walt Disney te moeten lezen heb je ’t wel gehad.

Verder is de auteur duidelijk een uitgesproken fan van Steve Jobs en zijn werk, dus veel kritische noten hoef je hier niet te verwachten.

Op zich een tof boek als introductie, maar ook niet veel meer dan dat. Ik kende eigenlijk niet zo heel veel van Jobs’ achtergrond, en beschouw het als een goede voorbereiding op het echte werk: *Steve Jobs* van Walter Isaacson (die nog op mn leesstapel ligt). Als je al andere boeken over Jobs gelezen hebt lijkt me dit minder interessant, want de verhalen en quotes zijn allesbehalve ‘nieuw’.
Profile Image for Jim Cabaj.
217 reviews7 followers
August 3, 2014
Millions of people have watched on YouTube as Steve Jobs gives one of the greatest commencement speeches at Stanford University. But do you know the stories behind that famous graduation address? The author George Beahm examines Steve Jobs ""Last Lecture" in the 3 parts that Jobs organized his address.

A must before and while you are reading this book is to watch the YouTube clip. You learn as reading to connect the dots in Steve Jobs life and what he has done to influence the world. You examine life's greatest moments childhood, love, college, work, exploration, loss, etc.

Steve Jobs would love knowing how I watched his speech on the Apple IPad over and over. I write my review on the IPad. His legacy lives on.

Give this book as a gift to friends and family. They will thank you for it.
Profile Image for Whitney.
80 reviews1 follower
January 5, 2015
I didn't really enjoy this book. There was something about the author's writing style that seemed corny and juvenile to me. I do like how he prefaces the book saying that Steve's last speech isn't written in the book, but you are encouraged to go online and watch it. George Beahm inserts snippets of the speech before each chapter then gives a little backstory about Jobs. I understand what he was doing, but I think the he did a poor job transitioning between the snippets of his last lecture and his backstory. Overall it was an easy read but I just wasn't impressed with the writing style and the way Beahm practically compares Jobs to Jesus. Beahm does acknowledge Jobs' flaws but he sure does make up for it by saying how amazing he was in every other aspect of his life.

*I received this book for free from Goodreads First Reads.
Profile Image for Mysteryfan.
1,896 reviews23 followers
December 17, 2017
This book does not contain the text of the 2005 commencement speech. The author takes that speech as a starting point and tries to illuminate various sections with additional information and anecdotes from Jobs' life.

The author is clearly a fan of Jobs and wants to share that enthusiasm. Jobs is undoubtedly a visionary and a brilliant inventor. But learning details about him as a husband and father, I came away thinking less of him as a man. Perhaps it was simply the author's style, with too much of a gloss. Watch the video on YouTube and learn what the man wanted to share from his own lips.
Profile Image for Nailul Izzati.
3 reviews33 followers
October 5, 2015
"Jangan berfokus pada saya.
Sebaliknya, perhatikanlah barang-barang indah yang saya cipta.
Produk-produk keren.
Itulah karya saya sepanjang hidup.
Sekarang pergilah, cari apa yang kalian cintai dalam hidup,
dan tinggalkan bekas di alam semesta." - Steve Jobs

Menurut akika bahasa yang digunakan dalam versi terjemahannya sebenarnya sedikit kaku dan kurang mengena.
*Ya kali mau baca versi bahasa inggrisnya, malah lebih gak mengena laaah. (baca: lebih gak mudeng. @_@)
But, it's worth to read. ;)
Profile Image for Jenny.
26 reviews
September 1, 2016
NOTE: I received this book for free through Goodreads First Reads

This was a quick easy read basically about the commencement speech that Steve Jobs made at Stanford in 2005.
The book was informative and I enjoyed reading it. It is a good idea to watch the speech so that you have a reference point of what the book will be touching on.
Profile Image for Elsa Reyes.
13 reviews15 followers
August 16, 2014
This book was a quick read. This book is in depth look at analyzing Steve Jobs' Stanford Commencement Speech. It gave a lot of background information as to how Steve Jobs' life experiences influenced Apple.
Profile Image for Shikha Tewari.
10 reviews
February 6, 2016
Though this book did not disclose anything that I did not know about Steve Jobs but it never hurts to re-visit life of an interesting (if not inspiring) person. Plus, it motivated me to pick up a zen philosophy book for my next reading - something I had been meaning to do for a while.
Profile Image for Philip Harrelson.
30 reviews6 followers
June 5, 2014
Quick and easy to read. Boils down the commencement speech SJ gave at Stanford in 2005.
Profile Image for Morgan.
61 reviews
March 3, 2015
A very interesting and insightful book. So glad I had the opportunity to read it!
Displaying 1 - 30 of 33 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.