Jump to ratings and reviews
Rate this book

Cinta (Tidak Harus) Mati

Rate this book
Apa persamaan antara bendera Malaysia, anjing yang melahirkan kucing, Long Distance Relationship, dan petugas menara Air Traffic Control?

Tidak ada yang luput dari komentar penulis buku ini.

Cinta (Tidak Harus) Mati adalah sekumpulan refleksi Henry Manampiring atas berbagai fenomena sehari-hari. Komentar kritis, usil, bahkan menyebalkan, ia berikan pada berbagai topik. Mulai dari soal kejombloan, percintaan, Twitter, sampai masalah sosial budaya lain. Buku ini mengajak kita untuk tersenyum gemas, dan memiliki perspektif segar atas persoalan sehari-hari di sekitar kehidupan kita.



"Hysterical!!! And yet, insightful, and meaningful. Kita bisa lihat keresahan Henry dengan masalah sekitar kita, dan dia mengantarkan keresahan itu dengan cara yang humble, cerdas, dan sangat lucu. WAJIB BELI!
Adhitya Mulya @adhityamulya - penulis buku Mencoba Sukses dan Jomblo

258 pages, Paperback

First published November 1, 2012

10 people are currently reading
240 people want to read

About the author

Henry Manampiring

12 books1,234 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (14%)
4 stars
84 (33%)
3 stars
104 (41%)
2 stars
21 (8%)
1 star
4 (1%)
Displaying 1 - 30 of 53 reviews
Profile Image for Agoes.
514 reviews37 followers
September 16, 2018
Agak telat bacanya baru di tahun 2018, padahal buku ini terbit di 2012. Bukunya lucu dan ringan, beberapa artikel juga dikaitkan dengan buku lain yang membuat hasil riset jadi sedikit banyak bisa memperluas wawasan juga. Artikelnya khas tulisan yang disampaikan penulis via blog pribadinya, sama lucunya.
Profile Image for Steven S.
705 reviews66 followers
April 15, 2015
Bacaan yang enggak berat-berat amat namun punya manfaat besar bagi pembaca.
Profile Image for Zulfy Rahendra.
284 reviews77 followers
February 13, 2018
Setelah tergugah oleh buku Wonder-nya R.J Palacio belom lama ini, saya dikejutkan dengan kiriman buku karya selebtwit indonesia *emang di luar negeri ada istilah selebtwit ya?* Dulu (jujur, sekarang pun masih) saya sangat underestimate sama buku yang dikarang selebtwit. Tapi setelah baca Wonder, saya berusaha buat menerapkan apa yang diajarkan buku itu sama saya. Dan inti ajaran dari buku Wonder adalah “don’t judge the book by the author” atau “don’t judge selebtwit by his tweet” atau kesimpulannya “selebtwit juga bisa nulis buku bagus kali pi. Coba aja baca dulu, baru komen. Ga rugi juga, buku pinjeman ini”. Karena udah ada di tangan saya juga, masa iya sih saya ga baca.. Lagian saya ga follow pengarang ini sebenernya, jadinya ga tau juga twitnya kayak gimana..*SUMPAH, PEMBUKAAN REVIEWNYA AJA PANJANG BENER*

Buku ini sebenernya bonus. Mba Riany yang baik hati dan lembut hatinya itu meminjamkan ini bersama buku Pulang-nya Leila. S. Chudori dan Amba-nya Laksmi Pamuntjak. Dia juga bilang, “pi, aku kirim bukunya newsplatter juga buat selingan..” *peluk mba Riany* *MASIH PEMBUKAAN PI?! REVIEWNYA KAPAAANN??!* *oke oke..*

Soal font yang kayak buku balita belajar membaca, spasi ukuran sepatu bayi dan margin yang tidak rasional abaikan aja ya. Berhubung minjem, jadi saya ga ngerasa ditipu sama buku-setebal-258-halaman-yang-seharusnya-bisa-jadi-100-halaman-aja ini (catatan: prediksi jumlah halaman ngasal aja sih). Typo masih ada, dan karena font-color-nya warna-warni, ada beberapa warna yang saya kira “typo” juga.

Buku ini dibagi jadi 3 blok. “Blok Cinta”, “Blok Kehidupan” dan “Blok Pencarian Diri”. Dua bab awal (isinya laporan hasil survei soal jomblo dan gebet-menggebet, ini masuk Blok Cinta) buat saya, maaf banget, garing *apa padanan kata garing yang lebih sopan ya?*. Saya ga tau survei itu beneran dilakuin apa engga, tapi toh buat saya kalaupun bener dilakuin, apa gunanya? Mungkin buat lucu-lucuan, atau hiburan atau semacamnya. Tapi, maaf lagi, saya kurang terhibur. Yang ada malah komen “naon sih? Alay banget survei ginian” #TuhKanMalahNyinyir #EmangDasarKelainan. Yang jelas, (menurut buku ini juga) mayoritas korespondennya (banyak loh!) adalah cewe seumuran saya!! *Oh God Why* *eh jadi siapa yang ga normal?* Tapi entah karena saya orang yang negatif atau sinis atau sok-sokan antimainsteram atau ga mau dibilang alay atau apapun, saya rasa saya ga akan mau ngikutin survei kayak begitu. Maksudnya, buat apppaaaa?? Dan karena saya ga suka surveinya, bab hasil survei di buku ini juga jadinya ga lucu dan buat saya malah, maaf lagi, maaf banget, maaf lahir batin, kurang enak dibaca (padanan kata: rasanya-kurang-penting-banget-yang-kayak-gitu-sampe-dibukuin #dijelasin). Tapi untunglah, bab-bab setelahnya menghapus kegaringan 2 bab pertama. Analisa dan komen mas Piring, mulai dari fenomena LDR, konsep pacaran-lalu-nikah, sampe sebenernya-kita-jatuh-cinta-sama-sesuatu-bukan-seseorang, menarik buat diikutin dan cukup menghibur. Walaupun buat saya (yang udah kamerkaan makan asam garam percintaan dan banyakan kecewanya *curhat curhaaattt*) teori dan nasehatnya agak basi, karena toh saya juga udah sampe ke pemikiran itu. Udah ga ada tempat buat perihal cinta lagi. Udah molotok saya om soal teori cinta! Ga mempan! Semua palsu! *eh eh eh kok kebablasan* *etdah, masih ngereview Blok Cinta, pi?* *edun, panjang bener ngereview soal cinta* *adeuh adeuh..*

Di “Blok Kehidupan” dan “Blok Pencarian Diri”, om Piring banyak cerita (dan terutama ngomenin) kejadian-kejadian sehari-hari. Mulai dari komenin pemerintah (rasanya menjadi salah juga ketika negara menagih “nasionalisme” bagaikan utang abadi rakyat, sementara negara tidak memberikan apa-apa sebagai gantinya), orang berpendidikan yang masih percaya zodiak (entah apa penjelasannya bintang jutaan tahun cahaya jaraknya bisa ngurusin hidup gue), sampe rainbow cake yang sempet heboh banget (...kue lapis 7 warna yang menurut gue RASANYA BIASA AJA itu) dan masih banyak lagi. Walaupun saya akui ada celetukan dan komen yang menurut saya crispy-ala-ayam-goreng-KFC-KFC-an-di-pinggir-jalan-yang-ayamnya-kecil-banget-tapi-tepungnya-bisa-sekilo itu, komen om Piring lain banyak yang saya suka. Sepertinya karena saya sependapat di hampir semua pemikirannya #SokNyamain #BiarDibilangPinterDanAntimainstreamAjaSih. Tapi bener loh, komen-komen om Piring soal berbagai masalah di sekitar kita itu sama kayak komen-komen saya. Tapi kan saya bukan selebtwit ya. Jadi komen saya ga terkenal dan ga diritwit ribuan follower aja bedanya. Kan kata om Piring juga, “sering kali pernyataan, quote, menjadi terdengar bijaksana, filosofis, inspirasional, bukan karena kata-katanya itu tersendiri, tetapi tergantung siapa yang mengucapkan”. Ya ya ya? :) Saya sendiri sebenernya takut, bahwa kemungkinan persamaan pendapat itu disebabkan otak saya ada di jalur yang sama dengan om Piring. Jalur 4S. Sinis-sadis-skeptis-sarkatis (._.) #AkuJahat

Bacaan yang lumayan menghibur. Tapi terus terang, bukan buku yang akan saya beli pake duit saya sendiri. Karena apa ya? Ya karena ogah modal aja sihh... xD atau mungkin karena ini jenis bacaan yang ga akan saya baca 2 kali. Kenapa ga dibaca 2 kali? Ya karena tumpukan to-read aja masih banyak banget :( *menatap nanar buku-buku yang masih diplastikin*

Dua setengah bintang. Genapin aja jadi 2 bintang ya. Mengingat font bukunya dan sentimen pribadi saya sama selebtwit. Hehehehehe *sumpah pelit banget lu pi, dasar mental rentenir* Dan sepertinya jumlah bintang ini belom bisa mengubah pandangan saya mengenai buku yang ditulis orang-populer-di-twitter... Maaf selebtwit, mungkin ini semata-mata karena saya iri jumlah follower saya ga sebanyak kalian... :’(
Profile Image for Renov Rainbow.
278 reviews2 followers
July 8, 2024
28-2024
258 hal

Ini buku Om Piring kedua yang aku baca setelah buku “7 Kebiasaan Orang yang nyebelin Banget.” Masih berkaitan dengan survei menyurvei , kali ini survei nya tentang jomblo dan gebetan.

Karena ini survei udah lebih dari satu dekade, parameternya mungkin ada yang berbeda. Tetapi yang menarik habis ketawa hihihihi baca survei nya terus kita dikasih pencerahan terutama buat kaum jomblo yang ingin mengakhiri statusnya. Ada teori yang namanya Emergent System, yaitu keadaan berubah ketika semua faktor pas hadir bersama untuk para jombo tsb.

Overall menyenangkan buat dibaca, hanya saja sepertiga terakhir agak kurang relevan dengan topik utamanya.
Profile Image for Sa`ad Ahyat Hasan.
111 reviews17 followers
July 22, 2020
Karena beberapa kontennya sudah pernah saya baca di blognya Om Piring, jadinya kurang mengena sekali. Khususnya di bagian-bagian awal yang isinya kebanyakan penjabaran hasil survei. Belum lagi editannya juga agak kurang estetis. Jadi sejujurnya agak terganggu bacanya. Jauh lebih nyaman ketika membaca blognya Om Piring.

Walhasil, saya tidak kuat menamatkan buku ini.
Profile Image for Read by NDj.
7 reviews
December 8, 2025
Bacaan ringan, santai tapi isinya daging...pas baca nggak berenti mikir "Ohh gitu toh..." atau "Bener juga nih..." atau "Wah baru tau...". Buku terbitan 13tahunan yg lalu, tp masih sangat asik dibaca.
Profile Image for Azalea Putri.
12 reviews
December 6, 2017
Diawali dengan dua survei aneh, garing, tapi menarik, dilanjutkan dengan isu2 sehari-hari yang bikin mikir.
Profile Image for Naa.
28 reviews1 follower
August 1, 2023
Lucu!!!
Bisa dibaca sekali duduk (walaupun gue sih 2x ya)
Awalnya kirain isi bukunya hasil survei-survei aja, tapi ternyata lumayan banyak insights yang bisa didapet dari opininya om piring
Profile Image for Raisa Dewi.
22 reviews
November 25, 2025
Sejujurnya baca ini karena penasaran saja gimana hasil penelitiannya dulu. Surprisingly, pas bab akhir malah jadi punya insight baru. Not bad lah yaa
Profile Image for Tristanti Tri Wahyuni.
194 reviews6 followers
March 30, 2019

Paling suka dengan pembahasan tentang emergent system dalam pengentasan kejombloan. Haha Walau istilahnya kayak ilmiah banget, tapi mashook juga ternyata kalau dikaitkan dengan masalah jodoh. :))

Kutipan favorit:

"Cinta yang membara memang harus mati. Karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tenteram, aman, dan companionship." --- hlm. 108

Profile Image for Nina Ardianti.
Author 10 books400 followers
November 21, 2012
Ini ada yang ngikutin review saya nggak ya? *clingak-clinguk* soalnya saya malu nih, seperti mau menjilat ludah sendiri. Huheuheu... Kalau ada yang mengikuti review saya pasti ingat beberapa waktu lalu saya pernah beberapa kali misuh-misuh karena merasa tertipu membeli buku yang diterbitkan oleh selebtwit yang ternyata nggak sebagus atau nggak sesuai ekspektasi saya ketika membaca rentetan retweet promosinya di Twitter.

Well, yeah dan ternyata berikutnya saya nggak kapok-kapok juga untuk tetap beli buku para selebtwit (dan kembali misuh-misuh setelahnya—eh, eh tapi ada juga kok yang saya suka).

Tapi ketika tahu bahwa Mas Henry menerbitkan buku, saya nggak ragu-ragu untuk beli. Karena buat saya Mas Henry ini pengecualian (youuuu areeee... the only exceptioooonnn #KemudianNyanyik).

Udah beberapa tahun ini saya merupakan pengikut setia Mas Henry di Twitter, pembaca setia blognya, baik di Multiply dari zaman kapan tau sampai sekarang pindah ke Wordpress, penyuka cara dia presentasi di suatu kesempatan. Dalam beberapa kali kesempatan ngobrol (yang nggak lama, karena seringnya ketemunya juga nggak sengaja) saya bisa menangkap bahwa Mas Henry ini cerdas—dibalik segala kelucuan, komentar dan survey-surveynya yang nggak penting. But I can tell you for sure, meskipun kelihatannya sering ‘goblok-goblokan’ di Twitter maupun di blog, tapi saya yakin bahwa semua pemikirannya itu sebenernya berasal dari seringnya dia membaca dan berpikir (sampai kontemplasi, mungkin? ;P)

Jadi, iyaaa... saya ngaku deh, saya beli buku ini mungkin karena saya (subconsciously) ngefans sama dia. Wkwkwkwk.

Seperti yang sudah saya duga kalau buku ini merupakan tulisan yang diambil dari blognya. Sebenernya saya sih nggak masalah, hanya saja ada beberapa hal yang menurut saya pribadi agak mengganggu—dan lebih banyaknya bersifat teknis pula. Okeh, kita mulai ya reviewnya (LAH, DARI TADI EMANGNYA NGAPAIN AJAAA???)

Yang dirasakan pertama kali adalah, ‘huanjrit! Fontnya gede bangetttt!! Ya kali meskipun mata gue minus lima tapi gue kan pakai kacamata!’. Ukuran font yang secara proporsi nggak sebanding dengan luasnya bidang baca dan jarak nyaman untuk membaca membuat saya sampai berhenti berkali-kali ketika membaca. Rada mengganggu.

Kedua, tolong ya coba itu warna-warna yang dipilih. Ngejreng sih oke aja, tapi sejujurnya secara artistik saya sebagai pembaca agak merasa terganggu. Penempatan dan komposisi warnanya kurang pas aja. Kalau ditanya kurang pasnya dimana, coba aja beli bukunya dan perhatiin baik-baik, kalau ngerasa ada yang kurang pas, nah disitulah letak kurang pasnya (okay, I know you want to shoot me now).

Ketiga, typo sih nggak terlalu banyak, cuma kayaknya ini berasa nggak di-edit dan langsung di-copy paste dari blog ya? Ada beberapa hal yang mengganggu. Contohnya kayak kejadian nonton di bioskop. Disitu ada pernyataan Mas Henry yang menyebut kata ‘istri gue’ tapi beberapa paragraf kemudian penyebutannya menjadi ‘cewek gue’ dan ‘pacar gue’. Ini yang ngedit kerjanya niat nggak sih? (--“)

Keempat, sebenernya saya berharap kalau Mas Henry memberikan nilai tambah di buku ini yang membuatnya berbeda dari sekedar... ya tadi—hasil copy paste dari blog. Well, saya kan udah ngeluarin uang buat beli buku, jadi harusnya ada bedanya kek gitu, dikiiittt aja dengan apa yang bisa dibaca secara gratis di blog (well, okay, saya emang pelit aja kayaknya). | **Update setengah jam setelah nulis reviewnya: ternyata pas saya cek lagi... well,saya salah. Ada kok beberapa yang baru. Contohnya adalah satu artikel terakhir. Maaf ya, Mas Henry... ;D

Jadi, overall, untuk buku ini saya cuma bisa kasih bintang tiga. Tiga setengah sebenernya, yang setengahnya ya itu tadi... karena saya (subconsciously) ngefans sama Mas Henry, huehuhueheu. Namun berhubung di Goodreads nggak ada fitur setengah bintang, dengan berat hati, hati nurani saya cenderung mengarah ke bintang tiga.

Tapi saya tetap semangat nunggu buku-buku Mas Henry selanjutnya kok :)
So Mas Henry, gimana kalau kita bikin reading club dan buku pertama yang dibahas adalah buku ini? Hihihi.


Profile Image for Fia Yuna.
32 reviews2 followers
March 13, 2017
asik aja lihat suguhan data voting yang "gak jelas" gitu. yang jomblo kan jadi merasa. yang punya pacar dibuat mesam-mesam. ini buku asli seru dan bikin pembaca senyum2 sendiri kayak orang gila.
Profile Image for Ainun M..
68 reviews6 followers
December 10, 2012
Pertama kali lihat di Gramedia Padang, saya sudah jatuh hati sama cover buku ini. Cute emo-emo gimana gitu. Banyak juga di Twitter yang merekomendasikan. Tapi setelah tau ini karya salah satu selebtwit, saya jadi merasa cupu karena belum kenal Om Piring @newsplatter. Hahahaha... Om Piring. Lucu ya? Pernah kerja di Restoran Padang ya, Om. Bisa bawa piring dua lusin berjejer rapi di tangan. (Ga lucu ya? Okelah)

Jadi, berdasarkan tingkat rekomendasi yang tinggi dan cover yang lucu dan langka, meski dimarahi mbak Gramed karena saya ngotot minta dibukain satu buku sebagai sample, dan dengan hati gondok karena udah ngeliat muka si mbak, saya dengan ikhlas akhirnya beli juga.

Sampe kosan di Padang Panjang (Iya, teerlaaluu jauh), bukan mandi bukan ngaji, saya langsung ga sabaran buka plastiknya dan mencium-cium bau kertasanya. Baru deh dibaca.

So, what do I think? Kecewa!

Hampir separoh isi buku ini diisi penjelasan survey yang bagi saya tidak terlalu menarik jika dibahas secara detail dan panjang. Awalnya saya memang ketawa-ketawa imut sampe ketawa setan membahana, tapi kok lama-lama ini aja isinya. Akhirnya saya skip sampe akhir survey, lalu sujud syukur banyak isi yang lain yang, sujud syukur lagi, sangat bagus. Gila aja kalo isinya survey semua.

Setelah survey, Om Piring pun bercerita tentang banyak hal. Mulai dari kisah cinta, kejujuran, nasionalisme, zodiak, profesi, cake rainbow dan anjing melahirkan kucing. Dan lain-lain. Dan lain-lain. Hampir semua yang ditulis Om Piring adalah fenomena yang kita pikir selama ini lurus, hitam putih, ternyata twisted atau punya warna yang jauh lebih banyak. And I like it!

Favorit saya? Banyaaaaakkk!!! Aside from the first half of the book (yang surpey ito lo, mbak e, mas e).

Karena isinya kebanyakan opini, saya ga mau ngasih spoiler. Bukunya bagus! Saya adalah penyuka buku-buku travel, tapi lucunya ketika baca buku ini, saya merasa sedang travelling juga. Jalan-jalan ke opini segar dan cerdasnya Om Piring tentang banyak hal.

Makasih, Om! :)
Profile Image for Lisa Devira.
4 reviews
March 12, 2017
Bukunya ringan dan enak dibaca, nyeritain isu-isu sosial yang menarik perhatian Om Piring. Dikemas dengan bahasa yang ringan dan komentar-komentar nyeleneh khas Om Pir yang cukup ngebuat ketawa.

Di beberapa bab juga ada penjelasan yang agak ilmiah tapi dijelaskan dengan bahasa yang santai jadi mudah dipahami.

Walaupun pas awal-awal ngerasa bingung tujuan survei jomblo dan gebetan itu buat apa, tapi, di bagian-bagian selanjutnya ngerasa setuju banget dengan kejadian sehari-hari yang ada, khususnya buat bab 6, maximazer vs. Satisficer!
Profile Image for Vera Maharani.
305 reviews78 followers
July 24, 2013
Seriously, why did I read this. Mungkin ini gara-gara cover yang lucu itu. Catchy. Juga mungkin karena buku ini geletakan di rak buku adik saya, sungguh menggoda.

Bagian pemaparan hasil survey...nggak tahu ini maksudnya apa. Beberapa lucu tapi kebanyakan tidak mengubah ekspresi datar saya. Bagian pemikiran random di belakang sedikit lebih mending...tapi entah kenapa saya menyelesaikan buku ini dengan kepala yang sedikit pusing. Good for you who can extract meaning from them, but I just can't.

Setelah saya membaca buku ini, saya merasa sangat beruntung karena bukan saya yang keluarin uang untuk membelinya. Setelah ini, saya nggak akan sembarangan lagi mencomot buku nganggur di rak buku adik saya.

Overall, maybe I would feel better if I read this so called reflection --no matter how nonsensical they are-- in their blog form, but in a book form? Not so much. Mungkin karena ketika saya membaca buku, saya mengharapkan ikatan makna, sesuatu yang bisa bikin saya mikir walau dilapis canda tawa. Kalau di blog, kadang saya cuma cari ketawanya doang, dan beberap bagian refleksi ini cukup bisa menyajikannya, walau...ya itu tadi. Banyak yang krik buat saya.

Saya akan berpikir berkali-kali kalau mau membaca buku karya selebtwit. Saya janji, Tuhan, saya janji.
Profile Image for Hastinasih ....
45 reviews25 followers
February 3, 2013
ini bukunya serius keren. bener deh. beberapa sih udah saya baca di blognya om @newsplatter, kaya survei-survei absurd yang dia bikin. tapi yang lain baru saya lihat di buku ini. yang bikin ini makin keren bukan karena dia menulis sesuatu yang baru, megah, bombastis dan tak terjangkau, tapi justru karena betapa mengenanya isi tulisannnya (kebanyakan) dengan apa yang saya pikirkan. rasanya seperti ada seseorang yang menarik keluar helai-helai pikiran kita dan menaruhnya di Pensieve (cieh) untuk kita tonton kembali.
semua hal kecil yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, perasaan bahwa life is unfair, tanggung jawab pada tugas, kepedulian pada sesama, urusan pergaulan dan gaya hidup, hingga ke tema tentang (menurut saya) evolusi cinta.
saya suka banyak sekali quotenya. kaya yang ini: "cinta yang membara memang harus mati. karena dia harus memberi tempat untuk lahirnya sang pengganti, yaitu cinta lain yang tidak memabukkan, tetapi memberi rasa tenteram, aman, dan companionship"
terdengar klise, dan kebanyakan kita mungkin udah tahu, tapi rasanya menyenangkan melihat buah-buah pikiran kita terbaca pada lembar-lembar buku.

yah pokoknya ini buku yang menyenangkan :)
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 8, 2015
Awal terbit buku ini, saya langsung beli. Saya termasuk followernya om piring, makanya penasaran dengan bukunya. Habis beli, trus dipinjam. Setelah dibalikin, trus ditimbun. Akhirnya baru bisa kebaca sekarang.

Paling suka baca yang survey jomblo dan gebetan. Bukan bagian angka2nya, tapi di bagian jawaban open-ended. Itu lucu campur maksa :))

Makin ke belakang bahasannya makin berat. Tapi karena bahasanya yang ringan, plus banyak selipan humorya, bukunya bisa habis dalam sekali duduk saja. Ada bab yang menceritakan bagaimana profesi dijadikan sebagai sumber kebahagiaan. Jelas profesinya yang berkaitan dengan passion. Trus gimana kalo ga bisa dapat profesi kayak gitu? Cari ekstrakurikuler alias ekskul. Saya lantas melihat ke diri sendiri. Meski passion saya di bidang biologi, terkadang ngajarin biologi atau meneliti makhluk hidup mendatangkan kebosanan. Untungnya saya punya ekskul yang membuat saya bahagia. Jadi blogger buku lengkap dengan komunitasnya, Blogger Buku Indonesia. Ini komunitas yang asyik banget... berasa pulang ke rumah dengan bergabung dalam komunitas ini.
Profile Image for Yunita1987.
257 reviews5 followers
November 26, 2012
Dapat buku ini dan pengen beli buku ini karena liatin tulisan dicover belakang. Sehingga dengan diskon yang cukup menarik + pinjam kartu pelajar teman akhirnya aq membeli buku ini. Hanya karena cover tanpa mengenal sosok penulis yang ternyata sudah heboh ditwitter dan didunia blog.

Baiklah, setelah membaca buku yang buat sedih, aq langsung buka sampul plastiknya dong. dan apa yang terjadi? jreng...jreng....kaget setengah mati, ternyata...ternyata....tulisan fontnya gede banget boo...cocok sepertinya untuk yang rabun dekat nih...:D Cius nih....(bahasa anak muda sekarang)

Jadi ini bercerita tentang komentar penulis yang terlalu sibuk memikirkan negara ini. Sampai hal-hal sederhana juga gak luput dari pikirannya...:). Seperti pada bab 1 dan 2,,,ini benar-benar kocak,,,tapi walaupun terlihat sederhana dan kocak tapi banyak juga pesan-pesan penting dari penulis.

Ok deh, buat yang pengen hiburan menarik,,,buku ini cukup bagus untuk dibaca...:)
Profile Image for Mumpuni Pratiwi.
55 reviews20 followers
December 29, 2012
Buku ini lumayan cepet gw baca, cuma 2 jam-an. Buku yang bikin ngakak sekaligus mikir. Ngakaknya di bagian survey nasional jomblo dan gebet - menggebet. Kalo yang bikin mikir sik hampir semua artikel. Yang menarik dari buku ini adalah cara om Piring mengamati dan menyajikan pemikiran-pemikirannya akan hal-hal kecil dalam sebuah buku. Bok, kalo gw cuman mentok di twitter doang. Bagusnya lagi, kita seperti diajak berpikir bahwa hal-hal di dunia ini ga melulu hitam putih.
Yang gw kurang suka dari buku ini adalah font yang terlalu besar dan spasinya gede-gede bet. Jadi kesannya tebel karena spasi doang (kayak modus jaman kuliah pas bikin laporan dulu *plak*). Terus ada inkonsistensi jg pas halaman terakhir, biasanya 'gue' jadinya 'gua'. Gak krusial tapi agak ganggu dikit.
Overall buku ini worth to buy dan seru buat dibaca.
Profile Image for Anissa Fajari.
12 reviews3 followers
January 30, 2013
Saya ngaku saya ngefans sama Om Piring ini makanya saya beli buku ini. Bukunya memang dari blognya dan ada beberapa yang sudah saya baca sebelumnya (itu tuh artikel tentang pacaran dan menikah yang bikin parno parah). Hahaha. Tapi karena Om Piring akhirnya menikah, saya jadi gak takut lagi deh. Okeh, mulai gak konsisten ya :p

Balik lagi ke review buku ini, overall bukunya menarik. Beberapa artikel membahas kejadian sehari-hari yang dilihat dari teori2 yang ditemukan Om Piring saat membaca buku. Saya aja bengong lho itu buku yang di baca Om Piring kelihatannya berat-berat amat tapi menarik, jadi pengen pinjem. Beneran deh. Hehe.

Segitu aja deh sebelum saya ngalor ngidul kemana-mana.

OM PIRING PLEASE PINJEM BUKU2NYA YANG CIAMIK DONG!! :D
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
March 15, 2016
@newsplatter adalah salah satu dari satu atau dua selebtwit yang saya ikuti.Cuitannya fresh dan gak norak.Yang masih terasa sama di bukunya.Pembahasannya sih buat saya biasa aja.Tapi bahasanya masih bisa saya nikmati.
Tapi tetep aja saya nggak ngerti kenapa ada pembaca yang bilang buku ini kocak banget sampe ngakak-ngakak atau masuk kategori keren banget :| Saya nggak bilang saya seorang avid reader sih tapi kesan saya kalo buku ini sampe dibilang waw gilak keren banget jadi bikin kesan si pembaca nggak pernah baca-baca yang lain. Tapi yah bacaan tentu saja soal selera.
Harapan saya sih semoga aja dari bukunya oom piring bisa membangkitkan semangat orang-orang buat lebih kritis dan banyak mencari informasi.. *lagak lu pat..biasanya juga tidur mulu*
Profile Image for Della Ardella.
3 reviews1 follower
May 23, 2016
Saya tidak tahu kacamata apa yang digunakan oleh Henry Manampiring. Tapi justru disitulah saya mulai jatuh cinta pada setiap tulisannya. lewat buku inilah saya diantarkan berkenalan langsung melalui media sosialnya.

Bermula dari iseng ke toko buku dan kemudian tertarik pada judul dan sampulnya yang mengingatkan saya pada hal-hal klenik, namun ternyata isinya menarik! Oom Piring ini ternyata memiliki pandangan dan kepekaan yang seru dalam mengulik suatu peristiwa (terutama percintaan).
Jangan berharap isinya adalah tentang cinta-cintaan yang menye-menye, sudah pasti Anda tidak akan menemukannya disini. Justru realita yang terpampang nyata yang langsung dihadapkan disini. Ditambah komentar-komentar unik pada responden dengan jawaban terbukanya. Bikin ngakak!

Selamat membaca!
Profile Image for Christina.
29 reviews2 followers
May 28, 2014
Gegara saya mem-follow account twitter si penulis, jadi penasaran dengan buku-buku yg ditulis si Om piring ini. Buku ini berisi hal-hal yang tampak sepeleh kaena sering terjadi di kehidupan sehari-hari, namun penulis mampu menjadikan tulisan yang mengajak pembaca merenunginya seperti tentang kenapa kita yg mengaku orang berpendidikan tapi masih percaya tentang ramalan bintang, tentang bagaimana kita mensyukuri hidup dan apa yang kita miliki. Penulis berhasil membuat setiap tulisannya mengelitik pikiran dan sekaligus menghasilkan tawa termasuk tulisannya tentang hasil survei nasional tentang jombol dan gebetan.
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
October 15, 2015
secara isi, lebih bervariasi dari buku keduanya. yang jadi masalah adalah hal teknis dalam pengetikan. misalnya,
1. font yg terlalu besar, malah ada yang beda2 ukurannya.
2. di awal2, saya suka warna fontnya ada yg distabilo merah. bold. begitu ganti warna berikutnya, jadi hijau neon gonjreng. silau men. dan warna2 seterusnya pun tak kalah menyilaukannya.
3. selipan quote yg tidak pas penempatannya. ketika halaman sebelumnya belum selesai kalimatnya, halaman berikutnya malah full quote. kan jadi gak enak bacanya.
4. terus typography, ada yg salah ketik, gak dispasi, gak di-italic. ya maklum, sini anaknya riwil masalah beginian.
Profile Image for erchedepe.
15 reviews2 followers
November 3, 2013
I have to admit, this book has "nano nano" effects, it made you giggle, laugh out loud, moved... Henry Manampiring (a.k.a @newsplatter) is truly smart, on drawing the research into something funny and witty. And actually, we are laughing on ourselves, our attitudes, our preferences. His observations on human behavior are quite thorough, that sometimes I think, he's a psychologist :D
28 reviews
January 1, 2013
sukaaaaa! lucu, bikin mikir, refleksi, semuanya... tapi sayangnya, bagian surveynya agak banyak ya, terus kan sebenernya bisa dibaca dari tabelnya aja. tapi suka banget bagian-bagian lain sesudah surveynya. semua! sukses nulisnya ya, om piring. mari menulis sesuatu yang bukan cuma buat fun tapi juga mikir :D
Displaying 1 - 30 of 53 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.