Clara Ng adalah pengarang sejumlah novel dewasa dan juga buku anak-anak. Ibu muda berbintang Leo ini lahir di Jakarta tahun 1973. Lulusan di Ohio State University jurusan Interpersonal Comunication ini tidak pernah bercita-cita jadi penulis, namun kini karya-karyanya mengalir tanpa henti. Novel-novel dewasa yang sudah diterbitkan adalah Indiana Chronicle: Blues, Indiana Chronicle: Lipstick, Indiana Chronicle: Bridesmaid, The (Un)Reality Show, dan Utukki: Sayap Para Dewa. Buku anak-anaknya yang sudah terbit adalah Seri Berbagi Cerita Berbagi Cinta.
Emily, Juli, dan Lies -tiga perempuan yang berharap agar kekacauan dalam hidupnya segera berakhir! Dan siapa sangka, ternyata kekacauan itu memang berakhir. Berakhir dengan kekacauan baru: mereka BERTUKAR TUBUH!!! Bagaikan bisa???
👠👩🏻💻 Awalnya Emily adalah wanita karir berpenghasilan tinggi. Posisinya sebagai direktur membuatnya sangat mandiri. Tetapi ibunya terus menanyakan kapan dia akan menikah, kini usianya telah menginjak usia 31. Lalu atasannya tiba-tiba membebankan pekerjaan yang membuatnya semakin tertekan!
🤰🏻👩🏻🍳 Di sisi lain, Juli berperan sebagai ibu dari 3 orang anak yang dituntut menjadi istri super baik juga. Saat dia mulai membuka usaha katering, dia begitu menikmatinya. Tapi siapa sangka ternyata dia hamil lagi! Ditambah Juli harus berhadapan dengan ibu mertua yang menguras emosi!
📚👩🏻🏫 Sementara itu, Lies adalah seorang guru yang mendapati siswi kesayangannya hamil di luar nikah! Ditambah lagi dia sering menjadi bahan gosip muridnya karena statusnya sebagai janda di umur 33!
Di saat tak terduga Emily tiba-tiba bertukar tubuh menjadi Juli, Juli menjadi Lies, dan Lies menjadi Emily! Apakah mereka merasa lebih bahagia sekarang? Atau justru sebaliknya??
🔮🔮🔮 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Tiga Venus benar-benar menghadirkan kisah segar yang menawan! Tokohnya begitu dekat dengan pembaca. Bahkan mungkin saat membacanya, kita seperti melihat diri sendiri 😅 Page turner, mengalir, menghibur sekaligus banyak makna yang bisa didapat✨
Lewat 3 tokohnya kita akan memahami apa yang disebut orang Jawa sebagai, "Wong urip iku sawang-sinawang" {hidup itu hanya tentang memandang dan dipandang}. Saat memandang orang lain kita merasa hidupnya begitu sempurna, sedangkan kita merasa yang paling menderita. Tetapi saat benar-benar menjalani hidup orang lain, ternyata kita masih mengeluh dan keberatan juga! 😌😅
Novel ini membuatku kembali sadar bahwa perempuan kerap mendapatkan banyak tuntutan sosial. Seperti harus menikah sebelum berusia 30, setelah menikah harus segera punya anak, urusan anak menjadi tanggung jawab istri, dll 🤧 Stigma negatif pun sering ditujukan pada perempuan dalam berbagai posisi. Misalnya tak peduli apapun penyebab perceraian, tetap saja status janda lebih rendah daripada duda. Lalu jika sama² berusia 30, laki-laki yang sibuk membangun karir tetapi belum menikah dianggap macho. Sedangkan jika perempuan dalam posisi yang sama dianggap terlalu pilih-pilih 😬
selesai membaca buku ini aku teringat lagu yang menggambarkan tentang sulitnya menjadi perempuan. (lagu jadul tapi aku lupa judulnya 😭 dan sekarang greget sendiri). buku ini sangat sesuai dengan lagu tersebut.
tiga venus bercerita tentang tiga perempuan. tiga profesi. tiga status. tiga kehidupan berbeda. pada suatu hari, jiwa mereka tertukar.
emily adalah direktur di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan. emily lajang dan nggak percaya dengan yang namanya pernikahan, apalagi punya anak.
juli adalah ibu rumah tangga. juli punya 3 orang anak dan tentu saja ibu mertua yang asdfghjkl 😤😱😮💨😵💫 yah gitu deh pokoknya. suatu hari, juli hamil lagi.
lies adalah seorang guru. lies telah bercerai dari suaminya. semenjak itu, lies sulit memercayai laki laki. lies juga sulit untuk membuka hatinya kembali.
apa yang terjadi ketika jiwa mereka tertukar? tentu saja kehebohan dan kebingungan melanda. menjadi perempuan itu sulit. apapun status dan profesinya. dituntut ini itu, semuanya harus sempurna.
cerita terfokus pada bagaimana mereka menjalani peran sesuai tubuh baru mereka. berbagai kejadian tak terduga membuatku tergelak. aku cocok banget sama humor di buku ini 🤣 kudos to author 👏👍
di awal awal aku agak kesulitan mengikuti cerita. karena aku perlu mengingat, oh ini A di dalam tubuh B, dst. tapi lama kelamaan jadi terbiasa kok!
buku ini bikin aku paham bahwa kita tuh nggak akan ngerti kesulitan seseorang tanpa menjadi orang itu sendiri. mungkin dari luar kelihatannya orang ini hidupnya enak. tapi, kita kan nggak pernah tau.
Actual 3.5⭐ Hal yg paling menarik dari buku ini a/ konsep ceritanya; 3 wanita dengan kondisi, profesi dan prinsip hidup yg sangat berbeda secara misterius tertukar jiwanya.
Melihat ketiga wanita ini saling bantu satu sama lain untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan baru pasca-tertukar lumayan menghibur. Meskipun sekedar bikin gue senyum engga sampai ketawa apalagi terbahak2, tapi buku ini cukup memberikan sesuatu yg fresh untuk gue.
Di bagian awal, cerita terasa datar, tp di bagian selanjutnya, cerita mulai menawarkan humor yg mengundang tawa. Fiksi fantasi ini ditulis dengan penokohan yang baik, meski kadang saya dibuat hilang fokus dalam menandai ini siapa di tubuh siapa...
vv heart-warming book. a short fantasy book which the characters switch to be each others, they also can see a problem from different pov. VV RECOMMENDED 😗
Juli, ibu rumah tangga. Mempunyai tiga orang anak dan sedang hamil muda. Kesibukannya mengurus keluarga membuat kepalanya hampir pecah. Belum lagi dengan pekerjaan sambilannya, memasak catering untuk dua perusahaan besar. Jika saja dia tahu kehidupan setelah pernikahan yang akan dia alami, mungkin dia tidak akan menikahi Kevin, suaminya sekarang ini.
Emily. Direktur sebuah perusahaan perhiasan di Jakarta. Lajang, cantik, dan kaya. Hidupnya hanya dipersembahkan untuk kerja, kerja, dan kerja. Dia ingin membuktikan bahwa gender tidak ada hubungannya dengan kualitas. Karena sibuknya bekerja, dia tidak mau memikirkan mengenai pasangan hidup, apalagi berkeluarga. Satu orang pembantu dan satu ekor kucing sudah cukup baginya. Tapi jika pekerjaan sudah menyita semua waktunya, bahkan di saat dia seharusnya beristirahat dia masih menemani si bos di kantor, Emily merasa hidupnya mulai kacau.
Lies, janda muda yang memilih bercerai daripada menjadi korban KDRT oleh suaminya. Akibatnya, Lies tidak lagi percaya pada makhluk bernama pria, dan menutup pintu hatinya untuk pria manapun. Beruntung baginya yang adalah guru, dia bisa menenggalamkan dirinya dalam buku-buku sastra untuk diajarkan pada murid-muridnya. Tapi, Lies tidak bisa menutup mata terhadap satu kata yang sangat sensitif, yang sayangnya melekat pada dirinya. Janda.
Dan ketiga Dewi Venus turun tangan, dan ikut campur dalam ketiga masalah wanita-wanita itu, yang terjadi adalah kekacauan yang lebih besar. Bayangkan saja, Juli harus menjadi Lies, Lies menjadi Emily, dan Emily menjadi Juli, hanya dalam satu malam saja.
Itu hanya permulaan saja. Bingung, kaget, dan tidak terima terjebak di dalam tubuh orang lain membuat baik Juli, Emily dan Lies merasa lebih kacau lagi. But live must go on. Tidak mungkin bagi mereka menjelaskan pada semua orang di sekitar mereka tentang apa yang mereka alami. Bisa jadi mereka akan dianggap gila, dan tentu saja tidak ada satupun yang percaya. Ketiga wanita ini harus bisa menjalani kehidupan yang berbeda dan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Tapi bukan berarti mereka menjadi pasrah. Masing-masing mulai membenahi kehidupan si tubuh tempat jiwa mereka terdampar. Emily mulai menunjukkan pada mertuanya (Juli) bahwa dia punya harga diri dan martabat sebagai istri. Lies menunjukkan sisi kewanitaan yang disangsikan oleh bosnya (Emily). Juli mengubah gaya mengajar (Lies) sehingga suasana di dalam kelas menjadi lebih hidup, dan sesama rekan guru mulai mempercayai dia. Tentu saja masing-masing mereka belajar dari tubuh baru itu. Emily merasakan kehangatan keluarga, Lies mulai berani membuka diri bagi pria, dan Juli bisa merasakan kembali kerinduan berada di tengah riuhnya anak-anak.
Membaca buku ini seperti menonton sebuah film. Ceritanya mengalir, walaupun kadang saya bingung karena tokoh dan karakter yang bertukar. Tapi memang membingungkan kan, ketika kehidupan bertukar seperti yang dialami ketiga wanita tadi?
Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya… hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya – Harper Lee (To Kill A Mockingbird)
Kutipan di atas, yang ada di halaman awal buku ini, benar-benar menjadi jiwa dari buku ini. Saya sendiri terkadang membayangkan bagaimana sikap yang harus saya ambil ketika saya menghadapi suatu masalah, dengan menempatkan diri saya pada sudut pandang yang berbeda. Put yourself in other shoes. Karena hidup bukan saja hanya tentang diri kita.
Sesuai dengan covernya yang ada tiga cewek dengan tampang terkejut dan bingung, Tiga Venus ini pun menceritakan tentang kehidupan Emily, Juli dan Lies. Kalau kehidupan mereka bertiga sehari-hari diceritakan rasanya terlalu biasa. Tapi akan jadi luar biasa kalau mereka bertiga bertukar badan dan harus mengalami hal-hal yang dialami teman mereka selama ini.
Lies yang berprofesi sebagai guru mendadak masuk ketubuh Emily dan harus bekerja didunia bisnis. Julia yang semula adalah ibu rumah tangga biasa masuk ketubuh Lies dan menjadi guru sastra. Dan Emily yang seorang pebisnis handal harus terkurung ditubuh Juli yang sedang hamil!! dan ia harus menghadapi anak-anak yang super nakal dan ibu mertua yang cerewetnya minta ampun. lol. Lebih ngakak lagi pas Juli aka Emily nemenin ibu mertuanya ke mall. Perang dunia ke III pun terjadi.mwahahaha. Adu mulut sampe tampar-tamparan pun terjadi OMG. Bayangin donk menantu nampar mertua!!!! lol meskipun bukan ibu sendiri, tapi yang namanya berperilaku kasar apalagi secara fisik ke orangtua itu tak termaafkan. Tapi cara mba Clara mendeskripsikan Emily dan ibu mertuanya mau gak mau gak bisa marah atau kesel,malah jadi ngakak terus. Lies juga lucu gilak, memanfaatkan kesempatan saat dia berada ditubuh Emily,mantan suaminya yang dulu pernah habis-habisan memukulinya kebetulan melamar menjadi staff disana, langsung deh si Lies menlontarkan beribu-ribu pertanyaan yang buat mantan suaminya yang tadinya santai menjadi pucat pasi.mwahahaha. kalo Juli lain lagi, dia diajak dinner sama si Moza,salah satu guru yang naksir, uda ngarep tinggi2 bakal candle light dinner eh ujung2nya malah ngajak makan di KFC!! aduh ngakak!
Overall buku ini bagusss. Tapi jujur awal baca rada ngantuk. Sempat berhenti di halaman ke 100 tapi berniat lanjut lagi, dan alhasil ngakak2 dengan kata2 ajaib yang ditulis mba Clara terutama bagian roh Emily yang masuk ke tubuh Juli. ah~~aku beruntung bisa beli buku ini dengan harga yang cukup murah dari salah satu os di fb ^-^
Tiga perempuan dengan kehidupan masing-masing tertukar tubuh, tertukar jiwa dan tertukar kehidupan. Hanya karena sebuah keluhan . 'kuharap kekacauan ini segera berlalu'. Dan ziing, merekapun terbangun dengan tubuh orang lain.
Saat kau melihat kehidupan orang lain, mungkin hanya rasa iri yang akan kau rasakan. Mudahnya yang bias terlintas cepat "Enaknya hidup seperti dia, tak seperti yang kujalani". Dan taukah kamu? Saat kau benar-benar menjalani kehidupan orang lain, dengan tubuh orang lain. Kau akan benar-benar tersadar bahwa kau telah terlalu merindukan kehidupanmu yang tadinya tak kau harapkan.
Tiga tokoh utama dalam novel ini digambarkan dari tiga kepribadian berbeda. Yang pertama seorang ibu tangguh penuh kasihsayang yang sangat sibuk mengurus rumah tangga serta seluruh anggota keluarga. Yang kedua seorang guru yang sangat mencintai pekerjaan dan memiliki perhatian yang luar biasa untuk murid-muridnya namun kurang beruntung dengan rumah tangganya. Yang terakhir adalah seorang wanita karir yang lebih memilih menyibukan diri dengan karir-karir dan karirnya karena tidak mau menjadi perempuan yang hanya bisa bergantung pada orang lain karena kecemerlangan karir itulah tak sembarang laki-laki 'berani' berhadapan dengannya.
Lewat harapan yang diucapkan saat bintang jatuh, itulah awal dari cerita. Menarik untuk mengikuti setiap perjalanan yang mereka lakoni dengan tubuh dan kehidupan orang lain.
ending menarik "Be careful about what you wish for" :)
Kocak!! Bahasanya juga lucu, banyak yang gw belum pernah denger tapi gw suka aja!! Buku ini bercerita tentang 3 wanita : Emily yang classy & bossy, lajang, dan memandang hina pernikahan, tentang July, ibu 3 anak yang super repot plus mertua nyinyir; dan Lies, janda eks dari suami pemukul yang sibuk sebagai guru. Mereka bertiga bosan dengan kehidupan pribadinya, dan mengeluh pas pada saat turunnya bintang jatuh. Walhasil, paginya begitu bangun mereka udah bertuker2 badan, hahaha (Mirip film "13 going 31" tapi ga bosenin ko secara gaya bahasanya memikat). Untung aja mereka tetanggaan jadi bisa saling bersiasat untuk tetap survive, walau tiap rapat hasilnya malah berantemmmmm muluuu :) Gw jadi pengen baca karyanya Clara Ng yang lain dehh!!
Beberapa kali nonton film tentang pertukaran jiwa antara dua orang yang berbeda, antara laki dengan perempuan, anak dengan ibu, antara perempuan berbeda karakter dan semuanya membuat terhibur, ngakak-ngakak seru. Buku ini juga bercerita tentang hal yang sama, pertukaran jiwa antara tiga perempuan berbeda karakter dan berbeda gaya hidup.
Seperti dalam film, pada akhirnya jiwa masing-masing kembali ke raganya yang sebenarnya. Jika pada film yang saya tonton kembali nya jiwa setelah masing-masing orang tersadar dan memahami sikap dari raga yang dihuninya alias mendapat pencerahan. Kalo di buku ini apa yaa...
saya suka gaya penceritaannya yang agak sedikit berbau humor. saya hanya kadang pusing dengan pertukaran tokoh, jiwa ke fisiknya sehingga kadang saya tertukar, mana emily, mana juli, dan mana lies.. selebihnya, saya suka. :) pantas saja kalau buku ini sudah sampai cetakan ke-2
❝Keberanian adalah saat kamu tahu kamu akan kalah sebelum memulai, tetap kamu tetap memulai dan kamu merampungkannya, apa pun yang terjadi.❞ —dikutip dari novel legendaris To Kill A Mockingbird karya Harper Lee.
Kutipan di atas adalah kata-kata hari ini untuk Emily, Lies, dan Juli yang secara misterius bertukar tubuh. Emily, 31 tahun, seorang direktur pemasaran yang tidak menyukai institusi penikahan 'pindah' ke tubuh Juli, ibu 3 anak (dan lagi hamil, jadi otw 4 anak) yang disibukkan dengan dinamika keluarganya serta kehadiran ibu mertua yang nyebelin tiada dua. Sementara Juli 'masuk' ke tubuh Lies, seorang janda dan guru SMA, memiliki aura 'gelap' (maksudnya senang berpakaian ala orang berduka), korban KDRT saat menikah dulu, jelas tidak percaya artinya cinta. Dan Lies ini 'berada' di tubuh Emily. Mereka bertukar tubuh dan saling melihat sudut pandang yang tak pernah mereka duga sebelumnya.
4.5⭐
Memang rumput tetangga selalu lebih hijau, pas ngerasain sendiri, malah ternyata peran diri sendiri jauh lebih nyaman. Sebagai buku yang diterbitkan pertama kali di tahun 2007, ku baru baca buku ini di tahun 2025. Itu artinya 18 tahun setelah diterbitkan dan ku kagum sekali dengan bagaimana buku ini memiliki ide, plot, dan kompleksitas masalah yang sangat rumit nan indah. Dan uniknya, masih sangat amat relate di tahun 2025. Masterpiece. Top tier.
Buku ini melihat perempuan dari berbagai perannya di masyarakat, lingkungan kerja, masa lalu, masa depan, dan bahkan hubungan dengan dirinya sendiri. Terjebak di pertarungan kemachoan dengan laki-laki dalam urusan jenjang karir, berdamai dengan diri sendiri untuk terlepas dari trauma masa lalu, dan mampu bersikap tegas serta lebih menyayangi sendiri. Aspek-aspek itu dikemas dengan santai dan fun disertai dialog-dialog yang comical dan komedi. Namun, setelah diresapi, ternyata dyemn ... relate sekali.
Top 3 adegan favoritku adalah 1) Juli dalam tubuh Lies yang demo ke Bundaran HI, 2) Emily dalam tubuh Juli 'sparing' dengan si sasak tinggi, dan 3) Balas dendam anggun seorang Lies dalam tubuh Emily kepada [redacted]. Keren sih itu. Sinematik. Ps. tambahan adegan Juli yang menuduh [redacted] maling setelah dikasih bunga, itu peak comedy sekali, haha.
Yang agak mendapat perhatianku adalah ketika berpindah tubuh kan orang tersebut belum kenal dengan orang-orang yang berada di sekitar si tubuh itu. Tapi, udah langsung disebut saja namanya oleh penulis. Jadi, agak bingung di penggunaan pov-nya.
Overall, tetap bagus, masterpiece, sinematik. Must read!
Sebenarnya magical realism lokal begini jadi genre favoritku. Apalagi era dulu (waktu buku ini pertama terbit), konsep macam jiwanya tertukar ketika ada bintang jatuh selalu apa ya, lucu dan menghibur karena pasti adaaa aja kaosnya.
Di sini IRT jadi seorang janda berprofesi guru yang dikenal senewen serta punya aura "suram". Si manager gila kerja single jadi IRT hamil muda. Lalu, si janda yang dianggap harus dijatuhi oleh murid-muridnya jadi wanita karier single yang gaya hidupnya bebas, tanpa kekangan, tanpa stigma buruk sebagai janda cerai.
Menurutku semua kisah di sini jadi kacau. Tiga orang ini mendadak jadi mencicipi kehidupan masing-masing. Paling nggak expect si manager yang awalnya jadi wanita karier tetiba mual-mual dan lemas karena hamil. Si guru juga lumayan kacau sih, soalnya guru kan kerjaannya ngajar, ini ngurusin marketing perusahaan berlian besar. Kayak hah??? Seru tapi juga lucu.
Sayangnya, ada beberapa hal yang masih jadi pertanyaan besarnya. Pertama, kupikir si wanita karier dan IRT aja yang kenal karena mereka tetangga depan rumah, plus ada interaksi di awal. Nah, pas si guru juga ikutan tukar jiwa, aku heran kok dia bisa kenal dengan dengan dua wanita lain. Kayak how? Soalnya setahuku di awal nggak kesebut. Pas udah tukar jiwa pun baru ke-spill rumah si guru ini ternyata di belakang rumah salah satu dari dua orang ini.
Kedua, di samping beberapa keribetan mengurus "kehidupan baru" masing-masing, proses akhirnya mereka bertiga damai dengan keadaan nggak banyak ditunjukkan. Kayak tahu-tahu udah tamat. Mereka udah settle dengan kehidupan yang baru dan yah, tiba-tiba udah selesai aja gitu. Agak bikin bingung.
Ketiga, nggak ada penjelasan kenapa mereka mesti tukar jiwa. Maksudku antara mereka bertiga. Beda kalau di awal dibahas si A iri dengan si B, si B iri dengan si C, si C iri dengan si A. Seingatku si wanita karier cuma saling sapa sama IRT, habis ketiga latar belakang ketiganya dibahas, mereka mengucapkan kalimat yang sama. Lalu, puff! Mungkin tersirat kali, ya, dan pas banget otakku yang nyambung pas baca. Banyak hal tersirat memang, entah konflik atau konklusinya. Jadi, yah, aku pun cuma mengira-ngira kalau satu masalah udah pindah ke masalah lain.
Gimana pun, konsepnya seru. Kangen era-era magical realism begini banyak dipakai di buku ataupun FTV (yang lebih banyak memengaruhi masa remajaku :D).
After a delightful journey, I finally wrapped up reading 3 Venus—and what a ride it was!
This captivating novel dives deep into the lives of three women from distinct backgrounds who find themselves intertwined in the most fantastical way. We have Emily, a fiercely independent marketing director at a diamond company; July, a vibrant housewife juggling three kids (with twins and another on the way); and Lies, a widowed teacher navigating her quiet life. They’ve always been neighbors in their quaint complex but have never been particularly close—until fate plays a whimsical trick and they swap souls, forcing them into each other's very different lives.
The book's charm lies in its pervasive humor, which makes it a perfect read when you need a good laugh. Imagine the chaos as these women desperately try to conceal their swapped identities while adjusting to their new realities! The author masterfully uses this absurd situation to highlight a poignant truth: no matter how closely we walk in someone else's shoes, truly understanding their lives remains elusive. Whether you’re single, a widow, or a housewife, the struggle is real, and this story captures that beautifully.
Emily, the character I resonated with the most, stood out with her bustling city life and sharp, sarcastic wit that need to step up of July's life as pregnant mothers with chaostic toddlers. July's free spirit brought unexpected flair to Lies’ otherwise reserved demeanor, while Lies herself had to navigate the dazzling world of Emily, bringing her own brand of maturity and calm. Their attempts to navigate each other's lives brought plenty of laughs and a few thought-provoking moments.
The opening of the book had me hooked instantly—entertaining, intriguing, with just the right amount of humor. Each character was distinct and vividly portrayed, making their conversations lively and their dilemmas relatable. However, I must admit, the ending felt a bit rushed and left me wanting more resolution. But overall, the blend of fantasy and urban life kept me thoroughly entertained.
Kudos to the author for crafting such a delightful and coherent narrative, making the soul-swapping adventure not only believable but also incredibly enjoyable!
This book in short: Freaky Friday with feminism. But written in early 2000s (well, Freaky Friday WAS released in early 2000s). Aku nggak nyangka buku ini bakalan beneran lucu yang bikin ngakak. Karena dari cover barunya sama sekali nggak keliahatan bakal begitu, pun dari sinopsis dan bagian awal bukunya. Ceritanya baru mulai seru pas mereka udah tukeran badan. Penulisnya pinter banget bikin adegan-adegan ketemu yang jeng jeng jeng!!! yang berujung jadi chaos. Kalo dipikir sebenernya kejadian-kejadiannya penuh kebetulan, tapi eksekusinya bagus dan sangat enjoyable. Beriringan dengan komedinya, buku ini mau mendiskusikan dan mengomentari isu-isu wanita seperti stigma janda, stigma wanita lajang usia 30an, kehamilan remaja, hubungan antara mertua dan menantu, KDRT, dan lain-lain. Bahwa nih, rasanya jadi wanita tuh begini! Ini isu-isunya! Susah tauk! Mostly disampaikan dengan natural dan tetep kena, walaupun nggak sempurna, kayak isu soal murid Lies yang hamil di luar nikah itu aku pikir bakal jadi salah satu fokus cerita, tapi ternyata pembahasannya makin lama makin berjarak dan jadi "persoalan sampingan" yang menurutku it didn't deserve to be treated that way. Tapi memang itu isu yang sulit dan berat untuk disampaikan tanpa menjadi gloomy dan tetap sejalan sama vibe bukunya ya.. Stance bukunya jelas kok, tetap berpihak pada perempuan dan korban.
Yang aku sayangkan lagi: MILD SPOILER ya, this whole freaky friday thing went on for too long.
Btw seperti buku kontemporer lainnya yang terbit sekitar tahun 2000an, buku ini juga diwarnai dengan seruan slang khas era tersebut, yang menurutku agak ngasih kesan outdated sih, tapi nggak banyak kok. Mostly buku ini masih timeless (sedih juga ya isu-isu perempuan ini masih awet). Tapi seruannya lucu aja buat dicatet, di antaranya: - bo' - 'oon - please deh - cucakrawa - amit amit jabang beibeh - by the way anyway busway - lelaki metroseksual (!)
3 jalan hidup, 3 status, 3 wanita . Menceritakan tentang 3 wanita dengan kehidupannya. Ada - Juli, ibu rumah tangga, pinter masak, ibu dari 3 anak dan lagi hamil 🧑🍳 - Lies, janda, rajin baca buku, ibu guru yang peduli sama murid muridnya, termasuk Kim yang terkena isu hamil di luar nikah 🧑🏫 - Emily, single, direktur cabang indonesia di perusahaan berlian. 💎 . Tapi apa yang terjadi kalau suatu saat mereka bertiga bertukar tubuh 😱
-------------------------------------------
Buku ini sebetulnya memiliki esensi yang cukup berat tentang pilihan hidup wanita dan stereotype yang mengelilingi mereka. Struggle tentang kehamilan, status janda yang dikira suka mengganggu rumah tangga orang, orang yang sibuk kejar karir jadi engga nikah nikah.
Tp penulis menuliskan buku ini dengan ringan, dipenuhi candaan ala tahun 2000 an yang menghibur. Banyak perkara yang sebenarnya sensitif tp dibalut dengan kata kata ringan sehingga lebih mudah dinikmati.
Kalau yang kurang relate sama gaya candaan penulis mungkin merasa buku ini sedikit aneh ya, karena image yang aku dapet dari buku ini 3 perempuan ini pada rempong 🤣 alias hal kecil jadi hal besar. Tp all and all, aku bisa nerima gaya candaannya yang lumayan bikin nostalgia.
Sebenarnya lumayan khawatir kalau akan ada banyak issue yang bikin tidak nyaman, tp syukurlah hal itu tidak terjadi dan justru mendapat banyak insight.
Bercerita tentang tiga perempuan berbeda status — Juli, Emily dan Lies bersahabat dan tinggal bertetangga, mereka menghadapi masalah yg berbeda sebagai IRT, Lajang dan Janda. Tiba² mereka mengalami body swap atau bertukar jiwa satu sama lain saat mereka merasa jenuh dengan kehidupannya.
Tapi ternyata kehidupan mereka dengan tubuh juga karakter yang mereka tempati dan masalah yang mereka hadapi ternyata lebih chaos, buat mereka merindukan kehidupan lama masing-masing. Humor nya masuk banget di aku sampe bikin ketawa ngakak sama keabsurdan tingkah laku mereka. Perasaan para karakter dan isu-isu sosial yang diangkat tersampaikan dengan baik oleh penulis. Tiga hari yang chaos buat mereka bisa memahami satu sama lain karena udah pernah lihat sudut pandang masing² juga cara mereka menghadapi masalah hidupnya.
Kalimat "Be careful with what you wish for" sangat cocok mendeskripsikan buku ini. Selain page turner, baca buku ini juga berasa lagi nonton film/series gitu karena seru banget dan bikin penasaran bakal ada kejadian apalagi selama mereka masih terjebak di tubuh orang lain.
Buku ini cocok banget jadi bacaan ringan dan santai di tengah kesibukan yg melelahkan karena menghibur dengan tema metropop bercampur fantasi😆
Butuh waktu yang cukup lama sampai pada akhirnya bisa menyelesaikan novel Tiga Venus. Di awal cerita rasanya kurang bisa menikmati perpindahan alur cerita antara Emily-Juli-Lies, tapi ide ceritanya menarik! Tiga perempuan, dengan status perkawinan dan pekerjaan yang berbeda mendadak harus bertukar jiwa.
Novel ini mengajarkanku bahwa tidak ada kehidupan yang lebih baik dan lebih menyenangkan. Semua orang hidup dengan tantangan, permasalahan, dan kebahagiaannya masing-masing.
Tidak hanya itu, banyak isu-isu lainnya yang diselipkan di dalam novel ini, seperti kekerasan dalam rumah tangga, pengasuhan terhadap anak, relasi antara mertua dan menantu, kehamilan di luar pernikahan (dan reaksi lingkungan terhadap isu ini), hingga proses kehamilan dan persalinan.
Melalui novel ini, penulis juga mengajak kita untuk berdamai dengan masa lalu sebagai bentuk penghormatan pada diri sendiri.
Terakhir, menurutku sumpah serapah kecil yang bertebaran di dalam novel ini, seperti "Tahu rasa kamu, siamang kecil"; "Dasar kuntilanak"; ataupun "Jin bersasak" tidak membuat Tiga Venus terasa amoral, justru menambah tawa ketika membacanya!
Buku yang luar biasa… keren. Sangat gila dan sejujurnya bikin sedikit banyak merinding karena kejadian yang dituliskan itu sangat amat nyata dan dekat dengan kehidupan kita. Memang, kita tidak akan tau suatu “penderitaan” atau “kebahagiaan” jika tidak memposisikan dan merasakan diri kita pada mereka.
Tiga Venus memberikan sudut pandang baru bagi setiap orang, yang awalnya “kekeuh” tidak ingin menikah, setelah berada di tubuh yang sudah menikah, bisa jadi berubah pikiran. Yang tadinya takut akan lelaki, ketika berada di tubuh yang harus banyak berurusan dengan lelaki, bisa menjadi terbuka dan lebih luwes. Dan yang tadinya seorang ibu rumah tangga dan sulit untuk merawat dirinya sendiri, kini dapat menjadi sedikit lebih leluasa dan terbuka pada isu-isu yang ada.
Buku ini memberi gambaran tentang feminisme, hal-hal dari sudut pandang wanita yang berbeda, dan pelajaran kehidupan yang lainnya. Sangat bagus sangat indah, memberikan tamparan halus ketika membaca.
Emily-seorang wanita karir, Lies-seorang janda cerai yang sakit hati, dan Juli -seorang Ibu rumah tangga 3 anak yang sedang hamil tiba-tiba mendapati jiwa mereka saling tertukar! Emily menjadi Juli, Juli menjadi Lies, dan Lies menjadi Emily. Ketiga wanita tersebut kemudian menyadari bahwa nobody has it easy, life is an issue for everyone. Merekapun belajar untuk mensyukuri kehidupan mereka yang asli, tidak lagi bersungut-sungut atas masalah yang ada ataupun iri pada kehidupan perempuan lain.
Satu-satunya masalah adalah gaya penulisan yang terlalu informal dan light banget. Ada banyak kesalahan dalam ejaan dan banyak bahasa gaul juga.
Baca buku ini dalam waktu 4 jam aja karena SERU BANGET! Tiga wanita dengan sifat dan latar cerita yang sangat berbeda bertukar tubuh. Kebayang dong sebingung apa?
Plot-nya kayak klise, tapi percaya deh novel ini tuh seru banget. Bikin yang baca jadi paham bahwa setiap orang punya permasalahan ya masing-masing dan kadang untuk menyelesaikan masalah tuh perlu sebuah sudut pandang baru yang dimana di novel ini diceritakan dengan sudut pandang orang yang tukeran badan. This book is such a page turner and I highly recommend this book!
Ini buku kedua dari Clara Ng yang kubaca setelah Dimsum Terakhir (dibaca tahun 2017/2018 kalo tidak salah). Bentuk penulisannya Clara Ng sekali dimana tokoh utama semuanya wanita yang berbeda-beda, memiliki kepribadian dan kehidupannya sendiri, emansipasi wanita dan ada sedikit menyinggung pemikiran LGBT dan hamil di luar nikah. Untuk bagian itu aku no comment ya. Secara keseluruhan novel ini bagus karena mengajarkan untuk bersikap lebih berani, merampungkan seluruh tugas apapun hasil akhirnya dan ga lupa mengenai kesetaraan gender.
sejujurnya secara garis besar aku mengerti cerita ini tentang apa, tapi dalam dialog-dialognya aku nggak bisa mengerti dan memahami apa yang sedang tokoh rasakan atau alami, kayak bingung gitu, kenapa si juli harus begini, kenapa si leis begini, dan kenapa emily begini. waktu di awal jujur juga rada kebingungan kayak tokoh ini dimasukin sama siapa, jadinya karena kebingungan dan nggak bisa memahami sampe buku ini selesai, aku kurang bisa menikmati buku ini
Seperti judulnya, Tiga Venus Aku kasih rating Tiga per seratus. eh gak deng 3/5 aja
Seru sih, tapi dialognya rasanya seperti sama semua. Baik karakter laki-laki atau perempuan.
Nilai plusnya adalah konsep ceritanya. Bertukar jiwa. Tapi, jiwa yang bertukar ada 3 orang.
Emily, yang lajang. Berubah jadi Juli, si ibu 3 anak. Lies, yang menjanda. Berubah jadi Emily yang lajang. Juli, si ibu anak 3 jadi janda tiba-tiba. wkwkwk
Biasa aja sih. Ringan, fun dan pop banget menurutku. Tentang tiga wanita yg bertukar jiwa. Isu yang diangkat adalah tentang wanita dan rintangan2nya. Diangkat secara ringan dan acak. Kalau lagi penat, bolehlah ini dijadikan teman mengisi waktu. Meski tidak begitu hangat karena di dalamnya banyak menggambarkan suasana hectic tapi ada sisi komedi yang menarik.
Sebagai pembaca pemula, menurutku seru sekali. Berbeda dengan gaya metropop lain yang cenderung romance kental, di sini rasanya benar² seperti belajar kehidupan dengan kemasan ringan dan seru. Sudah aku baca 2x :')) rasanya ingin mengulang waktu supaya bisa membaca lagi untuk pertama kalinya
Tiga venus ini ceritamya sungguh sangat menghibur. Berawal dari bintang jatuh dan kemudian mereka semua bertukar peran..hahaha..walaupun ceritanya sebenarnya cukup bisa ditebak, tetapi alurnya mengalir begitu saja dan tidak membuat bosan. Salut untuk Clara Ng 😁👍
Bukunya seru tentang 3 wanita dengan perbedaan status bertukar jiwa. Ketiganya bisa melihat sisi lain dari yang sebelumnya tak terlihat. Banyak pelajaran dari buku ini, tentang hectic nya rumah tangga, wanita karir, atau wanita pekerja biasa. Seruuu!