Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gajah Mada #5

Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa

Rate this book
Dengan kebebasan yang aku miliki, aku bisa berada di mana pun dalam waktu lama tanpa terganggu oleh keinginan pulang. Lebih dari itu, aku berharap apa yang kulakukan itu akan menyempurnakan pilihan akhir hidupku dalam semangat hamukti moksa.

Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara.

***

Sepeninggal Gajah Mada, Majapahit dilanda berbagai persoalan. Tanpa Gajah Mada Negara-negara yang dinaungi oleh payung kerajaan Majapahit itu tak lagi takut memeperjuangkan kemerdekaan. Sehingga intrik antara kekuasaan dan politik sepeninggal Gajah Mada merubah haluan kerajaan yang selama ini tak terbendung laju oleh sang waktu.

Gajah Mada mungkin bisa merubah semua ini... atau berhenti karena kodratinya. Buku ini coba menggali kembali puncak kejayaan yang pernah ada, dari tiada menjadi ada, lalu kembali menjadi tiada. Begitulah yang bakal terus terjadi. Gajah Mada dengan segala romantika dan figurnya merefleksikan betapa tidak ada manusia yang sempurna, walau seorang Gajah Mada sekalipun. Kehidupan tidak berhenti pada suatu titik tetapi berputar dibawah kendali dan kerendahan hati.

582 pages, Paperback

First published January 1, 2007

61 people are currently reading
1201 people want to read

About the author

Langit Kresna Hariadi

31 books151 followers
Langit Kresna Hariadi (lahir di Banyuwangi, Jawa Timur, 24 Februari 1959; umur 54 tahun) adalah seorang penulis roman Indonesia. Mantan penyiar radio ini dikenal masyarakat luas dengan cerita roman Gadjah Mada yang menceritakan kisah dari Patih Gajah Mada dari kerajaan Majapahit.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
246 (38%)
4 stars
200 (31%)
3 stars
132 (20%)
2 stars
32 (5%)
1 star
23 (3%)
Displaying 1 - 30 of 44 reviews
Profile Image for Indriyatno Banyumurti.
9 reviews1 follower
January 26, 2008
Buku terakhir dari Seri Novel Gajah Mada, yang menceritakan awal keruntuhan Majapahit setelah peristiwa perang bubat dan berbuntut diusirnya gajah mada dari istana. Overall: Serial yang perlu dibaca untuk mengetahui sejarah dengan cara menyenangkan...
Profile Image for Enok.
32 reviews8 followers
Read
July 17, 2008
Makasih buat yang ngirimin buku ini lengkap dengan "kata pengantar" yang manis..tapi sayang belum bisa dibaca karena Perang Bubat nya belum dibaca dulu...hik (bayangin gimana nahan hasrat untuk membuka lembar pertama). Maka tergeletaklah buku menggoda ini di kamarku..
Profile Image for Ihwan.
Author 11 books11 followers
May 23, 2010
Ini adalah novel sejarah pertama yang aku baca. Sebenarnya novel Gajahmada ini ada lima seri, yang akan kuresensi kali ini adalah seri yang terakhir. Awal mulanya sih (lagi-lagi) penasaran karena di majalah Gatra disebutkan bahwa buku pertama dan kedua telah dicetak hingga lima kali, padahal tebal halamannya tuh 500 lebih.

Sebelumnya aku sudah pernah membaca karya Langit Krisna Hariadi (sekarang lebih dikenal dengan sebutan El Ka Ha) yang lain, yaitu novel Libby. Novel ini setting ceritanya modern dan tokohnya juga masih muda. Namun aku merasakan gaya bahasa dan penulisannya kurang pas, ceritanya memang tentang anak muda tapi gaya penuturannya tuh pakai style orang tua he3. LKH sendiri mengakui bahwa menulis novel remaja itu jauh lebih sulit karena menurutnya dunia anak muda itu lebih kompleks.

Nah, di novel Gajahmada inilah nampaknya LKH menemukan jalur yang pas buat dirinya. Terbukti novel Gajahmada mengantarkannya menjadi penulis best seller, padahal sebelumnya telah banyak karya yang beliau luncurkan namun rata2 terkena kutukan 3000. Maksudnya adalah, setelah dicetak 3000 eksp tidak pernah dicetak ulang lagi.

Ternyata asyik juga membaca novel sejarah, sambil menikmati cerita di dalamnya kita juga bisa sekalian belajar banyak tentang sejarah. Yang kuketahui tentang sejarah Majapahit sendiri hanya sebatas Gajahmada dan Sumpah Palapanya. Namun setelah membaca novel ini aku akhirnya tahu lebih banyak lagi, diantaranya apa itu Perang Bubat, siapa itu Dyah Pitaloka dll.
Modal utama saat membaca novel sejarah adalah daya ingat yang kuat karena banyaknya tokoh2 yang ada di dalamnya, bahkan beberapa diantaranya mempunyai nama yang mirip.
Mungkin yang kurang adalah ceritanya yang terkadang sering bertele-tele, ada juga plot yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan tokoh utama namun mendapat porsi cerita yang terlalu banyak. Sehingga nggak jarang dengan sangat terpaksa beberapa halaman aku loncati.
Ada juga halaman yang salah jilid (bukan salah cetak), kalo nggak salah ada sekitar 40 halaman yang hilang karena ‘kedobelan’ halaman yang lain.



Sumber: beberapa data diambil dari Gatra No.12/XIV 2008.
Profile Image for Edward.
48 reviews
September 21, 2025
Buku ini adalah buku Gajah Mada seri terakhir karya Langit Kresna Hariadi yang pantas dan layak untuk dibaca. Mengapa bisa begitu? Karena penulis berani menggabungkan unsur fiksi dan sejarah dari kerajaan Majapahit. Jikalau aku bandingkan buku ini dengan 4 buku Gajah Mada lainnya, buku ini sungguh kompleks dari sisi cerita karena tak hanya satu persoalan saja yang disajikan, melainkan berbagai macam persoalan dituangkan oleh penulis dalam buku ini. Diriku harus mencatat persoalan apa saja yang muncul selama membaca buku ini supaya tidak satupun yang tertinggal.

Sebelumnya, diriku sempat kecewa terhadap buku Gajah Mada: Sanga Turangga Paksowani (buku seri keempat dari Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi). Cerita yang disajikan dalam buku seri keempat tidak maksimal seperti yang pernah aku ungkapkan dalam ulasan sebelumnya. Namun, semuanya itu terbayarkan dalam buku Gajah Mada: Hamukti Moksa. Segala cerita yang menggantung di buku seri keempat tersebut akhirnya terselesaikan di dalam buku ini.

Melalui buku Gajah Mada: Hamukti Moksa, pembaca dapat meningkatkan kemampuan empati terhadap beberapa tokoh. Di satu sisi, pembaca akan merasa tindakan Gajah Mada itu benar karena Gajah Mada sebenarnya bijaksana dan tidak membeda-bedakan negara manapun. Di sisi lain, pembaca akan merasa tindakan Gajah Mada itu salah karena telah menyebabkan semua tamu yang berasal dari Sunda Galuh itu tewas di lapangan bubat. Pembaca akan berpikir kembali apakah tindakan Mahapatih Gajah Mada itu benar atau salah.

Selain itu, pembaca akan berpikir kembali apakah hukuman untuk Gajah Mada yang diberikan oleh prabu Hayam Wuruk telah sesuai dengan apa yang telah Mahapatih Gajah Mada lakukan terhadap tamu dari Sunda Galuh. Di samping itu, bagaimana dengan kutaramanawa (kalau sekarang bisa dibilang Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yang telah diundangkan? Apakah mampu menaklukkan seorang mahapatih Gajah Mada? Bagian itu juga tak kalah serunya loh karena termasuk salah satu perhatian Sunda Galuh terhadap Majapahit.

Setelah membaca buku ini, menurutku bila membaca buku serial Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi, maka harus berurutan karena setiap seri dalam buku ini berkaitan satu sama lain. Bila pembaca tak membaca sesuai urutan, maka pembaca akan merasakan kebingungan sendiri. Hal yang membuat diriku menyukai buku Gajah Mada adalah teka-teki yang selalu muncul di setiap peristiwa sehingga membuat pembaca ikut menebak siapakah orang itu. Namun, masih ada saja bagian cerita yang dibuat tidak maksimal sehingga itu menjadi salah satu kekurangan dari buku ini.
Profile Image for Belimbing.
18 reviews1 follower
February 13, 2019
Love it!
Tidak bisa berpaling dari cerita yang dirangkai seperti film silat klasik. Bravo untuk Langit yang membuat pelajaran sejarah terasa seperti menonton film.
Mungkin buku-buku Langit ini lebih baik untuk menggantikan buku sejarah di sekolah hahaha....
Profile Image for Dinar Widyasmara.
121 reviews6 followers
October 13, 2019
well, setelah selesai membaca sampai buku kelima, saya malah ga suka sama Gajah Mada hehe. Saya malah lebih suka Gajah Enggon sama Pradabashu.
Profile Image for Mulyono Sardjono.
1 review
March 19, 2020

Puncak dari Pentalogi Buku Roman Sejarah Gajah Mada; banyak drama tersaji dengan akhir cerita yang tak terduga.
9 reviews1 follower
October 1, 2023
Kisah penutup Pentalogi Gajah Mada, bagaimana Gajah Mada tetap kekeuh dengan pendirian untuk menyatukan nusantara dibawah panji merah putih dan mendapatkan balasan atas peristiwa bubat
Profile Image for Bayu Sadewo.
82 reviews5 followers
January 21, 2014
*Ini mah judulnya baca novel sambil nyuri start TKD, sekali rengkuh 2 samudra terarungi hehe*

Berbicara tentang Gajah Mada memang tiada habisnya. Banyak cerita simpang siur di sana-sini yang masih belum menunjukkan validitas yang bulat. It's okay, every person has his own believe in folklore menurut kata saya pribadi.

Well, buku ini sebenarnya sama seperti buku sebelumnya. Bagus seperti biasanya dan menarik. Heroisme, romanstime, hingga teka-teki seperti novel konspirasi termaktub dalam ceritanya. Namun, sayangnya saya cukup pusing membacanya. Bukan karena cerita yang tidak jelas, tetapi lebih pada pemberian nama tokoh yang membuat saya menyangkutkan pada ilmu sejarah yang saya ingat saat SMA dulu. (padahal saya lulus SMA sudah 4 tahun lalu hehe).

Dalam buku ini disebutkan tokoh yang Sunda Galuh yang meninggal dalam Perang Bubat adalah Prabu Maharaja Linggabuana. Yang saya ingat, tokoh yang gugur saaat itu namanya Maharaja Sri Baduga, seperti yang ada dalam Carita Kidung Sundayana. Lalu Niskala Wastu Kencana diceritakan menjadi adik dari Dyah Pitaloka yang gagal dipersunting Prabu Hayam Wuruk. Padahal yang saya ingat, Niskala Wastu Kencana adalah raja di Kerajaan Pajajaran sebelum Maharaja Sri Baduga gugur dalam palagan Perang Bubat. Kalau yang dimaksud sebagai Prabu Maharaja Linggabuana itu adalah Maharaja Sri Baduga, maka novel ini agak menyesatkan bagi mereka yang mahfum akan sejarah (maaf kalau saya salah atau sok tahu, seingat saya begitu soalnya hehe). Sebab, Niskala Wastu Kencana hidup beberapa tahta sebelum Maharaja Sri Baduga. Tapi jika yang dimaksud Prabu Maharaja Linggabuana adalah Maharaja Jayabhupati, mungkin akan menjadi masuk akal jika Niskala Wastu Kencana merupakan keturunannya. Namun tetap saja, menyimpang, sebab Dyah Pitaloka menurut pelajaran sejarah yang saya ingat adalah putri dari Maharaja Sri Baduga bukan i stMaharaja Jayabhupati. Ahh, sudahlah, namanya juga novel. Kadang saya suka terbenam dalam kehidupan novel hingga sulit menilai ke-fiksi-an novel. Justru hal itulah yang otomatis menandakan bahwa novel tersebut memang benar-benar bagus hingga bisa menggiring fantasi pembacanya.

Manfaat buku ini satu lagi adalah ilmu-ilmu yang nampakya bermanfaat untuk TKD. :)
Curi start belajar TKD melalui novel, thanks Mas Langit. Bukunya benar-benar bermanfaat.
Profile Image for Vera Maharani.
305 reviews78 followers
September 15, 2013
Bagus, apalagi dibandingkan dengan buku keempat, ya. Cukup bisa bikin anteng baca, bab demi bab, nggak terasa selesai juga. Hanya masih kesal sebab sejak buku kedua lampu sorot utama belum diarahkan lagi ke Gajah Mada, malah Pradhabasu dan keluarganya (I mean...is he even based on a real character?). Nggak masalah sih, seandainya judul seri ini bukan 'Gajah Mada'. Berhubung saya baca seri ini karena tertarik sama 'Gajah Mada', sedikitnya porsi cerita yang langsung berkaitan dengannya membuat saya agak kecewa. Ketegangan telik sandi dan percobaan pembunuhan juga terlalu mudah ditebak dan nggak semenegangkan di buku satu dan dua. Terkait penggambaran budaya dan bahasa Sunda, setahu saya bentuknya belum seperti yang digambarkan di buku ini. Ya, Langit Kresna Hariadi mungkin memang jagoan dalam penggambaran kehidupan masyarakat Jawa zaman itu, tapi untuk kehidupan Sunda sepertinya butuh riset lagi.

Oh, satu lagi, penamaan tokoh Sunda fiktif di sini...really, LKH? Sebenarnya cukup mengganggu buat saya...entah kenapa. Hehehe.

Mungkin bisa lebih bisa dinikmati kalau kita menitikberatkan pada si fiksinya, fakta sejarahnya sih jangan terlalu dipikirkan. Berhubung saya jenis pembaca yang lebih peduli pada fakta sejarah...bisa dibayangkan tingkat kepuasan saya menurun beberapa tingkat. Nggak apa-apa, karena LKH tampaknya penulis yang terbuka untuk diajak ngobrol. Jadi bisa nanya-nanya soal fakta sejarah hasil risetnya deh :)
Profile Image for Rizya Ardiwijaya.
28 reviews3 followers
February 5, 2008
Kepergian Sang Prajaka yang dibiarkan menggantung di buku Gajah Mada: Perang Bubat, terjawab sudah, Walaupun agak sulit diterima nalar bahwa Sang Prajaka tubuhnya dimasuki oleh arwah Saniscara.
Buku ini menurut saya buku kedua terbaik setelah buku Gajah Mada yang pertama, walaupun intrik-intrik yang terjadi tidak sehebat buku pertama tersebut.
Pengkhianatan Gajah Sagara tidak mengagetkan saya, sudah saya duga sebelumnya. Kecurigaan saya muncul karena kedekatan Gajah Sagara dengan Dyah Ganitri yang diduga kuat sebagai penari tayub dari Sunda Galuh. Dyah Bhirawa & Kebo Mudra hanya orang yang membenci Gajah Mada saja. Jadi saya berpikir kemungkinan pengkhianat berasal dari dalam tubuh Bhayangkara sendiri.
Maaf Pak Langit, bab terakhir buku ini lebih mirip rangkuman dari 5 buku Gajah Mada, terasa terlalu lugas, kurang puitis & terkesan terburu-buru.
4 reviews
May 25, 2010
Gajah Mada tetap dituduh bersalah atas terjadinya Perang Bubat. Egonyakah yang terlalu kuat ataukah kecintaannya yang sangat terhadap Majapahit sehingga keputusan perang itu terjadi? Hukuman apa yang Prabu Hayam Wuruk berani berikan kepada Mahapatihnya itu? Mengingat jasa Sang Mahapatih sudah sedemikan besarnya, namun kesalahnnya juga fatal. Turunnya citra Sang Mahapatih ternyata menimbulkan perpecahan di tubuh Majapahit. Pemberontakan mulai terjadi di mana-mana.
Namun, Gajah Mada tetaplah Gajah Mada seorang negarawan. Ada atau tidaknya ia di Majapahit, ia tetap berkontibusi nyata dan mewujudkan cinta kepada tanah airnya. Suatu pelajaran yang sangat berharga.
Profile Image for Restu Aji.
58 reviews2 followers
November 28, 2017
Baru sempat baca untuk bahan penelitian.

Buku ini lebih baik dari buku keempat (Perang Bubat/ Sanga Turangga Paksowani) yang terasa membosankan dan penuh drama. LKH masih bermain dengan cerita yang dikit-dikit flashback dan ada beberapa yang dibiarkan kosong. Sayang, beberapa plotnya mudah tertebak.

Entah, tapi aku merasa sepertinya LKH menuliskan buku ke-lima ini dalam tekanan. Gajah Mada agak dipersalahkan juga oleh penulisnya. Juga agak aneh kalau Gajah Mada belum pernah mendengar Islam sebelumnya, tapi memang kapan lagi mau mengisahkan masuknya Islam kalau tidak di bagian setelah dia dipecat dari jabatan mahapatih dan menyepi di Madakaripura.
Profile Image for Aroengbinang.
14 reviews10 followers
November 7, 2008
Meskipun tidak terlampau terhenyak dan pilu seperti ketika membaca bagian akhir cerita Perang Bubat, namun bagian akhir buku ini tetap menyimpan kejutan, meski sebagian cerita sudah bisa tertebak sebelumnya.

Bagian-bagian yang sebelumnya seperti cerita lepasan, mampu dikaitkan dengan baik ke tubuh cerita utama sehingga menjadi suatu cerita yang utuh, tidak sampai terjebak pada gaya Api Di Bukit Menoreh yang bertele-tele.

Bagian terakhir yang merupakan testimonial Gajah Mada sebelum meninggal dunia cukup menarik untuk disimak.
Profile Image for Vanda Kemala.
233 reviews69 followers
April 23, 2014
Akhir cerita dari Gajah Mada. Akhir dari masa kejayaannya, pasca Perang Bubat.

Permainan emosi cukup dominan. Antara mereka yang pro, menganggap tindakan Gajah Mada di Perang Bubat sudah sesuai demi bersatunya Nusantara. Juga yang kontra, beranggapan Gajah Mada tidak punya hati dengan "membabat" habis calon istri dan besan dari keluarga Hayam Wuruk.

Pilu. Ngilu. Karena Sumpah Palapa akhirnya dianggap seakan tidak ada apa-apanya.

Monolog Gajah Mada sebelum moksa, jadi penutup buku yang amat sangat apik.
Profile Image for astin soekanto.
20 reviews5 followers
March 11, 2016
habis baca buku ini, langsung mikir, 'gimana klo semisal Majapahit tidak berupaya keras menjadikan Kerajaan Sunda target daerah bawahan? Mungkinkah Tartar yg buas itu menjadi penguasa diantara 2 kerajaan itu?

Btw suka bacanya, cuma agak kesel klo ada kisah yg diceritakan ulang yg diambil dr buku2 sebelumnya.
Profile Image for Miss Kodok.
220 reviews18 followers
May 30, 2008
Buku terakhir dari serial Gajah Mada ini menceritakan tentang kemunduran kerajaan Majapahit pasca mundurnya Gajah Mada sebagai Maha Patih Kerajaan. Penutupan cerita yang membuat penasaran karena akhir kehidupan Gajah Mada yang tidak jelas.
Profile Image for Koda Rayyan.
12 reviews2 followers
August 5, 2007
kere abis
paling keren dari semua fiksi yang aku baca
...

salam kang hariadi ...
14 reviews
August 23, 2007
Kenapa ratingnya turun? Karena mungkin mas Kresna kurang konsentrasi. Ada beberapa kalimat yang loncat. Mungkin seperti mas Kresna bilang komputernya kena virus jadi data2nya hilang.
Profile Image for Inmas santi.
44 reviews1 follower
September 21, 2007
....salute to Patih gajah maada.....siapakah pemimpin bangsa ini yang kelak bisa seperti nya....????
Profile Image for Anna.
14 reviews2 followers
October 11, 2007
Menerima dan Memafkan dan kesalah orang lain memang hal yang sulit.
Tapi saat kita bisa ngelakuinnya kita bisa hidup dengan bahagia.
Profile Image for Imansoe.
14 reviews3 followers
November 20, 2007
msh akan semenarik sebelumnya ga yah..??

ato justru membosankan... majapahit jatuh..
Profile Image for Arfi.
127 reviews7 followers
February 2, 2008
is that really what is happening with GM? he's disappeared. moksa. with no grave.
Profile Image for andreas.
14 reviews1 follower
September 27, 2008
akibat terlibat kasus Perang Bubat, akhirnya Gajah Mada terpaksa meninggalkan kekuasaannya dan sumpah (palapa) nya
Displaying 1 - 30 of 44 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.