Judul Buku : Melepas Ranting Hati Penulis : Sanie B. Kuncoro Penyunting : @angtekkhun Penerbit : Gradien Mediatama Cetakan Pertama : 2011 Tebal : 184 halaman, paperback
Momen ini sudah terpikirkan sebelumnya dalam pikiran Lare, gadis yang tidak suka alpukat ataupun kopi, bahwa Karin akan mendatanginya membahas hubungannya dengan Giri. Tiga tahun hubungan Karin dengan Giri ternyata tidak berlalu dengan baik. didasari sifat Karin yang terlalu protektif mengekang kebebasan Giri sebagai lelaki.
Hadirnya Lare di antara kisah percintaan mereka tak urung membuat Karin resah, sudah pasti ia tidak akan mau kehilangan lelaki yang sangat dicintainya itu. Namun mengapa Giri memilih Lare? Apa yang bisa diberikan Lare sehingga ia menggeser posisi Karin di hati Giri? Siapa yang akan mundur dalam mendapatkan hati Giri, Akankah Karin atau Lare?
Ini adalah sebuah kisah yang menjadi judul utama dalam Buku karya Mbak Sanie kali ini, Melepas Ranting Hati. Buku yang terdiri dari 12 cerita pendek tentang cinta, kehidupan, mimpi, taruhan dan pilihan ini menawarkan sisi lain romansa manusia.
Sayangnya ada banyak inti cerita yang diulang lagi di cerita dengan judul berbeda. Apalagi diletakkan dalam susunan yang berurutan, ini membuat saya sebagai pembaca jadi berpikir, ‘Tunggu. Kok ceritanya gini lagi? Kok kalimat percakapannya hampir sama?’
“Kalau kau tidak bisa memilih, kami yang akan menentukan.”-Hal.34 “Kalau begitu, kami yang akan melakukannya -Hal.48
Atau dua cerita yang berbeda dengan tokoh utama yang namanya sama. Sebut saja Giri di ‘Melepas Ranting Hati’ dan muncul lagi di ‘Kidung Hutan Cemara’. Atau Geld di ‘Di Ambang Hari Valentin’ dan ‘Lembah Kali Kuning’. Serta adanya kejanggalan nama tokoh dalam cerita berjudul ‘Anyelir Putih’, sebenarnya bernama Kenanga atau Mega?
“Kenanga menggelengkan kepalanya. Matanya muram. Hans tahu, Mega kecewa sekali padanya.”-Hal. 80
Serta bunga anyelir putih yang tiba-tiba menjadi pokok cerita tanpa diketahui darimana asal mula kisahnya. (Entah ini kekeliruan dalam meng-cut cerita dengan sengaja atau tidak)
Tapi dari semua cerita pendek di buku ini, ada satu yang paling saya suka, yang berjudul ‘Camar Terakhir’. Latar cerita di pantai seakan memberi kesegaran saya dari cerita –cerita sebelumnya yang sering menyuguhkan episode memanjat gunung. Pesan kesungguhan dan semangat yang diceritakan lewat tokoh utamanya juga membuat warna lain cerita tentang cinta di buku ini.
Dengan bahasanya yang puitis dan pesan-pesan yang terselip di dalam cerita, Mbak Sanie terampil dalam mengolah kata demi kata ceritanya.
Sebuah pesan yang saya temukan di halaman 153, contohnya. “Kamu benar. Untuk bisa dihargai, seseorang harus punya harga diri.”
3 bintang untuk buku ini. Buku yang asyik untuk dinikmati terlebih bagi Anda para pencinta suasana pegunungan yang menjadi latar cerita.
Tema yang diangkat secara keseluruhan adalah tentang cinta, cinta ,cintaaa. Jatuh cinta, Putus Cinta dan Melupakan cinta. Rasanya campur aduk membaca ketika 12 cerita pendek di buku ini. Di ini Cavatina, Jo!, Seno yang menganggap enteng perjodohannya dengan Jeremy ternyata malah jatuh cinta. Keegoisan Karin membuat cinta Giri bercabang kepada Lare dan Giri dalam Melepas Ranting Hati. Bagaimana Kirane mendapatkan lebih banyak perhatian dari Josh dibandingkan kekasihnya sendiri, Josh pada Belahan Hati. Pertemuan kembali Renjani dengan seseorang dari masa lalu dibawah Kerlip Bintang Malam. Hans yang menemukan kembali cintanya di Anyelir Putih. Sejauh Perjalanan, Jade yang konyol memutuskan kekasihnya karena ramalan. Camar Terakhir memberikan cahaya kehidupan pada Samuel di tepi batas waktunya. Di ambang hari Valentine, Glen berjumpa dengan Ime. “Ya Luke,Aku Memilih Sepi!”,ujar Jade. Bea akhirnya meminta Seikat Edelweiss ketika melepas keberangkatan Gugi. Kidung hutan cemara yang menyatukan Radite dan Giri. Geld bukan Jonathan, Mirip tapi tak sama buat Mera di Lembah Kali Kuning.
Ada 3 hal yang saya tangkap dari semua cerita yaitu Jazz, Pencinta Alam, dan move on dari masa lalu. Beberapa cerita entah itu tokohnya menyukai musik Jazz terdapat juga selingan lirik lagu Jazz. Nah tokoh dan kisah pencinta alam,suka naik gunung yang keliatan cool juga lumayan banyak. Ada di cerita Anyelir Putih, Seikat Edelweiss, Kidung Hutan Cemara dan Lembah Kali Kuning. Ini cavantina, Jo!, Kerlip Bintang Malam, Anyelir Putih, Sejauh Perjalanan, Di Ambang Hari Valentin menggambarkan hal ketiga yaitu bagaimana bisa berdamai dengan masa lalu. Mungkin seseorang yang pernah spesial di masa lalu bayangnya selalu teringat. Hingga tanpa sadari waktu pun belum cukup untuk menghapusnya. Bukan masalah waktu yang akan mengobati luka masa lalu tapi keinginan hati untuk menutup luka tersebut dengan antibiotiknya. Favorit saya adalah Camar Terakhir, karena berbeda dengan 11 cerita lainnya. Camar Terakhir menggambarkan harapan, semangat, dan cahaya kehidupan.
Kalau selera pribadi saya lebih menyukai kumpulan cerita yang bervariatif. Tidak ada pengulangan tema, karakter, atau nama tokoh di cerita-cerita berikutnya. Membuat saya juga agak bingung juga ketika membaca cerita lain,’perasaan ini tadi udah deh’ atau ‘aaa tidak,jangan tema itu lagi’,pikir saya.
Terus terang beli buku ini karena tertarik dengan warna covernya yang lembut. Ternyata buku ini berisi 12 kumcer tentang cinta, cinta, dan cinta. Hehe.
1. Ini Cavatina, Jo!
Temanya perjodohan yang direncanakan antara orangtua Seno dan si kembar Jeremy dan Josephine yang saling bersahabat, terkesan jadul di zaman ipad begini. Tepi ceritanya manis dan tidak berbelit-belit, meski menurutku kesannya biasa saja.
2. Melepas Ranting Hati
Agak tidak percaya ketika dua orang cewek, Lare dan Karin yang keduanya menjadi pacar seorang cowok bernama Giri bisa bertemu secara baik-baik untuk kepastian hubungan mereka. Emh...bisa begitu relakah mereka melepaskan kekasih yang dicinta untuk orang lain apalagi karena berselingkuh? I dont know.
Tapi, aku suka kalimat di cerita ini, "Kau terlalu mencintainya, tapi tak menyadari bahwa jiwa setiap laki-laki adalah petualang. Bahwa ia selalu menjadi burung liar yang ingin terbang ke mana pun sebelum akhirnya menemukan sarang yang menyimpan hatinya. Sekali kau simpan hatinya, dia tidak akan pernah terbang lagi. Andai pun pergi, dia akan selalu kembali padamu."
3. Belahan Hati
Sepertinya cerita ini kebalikan dari cerita Melepas Ranting Hati, dua cowok bernama Aji dan Josh bertemu karena sama-sama ingin kepastian dari seorang cewek bernama Kirane, yang telah dipacari Aji, tapi menjalin ttm dengan Josh. Pertemuan mereka juga tanpa emosi dan ledakan. Begitu ya? Ceritanya menurutku biasa saja.
4. Kerlip Bintang Malam
Suka banget ceritanya, tentang Renjani yang masih terkenang pada cinta masa lalunya, padahal sudah punya pacar lagi bernama Praba. Praba, menurutku pacar ideal untuk Renjani. Tidak cemburuan, pengertian, bahkan mendorong Renjani harus berani bertemu dengan seseorang dari masa lalunya untuk belajar mendewasakan hati. Ugh....love for Praba. Hehehe ^^
5. Anyelir Putih
Ceritanya aneh, tentang Hans yang pernah pacaran dengan Kenanga, atau Mega? Lalu ada Fitri yang naksir Hans. Ceritanya maju mundur ga jelas. ga ada gregetnya menurutku.
6. Sejauh Perjalanan
Jade yang konyol, hanya karena ramalan seorang Niko, lantas memutuskan Jati, kekasihnya yang kemudian tidak bisa dilupakannya. Tapi endingnya happy kok.
Kalimat favoritku di cerita ini, "Mungkinkah waktu terulang? Seperti harapan yang tersimpan di benaknya selama ini? Berharap waktu akan kembali dan memberinya kesempatan untuk menghapus kecerobohan di masa lalu."
7. Camar Terakhir
Samuel yang mendapatkan cahaya kehidupan pada sisa akhir hidupnya dari Bintang. Cerita yang sedih meski tidak sampai membuat menangis.
8. Di Ambang Hari Valentine
Geld, mendambakan Ime, gadis dari masa lalunya yang belum sempat ia miliki karena telah bertunangan dengan pria lain. Misteri kehidupan memang aneh dan tidak bisa ditebak, pada akhirnya Geld menemukan gadis impiannya di sisa akhir menjelang hari valentine.
9. Aku Memilih Sepi
Aku suka cerita ini. ^_^ Jade memang hebat, berani menolak Lukas , pria dari masa lalu yang dulu mengusirnya, lalu lebih memilih sepi daripada dianggap gubuk tua tempat persinggahan. Pokoknya cerita ini aku banget.
Kalimat bagusnya, "Masa lalu itu sudah pergi dan kita tidak perlu mengejarnya lagi, karena ia tidak akan pernah kembali."
10. Seikat Edelweis
Bea akhirnya mengizinkan Gugi ikut dalam pendakian ke gunung Kinibalu setelah mati-matian melarangnya. Membacanya jadi ingat cerpen-cerpen di majalah remaja zaman SMA dulu ya.
11. Kidung Hutan Cemara
Radite, yang terkenal populer di kampus penasaran dengan Giri yang angkuh padanya. Dengan penuh perjuangan Radite bisa menaklukkan Giri, pria yang punya mata setajam elang. Ending yang manis, dibumbui sedikit perpisahan.
12. Lembah Kali Kuning
Temanya masih tentang gunung dan seseorang dari masa lalu Mera, antara Jonathan dan Geld. Ceritanya meski maju mundur, tapi bagus. Aku suka endingnya.
Kalimat bagusnya, "Masa lalu, walaupun manis harus ditinggalkan, karena itu cuma bagian dari sebuah perjalanan panjang."
Ini buku karangan Sanie B Kuncoro yang pertama kubaca. Gak tau, apa gaya Sanie bercerita memang begitu, tapi hampir semua kumcer di novel ini punya kesamaan, tentang musik jazz, buku, gunung, dan tentang seseorang dari masa lalu. Mungkin, kebanyakan buat orang, seseorang yang pernah spesial di masa lalu bayangnya selalu teringat, hingga waktu pun belum cukup untuk menghapusnya. Tapi bukan waktu yang bisa menghapus, namu niat dari hatilah penawarnya.
Di kumcer ini, aku paling suka cerita 'Kerlip Bintang Malam' dan 'Lembah Kali Kuning'. Penyelesaian masa lalunya manis banget. Tiga bintang untuk novel ini. :-)
Buku ini berisikan 12 cerita pendek, dimulai dengan Cerpen berjudul "Ini Cavatina, Jo! dan diakhir oleh "Lembah Kali Kuning".
Ke-12 cerita dalam buku ini mengambil tema yang sama, tentang cinta...cinta...dan lagi cinta yang tidak akan pernah habis dibahas. Tentang hubungan pria dan wanita dalam segala bentuk. Ada satu persamaan dalam cerita yang ada dalam buku ini, kita akan sering diajak berkenalan dengan tokohnya yang suka baca, musik dan terutama pendaki gunung ^^ dan memang beberapa cerita dalam buku ini mengambil setting di gunung.
Jalinan cerita yang terangkai dalam cerita-cerita dalam buku ini mengalir lancar dan aku cukup menikmatinya. Buku ini bisa menjadi sebuah buku yang "ringan" dan akan lebih nikmat jika dibaca ditemani sebuah cangkir teh atau minuman kesukaan =)
Semua cerita di buku ini bercerita tentang relationship. Relationship between boys and girls, of course.
Dan saya suka. Saya suka banget beberapa cerita di awal. Saya suka pilihan katanya, suka idenya, suka cara si penulis merangkai katanya dalam tiap adegan, suka cara si penulis menuangkan pesan moralnya tanpa terkesan menggurui, suka semuanya deh, hehe :D
Tapi anehnya saya justru nggak suka beberapa cerita di akhir. Menurut saya beberapa cerita di akhir buku terkesan maksa banget dan banyak yang nggak logis. Ini menurut saya lho ya :)
saya menyukai hampir semua cerita yang ada di sini. Cara penyampaian ceritanya enak, sehingga mudah dimengerti. Tapi, kenapa makin ke belakang ceritanya makin biasa saja? yang bagian depan malah 'wow'. yah tapi keseluruhan saya menyukai kumpulan cerpen ini.