Jump to ratings and reviews

Legiun Mangkunegaran (1808-1942): Tentara Jawa-Perancis Warisan Napoleon Bonaparte

Buku ini berisi sejarah Legiun Mangkunegara, unit militer Asia termodern pada jamannya yakni didirikan tahun 1808 atas perintah penguasa Prancis Napoleon Bonaparte. Prancis yang terlibat peperangan dengan Prusia, Rusia dan Inggris, memiliki angkatan darat terkuat di dunia ketika itu. Legiun Mangkunegara pun dibentuk dengan mengadopsi “Grande Armee” dari Napoleon Bonaparte.

Mangkunegara II sebagai penguasa Pura Mangkunegara memiliki visi ke depan dan mampu mengadopsi gagasan modern pada jamannya yakni organisasi militer ala Eropa sekaligus terkuat di dunia.

Legiun Mangkunegara pun memilik banyak pengalaman tempur seperti melawan pasukan Inggris dan Sepoy (Pasukan India-Inggris), bertempur di Bangka, terlibat Perang Jawa (Perlawanan Pangeran Diponegoro), terlibat Perang Aceh pada akhir tahun 1873, menumpas gerakan radikal hingga akhirnya pada Perang Dunia II melawan militer fasis Jepang yang mendarat di Jawa. Menang dan kalah dialami Legiun Mangkunegara.

Legiun Mangkunegara memiliki motto “Mulat Sarira Angrasa Wani” yang berarti Berani Mawas Diri. Setiap prajurit Legiun Mangkunegara digembleng untuk berani dan siap untuk mengkoreksi diri atas segala kekurangan dan kelebihan yang ada. Kualitas keberanian dan mawas diri itulah salah satu pokok ajaran adiluhung budaya Jawa yang kini dilupakan para pembesar. Kebesaran hati untuk dikritik dan menerima kritik merupakan barang langka di tengah hiruk-pikuk kehidupan berbangsa hari ini!

446 pages, Paperback

First published January 1, 2011

Loading...
Loading...

About the author

Iwan Santosa

10 books6 followers

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (39%)
4 stars
10 (35%)
3 stars
5 (17%)
2 stars
1 (3%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Dimitri.
29 reviews
December 16, 2011
sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah diwarnai dengan adanya anak bangsa yg ikut berkolaborasi dgn para penjajah. demi kekuasaan mereka ikut bertempur bersama bangsa lain melawan anak negeri ini, mulai dari pulau Jawa sampai ke Sumatra.

isi buku ini menceritakan ttg sekelompok anak bangsa tersebut, yg kebetulan berada di bawah komando raja Keraton Mangkunegaran. mereka bertempur bersama pasukan dari Belanda, melawan para "pejuang kebebasan" di tanah Jawa dan Sumatra. berbekal keterampilan militer dan keberaniannya, mereka mendapat pujian dari para komandan militer Belanda selama banyak melakukan aksi militernya.

bagian dari buku ini yg agak kurang sreg bagi saya adalah terlalu banyaknya narasi yg berkepanjangan dalam menceritakan sebuah kejadian peperangan. tidak adanya peta / illustrasi yg memadai juga menyebabkan sulitnya membayangkan suasana dan kesulita pertempuran yg terjadi.

saya cenderung melihat buku ini terlalu banyak menceritakan ttg perang Jawa / perang Diponegoro dan kurang banyak mengeksplorasi Legiun Mangkunegaran itu sendiri. mungkin ini disebabkan sulitnya mendapatkan materi sejarah dari dalam negeri dibandingkan catatan harian para pemimpin militer Belanda...
Profile Image for Bambang Yuno.
276 reviews13 followers
November 14, 2011
Bagus ... mengungkap sisi lain dari Keraton Mangkunegaran, sehingga bisa tahu mengapa tidak ada Pahlawan yang berasal dari Raja-Raja Mangkunegaran kecuali RM Said (Pangeran Sambernyawa)tentunya (kalo gak salah lho ya ..), karena semasa ada Legiun Mangkunegara, legiun itulah yang digunakan oleh Belanda untuk membantu Belanda melawan bangsa Indonesia ..

Dan baru "ngeh" juga kenapa orang Aceh ( terutama GAM, maaf buat yg org Aceh), menganggap orang Jawa itu penjajah, karena sewaktu Perang Aceh, legiun Mangkunegaran pun ikut berperang membantu Belanda melawan orang Aceh ...

Displaying 1 - 3 of 3 reviews