Jump to ratings and reviews
Rate this book

Test Pack

Rate this book
Sebagian dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That's why you need commitment.

Don't love someone because of what/how/who they are.

From now on, start loving someone, because you want to.

DDC: 813

202 pages, Paperback

First published January 1, 2005

60 people are currently reading
1181 people want to read

About the author

Ninit Yunita

14 books181 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
454 (21%)
4 stars
718 (33%)
3 stars
723 (33%)
2 stars
205 (9%)
1 star
49 (2%)
Displaying 1 - 30 of 285 reviews
Profile Image for Tedy.
13 reviews10 followers
June 13, 2008
sekali lagi gua bilang, membaca buku itu gak harus beli, bisa juga pinjem kaya gua.

thanks for Ika yang minggu ini mau nikah (15 Juni 2008)..congrats sist!

karena kebaikannya mau minjemin ni buku ketika dulu gua bete gak ada kerjaan, waktu gua belum bisa menikmati fasilitas internet kantor karena gak dapet komputer sendiri, waktu gua pilek-pilek karena menghirup debu lembaran SSP yang menumpuk di meja gua... this books makes me better...

dibuku ini gua diajarkan untuk (ketika) menikah, or at least sebelum menikah dan yang sedang menikah, untuk selalu menerima pasangan apa adanya, kelebihan dan kekurangan, kegendutan dan kekurusan, terlebih kekayaan (maunyaa). Sebab sejelek apapun pasangan mu, kurang banyak apapun pasanganmu, harusnya tidak merubah rasa cinta dan sayangmu ke dia (wedeee...romantis tenan). Sebab hanya dialah yang akan menemanimu sampe besok-besok. sampe kamu lanjut usia, saat ragamu terasa tua..

so, terimalah dia apa adanya. sebab arti mencintai adalah menerima ketidaksempurnaan secara sempurna...(wedeee...)
Profile Image for Christian.
Author 32 books840 followers
July 26, 2007
Buku ini buat gue adalah buku terbaiknya Ninit Yunita. Salut! Gue akhirnya bisa ngerasain apa yang dialamin nyokap dan bokap gue pas 'nunggu' sembilan tahun buat dapet anak. Really... dan gara-gara buku ini gue sampe dianggap aneh sama supir kopaja 66 (yeah, you, Mister!) karena gue NANGIS di Kopajanya pas baca buku ini.
Profile Image for Aditya Hadi.
Author 2 books141 followers
September 6, 2011
Test Pack : Sebuah Komedi Penuh Emosi

Tata dan Rahmat, benar-benar pasangan suami istri yang serasi. Sama-sama berparas menarik, mempunyai pekerjaan yang mapan, sungguh sosok pasangan ideal. Seolah-olah tak kan ada yang bisa memisahkan mereka kecuali kematian. Benarkah?

Awal melihat novel ini, saya melihatnya seperti Teenlit-teenlit biasa. Saya tertarik membacanya karena judulnya yang begitu mengundang. Benar saja, banyak kata-kata vulgar di dalamnya, sehingga tak layak dibaca oleh anak-anak. Tapi tenang saja, buku ini bukan stensilan koq.

Dalam buku ini, Ninit Yunita membawakan sebuah drama penuh canda dengan gaya yang saya suka, penceritaan dengan lebih dari satu sudut pandang, meski gaya itu bukannya tanpa kesulitan. Ninit membahas dengan rinci apa yang dirasakan dan diinginkan pasangan suami istri itu, terutama tiadanya kehadiran anak selama 7 tahun pernikahan mereka, dan akhirnya, mengadu domba mereka. Menurut saya, dia berhasil.

Ninit merangkai cerita dengan bahasa yang santai, khas anak muda, namun tetap mengikuti alur cerita. Tingkah Tata yang gemar mengoleksi berbagai bentuk dan macam Test Pack, dan Rahmat yang masih suka memakai kaos Superman, bisa membuat pembacanya menahan tawa. Namun di tempat lain ia mengeluarkan sisi lain dari diri mereka berdua yang bisa membuat pembacanya meneteskan air mata.

Berbagai macam kebetulan yang masuk akal sungguh mempengaruhi jalan cerita. Tokoh-tokoh pendukung selain dua tokoh utama itu juga memainkan peran mereka dengan baik, untuk sebuah akhir yang … baca saja sendiri.

Akhir kata, Bintang 7 :D
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews132 followers
February 6, 2011
awal baca hal pertama, agak boring, ada niat mau nutup bukunya dan baca yang lain aja. But I keep going and I have to say this book is great.
ceritanya tentang sepasang suami istri yang menjalani pernikahan kurang lebih selama 7 tahun tapi belum juga dikaruniai anak.
Kakang dan Tata. Dua insan yang saling jatuh cinta dan menginginkan anak untuk melengkapi kehidupan perkawinan mereka.
Segala cara mereka coba untuk memperoleh anak. Tata yang desperate karna uda 7tahun perkawinan mreka tapi belum juga dikaruniai anak, memilih untuk membeli test pack dan akhirnya jadi semacam kecanduan untuk membeli test pack dalam skala yang banyak , dan terus mencoba.

Tata takut ke rumah sakit, takut bahwa dia ternyata divonis dokter, infertil.
Kakang suami yang mencintai istrinya apa adanya. walaupun ada kemungkinan istrinya infertil, itu sama skali tidak mengurangi cinta kakang ke tata. so sweet, right.

tapi gimana kalo kenyataannya bukan tata yang infertil, tapi kakang?
masi bisakah Tata menerima kakang apa adanya seperti halnya Kakang akan menerima Tata apa adanya apabila tata yang infertil?

ada beberapa kata yang aku suka di Test Pack ini :
I love him because of the way he makes me feel.
-> Then what happen if he stops making you feel that way?

I love her because she is so beautiful.
-> Three weeks later, a bus hit her.

Would you still love him/her?
that's why you need commitment.


Komitmen adalah sumber kekuatan bagu seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami. Menerima ketika dia tampan dan menerima juga mana kala dia dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi.

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istrinya dan berbagi kisah sambil tertawa.

Don't love someone because of what/how/who they are.
just love them the way they are.
Profile Image for Sekar.
61 reviews2 followers
April 14, 2013
Saya belakangan jarang sekali membaca novel romantis. Tapi entah kenapa di toko buku mata saya tak bisa berhenti untuk melirik buku bersampul sepasang gelas wine itu. "Test Pack" oleh Ninit Yunita. Saya ingin sekali membacanya. Bisa jadi saya terprovokasi statement yang tertera di sampulnya: "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini." Terlebih lagi, di lini masa saya sering mendapati berbagai pujian mengalir untuk buku ini. Akhirnya saya putuskan untuk membelinya.

Dan ternyata buku ini memang luar biasa. Ringan namun padat pesan moral. Diceritakan dalam buku ini, Tata seorang pengacara telah menikah selama tujuh tahun dengan Rahmat seorang psikolog, namun keduanya belum dikaruniai keturunan. Tata yang terobsesi memiliki bayi begitu ketakutan jika ia infertil. Ia khawatir Rahmat akan mencampakannya. Padahal sebetulnya, Rahmat sama sekali tidak pernah terpikir untuk meninggalkan Tata kalau pun kenyataannya ia tak bisa memberikannya keturunan.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Tata dinyatakan fertil, sayangnya Rahmat dinyatakan sebaliknya oleh dokter. Hati Tata hancur, ia pun memilih kembali ke rumah orang tuanya. Berbagai permasalahan pun bergulir kemudian, hingga Tata berpikir untuk meninggalkan Rahmat untuk selamanya. But, he is her destination. Pada akhirnya Tata menyadari kekeliruannya dan ia pun kembali kepada suaminya.

Haru saya dibuatnya. Saya tertawa, mengangis, dan merenung saat membaca buku ini. On the whole, buku ini mendorong saya untuk ikut menanyai diri saya sendiri, mengingatkan kembali how far a commitment will take you?
Profile Image for Julia Jo.
1 review
September 15, 2011
Setelah pagi ini mendapati satu strip merah,...jadi teringat buku ini.
Yang tidak bisa terlupakan dari buku ini adalah sang Pemberinya, Momentnya dan Greetingnya :)
Chairul Ragasyah a.k.a Aga yang memberikan buku ini untukku, Gift pertama kali yg kutrima darinya (agak keki emang, krn disaat awal Relationship, udah dikasih buku berjudul *berat*).
Momentnya disaat aku mengantarkan Aga ke stasiun Pasar Turi, malam hari sekitar pukul 07.00 pm, entah di hari apa,sekitar tahun 2005. Aga akan kembali ke Jakarta, tempat dimana dia bekerja, berkilo-kilo jauhnya dari tempatku menetap. Longdistance Relationship adalah tema hubunganku dengannya. Dengan suasana remang dan dinginnya stasiun Pasar Turi serta kecupan hangat yang tak terlupakan di saat kereta mulai bergerak meninggalkan tempat dimana aku berdiri melepasnya :)
Greetingnya di dalam buku ini,selalu buat aku tersenyum.He said that : Semoga kita saling menggenduti selamanya :),...mungkin dari situlah ide untuk memanggilku dengan panggilan special : Gendud
Haha...the last,...One thing that I always remember from this Book is : I love You, because I Want To....(yups, suatu kalimat yang mungkin telah membangun hubunganku dengannya sampai hari ini,yaitu karena kami sama-sama saling menginginkan satu sama lain.Bukan mencintai karena hal tertentu. So....mau strip satu atau strip dua,..aku yakin, Aga tidak pernah mempermasalahkannya. Because He loves me like he want me....:)
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books173 followers
January 31, 2012
- Idenya menarik, teknik penulisannya lancar, enak banget diikuti.
- Konflik seperti ditumpuk menjelang akhir cerita, dan kemudian diselesaikan dengan cepat.
- Saya melewatkan dialog atau narasi bahasa Inggris, yang menurut saya penempatannya kurang pas.
- Apa ya maksud perbedaan penggunaan sudut padang "aku" untuk Tata & Rahmat? Tata mengunakan "gua", Rahmat menggunakan "gue". Kok berasa aneh ya? Kenapa nggak pakai "gue" dua-duanya, atau mungkin salah satu pakai aku/saya.
- Sudah cetakan ke-11, tapi sejujurnya saya heran dengan editing buku ini (buat penerbit nih :). Buat ukuran cetakan ke-11 dan 3 orang proofreader, mestinya kesalahan penggunaan ejaan, tanda baca, dan lumayan banyak typo, bisa diminimalisir.
Profile Image for CuT ALma.
31 reviews3 followers
October 7, 2007
Terlalu idealis. Cinta saja belum cukup neng!..
Masih banyak diluaran sana yang belum bisa bahagia karena tidak ada cinta, dan masih banyak pula diluaran sana yang sudah punya cinta tapi tetap belum bisa bahagia..
Cinta + Komitment??, butuh proses yang panjaaaangg..
Intinya, ngebaca buku ini, aku jadi semakin yakin, bahwa cinta saja tidak cukup..
Profile Image for Ratrichibi.
53 reviews8 followers
August 8, 2010
Di antara buku-buku chicklit karya penulis-penulis Indonesia, ada satu buku yang patut mendapat perhatian karena mengangkat tema kehidupan pernikahan dan problematikanya.

Ninit Yunita, penulis buku ini adalah seorang penulis yang telah melahirkan beberapa buku chicklit yang sukses di pasaran seperti "Kok Putusin Gue?" atau "Chocoluv".

Yang menarik dari buku Test Pack ini adalah alur ceritanya yang mengisahkan kehidupan rumah tangga dan bagaimana mereka akhirnya mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya.
Kisah buku ini menceritakan tentang pasangan Ratna dan Rahmat yang sudah tujuh tahun menikah namun belum juga dikaruniai keturunan. Ratna, sang istri, sudah sangat merindukan kehadiran anak di keluarganya. Ia bahkan rajin mengumpulkan test pack (alat pengetes kehamilan) yang tak pernah lupa ia periksa, berharap dirinya berhasil hamil.

Namun kehamilan yang tak kunjung tiba itu semakin lama membuat Ratna semakin frustasi. Sang suami pun semakin sedih melihat penderitaan istrinya yang tampak sangat terobsesi untuk hamil. Berbagai cara telah mereka tempuh untuk mendapatkan keturunan, termasuk mempertimbangkan bayi tabung. Namun pada akhirnya, keduanya menyadari bahwa kebahagiaan pernikahan mereka selama ini tidak tergantung pada hasil test pack yang menunjukkan kehamilan, namun pada kebersamaan dan rasa saling memiliki mereka berdua.

Alur cerita yang luwes dan tidak kaku, dengan beberapa humor dan percakapan sehari-hari yang mengalir dalam buku Test Pack ini berhasil merebut perhatian pembacanya. Ninit mampu mengajak pembaca untuk masuk ke dalam ceritanya dan merasakan emosi dua tokoh utama ini dengan membuat kisah dari dua sudut pandang, yaitu dari sisi Ratna, dan juga dari sisi Rahmat. Percakapan pasangan yang berbahasa Indonesia dengan logat Sunda ini menyegarkan alur kisah sehingga tidak membosankan dan lebih mudah diikuti.

Buku ini memberikan banyak masukan bagi para wanita, baik yang belum menikah maupun yang sudah berpasangan. Tak perlu ngotot untuk mendapatkan keturunan atau merasa iri, karena memang seharusnya kita bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki saat ini. Kisah buku Test Pack ini membuktikan bahwa kebahagiaan yang sebenarnya itu akan muncul dari kelapangan hati kita untuk menerima dan saling memberi.

-chib-
Profile Image for thuthur22r.
243 reviews
January 25, 2014
awalnya mau ngasi 2 karena rasa kesel saya ama Tata juga banyaknya typo yg bertebaran (for God's sake, ini kan edisi revisi!).
ampe sekarang nggak bisa relate ama Tata, kenapa sih dia setega itu? tapi saya juga tersentuh ama bagian Tata yg kepengin punya anak. nyesek, bro.
saya naikin karena pesan moralnya.
3,5.
Profile Image for Diego Christian.
Author 5 books127 followers
March 31, 2012
Setelah tujuh tahun menikah, Arista Natadiningrat atau yang kerap dipanggil Tata, ahli hukum spesialisasi perceraian, semakin khawatir dirinya infertil dan cemas berlebohan tidak bisa memiliki anak. Karena rasa cinta pada suaminya pula, ia ingin segera memberikan Kakang (panggilan sayang Tata, alias Eneng, untuk Rahmat Natadinigrat, suaminya yang seorang psikolog) seorang bayi. Padahal, Rahmat mencintai Tata apa adanya, ada atau tiada bayi di dalam hidup mereka berdua.

Berkali-kali Rahmat dan beberapa teman Tata menyuruh Tata untuk berkonsultasi kepada dokter speasialis kandungan untuk mengecek kondisinya, tapi Tata selalu ketakutan, takut infertil. Sampai pada suatu titik, (setelah terjadi beberapa rangkaian cerita tentunya) Tata akhirnya mengecek kondisi dirinya dan juga kondisi suaminya apakah subur atau tidak. Di sini kenyataan yang disampaikan dokter mengguncang hubungan perkawinan mereka.

Novel romance ini dikemas dengan "bungkus" yang berbeda, tidak sama dengan novel-novel romance kebanyakan. Inilah yang saya suka ketika menikmati novel-novel terbitan Gagas Media: gampang dibaca, tapi bukan novel gampangan.

Ada banyak kelebihan yang ditawarkan novel ini. Pertama, novel ini disulam dengan kejutan-kejutan yang terjadi secara alami. Tanpa kebetulan yang dibuat-buat, alurnya berjalan dengan tepat di dalam jalur. Kedua, gaya bahasa yang dipakai Ninit ditulis secara WAYS (Write as You Speak). Saya pribadi angkat dua jempol untuk penulis yang dengan cermat memberikan jenis pekerjaan yang tepat untuk tokoh Tata sebagai ahli hukum dan Rahmat sebagai psikolog. Pekerjaan inilah yang memengaruhi karakter mereka selama perjalanan cerita di dalam novel atau bisa pula sebaliknya, karakter mereka yang memengaruhi pekerjaan dan kehidupan sehari-hari mereka. Ketiga, desain sampulnya sangat kreatif. Mas Jeffri Fernando sungguh kreatif dalam memunculkan ide lewat gambar. Rasa-rasanya Gagas Media memang selalu stabil menyajikan desain sampul yang menarik, bukan?

Kekurangannya, saya pikir hanya ada beberapa typo beberapa kata yang tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penempatan tanda baca dan beberapa spasi yang harusnya dipisah beberapa kali saya temukan di dalam novel. Kali lain, hal ini dapat diperbaiki oleh sang editor dalam cetakan berikutnya. Tidak terlalu bermasalah.

Bagi saya pribadi, novel ini mengajarkan saya untuk lebih bersyukur. Bahwa mencintai tidak perlu alasan, mencintai hanya karena kita ingin mencintai. Seperti kata Ninit di dalam buku ini,

"terkadang hal yang sepele mampu ditulis dengan luar biasa oleh penulisnya lewat buku.

Saya (pada akhirnya) juga berani belajar untuk mencintai sesuatu tanpa alasan.
Profile Image for Nur Fadilla Octavianasari.
565 reviews45 followers
December 29, 2015
whoaaa !
a book about marriage, seriously its not my expertise to write down a comment or some review actually .
well yeah, i still the part of senior high school student but nearly i am going to college , wish me luck :p

crap!
like Mr oh-so-true or Rahmat always says. . .
gw suka banget ama jalan ceritanya keren deh mbak ninit mah,
novel ini nyeritain tentang pasangan yg udah nikah 7taon tp belum juga dapet a baby, whereas the wife desperately want a baby ! tp si Kakang gak ambil pusing, bkannya dia ga mau pnya anak tp kalo dia lemah di depan bini-nya kan ntar si neng sedih. dan dia gak mau itu. krna buat dia tata is everything.
udah banyak cara dilakuin buat dapet anak, termasuk berbagai macem penyerbukan (sensor) bca sndiri deh buat part ini hihihi
nah ini yang gokil, si tata tuh suka banget ngoleksi testpack gitu - -
nah stelah skian lama krna dkungan tmennya juga Tata akhirnya mmberanikan diri buat ke dokter, ohh yeah, almost forgotten . FYI, the name of the doctor . for the godsake! mbak ninit niat banget deh hahaha . . hell yeah dr peni s !

back to the story ...
nah ternyata stelah bbrpa kali periksa ternyata tata fertil, kalo gitu knapa blm juga dapet anak yaa?
stelah itu si rahmat deh yang di suru ke dokter dan ternytaa dia yg infertile.
si kakang gak nyembuniyiin takut kalo neng bakal ninggalin diaa, eh pas ketahuan malah beneran tata marah besar dan kecewa.

mulai dari sini konflik terjadi tata balik ke rumah ortunya, sampai hampir minta cerai. .
but hey , stelah (baca sendiri deh, hihi) they were together (again) , asik asik kalo happy ending gini.

hmm wondering, if i had a husband then . i would have someone like Rahmat .
in case kalo masalah anak sih masih belum kepikiran yahhh . tapi gw suka banget ama cara si Kakang itu, the way he loves her wife was very awesome :)
Profile Image for Yola NY.
253 reviews
March 6, 2013
bagaimana jika seseorang yg kau cintai menjadi seseorang yg berbeda dgn alasanmu mencintainya dulu?
masihkah kau mencintainya?
kau membutuhkan sebuah komitmen untuk tidak mencintainya hanya karena apa,bagaimana atau siapa dirinya.
tapi kau mencintainya karena... well.. memang karena kau ingin..

that's a lesson i got from this book
the most important one!
i've learnt at college (fyi, im studying medical science, that's why i know all things that make Tata scared) that "children things" is the most crucial thing in marriage life. even, there is a marriage counseling before they get married. that's for knowing fertility problem, genetic disease, etc..

and still, many couple choose to get divorce when they know one of is infertil.

but, tata, the most bravely patient woman in this book, choose to stay in her marriage..
and yeah, Kakang is a lucky husband!
Profile Image for Imas.
515 reviews1 follower
March 10, 2016
Buku yang bercerita dengan gaya sederhana, namun jelas tidak sederhana jika menjalaninya dalam kehidupan nyata. Pernikahan dengan keinginan kuat untuk memiliki anak yang belum terwujud setelah bertahun-tahun, jadi ingat seorang teman yang ingin pindah keluar negeri jika mereka memang tidak dikaruniai anak. Dalam pernikahan yang sudah berusia 17 tahun, Rahmat dan Arista Natadiningrat atau Kakang dan Tata belum juga memiliki anak. Tata yang terobsesi dengan anak dan melakukan upaya untuk mendapatkannya dan suami yang santai menjalani menimbulkan masalah yang pelik diantara mereka.
Profile Image for Cahya Widyastutik.
43 reviews2 followers
December 22, 2016
Ada daya magis tersendiri ketika saya melihat judul buku ini, Test Pack. Sebuah benda kecil yang bisa menjadi sumber kebahagiaan/kesedihansepasang suami istri dalam waktu singkat. Dan ya, hal serupa berlaku untuk buku ini. Layaknya test pack, buku ini bisa jadi sumber tawa dan airmatamu secara tiba-tiba. Disampaikan secara ringan khas teh Ninit, tapi penuh dengan pesan moral yang ngena banget di hati.
Saya sangat menikmati dan tahu-tahu kisah Rahmat-Tata sudah sampai tujuan saja.

I love you...because I want to.
Profile Image for Galihmelon.
99 reviews3 followers
June 22, 2007
Buku yang kocak banget! Buku ini bisa bikin galih ketawa ngakak sampe mukul-mukul meja tapi semenit kemudian bersimbah air mata. Buku ini menanyakan satu hal yang penting dalam hubungan dengan pasangan, "Mengapa kau mencintainya?".
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews142 followers
February 6, 2017
novel komedi romantis, yang bikin ketawa dan bikin air mata keluar juga.. kakang sama neng ini, suka banget deh!

Anak emang topik sensitif bagi sebagian orang, yang penting berusaha dulu aja.. hasilnya diserahkan semua sama yang punya-Nya.

buat yang mau baca, rekomen banget..
Profile Image for Dian Shinta.
170 reviews
May 20, 2018
[14/70] Test Pack - Ninit Yunita
⭐⭐⭐ (3 dari 5)

Novel keluaran tahun 2005, yang berarti 13 tahun lalu?? Artinya saat itu saya bahkan masih sibuk ngejar angkot untuk berangkat sekolah dan belum mengenal apa itu test pack? Hahaha.

Test pack ini adalah novelnya Teh Ninit yang kesekian yang saya baca atas rekomendasi Retno. Buku ini saya dapat di lantai paling bawah di Blok M Square yang berarti B3 (Bukan Buku Baru). Seneng blusukan nyari novel sampai ke Blok M? Ya begitulah. Anggap saja sedang berburu harta karun. Hohoho. Novel ini sudah dibuat filmnya kok, yang main Reza Rahardian dan Acha Septriasa. Entah keluar tahun berapa. Dan sampai sekarang saya belum nonton filmnya. 😁 Maunya baca novelnya aja.

Ceritanya tentang usaha pasangan suami istri untuk memiliki keturunan yang ternyata tidak bisa didapat karena salah satunya infertil. Anak memang salah satu kebahagiaan, tapi apakah akan tetap bisa bahagia tanpa kehadiran anak dalam suatu keluarga? Saat itulah yang namanya komitmen itu diuji. Komitmen adalah hal besar. Kalau kata Alex di Divortiare: "Commitment is a funny thing, right? Komitmen itu kayak mau bikin tato. Mikirnya panjang, sebelum akhirnya memutuskan."

Anak itu rezeki, yang sama seperti jodoh, sudah diatur oleh Tuhan. Sedikit banyak saya berpikir, hal seperti ini bukannya tidak mungkin terjadi. Lalu apa yang akan saya lakukan kalau hal ini terjadi di sekitar saya atau bahkan pada saya? Jawabannya jangan berharap banyak selain kepada Tuhan. Segala sesuatunya hanya dua hasil akhirnya: mendekatkan kita pada Tuhan atau malah menjauhkan? Tinggal pilih.

#ShinsReading2018 #NovelIndonesia #NinitYunita #TestPack
Profile Image for ayu..
545 reviews1 follower
April 2, 2022
haven’t read an indonesian book for quite some time. chose this one (published in 2005, at that) because of the movie in netflix. there was this scene where the husband said “saya nikah sama kamu karena saya sayang sama kamu. bukan cuma karena anak.” and the wife replied “justru karena saya sayang sekali sama kamu, saya mau kasih kamu anak.” the lines were most likely not accurate, they were close at least. that bit of conversation alone settled it. i needed to read the book before i would continue the movie (if i continue watching, that is). the writing style isn’t really my favorite. but the words are witty, serious with enough jokes slipped, adult-like but does not sound that old (maybe because i’m also an adult now? shit). it was quite enjoyable and easy to read. perhaps it’s the simplicity of it all that kept me reading until the end. fast-paced yet nothing was messy. nothing was resolved sloppily. it is complicated as much as it is simple, a heavy topic brought up in a light work. the english sentences are also grammatically correct (yes, yes. i’m annoying for this. hate me for this one. but for the love of god i cannot stand english sentences that are so wrong they certainly don’t sound right). ninit yunita did it beautifully. some parts are cheesy and cringey (some even i deem unnecessary) but then again i was never a passenger of the love boat, so who am i to raise the flag? it was… not much. it felt real.
Profile Image for Atika Mayangsari.
86 reviews2 followers
April 19, 2019
Menikah selama 7 tahun dan tak kunjung dianugerahi momongan itu berat. Melihat orang lain bahkan binatang bunting pun menyakitkan.

Ada pertanyaan yang muncul dipikiran saya saat baca novel ini, "Gimana tanggapan orang tua mereka? Keluarga besarnya?". Biasanya kan yang paling sering nanya 'hal yang itu-itu aja' kebanyakan saudara di keluarga besar seperti tante atau bude di pertemuan keluarga. Tapi, untungnya di novel ini gak ada. Kalo ada kayaknya semakin miris ceritanya.


Oh Great!
Novel ini berhasil membuka pikiran saya.
Berhasil membuat saya mengerti.
Membuat saya kini mempertanyakan 'apa jadinya jika saya mengalami hal ini'

Cinta adalah segalanya.
Namun, cinta tidak ada apa-apanya jika tidak ada komitmen di dalamnya.

Semoga saya bisa menemukan cinta dan komitmen itu di kehidupan saya di masa depan :)
Profile Image for Yurika .
78 reviews
July 18, 2017
Cerita yg sederhana. Endingnya juga gampang ditebak. Buku yg abis dibaca sekali duduk.

Yang aku kurang sukai dari buku ini, selain tokoh Tata yg menurutku agak nyebelin, juga seperti kebanyakan metropop, kenapa banyak bahasa gado2nya? Dialog antara sesama orang Indonesia yg ngobrol di negara sendiri tapi pake bahasa Inggris. Biar keren gitu kali... atau mungkin utk menunjukkan kelas sosial mereka?

Dua bintang aja utk buku ini.
Profile Image for Weni yuanita.
93 reviews1 follower
October 3, 2017
Bagi saya "test pack" adalah bacaan ringan dengan tema yang berat. Saya suka cara ninityunita menuliskannya dengan humor, tidak membuat kening berkerut2 atau menimbulkan depresi. And about neng and akang , i think i can understand their situation 😊
Profile Image for Stevinia Epin.
52 reviews
August 17, 2017
buku ini membuatku berpikir bagaimana kalau saya di posisi neng atau kangmas. :|
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
December 31, 2016
Suka sama Kakang dan Neng. Ehmm... terutama sama Kakang sih... :)
Profile Image for Rian Widagdo.
Author 1 book20 followers
January 15, 2017
Sampul : 3/5
Pembuka : 4/5
Cerita : 4/5
Bahasa : 4/5
Penutup : 3/5

Total : 4/5
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
September 5, 2014
Test Pack mengisahkan kehidupan rumah tangga pasangan suami istri, Rahmat dan Tata. Rahmat, adalah seorang psikolog yang, dalam novel ini, sering menjadi tempat konsultasi pasangan suami istri yang bermasalah. Sementara Tata adalah seorang pengacara yang menangani kasus-kasus perceraian. Ini lucu, sebab di saat Rahmat berusaha mati-matian mendamaikan pasangan suami istri, Tata justru menjadi pengacara bagi salah satu pasangan ingin bercerai—dan dalam novel ini, mereka menangani pasangan suami istri yang sama!

Tapi bukan itu fokus utama Test Pack. Rahmat dan Tata, sekalipun miliki kehidupan rumah tangga yang bahagia, namun kebahagiaan tersebut dirasa kurang dengan absennya anak dalam tujuh tahun kehidupan pernikahan mereka. Yap, selama tujuh tahun menikah, selama itu pula mereka belum dikaruniai buah hati. Selama itu pula, Tata, sang istri, rajin mengamati test pack untuk mengecek apakah ia hamil atau tidak. Tak hanya mengoleksi test pack dalam berbagai bentuk, ia juga kerap menonton film dokumenter tentang kehamilan, atau mengunjungi toko-toko yang menjual perlengkapan bayi. She desperately wants a baby, sampai-sampai ia takut memeriksakan diri ke dokter. Ia takut jangan-jangan dirinya infertil.

Lantas bagaimana dengan Rahmat? Tentu saja ia pun ingin memiliki anak. Bahkan ia sudah merencanakan akan menjadi sosok ayah yang bagimana bagi anaknya kelak. Rahmat pun sebenarnya galau dengan kondisi rumah tangganya yang childless. Namun ia bertekad menjadi suami yang tegar dan tak ingin memperlihatkan kegalauannya kepada istrinya—padahal teman-teman Tata sudah mulai mengandung anak lagi, bahkan, kucing tetangga juga ikut-ikutan hamil, membuat Tata makin uring-uringan. Rahmat bertekad, kalaupun istrinya dinyatakan infertil, ia tetap akan menyanyanginya. "Nggak cukup kamu infertil untuk membuat saya berhenti menyayangi kamu."

Akhirnya Rahmat dan Tata memutuskan menjalani tes masing-masing, untuk memastikan apakah mereka bisa memiliki anak atau tidak. Dan, di luar dugaan, hasil tes tersebut menjadi badai yang menerjang bahtera rumah tangga mereka (beduh, bahtera rumah tangga woi! Istilah jaman kapan ini ya?). Seakan badai tersebut belum cukup, muncul lagi kesalahpahaman yang semakin membuat runyam kondisi pernikahan mereka, bagai telur di ujung tanduk (oke, cukup sudah dengan peribahasa. Mending langsung baca bukunya aja ya, hehe).

---o---

Test Pack adalah novel kedua yang ditulis Ninit, namun ini adalah buku pertama yang saya baca. Saya suka cara ia bercerita. Novel ini ditulis dengan dua sudut pandang, bergantian antara Tata dan Rahmat. Ini cara yang ampuh untuk membuat pembaca merasa dekat dengan kedua tokoh sentral dalam kisah ini. Meski berganti-ganti sudut pandang, kisahnya mengalir dengan lancar, selancar sungai Bengawan Solo #apadeh. Saya suka cara Ninit menggambarkan pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan berumah tangga di kota metropolitan (karena saya sendiri belum mengalaminya). Saya rasa, bagi mereka yang ingin menikah boleh banget membaca buku ini. Apalagi di covernya ada kalimat yang cukup menantang: "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini." Haha!

Baca review selengkapnya di:
http://kandangbaca.blogspot.com/2013/...

Profile Image for afin.
267 reviews20 followers
April 11, 2015
rated 3 / 5 stars

Sinopsis:
SEBAGIAN dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?
That's why you need commitment.
Don't love someone because of what/how/who they are.
From now on, start loving someone,
because you want to.

Review:
Test Pack bercerita tentang kehidupan sepasang suami istri bernama Arista (Tata) dan Rahmat (Mamat). Tata adalah seorang pengacara dan Mamat adalah seorang psikolog. Kehidupan mereka bahagia tapi mereka memiliki kekurangan. Selama tujuh tahun menikah, mereka masih belum dikaruniai seorang anak. Segala posisi proses "penyerbukan" sudah mereka coba, mulai dari yang biasa sampai yang ada di dalam buku Kamasutra tetap saja mereka tidak bisa mendapatkan anak.

Mamat, adalah seorang psikolog yang, dalam novel ini, sering menjadi tempat konsultasi pasangan suami istri yang bermasalah. Sementara Tata adalah seorang pengacara yang sering menangani kasus-kasus perceraian. Pekerjaan mereka sungguh terbalik 180 derajat, sebab di saat Mamat berusaha mati-matian merujukkan pasangan suami istri yang bermasalah, Tata justru menjadi pengacara yang mengabulkan salah satu pasangan ingin bercerai.

Selama ini hidup mereka meskipun tanpa anak harmonis-harmonis saja, karena mereka memiliki satu sama lain. Tapi kebahagiaan yang mereka miliki ini tidak tahan lama, ketika teman-teman mereka mulai hamil satu persatu bahkan kucing tetangga mereka juga hamil. Mereka, tepatnya Tata sudah muak dan akhirnya memutuskan untuk melakukan hal yang selama ini dai takutkan, yaitu memeriksa keadaan fertilitasnya dan Mamat kepada dokter kandungan.

Ketakutan terbesar Tata adalah menjadi sebab dia tidak memiliki anak selama ini karena dia infertil, tapi tes fertilitas yang dilakukan mereka berdua justru malah mengancam rumah tangga yang mereka bangun selama ini. Hasil tes yang mereka lakukan akan menjadi sumber kehancuran rumah tangga mereka, seakan belum cukup, nanti akan muncul lagi kesalahpahaman yang semakin membuat runyam kondisi pernikahan mereka.

"Kata buku, Infertility is defined by doctors as the failure to become pregnant after a year of unprotected intercourse."

read my full review on http://booksoverall.blogspot.com/2015...
Profile Image for Nurliani.
72 reviews1 follower
October 4, 2015
Judul : TestPack!
Penulis : Niniet Yunita.

Review :

Kenapa ya aku baca ini? Karenaa aku baca review yg ada di cover depan buku; "Jangan kawin dulu sebelum baca buku ini."

Semuanya butuh komitmen. Novel ini menceritakan tentang pernikahan antara pasangan modern, Tata dan Rahmat. Tata yang bekerja sebagai pengacara dan Rahmat sebagai Psikolog.

Mereka sudah menikah selama tujuh tahun, dan belum dikasih keturunan. Aku merasa ada di posisi Tata, yang sedih banget karena pengen punya anak. Awalnya Tata pengennya punya anak sebelum usia 30 tahun, tapi ternyata mereka blm di ksh rejeki sampai di usia 32 tahun, Tata masih belum hamil.

Rahmat, suami yang baik, pengertian, selalu bisa bikin Tata senyum, santai, dan childis banget. Ngakak pas kakang (panggilan Tata ke Rahmat) kelimpungan nyari baju superman-nya hahaha. Tata sempet kesel karena sikap nyantainya Rahmat tentang punya anak. Bertolak belakang sama Tata yang riweuh klo masalah anak. Ngertilah namanya perempuan apa-apa pake perasaan.

Sampe pertengahan cerita sih kayaknya baik-baik aja maksudnya blm ada konflik muncul antara Tata dan Rahmat. Bahkan klo menurut aku mereka pasangan yang lucu banget, pasangan yang memprioritaskan ajaran kamasutra, malah kata kakang mereka udah tamat kamasutra tujuh kali. Wkakakakakak.

Dialog-dialog-nya lucu, santai, meski pake bahasa elo-gue. Biasanya gue jarang ngelirik novel dengan bahasa elo-gue. Tapi klo untuk TestPack itu sebuah pengecualian.

Plotnya terkesan lompat-lompat, gak runut tapi tetep asyik. Ada yang gue sayangkan, kenapa mbak Niniet ngebuat situasi antara Tata dan Rahmat itu sulit dengan banyak klien/temen mereka yang juga bermasalah dengan perkawinan mereka karena gak punya anak. Hampir setiap org yang mereka temui pastiiiiiiiii dicerai gegara gak punya anak. Kayaknya klise banget gitu. Ngebikin Tata minder, dan mempertanyakan tentang kesetiaan Rahmat. Nyelekitttt hati gue. Hiks.

Gue kira di novel ini gak bakal ada konflik, ternyata ada wkwk. Rahmat ternyata INFERTIL! Selama ini problem-nya ada di kakang, bukan di Tata. Dari sinilah mereka bertengkar hebat, sampe Tata pergi dari rumah.

Konflik-nya agak mainstreem. Airport scene ngeksis juga di novel ini. But... endingnya bagus, meski mudah ditebak. Mereka berbaikan lagi. Dan memutuskan untuk mengadopsi anak sebagai jalan terbaik untuk mereka berdua.

Novel ini bikin gue mikir, ketawa, dan baper sampe sempet nangis gitu wkwkwkwkw. Cocok lah untuk mengisi waktu luang disaat gak ada kerjaan penghilang bosan.

4 stars!!!!!!
Displaying 1 - 30 of 285 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.