Di medsos, saya sering koar-koar kalau saya fans Remy Sylado. Beberapa bukunya udah saya baca dan mostly suka banget, tinggal beberapa lagi yang masih berada di daftar antrean. Kalau ditanya kenapa saya suka buku-bukunya om Remy? kayaknya karena alasan ini.
Pertama, kaya kata. Beliau itu kaya banget stok katanya. Dan, penempatan katanya menurut saya tepat. Nggak bikin njelimet kalau dibaca. Beberapa penulis, juga ada yang stok katanya kaya, cuma kadang pemakaiannya serasa dijejalkan. Alih-alih menikmati, sering mikir pas baca, "ini dia mau ngomong apa sih sebetulnya?"
Kedua, risetnya mendalam. Seperti di Parisj van Java ini, beberapa fakta sejarah dunia (terutama di Belanda) dan tentu saja kehidupan orang-orang Belanda di Indonesia (terutama Jogja dan Bandung), diceritakan dengan sangat baik.
Ketiga, jago memintal benang merah. Namanya juga cerita fiksi, beberapa bahkan ada yang temanya thriller. Beberapa peristiwa sejarah ketika digoogling ternyata beneran ada dan ketika diramu sedemikian rupa, pada akhirnya jadi satu cerita yang padu.
Keempat, om Remy Sylado ini seorang poliglot. Sejauh ini saya sudah baca bukunya yang banyak dijejali bahasa asing, seperti Cina di buku Ca Bau Kan, Jepang di buku Kembang Jepun, Perancis di buku Boulevard de Chlichy dan Belanda di buku ini.
Kelima, ya ceritanya bagus. Walaupun garis besarnya kisah romansa yang tragis, tapi novelnya nggak dibikin menye-menye.
* * *
Kelima komponen itu selalu saya temukan di semua novelnya. Di Parijs van Java yang berkisah tentang kehidupan Rob, seorang pelukis dari kota Utrech, Belanda yang kisah cintanya ditentang oleh ayah dari kekasihnya -Gerturida yang singkat cerita membuat keduanya merantau dan pindah ke Indonesia dengan harapan penghidupan yang lebih baik.
Siapa sangka, begitu tiba di Bandung, Rob dihadapi dengan berbagai macam siasat jahat. Ia dituduh membunuh sehingga harus dipenjara dan istrinya harus berjuang lepas dari cengkraman Van der Wijck, pengusaha sekaligus pemilik rumah prostitusi terbesar yang ada di kawasan Lembang saat itu.
Suka duka kehidupan keduanya ditampilkan secara apik di novel ini. Suka banget!
Skor 9/10