Sekali lagi Mochtar Lubis memesonaku dengan kumcernya yang berjudul Bromocorah, terdiri 12 cerita pendek:
1.Bromocorah
..dia ditolak sebagai transmigran dengan alasan, karena dia dikenal sebagai seorang..bromocorah!
2.Abu terbakar hangus
‘Oh, Ibu yang malang, engkau tak pernah tahu engkau tak mungkin menang dalam hidupmu!’ Noni berbisik pada Safira.
3.Hati yang hampa
‘Monsieur Mochtar Lubis!’ nama sang penulis ada sebagai salah satu tokoh fiksi dalam judul ini.
4.Pahlawan
Kisah Mayor Lintang dan Letnan Nita, sekilas mengingatkanku pada kisah serupa tentang prajurit Amerika Serikat di Afghanistan dan Irak.
5.Uang, uang, uang, hanya uang
Tan Siu Bok..
Mendermakan seluruh harta kekayaannya pada Republik Indonesia, begitu Indonesia telah berhasil membina masyarakat yang tidak kenal diskriminasi rasial dan benar-benar telah melaksanakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen.
6.Wiski
Dua botol asli berisi wiski telah dijualnya pada pemborong wiski asli, dia telah menerima dua botol yang dipalsukan dengan isi yang palsu dan mendapatkan bayaran beberapa bulan gajinya. Dan mendapat kerja di rumah asing lain tidaklah sulit di Jakarta. Apalagi seorang jongos yang berpengalaman seperti dia.
7.Dara
..Orang ramai-ramai korupsi, nilai-nilai moral runtuh, uang dan kekayaan jadi ukuran kebahagiaan..Kan kau untung, aku tak punya uang banyak, dan tak punya kesempatan korupsi!
8.Dukun
..Orang tak akan menyangka alangkah bahagianya hidup Agus dan Susan, kaya tetapi hidup mereka penuh beban duka yang amat berat.
9.Hidup adalah sebuah permainan rolet
Mahdi dan resiko yang biasa dia hadapi dalam hidupnya, takluk diroda rolet nomor 7.. habis dan binasalah dia!
10.Rekanan
“Jangan takut Pak Bejo” ujar jaksa.
“ Banyak koruptor lain yang lebih besar, bebas saja”..
11.Gelas yang pecah
“..yang salah masyarakat kita, yang belum matang dan dewasa hidup bersama..”
12.Perburuan.
Kisah yang serupa tapi tak sama, dengan novel Harimau! Harimau! Beda lokasi (Mandailing) beda maksud (berburu babi hutan), dan akhir cerita yang tragis buat Mahmudin.
Paragraf dibawah ini aku ambil dari back cover buku Brocomorah, isinya:
Mochtar Lubis memang tidak berusaha untuk lebih mendalam, tetapi dengan gaya jurnalistik itu, ia tetap memikat. Kritik-kritik sosial serta sindiran-sindirannya terasa tajam dan tepat mengenai sasaran.
Semua ceritanya realistik; tidak ada kehendak untuk mengadakan eksperimen. Ia setia dengan jalur berkisahnya yang sudah dia lakukan sejak puluhan tahun lalu. Dengan gaya yang khas, ia mencapai intensitas penceritaan dalam cerpen ‘Bromocorah’, ‘Pahlawan’, maupun ‘Perburuan’, misalnya.
Bromocorah merupakan karya kedua Mochtar Lubis yang sudah kubaca setelah Harimau! Harimau!.
Wow, ternyata aku orang kedua di goodreads yang bikin review Bromocorah... dan baru ada 3 orang yang kasih rating untuk buku ini..sungguh sulit dipercaya!! Ini kan sebuah karya seorang Mochtar Lubis..!