Bibir kram karena nggak bisa berhenti senyum saat dipanggil “sayang” Perut mulas kalau kirim pesan ke dia nggak dibalas-balas Mendadak sesak napas kalau lihat dia jalan sama cewek atau cowok lain Mulai berhalusinasi tentang pertanyaan “kapan kamu nembak aku?” Banjir air mata dan keringat dingin begitu dengar kabar kalau dia udah jadian dengan orang lain
Apa kamu pernah ngalamin gejala di atas? Mungkin kamu lelah. Jadi korban PHP mungkin nggak enak. Ren, Kisa, Niar, dan Karma sudah membuktikan sendiri cerita PHP mereka. Jatuh bangun mengejar harapan yang ternyata menjatuhkan. Sudah berkorban macam-macam, tapi imbalannya nggak sesuai angan-angan. Apa benar semua kisah PHP selalu berakhir tragis?
Saya mulai bahas dari cerita yang paling saya suka dulu ya... Dari keempat cerita di dalam buku ini, yang paling saya suka adalah Karma karya Ardelia Karisa. Pengkarakterannya kuat dan konflik batinnya dapet banget. Mungkin karena berimbang porsi kegalauan antara dua tokoh utamanya, maka saya jadi suka. Tapi selain itu saya juga suka premisnya, playgirl ketemu playboy sama-sama saling nge-PHP-in, jadi seru rasanya ngikutin interaksi antara keduanya. Saya suka pilihan namanya. Bisa pas gitu dengan kalimat, "nanti kamu dapat karma lho." Nah loh, seneng apa sedih nih Jiro kalau dapet karma. Hahaha.... Endingnya pun membuat saya menutup buku ini dengan penuh kepuasan, bagai kesegaran a*ua setelah lari marathon belasan kilometer. *halah* :)))))
Sementara kisah Kenangan dari Clara Canceriana bikin saya baper. Kisahnya pasti bisa dialami siapa saja. Namanya remaja, suka tapi gak berani mengungkapkan lalu menyesal, itu memang paling bikin galau. Walau saya sih penganut paham mending dikatakan daripada terpendam sekian tahun dan menyisakan rasa penasaran. Saya suka gaya bertuturnya dan plotnya yang rapi. Profesi si tokoh utama juga keren, penyiar radio, dan saya bisa membayangkan suara Ren pasti enak banget didengerin—seksi dan dalam. Membaca dialognya Ren saja sudah terngiang-ngiang seperti apa suaranya kala siaran. Yang jelas saya suka bagaimana cerita ini berawal dan berakhir. Nyesek sih, jadi pengin peluk Ren gitu, tapi di sini saya temukan bahwa mimpi dan cinta itu sama, kalau nggak dikejar ya sia-sia.
Kisah yang kedua adalah Dia Untukku karya Dila Maretihaqsari. Yang satu ini yang paling mendekati kisah saya sendiri. Hahaha... Saya mirip sama Kisa gitu deh, berharap pada satu cowok selama bertahun-tahun, bedanya si cowok nggak setengil Gana. Tapi kesamaan nasib inilah yang membuat saya menikmati cerita tentang Kisa. Dan tentunya saya suka banget interaksi antara Kisa dan Gana, chemistrynya bagus dan seru banget. Tengilnya Gana dan sikap nggak jelasnya itu memang bikin pengin ngasah pisau, tapi memang Gana ini so sweeeeeet banget. Endingnya saya suka, karena meski apa pun yang terjadi, mereka tetap asyik, tetap seru dan tetap manis.
Yang ketiga ada kisah Selamanya Kamu karya Kyria. Bagi saya justru inilah cerita yang paling PHP di antara semuanya. Saya terkecoh deh. Saya kira cerita ini bakal mirip seperti cerita pertama, tapi ternyata murni PHP. Huhuuu.. Kyria benar-benar pintar bikin harapan saya ikut membumbung bersama Niar. Memang ceritanya cenderung datar dan kurang jelas, ada lubang yang masih bikin saya bertanya-tanya, tapi cukup menarik untuk diikuti. Hanya saja endingnya yang open ending malah bikin saya kurang puas. Hahaha...
Yang jelas PHP benar-benar kumpulan cerpen yang bikin saya bernostalgia dan merasa baper pengin balik ke masa sekolah. Benang merah keempat cerita selain sama-sama menceritakan tentang harapan palsu atau rasa GR juga tokoh ceweknya yang saling terhubung. Tapi bagi saya, di antara semua tokohnya, saya paling suka sama Karma. Bagi kalian yang pengin nostalgia rasanya di-PHP-in boleh banget baca buku ini. Seru.
Jujur saja, saya sudah cukup lama tidak membaca cerita remaja (mungkin faktor U, hiks). Setelah kemarin membaca serial #Crazylove Stalking, kali ini #CrazyLove PHP nggak kalah seru dan memberikan insight tersendiri seperti... Ooohh.. cerita remaja tuh kayak gini...
Cerita 1. Storytelling style Clara Canceriana ngga perlu diragukan lagi lah yaa... Saya suka setting cerita mengenai hobi, mimpi, terasa sekali radio & urusan gambar-menggambarnya. Menggunakan POV 3, 'suara' masing-masing tokoh terasa unik & berbeda. Ceritanya ngalir, runut, dan enak banget dinikmati.
Cerita 2. Tulisan editorku yang kubaca, kutelaah, kurasa, dan kupikir-pikir entah mengapa terlalu banyak imbuhan -ku- yang sepertinya tak perlu dalam satu kalimat seperti yang kubuat sambil mengucek-ngucek mataku saat ini. Kemudian digetok. Maafkan aku, mbaknyaa.... Dari segi cerita menarik, kok. Dengan tema kuliner & perjuangan melakukan apa pun deh demi sosok yang kita suka.. Duh, remaja dan iya banget ga sih.. Bikin berkaca banget dan saya suka endingnya, sangat realistis.
Cerita 3. Naksir berondong! Uhuk..uhuk.. Lucu sih interaksi antar kakak dan adik kelas ini. Meski masih bertanya-tanya apa motivasi kuat si adik kelas mau deket sama kakak kelas. Sekedar nyaman? Hmm.. I dunno, saya merasa cerita ketiga ini terlalu flat dan bolong-bolong aja.
Cerita 4. Saya akan jadi fans baru Ardelia Karisa! Setelah baca salah satu tulisannya di #CrazyLove Move On, tulisan dia di PHP ini juga nggak kalah cihuuyyy... Style nulisnya mungkin lebih seperti curhat atau tipe-tipe cerita omnibus, datar, tenang, banyak mengedepankan isi kepala dan hati si tokoh, dengan percikan di beberapa titik yang menggemaskan. Style menulisnya khas sekali.. Juga ceritanya.. lucuk! xD
Sudah pernah baca seri #crazylove yang Stalking, dan kali ini nemu yang PHP. Iya... Pemberi Harapan Palsu. Ada 4 cerpen tentang mereka yang di-PHP-in. Sama seperti Stalking, di PHP para tokohnya juga ada yang berkaitan antara satu cerita dengan cerita lainnya. Kalau ditanya favorit yang mana agak susah juga memilihnya. Tapi kayaknya lebih suka cerita #1 dan #3. Jadi pengen nyari #crazylove lainnya deh
Membaca kuncer seri #CrazyLove PHP ini mengajak pembaca untuk bernostalgia dengan kepolosan masa lalu dalam memaknai cinta. Mengingat kembali pengalaman di-PHP-in atau malah mem-PHP-in. Menilik kembali celah-celah yg dahulu tak kasat mata untuk diambil hikmahnya. Bahasanya mudah dimengerti, alurnya ringan, so cocok untuk bacaan santai dikala senggang. Apa lagi kamu, iya kamu yg sedang bersekolah, baca ini untuk jaga-jaga, sstttt. Hahahaha
singkatnya, ini kumpulan cerpen tentang orang-orang yang pernah di PHP-in atau nge-PHP-in orang, walaupun kumcer tapi ini masih seuniverse, karena beberapa nama yang ada di cerita satu akan muncul di cerita lainnya.
judul favoritku yang Kenangan sih, itu antara kasihan tapi sebel juga sama Ren. dan buat judul terakhir, Karma, sebenernya aku agak bingung sama ceritanya