What do you think?


Two Legends: Oedipus and Theseus
First Vintage Edition
109 pages, Paperback
First published January 1, 1950
About the author
André Gide
928 books1,795 followersDiaries and novels, such as
The Immoralist
(1902) and
Lafcadio's Adventures
(1914), of noted French writer André Gide examine alienation and the drive for individuality in an often disapproving society; he won the Nobel Prize of 1947 for literature.
André Paul Guillaume Gide authored books. From beginnings in the symbolist movement, career of Gide ranged to anticolonialism between the two World Wars.
Known for his fiction as well as his autobiographical works, Gide exposes the conflict and eventual reconciliation to public view between the two sides of his personality; a straight-laced education and a narrow social moralism split apart these sides. One can see work of Gide as an investigation of freedom and empowerment in the face of moralistic and puritan constraints, and it gravitates around his continuous effort to achieve intellectual honesty. His self-exploratory texts reflect his search of full self, even to the point of owning sexual nature without betraying values at the same time. After his voyage of 1936 to the Union of Soviet Socialist Republics, the same ethos informs his political activity, as his repudiation of Communism suggests.
Chinese 安德烈·纪德
André Paul Guillaume Gide authored books. From beginnings in the symbolist movement, career of Gide ranged to anticolonialism between the two World Wars.
Known for his fiction as well as his autobiographical works, Gide exposes the conflict and eventual reconciliation to public view between the two sides of his personality; a straight-laced education and a narrow social moralism split apart these sides. One can see work of Gide as an investigation of freedom and empowerment in the face of moralistic and puritan constraints, and it gravitates around his continuous effort to achieve intellectual honesty. His self-exploratory texts reflect his search of full self, even to the point of owning sexual nature without betraying values at the same time. After his voyage of 1936 to the Union of Soviet Socialist Republics, the same ethos informs his political activity, as his repudiation of Communism suggests.
Chinese 安德烈·纪德
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
December 13, 2024
Namun apa gerangan alasan dari semua ini, Tuhan yang terang? Alasan untuk begitu banyak kesia-siaan, begitu banyak usaha. Dan semua itu untuk apa? Apakah alasan menjadi? Untuk mencari-cari alasan segala sesuatunya? (hal. 54)
Buku ini menceritakan tentang apakah manusia memiliki kuasa akan takdirnya sendiri? Ataukah segala sesuatu yang terjadi sebenarnya hanya dituntun oleh Tuhan tanpa manusia memiliki kuasa atasnya? Perenungan mendalam ini sebenarnya dapat dijadikan suatu alur cerita yang epik, tetapi novel ini mengeksekusinya secara kurang berkesan. ALur yang terlampau cepat, kurangnya penekanan pada momen-momen kunci, seperti ketika Theseus harus membunuh putranya dalam rangka merebut kembali istrinya diceritakan secara terburu-buru tanpa memberi ruang bagi pembaca untuk melakukan perenungan yang lebih dalam.
Banyak pelajaran moral dan agama yang dapat dipetik. Banyak pertanyaan teologis yang jawabannya dikembalikan kembali ke pembaca.
Kau harus tahu itu, dalam Dunia Bawah, tak ada hukuman lain selain mengulang sampai muak perbuatan-perbuatan yang belum selesai dari kehidupanmu. (hal. 58)
Kegelapan, kau mulai sekarang dan seterusnya menjadi terangku. Dan ketika birunya cakrawala tertutup tabir di depanku, langit pribadiku pada saat yang sama dipenuhi bintang-bintang. (hal. 99)
... sehingga yang terbaik pun bersalah, dikutuk menjadi jahat, ke neraka ... (hal. 101)
Beberapa orang tak dapat menahan diri untuk berpikir, setiap saat mereka tiba di simpang jalan atau terperangkap dalam kemacetan: "Haruskah aku maju? Apakah aku memiliki hak untuk maju terus?" (hal. 111)
Aku setuju untuk tetap menjadi subjek Tuhan ketika dia menuntunku pada kejayaan; tapi tidak ketika dia mendorongku pada kejahatan, sebuah kejahatan yang kengeriannya telah diselubunginya dariku ... kau harus mengkhianatiku, Dewa, dengan cara yang paling pengecut: aku tak dapat menanggungnya. (hal. 164)
Membacanya di kala depresi dan memiliki banyak pertanyaan pada Tuhan akan membuat novel ini semakin menonjok kepercayaan kita. Namun, sekali lagi, karena alur yang terlalu cepat di beberapa bagian dan terjemahan Eka yang acap kali susah dibaca karena mengikuti format aslinya dalam terjemahan bahasa Inggris, membuat buku ini cukup dengan bintang tiga saja.
March 28, 2020
Ada tugas yang harus diselesaikan sebelum membaca kisah Theseus disini. Yakni mengetahui kisah Theseus dan Minotaurs sebelum ditulis kembali oleh Gidé (agar memahami perubahan cerita baik secara semiotik dan nilai). Meskipun begitu, tetap merupakan cerita yang menarik.
June 22, 2020
Saya kadung kepikiran kenapa fragmen pertarungan antara Theseus dan Minotaurnya kurang (atau bahkan tidak sama sekali) greget.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews




