Jump to ratings and reviews
Rate this book

Koloniaal profijt van onvrije arbeid: Het Preanger stelsel van gedwongen koffieteelt op Java

Rate this book
In een onderzoek dat meer dan 30 jaar omspant, behandelt hij de werking en uitwerking van gedwongen koffieteelt onder de koloniale heerschappij, en de invloed op het maatschappelijk bestel in de hooglanden van West-Java. Hij laat zien hoe de VOC de inheemse landadel inschakelde als goedkope vorm van bestuur. Deze landadel hield de boerenbevolking door middel van uitbuiting en onderdrukking in het gareel. En die opzet slaagde volkomen, zoals Multatuli in zijn Max Havelaar al beschreef. Breman levert in deze studie de feitelijke onderbouwing van de aanklacht door Multatuli, anderhalve eeuw geleden.

456 pages, Hardcover

First published September 1, 2010

8 people are currently reading
67 people want to read

About the author

Jan Breman

47 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (52%)
4 stars
7 (36%)
3 stars
2 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for mahatmanto.
545 reviews38 followers
February 19, 2021
ini buku keren.
membahas periode kolonialisasi yang sebenarnya pendek saja, sekitar 40 tahun, namun meninggalkan dampak besar dan mendalam. baik pada tatanan politik, ekonomi mapun sosial masyarakat barat maupun lokal. dalam bahasa aslinya terbit pada tahun 2010, diindonesiakan dan terbit pada 2014, lalu kemudian dalam versi english setahun kemudian 2015.
sebelum terbitnya buku ini, sudah ada penelitian dari van
niel Sistem Tanam Paksa di Jawa, elson Village Java under the Cultivation System 1830 - 1870 dan c. fasseur The Politics of Colonial Exploitation: Java, the Dutch, and the Cultivation System.
apakah periode tanampaksa itu menyejahterakan petani [kopi] jawa? seperti yang diutarakan oleh penulis-penulis sebelumnya. atau apakah justru telah memiskinkan petani jawa di abad ke-19 itu?
dari pertanyaan pendek itu dibongkarlah arsip-arsip yang digunakan untuk mengungkapkan alasan mengapa tanampaksa harus diakhiri. bukan oleh hero macam max havelaarnya multatuli, namun fakta ekonomi di lapangan memperlihatkan bahwa program itu memang harus diakhiri.
demi kemanusiaan atau rasa bersalah pada pribumi?
bukan,
namun untuk diganti sistem lain yang mengandalkan pada pengelolaan investasi modal global ke tanah hindia. emang udah dari sononya orang olanda gak mau pisah dari tanah jajahan sekaya dan seluas hindia.
Profile Image for Evi Rezeki.
Author 7 books34 followers
April 20, 2018
Mencari buku ini sungguh sulit bukan main. Akhirnya bisa beli versi e-book-nya dengan tingkat keeroran tinggi.
Buku ini seperti judulnya mengupas tentang sejarah tanam paksa kopi di Jawa tetapi terutama di Priangan. Banyak informasi tidak terduga yang selama ini seperti terselubung awan gelap mengenai sejarah a cup of Java. Jan Breman mengurai sudut pandangnya yang kadang membuat saya bingung, dia berada di 'pihak' mana yang mencoba netral tapi juga tidak netral. Membaca buku ini seperti membuka lembar demi lembar luka-luka Priangan. Dan bahwa kopi sempat terlupakan begitu saja di tanah tersebut. Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan saya seputar sejarah kopi dan bagaiman kopi seolah menghilang di tanah Sunda. Atau kehilangan identitasnya, atau bahkan sepanjang sejarah kolonial memang tidak beridentitas mandiri.
Buku ini cocok bagi siapa saja yang mencari informasi sejarah kopi.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews