Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hanya Salju dan Pisau Batu

Rate this book
Happy Salma :
Baru saja aku mandi. Tapi sebelum kukenakan baju, kupatut sekali lagi wajah dan tubuhku dicermin. TUHANNNN mengapa semua ini terjadi? Mengapa Kau ciptakan macam bentuk seperti ini. Mengapa Engkau ciptakan manusia ada yang baik dan ada juga yang buruk? Dan mengapa diriku yang kebagian buruk?

Pidi Baiq :
Aku setuju kalau ada orang (atau mungkin binatang) yang bilang aku cantik. Yang bilang aku ini menggemaskan. Yang bilang aku ini menarik. Yang bilang aku ini magnet. Sebab, aku sendiri juga setuju aku memang begitu.

Surat curhat dari Happy Salma dan balasan berkesan dari Pidi Baiq yang sangat menyenangkan. Terlibat di dalam aktivitas sahut-menyahut mereka membuat kita seakan ikut merasakan keadaan yang diceritakan, dari sedih, lucu, sampai tidak percaya bahwa kejadian-kejadian seperti ini benar-benar terjadi. Buku mengasyikkan yang enak dibaca setiap saat.

225 pages, Paperback

First published January 1, 2010

17 people are currently reading
320 people want to read

About the author

Happy Salma

6 books5 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
37 (20%)
4 stars
28 (15%)
3 stars
76 (42%)
2 stars
31 (17%)
1 star
7 (3%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for winda.
357 reviews14 followers
June 1, 2014
Saya kutipkan, cuplikan buku ini.

untuk Kat,
Karena cinta itu adalah ruh. Bapak yang mencintai anaknya, apabila ia meninggal dunia, sesungguhnya tidak pergi meninggalkan anak-anaknya, melainkan pergi bersama anak-anaknya juga. Karena, anak-anaknya itu adalah cinta juga bagi dirinya, yang melebur dengan dirinya sendiri ikut pergi bersama ruhnya. Menjadi sama abadi, di sana sampai selama-lamanya.

Dan anak yang mencintainya, ketika bapaknya meninggal dunia, maka sesungguhnya ayahnya itu tidak pergi, melainkan tetap selalu bersama dengan ruh si anaknya. Sebab, begitulah cinta. Selalu bersama-sama, termasuk ke mana pun si Anak pergi, di mana pun si Anak ada. Ayah yang dicintainya menjadi bagian dari ruh anaknya itu.

Jadi, ayahmu akan langsung hadir di ruang manapun yang bersesuai dengan kebutuhanmu. Akan hadir, juga dalam memorimu, kecuali engkau melupakannya. Akan hadir di dalam hati sanubarimu apabila engkau dirundung rindu kepadanya, termasuk rindu oleh sebab sedang merasakan kembali dampak dari kasih sayangnya selama dia “ada” bersamamu. Dan bahkan, dia hadir untuk ikut mengalir bersama air matamu, ketika engkau menangis.

Untuk Sita,
Aku bisa menatap mukanya, itu adalah pilihan untuk mengetahui refleksi jiwa dan perasaanku serta bisa mendengar suara di dalam kepalaku: itulah dia bagaimana keadaanku. Apabila aku menjadi orang yang mengagumi dirinya, aku akan mendapati diriku membuang waktu berlama-lama dengannya. Apabila aku menjadi orang yang tidak suka dengan keadaan dirinya, aku akan tidak suka juga bertemu dengannya.

Tentu saja, aku berharap akan selalu menyukainya untuk aku akan suka bertemu dengannya. Atau apakah aku terlambat jika aku katakan: cintailah dirinya untuk mencintai dirimu, hargai dirinya untuk menghargai dirimu. Dan aku ingin apakah dia tampan atau tidak, tapi mari tetap kuhadapi dia, aku tidak ingin peduli untuk bisa tetap menghargainya. Nyatanya aku selalu akan mendapatkan hasil terbaik jika aku tersenyum kepadanya, jadi tidak perlu lagi melempar dirinya, selain aku jadi harus membeli cermin baru, juga merusak dirinya dan merusak keadaan diriku sendiri


untuk win,
"Uanglah yang seharusnya membutuhkanmu"
Bagaimana bisa?
"Sampai engkau memiliki kualitas diri yang menyebabkan uang yang akan membutuhkanmu mendatangimu.


untuk kamu,
baca saja buku ini :)
Profile Image for Imanda Husna.
11 reviews
May 13, 2016
Saya suka Pidi Baiq. Sejak mengikuti tulisan beliau atas saran seorang teman di multiply saya bersemangat sekali ketika mengetahui beliau akan menulis buku lagi. Buku ini merupakan kolaborasi antara Pidi Baiq dan Happy Salma. Ketika Pidi Baiq menulis 'A' maka Happy Salma akan menulis 'bukan A', ketika Pidi Baiq menulis 'teman bukan A' maka Happy Salma akan menulis 'teman B'. Ya, buku ini menjadi semacam ajang bals membalas cerita antara Kang Pidi dan teh Salma. Merupakan cara penulisan buku yang jarang ditemukan terlebih di Indonesia. Sayangnya saya tidak dibuat berbahagia saat membaca buku ini :3
Saya merasa kehilangan pidi baiq dan kekhasannya yang pasti akan kita temukan dalam serial drunken maupun alasbun, pun cara bertutur Happy Salma yang entah bagaimana menyedot sebagian besar halaman di buku ini tidak dapat membuat saya terpuaskan.

Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
June 30, 2014
Habis lalap terbitlah terong

Membaca judulnya saya sudah dibuat bingung. Apakah ada hubungan antara salju yang selalu turun di musim dingin dengan sebuah pisau batu? Apakah benar pisau batu itu bisa digunakan memotong sebuah batu? Bagi pembaca yang mulai bingung, sila abaikan saja kalimat pembuka saya tadi.

Secara sederhana, Happy Salma dan Pidi Baiq memulai sebuah proses yang entah mereka namakan apa. Saling bersahutan, mungkin saja. Korespondensi, bisa juga. Saya tidak mampu mendefinisikan kategori fiksi dalam buku ini. Bila mau dimasukkan ke dalam golongan novel, ceritanya mampu berdiri sendiri sebagai sebuah cerita pendek. Mau dibilang kumpulan cerpen, semua cerita pendek didalamnya malah membentuk satu kesatuan unsur yang tidak bisa dipisahkan. Kesulitan semacam ini mengingatkan saya pada buku “9 dari Nadira” tulisan Leila S. Chudori.

Agaknya, buku yang ditulis dengan hasil korenspondensi penulisnya memang sangat jarang. Terlebih, bila banyak hal-hal absurd yang tidak penting ikut mengemuka dan anehnya bisa membuat pembaca tertawa. Happy Salma dengan sabar menulis semua yang ingin dituliskannya. Sedang, Pidi Baiq hanya membalas semampu dan semaunya. Agak tidak imbang memang, namun dengan begitu keseimbangan dapat tercapai.

Pidi Baiq mampu mengimbangi permainan kata Happy Salma. Berbagai metafor yang Happy Salma gunakan dapat dicounter Pidi Baiq dengan lebih lugas. Bila pembaca mengharapkan sesuatu yang lebih cerdas dari buku ini niscaya tidak akan berhasil. Lebih parah, membaca buku ini agak menggoyang tingkat kecerdasan. Syukur-syukur pembaca tidak mengalami penurunan tingkat kecerdasan mendadak.

Buku ini juga mengingatkan saya pada film “The Lakehouse” yang diperankan oleh Keanu Reeves dan cinta-gue-sepanjang-masa Sandra Bullock. Keduanya saling berbalas surat hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka. Entah, apakah Pidi Baiq dapat bertemu dengan Happy Salma di akhir cerita atau malah pada saat buku ini dirillis. Yang jelas, hanya lewat kata, keduanya mampu mempertemukan hal-hal yang cenderung absurd dan tidak pernah kita bayangkan atau alami sebelumnya.
Profile Image for Wildan.
36 reviews
May 29, 2012
Judul : Hanya Salju dan Pisau Batu
Author : Happy Salma dan Pidi Baiq
rate : Like this, oke, cukup mengena walaupun tidak cukup telak.

Sebuah buku yang ditulis dengan kolaborasi yang apik antara Teh Happy dan Aa Pidi. Sebuah buku yang mengingatkan kita bahwa ada loh di jaman sekarang ini versi surat-menyurat seperti yang dahulu Kartini lakukan dengan sahabatnya yang di Belanda itu. Alur cerita dalam buku ini sukar sekali untuk di tebak. Sama seperti halnya sebuah perasaan manusia. Dapat berubah-ubah dengan sangat cepat. Kadang kita larut dalam kegembiraan tapi dengan secepat kilat kesedihan datang dengan sangat bersahabat.

Dari buku ini baru saya tahu,ternyata Teh Happy suka musik britpop loh (sama kaya aku :p). Dan tulisan Teh Happy mengalun sekali seperti alunan musik di sore hari. Dan dari buku ini saya tahu, bahwa segala sesuatu itu memang indah,tergantung cara kita memandangnya. Hukum rajam itu indah. Dahulu aku yang sempat menjauhi Tuhan dan kini terkapar di perpustakan untuk mendekatkan diri pada Tuhan (tulisan detailnya saya lupa,maaf bang pidi).
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,030 reviews64 followers
December 24, 2010
Unik, baru kali ini saya membaca buku yang isinya morat-marit gak jelas tapi menarik :P Seperti kalau kita melamun, seringkali pikiran meloncat ke sana ke mari tanpa bisa diatur alurnya ingin seperti apa. Nah, buku duet antara Happy Salma dan Pidi Baiq pun sama sekali tidak jelas alurnya seperti apa. Mereka menulis dengan mengikuti semau-maunya isi kepala.

Walaupun begitu, isi buku ini menarik. Mereka menumpahkan isi kepala dengan cara saling berbalas 'surat' yang berisikan realita, sinisme, imajinasi, idealisme, dan tidak ketinggalan kekonyolan akibat sembarangannya mereka dalam bercuap-cuap.
Profile Image for Don Aay.
19 reviews4 followers
March 15, 2012
Saling Bersautan kirim mengirim surat elekronik menginspirasi saya untuk balas membalas surat elektronik dengan teman saya. saya sangat menyukai pidi baiq dari tahun 2005 ketika masih belum di kenal sebagai penulis. Bahasa yang Melompat-lompat namun penuh muatan filsafat membuat saya tertarik kepada sosok pribadi dan karya-karya nya.
Profile Image for Aulia.
27 reviews
October 24, 2014
tulisan yang random, seperti tulisan pidi baiq yang lain. buku ini semacam kumpulan cerita diselingi pikiran-pikiran random dari happy maupun pidi. cerita di dalamnya tidak terlalu berat tapi sukses bikin mikir :)
Profile Image for Muhamad Ridwan.
33 reviews9 followers
May 19, 2015
Saya salah satu penggemar Pidi Baiq. Bukan penggemar Happy Salma. Saya cuma baca tulisannya Pidi Baiq saja dan saya rasa tulisannya di sini tidak menarik. Gak jelas, tapi gak jelasnya itu tidak menarik.
Profile Image for Te Effendi.
9 reviews1 follower
May 28, 2011
keren bukunya...tak biasa...happy salma dengan romantisnya dan sang pemuka agama (H. pidi baiq) dengan filosofisnya...^^
Profile Image for muhammad.
53 reviews4 followers
April 25, 2012
Bahasanya bikin dapat banyak inspirasi buat nulis. Ide2nya juga. Keren banget lucunya!
Profile Image for Nurnajmi.
207 reviews17 followers
December 14, 2014
2,5 deh tapi pembulatan kebawah haha.
banyakan skip-nya daripada bacanya. absurdnya nggak oke.
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.