Jump to ratings and reviews

Curhat Ibu-ibu: Manis, Asam, Asih, Pahit, Lengkap, Deh!

Kalau ibu-ibu sudah ngumpul, memang bakal heboh banget, deh!



Apa lagi yang dicurhatkan para ibu kalau bukan tentang masalah arisan, kreditan barang, nakalnya anak, tradisi kondangan, PKK, sampai giliran suami mereka ngeronda!



bagaimana kalau hidup di perumahan? wah, lebih seru lagi! Ada kasus tetangga yang nyetel musik genjrang-genjreng sesuka hati bahkan sampai tengah malam.

Ada yang harus kedinginan nungguin air ledeng yang baru kebagian jatah ngucur tengah malam. Belum lagi anak-anak tetangga yang suka bertamu, dan menganggap seperti rumah sendiri!



Namun jangan salah, asyiknya juga banyak. Dan di buku ini, para ibu-ibu ini menguliknya sampai habis!



Asam, asin, manis, pahit… semua rasa lengkap di sini. Siap-siap tersenyum, geleng-geleng, meringis, atau malah nangis. Pokoknya seru, dijamin!

182 pages, Paperback

First published January 1, 2010

Loading...
Loading...

About the author

Diansya

1 book

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
0 (0%)
4 stars
1 (12%)
3 stars
6 (75%)
2 stars
1 (12%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Nike Andaru.
1,705 reviews115 followers
July 19, 2010
Awalnya saya kira buku ini tentang suka duka jadi ibu2 gitu. Mungkin kayak The Real Dezperate Housewife. Ternyata saya salah. Ini buku tentang suka duka tinggal di komplek perumahan gitu.

Oh, saya sih sebenernya ga pernah tinggal di kompleks yang terlalu ramai orangnya kayak dibuku ini. Makanya, saya ngerasa hampir semua yang diceritakan di buku ini seperti arisan, dipanggil ibu 'dengan nama suami', pkk, kredit simpan pinjam, kekurangan air bersih sampe jauhnya rumah tinggal di perkotaan tidak pernah saya rasakan. La wong saya dari kecil udah tinggal di pusat kota dengan keberadaan air bersih yang mudah, ibu saya emang ada arisan tapi ga dlm skala banyak bener orgnya, apalagi sampe seRT.

Setelah menikah, saya diboyong suami kerumah yang tak jauh juga dari pusat kota, cuma beda 1,5km dari rumah ortu saya. Dengan rumah yang alhamdulilah besar dan tidak kekurangan air bersih, malah tetangga2 kurang banyak bersosialisasi. Mungkin karena ini efek hidup di kota ya, orangnya udah pada sendiri-sendiri walau masih silaturahmi dijaga.
Profile Image for Okta.
34 reviews
February 3, 2013
Saya belum menikah! Saya tegaskan sekali lagi, SAYA BELUM MENIKAH! tapi saya setuju dengan isi buku ini :)
Kenapa? Karena saya tinggal di kompleks.

-Semua itu cukup membuat 'hubungan' terasa dekat. Tetangga mandi, kedengaran. Tetangga ngomelin anak, bisa tahu. Jangankan bikin sambal terasi, goreng bawang saja pasti kecium baunya. Seru, kan?-
bener banget! kalo tiba-tiba kecium bau masakan gosong, langsung buru-buru ngecek ke dapur, padahal gak lagi masak. kalo ada orang teriak "assalamualaikum" di luar, langsung pada masang telinga, buat memastikan itu tamu kita atau tetangga? hehe..

-Sudah menjadi resiko bila seseorang tinggal di perumahan dan mengadakan hajatan, undangan disebar ke seluruh blok dan RT.-
ini juga bener! semuanya kebagian :D

-Bisa dibayangkan tatkala tetangga depan rumah menikahkan putri semata wayang mereka. Persiapan sejak H-1 mulai dari memasang tenda sampai tes alat musik membuat jatah istirahat malam berkurang banyak. Tidak mengapa, mengingat semangat gotong royong yang mengagumkan kala acara-acara seperti ini diselenggarakan.-
yup, bener! walaupun capek, tapi senang karena bisa membantu. kebayangkan, kalo suatu saat keluarga kita yang mau hajatan pasti butuh tenaga sukarelawan :) saling menolong itu indah.

99,9% isi dari buku ini emang bukan gosip. saya gak nyesel udah beli dan baca.

Beberapa hari setelah selesai membaca buku ini, di kampus...
Teman: kamu baca buku ini, Ta?
Saya: iya, kenapa?
Teman: ejiyeee udah siap jadi ibu-ibu, nih...
Saya: -___- why not?
Profile Image for Rebellion Violetta.
78 reviews2 followers
June 21, 2016
Penulisannya yang jujur dan terkesan apa-adanya menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Awalnya saya kira isinya tentang kehidupan seorang ibu pada umumnya, tapi ternyata lebih ke kehidupan seorang ibu atau kehidupan ibu-ibu di kompleks perumahan.

Untuk orang yang tidak hobi bersosialisasi dan ngerumpi, membaca buku ini bikin senyam-senyum miris dan geli. Salah satu alasan saya waktu TK bilang sama Mama, nanti kalau sudah besar saya mau kerja Ma, ga mau jadi ibu-ibu rumpi...hahhaha

Pengalaman standar ibu-ibu di perumahan kalangan menengah pada umumnya, ada pahitnya tapi juga ada sisi positifnya. Semoga bisa kita ambil hikmahnya.
Profile Image for Novi_khansa.
85 reviews13 followers
December 6, 2010
Lucu, ringan, dan santai dalam penuturannya. Saking santainya, tahu-tahu udah abis, hehe.. Kayak ngobrol :D dan mendengar cerita langsung dari para penulisnya. Mereka bertiga mempunyai kekhasan tersendiri dalam bercerita dengan lingkungan yang berbeda pula. Jadi, mampu menambah warna dan rasa, hehehe *masakan kali :P

Bisa buat referensi yang pada pengen menghuni kompleks atau pengantin baru yang lagi cari rumah *lho :D
Displaying 1 - 5 of 5 reviews