Sebagai gadis yang dibesarkan dalam keluarga sederhana penuh dengan kehangatan cinta, Retno merasa amat prihatin melihat kejanggalan-kejanggalan yang disaksikannya di rumah besar dan mewah milik Yanti, sahabat karibnya.
"Istana emas", demikian ia menamai rumah itu, penuh dengan basa-basi, kaku dan terlalu banyak formalitas yang menurutnya sama sekali tak perlu. Retno tahu, penyebab situasi tak menyenangkan itu adalah Mas Yoyok, suami Yanti. Meskipun masih muda, sikap laki-laki itu sangat bossy, otoriter, dan tak suka dibantah. Retno sudah tidak menyukainya sejak awal mengenalnya. Terlebih karena Aryanti, sahabatnya yang periang, hidup tertekan di bawah dominasi sang suami.
Keprihatinan dan ketidaksukaan Retno menjadi amarah saat Yanti sakit keras. Tanpa merasa takut, ia menegur Mas Yoyok agar lebih mencintai dan memperhatikan istrinya. Tanpa segan pula ia mengecam sikap otoriter lelaki itu.
Namun nasib yang tak terelakkan justru membawa Retno harus berada di dalam istana emas itu setelah sahabatnya meninggal. Almarhumah Yanti menitipkan suaminya kepadanya. Sejak itu, konflik batin menerjang masuk dalam kehidupan Retno, karena seiring berjalannya waktu dan di balik kebenciannya terhadap Mas Yoyok, pelan-pelan benih-benih cinta terhadap lelaki itu tumbuh dengan subur di hatinya.
Maria A. Sardjono sudah menulis sejak remaja tetapi baru dipublikasikan mulai tahun 1974. Hingga kini karyanya berjumlah 80 buku, sebagian dimuat sebagai cerita bersambung terlebih dulu, 150 cerpen, belasan cerita anak-anak, beberapa naskah sandiwara radio, satu buku ilmiah, dan puluhan artikel tentang berbagai macam topik. Ia adalah sarjana Filsafat Sosial Budaya dan master di bidang Filsafat Humaniora. Ia menikah dengan A.J.Sardjono dan dianugerahi empat putra yang semuanya sudah beranjak dewasa
Sebagai gadis yang dibesarkan dalam keluarga sederhana penuh dengan kehangatan cinta, Retno merasa amat prihatin melihat kejanggalan-kejanggalan yang disaksikannya di rumah besar dan mewah milik Yanti, sahabat karibnya. "Istana emas", demikian ia menamai rumah itu, penuh dengan basa-basi, kaku dan terlalu banyak formalitas yang menurutnya sama sekali tak perlu. Retno tahu, penyebab situasi tak menyenangkan itu adalah Mas Yoyok, suami Yanti. Meskipun masih muda, sikap laki-laki itu sangat bossy, otoriter, dan tak suka dibantah. Retno sudah tidak menyukainya sejak awal mengenalnya. Terlebih karena Aryanti, sahabatnya yang periang, hidup tertekan di bawah dominasi sang suami. Keprihatinan dan ketidaksukaan Retno menjadi amarah saat Yanti sakit keras. Tanpa merasa takut, ia menegur Mas Yoyok agar lebih mencintai dan memperhatikan istrinya. Tanpa segan pula ia mengecam sikap otoriter lelaki itu. Namun nasib yang tak terelakkan justru membawa Retno harus berada di dalam istana emas itu setelah sahabatnya meninggal. Almarhumah Yanti menitipkan suaminya kepadanya. Sejak itu, konflik batin menerjang masuk dalam kehidupan Retno, karena seiring berjalannya waktu dan di balik kebenciannya terhadap Mas Yoyok, pelan-pelan benih-benih cinta terhadap lelaki itu tumbuh dengan subur di hatinya.
Masih mirip sama Burung Merak, bedanya istana emas lebih bikin geregetan sama dua tokoh utamanya. Karena BM sama IE baru dibaca seminggu ini, emang jatuhnya ngebandingin, ya? Tapi lebih segar IE, sih. Suka sama tsunderenya Mas Yoyok. Dan keras kepalanya Retno, walau ujung-ujungnya daku selalu bilang, "Ya, elaah. Ya sudahlah." XD Dan, setelah baca dua novel Bu Maria, sepertinya beliau suka sekali mengangkat isu kesetaraan gender. Walau lebih suka dengan sisipan nilai-nilai adat yang masuk juga di cerita.
Saya seperti membaca karya Mira W, Tapi versi jaman sekarang.
Sudut pandang yang diberikan penulis sudut pandang tokoh utama wanita-nya yang bernama Retno.
Ceritanya sih sederhana dan dalam. Sepertinya saya harus beralih sebentar untuk tidak membaca romance terlebih dahulu. Karena saya merasa sepertinya kisah negeri dongen sedang "In" yang dimana menikah dengan pria yang kaya raya dan dingin. Ini subjektif saya jadi jangan diikuti :D
Di dalam novel ini banyak pelajaran yang diberikan retno kepada kita. Contohnya , saat retno selalu menolak barang-barang mewah dari suami-nya. Menurut retno lebih baik uangnya disedekahkan daripada dibuang-buang untuk barang yang hanya dipakai sekali-kali.
Istana emas, rumah dengan segala keindahannya, tapi tanpa kehangatan di dalamnya. Begitulah Retno menamai rumah sahabatnya, Yanti, yang telah menikah dengan seorang pengusaha kaya, Yoyok, dalam kunjungannya ke rumah Yanti tersebut.
Ketidakbahagian Yanti dalam kehidupan rumah tangganya membuat Retno membenci Yoyok, apalagi pria itu terlalu penuntut dan tidak bisa dibantah.
Saat Yanti akhirnya meninggal, dia menuliskan wasiat untuk Retno dan Yoyok menikah, walaupun sama sekali tidak memaksa mereka.
Ketika mereka akhirnya menikah, kehidupan rumah tangga tersebut penuh dengan silang pendapat, dengan Yoyok yang selalu mengatur Retno, dan Retno yang membangkang setiap perkataan suaminya. Retno berusaha melunturkan sikap keras dari sang suami.
Pada akhirnya, istana emas tersebut akan lebih cocok digunakan untuk rumah yang penuh kehangatan dari setiap anggota keluarga yang tinggal didalamnya.
Retno akhirnya datang mengunjungi sahabat dekatnya, Astuti, yg sdh bertubi-tubi mengirimkan surat untuk mengunjungi. alasan kesepian, bosan dan rindu. Rumah Astuti bak istana tapi kaku dan monoton. tidak ada keramahan atau kehangatan di dalam nya. itu nampak jelas begitu suami Astuti datang. dia jadi berubah, penurut dan patuh. Pandangan Retno sdh tahu bahwa Dono bukan orang yg hangat tp sdh biasa memerintah dan harus dipatuhi. bantahan dan penolakan tidak dalam kamus nya. bentuk perhatiannya dengan menyirami kemewahan krpada Astuti untuk memperlihatkan kesuksesan nya. Retno tidak menyukai sama sekali apa yg ada dlm Dono. bantahan nya di tahan demi Astuti. Astuti sakit yg tak tertolong, leukimia. namun meninggalkan surat wasiat kepada ibunya, Dono dan Retno. isi utamanya adalah Retno menggantikan nya dan bersedia menjadi istri Dono. Dono dan ibu Astuti menanggapi serius wasiat org yg meninggal. tapi Astuti tidak. bagaimana ia harus memasuki kehidupan rumah tangga dengan lelaki yg tidak di cintai dan disukainya?? lelaki yg kaku, otoriter, dominan, tidak romantis dan catatan ketidaksukaannya kepada Dono masih panjang. wasiat yoch tdk selalu hrs dipatuhi...
satu lagi wanita MAS yg sok pintar n sok benar sok idealis... emg c yg dkatakanx itu benar adax...tp crax menyampaikan pendapat srasa menggurui...jd x agak menyebalkan...
retno bisa menasehati yanti untuk sabar, berkompromi n mengikuti arus dalam menjalani pernikahanx dgn mas yoyok... tp giliran dy cm tahan 3 bulan...wkwkwk...paraaah...
yanti nurut aj ap yg dkatakn n dperintahkan suamix...klo retno tnpa alasan yg jelas dy selalu melawan n membantah perkataan suami hnya untuk melihatkan klo dy tidak sm dgn yanti yg hnya bsa nurut...g ad tuh yg nmax kompromi...
Sebenernya udah lama bikin riviewnya setelah saya dapet dan baca buku yang edisi lama tapi saya simpen aja di notes. Saya lebih suka sama edisi revisi terbitan GPU daripada penerbit yang dulu, Sanjaya. Konflik dan inti ceritanya sama tapi lebih menggigit. Tapi saya tetap menyukai terbitan Sanjaya karena terkesan klasik dan bersettingkan tahun 80an (menurut saya sih tahun 80an soalnya novel ini pertama kali terbit pada tahun 1982), tentu dengan gaya penulisan pada masa itu yang menurut saya diksinya lebih apik. Adanya revisi pasti untuk menyesuaikan dengan kondisi saat ini.
cerita yang menarik, selain karena saya memang suka novel-novel karangan Bu Maria A. Sardjono. Retno, seorang wanita Yogya, terjebak dalam pernikahan dengan Yoyok, suami dari Alm sahabatnya. Semua berawal dari surat wasiat Yanti yang meminta Retno menikah dengan Yoyok. ^^