Buku karangan Kurnia Effendi ini awalnya saya baca kerena judulnya yang menarik. Novel roman bernuansa islami ini memiliki nilai tersendiri. Dengan diselipkan pesan-pesan moral dan agama menjadikan novel ini berbumbu manfaat bagi pembaca. Walau terasa agak ajaib jika terjadi di kehidupan nyata, serta cerita pesantren yang sepertinya agak jauh dari kenyataannya.
Choiriza, tokoh utama yang merupakan mahasiswa lulusan IPB yang hendak melanjutkan sekolah S2 ini menunggu kesempatan itu datang dan mengisi waktunya dengan mengajar di pondok Pesantren Babussalam. Sebuah kecelakaan maut di subuh hari telah membawanya bertemu dengan sosok Paramita. Riza hendak sholat subuh berjamaah di masjid saat menyaksikan kecelakaan mobil yang melibatkan korban bernama Paramita dan Andara. Mereka adalah sepasang kekasih yang hubungan mereka awalnya tidak direstui oleh orang tua Mita karena Andra adalah seorang pemain band. Tapi ternyata Mita sudah hamil 2 minggu dan kecelakaan itu membuatnya keguguran. Untuk mengubur masa lalunya yang kelam bersama Andra, Mita sengaja menghilang dan memutuskan untuk belajar di Pondok Pesantren Babussalam yang merupakan tempat Riza mengajar. Namun ternyata tujuan Mita bukan hanya untuk menuntut ilmu agama dan melupakan masa lalu namun dia juga ternyata menyukai Riza, sosok yang dianggapnya malaikat yang telah menolongnya saat kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya itu.
Tak hanya Mita, ternyata Riza banyak digemari oleh santriwati di pesantren, diantaranya yang sangat terkenal adalah Nikmah, Riska, dan Hanum yang menyebut diri mereka sebagai Nikanum. Hal ini tentu membuat pesantren menjadi tempat bersaing antara Nikanum dan Mita. Berbagai cara mereka lakukan untuk menarik hati Riza. Namun ternyata Riza sudah lama menyimpan hati pada seorang santriwati yang sangat anggun dan pintar yang bernama Alila.
Persaingan di antara Nikanum dan Mita berujung pada peristiwa yang menyebabkan Riza harus diskorsing selama 3 bulan dari pesantren tempatnya mengajar, sementara Mita berupaya bunuh diri karena merasa bersalah. Saat dibawa ke rumah sakit Mita ditemani oleh ibunya, dan dijenguk oleh Riza dan ibunya. Di sinilah sebuah rahasia besar terungkap bahwa ternyata Riza adalah anak Risma yang merupakan ibunya Mita. Dengan begitu, ternyata antara Riza dan Mita adalah saudara kandung dan tidak boleh terjalin hubungan cinta di antara mereka.
Saat masih berada di rumah sakit, Andra datang menjenguk Mita. Ternyata dia masih sangat mencintai Mita dan terus berupaya untuk menemukan Mita.
Saat Riza kembali ke pesantren Babussalam, yang didapatinya ternyata Alila sudah pulang ke kampung halamannya untuk membangun pesantren baru di sana. Saat itulah, perasaan Riza menjadi hampa. Padahal perpustakaan yang mereka idamkan sejak dulu kini sudah dibangun di tengah-tengah pesantren. Mengetahui isi hati Riza, pengasuh podok pesantren meminta ayah Alila untuk mengizinkannya kembali ke pesantren. Lalu saat Alila kembali ke pesantren, di dalam ruangan perpustakaan itulah Riza menyatakan perasaannya kepada Alila yang ternyata juga memiliki perasaan yang sama kepadanya. Akhirnya Riza menikahi Alila dan mereka hidup bahagia di pesantren yang telah mendidik mereka itu.