Jump to ratings and reviews

Taiko [10 Part Pocket Books - Indonesian] #2

Taiko 2 - Tahun Koji Kedua 1556

Dalam pergolakan menjelang dekade abad keenam belas, Kekaisaran Jepang menggeliat dalam kekacau-balauan ketika keshogunan tercerai-berai dan panglima-panglima perang musuh berusaha merebut kemenangan. Benteng-benteng dirusak, desa-desa dijarah, ladang-ladang dibakar.

Di tengah-tengah penghancuran ini, muncul tiga orang yang bercita-cita mempersatukan bangsa. Nobunaga yang ekstrem, penuh kharisma, namun brutal. Ieyasu yang tenang, berhati-hati, bijaksana, berani di medan perang, dan dewasa. Namun kunci dari tiga serangkai ini adalah Hideyoshi, si kurus berwajah monyet yang secara tak terduga menjadi juru selamat bagi negeri porak-poranda ini. Ia lahir sebagai anak petani, menghadapu dunia tanpa bekal apapun, namun kecerdasannya berhasil mengubah pelayan yang ragu-ragu menjadi setia, saingan menjadi teman, dan musuh menjadi sekutu. Pengertiannya yang mendalam terhadap sifat dasar manusia telah membuka kunci pintu-pintu gerbang benteng, membuka pikiran orang-orang, dan memikat hati para wanita. Dari seorang pembawa sandal, ia akhirnya menjadi Taiko, penguasa mutlak Kekaisaran Jepang.

Taiko merupakan karya besar Eiji Yoshikawa, penulis bestseller internasional, yang berisi pawai sejarah dan kekerasan, pengkhianatan dan pengorbanan diri, kelembutan dan kekejaman. Sebuah epik yang menggambarkan kebangkitan feodal Jepang secara nyata.

264 pages, Paperback

First published January 1, 1967

Loading...
Loading...

About the author

Eiji Yoshikawa

592 books813 followers
Pen-name of Yoshikawa Hidetsugu. Yoshikawa is well-known for his work as a Japanese historical fiction novelist, and a number of re-makes have been spawned off his work.

In 1960, he received the Order of Cultural Merit.
Eiji Yoshikawa (吉川 英治, August 11, 1892 – September 7, 1962) was a Japanese historical novelist. Among his best-known novels, most are revisions of older classics. He was mainly influenced by classics such as The Tale of the Heike, Tale of Genji, Outlaws of the Marsh, and Romance of the Three Kingdoms, many of which he retold in his own style. As an example, the original manuscript of Taiko is 15 volumes; Yoshikawa took up to retell it in a more accessible tone, and reduced it to only two volumes. His other books also serve similar purposes and, although most of his novels are not original works, he created a huge amount of work and a renewed interest in the past. He was awarded the Cultural Order of Merit in 1960 (the highest award for a man of letters in Japan), the Order of the Sacred Treasure and the Mainichi Art Award just before his death from cancer in 1962. He is cited as one of the best historical novelists in Japan.

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
55 (42%)
4 stars
50 (39%)
3 stars
19 (14%)
2 stars
4 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews274 followers
May 31, 2009
574 - 2014

#Program BUBU

Pertama kali dibeli dan dibaca pada bulan Januari 1994.

Sebuah bait dari Seni Perang karya Sun Tzu menyebutkan:

Prinsip utama
Untuk kemenangan dalam perang
Adalah membuat prajurit
Mati bahagia


Ada dua contoh dalam jilid ini yang menunjukkan bagaimana seorang pemimpin yang baik dapat memotivasi dan mendorong orang-orang di bawah pimpinannya untuk berjuang keras sampai titik darah penghabisan dengan penuh kerelaan dan kebahagiaan.

Skala kecilnya adalah ketika Kinoshita Tokichiro mampu memotivasi para pekerja bangunan yang semula ogah-ogahan melakukan renovasi dinding benteng pertahanan Kiyosu hingga bersedia membanting tulang tiga hari tiga malam tanpa istirahat demi penyelesaiannya.

Skala besarnya adalah ketika Oda Nobunaga membawa para pengikut dan tentaranya yang hanya beberapa ratus orang melakukan perlawanan terhadap serangan pasukan Imagawa Yoshimoto dari Provinsi Suruga. Pasukan Imagawa yang berjumlah sekitar empat puluh ribu orang sama sekali tidak membuat gentar. Pada pertempuran Okehazama, kepala Imagawa Yoshimoto jatuh dan pasukannya tercerai berai. Oda Nobunaga dari Owari pun mulai diperhitungkan dalam kancah perebutan kekuasaan.

Jilid ini ditutup dengan dua hal penting:
1. Tokichiro berhasil menikahi Nene, putri samurai yang telah lama didambakannya, malah dengan bantuan saingan cintanya.
2. Tokugawa Ieyasu dari Mikawa, yang semula merupakan pengikut Imagawa, bersedia menerima tawaran Nobunaga untuk membentuk persekutuan.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews