Di Sebuah Scholb terpencil di Jerman Utara, seorang Furst membangun kamp pelatihan bawah tanah, untuk menciptakan pasukan pembunuh. Salah satu anggota pasukan maut itu kini beraksi menebar teror kengerian. Di balik topeng separuhnya, ia mengintai di kegelapan, menghabisi korban tanpa belas kasihan, lalu melesat laksana terbang, dengan sayap hitam terentang di bawah bayangan bulan. Ia berjuluk: The Half Mask.
Deasylawati Prasetyaningtyas lahir di Magelang 2 Desember 1984. Putri ke-2 pasangan Tiono Hadi Suprapto dan Endang Sriyatun ini mulai aktif menulis sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Solo pada bulan Agustus 2005. Awal ia mengirimkan naskah ceritanya adalah dalam lomba novellet yang diadakan oleh Majalah Muslimah tahun 2004. Dari lomba tersebut, istri dari Eka Adi Nugraha dan ibu dari Azimah Zahrotulfirdaus Al-Fadhl ini berhasil meraih penghargaan pertama dengan judul 'Alasan untuk Kembali' (Juli, 2005). Beberapa karyanya pernah dimuat di koran SOLOPOS dan majalah Gizone. Prestasi berikutnya adalah menjadi Juara I Lomba Penulisan Novel Remaja Islam Tiga Serangkai tahun 2006 dengan judul 'Ketika Batu Mulai Bicara' yang sekarang sudah diterbitkan oleh Tiga Serangkai dengan judul 'Quraisy Terakhir' (Tiga Serangkai, 2006). Lulusan Poltekkes Surakarta angkatan 2006 ini juga bekerjasama dengan NasSirun PurOkartun untuk membuat cergam 'Obi: Harumnya Bunga, Pedasnya Cabe' yang diterbitkan oleh IHF (2007). Ia juga menulis delapan buku non fiksi untuk SD dan SMP, bekerjasama dengan penerbit Tropica (2007) dengan judul antara lain, 'Apa Itu Narkoba', 'Rakas Juragan Kertas', 'Mari Menjaga Kesehatan Otak', 'Aku Bisa Membuat Makanan Kecil', 'Derita Pengguna Obat Terlarang', 'Bagaimana Menjauhkan Diri dari Narkoba', 'Bahaya Minuman Keras', dan 'Bagaimana Minuman Keras Merusak Tubuh Kita'. Karya yang berikutnya diterbitkan oleh penerbit Indiva Media Kreasi dengan judul 'Sayembara Mencari Cinta' (fiksi, Indiva, 2007), 'Tetap Happy Saat Menstruasi' (nonfiksi, Indiva, 2007), 'How to be a True Moslem Girl' (nonfiksi, 2007), 'Awas Kesetrum Cinta' (antologi, nonfiksi, 2008), antologi bersama FLP Jawa Tengah, 'Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf' (Indiva, 2008), serta antologi bersama Pipit Senja, dkk., 'Jangan jadi Perempuan Cengeng' (antologi, nonfiksi, 2008). Novel berikutnya adalah sebuah novel kocak yang mengomentari fenomena Ayat-Ayat Cinta, berjudul 'Balada Ayat-Ayat Cinta: The Fahri Holic! '(Indiva, 2008), dan novel tentang kritik sosial dunia medis yang berjudul 'Livor Mortis'. Thriller Islaminya diterbitkan oleh penerbit Tiga Serangkai dengan judul 'The Half Mask' (Tiga Serangkai, 2008) dan novel tentang penderita autis yang berjudul 'Hades' diterbitkan oleh penerbit Diva Press. Buku di tahun 2009 adalah buku nonfiksi 'Psiko Girly' (Indiva, 2009), pocket book: 'How to be a True Moslem Girl '(Indiva, 2009), antologi FLP 'Luka Adalah Cinta' (Indiva, 2009) dan novel anak 'Salman: Sang Detektif Cilik' (Indiva, 2009). Buku baru di tahun 2010 adalah novel remaja 'Ore Wa Ren' (Indiva 2010), serial SMC#3: 'Don't Take Me Out' (Indiva 2010), dan buku anak 'Shirah Nabi Muhammad untuk Anak' (Indiva 2010)
Novel ini bercerita mengenai perjalanan takdir seorang pemuda yang telah dididik untuk menjadi pembunuh sejak kecil. Mengenai siapa sebenarnya sang pembunuh yang dijuluki The Half Mask ini mulai terkuak sedikit demi sedikit. Rupanya ia adalah anak seorang ilmuwan yang telah tewas terbunuh belasan tahun yang lalu dengan membawa sebuah rahasia dan skandal besar dari seorang furst, bangsawan besar di Jerman. Rahasia penelitian yang disebut dengan eternal chain ini pun perlahan-lahan mulai terbuka, sebuah hasil penelitian mencengangkan yang apabila sampai bocor pada pihak jahat akan bisa menjadi senjata biologis pemusnah massal yang tak akan ditemukan obatnya!
1. Novel ini lain dari pada yang lain karena memadukan thriller dengan konsep dakwah Islam. Mengawinkan drama pembunuhan, dunia investigasi, dengan tetap menyampaikan Islam sebagai rahmatan lil-‘alamin—belum pernah ada sebelumnya (thriller murni atau dakwah murni). 2. Diilhami dari hadits tentang seorang pembunuh yang telah menghilangkan 99 nyawa manusia kemudian ingin bertaubat—mengajak pembaca untuk merenungkan bahwa jangan menoleh lagi pada kesalahan di masa lalu jika ingin memulai hidup dengan lebih baik.
Baca novel ini, kita dibawa ke Jerman. Penulis menceritakan kota Munich, kota termahal di Jerman, sehingga kita seolah sedang berjalan-jalan di sana. Kita dibawa alur-alur cerita dalam novel ini sehingga enggan untuk beranjak.
Awalnya memang agak kecewa karena misteri-misterinya mudah ditebak. Mungkin karena terbiasa baca novel Dan Brown yang penuh intrik atau novel E.S.Ito yang penuh kejutan. Namun kita tentunya tidak boleh membandingkan berdasarkan subjektivitas kita saja. Toh di akhir novel ini tetap menyimpan kejutan-kejutan yang tak terduga.
keren banget. kalo liat covernya sih pertamanya males baca buku kaya gni. abis terkesan kaya berraaaattt banget. tapi, setelah dibaca [berhubung harga terjangkau..hehehe..promosi:] ternyata ni buku ga sesusah keliatannya. bahasanya ga berat, gampang banget buat ngerti apa yg diceritain. endingnya juga ga terduga. pokoknya keren lah. hehehe .. ^^
Meski untuk saya, misteri ceritanya terbaca, tapi adanya sosok bayangan The Half Mask dan kejutan di bagian akhir cerita di luar dugaan. Kejutan yang masih menyimpan misteri, sehingga wajar jika sekuelnya sangat dinantikan.
Sempet lupa, tokoh yang baik itu Karl atau Rheme, wkwkwk. Action-nya lebih berasa di buku kedua. Sama agak bingung dengan proses penyamaran Daniel. Btw, thanks to Mbak Sinta yang udah minjemin bukunya. :D