Every Silence Has A Story - Cerita dalam Keheningan
Zaira, tokoh utama dalam cerita ini telah melewati berbagai tahap kehidupan. Mulai dari bergelimangan harta, ketenaran sampai pada titik yang paling kehilangan akal sehatnya. Pada saat manusia kehilangan harapan maka yang ada hanya kepasrahan. Lebih baik mati daripada hidup tanpa harapan. Tapi, apa jadinya jika upaya mendapatkan kematian itu pun tak lagi bisa dilakukan?
Takdir berbicara. Tuhan ada di hati kita. Semoga kita semua tidak lupa pada hati nurani dan berhenti mencari karena dengan mencari kita tidak menemukan apa-apa. Dengan kepasrahan, dalam keheningan, Zaira justru menemukan kebenaran yang hakiki dan persahabatan dengan Tuhan Novel ini pada hakikatnya mengajak kita semua untuk memahami bahwa dunia ini bisa menjadi tempat yang lebih nyaman untuk dinikmati. Bahwa di balik semua perbedaan-perbedaan yang ada, semua manusia sebetulnya sama. Mengubah pandangan kita terhadap segala bentuk cobaan dan penderitaan. Mengantarkan kita pada kehidupan yang lebih sederhana. Begitu sederhananya, sehingga dalam keheningan sekalipun kita mampu mendengar dan belajar mengenai kehidupan yang sejati.
Novel ini terdiri dari dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Dijilid dalam satu buku dengan tampilan dua sisi.
Zara Zettira Zainuddin Ramadai (lahir di Jakarta, 5 Agustus 1969) adalah seorang penulis dari Indonesia. Sebelumnya Zara pernah berkarier sebagai model dan aktris sebelum akhirnya memilih menjadi penulis.
Karier kepenulisan Perempuan berdarah Minangkabau-Jawa-Tionghoa ini mulai aktif menulis sejak umur 12 tahun setelah memenangkan lomba menulis pada sebuah majalah remaja. Sampai saat ini Zara telah menulis sekitar 10 buku yang diterbitkan oleh Gramedia. Selain itu Zara juga menerjemahkan buku cerita remaja dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia, semisal Sweet Valley Highs dan Girl Talks. Saat ini Zara aktif sebagai penulis skenario, lebih dari 1000 skenario sinetron dan film televisi telah dibuatnya.
Karier model Zara memulai kariernya sebagai model setelah meraih berbagai prestasi di antaranya sebagai pemenang Putri Photogenic pada Pemilihan Putri Remaja 1985, runner up GADIS Sampul 1987, Putri Kampus 1989 hingga None Jakarta Pusat Favorit 1989. Setelah pindah ke Kanada, praktis aktivitasnya sebagai model terhenti.
Kehidupan pribadi Zara menikah dengan Zsolt Zsemba, lelaki kelahiran Hungaria dan berkewarganegaraan Kanada pada tahun 1990. Mereka dianugerahi dua orang anak Alaya Eva Ramadi Zsemba dan Zsolt George Zainuddin Zsemba. Saat ini, Zara dan keluarganya menetap di Toronto, Kanada. Pada tahun 2009 pernikahan Zara dan warganegara Kanada tersebut berakhir dengan perceraian. Zara selanjutnya kembali ke Jakarta, Indonesia pada tahun 2010.
Sutradara Sinetron Cinta di awal Tiga Puluh (IVM,1998) Cinta Dara Kembar (RCTI,1998) Ketika Cinta Harus Memilih (IVM,1998) Cintailah Daku (SCTV,1998) Janji Hati (SCTV,1999) Jangan Ucapkan Cinta (RCTI,1999-2000) Cinta (RCTI,1999) Cinta Tak Pernah Salah (RCTI,2000-2001) Menjemput Impian (SCTV,2001) PadaMu Aku Bersimpuh (RCTI,2001) Kabut Sutra Ungu (IVM,2002) Petualangan Si Roy (SCTV,2002) Alung (RCTI,2002) Mahligai Di Atas Pasir (IVM,2002) Kemilau Kemuning Senja (IVM,2003) Vanya (Trans TV,2003-2005) Disini cinta pertama kali bersemi (Indosiar,2004)
Zaira mencoba mendengar. Suara dalam keheningan. Berhenti bicara. Berhenti bergerak. Juga berhenti melakukan. Dia hanya duduk. Diam. Mendengar. Itu saja.
Hiduplah karena kau ingin hidup, bukan hanya karena kau memang masih harus hidup... Karena ada begitu banyak hal yang akan kau temukan di perjalanan menuju nanti.. Toh indah dan buruk hanya bergantian saja dalam menjaga hidup ini.. Selayaknya kau yang harus mampu membuat hidup melepas topi kesombongannya.. Dan jangan sampai hidup yang membuat kau tunduk lemah tak berdaya..
This book is bilingual, and it is therefore quite thick and pricey compared to other Indonesian book. Different with her other book, this book fits to be categorized more as a spiritual book rather than as a fiction. This story tells a tale of a girl in search of a meaning of life. Her ups and downs in search of meaning ends in a spiritual journey that brought fullfilment and contentment in her life.
Judul: Every Silence Has A Story Penulis: Zara Zettira ZR Penerbit: Esensi, Erlangga Group Editor: Nadia L Hasan, Theresia Vini S Kategori: Fiksi Bahasa: Inggris dan Indonesia Edisi: Soft Cover ISBN: 97890334502 Hal: 648 Harga: Rp 109.000,-
"In silence, there is a story of miracles. In silence, you will find many things you won't find in searching..."
Zara Zettira ZR, saya pertama kali mengenal tulisannya lewat Rasta & Bella, buku hasil kolaborasi bareng Hilman. Waktu masih di bangku SD dan SLTP, saya sering membaca cerita pendek dia di berbagai majalah remaja. Beberapa kali juga meminjam novel karyanya di perpustakaan dekat sekolah. Setelah sekian lama tidak mendengar namanya di dunia kepenulisan, kali ini saya berkesempatan membaca karyanya kembali lewat buku bertajuk Every Silence Has A Story, sebuah buku yang mengangkat kisah nyata tentang perjalanan hidup sang penulis sendiri.
Zaira Ramadhani, seorang gadis yang lahir dari keluarga kaya dan terhormat. Dia menetap di sebuah pavilion mewah bersama keluarga besarnya, keluarga seorang petinggi partai pilitik yang juga bisnisman, keluarga yang terdiri dari berbagai ras, suku, culture dan kepercayaan. Dengan tumpukan harta yang dimilikinya, Zaira kecil berangkat ke sekolah dengan gonti-ganti mobil, menyesuaikan dengan warna pita dan seragamnya. Zaira sangat beruntung memiliki seorang ayah yang sangat mencintainya lebih dari dirinya sendiri. Namun sayang, luka di masa lalu membuat ibunya selalu menjaga jarak dan bersikap sinis padanya.
Kehidupannya berubah sejak sang kakek meninggal. Keluarganya berantakan, satu persatu mobilnya hilang, brankas penyimpanan uang dirampok, bahkan rumahnya disita. Dengan keterbatasan ekonomi, keluarga Zaira memutuskan untuk pindah rumah ke pinggiran sungai di daerah Jakarta Selatan. Di rumah mungil itulah dia mulai menulis, mengikuti kata hati. Cerpen pertamanya menang lomba di sebuah majalah. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari rumahnya untuk melanjutkan sekolah, bekerja part time sekaligus mengejar mimpinya.
Zaira kini tumbuh menjadi wanita karier yang di naungi dewi fortuna. Seorang penulis terkenal, seorang model berbakat, juga seorang creative director di sebuah perusahaan periklanan. Namun, di tengah puncak kejayaannya dia kembali kehilangan sang ayah yang pergi setelah berjuang melawan kanker. Hidupnya tak lagi normal, dia hampir gila dan beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidupnya, hanya agar bisa berjumpa dengan ayahnya. Sampai suatu hari dia bertemu Jody, laki-laki yang banyak memiliki kesamaan dengan figur ayahnya, laki-laki yang membuatnya selalu tertawa, laki-laki pertama yang menyentuhnya, laki-laki yang melecut semangatnya untuk hidup dan laki-laki yang membuatnya jatuh cinta.
Well, saya sedikit kecewa ketika mengetahui buku ini bukan pure novel, ternyata hanya catatan perjalanan hidup yang minim dialog. Padahal sebagai novelis, akan lebih baik jika buku ini berbentuk novel fiksi, inspirasinya dari pengalaman pribadi sang penulis. Awal membaca saya sudah merasa bosan, karena ceritanya monoton hanya mengeksplor satu tokoh. Selain itu alurnya juga melompat nggak beraturan, menuntut pembaca untuk fokus mengikuti jalan ceritanya. Untungnya, gaya bahasanya ringan dan lugas, ngga perlu mikir untuk bisa menikmati ceritannya. Oia, buku ini terbit dari dua bahasa, jadi kita bisa memilih, prefer bahasa Indonesia atau sekalian belajar bahasa Inggris.
Buku ini berbeda dengan buku biografi sejenisnya. Biasanya sih ya, buku perjalanan hidup yang pernah saya baca sering jadikan sebagai alat pencitraan. Menceritakan kehebatan tokoh, keluarga tokoh dan nilai positif lainnya. Jarang ada penulis yang bersedia mengungkapkan kehidupannya sedalam ini. Penulis tidak hanya mengangkat sisi positif, tapi juga sisi negatif. Sebut saja konflik keluarga, perseteruan dengan ibunda, sampai hamil luar nikah.
Kelebihan lain, penulis tidak sibuk cerita kehidupan pribadinya tapi juga mengeksplor beberapa lokasi setting. Penulis meracuni pembaca bahwa pulau Dewata Bali adalah tempat tinggal yang sempurna dengan pantai berpasir putih, sungai-sungai berarus deras sampai ketentraman dan kedamaian yang di ciptakan. Aaaah.. saya jadi pingin liburan ke pantai, mendengarkan suara deburan ombak dan angin laut menerpa wajah. Buku ini juga sarat nilai spiritual, mengajarkan kita bahwa dalam keheningan dan kepasrahan, kita bisa merasa kiandekat dengan Sang Pencipta. Hidup akan terasa jauh lebih ringan dan mudah jika kita sabar dan berserah diri. Kira-kira itulah esensi yang di sampaikan penulis.
Satu quote yang paling membuat saya speechless: "Dalam keheningan, kami saling mendengar hati nurani masing-masing hingga kami mendengar suara itu. Suara yang tak bisa diterjemahkan dalam kata-kata dalam bahasa apapun. Karena suara itu terlalu murni. Suara cinta"(hlm 239)
Title: Every Silence Has A Story / Cerita Dalam Keheningan Author: Zara Zettira ZR Publisher: Esensi, Erlangga Year: Price:
Frankly speaking, I had no idea how Zara Zettira writes, in terms of writing styles. I only know her as the translator of several English books here in Indonesia. My aunt was the one who owned this book, and while I stayed over at her place, I decided to give the book a shot. The synopsis on the back of the cover was pretty interesting and the fact that the book was originally written in English drew my attention. The book actually comes with an Indonesian version as well, but I prefer reading it as it was originally inteded to be.
The story mainly revolves around the life of a girl, then woman, named Zaira Ramadhani, who grew up in a multi-religion family. Because of her upbringing, she doesn't hold onto a certain religion but her faith towards the One is firm -- that is until her father, to whom she is very attached, dies. Thus happens conflicts within herself and she begins to doubt her faith. She finally finds the replacements of her father in a friend of a friend, named Jody. A long story made short, love blossoms between the two but their relationship is somewhat awkward and distant.
Now, I never had a thing for psychological novels. They're just too heavy for my liking. So, this book, being all dark and gloomy from the very beginning, started off on the wrong side of my preference. By the end, I was so full of the overly angst characters that I regretted reading it at all.
The main character is understandable, but not tolerable. The author describes her in an odd way: she has an IQ of 159, but the way she narrates the story sounds like an undeveloped twelve-year-old with no sense of wit and humor, and not even a trace of sarcasm you'd expect from someone with such a gloomy past. Her use of vocabulary does not reflect someone intelligent, definitely does not describe someone who's supposedly a good writer, and fails to connect with the readers throughout the most emotional moments. The author tends to jump from one topic to another, making the story confusing and leaving the readers feeling that the story is dragged out too long.
By the end of the story, I didn't get the meaning of it at all. It was as if I read a lengthy stretch of pages just to ask, "So? What's your point?" I'm sure the author wanted to make it a bit dark and edgy, but I think she dragged it out way too long and the climax didn't really get there. I agree with another reviewer's opinion that the story was way too monotonous.
I'm giving it a 3 / 5 because I have to give props to the author for writing what seemed to be her biography and in English! That's a rare feat for professional writers here in Indonesia.
Well...buku yang mengasyikan untuk dibaca dan membuat kita ikut berpikir dimana beberapa pikiran sewaktu membaca buku Mba, ingin sekali saya tuangkan disini (mudah-mudahan Mba tidak berkeberatan) : 1. Di halaman 2, Mba menuliskan senang menulis karena tulisan itu mempunyai struktur dan Mba juga seseorang yang terstruktur. Tapi kalo dilihat pada buku ini, memang (seperti yang Mba juga akui) kalo jalan pikiran Mba melompat2 dimana jalan atau alur tulisan juga menjadi melompat2. Kadang saya harus kembali ke awal-awal halaman sebelumnya untuk mengsinkronisasikan atau mengetahui hubungan ataupun latar belakang bagian cerita yang sedang menjadi saya baca. 2. Saya setuju dengan pendapat Mba tentang cinta, dimana Mba menulis cinta yang Mba ingingkan adalah cinta yang datang atas dasar perbedaan. Dan saya juga setuju dengan hal pendukung konsep pikiran itu seperti kutub magnet yang berbeda saling tarik menarik. Tapi yang menjadi pemikiran saya juga, kita sebagai manusia sebagai makhluk sosial dan juga seperti makhluk hidup lainnya mempunyai sifat dasar untuk cenderung hidup berkomunitas dimana komunitas itu biasanya atas dasar kesamaan. Dan cinta seperti ini lah yang banyak terdapat di kalangan masyarakat kita khususnya kalangan masyarakat menengah ke atas. Bagaimana pendapat mba atas hal ini? Apakah bisa dikatakan bahwa cinta yang berangkat dari kesamaan adalah cinta semu ? Karena mungkin cinta yang berdasarkan kesamaan juga lahir dari konsep keseimbangan tetapi dari arah pandangan yang berbeda. Keseimbangan dalam hal ini diartikan seimbang atau sama dalam beberapa aspek/hal seperti status, bibit bebet bobot, dsb. 3. Selain Cina yang sangat menjunjung tinggi asal usul, sebenarnya Bangsa Indonesia juga melakukan hal yang sama kepada rakyatnya. Bangsa Indonesia juga menanamkan semangat cinta dan bangga akan tanah air dari kita sejak kecil sampai kita kerja. Seperti adanya pelajaran PMP, Sejarah, Penataran P4 sampai Upacara yang dilakukan tiap hari senin. Akan tetapi mengapa memang tidak ditemukannya komunitas Indonesia atau Indonesia Town seperti yang ditulis oleh Mba dalam bukunya, saya menduga mungkin juga karena Cina berpaham komunis sehingga tidak atau kecil nya gap antar rakyatnya, sedangkan Indonesia gap nya lebih besar dan masyaraktnya cenderung bersifat follower, bukan inventor seperti halnya rakyat Cina. 4. Apakah saya bisa menyimpulkan bahwa esensi dari buku ini adalah ajakan untuk mencoba mendengarkan orang lain, merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, dan melihat melalui pandangan orang lain?
I didn't actually read both side of the book, because it is written in English and Indonesian. I only read the English version.
At first, I was a bit bored with the story. It was too monotonous. Only about a little girl living with her filthy rich family, have a wonderful life but didn't get much attention from her mother.
But, by the end of the first chapter it gets more and more interesting. Zaira, the main character, starts to experience things like magic and her discover of writing. She started to write following her friend's, Ali, suggestion. He said that Zaira should write all her thoughts, so that her mind won't explode. Because she thinks too much. She has way too many problem solving in her head. She grew up to be a great author of best selling books, a model and also a producer.
But when she loose her father. She felt as if it was the end of her life. She didn't feel love anymore, she didn't even feel anything at all. Even just the taste of food. It was until one day when she met Jody. He was a friend of Zaira's best friend, Linn. They became so close and have a nice love story. Jody has so many similarities with Zaira's father. She didn't realize that she always compared Jody with his father. It hurts Jody. So they were separated, even though they still really love each other.
One day, Zaira was really tired of all the condition in her life, tired of the problems, tired of keep losing love in her life. She then ask God to give her solutions. She then heard a voice inside her, telling her to stop everything else and start to listen. Listening to everything around her. She remains silent for months. This made Jody and her friends worried. People think she went crazy. Even her mother, who she thought never care enough, came to see her. And her grandma too, who really loved her came to see her. Jody felt that this was all his fault, her silence and her insanity. But then when she at last talked to him, he knows what actually happened.
It is a really good and interesting story. The author wrote it nicely. I kind of admire the way she writes. I never actually read any of Zara Zettira's novel, but this one was really good.
Pengalaman membaca buku ini (versi Bahasa tentunya) memberikan semacam insight baru bagi saya. Pengalaman long-range reading dengan Cerita Dalam Keheningan ini membawa saya pada pengalaman bertutur yang apik dan terstruktur dengan rapi. Tentu bukan suatu hal yang mudah untuk menghasilkan karya seperti ini. Saya bisa membayangkan bagaimana jalan pikiran sang penulis yang memang sudah terlatih sehingga menghasilkan karya yang demikian ini.
Cara penulisan yang semi-otobiografi membuat setiap paragraf selalu menarik untuk disimak. Setiap kalimat tersambung dengan rapi. Jalinan antara kata dengan kata, kalimat per kalimat, paragraf dan paragraf terstruktur dengan rapi dari awal cerita hingga Zaira mengakhiri ceritanya, dalam keheningan.
Personally, saya suka cara @ZaraZettiraZR menuturkan cerita dari sudut pandang seorang Zaira. Zaira kecil yang hanya tahu bahwa cinta sejatinya hanya ada pada kasih sayang ayahnya. Perjalanan hidup Zaira yang penuh gemerlap kesuksesan hingga akhirnya menepi pada satu cinta yang ditemukannya. Lebih jauh, mengajarkan tentang bagaimana berdamai dengan masa lalu dan menemukan diri sendiri dalam keheningan. Hanya dalam keheningan.
At the end, saya hanya bisa berkomentar: What a tough story!
I have to say salute to ZZZ, Indonesian writer that makes good reads for a novel. And it amaze me she make it in 2 languages in 1 book.. like buy 1 get 1 free. I like the story with its complicated way. Can't say more.. Just READ IT!!!!
"Novel ini adalah renungan perjalanan hidup pribadi penulis yang dipadu dengan kekuatan imajinasi yang majis."
Begitu yang tercantum pada cover novel ini. Novel ini berkisah tentang perempuan bernama Zaira. Sejak ia baru mulai mengenal dunia, hingga menjelma menjadi wanita dewasa yang sukses dalam karir. Kemudian cobaan datang menerpa..
Jujur saja, 100 halaman pertama saya cukup bosan membacanya. Karena ada banyak pengulangan, perumpamaan dan alur yang melompat ke sana sini. Tapi memasuki halaman 150an, saya mulai bisa menikmati jalan ceritanya. :)
Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan renungkan. Salah satunya, hidup adalah yang sedang terjadi sekarang. Bukan di masa lalu, bukan juga di masa mendatang. Rasakanlah kehidupan itu dan cobalah mensyukurinya.
Novel ini memiliki 2 versi bahasa, Indonesia dan Inggris dalam 1 buku. Unik.
PS : Buku ini adalah pemberian dari mbak Truly. :)
di bab pertama novel ini gak ada yang menarik, hampir aja nyerah dan gak mau lanjutin lagi. tapi semakin dibaca ternyata semakin menarik ceritanya. dan dari banyak buku yang ngungkapin 'the people just see what they want to see' I don't know why, I find the real meaning in this novel.
Saya baca buku ini longkap-longkap, karena sudah takut duluan lihat tebalnya. Tapi begitu dibaca, saya langsung jatuh cinta dengan cara Mbak Zara bercerita dalam novelnya ini.
since it's a semi-autobiographical book,the emotions inside it feels really personal and real. some i could relate to,some i could not.being very dark and gloomy at the beginning, when it comes to the end, there's like little enlightenment for the complex emotion of the main character.i like it because the emotions feels semi-realistic and i like that the character had gone through such deep contemplation to find what's really meaningful for her life.