Jump to ratings and reviews
Rate this book

Verhandelingen van het Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde #23

Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung

Rate this book
Buku ini, yang merupakab salah satu karya H.J. de Graaf tentang sejarah Mataram, secara khusus menyoroti masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) dan sedikit mengenai pendahulunya, Penembahan Seda-ing-Krapyak (1601-1613).

Diungkap bahwa, dengan politik ekspansi Sultan Agung, Mataram berhasil melebarkan radius kekuasaan dan pengaruhnya. Upaya menghalau VOC, misalnya, meskipun gagal, telah menimbulkan rasa hormat para penguasa pribudi di luar Jawa.

Juga ditunjukkan betapa peralihan kekuasaan merupakan masalah besar bagi raja-raja Jawa. Datangnya masa suksesi berarti suatu krisis. Pergolakan yang menyangkut putra mahkota Sultan Agung banyak mengungkapkan kecenderungan tersebut.

481 pages, Unknown Binding

First published January 1, 1958

10 people are currently reading
135 people want to read

About the author

H.J. de Graaf

18 books9 followers
Hermanus Johannes de Graaf

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (30%)
4 stars
27 (45%)
3 stars
12 (20%)
2 stars
3 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 8 of 8 reviews
Profile Image for Faisal Chairul.
268 reviews17 followers
December 14, 2021
Rasa penasaran dan keinginan utk mendapatkan gambaran yg utuh menggiring gw menyelurusi sejarah hingga masa Kesultanan Mataram. Bingung? Pasti 😂 Setelah sedikit demi sedikit mendapatkan gambaran yg diinginkan, rasa bingung itu terbayar lunas oleh rasa puas.
.
Ceritanya bermula seperti ini.
Semua penelusuran ini bermula dr pertanyaan sederhana, 'proses politik seperti apa yg menyebabkan Indonesia (bisa) terjajah oleh Belanda?'. Kalau diperhatikan, kata kuncinya adalah 'proses politik' dan 'terjajah'.
.
Pertama, 'terjajah'. Apakah sejak awal Belanda sdh berniat menaklukkan wilayah baru (Indonesia)? Seberapa besar kemungkinan bhw mrk sebenarnya awalnya hny ingin berdagang (dan berlanjut ke monopoli perdagangan) demi kepentingan persediaan kebutuhan pemberontakan terhadap Spanyol (1566-1648), kemudian krn perkembangan situasi politik satu dan lain hal di Indonesia, mrk memanfaatkannya lebih jauh?
.
Pertanyaan tsb menggiring ke kata kunci kedua, 'proses politik'. Jika kemungkinan kalau pd awalnya mrk hny ingin berdagang tp kemudian perkembangan politik yg ada membuat mrk mampu memanfaatkannya cukup besar, proses politik spt apa yg melatarbelakangi terjajahnya kita saat itu?
.
Menelaah sistem politik Jawa saat-saat awal perjalinan hubungan VOC menjadi penting. Dlm buku Negara dan Kekuasaan di Jawa Abad XVI-XIX karya Soemarsaid Moertono yg sdh diulas sblmnya, diceritakan klo sistem politik berpangku pd individu seorang Raja, yg melandaskan kekuasaannya berdasarkan pemahaman magis-religius masyarakat Jawa saat itu. Lantas, bagaimana Raja menggunakan kekuasaannya menjadi faktor penting berikutnya yg perlu ditelusuri.
.
Oleh karenanya, mau tdk mau, penelusuran demi penelusuran membawa kita mundur ke belakang utk mempelajari seluk beluk pemerintahan Kesultanan Mataram terlebih dahulu. Bagaimana ambisiusnya Sultan Agung utk menaklukkan seluruh wilayah Jawa, termasuk upaya menaklukkan Batavia yg waktu itu merupakan lokasi Pemerintah Tinggi Belanda. Bagaimana ia menggunakan segala macam cara, termasuk lobi-lobi politik dgn Gubernur Jenderal Belanda. Semuanya diceritakan scr lengkap dlm buku ini, walaupun terasa sedikit bias, penulis mengacu pd Babad maupun sumber2 Belanda.
Profile Image for Abrar Rizq.
28 reviews
October 14, 2025
The third volume of de Graaf's Javanology and by far the longest, most complex, but also the most fun to read despite de Graaf's undeniably astute analytical skills. What is new from the previous series is that this book is a new gateway to the VOC touch that will take the reader to Dutch sources as a counterpoint to the semiotic Javanese manuscripts. So that rationalization can work as well as possible. This third book begins with the short reign of Seda ing Krapyak in Mataram and continues with the reign of Sultan Agung from the beginning of his tenure until his death. The relationship with the VOC, the Portuguese and other countries is explained. The conquests of Sultan Agung that made him worthy of the name, despite his failure in Batavia, are also described. From this book, I realized that Sultan Agung was indeed an ordinary man who happened to be ambitious. He had a side that I felt was very dilapidated but also firm and fair. However, he was neither a prophet nor a purely bad ruler.
Profile Image for Michael Sujono.
26 reviews51 followers
November 2, 2017
Ini merupakan buku pertama yang saya baca dari kesuluruhan seri yang ditulis de Graaf. Pada pembahasan awal berbicara mengenai Panembahan Seda Ing Krapyak yang menjadi tokoh di antara Panembahan Senapati dan Sultan Agung. Dalam buku ini secara jelas de Graaf mengungkap upaya penaklukan seluruh Jawa oleh Sultan Agung dari penyerangan ke kota-kota pesisir hingga upaya penaklukan Blambangan. Hubungan dengan kompeni yang pasang surut menjadi titik paling menarik, terlebih ketika kompeni memberi hadiah berupa beberapa unit meriam yang akhirnya digunakan oleh orang Mataram untuk mengepun Batavia itu sendiri.
Profile Image for Truly.
2,764 reviews13 followers
July 24, 2022
Bagi saya yang bukan pembaca buku sejarah, buku ini terbilang bisa dinikmati dengan mudah. Berbagai informasi sejarah disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan, mudah dipahami, dan tidak bermaksud menggurui dengan memjejalkan aneka informasi sejarah.

Terlepas dari pro dan kontra, sosok beliau bisa dikatakan menjadi inspirasi bagi penguasa di luar Jawa. Meski gagal, idenya membentuk lumbung persediaan padi bagi pasukannya, merupakan salah satu inovasi dalam upaya melawan VOC. Bangaimana bangkai binatang dibuang ke sungai yang mengalir ke Batavia, merupakan ide cerdik!
1 review
April 1, 2020
Good books
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Rafli Riansyah.
20 reviews1 follower
February 22, 2021
Buku ini menghancurkan bayangan saya bahwa Sultan Agung adalah pemimpin benevolent, bagus untuk menambah wawasan sejarah Jawa dan tentunya, buku mengganti bayangan anda tentang Raden Mas Rangsang.
Profile Image for Leli.
65 reviews65 followers
Want to read
March 27, 2012
skimming dulu, akan ditransfer ke pakde nanto.
Displaying 1 - 8 of 8 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.