Sulit sekali bagi Vanessa untuk menerima kenyataan bahwa ayahnya hanyalah seorang penjual abu yang mati ketabrak mobil Pak Balam, dan dirinya lalu dibesarkan laki-laki itu sebagai penebus dosa. Kori, Robby, serta ibu mereka sama sekali tidak setuju dengan tindakan Pak Balam. Akibatnya, mereka semua memusuhi Vanessa. Terlebih setelah Pak Balam mengangkat gadis itu sebagai ahli waris utama, semua orang berkomplot untuk melenyapkannya. Namun Venessan tidak tahu apa-apa itu lebih sibuk memikirkan cinta yang tak pernah singgah dalam hidupnya.
Kasandra, calon ipar Kori, juga mengalami masalah yang sama. Prem, Louis, dan Roger cuma melintas sepintas dalam hidupnya, lalu pergi lagi. Hatinya dipenuhi kengerian, jangan-jangan dia memang terkutuk, setiap laki-laki yang mencintainya pasti akan jatuh sebagai korban. Ketika cinta bersemi kembali, Kasandra menjadi takut, dan berlari menjauh. Keraguan menderanya. Apakah akan diterimanya cinta itu? Sanggupkah dia menerima akibatnya seandainya laki-laki itu menjadi korban yang keempat?
Alisha lebih bulat tekadnya daripada Kasandra, dia tidak ingin kawin untuk selamanya, setelah dicampakkan calonnya. Abangnya dulu melakukan hal yang sama terhadap Siska, membuat Johny, abang Siska, menyukurinya. "Rasain si Kris! Sekarang adiknya sendiri ditinggalkan calon suaminya!" Namun tak disangka, calon suami yang berkulit badak itu ternyata masih mengejar-ngejar Alisha! Alisha menjadi geregetan dan mencoba meloloskan diri, sementara laik-laki itu bersumpah takkan melepasnya lagi.
Marga Tjoa (born 27 January 1943) is an Indonesian popular romance and children's literature writer better known by the pen name Marga T. One of Indonesia's most prolific writers, she first became well-known in 1971 for her serial Karmila that was published as a book in 1973 and later made into a film.
Sepertiny saya kurang cocok dengan buku seperti ini. Berasa nonton sinetron kejar tayang yang dipanjang-panjangin atas nama membuat penasaran pembaca. Semacam itulah maksudnya. Mungkin bagi yang lain cocok, buku kan begitu. Jodoh pembacanya masing-masing. Walau demikian, nama besar Marga T bisa menjadi jaminan akan keunikan sebuah kisah.
Yang suka aku baca sih cuma ceritanya Kasandra sama Erik. Meskipun latar belakang konfliknya nggak masuk akal, takut si cowok kena sial jadi nggak mau dikawinin. Udah gitu dia biarin anaknya nggak punya bapak cuma gara-gara itu. Aneh banget. Tapi harus aku akui chemistrynya dapet banget. Cerita tentang Alisha yang jadi korban pemerkosaan itu juga lumayan. Tapi cerita tentang Vanessa...sinetron banget. Saking malesnya abaca aku sampai nggak inget romancenya dia sama Nemesio gimana. Yang asik dari Marga T tuh dia suka bikin nama-nama tokoh yang keren. Alisha Koli, Kasandra Kuret, Nemesio Kuret, Ishtar Hadiz, Klesia, dll. Tp kenapa nama belakangnya selalu pakai istilah kedokteran ya? Apa karena Marga T terlalu cinta profesi dokternya? Yang g enak Alisha Koli tuh. Namanya kayak bakteri Entamoeba Coli. Hehehe...