Jump to ratings and reviews
Rate this book

Yang Hilang dari Kita: AKHLAK

Rate this book
Moral yang dipraktikkan dan diajarkan oleh leluhur bangsa kita, demikian juga yang diajarkan oleh agama, tidak lagi terlihat dalam kehidupan keseharian kita. Ia telah hilang, padahal ia adalah milik kita yang paling berharga lagi sangat dihargai orang lain. Ada sesuatu yang hilang dari kita, terutama dari orang-orang yang mestinya menjadi teladan.

Betapapun jika kita berkata, "Yang hilang dari kita," kata kita di sini bukan menunjuk pribadi (Anda atau Dia), tetapi menunjuk masyarakat kita sebagai Muslim atau sebagai bangsa atau sebagai umat manusia. Umat Islam tidak mencerminkan ajaran Islam di tengah masyarakat.

Dalam buku ini, dihidangkan sebagian kecil dari nilai-nilai akhlak Islami. Ini bukan saja karena nilai-nilai akhlak Islam amat banyak yang tidak mungkin dijangkau oleh buku ini, tetapi dengan memperhatikan satu-dua dari nilai-nilai yang dihidangkan itu dapat mengantar seseorang berakhlak luhur yang akhirnya mengantarnya ke surga.

320 pages, Paperback

First published September 1, 2016

45 people are currently reading
408 people want to read

About the author

M. Quraish Shihab

81 books438 followers
Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab, MA adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Qur’an dan mantan Menteri Agama pada Kabinet Pembangunan VII(1998).

Ia dilahirkan di Rappang, pada tanggal 16 Februari 1944. Orangtua Quraish Shihab adalah Bapak Abdurrahman Shihab dan Ibu Asma Aburisyi. Quraish adalah putra ke-empat dari 12 bersaudara. Tiga kakaknya, Nur, Ali dan Umar serta dua adiknya, Wardah dan Alwi Shihab, juga lahir di Rappang. Tujuh adik lainnya yaitu Nina, Sida Nizar, Abdul Mutalib, Salwa dan adik kembar Ulfa dan Latifah, lahir di Kampung Buton.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits Al-Faqihiyyah.

Pada tahun 1958 Ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di kelas II Tsanawiyah Al-Azhar. Tahun 1967, dia meraih gelar Lc (S-1) pada fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir dan Hadits Universitas Al Azhar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di fakultas yang sama dan pada tahun 1969 meraih gelar MA untuk spesialisasi bidang Tafsir Al Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz Al-Tasyri’i li Al-Qur’an Al-Karim.

Sekembalinya ke Ujung Pandang, Quraish Shihab dipercaya untuk menjabat Wakil Rektor bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ujung Pandang. Selain itu, Ia juga diserahi jabatan-jabatan lain, baik di dalam lingkungan kampus seperti Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah VII Indonesia Bagian Timur, maupun di luar kampus seperti Pembantu Pimpinan Kepolisian Indonesia Timur dalam bidang pembinaan mental. Selama di Ujung Pandang, Ia juga sempat melakukan beberapa penelitian; antara lain, penelitian dengan tema “Penerapan Kerukunan Hidup Beragama di Indonesia Timur” (1975) dan “Masalah Wakaf Sulawesi Selatan” (1978).

Quraish Shihab menikah dengan Fatmawaty Assegaf pada 2 Februari 1975 di Solo. Mereka dikaruniai lima orang anak, Najelaa, Najwa, Nasywa, Ahmad dan Nahla. Najelaa menikah dengan Ahmad Fikri Assegaf dan memiliki tiga anak, Fathi, Nishrin dan Nihlah. Putri kedua, Najwa Shihab menikah dengan Ibrahim Syarief Assegaf dan memiliki dua orang anak, Izzat dan almarhumah Namiya. Putri ke tiga Nasywa, menikah dengan Muhammad Riza Alaydrus, dan memiliki dua orang putri, Naziha dan Nuha. Ahmad Shihab, satu-satunya anak laki-laki dari Quraish Shihab, menikah dengan Sidah Al Hadad.

Tahun 1980 , Quraish Shihab kembali ke Kairo dan melanjutkan pendidikan di almamater lamanya. Tahun 1982 Ia meraih doktornya dalam bidang ilmu-ilmu Al Qur’an dengan disertasi yang berjudul Nazhm Al-Durar li Al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah, Ia lulus dengan yudisium Summa Cum Laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma`a martabat al-syaraf al-’ula).

Sekembalinya ke Indonesia, sejak 1984 Quraish Shihab ditugaskan di Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Selain itu, di luar kampus, Ia juga dipercayakan untuk menduduki berbagai jabatan. Antara lain: Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (sejak 1984); Anggota Lajnah Pentashbih Al Qur’an Departemen Agama (sejak 1989); Anggota Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional (sejak 1989).

Quraish Shihab juga banyak terlibat dalam beberapa organisasi profesional; antara lain: Pengurus Perhimpunan Ilmu-Ilmu Syari`ah; Pengurus Konsorsium Ilmu-Ilmu Agama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; dan Asisten Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ini, Quraish Shihab aktif menulis artikel, buku dan karya-karyanya diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati. Salah satu karanya yang terkenal adalah Tafsir al-Mishbah, yaitu tafsir lengkap yang terdiri dari 15 volume dan telah diterbitkan sejak 2003.

Selain sebagai penulis, sehari-hari Quraish Shihab memimpin Pusat Studi al-Qur’an, lembaga non profit yang bertujuan untuk membumikan al-Qur’an kepada masyarakat yang pluralistik dan menciptakan kader mufasir (ahli tafsir) al-Qur’an yang profesional.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
71 (60%)
4 stars
37 (31%)
3 stars
5 (4%)
2 stars
2 (1%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 22 of 22 reviews
Profile Image for Setyo.
7 reviews7 followers
January 8, 2017
Saya sebetulnya tidak tahu kenapa saya membeli buku ini karena biasanya sudut pandang penulis dari Indonesia tidak luas. Setelah saya tahu bahwa pengarang dari buku ini adalah cendikiawan Islam yang saya kagumi karena pemahamannya yang mendalam terhadap berbagai hal, dan pada saat itu saya sedang kehilangan jati diri sebagai seorang manusia yang baik itu seperti apa, saya akhirnya membeli buku ini dan saya tidak menyesalinya.
Di awal-awal buku ini mengambil pandangan akhlak secara filosofis. Bagian ini cukup berat untuk dibaca bagi saya dan sering menutup bukunya karena harus berpikir dahulu dan saya tinggalkan untuk membaca buku yang lebih ringan. Setelah lama saya tinggalkan akhirnya saya langsung melewati ke Bab 4 tentang sopan santun. Bagian ini mulai ringan dan tak tiasa menghentikan bacaannya hingga akhir bab. Maafkan saya karena saya tidak kuat membaca bagian yang awal-awal.
Setiap subbab dari buku ini (mulai dari Bab 4 tentunya) membuat saya bercermin mengenai apa yang seharusnya dibiasakan untuk dilakukan dan dihindarkan agar kehidupan saya dengan manusia yang lain dan makhluk lainnya termasuk benda mati berjalan harmonis. Kalau boleh jujur, bukan berniat untuk merendahkan diri tapi untuk dijadikan pembelajaran, saya ternyata bukan orang yang sudah benar-benar memiliki sopan santun. Buku ini mengajarkan kepada saya apa yang perlu saya pelajari dan dibiasakan lagi agar menjadi masyarakat yang membawa keharmonisan untuk diri sendiri, dalam keluarga, dan juga bermasyarakat.
Saya menganjurkan buku ini untuk siapa saja, tidak terkecuali untuk yang non-Muslim yang bisa menerima toleransi (karena banyak hal yang dasarnya adalah Al-Quran dan sunnah). Dan khusus untuk diri sendiri, saya merasa bersyukur telah berkesempatan untuk membaca buku ini.
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,093 reviews17 followers
August 21, 2021
Sebagai manusia yang terus belajar dan memahami tentang hidup, akhlak adalah salah satu hal yang perlu dimiliki. Dengan memiliki akhlak yang baik, itu bisa berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Namun, sayangnya, terkadang manusia lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu negatifnya, sehingga tak menghiraukan lagi apakah yang dilakukannya itu baik secara akhlak dan moral. Dengan begitu, buku ini menjadi salah satu referensi supaya kita bisa berakhlak dengan baik. Meskipun saya juga merasa, saya bukan manusia sempurna yang bisa 100% selalu berakhlak baik. Tapi setidaknya, setiap tindakan yang akan saya lakukan, sebisa mungkin harus dipikirkan matang-matang supaya tidak merugikan orang lain.
Profile Image for Agusman 17An.
80 reviews2 followers
June 9, 2018
Buku #YangHilangDariKitaAKHLAH ini menyentil keadaan kita, membaca buku bercover coklat dengan tulisan Akhlak tak beraturan ini seakan mengajak kita untuk belajar bercermin. Bercermin diri bagaimana keadaan kita hari ini.

Kawan, kau tahu apa yang paling dibutuhkan oleh orang-orang berakal? Akhlak. Ya, Akhlak lah yang paling dibutuhkan oleh orang-orang berakal. Sebagaimana yang dikatakan Sayyidina Ali, "Sungguh orang-orang berakal membutuhkan akhlak, sebagaimana kebutuhan pepohonan ada air. Makanya sebagai makhluk yang dibekali akan kita wajib memiliki akhlak yang baik. Hal itu aku temui pada hal ke 23.

Hemmmm, ada begitu banyak pengetahuan baru yang kutemui di buku ini, sebab itu pula buku ini tiap lembarnya begitu menggoda, sangking banyaknya, ada puluhan tanda yang kutandai dengan post it.

Tak salah, buku ini sangat baik untuk di baca bahkan sudah menjadi keharusan demi bercermin diri. Bacalah pasti kau akan merasakan bagaimana seharusnya kita dalam menjalani kehidupan.

Ada banyak tema yang dikupas, meskipun tidak semua hal yang berkaitan dengan akhlak dikupas. Tapi apa yang tersaji di buku ini telah mewakili yang lainnya. Hebatnya lagi buku ini didukung pula dengan pendapat-pendapat filsuf terkemuka di dunia hal itu menjadi menarik kita untuk tahu lebih dalam.
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
May 29, 2019
Sebagai ulama Indonesia dan pakar tafsir Al-Qur'an, Prof DR M. Quraish Shihab telah menulis suatu karya mengenai hal yang sering dilupakan, jarang dibahas dalam ta'lim sekalipun, bahkan seakan-akan hilang dari kita semua, yaitu Akhlak. Judul buku yang ditulis ini adalah Yang hilang dari kita: Akhlak dengan desain cover buku yang simple namun menarik, penulisan kata Akhlak yang bagian huruf A dan K dibuat runtuh ke bawah, memperkuat judul buku ini tentang hal yang hilang dari kita ini.

Sepertiga awal pembahasan pada buku ini membahas mengenai akhlak dari sudut pandang filsafat dan perbandingannya dengan pandangan Islam. Pembahasan ini membuktikan bahwa beliau juga cukup paham mengenai filsafat, suatu bidang ilmu yang lumayan ribet dan memusingkan bagi banyak orang ^^.

Pembahasan inti pada buku ini adalah mengenai Islam adalah akhlak dan berbagai macam jenis & contoh akhlak yang patut dipraktekkan dengan maksimal di kehidupan. Pembahasan Islam adalah akhlak merupakan hal yang sangat penting dibahas untuk menegaskan kembali bahwa akhlak dalam Islam tidak bisa dipisahkan apalagi sebab diutus Nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak. Jadi jika ada ustadz, kiai, ulama, syaikh, atau habib/sayyid sekalipun yang memiliki ilmu yang tinggi dan rajin beribadah namun tidak memiliki akhlak yang mulia, maka ini sungguh suatu hal yang sangat miris dan menyedihkan. Jika pemimpin agamanya saja seperti itu bagaimana dengan ummat biasa yang mengikutinya?

Akhlak ada berbagai macam jenis, seperti akhlak kepada Allah, kepada Nabi Muhammad SAW, kepada sesama manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda biasa yang dianggap tak bernyawa. Semuanya harus disikapi dengan adil dan benar sesuai dengan bagiannya masing-masing.

Nilai-nilai akhlak pun ada banyak, di antara yang dibahas pada buku ini adalah mengenai keihlasan, rahmat, ilmu, membaca, kesabaran, kejujuran, amanah, kesetiaan, lapang dada, toleransi, kesederhanaan, malu, tabayyun, dan lain-lain. Semoga nilai-nilai akhlak inipun dapat dipraktekkan dengan maksimal di kehidupan kita.

Bagi saya pribadi, buku ini sangat bagus dan menarik. Semua tema dibahas dengan baik, jelas, dan cukup tuntas, walau saya mengharapkan porsi pembahasan akhlak kepada binatang, tumbuhan-tumbuhan, benda tak bernyawa, lingkungan, dan sejenisnya dibahas dengan lebih panjang dan mendalam lagi, sehingga cakupan akhlak dalam Islam benar-benar komplit dan tuntas dibahas. Buku ini tidak sempurna, tapi ini adalah buku terbaiknya Quraish Shihab dari semua buku beliau yang pernah saya baca sampai akhir Mei 2019 ini. Semakin kagum dan tanzhim kepada beliau. Semoga Allah senantiasa menjaga beliau dan senantiasa mendapatkan kesehatan dan keselamatan. Penulisan buku ini menandakan beliau sangat mempedulikan mengenai akhlak dan semoga dengan buku ini yang insya Allah banyak dibaca oleh ummat Islam, membuat kita semua dapat berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan kembali hal yang hilang ini lalu mempraktekkan berbagai akhlaqul karimah semaksimal mungkin di kehidupan kita. Aamiin.


Profile Image for Muhammad Thoriq Aziz.
13 reviews
September 15, 2019
Seringkali kita mendengar ulama Islam yang berkesempatan berkunjung ke negara yang mayoritas non muslim. Mereka menemukan akhlak luhur disana. Lalu mereka menyebut "disana ada Islam minim tauhid", atau "di sana ada Islam. Tetapi tidak ada umat islam. Serang pada masyarakat Islam ada umat islam, tetapi tiada Islam." Ini baru penilaian berdasae pada kesan umum kemudian disusul dengan penelitian ilmiah yang menemukan hasil yang sulit dinafikan, ternyata, bahwa yang unggul dalam penerapan akhlak Islam ada masyarakat non-muslim.

Seringkali kita membatasi akhlaq padahal pelaksanaan apapun termasuk ibadah sholat dan semua semua bagian rukun iman dan Islam tidak terlepas dari tuntunan akhlaq. Kita sudah sering melihat takbir yang suci tetapi ketika yang berakhlak buruk. Takbir diiringi dengan melakukan teror. Ketika sekarang di masjid bukan saja alas kaki yang hilang tetapi diperdengarkan fitnah dan penatakfiran serta dikumandangkan kritik dalam bentuk sangat tidak simpati. Bukankah itu semua menunjukkan bahwa akhlak telah hilang dari kita?

Kata hilang dalam buku ini berarti telah lenyap. Tidak ditemukan lagi sehingga diperlukan upaya sungguh-sungguh untuk mencarinya. Diperlukan sorot untuk mencari secara sungguh-sungguh dimana ia harus ditemukan. Kemudian kata kita bukan menunjuk pribadi (anda atau dia) tetapi menunjuk masyarakat kita sebagai muslim.

Buku ini salah satu buku paling dalam membahas tema akhlaq tidak hanya sekadar bagaimana cara sopan santun tetapi dijelaskan secara dalam dari akar kata akhlaq dan berbagai pendapat para ulama besar. Tidak hanya ulama para ahli sosial bahkan para filosof seperti Socrates ikut dijadikan referensi untuk memperkuat kajian akhlak dalam buku ini. Walaupun menurut saya buku ini sangat komplit dalam membahas tentang akhlaq tetapi penulis buku sangat rendah hati dan mengucapkan bahwa penulis hanya menghidangkan sebagian kecil dari nilai2 akhlak Islam. Karena bukan saja karena nilai2 akhlak Islam amat banyak yang tidak mungkin dapat dijangkau buku ini tidak juga oleh penulis.

Buku ini sangat layak dibaca terutama saat ingin tafakur bahwa apakah akhlak kita selama ini sudah Islami atau belum? Kita saat melakukan sholat sudah menggunakan akhlak belum?
Profile Image for I.
37 reviews
April 10, 2023
Dari buku ini saya dapat ambil kesimpulan bahwa akhlak yang baik itu meneladani nama dan sifat Allah subhanahu wa ta'ala pada tingkatan makhluk. Penting juga untuk menerapkannya secara tidak berlebihan atau terlalu sedikit, misal: sikap dermawan, yang jika berlebihan akan menjadikan seseorang boros dan jika terlalu sedikit akan menjadikan seseorang kikir atau pelit. Lalu ada pembahasan mengenai ihsan yang memiliki tingkatan: (1) Beribadah seakan-akan melihat Allah dan (2) Beribadah dengan menyadari bahwa Allah melihatnya. Ihsan dipersamakan sebagai dasar memiliki akhlak yang baik. Tentang pentingnya akhlak disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya." (H.R. Ahmad)

Ada hadits tentang rasa malu yang aku suka. Nabi shallalllahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Penutup aib, dan mencintai rasa malu dan sikap suka menutup aib." (H.R. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Satu lagi yang baru aku tau. Bahwa nama dan sifat Allah itu ada lebih dari 99 yang terdapat di asma'ul husna. Oleh karena itu, ada do'a populer menyangkut ini: "Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan setiap nama yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau yang Engkau cantumkan dalam kitab-Mu, atau Engkau anugerahkan (sampaikan) kepada salah seorang hamba-Mu, atau yang Engkau pilih untuk merahasiakannya di sisi-Mu."

Nah, satu lagi yang menarik. Mengenai disiplin. Dalam Islam disiplin waktu sangat ditekankan karena waktu manusia di bumi hanyalah sebentar saja, maka baiknya setiap waktunya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Tentunya hadits andalan: "Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka hendaklah ia mengucapkan yang baik atau diam saja." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Oh iya, buku ini banyak mengambil syair dari pembesar sufisme dan ada beberapa perkataan yang dinisbatkan kepada Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam, tetapi belum dishahihkan.
2 reviews
October 21, 2024
Mengawali tahun 2022, dengan udara pagi hari yang segar, ditemani kicauan burung yang indah sembari menikmati hidangan bergizi dari Prof. Quraish Shihab yang berjudul "Yang Hilang dari Kita:Akhlak". Entah mengapa, saya pribadi merasa bahwa saat ini 'akhlak' mulai hilang dari pandangan kita. Ambil contoh, Makhluk-makhluk yang sejatinya berkelebihan dan dipercaya memegang kendali kekuasaan untuk memimpin, malah mempertontonkan hal-hal yang kurang elok, antara apa yang disampaikan dengan apa yang dilakukan itu sungguh-sungguh berbeda bahkan keluar dari jalur moral yang semestinya. Ya, "Yang Hilang dari kita: Akhlak". Kata kita disini bukan hanya merujuk kepada aku, kamu dan dia. Tapi itu juga dapat merujuk pada masyarakat kita sebagai muslim atau sebagai bangsa atau sebagai umat manusia.

Dalam pembahasannya, Prof. Quraish menyajikan empat bagian utama, yaitu Akhlak, Baik dan Buruk, Islam adalah Akhlak, dan yang terakhir adalah Sopan santun. Setiap bagian beliau bahas begitu detail dengan menyertakan dalil-dalil, pandangan para filosofis atau ulama terkemuka yang tentunya mampu menghilangkan dahaga bagi yang sedang kehausan akan pengetahuan. Bagian yang amat saya sukai adalah pembahasan tentang 'Sopan santun', yang mencapai seratus delapan puluh satu halaman, dengan pembahasan terkait nilai akhlak penting dan beberapa adab penting. Tentunya hal itu perlu kita ketahui, sebagai bagian tak terpisahkan dari umat manusia yang berbangsa dan beragama.

Dalam penutupnya, Habib Quraish menyampaikan doa Nabi Muhammad Saw: اللهم كحا حسنت خلقي فحسن خلقي, yang artinya " Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah sisi luar (jasmani)-ku, maka perindah jugalah akhlak (sisi dalam)-ku.

Amin.

Sedikit yang dapat disampaikan,

Selamat membaca dan menikmati hidangan yang disajikan.
Profile Image for Eri Farid.
28 reviews1 follower
February 14, 2019
Buku ini awal mulanya saya baca as a snack diantara bacaan tafsir Al Misbah. Biasanya setelah 3 jilid buku tafsir, saya akan membeli buku ‘ringan’ untuk berekreasi sejenak dari ilmu yang padat

Turns out, buku yang ‘hanya’ 300 halaman ini saya selesaikan lebih dari 2 bulan, karena ternyata isinya juga padat

Kenapa padat? Sebab menurut saya, isi buku ini adalah ‘summary’ dari misi Al Quran terhadap manusia: untuk membantu kita menuju dan masuk ke shiratal mustaqim

Buku ini tidak bisa di gambarkan hanya dengan 1 kalimat pengantar, sebab isinya yang demikian kaya akan pengetahuan, bagaimana menjadikan akhlakul karimah menyatu dengan kita.

Menurut saya, seandainya kita belum memiliki waktu untuk mempelajari kitabNya, atau masih enggan belajar memahami kalimat Al Quran, buku tipis ini bisa menjadi pintu gerbang, dan dia akan terbuka selama kita selalu siap untuk membuka hati kita terhadap ilmu-Nya

‘Aku adalah hamba bagi yang mengajarku walau 1 huruf’ ~ Sayiyidina Ali yang digelari oleh Nabi Muhammad sebagai Bab Madinah al-Ilm/Pintu Gerbang Kota Ilmu
Profile Image for Novi Hirena.
2 reviews1 follower
March 12, 2020
Buku tentang bagaimana seharusnya akhlak baik harus ada di dalam diri seorang muslim. Banyak dari kita melupakan hal ini padahal akhlak adalah hal yang sangat penting sebagaimana Rosulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Terdapat banyak ayat Al-Qur'an dan juga kutipan Hadits yang dijadikan rujukan oleh Prof. Quraish Shihab.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk orang-orang yang setidaknya pernah belajar epistemologi karena di dalam buku ini terdapat bahasan tentang filsafat.

Saya kira ada beberapa bagian yang terkesan diulang-ulang. Namun tidak banyak. Mungkin awalnya bentuk pengertian saja dan selanjutnya menelaah lebih dalam hal tersebut. Ekspektasi saya, setelah pengertian saya ingin langsung diberikan contoh hehe.

Ini adalah buku pertama beliau yang berhasil saya baca dan selesai. Sebelumnya saya juga memang sering menonton ceramah beliau di Youtube.
Profile Image for Masrifatun Nida'.
21 reviews
December 30, 2024
Berawal dari keresahan diri terkait "akhlak" yang masih harus terus diperbaiki dan dibenahi, membaca buku ini telah membuka hati dan pikiran lebih jernih.
Pada bab-bab awal penulis menjelaskan terkait point-point judul buku secara lughowy, maknawy & filosofis, pada berikutnya mengalir terkait akhlak apa saja "yang telah hilang dari kita", hingga dituturkan mengenai akhlak kepada Allah, Nabi Muhammad, kedua orang tua, suami-istri, hingga kepada tumbuhan dan benda yang tak bernyawa.
Membaca buku ini membuka mata sekaligus menyakini bahwa penulis begitu masyhur dengan khazanah keilmuannya yang begitu luasnya.
Patut dibaca berulang hingga dapat menjadi individu penuh positive vibes yang dbermanfaat untuk pribadi dan juga orang lain tentunya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ajeng.
15 reviews2 followers
April 21, 2022
Buku terbaik yang pernah saya baca.

Membahas tentang nilai-nilai baik dalam islam yang harus kita paksakan untuk membiasakannya. Mengingatkan dan mengajak untuk melihat kembali, memperbaiki sifat-sifat dalam diri kita dengan tutur bahasa yang sangat baik.
2 reviews
May 10, 2025
"Manusia yang sempurna adalah yang berhasil mendekati sebisa mungkin sifat/akhlaknya dengan sifat-sifat Allah Yang Mahasempurna. Siapa pun yang berhasil meneladani sifat-sifat Allah, maka akan lahir dari tingkah lakunya secercah dari sifat-sifat Allah yang diteladaninya"
- M. Quraish Shihab
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books50 followers
December 28, 2023
Ini buku penting sebagai jalan menyusuri diri sendiri juga pengingat keras betapa semakin jauh kita dari akhlak yang diajarkan Kanjeng Nabi Muhammad Saw.
1 review
February 1, 2024
Buku yang membuat saya semakin tertampar, dari kelakuan sehari-hariyang selalu menempatkan diri pada pilihan yang egois,
Profile Image for Antares.
5 reviews
August 20, 2020
Buku yang membawa tuntunan bagi kita semua, baik yang tua apalagi yang masih muda. Selayaknya seorang intelelktual, Habaib Quraish Shihab memaparkan kondisi maupun gejala-gejala berdasarkan keluasan ilmu dan pemahamannya. Dalam buku ini khususnya mengenai Akhlak.

"Yang Hilang dari Kita: AKHLAK"merupakan buku pengantar tentang Akhlak yang ringkas namun mendalam. Setiap bahasannya disusun secara sistematis dan terperinci, dikupas melalui sudut pandang beragam pemikir baik pemikir kuno dari barat hingga pemikir kontemporer di timur, namun tetap tidak keluar dari konteks atau kerangka ber-Islam yang benar.

Buku ini ditulis untuk kemudian dibaca berkali-kali sebagai penuntun, juga perenungan.
Profile Image for Ida.
194 reviews4 followers
September 9, 2017
Di dunia barat, akhlak lebih dikenal dengan nama "Ethics" atau etika. Seperti di bab awal buku ini yang menjelaskan pemahaman para filsuf barat mengenai etika. Penulis juga membandingkan pendapat filsuf barat dengan Alquran, tidak semua(selamanya) pendapat para filsuf tersebut bertentangan. Buat saya sebagai rookie di bidang filsafat, perlu beberapa kali mencerna pendapat mengenai etika.

Profile Image for Thoriq Fauzan.
37 reviews
April 8, 2024
Di awal sebelum mulai membaca saya agak skeptis membaca buku tentang tuntunan akhlak sebab dasar kesombongan saya sendiri yang rasanya hanya ingin mengisi daftar bacaan dengan topik-topik "besar". Misalnya, kita tahu bahwa Islam diturunkan sebagai Rahmatan lil alamin tapi kita juga tahu bahwa kondisi dunia ini carut marut baik politik maupun ekonominya, solusi apa yang ditawarkan Islam? Tentu saja sekilas tidak terlihat bagaimana tuntunan akhlak bisa menyelesaikan problem ekosospol. Karena itulah untuk sekian lama saya belum juga tertarik untuk membaca buku ini, sampai akhirnya saya goyah juga.

Jujur saja bagian pertama dari buku ini cukup berat dibaca buat saya. Membahas asal-usul filsafati, dalam hal ini tentang akhlak, mungkin bukan titik terkuat dari Pak Quraish Shihab. Walaupun begitu, luasnya referensi dan fasihnya beliau baik pada filsafat barat maupun timur kembali menguatkan argumen pentingnya belajar filsafat bagi umat Islam terutama para ulama. Jadi jangan justru menghindari bahkan mengharamkan filsafat.

Pada bagian kedua barulah saya bisa merasakan kesantunan dan kelihaian Pak Quraish Shihab menulis yang pelan-pelan mengikis anggapan sombong saya sebelumnya bahwa ekosospol dan akhlak tidak terlalu nyambung. Pada halaman 111 buku ini dimuat sebuah hadits yang terbaca "Aku diutus tidak lain, kecuali untuk menyempurnakan akhlak mulia" (H.R Malik). Di sini Pak Quraish menekankan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa ajaran yang bertujuan utama mengajak manusia melakukan yang terbaik, menyempurnakan akhlak, bukan saja dalam interaksi manusia dengan sesama manusia tetapi juga dengan semua pihak.

Melanjutkan membaca ulasan-ulasan beliau rasanya seperti ditampar. Walaupun sebagian besar tuntunan akhlak yang disampaikan sudah diketahui umum, tapi riwayat-riwayat yang menyertainya yang diceritakan pada buku ini sangat memperkuat pesannya. Saya merasa diingatkan kembali bahwa keagungan akhlak Rasullullah SAW-lah yang membuat ajaran beliau dapat diterima oleh pengikut-pengikutnya kala itu, serta menjadi bukti kenabian beliau yang tidak dapat disanggah. Saya yakin bersikap baik kepada musuh adalah ide yang terlampau nyeleneh pada masa itu, bahkan mungkin pada masa sekarang.

Tidak sedikit yang baru saya ketahui juga, misalnya bahwa keadilan ternyata sangat sentral dalam kita mengamalkan akhlak. Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya, memperlakukan sesuatu sesuai posisinya. Musuh apabila dia adalah manusia maka dia pun merupakan makhluk yang telah dimuliakan oleh Allah, sehingga bersikap adil kepada musuh berarti memperlakukannya seperti manusia. Salah satu pesan yang tercantum pada buku ini "perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan."

Akhirnya, kesombongan anggapan saya perlahan meluruh. Bahwa barangkali, barangkali carut-marut duniawi yang kita hadapi sekarang akan dapat diobati, tidak lain dengan akhlak yang mulia, Wallahu Alam.
Profile Image for Citra.
73 reviews1 follower
August 9, 2024
Chapter terakhir mengenai adab & sopan santun cocok dibaca berulang kali. Penutup dari Penulis juga sangat bagus untuk diulang-ulang sebagai pengingat bagi kaum muslim. Di era ilmu pengetahuan sedang tinggi-tingginya, kita (sebagai muslim) tidak kekurangan orang-orang cerdas, tetapi kita kekurangan orang-orang yang berakhlak.

Dalam beberapa kesempatan, saya jadi lebih sering memperhatikan orang-orang disekitar kita. Barangkali, memang kita ini cuma merindukan orang-orang yang (minimal) berucap baik di depan kita. Barangkali kita merindukan orang-orang yang berakhlak di tengah-tengah tandusnya pergaulan saat ini.

Buku ini juga menyadarkan saya, bahwa saya sebagai seorang muslim, masih jauh dari kata 'berakhlak'. Betul pulalah kata Imam Al-Ghazali, akhlak hanya dapat dibentuk dari kebiasaan yang menahun, tak bisa instan, dan jalannya berat.

Wallahualam.
Displaying 1 - 22 of 22 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.