Kini diterbitkan dengan lebih lengkap, lebih komplet: * Disertai contoh pengalaman pribadi penulisnya, proses kreatif lahirnya Keluarga Cemara. Dari cerita pendek, buku, sampai menjadi sinetron hampir 300 episode. Proses kreatif lahirnya buku tebal cerita silat Senopati Pamungkas, dan hampir saja ada kesalahan penulisan tokohnya. * Lebih lengkap daripada sebelumnya, lebih lengkap daripada buku sejenis yang pernah ada.
Mengarang Novel Itu Gampang adalah buku tentang mengarang yang paling sering dicetak ulang (lebih dari cetakan ke-10), paling banyak dikomentari, atau disebut dalam pembicaraan.
Arswendo Atmowiloto melengkapi buku ini dengan pengalaman sebagai dosen di perguruan tinggi ilmu komunikasi, juga pengalaman melatih bersama para guru, dan kadang bersama sejumlah anak-anak. Sampai sekarang masih terus aktif menulis apa yang diteorikan.
Seorang yang sangat terkenal di bidang jurnalistik, penulisan dan sinetron. Lahir di Solo 26 November 1948. Sempat kuliah di IKIP Solo selama beberapa bulan, lalu mengikuti program penulisan kreatif di Iowa University, Iowa City, Amerika Serikat (1979). Prestasinya sungguh luar biasa. Banyak karyanya yang telah disinetronkan dan mendapat penghargaan, di antaranya Keluarga Cemara dan Becak Emak, yang terpilih sebagai Pemenang Kedua Buku Remaja Yayasan Adikarya IKAPI 2002. Bahkan karena prestasinya pula, dia sempat masuk penjara selama lima tahun!
Kini ia mengelola penerbitan sendiri yang diberi nama Atmo Group. Ia tinggal di Jakarta dengan seorang istri yang itu-itu saja, tiga orang anak yang sudah dewasa, seorang cucu yang lucu, seekor anjing setia, ratusan lukisan buatan sendiri selama di penjara, serta sejumlah pengalaman indah yang masih akan dituliskan.
Untuk motivasi dalam mengarang dan menyelesaikan sebuah tulisan, terutama sebuah novel, buku ini punya semua pertanyaan dan jawaban yang cukup membantu. Disampaikan dengan nada jenaka, tanya-jawab seputar kepenulisan jadi mudah dicerna. Pun tak jarang mengundang tawa. :)
Banyak yang merekomendasikan buku ini untuk dibaca sebelum menulis fiksi. Memang sangat ringan dan mudah dimengerti. Di dalamnya banyak hal menarik yang disajikan dengan sederhana tapi penting saat menulis fiksi. Isinya berupa percakapan, jadi kita seperti sedang mengobrol dengan penulis, bukan sedang diajari.
Haha. Dibanding 10 tahun yang lalu, waktu saya pertama kali baca buku ini, saya sudah jauh lebih mengerti bagaimana cara mengarang. Paling tidak secara teori. Kalau disuruh praktek sih lain masalah.
Tiga bintang karena buku ini membuat saya mengenang masa lalu, tapi tidak sesempurna yang saya dulu bayangkan. Saya belum sempat membaca ulang karangan Arswendo untuk dapat menilai sehebat apa dia sebagai pengarang (dibanding dia sebagai konsultan), tapi setelah membaca ini saya mendapat kesan kalau dia agak terlalu percaya diri akan kemampuannya sendiri. Percaya diri sih boleh, asal disertai bukti.
Buku petunjuk menulis yang agak beda dari yang sudah kubaca. Ditulis dalam bentuk dialog. Dan penulis memang sudah eksis di dunia penulisan dan sudah menemukan ciri khasnya sendiri. Dan yang terpenting adalah buku ini dalam bahasa Indonesia, sehingga tips2 nya ada yang unik buat penutur bahasa ini.
Buku ini disajikan dengan menarik, tanya jawab. Sang penanya adalah pembaca yang 'rewel' dan jawaban pun disajikan secara kocak, contoh-contoh yang diberikan pun cukup banyak. Namun buku ini cukup tipis, karena masih merupakan sambungan dari "Mengarang itu Gampang" yang juga AA tulis sebelumnya.