제8회 문학동네청소년문학상 대상 수상작 『세계를 건너 너에게 갈게』의 이꽃님 작가가 그리는 또 하나의 기적
내가 너의 행운이 될 수 있을까? 인생을 지독하게 만드는 것은 인간이지만, 그 인생에 손을 내미는 것 또한 언제나 인간이니까.
베스트셀러 『세계를 건너 너에게 갈게』의 이꽃님 작가가 2년 반 만에 새 청소년소설로 돌아왔다. 제8회 문학동네청소년문학상 대상을 받은 『세계를 건너 너에게 갈게』는 심사위원을 비롯해 수많은 독자들을 울렸으며, 지금도 많은 청소년들에게 ‘인생 책’으로 꼽히며 입소문을 더해 가고 있다. 대만에서 출간된 데 이어 최근에는 일본 출간이 확정되고 드라마와 영화로도 준비 중인 흡입력 있는 이야기이다.
신작 『행운이 너에게 다가오는 중』은 가장 따뜻해야 할 집이라는 공간에서 폭력을 맞닥뜨릴 수밖에 없는 아이들의 이야기로, 화자가 조금 특별하다. 운, 타이밍, 행운의 여신 혹은 운명의 장난이라 불리는 존재가 이야기를 들려준다. 이 초월적인 존재는 뜻밖의 시니컬한 말투로 툴툴거리면서도 시종일관 애정 어린 눈으로 아이들을 지켜보고 있다. 행운이 간절한 아이들을 위해 언제고 나설 준비가 되어 있는 이 특별한 목소리는 곧 작가의 목소리이기도 하다. 가까이 있는 이들을 돌아보게 하고 놓칠 뻔했던 마음에 귀를 기울이게 하는 이꽃님 작가의 따스함은 이번에도 유감없이 발휘되었다. 지금 행운이 다가오고 있다고, 반드시 너에게 닿을 거라고 다짐해 주는 말들이 든든하고 따스하게 독자를 감싸 안는다.
❝Membesarkan anak memang sulit. Kau mungkin merasa baru mulai berhasil menyesuaikan diri, tetapi anak-anakmu sudah melompat jauh mendahuluimu.❞
actual rating: 3.5/5
Teman-teman sekelasnya menjuluki Eun-jae sebagai Dark Knight> karena gadis itu tidak pernah tersenyum dan enggan berbicara dengan siapa pun. Hingga suatu ketidaksengajaan membuat Hyeong-su dan Wu-yeong mendapati bahwa Eun-jae adalah korban penganiayaan oleh ayahnya sendiri.
Hyeong-su dan Wu-yeong tentu saja tidak bisa bersikap seakan-akan mereka tidak tahu apa yang terjadi. Sedangkan Eun-jae justru diliputi perasaan malu dan khawatir teman-temannya akan memandanginya dengan sorot kasihan. Sebab, ini bukan pertama kalinya orang-orang datang seolah peduli, seakan mampu melindungi, sebelum akhirnya justru berbalik arah memunggungi.
Meskipun sampulnya cerah, buku ini ternyata cukup gelap, ya 😅
Yang membuat Keberuntungan Sedang Menghampirimu terasa berbeda adalah topik kekerasan pada anak kali ini benar-benar berfokus pada bagaimana korban, saksi, dan orang-orang di sekelilingnya adalah anak-anak menjelang remaja berusia 15 tahun. Sama seperti Akan Kulintasi Dunia Untukmu, aku langsung tahu bahwa Lee Kkoch Nim memang piawai menangkap keresahan hati dan isi kepala remaja secara jujur.
Betapa menyakitkannya melihat anak-anak yang rapuh ini menganggap teriakan dan pukulan dalam keluarga sebagai suatu kenormalan yang harus mereka sembunyikan 😢
Bagian yang paling menohokku adalah ketika pelatih bertanya mengapa anak-anak begitu berani tanpa pendampingan mendatangi rumah teman mereka yang ayahnya seorang abuser, lalu anak-anak bilang “Tapi, Pelatih juga... sudah tahu.” 🥲 Mereka sama-sama tahu rasa sakit dan ketakutan yang dialami Eun-jae, tapi justru anak-anak yang rentan ini lebih berani dibanding orang dewasa untuk menyelamatkan Eun-jae 💔
Aku sadar di luar sana banyak Eun-jae lain. yang menunggu uluran tangan. Semoga fajar akhirnya datang menjemput mereka juga, mengakhiri malam panjang yang penuh luka.
1 word. PERFECT. Oke, anggaplah seleraku cetek tp aku benar2 suka buku ini. aku pasti udah bilang berkali2 kalau aku sgt suka jenis2 buku yg kalo aku baca tuh dia bisa bikin aku merenung, bisa bikin aku memikirkan ulang hal2 di dalam kehidupan, dan buku ini exactly like that.
Berputar di keseharian anak2 SMP usia 15 tahun dan masalah mereka masing2. titik beratnya ada di domestic violence sih ya dan bagaimana manusia cenderung mengalihkan pandangan dari korban kekerasan dalam rumah tangga hanya karena merasa "ah..itu urusan rumah orang, lebih baik tidak ikut campur". buku ini menyoroti realita pahit mengapa korban2 DV biasanya tidak sanggup mencari pertolongan,terutama yg masih di bawah umur, karena seringnya laporan dan permintaan tolong mereka di abaikan, di anggap "ah urus saja masalahmu sendiri", apalagi jika pelaku kekerasan adalah orangtuanya sendiri.
Buku ini memberi pelajaran, sekecil apa pun aksi yang kita ambil utk membela org yg benar, untuk mengambil tindakan ktika ada hal yang tidak berjalan sesuai nilai2 yg kita pegang, untuk menjadi berani meskipun kita takut, tetap akan ada hasilnya. tindakan kecil itu bisa jadi pencetus, butterfly effect, dan mungkin bisa menyelamatkan nyawa/hidup orang. memang sih yang bisa menyelamatkan hidup kita adalah diri kita sendiri, tapi org skitar bsa memberi dukungan dan fuel utk kita maju keluar dari neraka. So, Be Kind and trust your heart <3 5/5, SOLID.
"Mereka akan tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang hanya memikirkan diri sendiri, seperti mereka yang menutup jendela ketika melihat tindakan kekerasan..."
Ada satu hal yang terlintas dalam benakku ketika membaca kisah Eun-jae dan Wu-yeong: kok bisa ya orangtua tega melakukan hal buruk kepada anaknya sendiri? Saya sedih sekali membaca kisah Eun-jae dan Wu-yeong. Ibu Wu-yeong terobsesi dengan hidup anaknya, semacam orangtua yang controlling, daftarin anaknya les ini les itu, nilai di sekolah adalah segalanya, gak bisa mentolerir kegagalan. Sedangkan ayah Eun-jae "gemar" menyiksa anaknya, ibunya pun kabur.
Sebagai orangtua, saya sangat mengerti perasaan Eun-jae dan Wu-yeong. Rasanya ingin memeluk mereka dan bilang bahwa kalau saya jadi ortu mereka, saya gak akan kayak gitu. Sedih banget pokoknya. Di dunia ini pasti ada Eun-jae dan Wu-yeong lainnya yang butuh diselamatkan. Anak-anak itu rapuh, sudah selayaknya orangtua melindungi mereka. Anak titipan Allah. Namanya titipan ya harus dijaga agar tidak rusak karena mereka bukan milik kita.
Berkisah tentang tiga remaja SMP berusia 15. Konflik yang dihadirkan cukup berat; Eun-Jae dianiaya oleh ayahnya sendiri; Wu-Yoeng yang selalu dipaksa mengikuti obsesi ibunya. Bab-nya pendek-pendek, adegan cukup ringkas, dan naratornya unik merupakah sosok disebut 'keberuntungan'.
Membaca cerita tokoh remaja yang mengalami KDRT (termasuk bullying dan masalah hidup lainnya) memang selalu bikin tahan napas saat membaca. Apalagi dalam cerita ini, mataku memanas saat membaca adegan Eun-Jae ke kantor polisi. Rasa terbakar di mataku makin menjadi ketika Eun-Jae berkata, "Tolong... aku."
Aku berharap keberuntungan selalu menyertai anak-anak yang mengalami masalah hidup.